ISSN : 2442-4986 An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat . -Journa. Volume 10 . Desember 2023 DOI : http://dx. org/ 10. 31602/ann. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT UMUM ALIYAH KOTA KENDARI TAHUN 2022 FACTORS AFFECTING THE INCIDENCE OF HYPERTENSION IN PREGNANT WOMEN AT ALIYAH GENERAL HOSPITAL. KENDARI CITY IN 2022 Avris Romario Diparaja Siahaan1*. Erna Veronika2. Susi Shorayasari3 . Dwi Nurmawaty4 1,2,3,4 Prodi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Esa Unggul,Jakarta Jalan Arjuna Utara No. Kebon Jeruk. Jakarta. Indonesia *Authors Correspondence : avrisromariods@student. ARTICLE INFO Article history Received: Feb 2023 Accepted: Oct 2023 Published Online : Dec 2023 Keywords: Pregnancy working mother Kata kunci: Hipertensi Kehamilan Usia. Obesitas. Riwayat Keluarga. Paritas. Status Ibu Bekerja ABSTRACT Hypertension is a manifestation of disturbances in the hemodynamics of the. This can slow the growth of the baby and increase the risk during delivery. Pregnancy Hypertension ranks as the ninth disease at Aliyah Kendari Hospital with a prevalence that increases every year, namely 13% in 2019, 15. 2% in 2020, 14% in 2021, and 15. 5% in 2022. This study aims to determine the factors associated with hypertension in pregnant women at the hospital. Aliyah Kendari City. This research was conducted at Aliyah Hospital. Kendari City in 2022. The research was conducted with a cross-sectional design were pregnant women at Aliyah Hospital. Kendari City during January-June 2022. The sampling technique used a random sampling system,. The type of data in this study used secondary Data analysis technique using chi-square analysis. Based on the bivariate analysis, it showed that there was a significant relationship between age . value = 0. PR = 3. value = 0. PR = 8. , family history of hypertension . value = 000. PR = 2. , parity . value = 0. PR = 2. , working mother status . value = 0. PR = 1. The suggestion of this research is that hospitals can further improve education about hypertension in pregnancy. ABSTRAK Tekanan darah tinggi pada kehamilan dapat menurunkan aliran darah ke plasenta, yang akan mempengaruhi persediaan oksigen dan nutrisi dari Hipertensi Kehamilan menempati urutan ke sembilan penyakit di RS Aliyah Kendari dengan prevelensi yang meningkat setiap tahunnya yaitu 13% di tahun 2019, 15,2 % di tahun 2020, 14% di tahun 2021, dan 15,5% di Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada ibu hamil di RS. Aliyah Kota Kendari. Penelitian ini dilakukan di RS Aliyah Kota Kendari pada tahun 2022 dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien ibu hamil di RS Aliyah Kota Kendari selama Januari-Juni 2022 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sistem random sampling. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pengumpulan data menggunakan lembar isian dan lembar ceklis. Teknik analisis data menggunakan analisis chi-square. Berdasarkan analisis Bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia . value = 0,000. PR =3,. , obesitas . value = 0,000. PR = 8,. , riwayat keluarga hipertensi . value = 0,000. PR =2,. , paritas . value = 0,000. PR =2,. , status ibu bekerja . value = 0,003. PR=1,. Saran penelitian ini agar Rumah Sakit dapat lebih meningkatkan edukasi mengenai hipertensi pada kehamilan. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat . -Journa. is licensed under a Creative Commons Attribution-Non Commercial 4. 0 International (CC BY NC) license. Copyright A 2023 by Authors Avris Romario D. S dkk: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Umum Aliyah Kota Kendari Tahun PENDAHULUAN dengan preeklampsia mengalami bayi berat lahir rendah (BBLR). Hipertensi dalam kehamilan dapat dialami oleh semua lapisan ibu hamil sehingga pengetahuan tentang pengelolaan hipertensi dalam kehamilan harus benar-benar di pahami oleh semua tenaga medik baik di pusat maupun di daerah . Penelitian yang dilakukan oleh Makmur & Fitriahadi . di Puskesmas X menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, dan riwayat keluarga hipertensi dengan hipertensi dalam kehamilan . Penelitian yang dilakukan oleh Mulyo . menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia, paritas, gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil . Penelitian yang dilakukan oleh (Bardja, 2. menunjukkan bahwa faktor pengetahuan, faktor umur, dan faktor paritas memiliki hubungan dengan hipertensi kehamilan . Rumah Sakit Aliyah Kendari adalah salah satu rumah sakit swasta yang ikut berperan dalam pelayanan kesehatan di kota Kendari pada khususnya dan Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Aliyah, hipertensi kehamilan menjadi salah satu dari sepuluh penyakit teratas yang ditangani Rumah Sakit tersebut, yaitu menempati urutan kesembilan dengan sebanyak 151 orang ibu hamil . otal kunjungan 978 ibu hami. dengan proporsi sebesar 15,5% pada Pada tahun 2019. RS. Aliyah mempunyai jumlah kasus ibu hamil yang mengalami hipertensi cukup banyak pada saat kehamilan yaitu sebanyak 235 orang ibu hamil . otal kunjungan 1. 802 ibu hami. dengan proporsi sebesar 13% dan di tahun 2020 sebanyak 305 orang ibu hamil . otal kunjungan 2. ibu hami. dengan proporsi sebesar 15,2%, pada Januari-Juni tahun 2022 sebanyak 151 orang ibu hamil . otal kunjungan 978 ibu hami. dengan proporsi 15,5% yang berdampak pada peningkatan resiko keguguran pada trimester awal dan resiko Hipertensi merupakan salah satu faktor kardiovaskular, dimana risiko terjadinya gangguan kardiovaskular akan meningkat dua kali lipat ketika peningkatan tekanan darah sistolik terjadi setiap 20 mmHg dan tekanan diastolik terjadi setiap 10 mmHg (European Society of Cardiology, 2. Tekanan darah dianggap terlalu tinggi jika nilai sistoliknya lebih dari 140 dan/atau nilai diastoliknya di atas 90. Prevalensi hipertensi yang ditandai dengan perubahan tekanan darah pada seseorang menjadi lebih tinggi secara global masih terus mengalami peningkatan dan merupakan penyakit kronis yang tidak menular. Prevalensi hipertensi terus mengalami peningkatan kejadian, bahkan 25% dari penduduk dunia mengalami hipertensi menjadi 29% di tahun 2015 . Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2013 menunjukkan bahwa hipertensi merupakan masalah kesehatan dengan pravalensi yang tinggi, yaitu sebesar 25,8% atau sekitar 65. 110 jiwa yang menderita hipertensi . Secara nasional, hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi penduduk dengan tekanan darah tinggi diketahui ada sebesar 34,11%. Hasil Riskesdas 2018 juga menunjukkan bahwa estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebesar 63. 620 orang, sedangkan angka kematian di Indonesia akibat hipertensi sebesar 427. 218 kematian . Hipertensi pada kehamilan termasuk dalam komplikasi kehamilan sebagai salah satu dari trias pendarahan dan infeksi. Kementerian Kesehatan (Kemenke. menjelaskan bahwa hipertensi merupakan penyakit yang berbahaya, terutama apabila terjadi pada wanita yang sedang hamil. Hal ini, dapat menyebabkan kematian bagi ibu dan bayi yang akan dilahirkan karena tidak ada gejala atau tanda khas sebagai peringatan dini. Kemenkes tahun 2018 menyatakan bahwa hipertensi meningkatkan angka kematian dan kesakitan pada ibu hamil (Kementerian Kesehatan. Di Inggris dilaporkan kematian perinatal, yaitu 1 dari 20 kelahiran bayi mengalami bayi lahir mati tanpa kelainan kongenital yang terjadi pada wanita dengan hipertensi saat kehamilan . Kelahiran prematur juga terjadi pada ibu hamil dengan preeklampsia, yaitu 1 dari 250 wanita pada kehamilan pertama akan melahirkan sebelum umur kehamilan 34 minggu dan 14-19 % pada wanita kematian janin mendadak . , sehingga hal ini masih menjadi perhatian yang besar untuk dilakukan pencegahan terkait hipertensi pada ibu hamil di RS. Aliyah. Oleh karena itu, enelitian ini berhubungan dengan hipertensi pada ibu hamil di RS. Aliyah Kota Kendari. Avris Romario D. S dkk: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Umum Aliyah Kota Kendari Tahun BAHAN DAN METODE Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Poli Kandungan dan Kebidanan RS Aliyah. Kota Kendari. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2021- September 2022. Jenis data dalam penelitian ini ialah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari telaah rekam medik pasien ibu hamil yang terkena hipertensi di RS Aliyah Kota Kendari pada Januari-Juni 2022. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di RS Aliyah Kota Kendari pada bulan Januari-Juni 2022 sebanyak 1. 357 orang/pasien. Jumlah sampel total responden yang dibutuhkan adalah 151 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik probability sampling dengan menggunakan metode system random sampling dengan menggunakan nomor rekam medik. Pengumpulan mengumpulkan informasi dari rekam medik pasien untuk memperoleh informasi terkait varibel Untuk mengetahui hubungan antara variabel digunakan uji Chi Square dengan Confidential Interval (CI) 95% ( = 5%), jika p value < 0,05. Penelitian ini sudah lolos kaji etik dengan No. 083 /DPKE-KEP/FINAL-EA/UEU/I/2023. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil. Usia. Obesitas. Riwayat Keluarga Hipertensi. Frekuensi Paritas. Status Ibu Bekerja di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari. Variabel Kategori Kejadian Hipertensi Usia Obesitas Riwayat Keluarga Hipertensi Frekuensi Paritas Status Ibu Bekerja Hipertensi Tidak Hipertensi Beresiko Tidak Beresiko Obesitas Tidak Obesitas Mempunyai Tidak Mempunyai Beresiko Tidak Beresiko Bekerja Tidak Bekerja Berdasarkan tabel 1 dari total 151 responden, proporsi tertinggi kejadian hipertensi pada ibu hamil adalah ibu hamil yang mengalami hipertensi yaitu sebanyak 111 orang . ,5%). Proporsi tertinggi umur ibu hamil adalah ibu hamil dengan umur yang beresiko (< 20 tahun dan > 35 tahu. yaitu sebanyak 93 orang . ,6%). Proporsi tertinggi obesitas pada ibu hamil adalah ibu hamil yang mengalami obesitas yaitu sebanyak 107 orang . ,9%). Proporsi tertinggi riwayat keluarga hipertensi ibu hamil adalah ibu hamil yang mempunyai riwayat keluarga yang hipertensi yaitu sebanyak 92 orang . ,9%). Proporsi tertinggi paritas pada ibu hamil adalah ibu hamil yang mempunyai paritas beresiko yaitu sebanyak 87 orang . ,6%). Proporsi tertinggi status bekerja ibu hamil adalah ibu hamil yang bekerja yaitu sebanyak 87 orang . ,6%). HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Avris Romario D. S dkk: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Umum Aliyah Kota Kendari Tahun Analisis Bivariat Tabel 2. Hubungan Usia. Obesitas. Riwayat Keluarga Hipertensi. Frekuensi Paritas. Status Ibu Bekerja Dengan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari. Kejadian Hipertensi P-Value Jumlah PR . % CI) Variabel Tidak Kategori Hipertensi Independen Hipertensi Beresiko 3,020 Usia 0,000 Tidak . ,087-4,. Beresiko Obesitas 8,718 Obesitas 0,000 Tidak . ,819-19,. 11,4 39 Obesitas Ada Riwayat Keluarga Riwayat 2,918 Keluarga 0,000 Tidak . ,042 -4,. Hipertensi Ada Riwayat Keluarga Beresiko 2,181 Paritas 0,000 Tidak . ,645 -2,. Beresiko Bekerja Status Ibu 1,358 0,005 Tidak Bekerja . ,092 -1,. Bekerja PEMBAHASAN organ dalam tubuh. Perubahan ini menghasilkan fisiologi yang berbeda dari wanita yang tidak hamil . Hipertensi kehamilan menempati urutan ke sembilan penyakit di RS Aliyah Kendari dengan prevelensi yang meningkat setiap tahunnya yaitu 13% di tahun 2019, 15,2 % di tahun 2020, 14% di tahun 2021, dan 11,2% di tahun 2022 . /d 30 Juni Hipertensi kehamilan yang dialami oleh ibu hamil diantaranya karena faktor usia, obesitas yang berolahraga, riwayat keluarga yang hipertensi, kurangnya edukasi mengenai kehamilan, serta ibu hamil yang mengalami kecapekan atau stres karena sibuk bekerja. Gambaran Usia Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari Proporsi tertinggi usia pada ibu hamil adalah ibu hamil yang memiliki rentang usia yang tidak aman, yaitu sebanyak 93 orang . ,6%). Hal ini sejalan dengan penelitian (Radjamuda & Montolalu, 2. bahwa mayoritas responden ibu hamil . ,1%) berusia < 20 tahun dan > 35 tahun. Menurut peneliti lain, mayoritas ibu hamil adalah berusia 20 Ae 35 tahun (Nurfatimah et al. , 2. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar Gambaran Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari Proporsi tertinggi kejadian hipertensi pada ibu hamil yang mengalami hipertensi yaitu sebanyak 111 orang . ,5%). Proporsi tersebut didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh . bahwa dalam penelitiannya didasarkan pada data dinas kesehatan provinsi Sulawesi tenggara dalam Riskesdas Sulawesi Tenggara pada tahun 2013 yang menunjukan bahwa pada hasil pengukuran tekanan darah penduduk usia Ou18 tahun menurut kabupaten/kota periode . , prevalensi kejadian hipertensi Sulawesi Tenggara adalah sebesar . ,5%) signifikan meningkat pada Riskesdas Sulawesi Tenggara periode . ,7%). Berdasarkan hasil dari analisis unvariat ditemukan bahwa proporsi paling tinggi dalam menyumbang kejadian hipertensi dalam penelitian ini adalah faktor usia. Kehamilan adalah suatu keadaan dimana hasil konsepsi tertanam baik di dalam rahim atau di tempat lain di dalam tubuh . Tubuh wanita mengalami perubahan besar selama kehamilan yang melibatkan semua sistem Avris Romario D. S dkk: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Umum Aliyah Kota Kendari Tahun menunjukkan bahwa tingkat kehamilan di Kota Kendari tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu sebesar 16,2% dengan persentase usia kehamilan di bawah 19 tahun adalah 5,46% dan usia di atas 35 tahun adalah 58,33%. BPS Kendari mencatat persentase perempuan melakukan perkawinan di usia 16 tahun ke bawah pada 2019 sebesar 7,88 persen. Gambaran Obesitas Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari Proporsi tertinggi obesitas pada ibu hamil adalah ibu hamil yang mengalami obesitas yaitu sebanyak 107 orang . ,9%). Hal ini sejalan dengan penelitian (Arikah et al. , 2. bahwa sebagian besar responden ibu hamil mengalami obesitas yakni 52,1% mengalami obesitas . Penelitian Wahyuni et al. , . juga menunjukkan bahwa sebagian besar responden ibu hamil mengalami obesitas yaitu sebesar 64,1% . Gambaran Riwayat Keluarga Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari Proporsi ibu hamil adalah ibu hamil yang mempunyai riwayat keluarga yang hipertensi yaitu sebanyak 92 orang . ,9%). Hal ini sejalan dengan penelitian (Bardja, 2. bahwa mayoritas responden ibu hamil yaitu 62,5% memiliki riwayat keluarga yang terdampak hipertensi . Sama halnya dengan hasil penelitian dari (Mambang, 2. dari hasil penelitiannya terdapat 25 . ,8%) responden memiliki riwayat keluarga yang terdampak hipertensi . Gambaran Paritas Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari Proporsi tertinggi paritas pada ibu hamil adalah ibu hamil yang mempunyai paritas beresiko yaitu sebanyak 87 orang . ,6%). Tidak beresiko jika paritas kehamilan anak 2 dan 3 dan beresiko jika paritas pada kehamilan 1 dan >3 anak. Penelitian (Agustin Zidni menunjukkan bahwa mayoritas responden ibu hamil memiliki paritas > 2 yaitu sebanyak 59 orang atau sebesar 59%. Penelitian ini sama halnya juga dengan penelitian (Bardja, 2. bahwa paritas yang paling tinggi pada responden ibu hamil terdapat pada Multigravida . Ae . dengan jumlah 47 responden . ,2%) . Hal ini dapat dilihat dari mayoritas usia responden adalah 34 tahun. Diusia tersebut mayoritas ibu hamil telah memiliki anak lebih dari 2 di Kota Kendari. Rata Ae rata jumlah anak di Kota Kendari adalah > 3 anak. Oleh karena itu, laju pertumbuhan penduduk rata-rata selama sepuluh tahun tersebut sebesar 3,52 persen per tahun, lebih besar jika dibandingkan dengan laju Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 2,07 persen per tahun . Gambaran Status Bekerja Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari Proporsi tertinggi status bekerja ibu hamil adalah ibu hamil yang bekerja yaitu sebanyak 87 orang . ,6%). Penelitian Marlina et al. , . juga menunjukkan hasil analisis univariat didapatkan rata - rata ibu hamil bekerja sebesar 29 orang . ,9%) . Rata Ae rata pekerjaan responden adalah pedagang, buruh, pekerja kantoran. Hubungan Usia Dengan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil. Nilai PR untuk variabel umur yang diperoleh pada CI 95% yaitu sebesar 3,020 artinya ibu hamil dengan umur beresiko (< 20 tahun dan > 35 tahu. beresiko 3,020 kali terjadi hipertensi. Hal ini sejalan dengan penelitian Makmur & Fitriahadi . yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara umur dan kejadian hipertensi . Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian (Imaroh & Dharminto, 2. yang menunjukan ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian hipertensi, bahkan umur ibu merupakan salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi . Ibu hamil yang berusia < 20 tahun mudah mengalami kenaikan tekanan darah dan lebih cepat menimbulkan kejang, sedangkan umur > 35 tahun juga merupakan faktor prediposisi untuk terjadinya preeklampisa, karena bertambahnya usia . Ibu hamil dengan usia < 20 tahun dan > 35 tahun dapat mengalami hipertensi dalam kehamilan yang diakibatkan oleh perkembangan organ-organ reproduksi dan fungsi fisiologisnya belum optimal serta belum tercapainya emosi dan kejiwaan yang meningkatkan terjadinya gangguan kehamilan dalam bentuk preeklampsia-eklamsia yang di akibatkan adanya ganguan sel endotel. Penelitian (Sukaesih, 2. juga menyebutkan bahwa umur < 20 tahun, rahim dan panggul seringkali belum tumbuh mencapai ukuran dewasa. Akibatnya ibu Avris Romario D. S dkk: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Umum Aliyah Kota Kendari Tahun Hubungan Riwayat Keluarga Dengan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil. Nilai PR untuk variabel riwayat keluarga yang diperoleh pada CI 95% yaitu sebesar 2,918 artinya ibu hamil yang mempunyai riwayat keluarga beresiko 2,918 kali terjadi hipertensi. Penelitian ini sejalan dengan penelitaian (Imaroh & Dharminto, 2. yang menunjukkan ada hubungan antara riwayat hipertensi keluarga terhadap kejadian hipertensi kehamilan . Selain itu ibu yang memiliki riwayat hipertensi keluarga dapat mempengaruhi faktor risiko kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan risiko 5,9 kali lebih besar terjadinya Penelitian (Makmur & Fitriahadi, 2. juga menunjukkan ada hubungan riwayat keluarga hipertensi sebagai faktor yang memengaruhi hipertensi dalam kehamilan . Riwayat hipertensi keluarga dalam penelitian ini adalah faktor dominan terhadap terjadinya hipertensi. Faktor genetik yang berperan pada kejadian hipertensi, memberikan dua bentuk hipertensi yaitu hipertensi yang diturunkan secara Mendelian atau disebut dengan hipertensi monogenik . onogenic hypertensio. dan hipertensi yang . olygenic Hubungan Paritas Dengan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil. Nilai PR untuk variabel paritas yang diperoleh pada CI 95% yaitu sebesar 2,181 artinya ibu hamil yang mempunyai paritas beresiko 2,181 kali terjadi hipertensi. Hal ini sejalan dengan penelitian Makmur dan Fritriahadi . yang menunjukkan nilai uji Chi Square, nilai 2-tailed adalah 0,000 < 0,05 dapat di simpulkan p lebih kecil dari 0,05 . < 0,. sehingga ada mempengaruhi hipertensi dalam kehamilan . Penelitian Sinambela & Sari . juga menunjukkan hasil uji chi-square hubungan antara paritas dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan dapat disimpulkan ada hubungan antara paritas dengan kejadian hipertensi dalam hamil pada usia tersebut berisiko mengalami penyulit pada kehamilannya dikarenakan belum matangnya alat reproduks. Kemudian pada umur > 35 tahun mempunyai resiko untuk mengalami komplikasi dalam kehamilan dan persalinan dimana hal tersebut dapat mengakibatkan hipertensi laten . Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil. Nilai PR untuk variabel obesitas yang diperoleh pada CI 95% yaitu sebesar 8,718 artinya ibu hamil yang obesitas beresiko 8,718 kali terjadi hipertensi. Hal ini sejalan dengan penelitian (Arikah et al. , 2. yang menunjukkan hasil penelitian didapatkan P value sebesar 0,000<0,05 artinya ada hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil . Hasil OR = 5,176 artinya ibu hamil yang obesitas berpeluang 5,1 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak Hal ini juga serupa dengan penelitian (Marlina et al. , 2. yang menunjukkan hasil penelitian ibu hamil dengan obesitas lebih banyak menderita hipertensi, sedangkan ibu hamil yang tidak mengalami obesitas lebih banyak tidak menderita hipertensi . Hasil uji statistik penelitian ini menyatakan terdapat hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi . =0,. Nilai OR diperoleh 15. 771 yang artinya variabel obesitas memiliki resiko sebesar 15. 771 kali Obesitas sangat erat kaitannya dengan pola makan yang tidak seimbang. Kelebihan berat badan Oleh sebab itu, seseorang yang memiliki berat badan berlebih lebih mudah untuk mengalami hipertensi dibandingkan dengan orang normal . Adanya hubungan antara obesitas dan hipertensi kehamilan mengharuskan berbagai pihak khusunya RS Aliyah untuk mengedukasi para wanita agar menjaga berat badan mereka sehingga terhindar dari risiko hipertensi pada saat mereka hamil. Edukasinya bisa dari berbagai pola seperti, makan makanan yang bernutrisi seimbang atau olahraga yang cukup. Avris Romario D. S dkk: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Umum Aliyah Kota Kendari Tahun kehamilan . Kehamilan yang berulang dengan rentang waktu yang singkat akan menyebabkan cadangan besi di dalam tubuh ibu belum pulih dengan sempurna dan kemudian kembali terkuras untuk keperluan janin yang dikandung. Jarak kehamilan juga merupakan hal penting untuk diperhatikan. Jarak kehamilan yang optimal adalah lebih dari 36 bulan kehamilan sebelumnya sedangkan jarak kehamilan yang dekat adalah kurang dari 2 tahun . Hubungan Status Bekerja Dengan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Aliyah Kota Kendari Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara status bekerja dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil. Nilai PR untuk variabel status bekerja yang diperoleh pada CI 95% yaitu sebesar 1,358 artinya ibu hamil yang mempunyai bekerja beresiko 1,358 kali memiliki hipertensi. Hal ini sejalan dengan penelitian (Sukfitrianty et al. , 2. yang menunjukkan hasil analisis Odds Ratio dengan Confidence Interval 95% diperoleh nilai OR = 3,916. Ini berarti ibu hamil yang menyatakan status bekerja risiko tinggi berisiko 3,916 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan ibu hamil yang menyatakan status bekerja risiko rendah. Karena OR > 1 berarti status bekerja ibu merupakan faktor risiko terhadap hipertensi . Hal serupa juga pada penelitian (Imaroh & Dharminto, 2. yang menunjukkan bahwa hasil uji statistik ini menggunakan uji Chi Square dengan Continuity Correction menunjukkan nilai p sebesar 0,011 . <0,. , bahwa ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan kejadian hipertensi kehamilan pada ibu hamil . responden bekerja yaitu sebanyak 87 orang . ,6%). Terdapat hubungan yang bermakna antara umur dengan kejadian hipertensi dengan nilai P value . dan PR 3,020. Terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian hipertensi dengan nilai P value . dan PR 8,718. Terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi dengan nilai P value . dan PR 2,918. Terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian hipertensi dengan nilai P value . dan PR 2,181. Terdapat hubungan yang bermakna antara status bekerja dengan kejadian hipertensi dengan nilai P value . dan PR 1,358. Saran dalam penelitian ini adalah Bagi Ibu Hamil diharapkan dapat melaksanan pemeriksaan kehamilan secara rutin di pelayanan kesehatan untuk mencegah risiko yang berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Dan bagi Institusi Pelayanan Kesehatan dapat memberikan edukasi pada ibu hamil untuk memberi pemahaman tentang kesehatan ibu khususnya tentang faktor risiko yang memicu terjadinya hipertensi diantaranya faktor risiko perilaku, faktor risiko metabolik dan faktor risiko penyakit kardiovaskular, dapat melakukan pemantauan kesehatan ibu hamil secara berkala, dapat peningkatan tekanan darah pada ibu hamil yang akan berdampak pada kehamilan beresiko. UCAPAN TERIMAKASIH