CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. com/index. php/caradde Volume 8 | Nomor 1 | Agustus . 5 e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961 DOI: https://doi. org/10. 31960/caradde. Penguatan Kapasitas Kompetensi Guru Kimia dalam Pengembangan Modul Ajar Terintegrasi Isu Lingkungan Pintaka Kusumaningtyas1. IyaAo Setyasih2. Ramaulvi Muhammad Akhyar3. Egi Syahrah Anggraeni1. Sumarni1. Siti Maimunah2 Kata Kunci: Delta Mahakam. Isu Lingkungan. Kompetensi Guru. Modul Ajar. Keywords : Delta Mahakam. Environmental Issue. Teacher Competency Merdeka Curricullum. Corespondensi Author Pendidikan Kimia. Universitas Mulawarman Jl. Muara Pahu. Gunung Kelua. Samarinda Email: pintaka@fkip. Article History Received: 19-10-2024. Reviewed: 12-12-2024. Accepted: 16-05-2025. Available Online: 15-08-2025. Published: 26-08-2025. Abstract. Environmental damage in the Mahakam Delta region. Kutai Kartanegara regency, has become increasingly critical due to large-scale mangrove deforestation. The purpose of this community service is to enhance the competence of chemistry teachers in developing integrated teaching modules on environmental issues in the Mahakam Delta area. The implementation methods consist of: socialization, . reviewing teaching modules, . environmental issue counseling, . providing technical guidance or training on module development, and . mentoring in teaching modules The partner in this activity is the Chemistry Subject Teacher Forum (MGMP) of Kutai Kartanegara regency. East Kalimantan province, involving 56 teachers. The results of the pretest and posttest evaluations show that chemistry teacherAos understanding of module development increased by 9%, and an environmentally integrated teaching module was produced, which can be applied in chemistry learning. Abstrak. Kerusakan lingkungan di kawasan Delta Mahakam. Kabupaten Kutai Kartanegara, semakin kritis akibat deforestasi mangrove dalam skala besar. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru kimia dalam mengembangkan modul ajar terintegrasi isu lingkungan di kawasan Delta Mahakam. Metode pelaksanaan kegiatan, terdiri atas: . sosialisasi, . telaah modul ajar guru, . penyuluhan isu teknis/pelatihan penyusunan modul ajar, dan . pendampingan penyusunan modul ajar. Mitra kegiatan ini adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kimia kabupaten Kutai Kartanegara provinsi Kalimantan Timur, yang berjumlah 56 guru. Hasil evaluasi pretest dan posttest menunjukkan bahwa pemahaman guru kimia tentang penyusunan modul ajar meningkat sebesar 31,9%, dan dihasilkannya modul ajar Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1. Agustus 2025 terintegrasi isu lingkungan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran kimia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. @2025 by Author menjelaskan mekanisme seperti penyerapan karbon oleh mangrove atau dampak emisi gas rumah kaca. Literasi lingkungan tentang isu pemanasan global dan perubahan iklim telah tercantum dalam capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran kimia fase E (Kemendikbudristek, 2. Oleh karena itu, guru kimia perlu mengorientasikan isu lingkungan yang berkaitan dengan pemanasan global dan perubahan iklim ini ke dalam pembelajaran (Talanquer, 2. Namun faktanya, guru kimia di kabupaten Kutai Kartanegara tidak mengenal Delta Mahakam sebagai ekosistem kritis dan tidak memahami isu deforestasi mangrove yang terjadi di kawasan ini, sehingga pembelajaran kimia hanya berfokus pada contoh global, seperti penyebab pemanasan global akibat pembakaran bahan bakar fosil kendaraan bermotor dan pabrik industri. Persepsi guru yang menganggap alih fungsi hutan mangrove menjadi lahan tambak adalah hal yang wajar karena hal ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di kawasan ini menyebabkan guru-guru tidak konstekstual yang dekat dengan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan penguatan kompetensi guru terintegrasi isu lingkungan di kawasan Delta Mahakam dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran (Najri, 2020. Ratoga , 2. Pembelajaran kimia yang mengintegrasikan isu lingkungan di kawasan Delta Mahakam mendukung pencapaian tujuan SDGs dalam mengatasi masalah perubahan iklim melalui bidang pendidikan . ujuan no. dan meningkatkan kualitas pendidikan . melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru (Burmeister dkk. , 2012. Hajichambis dkk. , 2. PENDAHULUAN Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur kawasan delta yang terbentuk dari endapan di Sungai Mahakam dan berbentuk menyerupai kipas atau kaki burung . oot bir. dengan luas daratan mencapai 150. 000 ha. Kawasan ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam dan perikanan . kan, udang dan kepitin. , serta memiliki ekosistem mangrove terbesar di Indonesia. Mangrove berperan penting sebagai penyerap gas rumah kaca (CO. dan penyimpan karbon sebesar 3Ae 5 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan hutan tropis (Alongi, 2. , sehingga dijuluki sebagai Auparu-paru duniaAy. Secara ekologis, mangrove menjadi habitat penting bagi biota laut, sehingga kawasan Delta Mahakam sangat terkenal sebagai penghasil udang ekspor bernilai tinggi (Zain dkk. , 2014. Karimah. Namun, permintaan udang ekspor ini mendorong alih fungsi lahan secara besar-besaran dan menyebabkan deforestasi mangrove hingga mencapai mencapai 10. 155 ha/tahun dengan hanya 15% mangrove yang saat ini masih tersisa (Sodikin dkk. , 2. Isu kerusakan mangrove di kawasan Delta Mahakam tidak pernah diangkat dalam pembelajaran di sekolah yang berada di kawasan ini. Padahal, pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap keterampilan, dan pemahaman akan dampak deforestasi mangrove terhadap perubahan iklim (Karpudewan dkk. , 2015. Richard & Friess, 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam pembelajaran terutama di sekolah-sekolah yang ada di kawasan Delta Mahakam. Pendidikan literasi lingkungan yang efektif membutuhkan pendekatan berbasis sains, khususnya kimia (McBeth & Volk, 2009. Karimzadegan & Meiboudia, 2012. Bybee, 2. , untuk Kusumaningtyas, et al. Penguatan Kapasitas Kompetensi Guru Kimia. SMA negeri dan swasta yang terletak di 15 Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah berupa Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini, meliputi: . tahap persiapan, . tahap pelaksanaan, dan . tahap evaluasi. Kegiatan yang dilakukan dalam setiap tahapan dapat dilihat pada Gambar 1. METODE Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan mitra, yaitu: Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kimia kabupaten Kutai Kartanegara. Kalimantan Timur. Anggota MGMP berdasarkan SK Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur No. 3/0196/Disdik-Wil. i tanggal 1 Februari 2024. Anggota MGMP kimia kabupaten Kutai Kartanegara berasal dari Gambar 1: Langkah-langkah Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Keberhasilan menggunakan teknik tes, dokumentasi, dan Peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru terhadap isu lingkungan di kawasan Delta Mahakam diukur menggunakan teknik tes, yang terdiri atas 8 soal dalam bentuk soal benar/salah . , checklist . , isian singkat . , dan esai . Indikator yang digunakan dalam menyusun soal tes adalah indikator pengetahuan lingkungan, yang meliputi: . pengetahuan tentang ekologi dan keadaan lingkungan di kawasan Delta Mahakam, . pengetahuan tentang kerusakan lingkungan di kawasan Delta Mahakam . nalisis penyebab, dampak dan perubahan lingkunga. , dan . pengetahuan mengenai pemecahan masalah terkait permasalahan lingkungan . emilih Teknik cara pemecahan masalah dan mengemukakan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi Hasil pretest dan posttest tentang dikategorisasi sesuai Tabel 1. Tabel 1 : Kriteria Katogeri Pengetahuan Lingkungan Nilai 80 < x < 100 60 < x < 80 40 < x < 60 20 < x < 40 0 < x < 20 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang dengan menilai modul ajar guru sebelum dan Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1. Agustus 2025 sesudah kegiatan bimtek dan pendampingan penyusunan modul ajar. Teknik observasi partisipatif dilakukan dengan mengukur kehadiran dan keterlibatan guru dalam kegiatan pendampingan. kesehatan manusia. Oleh karena itu, guru MGMP kimia kabupaten Kukar perlu diberikan pelatihan dan pendampingan agar mampu merancang pembelajaran yang efektif dan relevan dengan isu lingkungan yang ada di sekitar kehidupan siswa (Stolk dkk. , 2009. Srisawasdi & Kroothkeaw, 2. Sebelum pendampingan, tim melakukan koordinasi kepada ketua MGMP Kimia kabupaten Kukar untuk menentukan jadwal pertemuan guna mensosialisasikan kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan. Hasil koordinasi dengan pengurus inti MGMP kimia dilaksanakan secara daring dan luring karena kondisi lokasi pengurus dan anggota MGMP yang cukup berjauhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kebutuan Mitra Berdasarkan hasil analisis kebutuhan mitra diketahui bahwa kegiatan MGMP kimia di kabupaten Kutai Kartanegara belum pernah membedah capaian pembelajaran kimia semenjak diberlakukannya kurikulum merdeka pada tahun 2022. Sebagian besar guru hanya mengembangkan modul ajar berdasarkan contoh-contoh yang ada di Platform Merdeka Mengajar (PMM), menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik serta potensi atau isu lokal yang ada di sekitar peserta didik. Salsabilla dkk. mengemukakan bahwa masih banyak guru yang belum memahami teknik penyusunan modul ajar dengan baik sehingga menyebabkan penyampaian konten pelajaran menjadi tidak sistematis dan menjadi kurang menarik akibat modul ajar yang kurang baik (Salsabilla dkk. , 2. Berdasarkan hasil telaah 3 modul ajar kurikulum merdeka yang dibuat oleh guru anggota MGMP kimia kabupaten Kukar tentang materi prinsip kimia hijau, ditemukan bahwa konsep kimia yang diberikan kepada peserta didik dalam penerapan prinsip kimia hijau pada pembelajaran kimia di kelas X hanya diberikan secara parsial, dan guru tidak memberikan contoh nyata yang dekat dan relevan dengan kehidupan nyata peserta Hal ini disebabkan karena prinsip kimia hijau merupakan materi baru yang belum pernah diajarkan oleh guru di kurikulum sebelumnya dan juga belum pernah dibahas dalam pertemuan yang dilaksanakan oleh MGMP. Padahal, prinsip kimia hijau dapat digunakan dalam pembelajaran kimia sebagai solusi terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi di kawasan Delta Mahakam, seperti penggunaan metode silvofishery untuk pertambakan yang tidak merusak ekosistem mangrove dan mencegah perilaku destructive fishing/illegal fishing yang marak terjadi di kawasan ini akibat penggunaan bahan kimia yang membahayakan lingkungan dan Penyuluhan Isu Lingkungan di Kawasan Delta Mahakam Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan secara daring dengan narasumber dari tim pengabdi sendiri (Gambar 2A). Dalam kegiatan penyuluhan ini, guru diberikan pengetahuan tentang peran ekologis hutan mangrove dalam mitigasi gas rumah kaca yang dapat menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim (Fitria, 2021. Ketaren. Guru juga dilatih untuk bernalar kritis dalam menganalisis penyebab dan dampak deforestasi hutan mangrove yang terjadi di kawasan Delta Mahakam (Guskey, 2002. Desimone, 2. Pengetahuan tentang isu lingkungan ini diharapkan dapat membantu guru dalam mengorientasikan permasalahan yang berkaitan dengan isu lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggal peserta didik ke dalam pembelajaran (Eilks & Hofstein, 2. Pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai keterampilan berpikir kritis peserta didik yang sangat diperlukan di abad 21 (Rahmawati et , 2. Bimbingan Teknis Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Integrasi isu lingkungan ke dalam berinovasi dan berkreasi dalam merancang pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi peserta didik. Oleh karena itu, guru perlu dilatih secara terus-menerus agar mampu Kusumaningtyas, et al. Penguatan Kapasitas Kompetensi Guru Kimia. meningkatkan kinerjanya (Haq & Fitriani. Integrasi isu lingkungan ke dalam pembelajaran dimulai dengan merancang modul ajar yang baik. Selama ini, guru hanya mempelajari cara menyusun modul ajar kurikulum merdeka melalui webinar-webinar yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat dan daerah (Dwi dkk. , 2. , sehingga banyak guru yang masih kebingungan untuk mengembangkan modul ajar yang sesuai dengan kondisi dan permasalahan lingkungan yang ada di sekitar peserta didik. Oleh karena dilaksanakan kegiatan bimbingan teknis penyusunan modul ajar kurikulum merdeka agar guru benar-benar memahami cara menyusun modul ajar yang baik. Kegiatan bimbingan teknis penyusunan modul ajar dilaksanakan secara offline dalam 2 kali pertemuan (Gambar 2B). Materi yang disampaikan dalam kegiatan bimbingan teknis ini, meliputi: . kurikulum merdeka, penyusunan alur tujuan (ATP), mengenai prinsip dan prosedur penyusunan modul ajar kurikulum merdeka. perumusan pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik. penentuan strategi pembelajaran yang sesuai untuk mengintegrasikan isu lingkungan di kawasan Delta Mahakam ke dalam pembelajaran. Pemahaman pembelajaran dalam kurikulum merdeka mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam pembelajaran dan mampu menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk Dalam pembelajaran kimia di fase E, isu lingkungan di kawasan Delta Mahakam yang berkaitan dengan deforestrasi hutan mangrove dapat diintegrasikan pada materi tentang perubahan Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kegiatan dilaksanakan baik secara individu kepada anggota mitra dalam bentuk konsultasi dan review oleh tim pengabdi. Selama kegiatan pendampingan, anggota mitra banyak berkonsultasi tentang penentuan strategi mengintegrasikan isu lingkungan di kawasan Delta Mahakam ke dalam pembelajaran kimia dan topik materi kimia yang berkaitan isu tersebut. Tim memberikan alternatif beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan, yaitu pengalaman, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah (Perkasa dkk. Kegiatan dilaksanakan selama 2 minggu hingga anggota mitra menghasilkan modul ajar yang telah dibuat. Selanjutnya, beberapa anggota mitra mempresentasikan hasil modul ajar yang telah disusun dalam pertemuan secara Dalam presentasi tersebut, tim pengabdi mereview dan memberi masukan untuk perbaikan modul ajar yang telah Gambar 2: Tim Memberikan Materi Penyuluhan tentang Isu Lingkungan di Kawasan Delta Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1. Agustus 2025 Gambar 3: Tim Memberikan Bimbingan Teknis Penyusunan Modul Ajar termasuk ke dalam kategori baik untuk mendukung pertumbuhan mangrove atau justru tidak baik untuk pertumbuhan Penggunaan LKPD terintegrasi isu lingkungan ini juga bisa dikombinasikan dengan penggunaan teknologi digital agar (McKenney dkk. , 2016. Zowada dkk. , 2. Kendala yang dihadapi selama menentukan jadwal pertemuan secara offline karena jarak lokasi anggota mitra yang sangat berjauhan dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 2Ae4 jam. Oleh karena itu, perlu adanya sarana diskusi lain yang dapat dijadikan sebagai alternatif agar guru anggota mitra dapat saling bertukar ilmu dan pengalaman dalam menyusun modul ajar dan perangkat ajar lainnya. Selama intensitas kehadiran guru anggota mitra juga mengalami peningkatan. Sebelum adanya kegiatan pengabdian ini, pertemuan MGMP hanya dihadiri oleh kurang dari 10 orang Namun, saat pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, kehadiran peserta MGMP mencapai 25 hingga 30 orang. Hal ini mengindikasikan antusiame peserta dalam mengikuti kegiatan yang dilaksanakan. Evaluasi Program Hasil pengukuran pengetahuan guru tentang isu lingkungan yang ada di kawasan Delta Mahakam melalui kegiatan pre-test dan posttest menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan isu lingkungan yang dilakukan oleh tim pengabdi mampu meningkatkan pengetahuan guru dari kategori cukup dengan nilai ratarata 56,65 menjadi kategori baik dengan nilai rata-rata 74,72 (Gambar 3A). Keberhasilan program juga diukur melalui dokumentasi modul ajar yang dibuat oleh guru setelah penyusunan modul ajar. Salah satu produk perangkat pembelajaran yang dihasilkan oleh MGMP pendampingan adalah lembar kerja peserta didik berbasis inkuiri terbimbing untuk mengintegrasikan isu lingkungan di kawasan Delta Mahakam. Topik yang diangkat dalam LKPD tersebut adalah AuUji Kualitas Air di Kawasan Delta MahakamAy (Gambar 3B). Topik ini dianggap sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran kimia di sekolah yang berada di kawasan ekosistem mangrove. Dalam LKPD tersebut, siswa diminta untuk menganalisis kualitas air yang ada di kawasan mangrove dan membuat kesimpulan apakah hasil uji kualitas air yang telah dilakukan Kusumaningtyas, et al. Penguatan Kapasitas Kompetensi Guru Kimia. Gambar 4 : Grafik peningkatan pengetahuan guru tentang isu lingkungan di kawasan Delta Gambar 5 : LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang dibuat oleh guru untuk mengintegrasikan isu lingkungan di kawasan Delta Mahakam SIMPULAN DAN SARAN DAFTAR RUJUKAN Kesimpulan yang diperoleh dari hasil pengabdian ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan guru tentang isu lingkungan yang ada di kawasan Delta Mahakam dan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat modul ajar kurikulum merdeka yang mengintegrasikan isu lingkungan di kawasan Delta Mahakam. Saran dalam pelaksanaan program pengabdian ini adalah dikembangkan platform e-Learning MGMP kimia kabupaten Kutai Kartanegara agar kendala jarak lokasi anggota mitra yang cukup berjauhan dapat teratasi melalui diskusi dalam platform eLearning. Alongi. Carbon cycling and storage in mangrove forests. Annual Review of Marine Science, 6, 195Ae219. Burmeister. Rauch. , & Eilks. Education for Sustainable Development (ESD) and Chemistry Education. Chemistry Education Research and Practice, 13. , 59-68. Bybee. The Case for STEM Education: Challenges and Opportunities. NSTA Press. Desimone. Improving Impact Studies of TeachersAo Professional Development. Educational Researcher, 38. , 181-199. Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1. Agustus 2025 Dwi. Mutiara. , & Juliantari. Dampak Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Pengembangan Potensi Pesera Didik. Jayapangus Press Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5. , 329Ae341. Ketaren. Peranan Kawasan Mangrove Dalam Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Di Indonesia. Jurnal Kelautan Dan Perikanan Terapan (JKPT), 1, 73. DOI: 10. 15578/jkpt. Eilks. , & Hofstein. Relevant Chemistry Education. Springer. McBeth. , & Volk. The National Environmental Literacy Project: A Baseline Study of Middle Grade Students in the United States. The Journal of Environmental Education, 41. , 55Ae67. Fitria. Ekosistem Mangrove dan Mitigasi Pemanasan Global. Jurnal Ekologi. Masyarakat Dan Sains, 2. , 29Ae https://doi. org/10. 55448/ems. McKenney. Boschman. Pieters. , & Voogt. Collaborative Design of Technology-Enhanced Learning: What can We Learn from Teacher Talk?. TechTrends. DOI: 10. 1007/s11528-0160078-8. Guskey. Professional Development and Teacher Change. Teachers and Teaching, 8. , 381-391. Haq. -M. , & Fitriani. Lingkungan Belajar Terintegrasi Melalui Kurikulum Merdeka Meningkatkan Kinerja Guru. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9. , 1775Ae https://doi. org/10. 29303/jipp. Najri, . MGMP Dalam Meningkatkan Keprofesionalan Guru Mata Pelajaran. AKTUALITA Jurnal Penelitian Sosial Dan Keagamaan, 10. , 130Ae144. Hadjichambis. Ch. Reis. ParaskevaHadjichambi. Cincera. Boeve-de Pauw. Gericke. , & Knippels. M-C. Cenceptualizing Environmental Citizenship for 21st Century Education. Sustainability, 12. , 2321. Perkasa. Agrippina, & Wiraningtyas. Pembelajaran Kimia Berorientasi Sustainable Development Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Lingkungan. Jurnal Sainsmat, 6. , 63Ae72. Karimah. Peran Ekosistem Hutan Mangrove Sebagai Habitat Untuk Organisme Laut. Jurnal Biologi Tropis, 17. , 51Ae57. https://doi. org/10. 29303/jbt. Rahmawati. Maryani. , & Mulyana. Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Kemampuan Berpikir Kritis. Pendidikan Geografi, 16. , 66Ae87. Karimzadegan. , & Meiboudia. Exploration of Environmental Literacy in Science Education Curriculum in Primary Schools in Iran. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 46, 404Ae409. Ratoga. Beresman. Friska. , & Anggiat, . Peranan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jurnal Pendidikan Mandal, 8. , 211Ae220. Karpudewan. Roth. W-M. , & Ismail. The Effects of AuGreen ChemistryAy on Secondary School StudentsAo Understanding Motivation. The Asia-Pasific Education Researcher, 24. DOI:10. 1007/s40299013-0156-z. Richards. , & Friess. Rates and Drivers of Mangrove Deforestation in Southeast Asia. PNAS, 113. , 344349. Kemendikbudristek. Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayan. Riset, dan Teknologi Nomor 032/H/KR/2024 (Issue Salsabilla. Jannah. , & Juanda. Analisis Modul Ajar Berbasis Kurikulum Kusumaningtyas, et al. Penguatan Kapasitas Kompetensi Guru Kimia. Merdeka. Jurnal Literasi Dan Pembelajaran Indonesia, 3. , 33Ae41. chemistry education. Chemistry Education research and Practice, 10, 154-163. Sodikin. Nurkholifah, & Said. Spatial Modeling Mangrove Deforestation in Mahakam River Delta Kutai District Kertanegara Province of East Kalimantan. Journal of Empowerment Community and Education, 1. , 180Ae186. Talanquer. Progress and Challenges in Chemistry Education. Journal of Chemical Education, 98. , 351357 Srisawasdi. , & Kroothkeaw. Supporting Teachers' Learning to Develop STEM-Based Teaching Materials. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 116, 1723-1728. Zain. Hutabarat. Prayitno. , & Ambaryanto. Potency of Mahakam Delta in East Kalimantan. Indonesia. International Journal of Science Engineering, 6. , 126Ae130. https://doi. org/10. 12777/ijse. Stolk. Bulte. , de Jong. , & Pilot. Strategies for a professional development programme: empowering teachers for context-based Zowada. Gulacar. , & Eilks. Incorporating a Web-Based Digital Tool in Teaching Green Chemistry. Journal of Chemical Education, 97. , 1017-1026.