871 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 PERAN STAKEHOLDER DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA KEMBANG KUNING Oleh Ahmad Rizaldi1. Syech Idrus2. Lalu Masyhudi3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Email : 1ahmadrizaldi995@gmail. com, 2sidroess@gmail. com, 3laloemipa@gmail. Article History: Received: 22-10-2024 Revised: 24-10-2024 Accepted: 26-10-2024 Keywords: Stakeholder. Pengembangan. Destinasi Wisata. Abstract : Berdasarkan penelitian ini, dalam suatu daya tarik wisata perlu adanya keterlibatan seluruh stakeholder, sementara itu stakeholder merupakan orang yang memiliki kepentingan atau para pemangku kepentingan yang berhubungan langsung dengan daya tarik wisata. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai peran stakeholder dalam pengembangan Desa Wisata Kembang Kuning. Penelitian ini meggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat interpretatif yaitu memperoleh data secara deskriptif. Dalam pengembangan Desa Wisata Kembang Kuning ini stakeholder sudah memiliki peran masing-masing, yaitu pemerintah sebagai fasilitator, masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan selaku pelaku usaha di Desa Wisata Kembang Kuning, serta sudah dilakukannya kerjasama dengan bebrapa akademisi yang ada di Lombok dan Media sebagai bahan promosi desa wisata Kembang Kuning. PENDAHULUAN Desa Wisata Kembang Kuning adalah salah satu destinasi wisata yang terletak di Desa Kembang Kuning. Kecamatan Sikur. Lombok Timur. Desa wisata Kembang Kuning adalah obyek wisata yang mengandalkan suasana alam yang masih asri, oleh karena itu desa ini menawarkan suasana alam pedeasaan yang mengingatkan wisatawan akan nuansa alami daerah pedesaan. Selain menawarkan suasana pedesaan, desa ini juga menawarkan pesona alam yang sangat menarik, dengan potensi air terjun . seperti air terjun jeruk manis, tibu bunter dan air terjun durian Kegiatan masyarakatnya juga masih bertahan dengan pola hidup tradisional dalam kesehariannya, baik dalam bertani, masak memasak, dan kegiatan lainnya. Desa wisata Kembang Kuning juga menyediakan fasilitas seperti Homestay bagi tamu yang ingin menginap dan fasilitas pendukung lainnya. Dalam suatu daya tarik wisata perlu adanya keterlibatan seluruh stakeholder, sementara itu stakeholder merupakan orang yang memiliki kepentingan atau para pemangku kepentingan yang berhubungan langsung dengan daya tarik Dalam hal ini para pemangku kepentingan seperti pemerintah, pelaku usaha, masyarakat dan akademisi. LANDASAN TEORI Stakeholder Stakeholder menurut (Nugroho, 2. dimaknai sebagai individu, kelompok atau organisasi yang memiliki kepentingan, terlibat, atau dipengaruhi . ecara positif maupun negati. oleh kegiatan atau program pembangunan. Pembangunan kepariwisataan pada hakekatnya melibatkan tiga stakeholder yang saling terkait yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Stakeholder dibedakan menjadi dua yaitu stakeholder primer dan stakeholder sekunder. Stakeholder primer adalah pihak yang memiliki kepentingan langsung terhadap suatu pengambilan keputusan, stakeholder ini disebut juga stakeholder kunci. Stakeholder sekunder adalah pihak yang memiliki minat/kepentingan secara tidak langsung, atau pihak yang tergantung pada sebagian permasalahan pengelolaan objek wisata. Hetifah dalam Amalyah . Setiap pemangku kepentingan memiliki peran dan fungsi yang berbeda yang perlu dipahami agar pengembangan wisata di suatu daerah dapat terwujud dan terlaksana dengan baik. Peran pemerintah dalam pembangunan pariwisata bertugas membuat kebijakan dan perencanaan yang sistematis. Sebagai contoh, pemerintah menyediakan dan membangun infrastruktur pendukung kegiatan pariwisata, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang bekerja sebagai tenaga kerja di sektor pariwisata, dan lain-lain. Pihak swasta sebagai pelaku bisnis mempunyai peran dalam menyediakan sarana pendukung pariwisata. Sedangkan masyarakat sebagai pemilik dan pengelola dapat menjadi bagian dari atraksi wisata untuk menarik wisatawan dengan cara mengenalkan kebudayaan dan kebiasaan seharihari yang menjadi keunikan dan ciri khas dari Desa Wisata Kembang Kuning. Pengembangan Pariwisata Menurut Barreto dan Giantari . Pengembangan pariwisata adalah suatu usaha untuk mengembangkan atau memajukan objek wisata agar, objek wisata tersebut lebih baik dan lebih menarik ditinjau dari segi tempat maupun benda-benda yang ada didalamnya untuk dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya. Pengembangan kepariwisataan pada suatu daerah tujuan wisata akan selalu diperhitungkan dengan keuntungan dan manfaat bagi masyarakat banyak. Menurut Sastrayuda . 0:6-. dalam perencanaan pengembangan meliputi: Pendekatan Participatory Planning, dimana seluruh unsur yang terlibat dalam perencanaan dan pengembangan kawasan objek wisata diikutsertakan baik secara teoritis maupun praktis. Pendekatan potensi dan karakteristik ketersediaan produk budaya yang dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan kawasan objek wisata. Pendekatan pemberdayaan masyarakat, adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan kemampuannya agar tercapai kemampuan baik yang bersifat pribadi maupun kelompok. Pendekatan kewilayahan, faktor keterkaitan antar wilayah merupakan kegiatan penting yang dapat memberikan potensinya sebagai bagian yang harus dimiliki dan diseimbangkan secara Pendekatan optimalisasi potensi, dalam optimalisasi potensi yang ada di suatu desa seperti perkembangan potensi kebudayaan masih jarang disentuh atau digunakan sebagai bagian dari indicator keberhasilan pengembangan. METODE PENELITIAN Penilitian dilaksanakan di Desa Kembang Kuning. Kecamatan Sikur. Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat interpretative yaitu memperoleh data secara deskriptif. Dalam Janis penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta mengenai peran stakeholder dalam pengembangan daya tarik dimana data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara pada saat berada dilapangan serta dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran stakeholder dalam pembangunan pariwisata bertugas membuat kebijakan dan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 perencanaan yang sistematis untuk memenuhi atau memkasimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif yang akan ditimbulkan pada saat pembangunan pariwisata. Stakeholder adalah individu atau kelompok yang terlibat secara aktif dan memiliki peran yang sangat dibutuhkan dalam keberlanjutan suatu pembangunan termasuk pariwisata. Keberlanjutan pariwisata sangat ditentukan oleh peran aktif dari stakeholder dalam pengembangan dan penegelolaan destinasi wisata (Talib, 2. Desa Wisata Kembang Kuning sudah melakukan kerja sama secara penthalix dimana kerja sama yang terintegrasi dan kerja sama yang kuat dengan komunikasi yang lancar antara para stakeholder lainnya. Dimana kerja sama secara pentahelix ini terdiri dari lima instrumen yaitu ada pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha dan media. Maka dimana instrument ini saling bekerja sama untuk melakukan suatu percepatan dalam membangun pariwisata serta dapat tetap mempertahankan daya tarik wisata Kembang Kuning. Pemerintah Pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan pariwisata dalam garis besarnya adalah menyediakan infrastruktur, memperluas berbagai bentuk fasilitas, kegiatan koordinasi antara aparatur pemerintah. Di Desa Wisata Kembang Kuning Pemerintah sudah sangat berperan penting dalam pengembangan Desa Wisata Kembang Kuning, seperti membentu pembangunan insfrastuktur dan mendukung penuh masyarakat dalam mengelola Desa Wisata Kembang Kuning. Desa Wisata Kembang Kuning bahkkan pernah dikunjungi oleh bapak Sandiaga Uno selaku menteri pariwisata Indonesia sangat mengapreasasi Desa Wisata Kembang Kuning. Masyarakat Masyarakat merupakan salah satu unsur yang dapat mendukung tercapainya satu hasil yang optimal dalam pengembangan pariwisata. Masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata juga mempunyai peran penting dalam pengembangannya seperti melibatkan diri dalam pengelolaan destinasi wisata. Dalam pengelolaan daya tarik wisata Desa Kembang Kuning ini Pokdarwis dan masyarakat melakukan kerja sama dalam mengembangankan Desa Wisata Kembang Kuning. Masyarakat terlibat langsung dalam pengemanagn desa wiasta ini, seperti ikut serta menjaga kebersihan dan membantu mengelola daya tarik wisata serta mengelola Unit Usaha atau UMKM, seperti olahan minyak kelapa, pembuatan kopi tradisional dan Atraksi wisatawan bertani. Akademisi Akademisi adalah orang yang memiliki pengetahuan secara teoritis dan memiliki kemampuan untuk melakukan kajian-kajian terkait pariwisata. Misalnya dalam hal memberikan materi terhadap pengelola di suatu destinasi destinasi wisata. Dalam hal ini banyak universitasuniversitas dilombok yang sudah masuk bahkan bekerjasama dengan Desa Wisata Kembang Kuning, seperti Mahasiswa yang Melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyat. dimana program-program dari mahasiswa KKN ini sangat membantu pengembangan Desa Wisata Kembang Kuning. Pelaku Usaha Pelaku Usaha adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usahanya. Seperti usaha yang menyediakan barang dan jasa untuk pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan kepariwisataan. Pemerintah Desa Wisata Kembang Kuning langsung meberikan keterlibatan ke masyarakat sebagai pelaku usaha. Masayarakat desa Kembang Kuning ini langsung menjual produk wisatanya ke wisatawan seperti Homstay dan produk-produk UMKM yang ada di Desa Wisata Kembang Kuning. Media a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Media adalah pihak yang memiliki ide atau gagasan kreatif dalam membuat suatu destinasi wisata menjadi terkenal. Contohnya mempromosikan suatu daya tarik wisata yang terdapat di suatu Tanpa media daya tarik wisata yang telah disiapkan tidak akan diketahui oleh orang-orang yang kan berwisata. Desa Wisata Kembang Kuning ini sudah melakukan promosi dari berbagai media social seperti instagram, facebook, tiktok dan media social lainnya yang dikelola oleh pokdarwis Kembang Kuning. PENUTUP Kesimpulan Dalam pengembangan pariwisata stakeholder sangat berperan penting dalam mengelola Desa Wisata Kembang Kuning. Kembang Kuning sudah melibatkan semua unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha dan media. Stakeholder di desa wisata Kembang Kuning sudah memiliki peran masing-masing, yaitu pemerintah sebagai fasilitator, masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan selaku pelaku usaha di Desa Wisata Kembang Kuning, serta sudah dilakukannya kerjasama dengan bebrapa akademisi yang ada di Lombok dan sudah dimanfaatkan media sebagai bahan promosi. Saran Perbanyak kerjasama dengan akademisi khususnya akademisi-akadimisi pariwisata baik dilombok dan diluar Lombok. Selain itu terus tingkatkan dan jaga keberlanjutan pengembanagan desa wisata Kembang Kuning dan perbanyak promosi baik secara online atau offline. DAFTAR PUSTAKA