SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK PADA KPRI PENGAYOMAN 1 LAPAS DOMPU Mulyati Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis Dompu Email: yhatisweet19@gmail. Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan studi pada KPRI PENGAYOMAN 1 Lapas Dompu dengan Judul analisis implementasi standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik pada KPRI PENGAYOMAN 1 Lapas Dompu. Dengan tujuan untuk mengetahui implementasi standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas pada koperasi. Metode penelitian ini menggunakan data primer yang di peroleh secara langsung dari hasil wawancara dengan. Data di kumpulkan menggunakan tehnik observasi dan tehnik dokumentasi. Setelah data di kumpulkan maka di lakukan analisis dengan menggambarkan keadaan yang sebenarnya, setelah itu menguraikan dengan singkat dan menyimpulkannya. Dari hasil yang telah di lakukan menunjukan bahwa KPRI PENGAYOMAN 1 Lapas Dompu tidak mencantumkan saldo bank dalam laporan neraca dan Penggunaan istilah pos Ae pos laporan keuangan belum sesuai dengan SAK ETAP serta KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au Lapas Dompu hanya mencatat laporan neraca, catatan atas laporan keuangan dan laporan laba rugi. Mereka tidak mencantumkan laporan perubahan ekuitas dan arus kas. Kata Kunci : implementasi laporan keuangan, akuntansi, koperasi. Abstract This research is a descriptive qualitative study with a study on KPRI PAYOMAN 1 Lapompu Dompu with the title analysis of the implementation of financial accounting standards for entities without public accountability on KPRI PAYOMAN 1 Lapompu Dompu. With the aim to find out the implementation of entity's financial accounting standards without accountability to cooperatives. This research method uses primary data obtained directly from the results of interviews with. Data collected using observation techniques and documentation techniques. After the data is collected, an analysis is carried out by describing the actual situation, after which it briefly describes and concludes The results show that KPRI PENGAYOMAN 1 Lapompu Dompu does not include bank balances in the balance sheet and the use of the term financial statement items is not in accordance with SAK ETAP and KPRI "PENGAYOMAN 1" Lapompu Dompu only records balance sheets, notes to financial statements and income statement. They do not include statements of changes in equity and cash flow. Keywords: implementation of financial statements, accounting, cooperatives. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 PENDAHULUAN Perekonomian Indonesia telah ditopang dengan adanya eksistensi koperasi. Tidak satu lembaga sejenis lainnya yang mampu menyamai koperasi, tetapi diharapkan menjadi penyeimbang terhadap pilar ekonomi lainnya. Lembaga koperasi oleh banyak kalangan, diyakini sangat sesuai dengan budaya dan tata kehidupan bangsa Indonesia. Di dalamnya terkandung muatan menolong diri sendiri, kerjasama untuk kepentingan bersama ( gotong royong ), dan beberapa esensi moral lainnya. Dengan adanya koperasi diharapkan dapat menopang perekonomian Indonesia baik saat perekonomian menurun dan perekonomian Dalam koperasi juga terdapat pos-pos keuangan yang nantinya digunakan dalam penyusunan pelaporan keuangannya pada rapat anggota tahunan. Seperti lembaga keuangan lainnya, koperasi juga mempunyai standar atau aturan-aturan dalam penyusunan laporan keuangannya. Dalam penyusunan laporannya, koperasi pun tidak lepas dari kaidah akuntansi yang berlaku di Indonesia. Dahulu peraturan dalam penyusunan pelaporan terkandung dalam prinsip akuntansi indonesia yang mana mengadopsi united states general accepted accounting principal ( US GAAP ). Lalu berganti nama menjadi pernyataan satuan akuntansi keuangan, dimana peraturan atau standar mengenai koperasi terkandung dalam PSAK no 27 yang akhirnya dicabut pada 23 oktober 2010, yang diakibatkan dengan diadopsinya Internasional Financial Reporting Standards ( IFRS ) sebagai standar pelaporan keuangan Setelah berlakunya IFRS, peraturan penyusunan laporan keuangan terbagi menjadi 43 standar akuntansi keuangan, 8 standar akuntansi syariah, 11 interpretasi satuan akuntansi keuangan, 4 technical bulletins, dan standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik /UKM ( SAK ETAP ), dimana peraturan tentang koperasi diatur dalam SAK ETAP. Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik ( SAK ETAP ) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI ) dimaksudkan untuk dipergunakan oleh perusahaan atau entitas tanpa akuntabilitas publik. Menurut SAK ETAP bab 1 paragraf 1. Entitas tanpa akuntabilitas publik adalah entitas yang: . tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan. menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum ( general purpose financial statement ) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit. Dalam SAK ETAP sendiri diotorisasi penggunaannya oleh Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UMKM Republik Indonesia no: 04/Per/M. UMKM/VII/2012 tentang Pedoman Akuntansi Koperasi. Namun sangat disayangkan, perkembangan koperasi yang diharapkan dapat menjadi tonggak utama perekonomian Indonesia mengalami berbagai hambatan misalnya kekurangan dana. Selain itu, kurangnya kemampuan pelaku koperasi dalam bidang pengelolaan usaha juga termasuk kendala yang dihadapi koperasi, antara lain rendahnya pendidikan dan kurangnya pengalaman pelaku tersebut dalam bidang akuntansi ( Benyamin dalam Putra dan Kurniawati, 2012 ). Selain itu kurangnya sumber daya manusia yang menguasai standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik ( SAK ETAP ) dan kurangnya sosialisasi dan penyuluhan tentang standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik ( SAK ETAP ) kepada pengurus koperasi menjadi faktor penyebab koperasi tidak menyajikan laporan keuangan sesuai standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik ( SAK ETAP ) ( Andreas, 2014 ) Dengan adanya perubahan dalam hal peraturan dalam menyusun laporan keuangan di tingkat negara, maka penyusunan laporan keuangan pada koperasi tersebut diharapkan telah menyesuaikan dengan peraturan yang ada sehingga dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan di antara koperasi terutama daya bandingnya. Berdasarkan observasi yang berkaitan dengan implementasi standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik ( SAK ETAP ) pada salah satu koperasi KPRI Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 yang ada di kecamatan woja kabupaten dompu, koperasi tersebut adalah koperasi Pengayoman 1 Lapas Dompu, dikarenakan laporan keuangan yang dilaporkan belum sesuai dengan standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK ETAP). Salah satu faktor penyebab yaitu kurangnya pengetahuan dan sosialisai dari dinas koperasi tentang cara pengungkapan atau penulisan laporan keuangan yang tidak sesuai dengan standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK ETAP), oleh karena itu informasi yang mereka dapat perihal laporan keuangan sangat kurang sehingga mereka melakukan pencatatan laporan keuangan menyesuaikan laporan keuangan kantor yang mereka miliki. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, penulis tertarik untuk membuat penelitian mengenai bagaimana implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik ( SAK ETAP ) pada laporan keuangan koperasi. Penelitian ini mengambil studi kasus pada koperasi yang beroperasi di kecamatan Woja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik ( SAK ETAP ) pada Pelaporan Keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu. Akuntansi Keuangan di Indonesia disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang berada di bawah naungan Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI ). ( Harahap, 2008 ) Standar Akuntansi Keuangan merupakan pedoman bagi siapa saja dalam menyusun laporan keuangan yang akan diterima oleh umum. Secara garis besar ada tiga hal pokok yang diatur dalam SAK ETAP yaitu: Pengakuan Pengakuan unsur laporan keuangan merupakan proses pembentukan suatu pos dalam neraca atau laporan laba rugi yang memenuhi definisi suatu unsur dan memenuhi kreteria sebagai berikut : ( IAI,2011. Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang terkait dengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam entitas . Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat di ukur dengan handal. Pengukuran Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang yang di gunakan entitas untuk mengukur aset, kewajiban, penghasilan dan beban dalam laporan keuangan. Proses ini termasuk pemilihan dasar pengukuran tertentu. Dasar pengukuran yang umum adalah biaya historis dan nilai wajar ( IAI,2011. Penyajian Laporan keuangan menyajikan dengan wajar posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas suatu entitas. Penyajian wajar mensaratkan penyajian jujur atas pengaruh transaksi, peristiwa dan kondisi lain yang sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, kewajiban, penghasilan dan beban ( IAI,2011. 14 ). Ikatan akuntan Indonesia ( 2015:3 ) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah memberi informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Menurut SAK ETAP ( 2009 ) Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntanbilitas Publik ( SAK ETAP ) dimaksudkan untuk digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik. Entitas yang memiliki akuntabilitas publik siginifikan dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam SAK ETAP . , laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan, dan laporan keuangan yang lengkap meliputi : neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Koperasi berasal dari kata cooperative, secara sederhana berawal dari kata AycoAy yang berarti bersama dan AyoperationAy artinya bekerja. Jadi pengertian koperasi adalah kerja sama. Sedangkan pengertian umum koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang berasaskan kekeluargaan dengan maksud mensejahterakan anggota. ( web wikipedia ). Menurut UU No 17 Tahun 2012 pasal 1 tentang perkoperasian, koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasiStandar akuntansi Keuangan koperasi sebelum ditetapkannya SAK ETAP. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang akan di lakukan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dengan mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan suatu objek yang akan diteliti. Peneliti akan menggambarkan secara runtut mengenai fakta dan karakteristik objek yang akan di teliti secara tepat. Menurut Nasir ( 2011 ), penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam penelitian status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif adalah untuk memberikan informasi yang tiadak ada unsur manipulasi dari peristiwa atau fenomena yang terjadi di lapangan saat ini. Berdasarkan pendekatan ini, peneliti akan mengumpulkan, mempersiapkan, serta menganalisis data wawancara maupun dokumentasi berupa laporan keuangan koperasi tersebut sehingga nantinya akan memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimna laporan keuangan koperasi KPRI Pengayoman 1 Lapas dan kesesuaiannya dengan SAK ETAP. Sumber Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan Data primer dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Data primer dalam penelitian ini di peroleh langsung dari wawancara dengan pihak koperasi KPRI Penganyoman 1 Lapas Kabupaten Dompu. Data sekunder berasal dari data yang di peroleh di koperasi KPRI Penganyoman 1 Lapas Kabupaten Dompu dalam bentuk laporan keuangan Rapat Akhir Tahun (RAT) 2018. Dalam tehnik pengumpulan data langkah awal yang harus dilakukan adalah melihat atau mencari tau fenomena apa yang ingin teliti dengan melakukan observasi awal ataupun mengamati suatu fenomena pada objek tersebut selanjutnya dilakukan dokumentasi ini merupakan pengumpulan data oleh peneliti dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen dari sumber terpercaya sehubungan dengan masalah yang diteliti. Analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu penelitian kerena pada bagian ini merupakan jawaban dari permasalahan atau kasus yang di jelaskan sesuai dengan tujuan penelitian. Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, di cari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas dan mempermudah untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila di perlukan. Setelah data di reduksi, maka langkah berikutnya adalah mendisplaykan data. Display data dalam bisa di lakukan dalam bentuk : uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sebagainya. Yang paling sering di gunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif dengan teks yang bersifat naratif, display data dapat juga berupa grafik, matriks, networt . ejaring kerj. Peneliti disini akan menampilkan data berupa laporan keuangan dari koperasi KPRI Pengayoman 1 Lapas dan wawancara dari Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Langkah ketiga adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang di kemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak di temukan bukti Ae bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun bila kesimpulan memang telah di dukung oleh bukti Ae bukti yan valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang di kemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel ( dapat di percay. Kesimpulan mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang di rumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena masalah dan rumusan malasah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penjelasan hasil penelitian Atas Pos Ae Pos Laporan Realisasi Anggaran: Eo Aktiva Lancar Saldo Kas Merupakan saldo kas koperasi Pengayoman 1 Per 31 Desember 2018 Sebesar : Rp. Saldo Bank Merupakan uang simpanan Koperasi pada Bank BRI Unit Woja untuk di persiapkan pembayaran tunjangan hari raya ( THR ) anggota koperasi Sebesar : Rp. Piutang Jangka Panjang Tabel 4. 2 Rincian Piutang Jangka Panjang Per 31 des 2018 Per 31 des 2017 Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Pada tabel 4. 2 Merupakan piutang jangka panjang yang di pinjamkan kepada anggota koperasi pengayoman 1 per 31 Desember 2018 Sebersar 410, terdapat kenaikan piutang jangka panjang sebesar 304. atau 30,98% dari tahun 2017. Piutang Jangka Pendek Tabel 4. 3 Rincian Piutang Jangka Pendek Per 31 des 2018 Per 31 des 2017 -2,23 Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Tabel 4. 3 Merupakan piutang jangka pendek yang di pinjamkan kepada anggota koperasi pengayoman 1 per 31 Desember 2018 Sebesar : Rp. 367, terdapat penurunan piutang jangka pendek sebesar Rp. atau 2,23%di tahun 2018. Penyisihan Dana yang di siapkan untuk keperluan lain Ae lain sebesar 1% dari SHU Sebesar : Rp. 723 yang di mana hasil tersebut di tambah dari penyisihan tahun sebelumnya. Pendapatan Laba Penjualan Barang Pada Lapak Koperasi Dan Pendaptan Lain Ae Lain Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tabel 4. 4 Pendapatan Penjualan Barang dengan rincian : Bulan Pendapatan Penda Beban Jumlah lain Ae Agustus Beban/penge Luaran terdiri dari September setor PNBP, gaji ibu Oktober DW dan kas DW dan November Upah tamping Desember Januari Febuari Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu, keterangan DW (Darma Wanita ) Tabel 4. 4 Merupakan keuntungan koperasi yang di dapat dari laba penjualan barang pada waserda Lapak/Kios kopersi pendapatan Waserda dan pendapatan Lain Ae lain akan di bagikan kepada seluruh anggota koperasi sebagai tunjangan Hari raya ( THR ) Sebesar : Rp. 000 yang di mana hasi tersebut sudah di kurangi dengan beban Ae beban sebesar Rp. dan laporan pendapatan penjualan barang ini merupahan hasil penjualan di tahun 2019. Eo Aktiva Tetap Peralatan kantor Tabel 4. 5 Rincian Peralatan Kantor Per 31 des 2018 Per 31 des 2017 17,20 0,00 18,18 Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Tabel 4. 5 Merupakan nilai barang inventaris koperasi pengayoman 1 lembaga pemasyarakat dompu berupa kulkas, meja, kalkulator, penambahan pembelian kipas angin pada kios koperasi dengan nilai akumulasi penyusutan sebesar Rp. 000 Jadi peralatan Kantor di tahun 2018 sebesar : Rp. terdapat penambahan peralatan kantor sebesar Rp 500. 000 atau 18,18% dari Investasi jangka panjang Tabel 4. 6 Rincian investasi jangka panjang Per 31 des 2018 Per 31 des 2017 0,00 Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Tabel 4. 6 merupakan Simpanan koperasi pengayoman 1 lapas dompu pada KPPN Dompu sampai dengan akhir tahun 2018 Sebesar : Rp. 850 tidak ada penambahan dan pengurangan di dalam investasi nya di karenakan tidak adanya investasi di tahun 2018. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Eo Kewajiban Dana Ae dana Tabel 4. 7 Rincian Dana Ae Dana Dana Ae dana Tahun 2018 Tahun 2017 Dana pengurus Dana kesejahteraan Dana pendidikan Dana PDK Dana sosial Jumlah Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Ket. Pengurangan dana sosial berupa pemberian bantuan kepada anggota yang sakit dan meninggal Tabel 4. 7 Merupakan dana Ae dana yang di persiapkan oleh koperasi yang dapat di gunakan sewaktu waktu yang akan bertambah sebesar 20% dari SHU sebesar : RP. 569 yang di mana terdapat pengurangan sebesar Rp. 000 di karenakan pemberian bantuan kepada anggota yang sakit dan meninggal dunia. Eo Kewajiban Jangka Panjang Simpanan wajib khusus Tabel 4. 8 Rincian simpanan wajib khusus Per 31 des 2018 Per 31 des 2017 /20. Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Tabel 4. 8 merupakan Simpanan wajib khusus anggota koperasi pengayoman 1 lapas Dompu yang akan bertambah dari SHU yang tidak di bagikan dengan keadaan per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 400 yang dimana terdapat pengurangan sebesar Rp. 400 dari penarikan dana oleh anggota yang di mutasi dan pensiun. Tabungan Koperasi Tabel 4. 9 Rincian Tabungan Koperasi Per 31 des 2018 Per 31 des 2017 /38. 39,94 Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Tabel 4. 9 merupakan Tabungan koperasi sebesar Rp. 000 dari bulan januari sampai April 2018 dan Rp. 000 dari bulan Mei sampai desember 2018 untuk masing Ae masing anggota yang di potong langsung dari tunker masing Ae masing anggota koperasi melalui potongan lain Ae lain pada BRI Cabang Dompu yang di mana tabungan koperasi mengalami kenaikan sebesar Rp. atau 39,94% dari tahun 2017. Eo Modal Sendiri Simpanan pokok Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tabel 4. 10 Rincian Simpanan Pokok Per 31 Des 2018 Per 31 des 2017 27,27 Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Tabel 4. 10 Merupakan simpanan Anggota koperasi pada awal masuk menjadi anggota koperasi pengayoman 1 sebesar Rp. 000 dan simpanan pokok koperasi di tahun 2017 sebesar Rp. 000, terdapat penambhan simpanan pokok di tahun 2018 sebasar Rp. 000 atau 27. Simpanan wajib Tabel 4. 11 Rincian simpanan wajib Per 31 des 2018 Per 31 des 2017 15,20 Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Tabel 4. 11 Merupakan simpanan wajib anggota koperasi sebesar Rp. 000 dari bulan januari sampai april 2018 dan Rp. 000 dari bulan mei sampai desember 2018 untuk masing Ae masing anggota yang di potong langsung dari tunker masing Ae masing anggota koperasi melalui potongan lain Ae lain pada BRI Cabang Dompu yang di mana simpanan wajib anggota mengalami penambahan sebesar Rp. 000 atau 15,20% dari tahun 2017. Cadangan Tabel 4. 12 Rincian dana cadangan Per 31 des 2018 Per 31 des 2017 Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Tabel 4. 12 merupakan Dana cadangan kekayaan koperasi pengayoman 1 lapas dompu dengan nilai pertambahan sebesar 40% atau Rp. 533 dari SHU yang di mana terdapat penambahan sebesar Rp. 189 dari tahun Sisa hasil usaha Tabel 4. 13 Rincian SHU i Uraian LABA KOTOR Laba pinjaman jangka panjang Laba pinjaman jangka pendek Laba penjualan barang di lapak koperasi Laba dari kopensasi/ potongan bunga Pendapatan penjualan atribut Pendapatan lain Ae lain Jumlah BEBAN Ae BEBAN Pengeluaran tahun 2018 Jumlah SISA HASIL USAHA Sisa hasil usaha (SHU) tahun 2018 Jumlah Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Tabel 4. 13 Merupakan sisa hasil usaha koperasi pengayoman yang di mana laba kotor di kurangi pengeluaran 40% SHU di bagikan ke anggota koperasi atau 750 X 40/100 = Rp. 700 jumlah ini merupakan SHU dari koperasi pengayoman 1 Lapas. Eo Laba Kotor Pinjaman Dan Penjualan Laba pinjaman jangka panjang Laba yang di peroleh melalui pemberian pinjaman jangka panjang kepada anggota koperasi mulai bulan januari sampai desember 2018 dengan jumlah rata Ae rata Rp. 292 setiap bulan atau Rp. 292 X 12 = Rp. Laba pinjaman jangka pendek Laba yang diperoleh melalui pemberian pinjaman jangka pendek kepada anggota koperasi dari bulan januari sampai desember 2018 dengan jumlah rata Ae rata Rp. 269 atau Rp. 051 X 12 = Rp. Laba penjualan barang melalui lapak koperasi dan pendapatan lain Ae lain Tabel 4. 14 Pendapatan Penjualan Koperasi: Rincian Bulan Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Febuari Maret April Mei Jumlah Laba kotor Beban Jumlah Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Beban atau pengeluaran meliputi gaji penunggu/penanggung jawab lapak . nggota Dharma Wanit. , kas dharma wanita dan penyetoran pendapatan negara bukan pajak (PNBP) ke kas Negara, pendapatan tabel di atas adalah hasil rata Ae rata dan pendapatan pada kios koperai di bagian sepenuhnya sebagai THR anggota koperasi. Tabel 4. 14 Merupakan laba penjualan barang melalui lapak koperasi yang di kelola dan dilaksanakan oleh Dharma wanita persatuan lapas dompu dan pendapatan lain Ae lain sebesar 360. 000 yang di mana sudah di kurangi oleh beban Ae beban operasional seperti gaji penunggu/penanggung jawab lapak . nggota Dharma Wanit. , kas dharma wanita dan penyetoran pendapatan negara bukan pajak (PNBP) ke kas Negara, selama penjualan. Laba potongan bunga sebulan/kopensasi Laba yang di peroleh melalui anggota yang mengajukan/kopensasi pinjaman jangka panjang/pendek di kenakan 1 bulan sebesar Rp. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Eo Beban Ae Beban Tabel 4. 15 Beban Ae Beban : Rincian sbb : Beban operasional dan transportasi THR Lebaran tahun 2018 Biaya Rat Nasi dan rokok Pembukuan/neraca Pengetikan neraca/ penjilitan Spanduk Insentif Pembinaan Pengurus . Ketua Rp. 000 X 12 Sekertaris Rp. 000 X 12 Bendahara Rp. 000 X12 Badan Pengawas . Ketua Rp. 000 X 12 Anggota Rp. 000 X 2 X 12 Alat Ae alat tulis / foto copy Cendera mata anggota yang pindah Pembuatan lapak/ kios koperasi Jumlah Sumber : Data laporan keuangan KPRI Pengayoman 1 Lapas Dompu Tabel 4. 15 merupakan Pengeluaran koperasi melalui operasional dan umum dalam tahun 2018 sebesar Rp. Pembahasan secara ringkas hasil analisi penulis dapat di sampaikan sebagai Tabel 4. 16 Laporan Laba/ Rugi Koperasi Pengayoman 1 Lapas Per 31 desember 2018 Pendapatan Laba pinjaman jangka panjang Laba pinjaman jangka pendek Laba penjualan Laba kopensasi/ pot. Bunga Jumlah Beban Ae Beban By kas darma wanita By gaji penjaga kantin By PNBP By tamping By operasional By THR By Rat Nasi dan rokok Pembukuan / neraca Pengetikan neraca Spanduk Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 By insentif Pembinaan by gaji ketua pengurus by gaji sekertaris by gaji bendahara by gaji ketua pengawas by gaji anggota By alat tulis / foto copy By cendera mata anggota yang pindah By pembuatan lapak koperasi Jumlah Laba/ SHU ( 459. Sumber : Data diolah Pendapatan Pendapatan KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au pada tahun 2018 adalah sebesar Rp. 750 berasal dari berbagai sumber yaitu dari laba pinjaman jangka panjang sebesar Rp. 500, laba pinjaman jangka pendek sebesar Rp. 225, laba penjualan sebesar Rp. 000 dan laba kopensasi / potongan bunga sebesar Rp. Pendapatan ekuitas menurut SAK ETAP Bab 20 muncul sebagai akibat dari transakasi atau kejadian berikut : Penjualan barang ( baik diproduksi oleh entitas untuk tujuan produksi atau dibeli untuk di jual kembali ). Pemberian jasa Kontrak instruksi Penggunaan aset entitasi oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti atau Menurut SAK ETAP suatu entitas harus mengukur pendapatan berdasarkan nilai wajar atas pembayaran yang di terima atau masih harus di terima. Nilai wajar tersebut tidak termasuk dikon penjualan dan potongan volume. Entitas juga harus memasukan dalam pendapatan manfaat ekonomi yang di terima atau masih harus diterima secara bruto. Beban Beban pada perhitungan sisa hasil usaha ( SHU ) pada KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au adalah sebesar Rp. 000 jumlah tersebut terdiri dari berbagai beban operasional sebesar Rp. 000 dan beban administrasi sebesar Rp. Dalam SAK ETAP Bab 2 menyebutkan bahwa pengakuan beban merupakan akibat langsung dari pengakuan aset dan kewajiban. Beban dapat diakui dalam laporan laba rugi jika penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau peningkatan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur secara Namun dalam KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au mereka memisahkan beban Sehingga dapat di hitung bahwa beban usahanya sebesar 56. 000 yang terdiri dari Kas darma wanita ( DW ). Beban gaji penjaga kantin, beban pendapatan negara bukan pajak ( PNBP ) dan beban Tamping ( nara pidana yang membantu mencuci piring ). Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tabel 4. 17 Laporan Perubahan Ekuitas Koperasi Pengayoman 1 Lapas Per 31 Desember Ekuitas tahun 2017 Simpanan pokok Simpanan wajib Cadangan Jumlah Pendapatan per 31 des 2018 SHU yang di bagikan per 31 Des 2017 ( 245. Peningkatan Ekuitas / SHU yang belum di bagi Ekuitas /SHU koperasi per 31 des 2018 Sumber : Data Diolah Ekuitas SAK ETAP Bab 19 tentang ekuitas menyatakan bahwa ekuitas sebagai bagian hak milik dalam entitas harus di laporkan sedemikian rupa sehingga memberikan informasi mengenai sumbernya secara jelas dan di sajikan sesuai dengan peraturan peundangan dan akta pendirian yang berlaku. Ekuitas yang di miliki KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au pada tahun 2018 adalah sebesar Rp. 322, terdiri dari simpanan anggota yaitu simpanan pokok, simpanan wajib, cadangan dan sisa hasil usaha ( SHU ). Hal ini sesuai dengan isi SAK ETAP Bab 19 bahwa modal pokok koperasi adalah simpanan pokok anggota, mirip saham atas nama, tak dapat di pindahtangankan dan dapat diambil kembali bila anggota keluar dari keanggotaan Ekuitas koperasi atau kekayaan bersih koperasi adalah simpanan pokok, simpanan lain, pinjaman Ae pinjaman, penyisihan hasil usaha termasuk cadangan. Dalam laporan keuangan KPRI PENGAYOMAN 1 Lapas mereka tidak menyajikan laporan perubahan Ekuitas sedangkan Laporan ini untuk memperjelas keberadaan keuangan koperasi. Tabel 4. 18 NERACA Koperasi Pengayoman 1 Lapas Per 31 Des 2018 ASET Aset lancar Saldo bank Piutang jangka panjang Piutang jangka pendek Jumlah Aset Tetap Peralatan Akm. Penyu. Peralatan Jumlah Investasi Investasi jangka panjang ( 150. KEWAJIBAN Kewajiban jangka pendek Tabungan Dana Ae Dana Simpanan Suka Rela Jumlah Kewajiban jangka panjang Simpanan wajib khusus Ekuitas Simpanan Pokok Simpanan Wajib Cadangan SHU Jumlah Jumlah Aktiva 627 Jumlah Pasiva Sumber : Data diolah Aset Total aset yang di miliki KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au pada tahun 2018 tabel 18 adalah sebesar Rp. 627 jumlah terdiri dari aktiva lancar, aktiva tetap, dan investasi jangka panjang. Dalam SAK ETAP Bab 2 aset dapat diakui jika kemungkinan Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 225-238 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 manfaat ekonominya di masa depan akan mengalir ke entitas dan aset tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat di ukur dengan andal. Aset tidak diakui dalam neraca jika pengeluaran telah terjadi dan maanfaat ekonominya dipandang tidak mungkin mengalir ke dalam entitas setelah periode pelaporan berjalan. Dengan demikian transaksi tersebut dapat diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi. Dalam penulisan laporan SAK ETAP akun harta adalah Aset sedangkan dalam penulisan laporan keuangan KPRI PENGAYOMAN 1 Lapas Dompu menulis Aktiva. Aset Tetap Dalam neraca komperatif KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au di ketahui bahwa aset tetap yang di miliki oleh KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au pada tahun 2018 adalah sebesar Rp. 000 yang terdiri dari peralatan yaitu non bangunan. Bab 15 SAK ETAP tentang aset tetap menyebutkan bahwa suatu entitas harus menerapkan kriteria dalam menentukan pengakuan aset tetap sebagai aset tetap. Dalam penulisan laporan SAK ETAP akun harta adalah Aset tetap sedangkan dalam penulisan laporan keuangan KPRI PENGAYOMAN 1 Lapas Dompu menulis Aktiva Tetap. Kewajiban Kewajiban KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au dalam laporan neraca komparatif pada tahun 2018 adalah sebesar Rp. Yaitu terdiri dari hutang lancar sebesar Rp. 243 dan hutang jangka panjang sebasar Rp. Dalam SAK ETAP Bab 2 bahwa kewajiban dapat diakui dalam negara jika kemungkinan pengeluaran sumber daya mengandung manfaat ekonomi akan di lakukan untuk menyelesaikan kewajiban masa kini dan jumlah yang harus di selesaikan dapat di ukur dengan andal. SIMPULAN Berdasarkan pembahasan mengenai analisis implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Pabrik ( SAK ETAP ) dalam penyajian laporan keuangan KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au Lapas Dompu maka dapat disimpulkan : Bahwa KPRI Pengayoman 1 Lapas mempunyai saldo bank namun mereka tidak mencatatnya dalam laporan neraca sedangkan saldo bank di tempatkan menurut SAK ETAP dalam aset lancar. KPRI PENGAYOMAN 1 LAPAS memisahkan pencatatan beban Ae beban operasional nya sedangkan dalam laporan menurut SAK ETAP semua beban yang di gunakan dalam operasional perusahaan di catat dalam laporan Laba/Rugi. Penggunaan istilah pos Ae pos laporan keuangan belum sesuai dengan SAK ETAP. Dalam neraca KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au Lapas Dompu di gunakan istilah aktiva dan modal sedangkan dalam SAK ETAP menggunakan istilah Aset dan Ekuitas. Dan KPRI Au PENGAYOMAN 1 Au Lapas Dompu hanya mencatat laporan neraca, catatan atas laporan keuangan dan laporan laba rugi. Mereka tidak mencantumkan laporan perubahan ekuitas dan arus kas yang mana laporan ini tidak lain untuk memperjelas keberadaan keuangan KPRI PENGAYOMA 1 Lapas. DAFTAR PUSTAKA