SEGARA WIDYA Jurnal Penelitian Seni Volume 10 No. Maret 2022 P57-64 E-ISSN 2798-8678 Pembelajaran Ilustrasi Fashion Digital Berbasis Kearifan Lokal Di Program Studi Desain Mode Institut Seni Indonesia Denpasar Ni Kadek Yuni Diantari Program Studi Desain Mode. Institut Seni Indonesia Denpasar diantariyuni@isi-dps. Perkembangan era industri 4. 0 menuntut berbagai program studi salah satunya Program Studi Desain Mode. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Seni Indonesia Denpasar untuk mampu berdaptasi dengan teknologi dan digitalisasi dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dengan pemanfatan teknologi dan digitalisasi dapat diterapkan melalui pembelajaran ilustrasi fashion digital, mengingat sebelumnya pembelajaran ilustrasi fashion dilaksanakan dengan teknik manual sehingga kurang efisien waktu. Pembelajaran ilustrasi fashion digital agar memiliki singularitas makan diterapkan kearifan lokal Indonesia yang diharapkan membantu mahasiswa desain mode untuk menjadi lulusan bermutu dan berdaya bersaing lokal serta global. Pelaksanakan kegiatan pembelajaran ini memerlukan observasi dan wawancara terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan, dengan mengamati situasi dan kondisi di lapangan agar dapat menyiapkan hal-hal yang diperlukan pembelajaran ilustrasi fashion digital berbasis kearifan lokal. Pembelajaran ilustrasi fashion digital yang dilakukan melalui workshop dan education sharing dengan 5 tahapan, tahapan pertama menyiapkan sarana, perijinan serta melakukan publikasi kegiatan, tahapan kedua menyusun materi workshop dan education sharing, tahapan ketiga pelaksanaan workshop dan education sharing, tahapan keempat memberikan latihan pembuatan sketsa desain digital kepada peserta berupa illustrasi dengan tema berbasis budaya Indonesia AuDiversity of IndonesiaAy, dan tahapan kelima evaluasi kegiatan . eed bac. , setelah kegiatan workshop dan education sharing berakhir peserta diarahkankan untuk mengisi google form sebagai bahan evaluasi kegiatan. Kata kunci : ilustrasi, fashion, kearifan lokal, era industri 4. The development of the industrial era 4. 0 requires various study programs, one of which is the Fashion Design Study Program. Faculty of Fine Arts and Design, the Indonesian Institute of the Arts Denpasar to be able to adapt to technology and digitization in the learning process. Learning with technology and digitization can be applied through learning digital fashion illustrations, considering that previously learning fashion illustration was carried out using manual techniques so that it was less time efficient. Learning digital fashion illustration in order to have a dining singularity is applied to Indonesian local wisdom which is expected to help fashion design students to become graduates with quality and competitiveness locally and globally. Carrying out these learning activities requires observation and interviews before going into the field, by observing the situation and conditions in the field in order to prepare the things needed for learning digital fashion illustration based on local wisdom. Digital fashion illustration learning is carried out through workshops and education sharing with 5 stages, the first stage is preparing facilities, licensing and carrying out publication of activities, the second stage compiling workshop materials and education sharing, the third stage of workshop implementation and education sharing, the fourth stage providing training on making digital design sketches to participants in the form of illustrations with the theme based on Indonesian culture "Diversity of Indonesia", and the fifth stage of activity evaluation . eed bac. , after the workshop and education sharing activities ended, participants were directed to fill in the google form as material for the evaluation of the activity. Keywords: illustration, fashion, local wisdom, industrial era 4. Ni Kadek Yuni Diantari (PembelajaranA) Volume 10 No. Maret 2022 PENDAHULUAN Program Studi Desain Mode merupakan program studi yang menggunakan pendekatan eksperimental dan kreatif dengan menyatukan ide-ide serta pengembangan konseptual dalam proses pembelajaran merancang produk fashion. Saat ini Program Studi Desain Mode memiliki tantangan untuk bergerak selaras dengan era industri 4. Industri 4. 0 ditandai dengan perubahan yang sangat besar dalam berbagai faktor, termasuk perubahan dalam sistem produksi meliputi desain, produksi, komunikasi, serta distribusi. Perkembangan era industri 4. 0 secara tidak langsung menuntut Program Studi Desain Mode untuk mampu beradaptasi dengan teknologi sehingga dapat lebih banyak berkreasi dan berinovasi. Teknologi sangat berperan penting dalam proses pembelajaran digital di prodi desain mode. Digitalisasi diharapkan dapat membantu mahasiswa desain mode untuk menjadi lulusan bermutu dan berdaya bersaing lokal serta global. Namun tetap berpedoman pada visi dari ISI Denpasar umumnya dan Program Studi Desain Mode khusus, yaitu menjadi pusat penciptaan, penyajian, dan pembinaan desain mode, yang memiliki singularitas . identitas budaya lokal berlandaskan karakter Bangsa Indonesia. Pembelajaran ilustrasi fashion digital tersebut diimplementasikan dalam 8 tahapan desain mode untuk memproduksi karya fashion. 8 tahapan desain mode meliputi . tahapan ide pematik . esign brie. , . tahapan sumber dan riset . esearch & sourchin. , . tahapan pengembangan desain . esign developmen. , . tahapan prototipe, sampel dan konstruksi . rototype, sampling, constructio. , . tahapan koleksi akhir . inal collectio. , . tahapan promosi, pemasaran, merk dan penjualan . romotion, marketing, branding and sale. , . tahapan produksi . , . tahapan bisnis . he busines. Pada 8 tahapan desain mode, terdapat beberapa tahapan yang paling dominan memaanfaatkan pembelajaran digital yakni, . tahapan pengembangan desain . esign developmen. , . tahapan prototipe, sampel dan konstruksi . rototype, sampling, constructio. , dan . tahapan bisnis . he Pembelajaran digital dalam tiga tahapan tersebut perlu ditingkatkan untuk menghasilkan lulusan dengan outcomes berbasis kearifan lokal berwawasan universal (Think Locally. Act Globall. Berdasarkan pengamatan terhadap situasi pembelajaran di prodi desain mode, menunjukkan bahwa mahasiswa lebih dominan mengerjakan 8 tahapan desain mode dengan pola manual daripada pembelajaran yang dikolaborasi dengan proses digital. Dari 8 tahapan desain mode, tahapan yang dapat memanfaatkan proses digital secara optimal adalah tahapan pengembangan desain . esign developmen. Umumnya tahapan pengembangan desain dilakukan dengan membuat ilustrasi fashion atau rancangan desain secara manual sehingga kurang efisien waktu. Mahasiswa perlu dimotivasi untuk lebih menguasai dan mengoptimalkan pembelajaran digital agar mahasiswa tidak terkekang dalam zona nyaman dengan penggunaan pola manual selama pengerjaan tahapan tersebut. Disamping itu pembelajaran digital yang dilakukan tentunya harus memiliki keunikan atau singularitas yakni dengan menerapkan kearifan lokal bangsa Indonesia. Kearifan dalam arti luas tidak hanya berupa norma-norma dan nilai-nilai budaya, melainkan juga segala unsur gagasan, termasuk yang berimplikasi pada teknologi, penanganan kesehatan, dan estetika. Aukearifan lokalAy terjabar dalam seluruh warisan budaya, baik yang tangible maupun yang intangible (Edy Sedyawati, 2006: . Dengan pembelajaran ilustrasi fashion berbasis kearifan lokal maka mahasiswa dapat lebih Ni Kadek Yuni Diantari (PembelajaranA) Volume 10 No. Maret 2022 terarah menuangkan kreasinya sehingga kedepannya mahasiswa menemukan ciri khas dalam berkarya dan lebih percaya diri menghadapi era industri 4. METODE PELAKSANAAN Pelaksanakan kegiatan pembelajaran ini memerlukan observasi dan wawancara terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan. Metode observasi yang dimaksud disini adalah proses pengumpul data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki (Supardi,2006 :. Dalam hal ini penulis mengamati situasi dan kondisi di lapangan agar dapat menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk kebutuhan pembelajaran ilustrasi fashion digital berbasis kearifan lokal. Pemilihan Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Lokasi pelaksanaan yang penulis pilih sebagai lokasi pembelajaran ini adalah di Program Studi Desain Mode. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Seni Indonesia Denpasar. Lokasi ini dipilih mengingat Program Studi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Seni Indonesia Denpasar merupakan Program Studi Mode pertama di Bali yang memiliki visi menjadi pusat penciptaan, penyajian, dan pembinaan Desain Mode, yang memiliki singularitas . identitas budaya lokal berlandaskan karakter bangsa Indonesia dan memperkaya nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan perkembangan jaman serta berdaya saing Pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan bermutu untuk menjadikan mahasiswa sarjana vokasi yang berbasis Identitas Budaya Indonesia . ulture identity of Indonesi. dalam penciptaan karya fashion. Rencana Pembelajaran . Mengadakan pembelajaran melalui workshop dan education sharing dengan mengundang fashion illustrator yang karyanya melestarikan budaya lokal. Memberikan latihan pembuatan ilustrasi fashion digital berbasis kearifan lokal kepada mahasiswa dengan tema AuDiversity of IndonesiaAy . Melakukan review atau evaluasi hasil pembelajaran mahasiswa Teknik Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran ilustrasi fashion digital yang dilakukan melalui workshop dan education sharing ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan selama 23 hari . Februari Ae 11 Maret 2. Adapun teknik pelaksanaannya melalui beberapa tahapan sebagai berikut : Menyiapkan sarana, perijinan serta melakukan publikasi yang menunjang kegiatan praktek membuat ilustrasi fashion dalam workshop dan education Menyusun materi workshop dan education sharing tentang pembuatan ilustrasi fashion dengan menggabungkan teknik sketsa manual dan teknik Materi tersebut dibagikan secara daring berupa handout pdf. Pelaksanaan workshop dan education sharing mengundang salah satu fashion illustrator muda sekaligus fashion desainer Bali. Memberikan latihan pembuatan sketsa desain digital kepada mahasiswa berupa illustrasi dengan tema berbasis budaya Indonesia AuDiversity of IndonesiaAy . Ni Kadek Yuni Diantari (PembelajaranA) Volume 10 No. Maret 2022 Evaluasi kegiatan . eed bac. , setelah kegiatan workshop dan education sharing berakhir peserta diarahkankan untuk mengisi google form sebagai bahan evaluasi kegiatan. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Visi dan Misi Program Studi Program studi Desain Mode di ISI Denpasar memberikan kesempatan mahasiswa untuk belajar fashion serta akan dibimbing untuk dapat memahami, menganalisis, mengeksplor serta mengimplementasikan serta penunjangnya dan strategi-strategi khusus dalam industri fashion. Program ini menitik beratkan pada penggabungan antara teori dan praktek kreatif berbasis budaya lokal Bali dan Indonesia yang dibutuhkan dalam dunia industri fashion. Program studi desain mode dirancang untuk mencetak pemimpin-pemimpin masa depan di industri kreatif yang turut mengisi perbendaharaan produk unggulan Indonesia di bidang fashion dan dapat bersaing di pasar global. Program Studi Desain Mode memiliki visi menjadi pusat penciptaan, penyajian, dan pembinaan Desain Mode, yang memiliki singularitas . identitas budaya lokal berlandaskan karakter bangsa Indonesia dan memperkaya nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan perkembangan jaman serta berdaya saing Sedangkan misi program studi desain mode . Peningkatan wawasan ilmu pengetahuan teknologi dan seni berbasis riset dan pembelajaran vokasi Desain Mode serta menghasilkan lulusan profesional yang siap berkompetisi di dunia kerja, . Mengadakan penelitian dan pengabdian masyarakat dengan memahami dan mengembangkan potensi keunikan lokal . ocal indegeniou. dalam penciptaan Desain Mode yang kreatif dan inovatif, . Optimalisasi organisasi untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas Program Studi Desain Mode dalam mencapai kinerja yang optimal untuk mengantisipasi perkembangan global, serta mengembangkan kerjasama dengan lembaga/asosiasi terkait. Kualifikasi lulusan dari Program Studi Desain Mode adalah Sarjana Sains Terapan Desain Mode (S. Tr. , memiliki kompetensi memahami, menganalisis, mengeksplor serta mengimplementasikan desain dalam singularitas . produk berbasis budaya lokal Bali dan Indonesia serta mampu menjadi jembatan budaya bangsa Indonesia dalam dunia global yang dibutuhkan dalam industri fashion demi memperkaya nilai-nilai kemanusiaan, sesuai perkembangan jaman untuk menghasilkan 7 Learning Outcomes (LO) yaitu: . Desainer Fashion (Fashion Designe. , . Desainer Tekstil (Textile Designe. , . Pembuat Pola (Patternmake. , . Penata Gaya Busana (Fashion Stylis. , . Ilustrator Fashion (Fashion Illustrato. , . Konsultan Fashion (Fashion Consultan. , dan . Jurnalis Fashion (Fashion Jurnalis. Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran ilustrasi fashion digital berbasis kearifan lokal dalam tahapan pengembangan desain di program studi desain mode dilakukan melalui 5 tahapan. Ilustrasi fashion berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari fashion yang berarti mode dan illustration yang berarti gambar, dapat diartikan ilustrasi fashion adalah cara menggambar desain busana. Ilustrasi fashion termasuk dalam jenis gambar tingkat tinggi yang menuntut kepiawaian dan citarasa artistik serta daya imajinatif yang tinggi dari desainer fashion. Tujuan pembuatan ilustrasi fashion adalah : . Sebagai sarana dalam mengaktualisasikan kreativitas maksimal seorang desainer, yang biasanya ditampilkan dalam berbagai media cetak, . sebagai media promosi Ni Kadek Yuni Diantari (PembelajaranA) Volume 10 No. Maret 2022 eksistensi desainer / perusahaan, dan . sebagai ilustrasi dalam rubrik mode di berbagai media cetak (Wiana, 2. Tahapan pelaksanaan pembelajaran diawali dengan menyiapkan sarana, perijinan serta melakukan publikasi yang menunjang kegiatan praktek membuat sketsa desain digital dalam workshop dan education sharing. Sarana yang diperlukan antara lain proyektor, laptop dengan spesifikasi processor icore 3 keatas serta aplikasi adobe photoshop CS 3 keatas. Sedangkan perijinan dan publikasi dilakukan dengan menyusun surat permohonan pelaksanaan kegiatan serta publikasi kegiatan dengan pembuatan poster kegiatan untuk mempromosikan kegiatan kepada calon peserta kegiatan pembelajaran sketsa desain digital. Gambar 1. Poster Publikasi Kegiatan Workshop & Education Sharing Tahapan kedua dilakukan dengan mengumpulkan referensi-referensi dari berbagai sumber offline seperti buku seperti buku, artikel dan sumber online seperti video tutorial tentang pembelajaran digital yang berkaitan dengan ilustrasi fashion. Pengumpulan referensi dilakukan untuk menyusun materi workshop dan education sharing tentang pembuatan ilustrasi fashion dengan menggabungkan teknik sketsa manual dan teknik digital yang berbasis kearifan lokal. Materi tersebut dibagikan secara daring serta berupa hand out untuk membantu peserta dalam memahami proses dan langkah-langkah membuat ilustrasi fashion digital. Tahapan ketiga adalah pelaksanaan pembelajaran sketsa desain digital melalui workshop dan education sharing. Pada saat pembukaan acara, dibuka oleh perwakilan kaprodi Desain Mode, dilanjutkan dengan penyampaian materi praktek Ni Kadek Yuni Diantari (PembelajaranA) Volume 10 No. Maret 2022 oleh tim pengampu mata kuliah fashion illustrasi mahir dan komputer fashion serta fashion illustrator muda yakni Dyah Pradnya. Dyah Pradnya aktif sebagai fashion illustrator muda dan fashion desainer Bali yang banyak menggangkat budaya lokal sebagai inspirasi karyanya sekaligus menjadi ciri khas dari karyanya. Dyah Pradnya memberikan banyak tips bagi para peserta workshop yakni mahasiswa desain mode yang berjumlah 38 orang untuk membuat desain yang berkarakter kearifan lokal namun tetap dapat mengikuti tren global yang berkembang dengan siklus yang sangat Gambar 2. Workshop & Education Sharing Dibuka Oleh Perwakilan Kaprodi Desain Mode Gambar 3. Narasumber memberikan materi Workshop & Education Sharing Ni Kadek Yuni Diantari (PembelajaranA) Volume 10 No. Maret 2022 Tahapan keempat merupakan proses latihan atau praktek dari materi yang telah diberikan oleh tim pengampu mata kuliah fashion illustrasi mahir dan komputer fashion serta fashion illustrator muda. Dyah Pradnya. Latihan atau praktek tersebut dilaksanakan dengan memadukan teknik ilustrasi manual dan digital berdasarkan konsep kearifan lokal dengan tema AuDiversity of IndonesiaAy, sehingga ilustrasi memiliki ciri khas atau keunikan. Hal ini mendukung misi Prodi Desain Fashion yaitu peningkatan wawasan ilmu pengetahuan teknologi dan seni berbasis riset dan pembelajaran vokasi Desain Fashion serta menghasilkan lulusan profesional dalam membina dan menciptakan Desain Fashion yang memiliki singularitas . Gambar 4. Peserta Kegiatan Workshop & Education Sharing Mempraktekkan Materi dari Narasumber Gambar 5. Beberapa Hasil Praktek Peserta Workshop and Education Sharing Tahapan kelima adalah tahapan evaluasi pembelajaran, setelah kegiatan workshop dan education sharing berakhir, peserta diarahkan untuk mengisi google form sebagai bahan evaluasi kegiatan dan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap Ni Kadek Yuni Diantari (PembelajaranA) Volume 10 No. Maret 2022 kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan. Sehingga kedepannya prodi dapat melaksanakan kegiatan yang lebih baik sesuai kebutuhan mahasiswa dalam rangka meningkatkan skill dalam persaingin global di era 4. Gambar 6. Hasil Responden Kuisioner Melalui Google Form Kegiatan Workshop & Education Sharing SIMPULAN Pelaksanaan pembelajaran sketsa desain digital berbasis kearifan lokal dalam tahapan pengembangan desain di program studi desain mode bertujuan untuk menindaklanjuti tuntutan perkembangan era industri 4. 0 yang selalu menerapkan teknologi dan digitalisasi. Program Studi Desain Mode diharapkan mampu beradaptasi dengan teknologi dan digitalisasi sehingga dapat mepersiapkan mahasiswa yang memiliki jiwa kreatif dan inovatif dalam mewujudkan karya atau produk fashiodengan daya saing secara global berlandaskan kearifan lokal sebagai singularitas lulusan Program Studi Desain Mode. DAFTAR RUJUKAN Sedyawati. Edi. Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi. Seni, dan Sejarah. Jakarta: Raja Grafindo Persada Supardi. d, 2006. Metodologi Penelitian. Mataram : Yayasan Cerdas Press Wiana. Wiwin. Analisis Kualitas Ilustrasi Desain Busana Pada Mata Kuliah Proyek Desain Mode. Jakarta: Universitas Pendidikan Indonesia