Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima Ae Wita Ae Ilham_Jul. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI RUTE BERJALAN TERBAIK MAHASISWA (STUDI KASUS JALUR PEDESTRIAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA) Prima Jiwa Osly1. Wita Meutia2 dan Ilham Yahya3 1Prodi Teknik Sipil. Universitas Pancasila. Jl. Lenteng Agung No. 56 - 80. Jakarta, 12640 Email korespondensi: primajiwa. osly@univpancasila. 2Prodi Teknik Sipil. Universitas Pancasila. Jl. Lenteng Agung No. 56 - 80. Jakarta, 12640 Email: wita. meutia@univpancasila. 3Prodi Teknik Sipil. Universitas Pancasila. Jl. Lenteng Agung No. 56 - 80. Jakarta, 12640 Email: fadilahwa@gmail. ABSTRAK Terdapat beberapa jalur pedestrian di dalam kampus Universitas Pancasila untuk menunjang aktivitas di dalam kampus, salah satunya adalah jalur pejalan kaki yang menghubungkan Pintu Gerbang Utama Kampus Universitas Pancasila menuju Fakultas Teknik. Aktivitas dalam melakukan kegiatan perpindahan dari Fakultas Teknik menuju gerbang utama kampus, sehingga jalur pedestrian merupakan fasilitas sangat penting guna mendorong serta memperlancar aktivitas perpindahan dengan kegiatan berjalan kaki. Jalur tersebut sering dilewati oleh mahasiswa padahal memiliki jalur pedestrian yang terputus dan fasilitas penyebrangan seperti zebra cross yang belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi preferensi mahasiswa dalam memilih rute jalur pedestrian terbaik di dalam kampus. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner secara online. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pancasila dikarenakan responden ini dianggap telah memahami kondisi jalur pedestrian yang menjadi objek studi. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear (Backward metho. Berdasarkan analisis, yang mempengaruhi kesetujuan mahasiswa mengenai rute terbaik adalah norma sosial, dukungan dan minimnya aktivitas lalu lintas lain di rute berjalan. Kata kunci: Aktivitas. Jalur Pedestrian. Persepsi Mahasiswa. Kampus ABSTRACT There are several pedestrian paths on the Pancasila University campus to support activities on campus, one of which is a pedestrian path that connects the Main Gate of the Pancasila University Campus to the Faculty of Engineering. Activities in moving activities from the Faculty of Engineering to the main gate of the campus, so that the pedestrian path is a very important facility to encourage and facilitate movement activities by walking. This route is often passed by students even though it has broken pedestrians and crossing facilities such as zebra crossings that are not yet available. This study aims to analyze what factors influence student preferences in choosing the best pedestrian route on campus. Data were collected by distributing questionnaires online. Respondents in this study were students of the Faculty of Engineering. University of Pancasila because these respondents were considered to have understood the condition of the pedestrian path which was the object of study. The analysis used descriptive statistics and linear regression (Backward metho. Based on the analysis, what influences students' agreement on the best route are social norms, support and the lack of other traffic activities on the walking route. Keywords: Activity, pedestrian track, student perception, college 105 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima_Jul. PENDAHULUAN Jalur pedestrian yang terdapat pada kawasan kampus Universitas Pancasila merupakan fasilitas penting untuk menunjang kegiatan gerak mahasiswa dari lokasi satu ke lokasi lainnya. Terdapat beberapa jalur pedestrian di dalam kampus Universitas Pancasila untuk menunjang aktivitas di dalam kampus, salah satunya adalah jalur pejalan kaki yang menghubungkan Pintu Gerbang Utama Kampus Universitas Pancasila menuju Fakultas Teknik. Gambar 1 memperlihatkan jalur yang sering dilewati oleh mahasiswa untuk menuju gerbang utama atau sebaliknya. Padahal untuk menuju gerbang utama atau Berdasarkan kondisi lapangan, jalur yang sering dilewati mahasiswa (Gambar . memiliki jalur pedestrian yang terputus dan fasilitas penyebrangan seperti zebra cross yang belum tersedia. Selain itu mahasiswa yang melewati jalur pedestrian ini harus berhati-hati dikarenakan jalur tersebut bercampur dengan kendaraan yang melintas di dalam kampus dan terdapat halangan berupa kendaraan yang berhenti atau parkir. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa jalur tersebut memiliki volume lalu lintas sedikit namun memiliki kecepatan yang terbilang Tinggi . Gambar 2 memperlihatkan kondisi jalur pedestrian yang dikaji. Gambar 1. Rute Berjalan yang Diteliti Gambar 2. Kondisi Jalur Berjalan yang Diteliti 106 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima_Jul. 2021 Hasil malfungsi trotoar, yakni penggunaan trotoar sebagai laluan oleh kendaraan roda dua, sebagai tempat parkir, dan malfungsi trotoar oleh Pedagang Kaki Lima . Setiap orang dalam memilih jalur pedestrian tergantung kepentingan pribadi mereka. Misal, ada orang yang senang dengan jalur tertentu dikarenakan jalur pedestrian yang nyaman, namun ada juga orang yang berdasarkan preferensi jarak . Walkability atau kelayakan berjalan adalah interaksi antara fasilitas pejalan kaki dan dukungan keseluruhan untuk lingkungan pejalan kaki. Asian Development Bank (ADB), walkability, yang dapat dilihat pada tabel berikut . Tabel 1. Paramater yang digunakan pada penelitian ADB tentang walkability . Parameter Penjelasan Konflik pejalan kaki dengan Tingkat konflik antara pejalan kaki dan mode lain di jalan, seperti sepeda, sepeda motor dan mobil Ketersediaan jalur pejalan Kebutuhan, ketersediaan dan kondisi jalur berjalan. Parameter ini diubah dari parameter "Pemeliharaan dan Kebersihan" dalam GWI Ketersediaan Keselamatan Ketersediaan dan penyeberangan untuk menjelaskan apakah pejalan kaki cenderung jaywalk ketika tidak ada penyeberangan atau ketika penyeberangan terlalu jauh Arus lalu lintas moda lainnya saat melintasi jalan, waktu yang dihabiskan menunggu Parameter Penjelasan dan menyeberang jalan dan jumlah waktu yang diberikan kepada pejalan kaki untuk menyeberang persimpangan dengan Perilaku Perilaku pengendara terhadap pejalan kaki sebagai indikasi jenis lingkungan pejalan Fasilitas (Amenitie. Ketersediaan fasilitas pejalan kaki, seperti bangku, lampu jalan, toilet umum, dan pohon-pohon, yang sangat meningkatkan daya tarik dan lingkungan pejalan kaki, dan juga daerah di sekitarnya. Infrastruktur Ketersediaan, posisi dan pemeliharaan infrastruktur untuk penyandang cacat Penghalang Adanya penghalang permanen dan sementara di jalur pejalan kaki. Hal ini mempengaruhi lebar efektif jalur pejalan kaki dan dapat ketidaknyamanan bagi pejalan kaki Keamanan dari Rasa aman yang umum terhadap kejahatan di Persepsi merupakan suatu gambaran serta interpretasi seseorang mengenai suatu objek dan menghubungkan informasi ini dengan dirinya dan lingkungannya. Preferensi kecenderungan untuk memilih sesuatu diantara yang lain. Terdapat hubungan antara preferensi dan sikap yang didasarkan pada penilaian persepsi. Persepsi 107 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima_Jul. 2021 dipengaruhi oleh norma sosial . Norma sosial mengacu pada asumsi seseorang terhadap orang lain . eluarga, teman, dl. , apakah mereka berpikir rekan terdekat mereka akan menerima, dalam konteks ini adalah persepsi mengenai rute yang ditawarkan merupakan rute terbaik. Berdasarkan kondisi tersebut, preferensi mahasiswa dalam memilih jalur pedestrian yang dilalui menjadi menarik untuk diteliti. Untuk itu penelitian ini menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi preferensi mahasiswa dalam memilih rute jalur pedestrian terbaik di dalam kampus. Jalur penelitian yang menjadi studi kasus adalah jalur pedestrian yang paling sering dilewati oleh mahasiswa untuk rute Fakultas Teknik menuju Gerbang Utama Universitas Pancasila. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Kampus Universitas Pancasila dengan rute jalur pedestrian Fakultas Teknik menuju Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner secara online. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pancasila dikarenakan responden ini dianggap telah memahami kondisi jalur pedestrian yang menjadi objek studi. Pendekatan persepsi mahasiswa mengenai rute terbaik dikaitkan dengan variabel kelayakan berjalan yang dikeluarkan oleh ADB . Analisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear (Backward Pertanyaan di dalam kuesioner berisi informasi berikut: Karakteristik Responden Jenis Kelamin Kendaraan yang digunakan di dalam Persepsi responden terhadap jalur yang Persepsi responden bahwa rute yang disajikan merupakan rute terbaik Persepsi mengenai norma sosial yaitu persepsi responden terhadap persepsi orang terdekat mengenai rute yang Persepsi mengenai dukungan yaitu persepsi responden terhadap prilaku yang akan dilakukan oleh orang lain dalam memilih rute yang disajikan. Persepsi mengenai kondisi jalur pedestrian yang dilewati Konflik pejalan kaki dengan moda transportasi lainnya Ketersediaan jalur pejalan kaki Ketersediaan penyeberangan Keselamatan penyeberangan Perilaku pengendara kendaraan Fasilitas pendukung (Amenitie. Infrastruktur penyandang cacat Penghalang Keamanan dari kejahatan Hipotesis awal yang digunakan dalam keterhubungan antara persepsi mengenai pengetahuan responden terhadap jalur yang disajikan, persepsi mengenai kesetujuan responden bahwa rute yang disajikan merupakan rute terbaik, kondisi jalur pedestrian yang dilewati dengan persepsi mahasiswa terhadap kesetujuan mereka untuk menggunakan jalur ANALISIS DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden Para mahasiswa pengguna fasilitas pedestrian mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Berikut karakteristik responden yang menjadi objek penelitian 108 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima_Jul. 2021 Tabel 2. Karakteristik Responden Karakteristik Responden Jenis Kelamin Kendaraan yang Sangat tidak Persentase Pria . %). Wanita . %) Motor . %). Mobil . %). Commuterline . %). Transportasi Publik . %). Ojek Online . %). Berjalan Kaki . %) Responden terdiri dari 57% pria dan 43% Pertanyaan mengenai Aukendaraan yang digunakanAy menangkap karakteristik bertransportasi mahasiswa untuk sampai ke kampus. Persentase penggunaan sebanyak 45,45%, diikuti commuter line sebanyak 30,30%, kemudian penggunaan mobil 13,13%, dan cara ke kampus dengan transportasi umum sebanyak 5,5%, berjalan kaki sebanyak 4,4% serta penggunaan ojek online dan sebanyak 3,3%. Persepsi Sebanyak 74% responden mengetahui rute yang menjadi daerah kajian dan sebanya 24% responden mengetahui rute Artinya responden yang terjaring dari penelitian ini sangat mengenal kondisi rute jalur pedestrian Fakultas Teknik menuju Gerbang Utama dan sebaliknya. Tidak Mengetahui Cukup Mengetahui Mengetahui Gambar 3. Persentase Persepsi Pengetahuan responden terhadap Jalur Pedestrian Persepsi responden bahwa rute yang disajikan merupakan rute terbaik Sangat tidak Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Gambar 4. Persentase Persepsi kesetujuan responden bahwa rute yang disajikan merupakan rute terbaik Gambar 4 menunjukkan persepsi tingkat kesetujuan rute terbaik responden terhadap rute yang menjadi objek Responden yang setuju dan sangat setuju dengan rute kajian merupaka ruterbaik sebesar 54% dan 30%. Hanya sedikit responden yang memberikan tingkat kesetujuan rendah . otal sangat tidak setuju dan tidak setuj. yaitu sebesar Persepsi mengenai norma sosial yaitu persepsi responden terhadap persepsi kesetujuan orang terdekat mengenai rute yang disajikan. Norma sosial subjektif seperti yang disajikan mengacu pada asumsi responden tentang apakah orang-orang terdekat 109 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima_Jul. eman-tema. mereka berpikir bahwa mereka juga menerima bahwa jalur yang menjadi objek penelitian merupakan jalur Faktor norma sosial ini mengacu kepada tekanan sosial yang dirasakan. Sebagai menguntungkan para norma sosial subjektif terhadap kebijakan yang disajikan, semakin kuat penerimaan dari individu terhadap kebijakan. Hal inilah yang diadopsi pada penelitian, semakin menguntungkan norma sosial subjektif terhadap jalur pedestrian yang diteliti, maka tingkat kesetujuan akan semain Dengan demikian, norma sosial kesetujuan mahasiswa terhadap persepsi rute terbaik. Berdasarkan hasil survey diperoleh bahwa mahasiswa menganggap sebesar 78% teman-teman mereka akan setuju dan sangat setuju bahwa rute kajian merupakan rute terbaik. yang akan dilakukan oleh orang lain mengenai rute yang disajikan. Gambar 6 menyajikan persepsi responden mengenai dukungan yang akan dilakukan oleh orang lain. Dukungan tersebutt dinyatakan melalui persepsi prilaku yang ditunjukkan oleh orang lain apakah akan melewati jalur yang disajikan atau tidak. Dari hasil suvei terlihat bahwa responden merasa bahwa orang lain juga akan melewati jalur ini. Hal ini terlihat dari persentase nilai sangat setuju dan setuju sebesar 82%. 00% 4. Sangat tidak Tidak Setuju Netral Setuju Sangat tidak Gambar 6. Persepsi mengenai dukungan orang terdekat Tidak Setuju Persepsi mengenai kondisi jalur pedestrian yang dilewati Data yang diperoleh dari pembagian kuesioner kepada responden yang dilakukan secara online. Pendekatan persepsi mahasiswa mengenai rute terbaik dikaitkan dengan variabel kelayakan berjalan yang dikeluarkan oleh ADB dengan memberikan persepsi kesetujuan terhadap kondisi jalur pedestrian yang Netral Setuju Sangat Setuju Gambar 5. Persentase Persepsi Mahasiswa mengenai norma sosial Persepsi mengenai dukungan yaitu persepsi responden terhadap prilaku Tabel 3. Persepsi responden mengenai jalur pejalan kaki yang dilewati Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Sangat Setuju Memiliki konflik yang sedikit dengan pengendara bermotor Memiliki jalur pejalan kaki di sepanjang Kondisi Jalur Pejalan Kaki 110 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima_Jul. 2021 Tersedia Fasilitas pendukung untuk pejalan kaki . eneduh, tempat sampah. Tersedia fasilitas untuk penyandang Tersedia penyeberangan jalan . ebra cross,dl. Aman ketika menyenbrang Pejalan kaki tidak terganggu oleh aktivitas lain dijalur pejalan kaki . endaraan parkir, dl. Pejalan kaki tidak terganggu oleh halangan pada jalur pejalan kaki . ohon, tiang, dl. Aman dari tindakan kejahatan untuk berjalan di rute tersebut Lalu lintas kendaraan pada jalur ini tidak Analisis regresi Analisis regresi dalam penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi kesetujuan mahasiswa bahwa rute yang menjadi kajian adalah rute terbaik. Variabel independent dalam penelitian ini adalah tingkat kesetujuan bahwa rute yang disajikan adalah rute terbaik, sedangkan variabel dependent adalah pengetahuan subjektif, norma sosial, dukungan dan variabel kelayakan berjalan yang dikeluarkan oleh ADB. Analisis regresi yang digunakan adalah metode backwise dengan menganalisis mengeliminasi satu persatu variabel dependent yang tidak memiliki pengaruh. Analisis menentukan tujuan utama penelitian yaitu menentukan faktor-faktor yang paling mempengaruhi tingkat kesetujuan rute Metode yang digunakan dalam analisis regresi ini adalah metoe backward. Dalam hal ini semua variabel X diregresikan terhadap variabel Y selanjutnya dieliminasi berdasarkan nilai P value dan nilai F. Kriteria yang digunakan untuk P-Value mengeliminasi variabel adalah variabel yang memiliki nilai P-Value lebih besar dari 0,05. Tabel 4 merupakan hasil dari analisis regresi backward. 111 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima_Jul. 2021 Tabel 4. Hasil Analisis Regresi (Backward Metho. Iterasi ke 1 Indikator PValue PValue PValue PValue PValue (Constan. Jalur ini Tersedia kaki di Tersedia Fasilitas . Tersedia g disabilitas Tersedia gan jalan . ebra cross,dl. Pejalan kaki dapat ng dengan Pejalan kaki tidak lain dijalur . endaraan parkir, dl. 112 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima_Jul. 2021 Iterasi ke 1 Indikator PValue PValue PValue PValue PValue Pejalan kaki tidak pada jalur . ohon, tiang, dl. Aman dari berjalan di Persepsi jalur yang Persepsi sosial yaitu rute yang Persepsi yang akan oleh orang rute yang Adjusted R Square 113 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima_Jul. 2021 Iterasi ke 1 Indikator PValue PValue PValue PValue Sig PValue Tabel 4. Hasil Analisis Regresi (Backward Metho. (Lanjuta. Iterasi ke 6 Indikator PValue PValue PValue PValue PValue Jalur ini memiliki masalah yang sedikit antara pejalan kaki Tersedia jalur pejalan kaki di sepanjang rute Tersedia Fasilitas untuk pejalan kaki . eneduh, tempat sampah. Tersedia fasilitas Tersedia jalan . ebra cross,dl. Pejalan kaki dengan aman Pejalan kaki tidak terganggu oleh aktivitas lain dijalur pejalan kaki . endaraan parkir, dl. Aman dari kejahatan untuk berjalan di rute Persepsi (Constan. 114 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima_Jul. 2021 Iterasi ke 6 Indikator PValue PValue PValue PValue PValue Persepsi mengenai norma sosial yaitu kesetujuan orang mengenai rute yang disajikan Persepsi dukungan yaitu terhadap prilaku yang akan dilakukan oleh orang lain mengenai rute yang disajikan. yang disajikan Adjusted R Square Sig 115 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 12 Nomer 2 | [Prima_Jul. 2021 Dengan taraf signifikan yang dipilih dibawah 0,05, maka model iterasi analisis regresi metode backward terbaik adalah iterasi ke 10. Iterasi. Iterasi ini memiliki realiability sebesar 0,77. Variabel yang . ersepsi mahasiswa terhadap rute terbaik yang disajika. adalah norma sosial, dukungan dan minimnya aktivitas lalu lintas lain di rute berjalan. Tingkat kesetujuan mahasiswa mengenai rute terbaik yang disajikan akan meningkat jika mahasiswa merasakan bahwa jalur yang mereka lewati tidak terdapat halangan lalulintas seperti parkir. Variabel ini berpengaruh sebesar 0,14 kali dalam Berdasarkan variabel ini dapat dikatakan bahwa keleluasaan dalam berjalan menjadi pengaruh dalam meningkatkan persepsi kesetujuan rute berjalan terbaik. Variabel norma sosial memiliki pengaruh sebesar 0,65 kali dalam meningkatkan persepsi rute berjalan terbaik di dalam kampus. Selanjutnya terdapat variabel dukungan yang mempengaruhi kesetujuan mengenai rute berjalan terbaik sebesar 0,31 kali. Variabel norma sosial dan dukungan ini mahasiswa terhadap kesetujuan rute terbaik kampus dipengaruhi oleh persepsi dan prilaku orang lain dalam hal ini temanteman responden. Kedepannya, kesetujuan mahasiswa perlu diterapkan sistem parkir di satu lokasi agar mahasiswa tidak terganggu dengan kendaraan parkir yang tidak pada tempatnya. Selain itu perlu diperhatikan fasilitas penyebrangan dan kemenurusan jalur pedestrian dalam memperlancar arus pedestrian di kampus Universitas Pancasila. DAFTAR PUSTAKA