MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Menyelami Suara Remaja Muslim Salatiga: Analisis Storytelling dalam Podcast 'Rintik Sedu' oleh Nadhifa Allya Tsana Ainni Ikma Nur FatimahA. Muhamad Fahrudin YusufA Universitas Islam Negeri Salatiga Email: Aainniikma@gmail. Amfakhrys@gmail. DOI: https://doi. org/10. 35878/muashir. Article Info Article history: Received : 31-12-2024 Revised : 31-05-2025 Accepted : 31-05-2025 ABSTRACT This study aims to examine the perceptions of Muslim youth in Salatiga toward the storytelling style of Nadhifa Allya Tsana in her podcast AuRintik SeduAy on Spotify. The popularity of this podcast among young people serves as an important background to understand how the messages delivered influence listeners, particularly in the context of religiosity and the psychological aspects of Muslim adolescents. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews. Focus Group Discussions (FGD. , observation, and Informants were selected based on specific criteria, namely Muslim adolescents in Salatiga who actively listen to the AuRintik SeduAy podcast. The findings reveal that youth perceptions of TsanaAos storytelling style are formed through three stages of perception: sensation, attention, and interpretation. In this process, some adolescents perceive her storytelling as highly relatable, portraying the impression of a close friend, and providing motivation in navigating teenage life. However, others view her narrative style as overly melancholic, potentially influencing the listenerAos mood to become more sorrowful and emotionally immersed. These findings indicate that the narrative style in audio media such as podcasts holds MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam. P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. Copyright A2025 TheAuthor. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 significant emotional power and can shape the perception and emotional state of its listeners, particularly among Muslim youth. Keywords : Perception. Muslim youth. Storytelling. Podcast. Rintik Sedu ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi remaja Muslim di Salatiga terhadap gaya penuturan storytelling Nadhifa Allya Tsana dalam podcast AuRintik SeduAy di Spotify. Fenomena popularitas podcast ini di kalangan anak muda menjadi latar belakang penting untuk memahami bagaimana pesan-pesan yang disampaikan memengaruhi pendengarnya, khususnya dalam konteks religiusitas dan psikologis remaja Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu remaja Muslim di Salatiga yang secara aktif mendengarkan podcast AuRintik SeduAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi remaja terhadap gaya penuturan Tsana terbentuk melalui tiga tahapan persepsi: sensasi, atensi, dan interpretasi. Dalam proses tersebut, ditemukan bahwa sebagian remaja menganggap gaya bertutur Tsana sebagai representasi anak muda yang relatable, mampu menghadirkan kesan sebagai teman curhat, serta memberi motivasi dalam menjalani kehidupan remaja. Namun, sebagian lainnya menilai gaya bertutur tersebut terlalu melankolis, sehingga berpotensi memengaruhi suasana hati pendengar ke arah yang lebih sendu dan galau. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya penuturan dalam media audio seperti podcast memiliki kekuatan emosional yang signifikan dan mampu Vol. 3 No. Mei 2025 membentuk persepsi serta suasana batin pendengarnya, terutama di kalangan remaja Muslim. Kata kunci : Persepsi. Remaja Muslim. Storytelling. Podcast. Rintik Sedu. *Corresponding author : Universitas Islam Negeri Salatiga Jl. Lkr. Sel. Salatiga No. Km. Pulutan. Kec. Sidorejo. Kota Salatiga. Jawa Tengah Email : ainniikma@gmail. Pendahuluan Teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat, hal ini berkaitan juga dengan media. Masyarakat modern sekarang lebih memilih layanan streaming karena lebih fleksibel, dan mudah diakses di mana saja dan kapan saja. Salah satu media baru yang saat ini banyak digunakan adalah podcast, yang merupakan salah satu bentuk pendistribusian konten audio. Menurut Andersen, podcast sendiri merupakan gabungan antara iPod dan broadcast, sebuah file audio yang dapat disimpan langsung melalui streaming atau diunduh ke Saat ini, pertumbuhan podcast di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, seiring dengan kemudahan akses melalui perangkat seluler yang terhubung dengan internet. (Septarina, 2021, p. Beragamnya topik yang disajikan, mulai dari hiburan hingga edukasi, membuat podcast semakin diminati oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Terdapat banyak genre mulai dari misteri, berita, self improvement, seni, hiburan, hingga obrolan ringan kehidupan sehari-hari. Indonesia menduduki peringkat pendengar podcast terbesar kedua di dunia selama kuartal ketiga tahun 2021, menurut GlobalWebIndex (GWI). Indonesia memiliki total 35,6% pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun yang mendengarkan podcast. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Kehadiran podcast sejak tahun 2019 khususnya di Spotify telah mengalami perkembangan yang menunjukkan pertumbuhan positif. General Manager Spotify Asia Pacific. Gautam Talwar mengatakan Indonesia kini masuk 10 besar pasar podcast Spotify di dunia. Sejak peluncuran tahun 2019 konsumsi podcast di Spotify meningkat lima kali lipat, dan saat itu Spotify telah menjangkau 183 pasar global dan memiliki 456 juta pengguna, 80 juta lagu, dan 4,7 juta judul podcast. (Insyani, 2. Spotify sendiri telah menjadi pionir sejarah streaming musik online. mana Spotify memberikan fitur-fitur menarik yang tidak tersedia di platform Termasuk salah satunya model premium, memungkinkan pengguna mendengarkan musik tanpa berlangganan selama sebulan tanpa iklan. (Saputri, 2021, p. Fitur lainnya adalah fitur pencarian, koleksi kamu, melihat lirik, antrian putar, membagikan dari Spotify. Spotify radio, podcast dan acara, video, konser, kualitas audio, dan mendengarkan secara pribadi. (Assyifa, 2023, p. Maraknya berbagai konten yang disajikan terlebih kehidupan yang relate dengan remaja, tentunya akan menarik perhatian mereka untuk Salah satu cara pendistribusian yang dapat dilakukan adalah storytelling, yaitu bercerita dalam bentuk kata-kata, gambar, foto, atau suara. Keuntungan storytelling adalah dapat menarik pemirsa dan meningkatkan engagement, terlebih jika seorang storyteller mempunyai gaya bercerita yang unik, orang pasti akan mudah mengenalinya. (Shafira, 2020, p. Podcast AuRintik SeduAy menjadi pilihan dalam melakukan penelitian ini. Di mana podcast tersebut telah ada sejak 2019 dan pernah menduduki posisi nomor 1 di Spotify Indonesia tahun 2020-2023. Podcast AuRintik SeduAy selalu membawakan cerita cinta manis dan pahit anak muda, sehingga banyak orang beranggapan sangat relate dengan kehidupan mereka. Bahkan bisa dibilang, cerita yang dibawakan itu seperti mewakili isi hati anak muda. Keunikan podcast tersebutlah yang tentunya membuat banyak anak muda suka mendengarkan podcast AuRintik SeduAy. Tidak ketinggalan juga remaja muslim di Salatiga yang dalam kesehariannya pasti bersinggungan Vol. 3 No. Mei 2025 dengan media, termasuk media digital podcast. Dari situlah, podcast di Spotify menjadi media yang dipilih dalam penelitian ini karena merupakan media Meski sudah banyak orang membahas podcast tetapi kebanyakan dari mereka banyak mengkaji podcast yang ada di YouTube. Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian ini ingin mengkaji lebih dalam tentang podcast di Spotify. Terlebih Spotify ini menjadi platform mendengarkan podcast yang paling banyak digunakan dibandingkan platform lainnya. Podcast AuRintik SeduAy menjadi pilihan karena podcast tersebut pernah menduduki posisi nomor 1 di Spotify Indonesia tahun 20202023. Selain itu, podcast AuRintik SeduAy berisi tentang konten yang relate dengan kehidupan anak muda sekarang, dengan pembawaan cerita yang khas dan unik. Maka dari itu, dalam penelitian ini ingin mengetahui bagaimana persepsi remaja muslim di Salatiga pada gaya penuturan storytelling Nadhifa Allya Tsana dalam konten podcast AuRintik SeduAy di Spotify. Metode Penelitian Persepsi remaja muslim di Salatiga pada gaya penuturan storytelling Nadhifa Allya Tsana dalam konten podcast AuRintik SeduAy di Spotify memiliki jangkauan mendalam jika didekati menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus bertujuan untuk mempelajari aktivitas dan proses kompleks yang tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial. Jenis penelitian ini digunakan untuk memahami suatu masalah, peristiwa, atau fenomena menarik dalam situasi alami di dunia nyata. (Nurahman & Hendriani, 2021, p. Penelitian dilakukan di Kota Salatiga dan lokasi yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dalam metode pengumpulan data. Dalam penelitian ini, dilakukan observasi awal terhadap beberapa remaja muslim di Salatiga berkaitan dengan media podcast, hal ini untuk mendapatkan informasi dasar awal. Setelah itu, dilakukan penelitian secara langsung di lokasi dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa FGD (Focus Group MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Discussio. , yaitu wawancara mendalam yang dilakukan oleh peneliti dengan banyak orang secara bersamaan. Dalam penelitian ini, informan dipilih secara acak . urposive samplin. dengan tetap menerapkan kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Setelah pelaksanaan FGD (Focus Group Discussio. , peneliti memilih sampel yang dirasa menarik perhatian, atau bisa dibilang unik dan memiliki daya tarik tersendiri untuk diwawancarai secara lebih mendalam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana persepsi remaja muslim di Salatiga pada gaya penuturan storytelling Nadhifa Allya Tsana dalam konten podcast AuRintik SeduAy di Spotify. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan remaja muslim di Salatiga. Dalam hal ini peneliti memilih sampel secara acak dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan, sebanyak 7 remaja muslim terlibat dalam pelaksanaan FGD (Focus Group Discussio. Kemudian wawancara mendalam dilakukan terhadap 2 informan dari keseluruhan peserta FGD (Focus Group Discussio. Wawancara ini diperlukan terkait temuan selama FGD (Focus Group Discussio. yang menjadikan hasil penelitian ini lebih lengkap dan menarik. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Menurut Miles dan Huberman (Afrizal, 2017, p. membagi analisis data dalam penelitian kualitatif menjadi 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk mencapai tingkat kepercayaan, alat ukur yang digunakan adalah triangulasi meliputi sumber dan teknik, selain itu juga bahan referensi berupa perekam suara dan dokumentasi selama penelitian berlangsung. Hasil dan Pembahasan Profil Nadhifa Allya Tsana Nadhifa Allya Tsana atau sering dikenal dengan nama AuRintik SeduAy lahir di Jakarta, 4 Mei 1998. Tsana adalah seorang penulis yang telah aktif menulis sejak masih duduk di bangku SMA. Kecintaannya pada buku dimulai sejak ia masih duduk di bangku kelas 3 SD. Selain menjadi penulis. Tsana juga Vol. 3 No. Mei 2025 merupakan seorang content creator, scriptwriter, dan influencer yang telah memiliki 1,1 juta pengikut di media sosial instagram. (Priyatiningsih, 2023, p. Nadhifa Allya Tsana juga aktif di sosial media lain seperti YouTube. Instagram dan Twitter. Meski baru berusia 26 tahun, ia telah memiliki karir yang sangat mengesankan di dunia kreatif sejak karir menulisnya. Tsana berhasil menulis 8 buku, salah satu ditulis bersama penyair papan atas Indonesia. Sapardi Djoko Damono dan salah satu bukunya sudah diangkat menjadi film. (Ingratubun & Aprianti, 2022, p. Pada tanggal 23 Mei 2019. Tsana meluncurkan karir podcastnya di platform Spotify. (Priyatiningsih. Podcast tersebut diberi nama AuRintik SeduAy, yang hingga kini telah memiliki 630,5K pengikut di Spotify dengan ratusan episode yang telah AuRintik SeduAy juga memiliki akun instagram sendiri dengan total 2,6 juta pengikut. Podcast AuRintik SeduAy mampu menjangkau jutaan pendengar, menjadikannya sebagai salah satu podcast teratas di Spotify Indonesia. Pada tahun 2020 dan 2021, podcast AuRintik SeduAy menduduki peringkat pertama podcast terpopuler di tanah air, menurut data Spotify Wrapped. (Priyatiningsih, 2. AuRintik SeduAy sering membahas persoalan yang terjadi di kehidupan sehari-hari yaitu tentang isu-isu yang berkaitan dengan kecemasan remaja, keraguan diri, masalah kehidupan, film dan bahkan novelnya sendiri. Podcast AuRintik SeduAy menjadi sangat populer hingga sering menduduki puncak tangga lagu Spotify. Tak hanya membagikan pemikirannya sendiri. Tsana juga memiliki segmen AuDari TsanaAy yang isinya cerita dari pendengar dan tayang tiap hari Senin. (Priyatiningsih, 2. Pelaksanaan FGD (Focus Group Discussio. FGD singkatan dari Focus Group Discussion digunakan sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Sebelumnya peneliti telah menyebarkan pamflet calling informan untuk penelitian ini, guna untuk MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 mencari informan yang memenuhi kriteria dan bersedia untuk mengikuti FGD (Focus Group Discussio. Pamflet tersebut telah dipublikasikan dan disebar ke berbagai media sosial seperti WhatsApp dan Instagram sejak tanggal 15 April 2024. Dari waktu pertama kali dipublikasikan hingga satu hari sebelum FGD (Focus Group Discussio. dilakukan, terdapat 19 informan yang mengisi kuesioner yang telah disebar sebelumnya. Tetapi hanya 7 informan yang bersedia mengikuti FGD (Focus Group Discussio. yang dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2024, bertempat di gazebo kampus 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang berlokasi di Jl. Tentara Pelajar No. Mangunsari. Kec. Sidomukti. Kota Salatiga. FGD (Focus Group Discussio. dilakukan dalam penelitian ini selain untuk mengetahui bagaimana persepsi remaja muslim di Salatiga pada gaya penuturan storytelling Nadhifa Allya Tsana dalam konten podcast AuRintik SeduAy di spotify, juga untuk mengetahui bagaimana reaksi dan sikap para informan ketika berpendapat tentang podcast AuRintik SeduAy. Seperti yang dikatakan oleh Wimmer dan Dominic(Yusuf, 2019, p. FGD (Focus Group Discussio. digunakan sebagai strategi penelitian untuk mengetahui dan memahami sikap atau tingkah laku audiens. Pada penelitian ini. FGD (Focus Group Discussio. berlangsung dengan melibatkan 9 orang. Di mana peneliti sebagai fasilitator sekaligus moderator dalam FGD (Focus Group Discussio. , 7 orang sebagai peserta diskusi dan 1 orang tambahan di luar kriteria informan sebagai dokumenter selama FGD (Focus Group Discussio. Diskusi dalam penelitian ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam, dimulai dari pukul 11. 40 WIB dan berakhir pada pukul 12. 40 WIB. Diskusi dimulai dengan pertanyaan tentang sebuah persepsi kepada seluruh peserta FGD (Focus Group Discussio. Seluruh peserta diskusi memberikan jawaban yang hampir sama secara keseluruhan, mengatakan jika persepsi itu bermakna cara pandang. AuSetahu saya persepsi itu seperti opini atau pendapat dari sudut pandang Di mana sudut pandang itu juga dipengaruhi oleh beberapa hal. Vol. 3 No. Mei 2025 contohnya kebiasaan hidup kita, pengalaman masa lalu kita dan orang tua kita, seperti itu. Ay1 AuPersepsi itu ya cara pandang kita terhadap sesuatu yang kita tangkap dari panca indra. Ay2 Memahami makna persepsi diawal sangatlah penting, karena tentu akan berhubungan dengan jalannya FGD (Focus Group Discussio. Sebuah persepsi ini sangatlah penting bagi siapapun karena setiap orang pasti memiliki sudut pandang yang berbeda-beda terhadap suatu hal. Maka dari itu persepsi ada dijadikan sebagai tolak ukur untuk saling menghargai pendapat dan juga evaluasi diri. Pembahasan tentang sebuah persepsi kemudian dihubungkan dengan topik pembahasan dalam FGD (Focus Group Discussio. yaitu tentang gaya penuturan storytelling Nadhifa Allya Tsana. Dalam setiap konten yang dia miliki selalu memiliki gaya penuturan yang sangat unik, ketika Tsana mulai bercerita maka pendengar seakan-akan masuk dalam cerita tersebut, bisa dikatakan apa yang ia katakan membuat pendengar ikut terhanyut di AuKalau menurutku podcast ini lebih punya ciri khas sendiri. Rintik Sedu itu cara bicaranya lebih santai, enjoy gitu, terus komunikatif bahasanya. Dan mudah masuk ke telinga. Karena temanya kebanyakan sedih jadi bisa masuk ke hati. Ay3 AuKalau menurut aku pribadi. Tsana itu kayak ngajak pendengarnya buat masuk ke feel ceritanya. Jadi tuh kayak tiba-tiba sedih, tiba-tiba mellow, jadi kayak exited sendiri gitu. Ay4 Istiqomah. FGD, 5 Mei 2024. Avinda Rahmawati. FGD, 5 Mei 2024. 3 Muhammad Abiyyu Ma`aly. FGD, 5 Mei 2024. 4 Izzatunnisa Azzahra. FGD, 5 Mei 2024. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Podcast AuRintik SeduAy memang punya cara yang unik, seluruh peserta FGD (Focus Group Discussio. mengakui jika AuRintik SeduAy sangat memberikan efek pada mereka ketika mendengarkan podcastnya. Terlebih ketika suasana hati sedang tidak baik atau galau, maka bisa dijamin akan menjadi tambah galau ketika mendengarkan podcast tersebut. Hal baiknya adalah pendengar merasa ada teman yang merasakan hal yang sama. Hanya saja itu tidak begitu baik didengarkan di saat mood hati kita sedang baik. Mayoritas peserta FGD (Focus Group Discussio. mengatakan jika mendengarkan podcast AuRintik SeduAy tergantung mood mereka masingmasing. Dan setiap peserta FGD (Focus Group Discussio. memiliki cara yang berbeda ketika mendengarkan podcast AuRintik SeduAy. Secara keseluruhan, peserta FGD (Focus Group Discussio. memiliki jawaban yang hampir sama ketika ditanya tentang AuRintik SeduAy. Mereka merepresentasikan AuRintik SeduAy itu sedih, galau, cinta-cinta, menye-menye, identik dengan karakter Geez, gundah dan memiliki makna yang dalam. Hanya terdapat 4 dari 7 peserta yang mengikuti akun AuRintik SeduAy, 3 lainnya sekadar tau dan beberapa kali bahkan bisa dibilang sering dengerin tanpa tau siapa orang dibalik AuRintik SeduAy. Dari keempat peserta yang mengikuti sajalah yang mengetahui jika AuTeriAy adalah panggilan khusus untuk pendengar AuRintik SeduAy. Dan hanya terdapat 1 peserta. IA (Izzatunnisa Azzahr. yang pernah mengirimkan cerita lewat dm di Instagram AuRintik SeduAy, tetapi belum pernah di notice sampai sekarang. Hasil yang diperoleh dari penelitian melalui Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa setiap peserta memiliki persepsi yang beragam terhadap gaya penuturan storytelling Nadhifa Allya Tsana dalam podcast AuRintik SeduAy. Perbedaan persepsi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain perhatian . aik internal seperti kondisi psikologis, suasana hati, dan minat pribadi. maupun eksternal seperti lingkungan sosial dan media yang dikonsums. , serta faktor fungsional dan struktural dalam proses Selama FGD, peserta menunjukkan sikap dan respons yang beragam Vol. 3 No. Mei 2025 terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Tingkat partisipasi dan keterlibatan mereka sangat dipengaruhi oleh ketertarikan terhadap topik yang dibahas, khususnya tentang tema-tema kehidupan remaja, cinta, kehilangan, dan pencarian jati diri yang sering diangkat oleh Tsana dalam podcast-nya. Beberapa peserta yang mengaku telah mengikuti podcast AuRintik SeduAy selama lebih dari satu tahun tampak lebih antusias dan memberikan analisis yang lebih mendalam, dibandingkan dengan peserta yang baru mengenal Tsana atau hanya mendengarkan beberapa episode saja. Faktor penting lain yang turut membentuk persepsi peserta adalah sejauh mana mereka mengenal sosok Nadhifa Allya Tsana, baik melalui media sosial, karya tulis . ovel, puis. , maupun interaksi emosional yang terbentuk saat mendengarkan podcast. Peserta yang merasa memiliki Auikatan emosionalAy dengan cerita-cerita Tsana cenderung memberikan penilaian positif terhadap gaya tutur dan isi narasi yang disampaikan. Mereka menilai Tsana sebagai sosok yang mampu AumenemaniAy dalam kesunyian dan memberikan validasi terhadap perasaan mereka. Sebaliknya, terdapat pula peserta yang menilai gaya penuturan Tsana terlalu melankolis dan cenderung menekankan sisi emosional yang sendu. Hal ini dinilai oleh beberapa informan sebagai potensi untuk memperkuat suasana hati negatif, terutama ketika didengarkan saat berada dalam kondisi mental yang rapuh. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa persepsi terhadap podcast AuRintik SeduAy tidak bersifat tunggal, melainkan dipengaruhi oleh pengalaman personal, latar belakang psikologis, durasi kedekatan dengan konten, serta relevansi tema dengan pengalaman hidup masing-masing Heterogenitas persepsi ini menunjukkan bahwa media audio seperti podcast memiliki kekuatan afektif yang tinggi dan mampu memicu interpretasi yang sangat personal di kalangan pendengar remaja Muslim. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Analisis Persepsi Remaja Muslim di Salatiga Sensasi Sensasi diartikan dengan sebuah pesan yang dikirim oleh panca indera dan otak, pada penelitian ini panca indera yang terlibat adalah pendengaran dan penglihatan. Melalui indera pendengaran ini menjadi kunci utama dalam menerima atau mendapatkan informasi tentang podcast AuRintik SeduAy. Karena seperti yang diketahui bahwa podcast yang ada di Spotify ini identik dengan audio, sehingga apapun yang kita dapatkan itu dalam bentuk audio. Seluruh peserta FGD (Focus Group Discussio. pun telah memenuhi kriteria di awal jika mereka mendengarkan podcast melalui platform Spotify. Meski tidak semuanya menjadikan Spotify sebagai platform mendengarkan podcast pertamanya, tetapi mereka akhirnya beralih ke Spotify untuk bisa mendengarkan podcast. Terdapat 2 dari 7 peserta yang mengetahui podcast AuRintik SeduAy tidak langsung dari platform Spotify, melainkan bermula dari mereka membaca karya buku milik Tsana dan juga instagram Tsana yang sering posting quotes galau dan relate dengan anak muda. Remaja muslim di Salatiga yang menjadi informan dalam penelitian ini menerima berbagai macam stimulus dari gaya penuturan storytelling Nadhifa Allya Tsana dalam konten podcast AuRintik SeduAy di Spotify menggunakan alat indera pendengaran dan juga Segala informasi tentu mereka dapatkan ketika sudah mendengarkan episode dari podcast AuRintik SeduAy. Namun semua itu tidak terlepas dari faktor penglihatan mata yang menjadi jendela pertama yang menghubungkan manusia dengan dunia. Peserta FGD yang paling lama mengetahui AuRintik SeduAy dibanding lainnya adalah IA (Izzatunnisa Azzahr. , ia telah mengenal Tsana sejak tahun 2018 melalui Instagram. Sedangkan 3 peserta lainnya mengenal AuRintik SeduAy sejak tahun 2020. MA (Muhammad Abiyyu Ma`al. sewaktu awal-awal covid19 masuk ke Indonesia. AR (Avinda Rahmawat. akhir tahun ketika Tsana ramai jadi perbincangan di Twitter bareng Jerome Polin, sedangkan FC Vol. 3 No. Mei 2025 (Fahmia Chumaero. mengetahui AuRintik SeduAy lewat buku AuKataAy karya Tsana yang dia baca. Terdapat 1 peserta lain mengetahui AuRintik SeduAy pada tahun 2021. AK (Aminatun Khasana. karena rekomendasi dari teman. Sedangkan 2 peserta lainnya baru mengenal AuRintik SeduAy di tahun 2022. NS (Nailatussyifa`) dan IQ (Istiqoma. ketika awal tahun masuk kuliah. Setiap peserta FGD (Focus Group Discussio. memiliki waktu tersendiri untuk mendengarkan podcast. MA (Muhammad Abiyyu Ma`al. mengatakan hampir setiap hari mendengarkan, tetapi diselingi dengan musik saat berada di cafe miliknya. Genre yang didengarkan pun acak, terkadang horor, ceria dan beberapa kali AuRintik SeduAy juga diputar. FC (Fahmia Chumaero. mengatakan tidak sering karena di pondok, hanya saja sekalinya mendengarkan, satu kamar ikut mendengarkan juga. IA (Izzatunnisa Azzahr. AR (Avinda Rahmawat. dan AK (Aminatun Khasana. mengatakan tergantung mood, jika sedang ingin maka akan sering mendengarkan dalam seminggu. IQ (Istiqoma. mengatakan jika waktu senggang banget, mengingat ia juga sibuk dengan kerjaan lain dan dirinya lebih suka membaca daripada mendengarkan. Beberapa peserta FGD (Focus Group Discussio. mengatakan jika mereka akan mendengarkan podcast AuRintik SeduAy jika episode tersebut memiliki judul yang menarik atau bisa dikatakan relate dengan kehidupan Hal tersebut tentu indera mata bekerja lebih awal dalam menyeleksi mana episode yang akan didengarkan. AuTergantung, kalau judulnya aku tertarik itu nanti dengerin. Kalau gak tertarik, diskip. Dengerin podcast kalau di iklan aja. Ay5 Selain itu, visual dari AuRintik SeduAy yang sederhana tapi unik mampu memikat mereka untuk mendengarkan podcastnya. Dari seluruh peserta FGD (Focus Group Discussio. , hanya ada 1 yang memberikan pendapat mereka mengenai visual AuRintik SeduAy. Peserta bernama AR (Avinda Rahmawat. awalnya menganggap visual itu adalah es cream yang meleleh, kemudian ia Avinda Rahmawati. FGD, 5 Mei 2024. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 mengkonfirmasi ulang jika visual yang diciptakan oleh Tsana adalah gambar Terdapat 1 dari 7 peserta yang mengatakan jika ia lebih tertarik mendengarkan podcast dengan disertai visual. Informasi terbaru dari Spotify kini juga sudah terdapat fitur video dalam episode podcast, sehingga tidak hanya audio saja yang disajikan, melainkan juga video yang bisa kita saksikan langsung dari studio AuRintik SeduAy. Stimulus alat indera lainnya adalah pendengaran, 6 dari 7 peserta lebih memilih mendengarkan podcast AuRintik SeduAy dalam bentuk audio saja. Beberapa di antara alasannya adalah karena audio dirasa lebih dapat dihayati, lebih terasa deep, dan juga dapat disambi dengan kegiatan lain seperti belajar atau bersih-bersih rumah. Gaya penuturan storytelling yang dibawakan oleh Tsana sangat lembut, sendu, sedih, galau, dan juga disertai hal-hal randomnya Tsana. Seluruh peserta FGD (Focus Group Discussio. mengakui jika podcast AuRintik SeduAy selalu bisa mengubah mood mereka, dari yang mulanya mendengarkan cerita sedih, tiba-tiba dibuat ketawa dengan cerita random dari Tsana sendiri. Mereka merasa relate dengan apa yang disampaikan oleh Tsana di podcast AuRintik SeduAy, baik itu di segmen cerita Tsana sendiri maupun cerita kiriman dari penggemar. Atensi Perhatian di sini tidak semua dapat diartikan sebagai persepsi, dalam artian banyak stimulus yang didapat belum tentu dapat dipersepsikan. Hal tersebut tergantung ketertarikan audiens terhadap topik yang sedang Berdasarkan hasil FGD (Focus Group Discussio. yang telah terlaksana, gaya penuturan storytelling Tsana dalam podcast yang komunikatif, mudah dipahami, friendly able, anak muda banget dan random membuat mereka tertarik untuk mendengarkan. Ketertarikan dan perhatian mereka tentu berbeda-berbeda, tergantung dari topik pembahasan yang ada di dalam podcast AuRintik SeduAy. Karena podcast tersebut juga membahas banyak permasalahan yang sering dihadapi oleh para remaja zaman Vol. 3 No. Mei 2025 sekarang, sehingga ada beberapa episode yang dirasa relate membuat mereka lebih tertarik lagi untuk mendengarkan. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh latar belakang pengalaman masing-masing peserta. Berdasarkan hasil penelitian, setiap peserta FGD (Focus Group Discussio. memiliki ketertarikan tersendiri pada segmen yang dimiliki AuRintik SeduAy. AR (Avinda Rahmawat. mengatakan lebih suka segmen yang dulu di tahun 2020, ketika openingnya masih identik dengan Aubanyak hal yang gak harus diapa-apainAy dan segmen AuBlueAy. FC (Fahmia Chumaero. mengatakan suka dengan segmen AuDari TsanaAy, yang saat ini segmen itu menjadi AuTeri DiaryAy. IA (Izzatunnisa Azzahr. lebih suka segmen saat membahas kisah Geez and Ann. AK (Aminatun Khasana. lebih suka segmen AuTrailerAy yang berisi cuplikan banyak episode. Sedangkan 3 peserta lainnya tidak secara spesifik menyebutkan nama segmen, melainkan mereka menyukai secara random tergantung ketertarikan pada judul dan topik yang Dari hasil FGD (Focus Group Discussio. yang telah dilakukan menunjukkan bahwa 4 dari 7 peserta merasa podcast AuRintik SeduAy itu relate dengan kehidupan kisah cinta mereka di masa lalu. Mulai dari yang hanya dianggap AukaktusAy . akak adik tanpa statu. , cinta bertepuk sebelah tangan, friendzone bahkan menjadi second choice. Beberapa episode yang relate dengan kisah mereka sangat menarik perhatian seperti Aukukira satu-satunya, ternyata aku orang lainnyaAy. Auternyata gak ada dia tuh gak apa-apaAy. Aukita bisa gak sih usahakan lebih dari iniAy. Auaku nungguin kamu ganti tujuan lainAy. Aukita usahakan orang tepat ituAy dan lainnya. Sedangkan 3 dari 7 peserta lainnya merasa bahwa podcast AuRintik SeduAy membuat mereka tertarik karena memang kebutuhan. Di mana mereka butuh untuk menghibur diri mereka sendiri atau bisa dibilang ini tentang self love. Podcast AuRintik SeduAy identik dengan openingnya yaitu Aukarena ada banyak hal yang harusnya di-gapapa-inAy. Satu peserta di antaranya menghindari obrolan tentang percintaan, padahal hampir keseluruhan podcast AuRintik SeduAy berisi masalah percintaan anak remaja. Namanya IQ (Istiqoma. menunjukkan perbedaan dari peserta yang lain, ia lebih tertarik MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 dengan isu yang tidak membuatnya menye-menye atau sedih berlarut. Meski begitu, ia mendengarkan podcast AuRintik SeduAy dengan sangat memilih dan memilah episode yang sekiranya sangat bermanfaat dan dibutuhkan, salah satunya adalah episode Augrow up with strict parentAy. Interpretasi Interpretasi di sini diartikan sebagai respon yang berupa sebuah tanggapan, efek atau reaksi. Respon setiap peserta mengenai gaya penuturan storytelling Nadhifa Allya Tsana tentu berbeda-beda karena tidak semua yang ditangkap oleh panca indera menjadi pusat perhatian tiap peserta, dan tidak semua stimulus itu dipersepsikan. Pada pertanyaan (Bagaimana tanggapan tentang konten dalam podcast AuRintik SeduAy?), 5 dari 7 peserta mengatakan bahwa konten dalam podcast AuRintik SeduAy itu bikin semangat buat move on, belajar self love dan juga dijadikan media untuk menyadarkan diri. Sedangkan 2 peserta mengatakan jika podcast AuRintik SeduAy memang bagus, hanya saja tidak baik untuk sering didengarkan karena membuat seseorang menjadi orang paling tersakiti di dunia. Dan juga lebih baik mendengarkan sesuai kebutuhan karena waktu yang dimiliki lebih baik digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat. AuIya, jadi merasa jadi orang paling tersakiti di dunia ini. Jadi kayak kadang tuh kalau kita ada masalah kan, terus dengerin itu, masalah kita jadi tervalidasi, jadi kayak sedih banget. Dengerin itu yang bisa membangun, tapi ya pinter-pinternya milih aja sih. Kan gak semua podcast Tsana itu kan tentang cinta-cinta, kayak ada beberapa yang bikin kita semangat lagi. Ay6 AuTapi ya menurut aku sih sesuai kebutuhan. Tadi kan pertanyaannya pendapat tentang kontennya kan, jadi ya kita dengerin boleh sesuai kebutuhan aja. Dan yang paling penting tuh gak jadi penyebab kita itu Aminatun Khasanah. FGD, 5 Mei 2024. Vol. 3 No. Mei 2025 keteteran sama pekerjaan yang lebih penting. Ay7 Berdasarkan hasil penelitian dari pertanyaan (Apakah dari podcast ini mampu mempengaruhi kehidupan, pola pikir serta pandangan tentang sesuatu? Terutama kehidupan semasa remaja kali in. Seluruh peserta FGD (Focus Group Discussio. mengakui bahwa podcast AuRintik SeduAy memberikan pengaruh dalam kehidupan mereka. Terdapat 1 dari 7 peserta yang menunjukkan bahwa pengaruh yang mereka terima sangatlah besar. Dimulai cerita dari IA (Izzatunnisa Azzahr. yang mengatakan bahwa podcast AuRintik SeduAy memberikan pengaruh sangat besar bagi dirinya sewaktu SMA, di mana saat itu dia merasa dunia terasa berat terlebih kisah percintaan yang ia Di tengah rasa gundah dan galau yang ia lalui, ada peran podcast AuRintik SeduAy yang membersamai perjalanannya, ia merasa ada teman dan mendapatkan semangat baru setelah mendengarkan podcast AuRintik SeduAy. Dari hasil penelitian dengan pertanyaan (Apa yang ingin kalian sampaikan untuk para remaja di luar sana agar mendengarkan podcast AuRintik SeduAy?), 4 dari 7 peserta memberikan disclaimer ketika ingin mendengarkan podcast AuRintik SeduAy sebaiknya jangan di saat mood hati bener-bener galau atau sedih. Karena dikhawatirkan kesedihan itu akan berlarut berkepanjangan mengingat gaya penuturan storytelling Tsana yang identik dengan nada sendu dan galau. Akan lebih baik didengarkan jika suasana hati sudah lebih baikan, sehingga segala bentuk kata-kata motivasi yang diberikan oleh Tsana dapat diterima dengan baik. 2 peserta yang lain memberikan reminder jika jangan terlalu sering mendengarkan podcast AuRintik SeduAy, dan disarankan jika mendengarkan podcast AuRintik SeduAy itu sampai selesai. Dikhawatirkan jika hanya sampai pertengahan hanya akan dijadikan validasi dari rasa sakit yang sedang dirasakan, dan merasa jadi orang paling tersakiti di dunia. Sedangkan 1 peserta lainnya yaitu IQ (Istiqoma. yang selalu memberikan tanggapan netral dari yang lainnya, mengatakan bahwa harus Istiqomah. FGD, 5 Mei 2024. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 pandai memilih dan memilah dalam mendengarkan podcast, disesuaikan kebutuhan saja sesuai porsinya. Jika dilihat lebih jauh dari hasil diskusi yang sudah dipaparkan, dalam sebuah persepsi memang didukung oleh 3 komponen yaitu sensasi, atensi dan interpretasi. Ketiga hal tersebut sangatlah berhubungan, tanpa adanya sensasi dari panca indera pendengaran dan penglihatan maka tidak akan ada atensi yang menarik perhatian para Di samping itu juga, adanya perhatian atau ketertarikan terhadap sebuah topik pembahasan dalam FGD (Focus Group Discussio. menimbulkan sebuah respon, tanggapan atau persepsi dari para peserta FGD (Focus Group Discussio. terhadap topik tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, dari 7 informan hanya terdapat 1 informan laki-laki yang ditemui oleh peneliti dan bersedia mengikuti FGD (Focus Group Discussio. Dalam hal ini MA (Muhammad Abiyyu Ma`al. memberikan tanggapan jika podcast AuRintik SeduAy itu sebagai perspektif cewek, sehingga sebagai cowok lebih sulit untuk memahami. Meski beberapa kali pernah ada episode AuDari TsanaAy yang pengirimnya adalah cowok, tapi itu bisa dikatakan sangat jarang. Dari podcast AuRintik SeduAy membuat MA (Muhammad Abiyyu Ma`al. belajar untuk memahami perasaan cewek, terlebih dia juga menyarankan untuk temannya terutama cowok untuk mendengarkan AuRintik SeduAy. Karena menurut dia cewek itu unik dan kebanyakan cowok tidak mau dengerin keluh kesah teman ceweknya. Beberapa waktu setelah FGD (Focus Group Discussio. dilaksanakan, peneliti melakukan wawancara secara lebih mendalam kepada 2 sampel Wawancara tersebut dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2024 melalui aplikasi WhatsApp. Pertama. FC (Fahmia Chumaero. menjadi salah satu yang diwawancarai karena dia bisa dikatakan AuTeriAy, istilah yang sering dikatakan untuk pendengar setia AuRintik SeduAy. Hal menariknya ialah dia telah mengikuti Tsana sejak tahun 2020, dan sejauh ini hanya Tsana yang menarik perhatian dia untuk mendengarkan podcast. Di sisi lain, selama diskusi ia tidak begitu banyak menanggapi pertanyaan yang dilontarkan Vol. 3 No. Mei 2025 sehingga hal tersebut membuat peneliti penasaran. Seharusnya dia justru memiliki banyak argumen tentang podcast AuRintik SeduAy, mengingat dia telah mengikuti AuRintik SeduAysejak lama. Berdasarkan hasil penelitian. FC ini termasuk berkepribadian ekstrovert, hanya saja sewaktu FGD adalah pertemuan pertama dengan peserta lain maka terlihat canggung. Berawal dari membaca buku karya Tsana seperti AuKataAy. AuGeez and AnnAy. AuPukul Setengah LimaAy membuat FC memiliki ketertarikan untuk mendengarkan storytelling Tsana secara Namun ternyata dari apa yang selama ini ia baca dari tulisan berbeda dengan apa yang ia dengar di podcast. Dari storytelling dalam tulisan di buku Tsana, ia mengira sosok Tsana adalah orang yang sangat serius. Ternyata dugaannya salah. Tsana adalah sosok yang random banget saat membawakan podcast, pembawaan storytellingnya lebih anak muda dan berasa teman sendiri. Kedua. AK (Aminatun Khasana. menjadi salah satu lainnya yang diwawancarai secara mendalam karena beberapa argumen yang disampaikan saat FGD menarik perhatian peneliti. Di mana ia berpendapat jika tidak begitu menyukai cerita fiksi, padahal storytelling Tsana hampir menyerupai cerita fiksi. Berdasarkan hasil penelitian, ia mengatakan memang tidak suka cerita fiksi dalam bentuk tulisan. Hanya saja ketika dikemas dengan cara berbeda seperti audio podcast, hal tersebut mampu menjadi daya tarik tersendiri untuknya. AK juga mengatakan jika ia lebih suka mendengarkan episode Tsana yang mengandung unsur self improvement, karena dirasa lebih bermanfaat untuk pengembangan soft skill kedepannya. Salah satu informan. AK, seorang remaja Muslim di Salatiga, mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap podcast AuRintik SeduAy bermula dari rekomendasi seorang teman. Ia merasa gaya penuturan Nadhifa Allya Tsana sangat relatable karena pada saat itu ia sedang mengalami masamasa jatuh cinta. Cara Tsana menyampaikan cerita dengan nada lembut, pilihan kata yang puitis, serta alur yang mengalir, membuat AK merasa seolah-olah sedang diajak berbicara secara pribadi. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Namun demikian, dalam sesi Focus Group Discussion (FGD). AK beberapa kali menyampaikan pandangan yang berbeda dari peserta lainnya. Ia menilai bahwa gaya penuturan Tsana yang cenderung melankolis dapat memunculkan efek samping psikologis tertentu, khususnya jika pendengar sedang berada dalam kondisi emosional yang labil. AK mengisahkan bahwa ketika mengalami cinta bertepuk sebelah tangan, mendengarkan AuRintik SeduAy justru membuatnya terjebak dalam perasaan mengasihani diri sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa gaya bertutur Tsana tidak hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga bisa memengaruhi suasana hati secara mendalam. Meski demikian. AK juga mengakui bahwa jika podcast disimak hingga akhir, sering kali terdapat kalimat penutup yang berisi motivasi dan semangat Berdasarkan hasil FGD dan wawancara mendalam, seluruh informan yang merupakan remaja Muslim di Salatiga pada dasarnya menikmati gaya storytelling Nadhifa Allya Tsana. Mereka menilai gaya tersebut sebagai ciri khas yang membedakan Tsana dari narator podcast lainnyaAigaya yang lembut, emosional, dan penuh empati. Akan tetapi, persepsi mereka terhadap dampak gaya penuturan tersebut cukup beragam. Sebagian merasa bahwa gaya Tsana dapat menjadi penguat batin, memberikan ruang refleksi, dan menghadirkan kedamaian, terutama dalam menghadapi dinamika kehidupan remaja Muslim. Sementara sebagian lainnya justru menganggap bahwa gaya tutur yang terlalu emosional dapat memperkuat suasana hati yang negatif jika tidak disikapi secara kritis. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya penuturan dalam podcast tidak hanya membentuk suasana cerita, tetapi juga berperan penting dalam membentuk persepsi, sikap, dan respons emosional pendengarnyaAi khususnya di kalangan remaja Muslim yang tengah berada dalam fase pencarian jati diri. Narasi personal Tsana yang disampaikan melalui media digital menjadi ruang kontemplatif yang dapat dimaknai secara berbeda-beda Vol. 3 No. Mei 2025 tergantung latar belakang emosional, pengalaman hidup, dan tingkat kedekatan spiritual masing-masing pendengar. Kesimpulan Persepsi remaja muslim di Salatiga pada gaya penuturan storytelling Nadhifa Allya Tsana dalam konten podcast AuRintik SeduAy di Spotify identik dengan tiga komponen yaitu sensasi, atensi dan interpretasi. Sensasi, dari sini para informan mengetahui dan mendengarkan podcast AuRintik SeduAy dari Spotify. YouTube. Instagram, karya tulis Tsana, dan juga rekomendasi seorang teman. Atensi, para informan tertarik mendengarkan podcast AuRintik SeduAy karena topik pembahasannya relate dengan kehidupan anak muda sekarang. Selain itu juga gaya penuturan storytelling yang dibawakan oleh Tsana sangat mudah diterima, komunikatif, dan memposisikan diri seolah teman dekat. Interpretasi, para informan mengatakan bahwa podcast AuRintik SeduAy itu identik dengan galau, cinta-cintaan, sendu, sedih dan anak muda banget. Ketiga hal tersebut tidak dapat dipecah satu persatu, dalam artian saling berhubungan karena prosesnya terjadi secara bersamaan. Sehingga persepsi yang muncul dari setiap informan tergantung dengan stimulus yang diterima dan ketertarikan terhadap topik podcast yang sedang dibicarakan. Hasil dari persepsi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa gaya penuturan storytelling Nadhifa Allya Tsana itu unik. Meski selalu identik dengan sedih atau galau, tetapi tingkah laku random yang tiba-tiba muncul di pertengahan podcast membuat suasana hati pendengar menjadi lebih baik. Selain itu, apa yang menjadi bahasan dalam podcast AuRintik SeduAy sangat mewakili anak muda dan memotivasi. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah lebih intensif saat mengumpulkan data melalui FGD (Focus Group Discussio. , agar hasil yang didapatkan lebih maksimal sehingga komunikasi antar informan dapat terjalin dengan baik. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat menemukan informan lebih banyak dengan latar belakang yang bervariasi, sehingga dapat menghasilkan penelitian yang lebih variatif. Peneliti selanjutnya juga dapat MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 meneliti podcast "Rintik Sedu" dengan lebih memfokuskan pada salah satu segmen di podcast "Rintik Sedu" atau salah satu episode yang ada. Bahkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda, dengan melakukan wawancara secara langsung dengan Nadhifa Allya Tsana selaku storyteller podcast "Rintik Sedu". Saran bagi masyarakat terutama anak muda harus bisa lebih selektif dalam memilih podcast yang dijadikan panutan. Karena apa yang didengarkan, baik atau buruknya tentu berpengaruh dalam diri dan kehidupan pendengar. Selain itu, hasil dari persepsi negatif dari informan dalam penelitian dapat dijadikan masukan untuk podcast "Rintik Sedu", agar dapat membuat konten podcast yang semakin menarik bagi anak Daftar Pustaka