PENELITIAN ASLI EFEKTIVITAS PENYULUHAN MANAJEMEN PERALATAN MEDIS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN Muh Hafid Alkarim1. Eko Nugroho1. Ipin Prasojo1. Setyo Adi Nugroho1 Teknologi Rekayasa Elektromedis. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Peralatan Peralatan kesehatan merupakan Tanggal Dikirim: 18 Agustus 2025 komponen penting dalam peningkatan mutu Tanggal Diterima: 26 Agustus 2025 pelayanan, sehingga diperlukan manajemen yang Tanggal Dipublish: 27 Agustus 2025 baik untuk menjamin keamanan dan efisiensi Pengelolaan yang kurang tepat Kata Manajemen dapat menurunkan kualitas layanan dan Peralatan Medis. Penyuluhan. membahayakan pasien, sehingga diperlukan Puskesmas. Tenaga Kesehatan intervensi edukasi berupa penyuluhan bagi tenaga Penelitian ini bertujuan mengetahui Penulis Korespondensi: efektivitas penyuluhan manajemen peralatan Muh Hafid Alkarim medis dalam menurunkan kesalahan pengelolaan Email: alkarim399@gmail. di Puskesmas Jayengan Surakarta. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental prepost test one group tanpa kontrol dengan sampel total 30 tenaga kerja. Intervensi berupa penyuluhan selama 1 jam meliputi perencanaan, pengoperasian, pemeliharaan, kalibrasi, dan penghapusan peralatan. Instrumen berupa kuesioner 15 soal pre-test dan post-test, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil menunjukkan rata-rata kesalahan menurun dari 3,03 menjadi 0,83 atau sebesar 72,5%, dengan p-value = 0,0000 yang menandakan perbedaan signifikan. Dengan demikian, penyuluhan manajemen peralatan medis terbukti efektif meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dan disarankan dilakukan rutin mendukung mutu pelayanan. Jurnal Mutiara Elektromedik e-ISSN: 2614-7963 Vol. 9 No. 1 Juni 2025 (Hal 62-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/Elektromedik/issue/archive DOI: https://doi. org/10. 51544/elektromedik. How To Cite: Alkarim. Muh Hafid. Eko Nugroho. Ipin Prasojo, and Setyo Adi Nugroho. AuEfektivitas Penyuluhan Manajemen Peralatan Medis Dalam Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan. Ay Jurnal Mutiara Elektromedik 9 . : 62Ae70. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/elektromedik. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Teknologi Elektromedik Fakultas Pendidikan Vokasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Peralatan kesehatan merupakan komponen penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sehingga peralatan kesehatan harus terjaga dengan baik . Peralatan kesehatan yang berfungsi dengan baik akan mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan menjadi lebih baik . Menciptakan peralatan kesehatan yang baik fungsi maupun kondisinya, diperlukan usaha manajemen yang baik pula . Upaya untuk mewujudkan peralatan kesehatan yang baik perlu dilakukan pemeliharaan secara terencana dan berkesinambungan. Manajemen peralatan kesehatan merupakan siklus yang dimulai dari perencanaan, penganggaran, penilaian, pembelian, instalasi, pelatihan, pengoperasian, pemeliharaan, penonaktifan alat hingga penghapusan alat kesehatan . Manajemen peralatan kesehatan yang tercencana berperan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta berdampak pada peningkatan derajat kesehatan Peralatan kesehatan yang akurat dan efektif menjamin kualitas pelayanan dan akreditasi fasilitas kesehatan . Manajemen peralatan kesehatan bertujuan untuk memastikan peralatan yang digunakan dalam perawatan pasien adalah aman, tersedia, akurat, dan terjangkau . Tujuan strategis WHO mengenai manajemen peralatan kesehatan adalah memastikan peningkatan akses, kualitas penggunaan teknologi medis . Manajemen peralatan kesehatan bermanfaat untuk mengurangi risiko bahaya dari peralatan kesehatan yang mungkin terjadi kepada pasien maupun tenaga medis . Manajemen peralatan kesehatan bermanfaat untuk meminimalkan biaya perbaikan alat yang gagal beroperasi sekaligus memperpanjang masa pakai peralatan . Peralatan kesehatan yang tidak berfungsi optimal berdampak pada penurunan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat di fasilitas kesehatan tersebut . Manajemen peralatan kesehatan dapat membantu dalam memilih peralatan melalui rekomendasi yang diajukan oleh pengguna terutama jika digunakan dalam diagnosis langsung, perawatan pasien . Tujuan manajemen peralatan kesehatan adalah untuk mendukung perawatan pasien dalam penggunaan alat kesehatan dan meminimalkan risiko melalui perencanaan yang responsif dan efisien . Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari gambaran pelaksanaan manajemen peralatan kesehatan di Puskesmas Jayengan Surakarta. Metode 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-post test one-group . anpa kelompok kontro. , untuk mengukur perubahan kesalahan dalam pengelolaan peralatan medis sebelum dan setelah Metode ini umum digunakan untuk menilai efektivitas intervensi pendidikan di setting klinis atau komunitas kesehatan. 2 Pengaturan dan Sampel Penelitian dilakukan pada hari Kamis, 31 Juli 2025 bertempat pada Puskesmas Jayengan Surakarta. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling terhadap tenaga kerja di Puskesmas . = . , dengan kriteria inklusi: tenaga kerja aktif, memiliki keterlibatan langsung dalam penggunaan peralatan medis. Sampel . = . dianggap representatif terhadap populasi tenaga kerja di Puskesmas Jayengan Surakarta. 3 Intervensi Intervensi terdiri dari penyuluhan manajemen peralatan medis, berupa pelatihan teori dan praktek yang disampaikan oleh mahasiswa dan dosen Elektromedis. Dilaksanakan di fasilitas Puskesmas, dihadiri oleh seluruh tenaga kerja sasaran. Dengan durasi 1 jam yang berisi materi tentang manajemen peralatan medis seperti : Perencanaan dan Pengadaan. Instalasi Penerimaan. Pengoperasian. Pemeliharaan. Kalibrasi. Inventaris. Penarikan dan Penghapusan. 4 Pengukuran dan pengumpulan data. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan 15 soal pre-tes dan posttes mengenai manajemen peralatan medis yang bertujuan untuk mengukur jumlah kesalahan. Instrumen ini dikembangkan oleh peneliti dengan berdasarkan literatur dan disesuaikan dengan konteks lokal. Pengumpulan data dilakukan secara langsung sebelum dan sesudah penyuluhan. Data dikumpulkan oleh peneliti utama dan dua asisten yang telah diberi pelatihan. 5 Analisis data Analisis dilakukan dengan statistik deskriptif . ean, median, standar deviasi, min, ma. dari variabel AoPre_test_salahAo dan AoPost_test_salahAo. Normalitas data diuji menggunakan Shapiro-Wilk untuk menentukan distribusi data ( = 0. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test: Membandingkan perbedaan pre-post test . ata tidak Visualisasi data berupa boxplot dan distribusi selisih. Perhitungan efektivitas penyuluhan dihitung sebagai persentase penurunan total kesalahan. Seluruh proses analisis data dilakukan dengan software Google Colab dengan pendukung berupa library SciPy. Pandas, dan Matplotlib. Hasil 1 Hasil Gambar 1 Penyuluhan Manajemen Peralatan Medis di Puskesmas Jayengan Surakarta Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Aula Puskesmas Jayengan Surakarta pada Kamis, 31 Juli 2025 dengan melibatkan seluruh pegawai puskesmas sebagai Hasil pengumpulan data disajikan pada Tabel 1 berikut. Table 1 Hasil Pre dan Post Test Nama Pre_test_salah Post_test_salah 2 Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif menggunakan Google Colab menunjukkan perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test pengetahuan manajemen peralatan medis pada 30 responden. Berdasarkan output yang dihasilkan: Gambar 2 Hasil Statistik Deskriptif A. Nilai Rata-rata (Mea. o Pre-test: 3. 03 (SD A1. artinya rata-rata responden melakukan 3 o Post-test: 0. 83 (SD A0. menunjukkan penurunan kesalahan sebesar Nilai Tengah (Media. o Pre-test: 3 kesalahan. o Post-test: 1 kesalahan Sebaran Data: o Standar deviasi pre-test . lebih besar dibanding post-test . menunjukkan variasi kemampuan responden lebih homogen setelah Range: o Pre-test: 1-5 kesalahan . entang 4 poi. o Post-test: 0-2 kesalahan . entang 2 poi. Hasil ini secara konsisten menunjukkan efektivitas penyuluhan dalam menurunkan kesalahan pemahaman, dengan: A Penurunan kesalahan minimum dari 1 menjadi 0 A Penurunan kesalahan maksimum dari 5 menjadi 2 A 33% responden mencapai skor sempurna . di post-test 3 Uji Normalitas Gambar 3 Hasil Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji normalitas Shapiro-Wilk, didapatkan statistik sebesar 9116 dengan nilai p = 0. 0163 untuk data pre-test, dan statistik sebesar 0. dengan nilai p = 0. 0000 untuk data post-test. Karena nilai p pada kedua data lebih kecil dari 0. 05, dapat disimpulkan bahwa baik data pre-test maupun posttest tidak berdistribusi normal. Hal ini diperkuat oleh distribusi data yang tampak pada diagram boxplot (Gambar . , di mana terdapat perbedaan nilai median dan variasi yang mencolok antara pre-test dan post-test. Gambar 4 Distribusi Pre-test dan Post-test 4 Uji Wilcoxon Signed-Rank Gambar 5 Hasil Uji Wilcoxon Signed-Rank Karena data tidak berdistribusi normal, uji perbedaan menggunakan metode nonparametrik Wilcoxon Signed-Rank dilakukan. Hasil uji menunjukkan statistik = 0 dengan p-value = 0. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test . < 0. Dari histogram perubahan (Gambar . , terlihat bahwa sebagian besar peserta mengalami penurunan jumlah kesalahan setelah dilakukan intervensi, dengan rata-rata penurunan sebesar 2. dengan Persentase penurunan kesalahan: 72. Gambar 6 Distribusi Perubahan Pre-test dan Post-test Pembahasan 1 Interpretasi Temuan Analisis statistik deskriptif menggunakan Google Colab menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test pengetahuan manajemen peralatan medis pada 30 responden. Rata-rata jumlah kesalahan menurun dari 3,03 (SD A1,. pada pre-test menjadi 0,83 (SD A0,. pada posttest, yang menunjukkan penurunan kesalahan sebesar 72,5%. Nilai median juga menurun dari 3 kesalahan pada pre-test menjadi 1 kesalahan pada post-test, sementara rentang kesalahan menyempit dari 1Ae5 pada pre-test menjadi 0Ae2 pada post-test. Hal ini mengindikasikan bahwa setelah intervensi, kemampuan responden menjadi lebih homogen dan sebagian peserta berhasil mencapai skor sempurna dengan tidak melakukan kesalahan sama sekali. Berdasarkan uji normalitas Shapiro-Wilk, data pre-test . tatistik = 0,9116, p = 0,0. dan post-test . tatistik = 0,7549, p = 0,0. menunjukkan distribusi yang tidak normal. Oleh karena itu, dilakukan uji Wilcoxon Signed-Rank sebagai metode non-parametrik, yang menghasilkan statistik = 0,0 dengan pvalue = 0,0000, menegaskan adanya perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test. Histogram perubahan memperlihatkan bahwa sebagian besar peserta mengalami penurunan jumlah kesalahan, dengan rata-rata penurunan sebesar 2,20. Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan manajemen peralatan medis secara signifikan menurunkan jumlah kesalahan penanganan peralatan. Konsisten dengan studi lain yang menggunakan desain pre-post dan uji Wilcoxon menunjukkan perubahan signifikan pada skor pengetahuan atau kesalahan setelah intervensi 2 Perbandingan dengan Literatur Temuan ini sejalan dengan penelitian . yang melaporkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan setelah intervensi pendidikan Basic Life Support (BLS), di mana skor post-test meningkat bermakna . < 0,. Demikian pula, penelitian . dalam studinya pada tenaga kesehatan di daerah pedesaan juga menemukan bahwa intervensi edukasi mampu meningkatkan keterampilan menghadapi keadaan darurat medis, menunjukkan efektivitas metode pendidikan sebagai strategi peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan . yang membuktikan bahwa intervensi pendidikan berbasis kualitas dan keselamatan mampu meningkatkan kompetensi perawat junior secara signifikan, serta penelitian . yang melaporkan peningkatan perilaku hidup sehat setelah edukasi kesehatan berbasis quasi-eksperimental. Pada konteks lain, penelitian . menegaskan bahwa intervensi edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap mahasiswa terhadap penyakit kronis. Temuan penelitian ini juga sejalan dengan studi lokal di Indonesia oleh penelitian . yang menunjukkan bahwa intervensi pendidikan mengenai manajemen limbah medis di rumah sakit Banda Aceh meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku petugas secara signifikan . = 0,000, uji Wilcoxo. Dengan demikian, hasil penelitian ini menambah bukti bahwa intervensi berbasis edukasi merupakan metode efektif untuk meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku, serta mendukung praktik kerja yang lebih aman dan sesuai standar, termasuk dalam pengelolaan peralatan medis di fasilitas kesehatan. 3 Mekanisme Efektivitas Penyuluhan memberikan pemahaman dasar prinsip manajemen peralatan. Perencanaan dan Pengadaan. Instalasi Penerimaan. Pengoperasian. Pemeliharaan. Kalibrasi. Inventaris. Penarikan dan Penghapusan. Pelatihan langsung dan relevan meningkatkan daya ingat dan implementasi praktik yang 4 Keterbatasan Tidak ada kelompok kontrol, sehingga efek eksternal tidak sepenuhnya Sampel relatif kecil . = . dan hanya di satu puskesmas. Tidak ada follow-up jangka panjang untuk melihat apakah efek bertahan. Instrumen belum diuji reliabilitas secara statistik . isalnya CronbachAos Kesimpulan Penyuluhan manajemen peralatan medis secara kuasiAceksperimental preAcpost terbukti efektif menurunkan jumlah kesalahan pengelolaan peralatan pada tenaga Puskesmas Jayengan, dengan rataAcrata kesalahan menurun dari 3,03 pada pre-test menjadi 0,83 pada post-test dan perbedaan yang signifikan secara statistik . ji Wilcoxon p = 0,0. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi yang terstruktur dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kesehatan dalam pengelolaan peralatan medis, sehingga mendukung peningkatan kualitas Disarankan agar penyuluhan serupa dilaksanakan secara rutin dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan keberlanjutan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Ucapan Terimakasih Terima kasih disampaikan kepada Kelompok 06 Serengan KKN-T IPE UMPKU Surakarta 2025. Serta dosen pendamping yaitu Eko Nugroho. Setyo Adi Nugroho dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Ipin Prasojo. Referensi