Jurnal Mapaccing. Volume 1. Nomor 1. Oktober 2023, pp. 01 Ae 06 EFEKTIVITAS MAT ELEKTRIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN SERAI WANGI (Cymbopogon nardu. DAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifoli. DALAM MENGENDALIKAN NYAMUK Aedes aegypti AswandiA. Fajar Akbar . Miftah Chairani . Zrimurti Mappau Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Mamuju ARTICLE INFO Article history Submitted : 2023-08-12 Revised : 2023-09-23 Accepted : 2023-10-02 Keywords: Aedes aegypti. electric mat. Kata Kunci: Aedes aegypti. mat elektrik. serai wangi. jeruk nipis This is an open access article under the CC BY-SA ABSTRACT An electric mat is a tool that uses an electric current to vaporize the mat to kill During this control using chemical control which can be detrimental to Therefore, citronella leaves and lime peels are used as natural alternatives in controlling the Aedes aegypti mosquito. This study aims to determine the effectiveness of the electric mat combination of citronella leaf extract and lime peel in controlling Aedes aegypti mosquitoes with a concentration of 10%, 30% and 50% in a certain period of time. The research method used is experimental research. The technique used is to make an electric mat which is then soaked in a combination of citronella and lime extract. Based on the data and analysis results obtained, it showed that a concentration of 10% caused 2 mosquitoes . %) to die, 30% concentration caused 3 mosquitoes . %) to die, 50% concentration caused 4 mosquitoes . %) to die. The conclusion of this study is effective in killing mosquitoes with a concentration of 10%, 30% 50% within 6, 12, 18 and 24 hours. The higher the concentration used the higher the number of dead mosquitoes. The researcher's suggestion is to develop a substitute cardboard board material that can last a long time in testing the electric mat of citronella and lime extracts. ABSTRAK Mat elektrik adalah alat yang memanfatkan arus listrik untuk menguapkan lempengan . dalam membunuh nyamuk. Selama ini pengendalian nyamuk menggunakan pengendalian kimiawi yang dapat merugikan kesehatan. Oleh karena itu digunakan daun serai wangi dan kulit jeruk nipis sebagai alternatif alami dalam pengendalian nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mat elektrik kombinasi ekstrak daun serai wangi dan kulit jeruk nipis dalam mengendalikan nyamuk Aedes aegypti dengan konsentrasi 10%, 30% dan 50% dalam kurun waktu tertentu. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian eksperimen. Teknik yang digunakan yaitu membuat mat elektrik yang kemudian direndam di ektrak kombinasi serai wangi dan jeruk nipis. Berdasarkan data dan hasil analisa yang didapatkan menunjukkan bahwa konsentrasi 10% menyebabkan kematian nyamuk 2. %), konsentrasi 30% menyebabkan kematian nyamuk 3. %), konsentrasi 50% menyebabkan kematian nyamuk 4. %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah efektif dalam membunuh nyamuk dengan konsentrasi 10%,30P% dalam waktu 6,12,18 dan 24 jam. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan semakin tinggi jumlah nyamuk yang mati. Saran peneliti mengembangkan bahan karton board pengganti yang dapat bertahan lama dalam pengujian mat elektrik ekstrak serai wangi dan jeruk nipis A Corresponding Author: Aswandi Telp. Email: wandiaswandi@gmail. PENDAHULUAN Latar Belakang Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang ditularkan oleh Vektor ini membawa virus dengue melalui perantaraan nyamuk Aedes aegypti (Ambarita et al. jumlah kasus DBD pada tahun 2018 dilaporkan berjumlah 65. 602 kasus dengan Incidence Rate sebesar 25,11 per 100. 000 dengan jumlah kematian sebanyak 467 orang atau http://jurnal. id/index. php/mpc/index Volume 1. Nomor 1. Oktober 2023 Efektivitas Mat Elektrik Kombinasi Ekstrak Daun Serai Wangi CFR sebesar 0,71 % (Irma & Masluhiya AF, 2. Data Dinas Kesehatan Mamuju telah mencatat sepanjang tahun 2019, terdapat 312 kasus DBD dan satu orang meninggal dunia akibat menderita demam berdarah (Murni et al. , 2. Pengendalian vektor dengan kimiawi yang berefek di masyarakat dengan menggunakan Dengan insektisida bertujuan membunuh vektor dan memutus penyebaran demam berdarah. Penggunaan insektisida yang berlebihan dalam waktu yang panjang bisa menimbulkan kerugian menjadikan nyamuk menjadi resisten,terjadi keracunan manusia maupun hewan ternak dan polusi Maka kita membutuhkan bahan alternatif yang lebih efektif salah satunya beralih ke insektisida alami (Dwi Qinahyu, 2. Salah satu cara pengendalian nyamuk yaitu dengan menggunakan beberapa tanaman sebagai insektida nabati berupa serai wangi dan jeruk nipis mengandung berbagai senyawa yang memiliki fungsi sebagai insektisida diantaranya golongan sianida, saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, steroid dan minyak atsiri (Sucipto & Kuswandi, 2. Salah satu media insektisida yaitu dengan metode Mat elektrik dengan memanfaatkan arus Energi listrik bisa diubah ke energi panas yang mampu mereaksikan dan menguapkan kandungan zat aktif pada instrument mosquito killer. Senyawa yang menguap akan menyebar di seluruh ruangan dan terhirup nyamuk sehingga nyamuk bisa mati. Keuntungan penggunaan mat . dari bahan alami sebagai insektisida sangat mudah untuk dibuat dan digunakan dengan cara yang relatif sederhana sehingga bisa diaplikasikan oleh masyarakat (Ishak et al. , 2. Tujuan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas mat elektrik ekstrak daun serai wangi (Cymbopogon nardu. dan jeruk nipis (Citrus aurantifoli. dalam pengendalian nyamuk Aedes aegypti, untuk mengetahui efektivitas mat elektrik serbuk serai dan serbuk jeruk nipis dalam membunuh nyamuk Aedes aegypti dengan berbagai konsentrasi 10%, 30% dan 50%. untuk mengetahui daya bunuh ekstrak serai wangi dan jeruk nipis dalam mematikan nyamuk Aedes aegypti dalam waktu 6, 12, 18 dan 24 jam. METODE Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas ekstrak mat elektrik kombinasi ekstrak daun serai wangi dan kulit jeruk nipis dalam mengendalikan nyamuk Aedes aegypti. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokasi di Poltekkes Kemenkes Mamuju. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret Ae Juni 2023. Objek Penelitian Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah nyamuk Aedes aegypti sampel yang dibagi menjadi tiga kelompok ekstrak daun serai wangi dan kulit jeruk nipis serta kontrol yang yang diberi perlakuan yang sama yaitu 20 nyamuk Aedes aegypti Sehingga jumlah sampel yang digunakan yaitu 240 ekor nyamuk Aedes aegypti. Prosedur Kerja . Masing-masing untuk pengujian konsentrasi dibutuhkan 3 kali pengulangan . Menyiapkan kandang uji yang akan di gunakan yaitu kandang yang berukuran 50x50x50 . Karton board yang sudah di rendam di tiap konsentrasi . %, 30% dan 50%) kemudian diangin anginkan . Dua puluh ekor nyamuk Aedes aegypti betina dewasa dipilih kemudian nyamuk dipindahkan dengan menggunakan aspirator kedalam kandang yang berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm . Mat elektrik konsentrasi 10%, 30% dan 50% yang telah dibuat diletakkan kedalam masig masing kandang yang telah berisikan nyamuk . Pengamatan dilakukan selama 24 jam dilihat setiap 6 jam http://jurnal. id/index. php/mpc/index Volume 1. Nomor 1. Oktober 2023 Efektivitas Mat Elektrik Kombinasi Ekstrak Daun Serai Wangi . Hasil dicatat pada lembar pengamatan HASIL PENELITIAN Hasil pengujian yang telah dilakukan berdasarkan variasi konsentrasi dan waktu diuraikan sebagai berikut. Tabel 1. Data Hasil Pengujian Nyamuk Aedes aegypti Selama 24 jam Pemaparan Pengujian Pertama No Konsentrasi Kontrol Pemaparan . Total Pada tabel 1, pada pengujian pertama didapatkan konsetrasi 10% mengakibatkan nyamuk mati pada pemaparan 18 jam dengan jumlah kematian 2 ekor, pada konsentrasi 30% juga mengakibatkan kematian pada nyamuk dengan lama paparan 24 jam dengan jumlah 3 ekor dan konsentrasi 50% juga mengakibatkan kematian dengan lama paparan 12 jam 2 ekor. Tabel 1 Data Hasil Pengujian Nyamuk Aedes aegypti Selama 24 jam Pemaparan Pengujian Kedua Konsentrasi Kontrol Pemaparan . Total Pada tabel 2, pada pengujian kedua didapatkan konsetrasi 10% mengakibatkan nyamuk mati pada pemaparan 24 jam dengan jumlah kematian 2 ekor, pada konsentrasi 30% juga mengakibatkan kematian pada nyamuk dengan lama paparan 18 jam dengan jumlah kematian 3 ekor dan konsentrasi 50% juga mengakibatkan kematian dengan lama paparan 24 jam dengan jumlah kematian 3 ekor. Tabel 2 Data Hasil Pengujian Nyamuk Aedes aegypti Selama 24 jam Pemaparan Pengujian Ketiga Konsentrasi Kontrol Pemaparan . Total Pada tabel 3, pada pengujian ketiga didapatkan hasil dengan konsetrasi 10% mengakibatkan nyamuk mati pada pemaparan 24 jam dengan jumlah kematian 2 ekor, pada konsentrasi 30% juga mengakibatkan kematian pada nyamuk dengan lama paparan 18 jam dengan jumlah kematian 3 ekor dan konsentrasi 50% juga mengakibatkan kematian dengan paparan 12 jam 1, ekor 18 jam 1 ekor,dan 24 jam 4 ekor. http://jurnal. id/index. php/mpc/index Volume 1. Nomor 1. Oktober 2023 Efektivitas Mat Elektrik Kombinasi Ekstrak Daun Serai Wangi Tabel 3 Rata-rata Jumlah Nyamuk Aedes aegypti Yang Mati Setelah Terpapar Anti Nyamuk Alami Elektrik Mat Serai Wangi (Cymbopogon Nardu. dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifoli. dengan Konsentrasi 10%, 30% dan 50% Dalam Waktu Pengamatan Selama 24 jam Konsentrasi Pengujian Rata-rata Persentasi(%) i Tabel 4 Menunjukan bahwa rata-rata jumlah tertinggi kematian nyamuk setelah pemaparan dalam waktu pengamatan selama 24 jam terdapat pada konsentrasi 30% dan 50% dengan rata-rata yaitu 3 ekor nyamuk . % dari keseluruhan nyamuk uj. PEMBAHASAN Konsentrasi 10% pengujian pertama mematikan nyamuk 2 ekor . %) pada pemaparan selama 18 jam. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti Jaya, terdapat 7 kematian nyamuk dalam pemaparan 18 jam (Jaya, 2. Pengujian kedua dengan persentase . %) pada pemaparan selama 24 jam, hal ini sejalan dengan peneliti Diah lestari dengan hasil 8 kematian dalam waktu 24 jam (Diah lestari, 2. dan pengujian ketiga dengan persentase . %) pada pemaparan 24 jam. Dan kontrol tidak terdapat kematian . %) dalam waktu 24 jam ini sejalan oleh penelitian yang dilakukan oleh Putu dengan hasil persentase 6% dari 25 ekor pengujian . utu, 2. Konsentrasi 30% mematikan nyamuk dengan pengujian pertama dengan persentase . %) pada pemaparan 24 jam,hal ini sejalan dengan penelitian Risky yang dilakukan oleh peneliti terdapat 15 kematian pada pemaparan 24 jam (Rizky et al. , 2. pengujian kedua dengan persentase . %) pada pemaparan 18 jam hal ini sejalan dengan peneliti Jaya yang mengatakan bahwa terdapat 10 nyamuk mati pada pemaparan 18 jam (Jaya, 2. pengujian ketiga dengan persentase . %) dan kontrol tidak terdapat kematian . %) dalam waktu 24 jam. Hal ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Darmawan dengan persentase kematian yaitu 30% kematian setelah kontak dalam waktu 24 jam (Darmawan, 2. Konsentrasi 50% mematikan nyamuk dengan pengujian pertama dengan persentase . %) pada pemaparan 12 jam hal ini sejalan dengan peneliti Nasihah bahwa pada pemaparan 12 jam menyebabkan 5 nyamuk mati (Nasihah et al. , 2. , pengujian kedua dengan persentase . %) pada pemaparan 24 jam sejalan dengan penelitian peneliti Diah lestari bahwa terdapat 13 kematian nyamuk pada pemaparan 24 jam (Diah lestari, 2. , pengujian ketiga dengan persentase . %) pada pemaparan 24 jam dan kontrol tidak terdapat kematian. %) dalam waktu 24 jam. Triastuti (Triastuti et al. , 2. , melakukan penelitian dengan konsentrasi 50% memperoleh persentase 45% kematian nyamuk Aedes aegypti dalam waktu pemaparan 24 jam. Berdasarkan pengamatan, terdapat beberapa senyawa yang diduga dapat membunuh nyamuk Aedes aegypti seperti flavonoid,saponin, dan geranoil dapat menyebabkan kontraksi otot yang terjadi secara terus menerus termasuk otot pernapasan , maka akan terjadi gangguan pernapasan yang akan menyebabkan terjadinya kematian nyamuk karena kekurangan oksigen (Anggun. Dwi, 2. Tampak terjadi perubahan pergerakan sebelum dan sesudah dinyalakan anti nyamuk mat elektrik. Nyamuk Aedes aegypti dari yang bergerak sangat aktif berusaha keluar,karena aroma yang dikeluarkan mati sampai pada akhirnya menjadi lamban dan lemas, dan kemudian lumpuh selama pemaparan 24 jam. Pada penelitian ini menggunakan etanol sebagai kontrol, dari hasil pengamatan tidak ada kematian pada kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak serai wangi dan jeruk nipis yang membunuh Penelitian yang dilakukan oleh dengan menggunakan ekstrak etanol daun seledri, tidak efek yang ditimbulkan etanol dalam membunuh nyamuk Aedes aegypti (Adma et al. , 2. http://jurnal. id/index. php/mpc/index Volume 1. Nomor 1. Oktober 2023 Efektivitas Mat Elektrik Kombinasi Ekstrak Daun Serai Wangi Salah satu kandungan yang terdapat dalam serai dan jeruk nipis adalah Flavonoid, metode elektrik merupakan salah satu metode yang akan berpengaruh pada pernapasan nyamuk. Flavonoid berperan sebagai racun pernapasan seperti yang dijelaskan pada oleh Ngadino . bahwa Flavonoid akan masuk bersama udara (O. melalui alat pernapasan nyamuk dan akan menghambat sistem kerja Flavonoid dapat menimbulkan kelayuan pada syaraf sehingga terjadi kerusakan pada sistem pernapasan dan mengakibatkan nyamuk tidak bisa bernapas dan akhinya mati (Ngadino, 2. Saponin dapat menurunkan akivtias mengganggu fisik serangga dan menyebabkan kematian karena kehilangan banyak cairan tubuh. Seperti yang di jelasakan oleh peneliti bahwa aktivitas serangga menurun diakibatkan penurunan asupan nutrisi (Wahyuni & Anggraini, 2. Penelitian lain juga menjelaskan Pengaruh lain yang ditimbulkan oleh saponin terhadap serangga yakni berupa gangguan fisik bagian luar . (Aseptianova et al. , 2. Geraniol digunakan sebagai bio additive gasoline, geraniol mempunyai sifat dehidrasi . dan racun kontak, serangga yang terkena racun ini akan mati karena kekurangan cairan (Khoeroni et al. , 2. Hal seperti yang dijelaskan oleh peneliti Geraniol memiliki efek toksis ketika di dihirup oleh serangga dan dapat menghambat pertumbuhan,mempengaruhi perkembangan reproduksi serangga, menghambat pernapasan sehingga mampu menyebabkan kematian (Kolo, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mat elektrik ekstrak daun serai wangi dan kulit jeruk nipis mampu dalam membunuh nyamuk Aedes aegypti, konsentrasi 10%, 30% dan 50%, ekstrak serai wangi dan jeruk nipis dapat mematikan nyamuk Aedes aegypti dalam waktu 6, 12, 18 dan 24 jam, semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin tinggi jumlah nyamuk yang di bunuh. Disarankan bagi peneliti selanjutnya agar lebih mengembangkan bahan dari karton board sebagai pengganti yang dapat bertahan lama dalam pemanfaatan daun serai wangi dan jeruk nipis dalam hal pengendalian nyamuk Aedes aegypti. DAFTAR PUSTAKA