Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 JURNAL LONTARA IMAM LAPEO SEBAGAI BAHAN AJAR Zuhriah zuhriahrara@gmail. SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL CHAERIYAH. MAMUJU. SULAWESI BARAT ABSTRAK Imam Lapeo merupakan salah satu dari tujuh wali . ali pit. adalah tokoh agama yang menganjurkan dan mengajarkan Islam di Mandar. Sulawesi Barat. Beliau memiliki banyak peninggalan berupa catatan pribadi semacam jurnal pribadi atau buku diari . ontara bilangA. Jurnal Imam Lapeo ini disebut juga lontara bilangAo karena huruf lontar yang Jurnal Imam Lapeo berupa lontar yang ditulis dalam bahasa Arab Serang yang memiliki arti dalam bahasa Mandar dan lontar Bugis. Menurut kerabat Imam Lapeo jurnal beliau berisi catatan-catatan perjalanan hidup Imam Lapeo selama beliau menjadi Imam di Lapeo dan kadhi . di Tappalang. Mamuju sekaligus tulisan tentang ilmu-ilmu agama dan cara beliau menyelesaikan masalah-masalah keagamaan di Mandar khususnya. Sulawesi Diperlukan penelitian bentuk filologi, filologi adalah ilmu tentang bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan Filologi merupakan ilmu yang mempelajari naskah Ae naskah manuskrip, biasanya dari zaman kuno. Penelitian ini merupakan filologi, peneliti akan menggali naskah kuno Imam Lapeo dalam bentuk tulisan lontar dan arab serang. Kerja lapangan (Fieldwor. bertujuan menggali sebanyak mungkin informasi di lapangan yang bisa dihubungkan dengan isi jurnal Imam Lapeo yaitu dengan wawancara, diskusi, observasi juga dokumentasi. Sehingga analisis data penelitian ini adalah transfer tulisan Imam Lapeo kedalam bahasa Indonesia atau Inggris lalu publishing . uku aja. Hasil penelitian naskah kuno Imam Lapeo sangat penting digunakan untuk kajian islam, sejarah, dan antropologi. Selain itu, penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan ajar di kampus untuk pengembangan karakter Kata kunci: Imam Lapeo. Jurnal. Lontar. Filologi, bahan ajar. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 PENDAHULUAN Imam Lapeo merupakan salah satu dari tujuh wali . ali pit. adalah tokoh agama yang menganjurkan dan mengajarkan Islam di Mandar. Sulawesi Barat namun sebelum beliau sudah ada penyebar agama sebelumnya. Muslimin233 . misalnya menulis tokoh-tokoh agama sebelum Imam Lapeo seperti: Abdul Rahim Kamaluddin . atang di Mandar pada abad ke 16, di masa pemerintahan Raja Balanipa yang VI yang bernama Daetta Tommuane atau Kakanna I Pattan. Raden Mas Suryo Adilogo . ipercaya berasal dari Jaw. , dan Abdurrahman Al-Adiy atau Guru GaAode sebagai penyebar agama Islam pertama di Pambusuang suatu daerah pesisir di Sulawesi Barat (Zuhriah:2. Semasa hidup. Imam Lapeo menerima banyak kunjungan masyarakat yang ingin bertemu untuk meminta saran dan pendapat sekaligus meminta didoakan oleh beliau. Sekarang di Lapeo, masyarakat percaya Allah SWT akan menjawab doa-doa mereka dan setiap permasalahan akan ditemukan solusinya. Selain itu, masjid yang dibangun Imam Lapeo menjadi masjid yang mempunyai banyak jamaah dan makam Imam Lapeo menjadi tempat yang penting untuk diziarahi (Zuhriah:2. Penelitian tentang biografi Imam Lapeo dan kiprahnya dalam bentuk literatur-literatur sudah banyak dikaji dari kalangan keluarga Imam Lapeo dan dan kalangan umum yang memiliki pandangan yang beragam dan berimplikasi kepada pemahaman masyarakat, namum kali ini peneliti mencoba membahas Imam Lapeo dalam konteks pemikiran beliau. Sebelumnya peneliti telah mengamati kewalian beliau. Dalam buku Jejak Wali Nusantara Kisah Kewalian Imam Lapeo di Masyarakat Mandar (Zuhriah, 2. menuliskan bahwa: Peserta diskusi adalah penghuni asrama, mahasiswa yang berasal dari Polewali Mandar. Majene, dan Mamuju yang bersuku Mandar. Beberapa dari mereka hanya mengenal Imam Lapeo sebagai Imam besar sehingga malah memunculkan kesan tokoh lokal di daerah sendiri (Manda. belum dikenal dengan baik. Walau beberapa dari mereka mengakui mitos Imam Lapeo yang dapat berjalan di atas air . , dan shalat di dua tempat, namun sebagian dari mereka mempertanyakan sumbangan keislaman Imam Lapeo dalam konteks pemikiran semisal apakah beliau pernah menulis buku. Imam Lapeo tidak mempunyai hasil karya berupa buku atau tulisan yang sudah diterbitkan, seperti ulama-ulama besar lainnya. Namun beliau memiliki banyak peninggalan berupa catatan pribadi semacam jurnal pribadi atau buku diari . ontara bilangA. Jurnal merupakan buku berupa catatan harian. Jurnal Imam Lapeo ini disebut juga lontara bilangAo karena huruf lontar yang digunakan. Jurnal Imam Lapeo berupa lontar yang ditulis dalam bahasa Arab Serang yang memiliki arti dalam bahasa Mandar dan lontar Bugis . ahasa milik bersama dan domina. , buku jurnal beliau ini akan diteliti isi tulisannya lebih lanjut. Menurut kerabat Imam Lapeo jurnal beliau berisi catatan-catatan perjalanan hidup Imam Lapeo selama beliau menjadi Imam di Lapeo dan kadhi di Tappalang. Mamuju sekaligus tulisan tentang ilmu-ilmu agama dan cara beliau menyelesaikan masalah-masalah keagamaan di Mandar khususnya. Sulawesi umumnya. Sehingga disini memang diperlukan penelitian bentuk filologi. Filologi adalah ilmu tentang bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis (Kamus Besar Bahasa Indonesia. KBBI). Filologi merupakan ilmu yang mempelajari naskah Ae naskah manuskrip, biasanya dari zaman kuno. Tujuan filologi dibagi dua yaitu. tujuan khusus dan tujuan umum. Tujuan umum meliputi: 1. Mengungkapkan produk masa lampau melalui peninggalan tulisan. Mengungkapkan fungsi peninggalan tulisan pada masyarakat penerimanya, baik pada masa lampau maupun masa kini. Mengungkapkan nilai-nilai budaya masa lampau. Sedangkan tujuan khususnya mencakup: 1. Mengungkapkan bentuk mula teksyang tersimpan dalam Dosen Agama LAN Makassar. Sulawesi Selatan Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 peninggalan tulisan masa lampau 2. Mengungkapkan sejarah perkembangan teks 3. Mengungkapkan sambutan masyarakat terhadap suatu teks sepanjang penerimaannya 4. Menyajikan teks dalam bentuk yang terbaca oleh masyarakat zaman sekarang dalam bentuk tulisan (Tjandrasasmita, 2. Sehingga, setelah naskah kuno atau jurnal Imam Lapeo ini dibaca dan dianalisis akan dijadikan sebagai bahan ajar. Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik daam rangka mencapai kompetensi dan subkompetensi dengan segala kompleksitasnya. Bahan ajar dari jurnal ini akan dijadikan buku, buku ajar, buku teks karena merupakan materi dari pendidikan agama, wawasan sosial budaya, antropologi, akidah akhlak, etikamoral dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kisah perjalanan Imam Lapeo selama menjadi imam yang mempunyai banyak doa-doa dan kadhi . akim agam. yang membahas dalil-dalil dan kearifan lokal budaya Mandar dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat selain itu terdapat ilmu sosial yang diaplikasikan dalam berhubungan dengan orang banyak dalam strata sosial yang berbeda-beda juga karakter Imam Lapeo yang bisa diterapkan dalam materi akidah akhlak dan etika moral. II. REVIEW LITERATURE Beberapa tulisan telah membahas tentang ketokohan Imam Lapeo di Mandar. Sulawesi Barat, rujukan penelitian yang paling penting adalah Jejak wali nusantara kisah kewalian Imam Lapeo di masyarakat Mandar yang diterbitkan oleh Pustaka Ilmu Yogyakarta. Buku ini membahas tentang biografi kewalian Imam Lapeo dan pribumisasi Islam di Mandar namun belum menyentuh sisi lain dari Imam Lapeo yang mempunyai kitab dalam bentuk tulisan lontar dan arab serang. Hasil penelitian tentang bahan ajar yang telah digunakan dalam dunia akademisi dan pendidikan. RASIONAL Adapun yang menjadi pertanyaan penelitian ini adalah: Apakah isi dari jurnal Imam Lapeo sehingga bisa dijadikan sebagai bahan ajar? Bagaimana isi dari jurnal Imam Lapeo itu berpengaruh pada kehidupan beragama di Mandar khususnya, di Sulawesi umumnya pada masa dulu, sekarang dan nanti? IV. METODE DAN DESAIN Penelitian ini merupakan filologi, peneliti akan menggali naskah kuno Imam Lapeo dalam bentuk tulisan lontar dan arab serang. Kerja lapangan (Fieldwor. bertujuan menggali sebanyak mungkin informasi di lapangan yang bisa dihubungkan dengan isi buku diari Imam Lapeo yaitu dengan wawancara, diskusi, observasi juga dokumentasi. Sehingga analisis data penelitian ini adalah transfer tulisan Imam Lapeo kedalam bahasa Indonesia atau Inggris kemudian dijadikan sebagai buku, buku ajar, dan buku teks. SIGNIFIKANSI DAN KESIMPULAN Hasil penelitian naskah kuno Imam Lapeo sangat penting digunakan untuk kajian islam, sejarah, sosial-budaya, dan antropologi. Selain itu, penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan ajar di kampus untuk pengembangan karakter bangsa. Maka dari itu diperlukan kerjasama dan dorongan semua pihak baik pelibatan mahasiswa pemerintah dan masyarakat dalam membantu penelitian ini sehingga dapat memberikan kontribusi pada teori dan praktis masalah filologi nusantara kemudian dijadikan sebagai bahan ajar yang dapat digunakan dalam dunia akademisi dan pendidikan. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 DAFTAR PUSTAKA