JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 61-69 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT SISWA SEKOLAH DASAR KELAS i MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE Muhammad Rizky Primanandita1*. Heru Purnomo2. Rian Nurizka3 123PGSD. FKIP Universitas PGRI Yogyakarta *E-mail: mhmmdprima308@gmail. Abstrak Tujuan utama dari penelitian untuk mengevaluasi kefektifan model kooperatif AuThink Talk WriteAy untuk meningkatkan kemampuan menulis kalimat siswa kelas i SD. Penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif dengan menggunakan Teknik deskriptf. Metode pengumpulan data yang digunakan mencakup observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif, yaitu menyajikan temuan dalam format naratif yang disertai persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan siswa kelas i SD Muhammadiyah Ambarbinangun menunjukkan Kemahiran yang kuat dalam menulis kalimat Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 siswa . ewakili 65% dari tota. mencapai tingkat kemahiran tinggi dengan klasifikasi AuSangat BaikAy. Selain itu, 5 siswa . % dari tota. tergolong AuBaikAy, dan 3 siswa . % dari tota. dianggap memiliki keterampilan menulis yang cukup. Secara keseluruhan, kesimpulannya adalah kemampuan menulis siswa di kelas i secara umum baik, sebanyak 20 siswa . % 22% = 87%) mencapai tingkat kemahiran Sangat Baik atau Baik. Kata Kunci: Analisis. Kemampuan Menulis. Model Pembelajaran Abstrak The main aim of this research is to evaluate the effectiveness of the "Think Talk Write" cooperative model in improving the sentence writing abilities of third grade elementary school The research conducted was qualitative in nature using descriptive techniques. The data collection methods used include observation and interviews. Data analysis was carried out using descriptive techniques, namely presenting the findings in narrative format accompanied by The results of the research show that the ability of class i students at SD Muhammadiyah Ambarbinangun shows strong proficiency in writing simple sentences. The results showed that 15 students . epresenting 65% of the tota. achieved a high level of proficiency with a AuVery GoodAy classification. Additionally, 5 students . % of the tota. were classified as AuGoodAy, and 3 students . % of the tota. were considered to have adequate writing skills. Overall, the conclusion is that the writing ability of students in class i is generally good, as many as 20 students . % 22% = 87%) achieved Very Good or Good proficiency levels. Keywords: Analysis . Sentence Writing Ability. Learning Model JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 61-69 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia merupakan isu kontroversial yang sering menimbulkan kekhawatiran dan tantangan, baik yang mencakup aspek teoritis maupun praktis, implementasi kebijakan, dan isu operasional. Sistem pendidikan Indonesia terdiri dari tiga jalur utama: formal, non-formal, dan Jalur formal melibatkan pendidikan dasar, kemudian menengah, serta tinggi. Sementara non-formal berlangsung di luar kerangka pendidikan formal, sementara pendidikan informal terjadi di luar struktur formal pendidikan. Pendidikan dibentuk oleh pengaruh keluarga dan lingkungan. Menanggapi tantangan yang dihadapi sistem pendidikan saat ini penting untuk berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan akan tetapi meninjau kembali mutu pendidikan tetapi juga meningkatkan standar sumber daya manusia di sektor pendidikan adalah suatu keharusan untuk mencapai tujuan pendidikan. Menurut Wahyudi et al. , 2022 pencapaian tujuan pendidikan memerlukan upaya yang bersifat siklis, terencana, dan berkesinambungan oleh seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam sistem pendidikan. Demikian pula menurut Hidayah . 2:6. keberhasilan sistem pendidikan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk karakteristik pada siswa, peran seorang guru, keadaan ekonomi yang ada, fasilitas, lingkungan sekitar, dan variabel lainnya. Selain itu keberhasilan pendidikan tersebut turut dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang terjadi di sekolah dan lembaga pendidikan. Menurut Yestiani dan Zahwa . , pembelajaran merupakan mengikutsertakan siswa dengan pendidik pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan. Untuk mencapai hal tersebut, pendidik harus menerapkan strategi pembelajaran yang efektif, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan mencapai tujuan Misalnya, siswa harus mampu memahami materi yang disampaikan oleh pendidik (Kurni dan Susanto, 2018:. Keberhasilan pembelajaran juga disebabkan dari berbagai faktor diantaranya pengelolaan kelas, penggunaan media pembelajaran, serta model pembelajaran demi keberhasilan proses pembelajaran (Umar dan Hendra, 2020:. Pelaksanaan proses pembelajaran yang efektif memerlukan penggunaan metode, pendekatan, dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dan efektif. Proses belajar mengajar yang baik juga bertumpu pada terjalinnya hubungan interpersonal yang positif antara siswa, guru, dan teman sebaya, yang sangat berperan penting dalam membina emosi sosial (Nugraha, 2018:. Proses pembelajaran yang baik ditandai dengan beragamnya model pembelajaran yang berkualitas dalam meningkatkan pengalaman mengajar, keterlibatan siswa, dan minat belajar (Yai dan Mulyono, 2022:. Selain faktor-faktor tersebut, penggunaan model pembelajaran yang sesuai mampu memfasilitasi komunikasi efektif dan efisien antara guru dan siswa (Yai dan Mulyono, 2022:. Pendidik juga harus prinsip-prinsip pembelajaran yang menyenangkan untuk memastikan bahwa tujuan pembelajarannya akurat dan efektif. Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang esensial di tingkat sekolah dasar yang dapat merangsang aktivitas dan perkembangan siswa. Dengan memperoleh pengetahuan tentang bahasa Indonesia, siswa bisa mengasah kemampuan berbahasa yang vital, termasuk berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis (Ali, 2020:. Bahasa Indonesia berkomunikasi dalam bahasa, tetapi juga tentang memahami nuansa budaya dan https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 61-69 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 memilih kata-kata yang sesuai dengan konteks budaya. Sedangkan Susanto . ebagaimana dikutip dalam Sugiharti & Anggiani, 2022:. menekankan Pentingnya pembelajaran Bahasa Indonesia adalah untuk menginspirasi siswa agar bisa mengenyam serta menghargai karya sastra, yang tak hanya membantu perkembangan kepribadian mereka, tetapi juga memperluas pandangan mereka tentang dunia serta meningkatkan kemahiran berbahasa. Hakikat Bahasa Indonesia tidak hanya berkaitan dengan aturan tata bahasa dan ejaan, melainkan juga kemampuan siswa dalam berpikir kritis, menghargai akan identitas Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia dapat mengembangkan keterampilan sosial, seperti Kerjasama tim dan kolaborasi, serta siswa dapat belajar bekerjasama dalam berbagai aktivitas pembelajaran seperti berkelompok, proyek kelas, dan dramatisasi cerita (Mulyani & Tarigan 2021: . Sebagai pendidik, guru berperan membimbing siswa dalam menggunakan bahasa dengan baik dan sopan, menghormati pendapatorang lain, dan betindak sesuai aturan dalam berkomunikasi. Untuk itu, guru sebagai pendidik juga berperan penting dalam menciptkan iklim pembelajaran yang sesuai untuk mencapai tujuan belajar. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan melakukannya semenarik mungkin untuk meningkatkan keterampilan siswa. Menurut Khair . 8:88-. Kurikulum Bahasa Indonesia tahun 2013 menekankan pada pendekatan berbasis teks, yang meliputi teks berbentuk tulis dan lisan. Artinya, siswa belajar memahami dan memanfaatkan bahasa Indonesia dalam berbagai bentuk, termasuk teks tertulis, seperti cerita, puisi, dan artikel. Setia . mengungkapkan tujuannya adalah agar siswa menguasai bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan agar dapat menyampaikan pikiran dan Keempat keterampilan berbahasa membaca, menulis, bergantung dan penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Keterampilan menulis sangatlah penting, karena sering kali dianggap menantang karena perlunya lainnya, seperti membaca, mendengarkan, dan berbicara (Syiddin & Jamaludin 2023:5. Di sekolah, keterampilan menulis sangat penting untuk membuat catatan, menyalin, dan menulis dalam Tanpa mengembangkan keterampilan menulis yang memadai sejak usia dini, siswa mungkin pembelajarannya di kemudian hari. Maka dari itu, sangat penting melatih keterampilan menulis anak secara sistematis dan berulangulang agar mereka mahir dan memahami tata cara menulis yang benar. Menurut Destia & Puspita . menulis adalah suatu cara berinteraksi dengan individu lain melalui penggunaan bahasa tertuls merupakan kemampuan yang penting untuk mengungkapkan gagasan dan Melalui tulisan, siswa dapat menambah pengetahuannya. Dalam kegiatan mengembangkan keterampilan menulis, pendidik harus memilih strategi pemngajaran menghadirkan konten terkait dengan kegiatan Di kelas yang lebih rendah, belajar menulis juga relatif mudah dan dapat disebut sebagai permulaan menulis. Kurikulum keterampilan menulis biasanya mencakup pengajaran menulis surat, angka, kata-kata sederhana, dan kalimat sederhana. Sebagai pendidik guru memiliki beragam pilihan model pembelajaran yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan keterampilan JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 61-69 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika Berdasarkan pra survey yang dilakukan peneliti melalui serangkaian Muhammadiyah Ambarbinangun diperoleh data nilai sebagai berikut: Tabel 1. Penilaian Kelas i Tema 6 KD 2 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Muhammadiyah Ambarbinangun Interval Nilai Ou70 <70 Kategori Tuntas Belum Tuntas Banyak Siswa Banyak Siswa Prasentase (%) Berdasarkan data penilaian harian, sebagian besar siswa . siswa atau 61%) siswa telah berhasil mencapai standar minimal kelulusan (KKM) untuk pelajaran Bahasa Indonesia, mengumpulkan informasi, yang ditetapkan pada angka 70. Sementara itu, terdapat 9 siswa . %) yang belum mencapai standar minimal kelulusan (KKM). Meskipun demikian, secara keseluruhan, keterampilan menulis siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia dinilai baik, dibuktikan dengan separuh siswa memperoleh nilai di atas KKM. Pendekatan Marzuki . mendorong siswa untuk mengemukakan pendapat, dan menghargai pandangan orang lain. Model pembelajaran TTW menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, memberikan mereka tanggung jawab penuh atas proses belajar mereka. Sejak awal, siswa diberitahu tentang tujuan belajar, sasaran yang ingin dicapai, pelaksanaan belajar mengajar yang akan dilalui, dan dinamika yang mungkin mereka (Kustiningsih, 2021:. Model tersebut melibatkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang cermat, yang meliputi berpikir, melakukan saling bertukar . , dan menuliskan hasil dari diskusi tersebut . Pendekatan ini bertujuan untuk mencapai kompetensi yang diharapkan tercapai (Aryananda & Hafi 2019:. Tujuan dari penelitian ini yaitu menilai efektivitas model Think Talk Write (TTW) dalam meningkatkan kemampuan menulis terkhusus menulis kalimat pada siswa kelas i SD. Penelitian akan difokuskanevaluasi kemampuan siswa dalam menulis kalimat untuk menyajikan informasi, serta bagaimana model pembelajaran TTW berperan dalam kemajuan mereka dalam hal ini. METODE PENELITIAN Penelitian kualitatif yang dilaksanakan pada semester genap tahun 2024 ini bertujuan mengetahui penerapan model pembelajaran Think Talk Write untuk meningkatkan kemahiran menulis kalimat siswa kelas i SD Muhammadiyah Ambarbinangun. Sampelnya terdiri dari 23 Metode pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini melibatkan wawancara dan Wawancara dimanfaatkan untuk memperoleh informasi langsung dari narasumber, sedangkan observasi dilakukan langsung di lapangan dengan berbantuan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan dasar Miles dan Huberman terdiri dari tiga tahap: Reduksi data: Ini melibatkan pemilihan, penyusunan data untuk mengidentifikasi informasi yang relevan. Penyajian atau penyajian data: Tahap ini meliputi penyajian data yang telah dikumpulkan secara sistematis serta mudah dipahami. Kesimpulan atau verifikasi: Tahap akhir ini meliputi verifikasi temuan dan analisis data yang lengkap. JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 61-69 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 https://journal. id/widyadidaktika HASIL DAN PEMBAHASAN pengumpulan data melalui wawancara dengan guru dan observasi proses Penelitian ini berpusat pada evaluasi kemampuan menulis Penelitian kualitatif ini dilaksanakan di i Muhammadiyah Ambarbinangun, dengan sampel sebanyak 23 Penelitian Tabel 2. Pedoman Observasi Kemampuan Menulis Siswa Kemampuan Menlis Siswa Memperhatikan memerhatikan pemaparan guru tentang materi yang sedang mereka pelajari. Dapat menulis kembali kalimat sederhana dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital serta tanda baca titik Membentuk urutan kata yang tidak beraturan menjadi kalimat yang sederhana memiliki arti dengan memperhatikan penggunaan huruf besar serta tanda baca titik. Siswa memperhatikan contoh kalimat yang diberikan oleh guru Menyusun kalimat sederhana dengan menggunakan kata-kata yang sudah ditetapkan oleh guru, dengan memperhatikan penggunaan huruf besar serta tanda baca titik. Siswa menyelesaikan tugas dengan tepat dan sesuai Siswa aktif dalam menganalisis sebuah teks Siswa terampil mengemukakan ide dalam diskusi Siswa mempresentasikan hasil tugasnya Siswa menerima sanggahan pendapat siswa lain saat diskusi Untuk menentukan penskoran dan tingkat kemampuan menulis kalimat siswa, peneliti menetapkan kriteria kemampuan menulis siwa sebagai berikut: Tabel 3. Kriteria Kemampuan Menulis Siswa Kriteria Interval Sangat Baik 31 Ae 40 Baik 21 Ae 30 Cukup 11 Ae 20 Kurang 1 Ae 10 Hasil pengamatan peneliti di Kelas i Muhammadiyah Ambarbinangun menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif TTW pada proses pengajaran menulis kalimat secara dramatis dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Terutama, efek positif dari model TTW sangat terlihat selama pelaksanaan pembelajaran menulis kalimat Tema 6 KD 3. 2 kurikulum bahasa Indonesia, siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena penerapan model pembelajaran TTW membuat pengalaman https://journal. id/widyadidaktika belajar siswa lebih signifikan, menciptakan lingkungan kelas yang lebih dinamis dan Hasil penilaian lembar observasi juga menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa meningkat akibat penerapan model TTW. Hasil dari kegiatan observasi terhadap kemampuan menulis kalimat siswa didapatkan hasil sebagai Tabel 4. Hasil Kemampuan Menulis Siswa Kriteria Interval Sangat Baik 31 - 40 Jumlah Presentase Siswa Baik 21 - 30 Cukup 11 - 20 Kurang 1 - 10 Berdasarkan Tabel 4, hasilnya menunjukkan bahwa 15 siswa, atau 65% dari total, memperoleh nilai Sangat Baik dalam kemampuan menulisnya. Sementara itu, 5 orang siswa atau 22% dari jumlah seluruhnya mendapat penilaian Baik, dan 3 orang siswa atau 13% dari jumlah seluruhnya mendapat penilaian Cukup. Khususnya, total 20 siswa . % 22% = 87%) mendapat penilaian Baik dan Sangat Baik. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, maka secara keseluruhan, kemampuan menulis siswa kelas i dinilai Hasil lembar observasi peneliti menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan kemahiran menyusun tulisan dengan teratur dan terstruktur serta memahami penggunaan huruf besar atau huruf kapital serta tanda baca seperti titik. JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 61-69 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 kemudian koma, dan tanda tanya, khususnya penggunaan titik, ketika menyusun kalimat Meskipun tulisan beberapa siswa mungkin tidak rapi, namun hasil karyanya masih terbaca dan mudah dibaca. Selain itu, beberapa siswa mungkin menggunakan ukuran font yang berbeda atau kesulitan memahami konsep huruf kapital, namun mereka masih mampu menyusun kalimat sederhana dengan memanfaatkan kosakata yang diberikan guru. Secara keseluruhan, siswa telah menunjukkan kemajuan dalam Guru Think-Talk-Write dan pair learning untuk Dengan menggabungkan pendekatan pembelajaran kolaboratif ini, siswa didorong untuk berbagi ide, bekerja sama, dan terlibat dalam diskusi yang bermakna. Pemilihan model pembelajaran mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran, karena model tersebut berfungsi sebagai sarana untuk memudahkan pembelajaran dan mencapai hasil yang diinginkan siswa. Disamping itu, penerapan model pembelajaran secara tepat dan sesuai dapat menghasilkan ruang lingkup belajar kondusif yang kemudian memotivasi siswa ikut berpartisipasi aktif pada kegiatan pembelajaran, menumbuhkan rasa keterikatan dan kepemilikan. Peneliti wawancara dengan narasumber guru Kelas i untuk memahami tujuan serta pengalaman mereka dalam menggunakan pembelajaran kooperatif Think Talk Write. Menurut wali kelas i, tujuan utama mereka adalah untuk meningkatkan keterampilan mematuhi aturan dan pedoman untuk menghasilkan hasil yang ditulis dengan baik dan efektif. Para guru mencatat bahwa siswa https://journal. id/widyadidaktika merespons secara positif terhadap beragam model pembelajaran, termasuk model pembelajaran yang lebih dari sekadar ceramah tradisional, yang memungkinkan mereka mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan terlibat dalam diskusi kelompok yang efektif. Namun, mereka juga mengakui bahwa beberapa siswa kesulitan mempertahankan fokus atau perhatian selama penjelasan, terutama ketika materi pembelajaran tidak memiliki sumber Khususnya, para guru memuji Think Talk Write memfasilitasi pembelajaran kooperatif, karena model ini melibatkan pengajuan pertanyaan yang menggugah pikiran, memberikan tugas, dan mendorong siswa untuk berbagi ide melalui ekspresi tertulis. Pendekatan mendengarkan secara aktif dan fokus pada pengembangan pemikiran kritis. Dapat dilihat bahwa hasil observasi menunjukkan pendekatan Think Talk Write efektif dalam mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam mencapai Kompetensi Dasar 3. 2 pada Tema 6. Guru memperkenalkan teks bacaan kepada siswa, kemudian memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan ide dan membaca teks. Setelah membaca, guru mengajak siswa untuk mengidentifikasi poin-poin penting dan kata-kata asing, yang kemudian didiskusikan dalam kelompok kecil bersama teman-temannya dan guru. Siswa gagasannya melalui kegiatan menulis, membuat kalimat dengan menggunakan kosa kata yang diperoleh dari teks bacaan Kegiatan ini bertujuan untuk JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 61-69 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 pengetahuan dan gagasannya, membina langsung antar Model Think Talk Write memberikan alat yang berharga bagi guru untuk meningkatkan pemikiran kritis, kolaborasi, dan keterampilan komunikasi yang efektif pada siswanya. Model kooperatif TTW dipilih karena memungkinkan siswa memahami materi menulis secara komprehensif dan menyusun kalimat yang efektif. Hal ini dicapai melalui pendekatan multi-tahap model TTW, yang mengajak siswa untuk memahami prosedur, aturan, dan proses sistematis yang terlibat dalam menulis kalimat secara efektif. Dengan membagi proses menulis ke dalam tahapan-tahapan berbeda, model TTW memberikan siswa kerangka terstruktur menulis mereka, mulai dari memahami materi hingga menyusun kalimat yang Sebagai contoh, dalam tahapan "Think", para siswa didorong untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap topik yang dijelaskan. Langkah selanjutnya adalah tahap "Talk", di mana siswa berinteraksi dan berdiskusi dengan teman sekelasnya atau bekerja sama untuk menyelesaikan masalah tertentu. Setelah itu, tahapan yang terakhir "Write", para siswa mencatat hasil diskusinya pada lembar kerja yang sudah disediakan oleh guru. Kegiatan menulis ini memungkinkan siswa untuk membuat hubungan antar konsep dan merefleksikan pemahaman mereka sekaligus perkembangan konsepnya. Selain itu, guru dapat mengidentifikasi dan mengatasi kesalahan siswa dalam menulis. https://journal. id/widyadidaktika SIMPULAN Kemahiran menulis siswa di kelas i SD Muhammadiyah Ambarbinangun telah dianggap sangat baik. Temuan dari observasi menunjukkan bahwa mayoritas siswa . % atau 15 sisw. mencapai nilai sangat baik, sementara 22% . meraih nilai baik. Secara khusus, siswa menunjukkan kemampuan dalam menyusun kalimat sederhana dengan menggunaan ejaan yang benar serta tanda baca secara Selanjutnya, menerapkan model pembelajaran Think Talk Write dapat memberikan kesempatan kepada siswa agar melakukan kegiatan berpikir kritis, refleksi, dan ekspresi gagasannya. Pendekatan ini juga memungkinkan siswa untuk menguji ide-ide mereka sebelum menulis, sehingga mendorong proses menulis yang lebih efektif dan akurat. Beberapa faktor berkontribusi terhadap kurang idealnya keterampilan menulis beberapa siswa. Salah satu permasalahan utama adalah kurangnya fokus atau perhatian selama penjelasan, yang dapat disebabkan oleh gaya presentasi guru atau tidak adanya materi pembelajaran yang menarik. Selain itu, tidak adanya pengajaran juga dapat menyebabkan kurangnya fokus dan perhatian siswa sehingga sulit bagi mereka untuk menyerap dan mengingat informasi secara efektif. DAFTAR PUSTAKA