Fajri. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 2, tahun 2025, 60 Ae 66 Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 6. No 2, tahun 2025, 60 Ae 66 Vol 6. No 2, tahun 2025, 60 Ae 66 P-ISSN: and E-ISSN: http://journals. id/index. php/ijsp DAMPAK PERKEMBANGAN KAWASAN PERINDUSTRIAN TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN. EKONOMI. SOSIAL. LINGKUNGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG Achid Shoimul Fajria. Andarina Aji Pamurtib a,b Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Semarang. Jl. Soekarno Hatta Semarang Email: andarina@usm. Info Artikel: A Artikel Masuk: 2025-10-23 A Artikel diterima: 2025-10-30 A Tersedia Online: 2025-10-31 ABSTRAK Kecamatan Pringapus, terletak di Kabupaten Semarang, mengalami perubahan signifikan akibat alih fungsi lahan dari pertanian menjadi kawasan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari perubahan tersebut dan menggunakan metode analisis kuantitatif dan spasial untuk memberikan gambaran yang jelas tentang perubahan yang terjadi. Hasil menunjukkan bahwa dengan adanya alih fungsi lahan ini berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat di Kecamatan Pringapus. Yaitu peningkatan komersial, yang dimanfaatkan warga untuk membuka usaha perdagangan dan jasa di sekitar kawasan industri. Serta dampak positif dari keberadaan industri adalah terciptanya lapangan kerja baru yang meningkatkan taraf hidup Dengan beralihnya fungsi lahan di Kecamatan Pringapus ini memberikan perubahan sosial di Kecamatan Pringapus. Hal ini di sebabkan perkembangan ekonomi yang baik di kecamatan Pringapus sehingga masyarakat dapat mengakses kebutuhan dan keinginan yang lebih baik yaitu faktor urbanisasi. Dengan beralihnya fungsi lahan di Kecamatan Pringapus tidak memberikan perubahan lingkungan bagi masyarakat Pringapus. Hal ini dapat dilihat dari cara mengelola persampahan di kecamatan Pringapus yang mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan menjaga kondisi lingkungan sekitar. Namun, terdapat dampak negatif, yaitu berkurangnya lahan pertanian yang mengakibatkan petani kecil tersisih. Kata Kunci: Kawasan Perindustrian. Ekonomi. Sosial. Lingkungan ABSTRACT Pringapus Subdistrict, located in Semarang Regency, has undergone significant changes due to the conversion of agricultural land into industrial areas. This study aims to determine the social, economic, and environmental impacts of these changes and uses quantitative and spatial analysis methods to provide a clear picture of the changes that have occurred. The results show that this land use change has affected the economy of the community in Pringapus Subdistrict. Namely, an increase in commercial activity, which residents have taken advantage of to open trade and service businesses around the industrial area. Another positive impact of the presence of industry is the creation of new jobs that have improved the community's standard of living. The change in land use in Pringapus Subdistrict has brought about social changes in Pringapus Subdistrict. This is due to the positive economic development in Pringapus Subdistrict, which has enabled the community to access better needs and desires, namely the factor of urbanization. The conversion of land use in Pringapus Subdistrict has not caused environmental changes for the Pringapus community. This can be seen from the way waste is managed in Pringapus Subdistrict, where there is a growing awareness of the importance of maintaining cleanliness and preserving the surrounding environment. However, there are negative impacts, namely the reduction of agricultural land, which has resulted in small farmers being marginalized. Keyword: Industrial Area. Economy. Social. Environment Fajri. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 2, tahun 2025, 60 Ae 66 PENDAHULUAN Kawasan industri merupakan kawasan yang mengalami perkembangan sangat pesat dari tahun ke tahun. Perkembangan kawasan industri di Indonesia berdampak pada kemajuan sektor perekonomian di Indonesia. Salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang mengalami perubahan besar - besaran adalah lahan sawah dan tambak menjadi kawasan industri (Krisnha et al. , 2. Salah satu Kecamatan yang kawasan industrinya berkembang pesat yaitu Kecamatan Pringapus yang berada di Kabupaten Semarang. Untuk mendukung perkembangan industri di Kecamatan Pringapus maka dikembangkan beberapa kawasan industri yang cukup banyak seperti industri garmen dan industri tekstil (Rika Enjelina Pidu et al. , 2. Keberadaan pabrik dan lingkungan sekitarnya, sehingga masyarakat memilih tinggal di kawasan industri seperti kedekatan dengan sarana prasarana, kemudahan aksesibilitas, dan ketersediaan lapangan kerja (Dirgapraja1 & . Roosje J. Poluan2, 2. Merupakan suatu rangkaian yang tidak hanya mempunyai segi yang bersifat ekonomis, tetapi juga yang bersifat sosial, psikologis dan alam (Surwiyanta, 2. Hal yang paling esensial dari aspek sosial ekonomi adalah persoalan keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh warga masyarakat (Murti & Rofi, 2. Perubahan sosial merupakan transformasi cara hidup yang diterima, disebabkan oleh perubahan kondisi geografis, budaya material, komposisi penduduk, ideologi (Maula1 & Akhmad Ramdon2, 2. Mengenai alih fungsi lahan menjadi kawasan perindustrian di Kecamatan Pringapus mencakup beberapa aspek penting. Pertama, perlu diidentifikasi faktor - faktor yang mendorong alih fungsi lahan, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun kebijakan yang ada. Selanjutnya, penting untuk memahami dampak lingkungan yang mungkin timbul akibat perubahan fungsi lahan, seperti polusi dan perubahan ekosistem. Selain itu, konsekuensi sosial bagi masyarakat setempat, termasuk pergeseran mata pencaharian dan migrasi penduduk, juga perlu dieksplorasi. Proses perizinan dan regulasi yang mengatur alih fungsi lahan menjadi kawasan perindustrian harus dianalisis untuk mengetahui kendala yang ada. Tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat dalam mengelola alih fungsi lahan ini, serta persepsi masyarakat terhadap perubahan tersebut, juga merupakan aspek yang penting untuk diteliti. Dengan merumuskan masalah - masalah ini, penelitian dapat lebih terfokus dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kawasan industri yang berkelanjutan di Kecamatan Pringapus. DATA DAN METODE Pada penelitian yang berjudul AuIdentifikasi Alih Fungsi Lahan Menjadi Kawasan Perindustrian dan perubahan Ekonomi. Sosial dan lingkungan Masyarakat di Kecamatan Pringapus Kabupaten SemarangAy menggunakan metode penelitian kuantitatif dan Metode penelitian kuantitatif memainkan peran penting dalam penelitian ilmiah, terutama dalam menghasilkan data yang objektif dan dapat diukur. Metode ini banyak digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang memerlukan analisis berbasis angka dan statistik (Waruwu et al. , 2. Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berfokus pada numerik atau angka dalam sebuah penelitian. Metode pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengetahui dampak dari kegiatan industri terhadap ekonomi dan sosial masyarakat. Metode spasial adalah metode untuk mendapatkan informasi pengamatan yang dipengaruhi efek ruang atau lokasi. Metode spasial ini digunakan untuk melihat perubahan guna lahan yang terjadi. HASIL DAN PEMBAHASAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN Perubahan alih fungi lahan yang terjadi di kecamatan Pringapus secara keseluruhan dapat di lihat dengan melakukan overlay peta guna lahan atau peta citra yang memiliki tahun berbeda yaitu 2014 - 2024. Alih fungsi lahan di Kecamatan Pringapus disebabkan beberapa perindustrian Pringapus. Setelah dilakukannya penelitian ini terdapat ketidaksesuaian terhadap perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Pringapus. Selain perkebunan yang mengalami Fajri. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 2, tahun 2025, 60 Ae 66 perubahan lahan ternyata terdapat perubahan penggunaan lahan lainnya. 2014 - 2024 Tabel 1. Perubahan alih fungsi lahan Kecamatan Pringapus Tahun 2014 - 2024 Penggunaan Luas lahan (H. Luas lahan Tahun 2024 (H. Badan Air Hutan Industri Lahan Terbuka Permukiman Pertanian Tegalan Total Peningkatan Lahan (H. Penurunan Lahan (H. Dari hasil analisis tabel diatas menunjukkan bahwa di kecamatan pringapus mengalami perubahan penggunaan lahan dari tahun 2014 - 2024. Terdapat perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Pringapus. Yang pertama badan air pada lahan tahun 2014 mempunyai luas 411 Ha dan 2024 mengalami penurunan menjadi 321,3 Ha, jadi total perubahan penurunan lahan 89,7 Ha. Selanjutnya hutan pada tahun 2014 mempunyai luas 2994,4 Ha dan pada tahun 2024 mengalami penurunan luas lahan menjadi 579,6 Ha, jadi total penurunan lahan total 2414,8 Ha. Selanjutnya penggunaan lahan sektor industri, pada tahun 2014 mempunyai luas lahan 98,1 Ha, dan Pada tahun 2024 mengalami peingkatan menjaadi 651,9 Ha. Jadi total penigkatan nya adalah 553,8 Ha. Selanjutnya sektor lahan terbuka pada tahun 2014 mempunyai luas lahan 791,6 Ha dan pada tahun 2024 mengalami peningkatan menjadi 1033,4 Ha, jadi total peningkatan penggunaan lahan 241,8 Ha. Selanjutnya sektor Pemukiman pada tahun 2014 mempunyai luas 885,6 Ha dan pada tahun 2024 mengalami kenikan menjadi 969,2 Ha, jadi total kenaikannya adalah 83,6 Ha. Selanjutnya Sektor pertanian pada tahun pertanian pada tahun 2014 mempunyai luas lahan 669,3 Ha dan pada tahun 2024 mengalami penurunan 336,5 Ha, dan jadi total perubahannya adalah 332,8 Ha. Selanjutnya sektor tegalan pada tahun 2014 mempunyai luas 1985,2 Ha dan pada tahun 2024 mengalami peingkatan yang sangat signifikan menjadi 3943,3 Ha. Jadi total peningkatan pengunaan lahan nya adalah 1958,1 Ha. Gambar 1. Grafik Perubahan Penggunaan Lahan Kecamatan Pringapus Gambar 3. Peta Perubahan Lahan Fajri. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 2, tahun 2025, 60 Ae 66 Gambar 2. Persentase Perubahan Penggunaan lahan Kecamatan Pringapus Sub Variabel Komersial Kelas Total Total Jumah Responden Kesimpulan Perubahan Ekonomi Setelah perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Pringapus kabupaten Semarang, perubahan lahan yang paling besar adalah menunjukkan 29% , ini menunjukkan bahwa banyak investor yang tertarik di Kawasan perindustrian Pringapus melihat prospek perindustrian di kawasan Pringapus semakin berkembang pesat. Perubahan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Pringapus Ekonomi sangat berperan penting bagi kehidupan manusia, perubahan kondisi ekonomi bisa berdampak untuk indikator kesejahteraan Dalam penelitian ini kondisi ekonomi diklasifikasikan menjadi beberapa sub variabel diantaranya mata pencaharian, pendapatan, penyerapan tenaga kerja, peluang usaha, dan komersial. Tabel 2. Perubahan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Pringapus Sub Variabel Mata Penyerapan tenaga kerja Peluang Pendapatan Kelas Total Total Total Jumah Responden Skor Keterangan Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Skor Keterangan Meningkat Meningkat Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner oleh 97 responden, kondisi ekonomi yang didapatkan telah diolah menggunakan teknik Dengan interval tiga kelas yaitu kelas menurun mempunyai skor 97 - 161,6. Kelas Tetap mempunyai skor 161,7 - 226,3, dan kelas meningkat mempunyai skor 226,4 - 291. Hasil dari analisis skoring yang disajikan melalui tabel di atas disimpulkan bahwa kondisi ekonomi di Kecamatan Pringapus setelah peningkatan dengan total skor rata Ae rata 254 yang berarti menunjukkan ekonomi di Kecamatan Pringapus meningkat. Dibangunnya Kawasan Industri dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar, baik sebagai pekerja industri maupun di sektor pendukung seperti perdagangan dan jasa. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dengan banyaknya pekerja dari luar atau pendatang yang dapat menambah daya beli sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi warga lokal. Peningkatan paling tinggi berada pada sub variabel komersial dengan total skor 270. Kemudian peningkatan paling tinggi kedua berada pada sub variabel peluang usaha dengan total skor 262. Peningkatan ketiga berada pada sub variabel mata pencaharian dengan total skor 257. Peningkatan keempat berada pada sub variabel penyerapan tenaga kerja dengan total skor 251. Sedangkan peningkatan yang paling rendah berada pada sub variabel pendapatan dengan total skor 246. Perubahan Sosial Masyarakat di Kecamatan Pringapus Selain ekonomi, sosial juga berperan penting bagi kehidupan manusia. Sosial merupakan sebuah perilaku manusia yang berhubungan ataupun bekerja sama satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam penelitian ini kondisi sosial diklasifikasikan menjadi beberapa Fajri. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 2, tahun 2025, 60 Ae 66 sub variabel diantaranya perubahan sosial . , komunitas sosial, dan interaksi . erja Tabel 3. Perubahan Sosial Masyarakat di Kecamatan Pringapus Sub Variabel Gaya hidup Pendidikan Keamanan Komunitas Interaksi Kelas Total Total Total Total Total Jumah Responden Kesimpulan Perubahan Sosial Skor Keterangan Meningkat Tetap Tetap fungsi menjadi Kawasan tertentu berpengaruh pada perubahan Sosial masyarakat di Kecamatan Pringapus. Perubahan Lingkungan di Kecamatan Pringapus Lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kehidupan dan menyediakan berbagai sumber daya alam yang di perlukan untuk kehidupan, seperti air, udara bersih, tanah subur, dan bahan baku. Dalam penelitian ini kondisi lingkungan di klasifikasikan menjadi beberapa sub variabel diantaranya Tingkat intensitas suara . ,Kualitas udara. Kualitas air. Kualitas drainase. Pengolahan sampah. Tabel 4. Perubahan Lingkungan di Kecamatan Pringapus Meningkat Meningkat Meningkat Hasil dari analisis skoring yang disajikan melalui tabel di atas disimpulkan bahwa kondisi Sosial di kecamatan Pringapus setelah adanya alih fungsi lahan mengalami peningkatan dengan total skor rata Ae rata 236,8. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi sosial di kecamatan Pringapus mengalami perubahan. Kondisi ini mungkin di sebabkan karena beberapa fasilitas umum yang sekarang sudah sangat mudah di akses di beberapa daerah dan mungkin banyaknya para pekerja yang dari luar daerah memicu masyarakat lokal untuk meningkatkan perubahan sosial . aya hidu. Namun untuk sub variabel pendidikan, di peningkatan atau tetap dengan jumlah skor 226. Hal ini disebabkan semakin banyak lapangan pekerjaan yang hanya tamatan SMK atau SMA dan membutuhkan keterampilan, pengetahuan, dan semakin sulitnya mencari kerja, sehingga mendorong masyarakat untuk tidak melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Dari hasil analisis skoring diatas , dapat disimpulkan bahwa adanya alih fungsi lahan yang berubah Sub Variabel Tingkat Kelas Jumah Responden Total Kualitas Udara Total Kualitas air Total Drainase Total Pengelolaan Sampah Total Kesimpulan Perubahan Lingkungan Skor Keterangan Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Hasil dari analisis skoring yang disajikan melalui tabel di atas disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di kecamatan Pringapus setelah adanya alih fungsi lahan tidak mengalami perubahan atau Tetap, dengan total skor rata Ae rata 191,8. Yang berarti beralihnya fungsi lahan di kecamatan Pringapus dapat di Tarik kesimpulan tidak mempengaruhi kondisi lingkungan di kecamatan Pringapus. Untuk sub variabel pengelolaan sampah mempunyai total skor paling tinggi di antara jumlah total skor interval Fajri. Pamurti Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 2, tahun 2025, 60 Ae 66 kelas tetap lainnya, yaitu 211. Kemudian sub variabel Tingkat intensitas suara dengan total Sub variabel kualitas air dengan total Dan sub variabel kualitas air mempunyai skor yaitu 204. kemudian untuk sub variabel drainase mempunyai nilai paling renda diantar kelas tetap lainnya yaitu 167. Dari hasil analisis skoring diatas , dapat disimpulkan bahwa adanya alih fungsi lahan yang berubah fungsi menjadi kawasan tertentu tidak berpengaruh pada lingkungan masyarakat di kecamatan Pringapus. Tabel 5. Perubahan di Kecamatan Pringapus Variabel Ekonomi Total Sosial Lingkungan Kesimpulan Keterangan Meningkat Dari tabel di atas dapat di Tarik Kesimpulan bahwa dari tiga variabel tersebut dapat di kelaskan meningkat dengan sekor 227,6. Jadi dari variabel ekonomi, sosial. Lingkungan rata Ae rata meningkat, ini merupakan hal yang baik atau positif untuk masyarakat kecamatan Pringapus, dan dari variabel lingkungan juga tidak merusak lingkungan, jadi dapat di terhadap alih fungsi lahan, ekonomi. Sosial. Lingkungan Masyarakat Pringapus Kabupaten Semarang, memberikan dampak positif. Mungkin ke depannya pemerintah setempat menyediakan kawasan industri atau taman industri dengan fasilitas lengkap untuk memudah kan investor dalam memulai usaha. Bisa juga berkolaborasi dengan pihak swasta. Lembaga pendidikan, dan organisasi bisnis untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri. SIMPULAN Kecamatan Pringapus perubahan penggunaan lahan pada tahun 2014 - 2024. Perubahan Kecamatan Pringapus setelah mengalami perubahan alih fungsi lahan mengalami peningkatan dengan total skor rata Ae rata 254 yang mengindikasikan interval kelas meningkat. Artinya dengan adanya alih fungsi lahan ini berpengaruh kecamatan Pringapus. Untuk peningkatan dimanfaatkan para warga untuk membuka usaha perdagangan dan jasa di sekitar kawasan Hal ini dapat membuka peluang kerja meningkatkan pendapatan masyarakat dengan banyaknya pekerja dari luar atau pendatang yang dapat menambah daya beli sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi warga lokal Perubahan sosial di Kecamatan Pringapus setelah adanya alih fungsi lahan mengalami peningkatan dengan total skor rata Ae rata 236,8 yang mengindikasikan interval kelas meningkat. Artinya semenjak beralihnya fungsi lahan di kecamatan Pringapus perubahan sosial di kecamatan Pringapus. Hal ini di sebabkan perkembangan ekonomi yang baik di kecamatan Pringapus sehingga Masyarakat dapat mengakses kebutuhan dan keinginan yang lebih baik yang paling bisa dilihat yaitu faktor urbanisasi. Perubahan lingkungan di kecamatan Pringapus setelah adanya alih fungsi lahan tidak mengalami perubahan dengan total skor Ratarata 191,8 yang mengindikasikan interval kelas Artinya semenjak beralihnya fungsi lahan di kecamatan Pringapus tidak memberikan Pringapus. Hal ini dapat di lihat dari cara Kecamatan Pringapus yang mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan menjaga kondisi lingkungan sekitar. Dan dari perindustrian mengetahui cara mengelola limbah pabrik misal dari konveksi sisa jahitan yang di buat kerajinan keset, serta dari limbah cair di olah pabrik baru dibuang di luar daerah ditempati yang aman. REFERENSI