Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. HUBUNGANn DUKUNGAN KELUARGA DALAMb PEMBERIAN ASI EKSKLUSIFf DENGANm KEJADIANb STUNTINGn BALITAa UMUR 24n-59n BULANn DI WILAYAHn KERJAkPUSKESMASn SUMBANG II Evon Komariah1. Atika Nur Azizah2 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Email : evonkom01@gamil. ABSTRAK Stunting adalah keadaannketidakmampuannuntuk berkembang pada anak-anak di bawah limaa tahun untuk berkembang karena rasa lapar yang terus-menerus, yang menyebabkan anak-anak menjadi lebih terbatas dari usia mereka. Malnutrisi dimulaiisaattbayikmasih dalam kandungann dan berlanjutl selama beberapa hari setelah lahir (HPK), namun tidak dimulai sampai anak berusia dua tahun, atau dalam 1. 000 hari pertama Tujuannpenelitiann inih adalahh untukk mengetahui hubungann antara dukungannkeluargaddalam pemberiannASI selektif dengan angka hambatan pada bayi usia 24-59 bulan di wilayah kerja Posyandu Sumbang II. Metode cross-sectional dari penelitiannanalitik korelatifmdigunakan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan metode random sampling, 72 responden dijadikan sampel untuk penelitian ini. Dalam penelitian ini, kuesioner antropometri digunakan sebagai alat ukur. Dengan tingkat signifikansi p 0,05, data yang diperoleh dilakukan uji Sperman Rho untuk dianalisis. Konsekuensi dari tinjauan tersebut didapatkan P-value sebesar 0,000, tingkat kepentingan p = < 0,05 sehingga sangat mungkin beralasan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecacatan pada anak kecil usia dewasa 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmass Sumbang II. Akhir dari penelitian ini adalah ada hubungannantara dukungantkeluarga dengan kejadian stuntinggdi wilayah di KerjakSumbang II. Kata Kunci : DukungannKeluarga. ASIiEkslusif. KejadiannStunting PENDAHULUAN Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita karena kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir, tetapi baru tampak setelah anak berusia 2 tahu. atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 1000 HPK merupakan fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin pada saat kehamilan . sampai dengan anak berusia 2 tahun . (Hidayah,dkk. , 2. Dampak stunting terbagi menjadi dua yaitu dampak buruk jangka Pendek dan dampak buruk jangka Panjang. Dampak buruk jangka pendek yaitu dampak yang disebabkan oleh stunting jangka pendek adalah gangguan pertumbuhan, gangguan pertumbuhan fisik, gangguan metabolisme dalam tubuh, serta gangguan gangguan perkembangan otak dan kecerdasan sedangkan dampak buruk jangka panjang dampak buruk jangka panjang stunting yaitu menurunnya kekebalan tubuh, menurunkan kemampuan kognetif belajar dan prestasi, selain itu juga balita yang mengalami stunting pada saat beranjak dewasa akan mudah terjangkit penyakit kronis seperti jantung, obesitas, hipertensi, diabetes, kanker, stroke, penyakit pembuluh darah dan kecacatan pada masa tua. Selain itu juga anak yang mengalami stunting akan mengalami kerusakan pada perkembangan anak yang kronis tidak akan bisa di rubah, anak tidak akan bisa melakukan atau mempelajari banyak hal seperti anak yang lainnya lakukan (Pratiwi,dkk, 2. Keberhasilan menyusui sangat erat kaitannya dengan dukunganndari orang terdekat khususnya keluarga. Dukungan keluarga merupakan dukungan untuk memotivasi ibu Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. memberikan ASI saja kepada bayinya sampai kuesioner dan balita melakukan pengukuran usia 6 bulan. Dukungan keluarga mempunyai tinggi badan sebanyak 72 orang. dampak positif dari dukungan keluarga yaitu meningkatkan penyesuaian diri seseorang HASILl DANnPEMBAHASAN terhadap kejadian kejadian dalam kehidupan. Hasill Ibu dapat termotivasi untuk memberikan ASI Karakteristikkorangg tuaab dan balitaa eksklusif guna menjamin tumbuh kembang Tabel 1. Karakteristik bayinya dengan sebaik-baiknya dalam upaya Pekerjaan,vpendidikan, penanganan dan pencegahan kejadian stunting usia orang tua, nusia balitaddan jenis (Kemensos 2. Berdasarkannstudippendahuluanidi Karakteristik Puskesmas Sumbang II terdapat jumlah Pekerjaan ibu seluruh balita umur 24-59 bulan sebanyak IRT (Ibu rumah tangg. Buruh 2109 balita, sedangkan jumlah data status gizi Wiraswasta balita stunting umur . - 5 tahu. per bulan PNS september tahun 2022 sebanyak 254 balita. Pekerjaan ayah Buruh Berdasarkan wawancara dengan bidan di Karyawan swasta Puskesmas Sumbang II penyebab balita Wiraswasta stunting di wilayah sumbang II di sebabkan PNS Pendidikan Ibu karena banyak faktor salah satunya yaitu adalah rendahnya dukungan keluarga dalam SMP pemberian ASI Eksklusif. Cakupan ASI SMA eksklusif di Indonesia sebesar 54,3%, di Jawa Pendidikan Ayah Tengah sebesar 58,4%. Kabupaten Banyumas SMP sebesar 60,6% dan di Puskesmas Sumbang II SMA sebesar 60%, hal ini masih di bawah target yaitu 80% cakupan pemberian ASI Eksklusif. Usia Ibu METODEk Penelitiann ini menggunakann korelatiff analitik dengan pendekatan potong lintang cross sectionall. Responden yang akan di lakukan penelitianini adalahnseluruhmorang tuakyang mempunyaikbalita yang tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya . umur di bawah usia 24-59nbulan dik wilayah kerjapPuskesmas Sumbang II pada bulan Mei 2023. Cara penelitian ini dengan sampel acak yang di lakukan kepada seluruh orang tua yang mempunyai balita umur 24-59 bulan yang berangkat ke posyandu di berikan 20-35 tahun 36-45 tahun Usia Ayah 20-35 tahun 36-45 tahun UsiaaBalita 24-36nbulan 37-48mbulan 49-59bbulan Tinggi badan balita 75-90 cm 91-100 cm 101-110 cm Jenis kelamin balita Laki-laki Perempuan Jumlah Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. Hasil tabel 1, karakteristik orang tua dan balita. Mayooritas Pekerjaannibu sebagaii IRT (Ibukrumahhtangg. ,4%)), pekerjaan ayah sebagai karyawan Swasta . 9%), pendidikan ibu terbanyak adalah Pendidikan sekolah dasar yaitu 33 ibu . ,8%), pendidikan ayah terbanyak adalah sekolah dasar sebanyak 40 ayah . ,6%), rata- rata usia ibubalita adalah usia 20-35 tahun sebanyak 50 responden . ,4%), rata-rata usia ayah 20-45 tahun sebanyak 36 responden . 0%), usia balita stunting terbanyak pada umur 24-36 bulan 38 anak . ,8%), jenis kelamin anak stunting paling unggul jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 39 responden . 2%). Tabel 2. Dukungannkeluargaadalam pemberian ASI ekskluisf Dukunganbkeluarga dalam Frekuensi pemberiannASI eksklusift Mendukung Kurang mendukung Tidak mendukung Kejadian Stunting Stunting Normal Total Presentase 25,0% 52,8% 22,2% Berdasarkannhasil tabel 2, hasil bahwa keluarga keluarga yang mendukung ASI Eksklusif sebanyak 18 responden . ,0%), kurang mendukung sebanyak 38 responden . ,8%) dan keluarga tidak mendukung sebanyak 16 responden . ,2%). Berdasarkan hasil balita mengalami tinggi badan tidak sesuai dengan usia nya sebanyak 52 balita . ,2%) dan balita tidak mengalami stunting . sebanyak 20 balita . 8%). Tabel 3. Hubungan dukungan keluarga Dalam pemberianbASI ekskluisftdengan kejadian stunting pada balita umur 24-59 bulant di wilayah KerjakPuskesmas Sumbang II Hubungan Dukungan Keluarga Dalam Pemberian Asi Eksklusif Hasil Z-Score p-value Stunded Normal 0,0% 18 25,0 36 50,0% 2 Mendukung Kurang Tidak 16 22,2% 0 52 72,2 20 27,8 Nilainuji statistik SpearmanAos rho 0,000 < (An=0,. Berdasarkan tabel . hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara dukungan keluarga dalam pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sumbang II di dapatkan data bahwa dari 72 keluarga balita, keluarga kurang mendukung akan menyebabkan anak dengan kejadian stunting sebesar 50,0%, sedangkan dukungan keluarga tidak mendukung hanya mendapatkan sebesar 22,2%, dan keluarga mendapatkan dukungan tidak menyebabkan kejadian stunting . sebesar 25,0% . Hasil ini di perkuat dengan uji Spearman rho menunjukan nilai kemaknaan A = 0. 000 dengan taraf signifikan (A < 0. dapat di simpulkan Ho di tolak dan Ha di terima yang berarti terdapat hubungan antara dukungan dengan kejadian stunting pada balita umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sumbang II. Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan responden mayoritas ibu tidak bekerja hanya di rumah menjadi IRT dengan jumlah 68 ibu . ,4%)), mayoritas pekerjaan ayah sebagai karyawan Swasta sebanyak 46 responden . 9%). Berdasarkan Pendidikan ibu terbanyak adalah Pendidikan sekolah dasar yaitu 33 ibu . ,8%), pendidikan ayah terbanyak adalah sekolah dasar sebanyak 40 ayah . ,6%). Menurut Pricilya . Jika seseorang Gambaran dukungan keluarga dalam pemberian ASI Ekskluif Berdasarkan hasil dari data 72 keluuarga di dapatkan keluarga mendukung sebanyak keluarga sebanyak 18 respondent. ,0%), kurang mendukung . ,8%), dan tidak mendukung sebanyak 16 keluarga . ,0%). Keluarga merupakan faktor utama dalam memberikan dukungan untuk pemberian ASI Menurut Simbolon Keberhasilan ibu menyusui sampai enam bulan berkaitan dengan motivasi dari orang terdekatnya, agar ibu tetap menyusui anaknya. Keluarga pengaruh seorang ibu yang mendapat dukungan keluarga lengkap akan tampil menyusui anaknya. Berdasarkan penelitian di atas, pemberian ASI eksklusif akan lebih berhasil jika ibu mendapat dukungan yang lebih dari Orang yang serumah dengan ibu merupakan yang harus menjadi pengaruh baik dalam hal membantu untuk tetap menyusui (Sulistyowati, 2. Bentuk dukungan keluarga yaitu mendampingi ibu saat menyusui, merawat bayi, mendorong ibu agar percaya diri, memberikan makanan bergizi, dan memberikan bantuan bila diperlukan adalah semua bentuk dukungan. Keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesadaran ibu akan ASI eksklusif, dan semakin banyak informasi dan dukungan yang ibu terima, semakin besar kemungkinan mereka untuk terus memberikan ASI eksklusif kepada bayinya (Sr. Anita, 2. dengan pendidikan tinggi akan termotivasi untuk belajar lebih banyak dan mencari pengalaman menjadi pengetahuan. Stunting sangat terkait dengan pendidikan orang tua. pendidikan bukanlah faktor yang secara langsung menyebabkan stunting. Kemampuan ayah dan ibu untuk memproses informasi dan mempelajari keterampilan baru meningkat dengan pendidikan, yang berkorelasi langsung dengan kebutuhan gizi anak di masa depan. Orang pertama yang memperhatikan kesehatan dan pendidikan anak, serta pengelolaan dan perbaikan gizi keluarga adalah ibu. Sementara itu, jika seseorang dengan tingkat pendidikan rendah akan selalu mengikuti praktik tradisi yang terkait dengan stunting. Oleh pertumbuhan anak akan lebih cepat bila di dalam keluarga mempunyai pengetahuan yang 50 responden . ,4%) melaporkan bahwa ibu memiliki usia rata-rata antara 20 dan 35 tahun, sedangkan 36 responden . %) melaporkan bahwa ayah memiliki usia rata-rata Jenis-jenis dukungan keluarga yaitu adalah antara 20 dan 45 tahun. Berdasarkan Pricilya . usia k20-35mtahunmmerupakan usia a. Dukungan Informasional regeneratif yangnkuat bagi seorang wanita. Keluarga yang berperan sebagai pemberi sedangkan usia > 35ntahun dianggap sebagai informasi atau sumber informasi dalam usia yang tidak aman untuk usia konsepsi, kehidupan disebut dukungan informasi. namun jika dilihat dari peningkatan usianya. Dukungan keluarga yang bersifat informasi cukup > 35 tahun, mental atau kemajuan mental dapat berupa anjuran dan informasi lebih baik dibandingkan dengan usia <35 tahun. mengenai pentingnya tentang manfaat ASI Usia balita stunting terbanyak pada usia 24-36 bulan eksklusif serta mendorong ibu menyusui sebanyak 38 balita . ,8%), jenis kelamin balita secara eksklusif. stunting terbanyak pada jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 39 responden . 2%). Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. Dukungan Emosional Bentuk dukungan emosional yaitu menstabilkan emosi ibu dan membantunya mempertahankan pengendalian diri dengan menyediakan lingkungan yang nyaman untuk Empati dan mendorong ibu untuk tetap memberikan ASI eksklusif adalah contoh dukungan emosional. Selalu perhatikan ibu, lakukan apa yang dia mau, dan hibur dia saat dia lelah agar dia tidak merasa sendiri dan karena dukungan emosional dari suami bisa membuat ibu atau istri si bayi merasa diperhatikan, sehingga ibu bisa dengan senang hati menyusui bayinya secara eksklusif. Dukungan Instrumental Dukungan instrumental adalah salah satu jenis dukungan yang tulus atau ikhlas yang dilakukan oleh kerabat untuk pemberian ASI. Bentuk dukungan ini membantu ibu dan keluarganya memenuhi kebutuhan dasar hidup, seperti memberi makan ibu makanan bergizi dan menutupi biaya makan selama menyusui. Dukungan penilaian Jenis dukungan penilaian yaitu keluarga melakukan pendampingan secara asesmen yang lebih difokuskan untuk mengarahkan seluruh upaya ibu untuk memberikan ASI eksklusif. suami, anggota keluarga, mertua, dan ibu biasanya memberikan arahan dan pengetahuan yang baik ini, yang biasanya diperoleh dari bidan dan staf kesehatan. Gambaran Kejadian stunting pada balita umur 25-59 bulan Dari hasil menjelaskan bahwa distribusi hasil pengukuran tinggi badan berdasarkan umur pada anak umur 25-59 bulan sebanyak 52 balita stunting . 2%) dan anak balita normal sebanyak 20 anak balita . ,8%). Menurut Priyono . , stunting adalah keadaan dimana seorang balita terlalu pendek untuk umurnya . inggi bada. Kegagalan pertumbuhan balita adalah definisi dari stunting. Stunting adalah kurangnya asupan gizi atau gizi yang sangat buruk dalam waktu sudah lama terjadi di mulai pada saat di dalam rahim hingga bayi di lahirkan. Stunting didefinisikan oleh World Health Organization (WHO) sebagai kondisi tubuh yang sangat pendek yang lebih besar dari (-. SD lebih rendah dari rata-rata tinggi badan balita yang sudah di tentukan dari standar internasional. Faktor manusia maupun faktor lingkungan berkontribusi terhadap keadaan ini, yang diperparah dengan kurangnya asupan nutrisi. Hubunganndukungannkeluarga denganbkejadian stuntingg Diktemukan menunjukkanilaiknP-value = b0,000 dimana taraf signifikann<0. 05, yang menunjukan ada mengenai dukungan keluarga dalamppemberian ASIkeksklusif denganmkejadian stuntingg padabbalitakumur 24-59 bulan di Puskesmasumbang II. Berdasarkan wawancara dari beberapa orang tua yangbmemilikihanakkstunting di wilayahhkerja Puskesmasc Sumbang II keluarga lebih banyak mendukung dukungan instrumental memenuhi kebutuhan ibu dan keluarga di rumah namun berdasarkan wawancara dengan ibu balita dukungan paliang rendah yaitu Informasional karena pengetahuan dan pendidikan yang rendah. Pendidikan sangat berpengaruh karena jika pendidikan seseorang tinggi berinisiatif mencari informasi lebih luas agar keluarga akan menginformasikan terhadap ibu dengan mudah. Hasil penelitian ini hampir sama dengan penelitian (Reza Ikhtifar Wisti tahun 2. yang di lakukan terhadap 45 responden nilaikAn-value= 0,0001 Ha yang artinyaksignifikan. Penelitian ini juga sama dengan penelitian Ibrahim . Hasil analisa statistik di dapatkan hasil p-value = 0. 050 maka Ho di tolak. Maka dapat di simpulkan dukungann Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. ASIkeksklusift sangat penting sebab dukungannkeluargak menjadi hal paling utama yang berpengaruh terhadap ibu untuk berhasil ASIkEksklusif. Besarnyamdukunganmkeluarga keluarga terdekattakan membuat kekutan terhadap ibu karena besarnya dukungan keluarga membuat ibu merasa di cintai dan merasa di anggap sangat penting di dalam keluarga, sehingga ibu dapat merasa teguh pada saat menyusui bayinya. Bentuk dukungan yang di lakukan oleh keluarga dalam bentuk informasi, emosi , instrumental, dan penilaian . lita putri octavia 2. KESIMPULAN Hasilk dapat mdisimpulkan hubunganmhubungan nantaraddukungannkelu wilayahhkerja Puskesmas Sumbang II. SARANn Bagi keluarga tingkatkan perhatian perhatian, sepeti dukungan kepada ibu kesehatan ibu dari masa kehamilan sampai anak usia golden. Bagi keluarga di seharusnya pasrisipasi mengikuti kelas balita stuntingm yang di lakukan oleh tenaga kesehatan gizi dan Puskesmas Sumbangn II. Bagi balita yang mengalami stunting seharusnya mendapat perhatian khusus dari keluarga dan tenagas kesehatan dari Puskesmas Bagi memperhatikannbalita stunting untuk menciptakan generasi berguna berdaya saing pada saat anak dewasa. REFERENSI