Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Studi Kandungan Logam Berat pada Tambak Budidaya di Desa Topejawa (Study of Heavy Metal Content in Aquaculture Ponds in Topejawa Villag. Nursyahran1*. Arnold Kabangnga2. Lilis Andriani1 Program Studi Budidaya Perairan. Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa *Corresponding author: nursyahran00@gmail. ABSTRACT Fish Farming with Water Sources from Rivers. Estuaries, and the Sea (Coastal Area. is Highly Susceptible to Pollution. Heavy metal contamination in estuary and coastal areas is considered a serious environmental issue and can harm aquatic organisms. This study aims to determine the content of heavy metals in fish and pond water under tidal conditions in Topejawa Village using an Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) device. The method used is purposive sampling, consisting of three station points for fish and tidal pond water sampling. The results of this study show that the heavy metal content in milkfish (Chanos chano. was found to be as follows: arsenic (A. 0135 Ae 0. 05 AAg/g, mercury (H. 0005 AAg/g, and lead (P. 115 AAg/g Ae 0. 017 AAg/g. Meanwhile, the heavy metal content in tidal pond water was arsenic (A. mg/L, mercury (H. 0005 mg/L, and lead (P. 1 mg/L. The heavy metal content in the aquaculture ponds was still below the threshold established by the National Standardization Agency. Keyword: Chanos chanos. Heavy metals. Tidal pond water ABSTRAK Budidaya ikan dengan sumber air dari sungai, muara dan laut . sangat rentan terhadap pencemaran. Kontaminasi logam berat di daerah muara dan pesisir dipandang sebagai masalah serius bagi lingkungan dan dapat membahayakan organisme perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat pada ikan dan air tambak pada kondisi pasang dan surut di Desa Topejawa menggunakan alat Atomic Absorption Spectrofotometry (AAS). Teknik yang digunakan purposive sampling terdiri atas i titik stasiun pengambilan sampel ikan dan pengambilan air tambak pasang surut. Hasil penelitian ini menunjukan kandungan logam pada ikan bandeng (Chanos chano. pada arsen (A. 0,0135 Ae 0,05 AAg/g, merkuri (H. 0,0005 AAg/g dan timbal (P. 0,115 AAg/g Ae 0,017 AAg/g. sedangkan kandungan logam pada air tambak pasang dan surut sebesar arsen (A. 0,01 mg/L, merkuri (H. 0,0005 mg/L dan timbal (P. 1 mg/L. Kandungan logam berat pada tambak budidaya masih di bawah ambang batas Badan Standardisasi Nasional Kata Kunci: Bandeng. Logam berat. Air tambak. Pasang surut AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 Pendahuluan Peningkatan berbahaya di lingkungan perairan dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan ikan dan reproduksi ikan . Selain itu, dampak buruk dari logam berat yaitu mengurangi plastisitas respon kardiorespirasi dan karenanya mengurangi kelangsungan . kemampuannya bertahan dalam jaringan tubuh dalam waktu lama, sifatnya yang non- e-ISSN: 3090-305X biodegradabel, dan kemampuannya untuk Logam juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui inhalasi, konsumsi, dan penyerapan lewat kulit . , . Budidaya ikan dengan sumber air dari sungai, muara dan laut . sangat rentan terhadap pencemaran. Kontaminasi logam berat di daerah muara dan pesisir dipandang sebagai masalah lingkungan yang serius sebagaimana yang diungkapkan beberapa peneltian diantaranya . , 9, 15, . Nursyahran et al. | Seminar Nasional PKP I . : 147 Ae 154 Wilayah muara dan pesisir sering kali menjadi area yang terdampak signifikan oleh pencemaran dari aktivitas di hulu sungai. Hal ini disebabkan oleh sifat aliran sungai yang membawa material, termasuk limbah industri atau rumah tangga, dari bagian hulu ke hilir, yang akhirnya bermuara di pesisir. Logam berat di lingkungan pesisir dapat menyebabkan akumulasi bahan toksik dalam sedimen dan organisme hidup. Organisme yang tinggal di atau dekat dengan dasar perairan sering kali terpapar lebih langsung pada kontaminan ini, yang kemudian dapat berpindah melalui rantai makanan hingga berdampak pada kesehatan manusia. Pola faktor-faktor mempengaruhi akumulasi logam berat di muara, kombinasi dari sumber pencemaran antropogenik dan kondisi fisik muara, seperti pengendapan partikel polutan, yang mengarah pada konsentrasi logam berat yang lebih tinggi di lapisan sedimen. , . Salah satu daerah pesisir di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki potensi wilayah pengembangan budidaya tambak adalah pesisir Desa Topejawa Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Petambak membudidayakan ikan bandeng (Chanos chano. , udang dan jenis rumput laut Gracilaria. Sedangkan komoditas paling banyak dibudidayakan adalah ikan bandeng. Metode Penelitian Materi Penelitian Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: botol sampel. Sterofoam. Beaker glass. Labu Ukur, mikropipet, cawan petri, timbangan digital. Atimic absorption spectrophotometer (AAS). Prosedur Penelitian Survei awal dilakukan untuk menentukan lokasi pengambilan sampel. Pengambilan titik lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Global Positioning System (GPS). Selain itu juga dilakukan pengamatan di sekitar lokasi terkait aktivitas masyarakat yang berhubungan dengan tambak budidaya. Peta lokasi penelitian disajikan pada Gambar Gambar 1. Peta lokasi pengambilan sampelipenelitian Pengambilan Sampel Air Tambak Sampel air diambil pada setiap titik stasiun yang telah ditentukan yaitu pada saat air tambak pasang dan surut. Sampel air diambil dengan menggunakan botol plastik sebanyak 600 ml. Sampel dimasukkan ke dalam kotak pendingin es untuk menghentikan perubahan biologis atau kimiawi. Setelah itu, kotak pendingin ditutup rapat dan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis kandungan logam beratnya menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Pengambilan Sampel Air Ikan Bandeng Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Daging ikan diambil secara acak . epala, tengah dan eko. , kemudian dimasukkan ke dalam cawan petri lalu dicacah. Daging ikan yang telah dicacah kemudian dihaluskan hingga tidak ada lagi gumpalan daging ikan. Setelah itu, ditimpang sebanyak 5 g dan dimasukkan ke dalam tanur selama 9 jam dengan suhu 708 AC dan 650 AC hingga berbentuk abu. Sampel kemudian dikeluarkan lalu diberi larutan asam nitrat sebanyak < 2 ml dan dipanaskan di atas kompor listrik hingga Selanjutnya di beri HCl 37 % sebanyak 2 ml, lali dimasukkan ke dalam labu ukur 50 ml dan di tambahkan akuades hingga mencapai 50 ml. Sampel kemudian dimasukkan ke dalam botol kaca, kemudian kandungan logam beratnya diukur dengan menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Pengujian Kandungan Logam Berat Sampel pada Air Tambak dan Ikan Bandeng Analisis sampel ikan bandeng serta air tambak pasang dan surut dilakukanadi Laboratorium Balai BesaraLaboratorium Kesehatan Makassarauntuk mengetahui kadar logam Hg. As dan Pb dengan menggunakan teknik Atomic Absorption Spectrofotometry (AAS). AAS digunakan untuk analisis logam. Prosedur pengoperasian AAS adalah dengan cara menyalakan alat kemudian menyedot 100 ml larutan standar ke dalam api udara asetilen. Lalu memasukkan sampel dan larutan standar ke dalam tabung reaksi yang disertakan dengan alat dan menyesuaikan pengaturan pada komputer perangkat AAS pengguna. Memutar pada nyala api dan lampu katoda AAS dan tekan tombol nol untuk menandakan bahwa pembacaan pengukuran adalah nol. AAS digunakan untuk menganalisis larutan standar satu demi satu, diikuti dengan larutan sampel . kan dan ai. dan larutan blanko 50 ml. Kandungan logam dalam larutan akan dicatat oleh komputer secara otomatis dan kemudian hasilnya dihitung. Variabel yang Diamati Variabel yang diamati adalah kandungan logam berat pada air tambak dan ikan bandeng As. Pb. Hg. Adapunaformula yang digunakanauntuk menentukan kandungan logam berat dalam air tambak menggunakan formula 1 dan pada ikan bandeng menggunakan formula 2 . Creg Kadar logam . g/L) = 1000 Keterangan: Creg = Konsentrasilterbaca . g/L) Creg yV Kadar logam (AAg/L) = Bobot1000 sampel . Keterangan : Creg = Konsentrasi terbaca (AAg/. = Volume larutanlsampel (L) Analisis Data Analisis data yang digunakan adalah analasis data kuantitatif, data di olah pada microsoft exel dalam bentuk grafik . Hasil dan Pembahasan Kandungan Logam Berat Ikan Bandeng Kandungan Arsen (A. Hasil pengujian kandungan arsen pada ikan bandeng disajikan pada Gambar 2. Berdasarkan hasil uji kandungan logam arsen (A. pada ikan bandeng, ditemukan bahwa konsentrasi arsen bervariasi antara 0,0135 Ae 0,05 AAg/g. Stasiun 1 . ulu sunga. Stasiun 2 . agian tengah sunga. Ikan bandeng menunjukkan kandungan arsen terendah pada titik ini, yaitu sebesar 0,0135 AAg/g. Stasiun 3 . uara sungai/hilir sunga. Di stasiun ini, ikan Nursyahran et al. | Seminar Nasional PKP I . : 147 Ae 154 bandeng mengandung arsen tertinggi, yakni sebesar 0,05 AAg/g. Tingginya akumulasi logam berat arsen (A. pada stasiun 3 diakibatkan akumulasi logam berat pada air dikarenakan sumber air tambak berasal dari muara Sungai Pappa yang terkontaminasi logam berat. Akumulasi arsen di duga berasal dari seperti, erosi tanah, pembakaran bahan bakar fosil, pupuk dan aplikasi pestisida . Konsentrasi logam (AAg/. Stasiun 1 Stasiun 2 Stasiun 3 Gambar 3. Kandungan merkuriy(H. ikanabandeng diatambak Budidaya Desa Topejawa. Kandungan logam berat merkuri (H. pada ikan bandeng sebanyak 0,0005 AAg/g pada Stasiun 2 dan 3 tidak terdeteksi, karena konsentrasi hasil pengujian berada dibawah batas hasil ASS. Kandungan logamnya diduga tidak terdeteksi di pengaruhi lokasi penelitian. Stasiun 1 terletak di hulu di tepi Sungai Pappa. Stasiun 2 di tengah, dan Stasiun 3 di hilir, atau di muara sungai. Pencemaran logam dapat terakumulasi dalam rantai makanan, air, tanah dan udara . Logam berat menimbulkan risiko lingkungan yang parah bagi ikan, manusia, dan Hubungan antara status ekologi organisme akuatik dan konsentrasi logam esensial dan non-esensial . Bahaya logam (H. menyebabkan masalah kesehatan pada membahayakan jaringan, khususnya yang terlibat dalam detoksifikasi dan ekskresi . ati dan ginja. berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 876 Tahun 2001. Stasiun 1 Stasiun 2 Stasiun 3 Gambar 2. Kandungan arsen (A. PadauIkan bandeng diaTambak Budidaya Desa Topejawa. Keberadaan logam dan pestisida itu sendiri dapat mempengaruhi organisme secara langsung maupun tidak langsung. Logam berat berpotensi menyebabkan efek buruk pada kesehatan manusia melalui rantai Kontaminasi dengan logam berat berbahaya karena bersifat persisten terhadap lingkungan tercemar dan non-biodegradable memiliki waktu paruh biologis yang panjang . Logam berat bersifat racun bagi manusia bahkan pada konsentrasi yang sangat rendah yang tepat dalam organisme hidup. Kontaminasi bahan makanan dengan logam berat merupakan masalah kesehatan global di seluruh dunia terutama di kota-kota besar negara berkembang . Standar Nasional Indonesia (SNI) menetapkan batas maksimal cemaran arsenik (A. pada makanan adalah 1,0 mg/kg Demikian pula ambang batas As adalah 1,0 mg/kg, berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan. Kandungan Timbal (P. Hasil pengujian kandungan timbal pada ikan bandeng disajikan pada Gambar 4. Berdasarkan Gambar 4, hasil pengujian kandunganslogam beratxtimbal (P. di ikan bandeng sebanyak 0,115 AAg/g Ae 0,017 AAg/g. Kandunganilogam beratjtertinggi ada pada stasiun 2 sebesar 0,115 AAg/g dan kandungan terendahjsebesar 0,017 AAg/g diperoleh pada titik stasiun 1 pada ikan bandeng. Kandungan Merkuri (H. Hasil pengujian kandungan merkuri (H. pada ikan bandeng disajikan pada Gambar 3. onsentrasi logam (AAg/. Konsentrasi logam (AAg/. Nursyahran et al. | Seminar Nasional PKP I . : 147 Ae 154 pada perairan. Selain itu, logam berat dalam mempengaruhi ekologi perairan yang memiliki efek jangka panjang pada plankton dan ikan . Akumulasi logam berat di budidaya perikanan telah menjadi masalah utama bagi lingkungannya yang berada di kawasan Ekosistem terkontaminasi oleh akumulasi logam berat melalui emisi dari lahan pertanian pengaplikasian pupuk dan pestisida yang mengandung logam berat yang semakin tinggi di kawasan pesisir. Pencemaran logam berat di wilayah pesisir telah diidentifikasi sebagai kontaminan yang parah, karena polutan ini di lingkungan perairan dapat membahayakan kehidupan air dan membahayakan. Budidaya ikan yang mengambil air dari sungai, muara dan daerah pesisir, sehingga rentan terhadap pencemaran dari luar dan produk . dapat menimbulkan masalah kesehatan jika dikonsumsi karena belum melampaui baku mutu PP Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air menetapkan batas aman konsentrasi logam berat 0,05 mg/L . , maka baku mutu kandungan logam berat arsenik (A. masih memenuhi syarat. Gambar 4. Kandungana timbali(P. ikangbandeng di tambak Budidaya Desa Topejawa. Tingginya akumulasi logam timbal (P. apada stasiun 21diduga berasalrdari lahan pertanian, limbah domestik dan tambak yang berada di sekitarnya. Akumulasi logam disebabkan tidak adanya saluran khusus pembuangan timbah hasil budidaya. Aliran limbah budidaya di salurkan ke tambak yang berada di sekitarnya. Batas maksimum kontaminasi logam berat timbal (P. adalah 0,3 mg/kg . tau 0,3 AAg/. dalam bahan pangan, sehingga kandungan timbal pada ikan masih dalam batas yang dapat ditolerir. Kandungan Logam Berat Air Tambak Kandungan Arsen (A. Kandungan Merkuri (H. Hasil pengujian kandungan arsen pada air tambak disajikan pada Gambar 5. Berdasarkan Gambar 5, hasil pengujian kandungan arsen (A. pada air tambak pasang dan surut sebesar 0,01 mg/L. Konsentrasi logam . g/L) Hasil pengujian kandungan merkuri pada air tambak disajikan pada Gambar 6. Konsentrasi logam . g/L) Air tambak . Air tambak . Air tambak . Air tambak . Gambar 6. Kandunganimerkuri (H. pada air tambak di Desa Topejawa. Gambar 5. Kandungan arsen (A. pada air tambak di Desa Topejawa. Kandungan merkuri pada air tambak pasang sebesar 0,0005 mg/L, sedangkan kandungan logam merkuri pada air tambak Arus di Sungai Pappa cukup kuat yang mengakibatkan rendahnya kandungan logam Nursyahran et al. | Seminar Nasional PKP I . : 147 Ae 154 surut tidak terdeteksi kandungannya. Diduga adanya kandungan logam pada air tambak pasang yang bersumber limbah domestik masyarakat dan limbah pertanian yang mengalir ke sungai, muara dan laut yang telah terkontaminasi oleh logam . Kawasan pesisir sangat berpotensi terjadi pencemaran dikarenakan banyaknya hasil limbah buangan dari pertanian, limbah perkotaan yang dibuang ke sungai dan mengalir ke laut. Limbah tersebut memiliki dampak negatif yang dapat membahayakan organisme perairan maupun manusia . Kandungan merkuri masih di bawah ambang batas 2 mg/L untuk usaha budidaya ikan. logam berat atau bahan kimia tertentu dari lingkungan sekitarnya . ir atau sedime. Perairan muara adalah zona transisi antara daratan dan lautan dan menyediakan banyak fungsi dan jasa ekosistem yang penting. Kadar timbal pada logam berat tersebut masih berada di bawah ketentuan SNI 7387:2009 yang sebesar 0,3 . Kandungan Timbal (P. Daftar Pustaka