BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1, 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ UPAYA PROMOTIF PREVENTIF KURATIF PADA ANAK DAN REMAJA BERSAMA ORGANISASI PROFESI DI PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Sri Suwarni1*. Tunik Saptawati2. Tri Diana Puspita Rini3. Monica Kristiani4. Elia Azani5. Nita Fajaryanti6 1Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang 2Universitas Telogorejo Semarang 3Universitas Islam Sultan Agung Semarang 4Politeknik Katolik Mangunwijaya Semarang 5Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ar Rum Salatiga 6Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal *E-mail: warnisutanto@gmail. ABSTRAK Upaya kesehatan dalam bentuk promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif dapat dilakukan oleh pemerintah serta swadaya masyarakat. Anak dan remaja merupakan aset penting untuk membentuk generasi sehat di masa depan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan anak dan remaja melalui kegiatan promotif, preventif, dan kuratif bersama organisasi profesi di Purwodadi. Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan dirancang dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional di Taman Hijau Kota Purwodadi pada 27 Juli 2025. Kegiatan ini mencakup layanan promotif seperti penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat, edukasi gizi seimbang, serta edukasi kesehatan gigi dan mulut. Layanan preventif meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian TTD, dan skrining kesehatan. Sementara itu, layanan kuratif mencakup pengobatan gratis dan pemberian vitamin, yang memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan remaja di wilayah Purwodadi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya sinergi lintas sektor antara organisasi profesi. Dinas Kesehatan. Sinergi ini memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kualitas intervensi kesehatan yang diberikan. Dengan jumlah peserta mencapai 327 orang, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan menjadi dasar untuk program serupa di masa depan, dengan fokus pada keberlanjutan, perluasan wilayah sasaran, dan peningkatan cakupan layanan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga bentuk komitmen bersama untuk membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kata kunci: anak, promotif, preventif, kuratif. Purwodadi PROMOTIVE. PREVENTIVE. AND CURATIVE EFFORTS FOR CHILDREN AND ADOLESCENTS IN COLLABORATION WITH PROFESSIONAL ORGANIZATIONS IN PURWODADI. GROBOGAN REGENCY ABSTRACT Health efforts in the form of promotive, preventive, curative, rehabilitative, and/or palliative measures can be carried out by the government and community self-help groups. Children and adolescents are important assets for shaping a healthy future generation. This service aims to improve the health quality of children and adolescents through promotive, preventive, and curative activities in collaboration with professional organizations in Purwodadi. Grobogan Regency. The methods used were designed as part of the celebration of National Children's Day at Purwodadi City's Green Park on July 27, 2025. The activities included promotive services such as health education on clean and healthy living, balanced nutrition education, and oral health Preventive services included free health check-ups, vaccination administration, and health Meanwhile, curative services include free treatment and vitamin distribution, which provide tangible Page | 58 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1, 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ benefits for children and adolescents in the Purwodadi area. This synergy expands the scope of services and improves the quality of health interventions provided. With 327 participants, this activity successfully increased public knowledge, awareness, and concern about the importance of maintaining health from an early age. The success of this activity is expected to serve as the basis for similar programs in the future, with a focus on sustainability, expansion of the target area, and increased service coverage. This activity is not merely a celebration of National Children's Day but also a collective commitment to building a healthy, intelligent, and competitive younger generation. Keywords: children, promotional, preventive, curative. Purwodadi PENDAHULUAN Amanat dalam Undang-Undang Kesehatan menyatakan bahwa masalah dan gangguan kesehatan masyarakat dapat menurunkan produktivitas dan menyebabkan kerugian bagi negara. Oleh karena itu, diperlukan transformasi dalam bidang kesehatan agar derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat. Pembangunan kesehatan masyarakat semakin berkembang dan terbuka, sehingga menciptakan Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan usaha-usaha dalam bidang kesehatan, sumber daya kesehatan, dan pengelolaan kesehatan agar derajat kesehatan masyarakat mencapai tingkat tertinggi, berdasarkan prinsip kesejahteraan, pemerataan, tidak diskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan (DPR RI, 2. Upaya kesehatan adalah semua kegiatan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan untuk memelihara serta meningkatkan kesehatan Upaya ini berbentuk promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif, dan dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah, serta masyarakat. Kesehatan anak dan remaja merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas sumber daya manusia di masa depan . Anak-anak dan remaja memerlukan perhatian khusus karena sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan kesehatan mereka di masa depan (Kemenkes, 2. Berbagai masalah kesehatan yang dialami anak dan remaja, seperti kesehatan gigi dan mulut, gizi, kesehatan reproduksi, dan penyakit infeksi, dapat memengaruhi prestasi belajar, kualitas hidup, dan produktivitas di masa mendatang (WHO, 2. Upaya promotif, preventif, dan kuratif secara terpadu menjadi strategi efektif untuk mencegah penyakit, meningkatkan pengetahuan, serta memberikan penanganan awal terhadap berbagai masalah kesehatan yang dihadapi anak dan remaja. Pelaksanaan kegiatan tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk tenaga kesehatan dari berbagai bidang, untuk memastikan bahwa intervensi yang dilakukan bersifat holistik (Candrawati, 2. Kerja sama antar berbagai profesi seperti apoteker, perawat, dokter, bidan, ahli gizi, serta tenaga laboratorium dapat memberikan layanan kesehatan yang lengkap dan tepat sasaran (Gregson et al. dalam jurnal perlu melibatkan kolaborasi tenaga kesehatan untuk Visi Indonesia sehat 2025 adalah mewujudkan hak setiap orang untuk hidup sehat bagi semua kalangan masyarakat melalui sistem kesehatan yang dapat menjamin kehidupan dalam lingkungan yang sehat, masyarakat aktif dalam menjaga kesehatannya sendiri, serta mampu mengakses layanan kesehatan yang berkualitas (Alamsyah & Farisni, 2. Purwodadi sebagai pusat kabupaten Grobogan memainkan peran penting dalam dinamika kesehatan masyarakat karena menjadi pusat layanan kesehatan dan memiliki jumlah penduduk yang lebih besar dibandingkan daerah lain. Meskipun demikian, beberapa indikator kesehatan anak masih menunjukkan masalah yang memerlukan perhatian khusus. Di wilayah Purwodadi. Kabupaten Grobogan, masih ada berbagai masalah kesehatan yang mengancam anak dan remaja, terutama karena kesadaran masyarakat yang rendah terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin serta perilaku hidup sehat dan bersih yang tercantum dalam Profil Kesehatan Kabupaten Grobogan Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus diare di Kabupaten Grobogan terus meningkat dari tahun ke tahun. Temuan di Kecamatan Gubug menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti tingkat pendidikan ibu dan pola hidup sehat memiliki pengaruh signifikan (Widiyane et al. , 2. Karena itu, banyak kegiatan penyuluhan seperti cuci tangan dilakukan, seperti yang dilakukan di Teras Baca Rejosari. Kecamatan Grobogan. Kabupaten Grobogan. Jawa Tengah (Indiani et al. , 2. Oleh karena itu. Purwodadi menjadi lokasi yang tepat untuk melakukan pengabdian masyarakat yang berbasis kolaborasi Pembelajaran dengan melibatkan Interprofessional Collaboration Practice bisa menjadi Page | 59 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1, 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ cara untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan. Melalui IPCP dalam pemberdayaan masyarakat, diharapkan peserta didik bisa bekerja sama dan saling mendukung terciptanya lingkungan masyarakat yang sehat (Indiani et al. , 2. Kerja sama antara PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesi. , tenaga gizi, perawat, dan dokter bisa mengadakan berbagai program yang memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti edukasi sanitasi, pemeriksaan gizi, layanan kesehatan dasar, serta penyuluhan interaktif untuk anak dan remaja. Semua ini menjadi bagian dari upaya promotif, preventif, dan kuratif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. PAFI sebagai wadah tenaga vokasi kefarmasian memiliki peran penting dalam memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat, termasuk dalam layanan asuhan mandiri untuk promotif, preventif, dan kuratif (Suwarni et al. , 2. PAFI Pengurus Daerah Jawa Tengah sudah memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan anggotanya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi dari organisasi profesi kesehatan di Purwodadi untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kegiatan ini mencakup penyuluhan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pelayanan dasar untuk mengatasi masalah kesehatan. Dengan pendekatan promotif, preventif, dan kuratif, diharapkan anak-anak dan remaja bisa memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta pelayanan kesehatan yang cukup, sehingga dapat menjaga kesehatannya sendiri secara mandiri. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan kolaborasi antarprofesi yang melibatkan organisasi profesi kesehatan yaitu PAFI Daerah Jawa Tengah dan yang dari Pengurus Cabanga Grobogan adalah organisasi IAI (Ikatan Apoteker Indonesi. IDI (Ikatan Dokter Indonesi. PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesi. dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Tenaga kesehatan lintas bidang, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, pihak sekolah dan HIMPAUDI (Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesi. Kegiatan dilakukan dengan tiga fokus intervensi yaitu promotif, preventif, dan kuratif, sehingga mampu menjangkau upaya peningkatan, pencegahan, dan penanganan masalah kesehatan pada anak dan remaja. Gambar 1 Alur Pelaksanaan Kegiatan Persiapan Kegiatan Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan survei dan analisis keadaan di wilayah Purwodadi. Kabupaten Grobogan untuk mengetahui masalah kesehatan anak dan remaja, seperti kurangnya kesadaran tentang kebersihan diri, tingginya masalah kesehatan, dan kebutuhan edukasi kesehatan. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak seperti Dinas Kesehatan, sekolah, organisasi profesi, dan tokoh masyarakat. Proposal Kerjasama dibuat untuk perencanaan kegiatan yang terstruktur dan Materi edukasi disusun berdasarkan bukti ilmiah dan media penyuluhan seperti poster, brosur. Page | 60 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1, 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ serta video edukasi disiapkan. Logistik untuk pemeriksaan kesehatan seperti alat ukur tinggi dan berat badan, vitamin, dan obat sederhana juga dipersiapkan. Persiapan pengabdian untuk anak-anak harus detail dan matang karena anak TK memiliki karakteristik yang aktif, senang belajar, dan perhatian mereka sangat tinggi. Anak usia 4 sampai 6 tahun sedang dalam fase perkembangan motorik dan sensorik yang cepat, sehingga mereka tidak bisa duduk diam terlalu lama dan cepat merasa bosan jika hanya mendengarkan. Pengabdian terdahulu menyebutkan bahwa anak-anak lebih tertarik pada aktivitas langsung, warna yang cerah, suara yang lucu, dan gerakan tubuh. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian harus dinamis, bervariasi, dan terencana dengan baik agar mampu mempertahankan perhatian anak-anak dan memberikan manfaat yang maksimal (Suwarni. Yudantara, et al. , 2. Tahap Pelaksanaan Promotif Dilakukan edukasi atau penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk anak dan remaja. Edukasi diberikan mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri, pola makan yang seimbang, dan manfaat pemberian vitamin. Teknik cuci tangan yang benar ditampilkan secara interaktif. Media edukasi seperti brosur diberikan agar peserta bisa membawanya pulang dan mengingatkan kembali apa yang telah dipelajari. Preventif Dilakukan pemeriksaan kesehatan umum seperti suhu tubuh, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, dan status nutrisi. Juga dilakukan pemeriksaan gigi dan mulut untuk mendeteksi dini masalah seperti karies, radang gusi, atau kelainan di area mulut. Edukasi diberikan terkait cara mencegah penyakit menular dan penyakit kronis. Distribusi alat seperti hand sanitizer, sikat gigi, pasta gigi berfluoride, serta vitamin anak juga dilakukan. Kuratif Pemeriksaan dilakukan oleh Perawat dan Dokter, tindakan penanganan awal untuk keluhan kesehatan ringan seperti demam, batuk, pilek, sariawan, radang gusi, atau keluhan umum pada anak dilakukan. Opsi untuk pengobatan gratis ini adalah berkaitan dengan ketersediaan obat, jika obat ada maka akan diberikan sesuai resep dokter dan akan diserahkan oleh Apoteker. Obat diberikan sesuai kebutuhan dasar seperti vitamin dan obat analgesik ringan dengan memperhatikan cara penggunaan yang benar untuk anak. Namun jika ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, peserta dirujuk ke fasilitas Kesehatan maka orang tua peserta/ peserta remaja sendiri akan Kembali ke Dokter untuk di Edukasi Lebih Lanjut . Evaluasi dan Tindak Lanjut Evaluasi dilakukan dengan mengadakan tes respon untuk melihat tingkat kepuasan peserta tanpa angket atau kuisioner karena pesertanya anak-anak. Daftar hadir dan berita acara menjadi dokumen pelaksanaan kegiatan. Observasi dilakukan terhadap data pemeriksaan kesehatan dan pemahaman tentang cara cuci tangan. Catatan kasus kesehatan yang ditemukan serta status rujukan juga dicatat. Laporan kegiatan dibuat sebagai dokumen dan rekomendasi untuk program lanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian Masyarakat Bersama atau kolaborasi ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang diadakan di Taman Hijau Kota Purwodadi pada hari Minggu tanggal 27 Juli 2025, merupakan kerja sama lintas profesi kesehatan dalam meningkatkan kesehatan anak dan remaja. Kegiatan ini diinisiasi oleh PAFI Jawa Tengah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, serta berbagai organisasi profesi kesehatan seperti PAFI. IAI. IDI. PPNI. PERSAGI, dan institusi pendidikan kesehatan. Pemberdayaan masyarakat merupakan cara penting untuk meningkatkan kesehatan di berbagai tingkat sosial, ekonomi, dan budaya. Pendekatan ini mengandalkan peran aktif masyarakat dalam mengelola dan meningkatkan kesejahteraan diri sendiri, termasuk kesehatan fisik, mental, dan sosial. Pemberdayaan masyarakat melibatkan proses membangun pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan individu serta kelompok dalam memahami dan menyelesaikan masalah kesehatan yang dihadapi. Hal ini dapat mencakup memberikan edukasi tentang kesehatan, mendorong gaya hidup sehat, meningkatkan akses ke layanan kesehatan, serta membangun fasilitas kesehatan yang ramah terhadap masyarakat. Dengan kerja sama antara pemerintah, organisasi nirlaba, lembaga Page | 61 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1, 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ swadaya masyarakat, dan sektor swasta, pemberdayaan masyarakat bisa menjadi cara efektif untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperluas akses, serta mengurangi perbedaan kesehatan di antara berbagai kelompok masyarakat. Seperti pada pengabdian sebelumnya yaitu dengan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan telah menunjukkan hasil yang baik dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan, memperbaiki cara hidup sehat, serta menurunkan angka penyakit dan kematian yang bisa dicegah. Mempertimbangkan strategi dan kebijakan yang mendukung pemberdayaan masyarakat adalah langkah penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang Kesehatan (Syamsi & Lalla, 2. Kegiatan Promotif Kegiatan promotive dilakukan pada awal kegiatan, diadakan sesi edukasi kesehatan yang fokus pada penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), cara cuci tangan yang benar, serta pentingnya gizi seimbang untuk anak-anak. Materi disampaikan secara interaktif dan disertai brosur serta leaflet agar peserta lebih mudah memahami. Menurut penelitian sebelumnya, cara ini efektif dalam meningkatkan pemahaman anak (Notoatmodjo, 2. Kegiatan promotif dalam pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran anak-anak, remaja, serta masyarakat umum mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta gizi seimbang. Apoteker dan tenaga vokasi farmasi bertugas memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan memahami obat dan suplemen yang aman, cara penggunaan obat yang benar, serta cara mencegah penyakit dengan menjaga kebersihan dan kebiasaan yang sehat setelah beraktivitas. Mereka juga mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar masalah kesehatan bisa terdeteksi lebih awal. Di sisi lain. PERSAGI memberikan penyuluhan yang interaktif mengenai gizi seimbang, kebutuhan nutrisi bagi anak dan remaja, serta dampak dari pola makan terhadap kesehatan jangka Materi penyuluhan disampaikan dengan menggunakan brosur, leaflet, dan simulasi interaktif agar peserta lebih mudah memahami dan termotivasi untuk menerapkannya dalam kehidupan seharihari. Gambar 2. Penyuluhan kepada Anak-anak Pendekatan ini bukan hanya memberikan informasi tetapi juga melibatkan peserta dalam diskusi, bertanya, dan praktik langsung. Dengan metode seperti ini, diharapkan masyarakat di wilayah Purwodadi dapat mengubah perilaku dalam menjaga kesehatan anak dan remaja secara berkelanjutan. Program terdahulu telah terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan mendorong perilaku yang lebih bertanggung jawab secara berkelanjutan (Suwarni. Dharmawan, et al. Penyuluhan tentang cara mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit menular, seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus (Rosyad et al. Meskipun demikian, tingkat kesadaran dan kepatuhan anak-anak usia sekolah dalam melakukan kebiasaan mencuci tangan secara benar masih tergolong rendah. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan keterampilan mencuci tangan pada anak-anak sekolah dasar dengan menggunakan Gerakan demonstrasi edukatif. Page | 62 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1, 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Gambar 3. Kegiatan Promotif Gerakan Cuci Tangan Kegiatan Preventif Pada aspek pencegahan, dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak dan remaja. Tujuannya adalah mendeteksi lebih dini berbagai masalah seperti gangguan tumbuh kembang, penyakit infeksi, dan risiko anemia. Untuk remaja putri, diberikan tablet vitamin dan tambah darah sebagai langkah mencegah anemia, sesuai rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI . yang menekankan kebutuhan zat besi bagi usia tersebut. Pemberian materi cuci tangan untuk PHBS menjadi lebih interaktif karena adanya Gerakan dan nyayian yang dapat ditirukan. Kegiatan preventif luaran dari kegiatan ini adalah meningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam upaya menjaga kesehatannya seperti pada pengabdian sebelumnya (Nuzulul Rahmi, 2. Kegiatan pencegahan penyakit pada anak dan remaja sangat penting karena masa ini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang memengaruhi kesehatan di masa depan. Anak dan remaja memiliki risiko terkena berbagai masalah kesehatan seperti penyakit infeksi, gangguan gizi, anemia, hingga penyakit tidak menular yang bisa muncul sejak kecil jika tidak dicegah. Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, upaya pencegahan dilakukan dengan cara memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan gizi, skrining kesehatan umum, serta pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri. Pada jurnal terdahulu (Wali et al. , 2. juga menyebutkan bahwa pemeriksaan gigi dan mulut bertujuan untuk mendeteksi dini adanya masalah seperti karies, radang gusi, atau gangguan pada area mulut yang bisa mengganggu pertumbuhan anak. Skrining kesehatan umum membantu dalam mendeteksi masalah seperti anemia, gizi kurang, atau gangguan metabolisme sejak dini agar bisa segera ditangani. Pemberian vitamin dan TTD kepada remaja putri bertujuan untuk mencegah anemia akibat kurangnya besi, yang berdampak pada kemampuan belajar, produktivitas, dan kesehatan reproduksi di masa depan. Selain itu, diberikan juga edukasi tentang pentingnya pola makan sehat, kebersihan diri, serta rutinitas pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Dengan pendekatan seperti ini, diharapkan kegiatan pencegahan ini dapat mengurangi penyakit, meningkatkan gizi, dan membantu membentuk kebiasaan hidup sehat bagi anak dan remaja di wilayah Purwodadi. Gambar 4. Kegiatan Preventif Pemeriksaan Kesehatan Page | 63 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1, 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Kegiatan Kuratif Pada bagian penyembuhan untuk yang ada keluhan sakit, tersedia layanan pengobatan gratis dan pemberian vitamin. Layanan ini mampu membantu mengatasi keluhan kesehatan saat ini, serta mendorong akses layanan kesehatan yang lebih merata. Menurut WHO . , integrasi layanan promotif, preventif, dan kuratif dalam satu kegiatan dapat meningkatkan efektivitas intervensi kesehatan, terutama di daerah yang membutuhkan. Kegiatan Kuratif pada pengabdian yang terdahulu memang melibatkan kader-kader dan professional (Mariati et al. , 2. Pengobatan gratis untuk penyakit ringan pada anak dan remaja menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Penyakit ringan seperti demam, batuk-pilek, diare ringan, infeksi kulit, dan sariawan merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada kelompok usia ini. Meskipun tergolong ringan, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas belajar, tumbuh kembang, serta kualitas hidup anak dan remaja jika tidak segera ditangani. Dalam kegiatan di Taman Hijau Kota Purwodadi, layanan kuratif dilakukan oleh tim tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, apoteker, perawat, dan tenaga vokasi farmasi. Peserta yang memerlukan penanganan medis mendapat pemeriksaan langsung, penegakan diagnosis sederhana, dan pemberian terapi yang sesuai dengan standar pelayanan Obat-obatan yang diberikan meliputi obat penurun panas, obat batuk, obat diare, vitamin, serta salep untuk kelainan kulit. Pengabdian terdahulu saat pengobatan gratis bertujuan agar masyarakat semakin sadar akan perlunya memeriksakan diri dan mengatur gaya hidup yang baik sehingga dapat menjaga kondisi kesehatan diri sendiri dan keluarga (Nursolihah et al. , 2. Gambar 4. Kegiatan Preventif Pemeriksaan Kesehatan Pelaksanaan kegiatan dengan total peserta yang hadir mencapai 327 orang, terdiri dari berbagai tenaga kesehatan seperti anak-anak PAUD. TK, remaja, mahasiswa, apoteker, perawat, dokter, ahli gizi dan ahli laboratorium. Tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme dan kepedulian masyarakat terhadap kegiatan kesehatan, serta keberhasilan kolaborasi lintas profesi. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan manfaat langsung berupa peningkatan pengetahuan dan pelayanan kesehatan, serta memperkuat hubungan antarprofesi. Dengan kesuksesan yang diraih, diharapkan program sejenis dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan di tingkat Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang melibatkan berbagai sektor memiliki peran penting dalam memperluas dampak dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat yang menjadi sasaran. Keterlibatan berbagai pihak seperti organisasi profesi (PAFI. IAI. IDI. PPNI. PERSAGI. PTGMI. PATELKI), instansi pemerintah (Dinas Kesehatan Kabupaten Groboga. , lembaga pendidikan kesehatan, serta masyarakat setempat menciptakan kerja sama yang kuat dalam menyediakan layanan kesehatan yang lengkap dan menyeluruh. Page | 64 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1, 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Gambar 5. Dokumentasi Kegiatan Kegitan dengan pendekatan lintas sektor, sumber daya, keahlian, dan jaringan kerja dapat digabungkan lebih luas. Pada Kegiatan ini tenaga medis memberikan pemeriksaan dan pengobatan, tenaga gizi memberikan edukasi tentang pola makan yang sehat, tenaga kefarmasian memastikan penggunaan obat yang tepat, sedangkan pihak pemerintah memberikan dukungan dalam hal izin, logistik, dan keberlanjutan kegiatan. Kerja sama ini tidak hanya meningkatkan hasil kegiatan tetapi juga menghindari tumpang tindih program dan membuat penggunaan sumber daya lebih efisien. Sama seperti pengabdian terdahulu yaitu adanya kerja sama yang baik dari berbagai pihak seperti pemerintah, pihak swasta, maupun masyarakat dalam meningkatkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Sunandar et al. , 2. Dampak positif dari kerja sama lintas sektor terlihat dari meningkatnya jumlah orang yang menerima layanan, beragamnya jenis layanan kesehatan yang diberikan . aitu promotif, preventif, dan kurati. , serta meningkatnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan secara Selain itu, kegiatan ini juga mendorong rasa memiliki antar pihak yang terlibat, sehingga peluang keberlanjutan program semakin besar. Dengan dukungan yang berasal dari berbagai sektor, pengabdian masyarakat tidak hanya menjadi kegiatan sementara tetapi dapat berkembang menjadi suatu gerakan yang berkelanjutan sesuai dengan artikel sebelumnya (Arso et al. , 2. Hal ini membuat manfaat yang diperoleh tidak hanya terbatas pada masa pelaksanaan kegiatan, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara jangka panjang. SIMPULAN Kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam rangka Hari Anak Nasional di Taman Hijau Kota Purwodadi telah berjalan lancar dan mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat. Kegiatan ini meliputi berbagai layanan promotif seperti penyuluhan pola hidup sehat (PHBS), edukasi gizi seimbang, serta edukasi kesehatan gigi dan mulut. layanan preventif berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian TTD, dan skrining kesehatan. serta layanan kuratif meliputi pengobatan gratis dan pemberian vitamin. Keberadaan layanan tersebut memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan remaja di wilayah Purwodadi. Kolaborasi dari berbagai sektor, seperti organisasi profesi. Dinas Kesehatan, perguruan tinggi kesehatan, serta tenaga kesehatan dari berbagai bidang, berhasil memperluas jangkauan pelayanan dan meningkatkan kualitas intervensi kesehatan yang diberikan. Dengan jumlah peserta mencapai 327 orang, kegiatan ini berdampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan rasa peduli masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini. Hasil yang berhasil dicapai dalam pelaksanaan kegiatan ini diharapkan menjadi dasar untuk program serupa di masa UCAPAN TERIMAKASIH Pemerintah Kabupaten Grobogan. Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan. Persatuan Ahli Farmasi Provinsi Jawa Tengah. HIMPAUDI Kab. Grobogan. IAI PC Kab Grobogan. IDI PC Kab Grobogan. PPNI DPC Kab Grobogan. PERSAGI DPC Kab Grobogan. STIFERA. UNTS. Polteka Mangunwijaya. Unissula. STIKES Ar- Rum. STIKES Kendal. Univ An Nur. Page | 65 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 1, 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ DAFTAR PUSTAKA