Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 ISLAM NUSANTARA DI TINJAU DARI ASPEK POLITIK ISLAM IMAM GHOZALI Dosen Tetap Ahwalu Syahsiyah STAIN Bengkalis e-mail: gaza_liem@yahoo. ABSTRACT Istilah Islam Nusantara memberikan pengertian bukan pada penambahan ajaran yang baru dalam Islam, melainkan memperkenalkan hubungan nilai-nilai ajaran Islam yang universal masuk dan meresap pada budaya dan adat istiadat masyarakat Indonesia. Akulturasi nilainilai Islam dan budaya lokal melahirkan karakteristik masyarakat Islam yang toleran terhadap perbedaan suku, etnis, agama dan budaya, harmonis, egaliter, dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan. Nilai-nilai ini yang kemudian menjadi perekat kuat dalam melahirkan perjuangan politik berupa kemerdekaan 17 Agustus 1945. Nilai-nilai tersebut menjadi penting untuk selalu dipelihara dan dijaga bersama oleh seluruh komponen masyarakat dan bangsa Indonesia. Kata Kunci: Islam Nusantara. Nilai-Nilai. Akulturasi. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 PENDAHULUAN Islam adalah agama samawi. Allah swt memberikan wahyu kepada Muhammad untuk menyebarkan-nya kepada umat manusia, dengan tujuan utama yaitu beribadah kepada-Nya. Wahyu yang terkumpul satu mushaf disebut al-QurAoan. Ia menjadi sumber inspirasi seluruh aspek kehidupan manusia dalam menciptakan nilai-nilai Islam menjadi jalan perambah terwujudnya budaya-budaya yang modern dan menjunjung tinggi moralitas Ketika Muhammad meninggal dunia, muncul persoalan-persoalan sekitar masalah al-QurAoan. pertama, para penghafal al-QurAoan pada masa Abu Bakar banyak meninggal dunia, dan dikhawatirkan hilangnya al-QurAoan. Atas inisiatif Umar bin Khatab. Al-QurAoan dibukukan dalam satu mushaf. kedua, pada masa Utsman bin Affan Islam telah meluas wilayah kekuasaannya, sampai ke Armenia dan Azarbaijan di sebelah timur, dan Tripoli di sebelah barat. Dengan demikian, kelihatanlah bahwa kaum muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir. Syiria. Irak. Persia dan Afrika. Dialek dan pemahaman bahasa Arab mereka tidak sama dengan pemahaman bahasa Arab yang asli orang Arab. Al-QurAoan mulai dari Zaman Rasulullah sampai pada Khulafaurosyiddin ( Abu Bakar. Umar bin Khatab. Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thali. masih berupa tulisan yang tidak ada tanda titik dan tanda baca, sehingga menimbulkan berfariasi bacaan, dan juga berfariasi arti dan maksud dari ayat-ayat tersebut. al-QurAoan yang terkenal sebutan mushaf Utsmani atau Mushaf Al-Imam adalah tanpa titik dan baris. Beberapa ijtihad yang dilakukan oleh para sahabat Nabi yaitu melakukan inovasi yang mengalami pertentangan luar biasa ( karena tidak ada sumber dalam al-QurAoan dan alHadist yang menganjurka. , antara lain: usul pembukuan Al-QurAoan oleh Umar bin Khatab dan pembuatan tanda baca seperti titik dan harakat pada bacaan ayat-ayat al-QurAoan oleh Abu Aswad Al-Duali . -688M), salah satu murid dari Ali bin Abi Thalib. Pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan ( 685-705 M). Nashir bin Ashim dan Yahya Bin YaAomar menambhakan tanda-tanda huruf-huruf yang bertitik dengan tinta yang sama dengan tulisan Al-QurAoan. Itu adalah untuk membedakan antara maksud dari titik Abul Aswad Ad-Duali dengan titik yang baru ini. Titik Abu Aswad adalah untuk tanda baca dan titik Nashir bin Ashim adalah titik huruf. Cara penulisan ini tetap berlaku pada masa Bani Umaiyah dan pada permulaan Abbasiyah, bahkan tetap dipakai di Spanyol sampai pada pertengahan abad ke-4 H. Lalu Al-Khalil mengambil inisiatif, untuk membuat tanda-tanda yang baru yaitu huruf waw kecil di atas tanda dhammah, huruf alif kecil untuk tanda fathah, huruf yaa kecil untuk tanda kasrah, kepala huruf syin untuk tanda syaddah, kepala ha untuk sukun dan kepala ain untuk hamzah. Penyempurnaan Al-QurAoan yang telah dilakukan oleh para ilmuwan Islam di atas memberikan pesan, bahwa peradaban Islam lahir tidak lepas dari pengaruh budaya-budaya dan inovasi pengetahuan. Keberanian para ilmuwan Islam seperti Abu Aswad. Nashir dan Al-Khalil merupakan bentuk ijtihad yang sangat berani. Mereka tentu mempertimbangkan kemaslahatan yang lebih besar sebagaimana yang telah dilakukan oleh Umar bin Khatab saat pengusulan adanya kodifikasi Al-QurAoan. 63 Walaupun Abu Bakar tidak setuju dengan alasan tidak ada dasar hukum baik dalam Al-QurAoan dan Hadist. Umar Bin Khatab menyakini ide-idenya memberi kemaslahatan yang sangat besar bagi umat Islam di masa Departemen Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahannya, ( Semarang. Pt. Toha Putra, 2. , h. Ibid. Ibid. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Sumbangsih Umar Bin Khatab. Abu Aswad. Nashir dan Al-Khalil serta ilmuwanilmuwan Islam lain dalam menyempurnakan al-QurAoan, telah menjadi pintu gerbang berbagai ilmu pengetahuan. Kegiatan kajian al-QurAoan terus berlanjut oleh para ilmuwan muslim dari berbagai kajian ilmu yang beragam, seperti ilmu filsafat, tasawuf, fiqih, hadist dan tauhid serta ilmu pengetahuan. Hal ini memungkin terjadi sangat terbuka lebar, mengingat ajaran Islam mempunyai fungsi: pertama, menjadi sumber motivasi bagi Kedua, agama menjadi sumber inspirasi pembangunan. Ketiga, agama menjadi sumber evaluasi pembagunan. Keterbukaan ajaran al-QurAoan ini yang melahirkan peradaban Islam mencapai puncak kejayaan seperti terjadi pada zaman dinasti Ummayah dan Abbasiyah. Pada zaman Umar bin Abdul Aziz memperkenalkan banyak perubahan ilmu pengetetahuan, setelah memperkenalkan kertas sebagai korespondensi. Waktu itu penggunaan kertas menyebarluas di Irak. Mesir dan Suriah selama pemerintahan Umayyah dan awal masa Abbasiyah. 65 Umat Islam memainkan peran penting dalam hal penyebarluasaanya dan kedudukan pentingnya dalam budaya tulis Islam. kertas tersebut terkenal dengan kertas Cina. Banyak jenis kertas yang dikenal dalam sumber-sumber sejarah, semisal: kertas yang berasal dari daerah Jaihan di Khurasan besar67, kertas berasal dari Al-MaAomun dari Dinasti Abbasiyah68, kertas berasal dari Abu Al-Fadhl Al-Mashur bin Nashr bin Abdurrahim, yang Mashur disebut Al-Kaghizi. Jenis kerta ini adalah salah satu kertas terbaik di Samarqand. 69Ini menunjukan bahwa umat Islam memainkan peran penting dalam pembuatan kertas dan distribusinya ke bagian dunia lainnya. Sudah menjadi bagian budaya untuk menyampaikan pengetahuan dan nilai manusia kepada dunia. Profesi ini berpindah melalui Mesir dan Spanyol ke Eropa. Pabrik kertas pertama didirikan di Italia pada 1276 M, di Perancis pada 1348 M, di Jerman pada 1390 M dan di Inggris pada 1495 M. Gelombang peradaban Islam merambah ke berbagai daerah Islam, termasuk Indonesia. 71 Kedewasaan para pendakwah Islam pada masa permulaan di wilayah Nusantara dengan menerima baik adat istiadat, kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat menjadi jalan damai untuk mewujudkan nusantara menjadi negara yang berpenduduk agama Islam terbesar di dunia. Ini merupakan kedewasaan atas pemahaman yang utuh tentang agama Islam. Hal ini dibuktikan dengan kebersamaan dalam berjuang Din Syamsuddin. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani, ( Ciputat. Logos Wacana Ilmu, 2. , h. Ali Akbar Velayati. Ensiklopedi Islam dan Iran. Dinamika Budaya dan Peradaban Islam yang Hidup. Terj. Sunarwoto, ( Jakarta Selatan. Mizan Publika, 2. , h. Umat Islam telah mengetahui jenis kertas ini selama pembebasan Tansoxinia. Al-TsaAolabi . 429 H) mengatakan: Au pada sekitar 134 H terjadi perang antara Ziyad bin Shalih dan para penguasa Turki dan sekutusekutu mereka dari cina yang digaji di ujung Tiraz di Transoxinia utara, tempat yang kemudian terkenal dengan Auturkistan. Ay Ziyad bin Shalih mengankap beberapa orang Cina yang ahli dalam pembuatan kertas untuk diekspor ke wilayah-wilayah lain di dunia Islam. kertas dari samarqand di kenal sepanjang sejarah masa itu. Al-Nuwaiti mengatakan. Aukertas telah menghapus kertas kulit di Mesir dan kulit yang dulunya di gunakan, semuannya digantikan oleh kertas Cina, karena mudah untuk ditulis dan mudah didapat karena ia sangat murah. Ay Lihat: Ali Akbar Velayati. Ensiklopedi, loc. Yaqut Al-Hamawi. MuAojam Al-Buldan, (Leipziq, 1. Vol. 2, h. Yaqut Al-Hamawi. MuAojam Al-UdubaAo ( Kairo, 1. Vol. 2, h. Al-SamAoani. Al-Anshab. Artikel AuAl-Kagidhi. Ay Ibid, h. Berbagai teori tentang masuk islam ke indonesia sebagai berikut: pertama, teori Gujarat. India. Islam diipercayai datang dari wilayah Gujarat-India melalui peran para pedagang India Muslim pada sekitar abad ke13 M. Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari timur tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M. Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagan asal Persia yang dalam perjalannya singgah ke Gujarat sebelum ke Nusantara sekitar abad ke-13 M. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 melepaskan diri dari penjajah barat dan merumuskan ideologi negara yaitu Pancasila. Berdirinya negara Indonesia merupakan perwujudan dari persamaan kesadaran cita-cita masyarakat Indonesia melalui wawasan kebangsaan yang telah lama tumbuh dan berkembang di bumi Nusantara. Karakteristik Islam yang berkembang di nusantara ini yang sangat akomodatif dengan perbedaan, toleransi, menghormati, mengakui adanya persamaan hak dan kewajiban, dan kebersamaan kegotong royongan di antara mereka telah melahirkan sebutan Islam Nusantara, yang sangat sulit ditemukan model Islam demikian di wilayahwilayah Islam seperti Arab Saudi. Maroko. Mesir. Libya. Yaman dan lain-lain. PEMBAHASAN Pengertian Islam Nusantara Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw berpedoman kepada kitab suci al-QurAoan yangg diturunkan ke dunia melaui wahyu Allah swt. 73 Sedangkan makna Nusantara adalah sebutan nama bagi seluruh wilayah kepulauan Indonesia. 74 Jika kedua kata digabung maka penulis makalah ini mengartikan agama Islam yang berada di wilayah Indonesia. Berarti, bahwa Islam nusantara adalah Islam yang tetap berpegang teguh pada ajaran-ajaran agama Islam yang bersumber dari al-QurAoan dan Hadist yang berada di wilayah Indonesia. Membicarakan Islam Nusantara, tidak terlepas dari sejarah masuknya ke wilayah Nusantara, kemudian perkembangannya dapat dikemukakan data berikut. Pada waktu kerajaan Sriwijaya mengembangkan kekuasaanya pada abad VII dan Vi. Selatmalaka sudah mulai dilalui pedagang-pedagang muslim dalam pelayaran mereka ke negeri-negeri di Asia Tenggara dan Asia Timur. Pada abad tersebut, diduga sudah ada masyarakat muslim di Sumatera. Perkembangan pelayaran dan perdangan yang bersifat Internasional antara negerinegeri di Asia bagian barat dan timur mungkin disebabkan oleh kegiatan kerajaan Islam di bawa bani Ummayah di bagian barat, kerajaan Cina di Asia timur, dan kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara. Pada abad Xi berdiri kerajaan bercorak Islam di Aceh utara, yaitu kerajaan Samudera Pasai. Agama Islam terus berkembang dan di berbagai daerah Indonesia terjadi proses asimilasi sampai tingkat atau bentuk kekuasaan politik. Perkembangan Islam melalui jalur politik melahirkan berbagai negara-negara kecil, selain juga masih juga berdiri negara-negara kecil selain Islam. Di pulau Jawa terdapat Kasunanan Surakarta. Kesultanan Yogyakarta. Kesultanan Cirebon. Di Madura, terdapat kerajaan Madura. Pamekasan, dan Sumenep. Kerajaan ini ditaklukan oleh Belanda. Sumatera terdapat kerajaan Aceh. Di bagian timur terdapat Kesultanan Deli. Serdang. Langkat. Asahan. Kesultanan Siak Sri Indrapura. Pelalawan dan sebagainya. Di kalimantan terdapat kerajaan Sambas. Pontianak. Simpang. Sekadau. Sanggau. Bulungan. Kota Waringin. Banjarmasin. Kutai, dan sejumlah negara lain. di pulau sulawesi terdapat Kerajaan Gowa. Bone. Tanete. Soppeng. Bolaang Mangondou. Buol, dan sebagainya. Ali Masykur Musa. Nasionalisme di Persimpangan. Pergumulan NU dan Paham Kebangsaan Indonesia, ( Jakarta. Penerbit Erlangga, 2. , h. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( Jakarta. Balai Pustaka, 2. , h. Ibid, h. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, op. cit, h. Ibid. Ahmad Sukardja. Piagam Madinah dan Undang-Undang NRI 1945, ( Jakarta. Sinar Grafika, 2. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 kepulauan Maluku terdapat kesultanan Ternate. Tidore dan Bacan. Di pulau-pulau Nusantenggara terdapat kerajaan Klungkung. Gianyar. Karangasem. Badung. Tabanan. Bangli. Buleleng. Bima. Sumbaw. Dompu dan negara-negara kecil. Negara-negara kecil tersebut ternyata tidak mampu melawan imperialisme dari Barat yang datang kemudian hari seperti Protugis. Inggris. Belanda dan Jepang. Secara total, sekitar 400 tahun bangsa Indonesia dijajah oleh para kolonial. Lalu kemudian, mereka menyadarinya untuk melakukan semangat nasionalisme, yaitu semangat yang muncul secara historis, yang memandang dirinya sebagai sebuah bangsa dan kewarganegaraan itu disamakan dengan kebangsaan. 79 Hal ini atas dasar dari . kesamaan sejarah, persamaan senasib dan sepenanggungan, dan sebagai orang beriman, saya juga menyatakan kita telah ditakdirkan Tuhan menjadi satu bangsa dalam berbagai perbedaan. Ay80 Semangat persatuan dan kesatuan tersebut di atas semakin mengkristal. Perbedaan melekat pada diri mereka baik agama, suku, etnis dan budaya berbaur menjadi satu memperjuangkan kemerdekaan, dan berhasil mencapai cita-cita politik yaitu kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Fakta inilah yang kemudian memperjelas makna Islam Nusantara sebagai Islam yang bisa menerima. pertama, fakta sejarah lahirnya bangsa Indonesia. kedua, orientasi agama yang dominan. ketiga pribumisasi Islam yang mengakar. keempat, penghargaan dan keteguhan terhadap tradisi. kelima terbangungan kelompok yang mengedepankan wacana Islam inklusif dan dialogis, serta peran ormas dan para pemikir yang mencerahkan. Islam Nusantara dilihat dari berbagai sudut Islam Nusantara dilihat dari sudut agama Islam Nusantara jika dilihat dari sudut pandang agama, sebenarnya menterjemahkan Islam itu sendiri sebagai agama yang bukan hanya untuk orang Arab, tapi juga untuk seluruh umat manusia, termasuk masyarakat Indonesia. Perkataan Au Islam bukan Arab, sama seperti Indonesia juga bukan Islam. Ay Namun baik Arab. Indonesia, dan masyarakat lain telah memberikan karakter dan ciri khas warna Islam masyarakat itu sendiri. kekhasan ini yang kemudian muncul warna-warna Islam yang keberagaman ini menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri yang universal dan menerima keberagaman tanpa merusak dari inti agama Islam. Inti agama Islam bukan sebatas pada tataran prakter ritual ibadah semata. Islam harus bisa menjadi Teologi pembebasan: Pertama, dimulai dengan melihat kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Kedua, teologi ini tidak menginginkan status quo yang melindungi golongan kaya yang berhadapan dengan golongan miskin. Ketiga, teologi pembebasan memainkan peranan dalam membela kelompok yang tertindas dan tercabut hak miliknya, serta memperjuangkanya. Keempat,teologi pembebasan tidak hanya mengakui satu konsep metafisika tentang takdir dalam rentang sejarah umat Islam, namun juga mengakui konsep bahwa manusia itu bebas menentukan nasibnya sendiri. Jadi. Islam Nusantara sebenarnya bentuk tranformasi nilai-nilai ajaran Islam sebagai sarana membebaskan jebakan-jebakan syariat dan menjauhkan diri dari praktekprakterk dari perbuatan ketidakadilan dalam berbagai aspek kehidupan. Ali Masykur Musa. Nasionalisme, op. cit, h. Peter Alter. Nationalism, (London. Edward Arnold, 1. , h. Dadang rahmat, op. cit, h. Asghar Ali Engineer. Islam dan Teologi Pembebasan, terj. Agung Prihantoro, ( Yogyakarta. Pustaka Pelajar, 2. , h. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Islam Nusantara dilihat dari Sudut Sosial dan Budaya Jika dilihat dari sudut pandang sosial dan budaya, maka Islam nusantara bukan jenis Islam yang perkembang kawasan lain seperti Timur Tengah. Afrika dan Eropa. Jika perkembangan Islam di daerah timur tengah melalui kekuatan militeristik, maka di Indonesia justru dengan tradisi yang berkembang di Masyarakat tanpa menghancurkan tatanan kehidupan dan budaya setempat. Seperti sunan kudus menyebarkan agama Islam di kudus dengan tetap menghargai ibadah orang Hindu dengan dibuktikan masyarakat kudus dilarang menyembelih sapi. Dan hingga kini pun masih tetap berlaku. Sunan Kalijaga melakukan pendekatan budaya dengan merubah wayang kulit menjadi lebih Islami. Paparan di atas, menunjukan bahwa pendekatan sosial dan budaya lebih efektif dalam menyebarkan agama Islam daripada dengan pendekatan militeristik. Hal ini terbukti, bangsa Belanda menyebarkan agama Kristen selama 350 tahun tidak berhasil. Justru sebaliknya. Islam berkembang pesat menjadi agama terbesar di Nusantara disebabkan pendekatan sosial dan budaya yang berlaku di Indonesia. Tentu dalam hal ini pendekatan tersebut di atas menunjukan ajaran Islam menghargai kemerdekaan dan keadilan sosial. Dan Keadilan sosial dalam Islam berakar pada tauhid. Sebenarnya, keyakinan kepada Tuhan itu secara otomatis mempunyai konsekuensi untuk menciptakan keadilan. 82 Sayangnya saat sekarang ini,dengan komitmen sosialnya yang begitu eksplisit, telah direduksi menjadi agama yang hanya berurusan dengan peri kehidupan yang bersekala personal dan bersifat ritual. Untuk dimensi kehidupan individual umatnya, berangkali Islam masih membersitkan Akan tetapi untuk kehidupan sosial, pengaruh itu hampir-hampir tidak lagi terasa. Masuk ke dalam tatanan masyarakat feodalistis, umat Islam ikut bersifat feodal, masuk tatanan masyarakat Borjuis-kapitalistis, umat Islam juga ikut berperilaku Dan gejala saat ini, gerakan-gerakan kebangkitan syariat saat ini akan mudah sekali terjebak dalam persoalan yang demikian. Ruh Islam sebagai sarana menghargai keaneragaman sosial dan budaya akan terberangus dengan pandangan Islam yang sempit, yang hanya memandang sebatas syariat. Islam Nusantara Dilihat dari Sudut Politik Kajian politik Islam tidak ada panduan yang kuat baik berdasarkan nash al-QurAoan maupun hadist. Kedua sumber ajaran Islam tersebut memang menyebutkan istilahistilah politik secara umum, dan tidak bisa serta merta menjadi bagian pembahasan politik Islam secara khusus. Akibatnya, para ilmuwan Islam tidak mempunyai titik temu tentang bentuk operasional sistem politik Islam. Selain itu, perjalanan sejarah kekuasaan Islam, mulai dari nabi muhammad sampai negara-negara Islam saat sekarang ini mempunyai variasi sistem politik seperti Kerajaan dan Republik. Secara garis besar, ada tiga pandangan politik dalam Islam. Pertama, negara dan agama tidak bisa dipisahkan . , yaitu negara merupakan lembaga politik dan keagamaan sekaligus. Kedaulatan berada di tangan Tuhan. Kedua, agama dan negara berhubungan simbiotik, yaitu berhubungan timbal-balik dan saling memerlukan. Ketiga. Naqvi. Ethics and Economic-an Islamic Synthesis, (Leicester. K, 1. Abdurrahman Wahid. Sekedar Mendahului. Bunga Rampai Kata Pengantar, ( Bandung. Penerbit Nuansa, 2. , h. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 agama dan negara bersifat sekuleristik yaitu menolak pendasaran negara pada Islam, atau paling tidak menolak determinasi Islam akan bentuk tertentu dari negara. Pandangan politik Islam Nusantara berdasarkan pengalaman sejarah, lebih cocok pada sistem simbiotik daripada integralistik dan sekularistik. Selain karena sistem politik Islam yang masih diperdebatkan, juga fakta yang tidak bisa dilupakan, kemerdekaan bangsa ini merupakan wujud perjuangan politik dari seluruh komponen bangsa Indonesia yang menjadi suatu kesatuan solidaritas yang besar tercipta oleh perasaan pengorbanan yang telah dibuat di masa lampau dan yang oleh manusiamanusia yang bersangkutan bersedia dibuat di masa depan. mempunyai masa lampau, tetapi ia melanjutkan dirinya pada masa kini melalui suatu kenyataan yang jelas, yaitu kesepakatan, keinginan yang dikemukakan dengan nyata untuk terus hidup bersama. Atas dasar ini. Islam Nusantara menolak gerakan-gerakan politik yang mengatasnamakan ajaran Islam dengan mengusung gerakan Aukhilafah islamiyah. Ay selain karena cita-cita yang sangat ilusi ( menginginkan satu negara di dunia ini, yaitu hanya negara Isla. , juga telah merampas hak-hak politik masyarakat yang berbeda pandangan politik dan agama. Tentu dasar ini sangat tidak relevan apabila gerakan politik tersebut hidup dan berkembang di Indonesia. Islam Nusantara sebagai Realita Politik Kebangsaan Ajaran Islam secara umum tidak hanya menyediakan aturan-aturan beribadah, tetapi juga memberikan peraturan terhadap nilai-nilai politik, kemasyarakatan yang dikenal dengan negara. Al-QurAoan sebagai sumber ajaran Islam mengandung pokokpokok akidah keagamaan, keutamaan akhlak, dan prinsip-prinsip umum hukum perbuatan86 dan lain sebagainya. Alasan utama terletak pada ciri Islam yang paling menonjol yaitu sifatnya Auyang hadir dimana-manaAy. Negara Indonesia sebagai negara majemuk menjadi model sistem politik yang Islam sebagai agama mayoritas bisa hidup bersama dengan pemeluk agama lain. Hal ini disebabkan sistem politik yang telah dibuat oleh para Pendiri Bangsa (Founding Father. telah mampu mengakomodir seluruh kepentingan elemen masyarakat dari berbagai suku, etnis, budaya dan agama. Peter Mandaville dalam bukunya Global Political Islam, mengatakan sebagai Islam is often represented as a AucomprehensiveAy way of life that pervades all sectors of human activity. The idea of the divine connectedness of all thing, as invoked by the central precept of tawhid (AoonenessA. , is often taken to imply that in Islam it makes no senses to speak of the eparateness of religion from any other domain of life, , in the realm of politics, this idea is most commonly expressed through the maxim al-islam din wa dawla (AuIslam is . religion and stat. Peter Mandaville memandang bahwa Islam dalam bentuk AukesempurnaanAy bukan karena ia telah meletakan teori praktis, namun kitab suci Islam ini telah mengatur Din Syamsuddin. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani, ( Ciputat. Logos Wacana Ilmu, 2. , h. Harsya W Bachtiar. Integrasi Nasional Indonesia, dalam Wawasan Kebangsaan Indonesia, (Jakarta : Bakom PKB Pusat, 1. , h. ThabathabaAoi dan Abu Abdullah Az-Zanjani. Mengungkap Rahasia Al-QurAoan. Terj. Kamaluddin Marzuki Anwar dan A. Qurtubi Hassan, (Bandung. Mizan Media Utama, 1. , h. , 34. Bahtiar Effendy. Islam dan Negara. Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Ihsan Ali-Fauzi,Rudy Harisyah Alam, ( Jakarta. Yayasan Abad Demokrasi, 2. , h. , 7. Peter Mandaville. Global Political Islam, (USA and Canada. Routledge, 2. , h. ,12. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 nilai-nilai sistem kehidupan yang modern, termasuk politik Islam. nilai-nilai tersebut bersimbiosis dengan sistem politik lokal yang memberi warna beragam. Sehingga Islam dan politik kebangsaan menjadi bentuk politik yang melahirkan sistem ketatanegaraan yang beragam juga. Negara-negara Islam di Asia Tenggara seperti Indonesia. Malayisia. Brunai Darussalam mempunyai sistem ketatanegaran berbeda sebagai wujud dari politik kebangsaan mereka. Ini disebakan karena pengaruh keadaan atau sifat pemerintahan yang dialaminya, dengan demikian pandangannya tentang hakikat Negara juga berlainan. Politik kebangsaan memandang negara yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang digariskan Islam, yaitu prinsip persaudaraan, persamaan, dan kebebasan yang ketiganya mengacu kepada ajaran Tauhid. 90 Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berlatar belakang agama, suku, etnis yang beragam tidak bisa menerima suatu sistem yang eklusif seperti konsep khilafah islamiyah, yang tidak mungkin bisa diterima dari umat non-Islam. bahkan dalam kalangan internal Islam pun menjadi suatu perdebatan yang bisa merusak kesatuan dan persatuan bangsa dan negara. Menurut SyafiAoi MaAoarif berkata: Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah bangsa multi-etnis, multi iman, dan multi-ekspresi kultural dan keberbagian ini jika dikelola dengan baik, cerdas dan jujur, tidak diragukan lagi pasti akan merupakan sebuah kekayaan kultural yang dahsyat. Dan itulah masa depan Indonesia yang harus kita bela dan perjuangkan dengan sungguh-sungguh, sabar dan lapang dada. kekayaan kultur yang dahsyat ini jangan lagi diperjuangkan untuk kepentingan yang serba parokial dan tunamakna. Parokialis-me adalah musuh masa depan Indonesia. Fakta keberagaman tersebut membentuk sifat khas bangsa Indonesia yang demokratis, dan karena itu menurut Fazlur Rahman, hanya penafsiran Islam yang betul-betul demokratis lah yang akan berhasil di sana. 92 Sikap demokratis ini sebagai wujud dari masyarakat berbudaya yang mengembangkan sikap inklusif dan menolak Dengan demikian, islam nusantara sebagai wujud ke-moderat-tan sistem dakwah masuk ke dalam wilayah-wilayah nusantara telah berkembang sangat sangat alamiah dan secara terus menerus. Sikap keterbukaan dan penghargaan terhadap kebudayaan masyarakat telah membentuk nilai-nilai Islam yang khas berupa: pertama, moderasi pemikiran dan tindakan moderat, sehingga dapat bersikap inklusif terhadap kehadiran orang lain yang berbeda agama, budaya, tradisi, dan ideologi ke dalam komunitasnya. kedua, bersikap toleran terhadap pemeluk agama lain. ketiga ketahanan hidup dalam Nilai-nilai positif tersebut yang menjadi perekat kuat bangsa Indonesia sebagai suatu negara yang majemuk suku, beragam budaya dan agama. penghargaan yang tingga atas perbedaan tersebut membuka peluang setiap warga masyarakat bertanggung-jawab untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara dengan cara-cara yang benar dan konstitusional. Soehino. Ilmu Negara, (Yogyakarta. Liberty, 1. , h. , 146. Musdah Muliah. Negara, loc. Mujamil Qomar. Fajar Baru Islam Indonesia. Kajian Komprehensif atas Arah Sejarah dan Dinamika Islam Nusantara, ( Bandung. Mizan Pustaka, 2. , h. Ibdi,h. Mujamil Qomar. Fajar Baru Islam Indonesia. Kajian Komprehensif atas Arah Sejarah dan Dinamika Islam Nusantara, ( Bandung. Mizan Pustaka, 2. , h 31-33. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 KESIMPULAN Pemaparan Islam Nusantara di atas memberikan pemahaman bahwa ada karakteristik tersendiri yang berbeda dari Islam Arab Saudi. Maroko. Mesir dan bangsa-bangsa lain. Pemahaman Islam Nusantara bukan suatu bentuk ashobiyah dengan membagakan suatu suku atau kelompok pada suatu wilayah suatu teritorial tertentu. Islam nusantara merupakan penelusuran sejarah dan simbiosis nilai-nilai Islam dengan budaya setempat yang melahirkan Islam rahmatal lil alamin, santun dan toleran menyatu dengan karakter bangsa Indonesia. Dari sini, ajaran Islam mempunyai kesamaan dengan karakter masyarakat indonesia, sehingga Islam diterima dengan taken of granted. Tentu hal ini sangat berbeda dengan Islam di wilayah-wilayah timur tengah. Afrika dan Eropa pada masa lalu yang penyebaranannya dengan militeristik. Atas dasar ini, penulis makalah ini memberikan beberapa rekomendasi sebagai berikut: pertama. Islam nusantara merupakan Islam masa depan sebagai sistem sosial, budaya dan politik yang bisa menjadi percontohan di berbagai negara Islam di dunia. kedua, islam nusantara adalah Islam moderat, yang menyebarkan Islam dengan cara damai dan penuh dengan akhlakul karimah. Islam nusantara menolak sistem politik dengan menggunakan jargon dan mengatasnamakan Islam dengan mengusung khilafah Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 DAFTAR KEPUSTAKAAN Abdurrahman Ibnu Khaldun. Tarikh Ibnu Khaldun, ( Bairut. Dar Al-Fikr, t. Abdurrahman Wahid. Sekedar Mendahului. Bunga Rampai Kata Pengantar, ( Bandung. Penerbit Nuansa, 2. Ali Akbar Velayati. Ensiklopedi Islam dan Iran. Dinamika Budaya dan Peradaban Islam yang Hidup. Terj. Sunarwoto, ( Jakarta Selatan. Mizan Publika, 2. Ali Masykur Musa. Nasionalisme di Persimpangan. Pergumulan NU dan Paham Kebangsaan Indonesia, ( Jakarta. Penerbit Erlangga, 2. Ahmad Sukardja. Piagam Madinah dan Undang-Undang NRI 1945, ( Jakarta. Sinar Grafika. Asghar Ali Engineer. Islam dan Teologi Pembebasan, terj. Agung Prihantoro, ( Yogyakarta. Pustaka Pelajar, 2. Bahtiar Effendy. Islam dan Negara. Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia, terj. Ihsan Ali-Fauzi,Rudy Harisyah Alam, ( Jakarta. Yayasan Abad Demokrasi, 2. Departemen Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahannya, ( Semarang. Pt. Toha Putra, 2. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( Jakarta. Balai Pustaka. Din Syamsuddin. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani, ( Ciputat. Logos Wacana Ilmu, 2. Harsya W Bachtiar. Integrasi Nasional Indonesia, dalam Wawasan Kebangsaan Indonesia, (Jakarta : Bakom PKB Pusat, 1. Naqvi. Ethics and Economic-an Islamic Synthesis, (Leicester. K, 1. Manzooruddin Ahmed. Islamic Political System in the Modern Age (Theory and Practic. , ( New Delhi. Adam Publishers and Distributors, 2. Muhammad Ibn Mukaram Ibn Ali Abu Fadel Jamaluddin Ibn Mandur Al-Anshari. Lisan AlArab,(Dar Al-Ihya. Turats Arab, t. ThabathabaAoi dan Abu Abdullah Az-Zanjani. Mengungkap Rahasia Al-QurAoan. Terj. Kamaluddin Marzuki Anwar dan A. Qurtubi Hassan, (Bandung. Mizan Media Utama. Peter Alter. Nationalism, (London. Edward Arnold, 1. Peter Mandaville. Global Political Islam, (USA and Canada. Routledge, 2. Soehino. Ilmu Negara, (Yogyakarta. Liberty, 1.