P ISSN . E ISSN : x-x METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN BIDANG STUDI FIQIH MTsN 14 HULU SUNGAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Ubaidillah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Muhammad Nafis Tabalong. Indonesia Email: ubaidillah@stitnafistabalong. ABSTRACT This study aims to determine the extent of the demonstration method in the field of Fiqh at MTsN 14 Hulu Sungai Tengah. The approach in this research is a qualitative approach. It is used to obtain information related to the problem under study. The author formulates a qualitative descriptive data analysis and uses a sequential and interactionist step-by-step method, namely data collection using observation, interviews and documentation. The results showed that the demonstration method had been used in the field of fiqh studies at MTsN 14 Hulu Sungai Tengah. This method is due to make it easier for students to understand the lesson. The teacher in the field of Fiqh at MTsN 14 Hulu Sungai Tengah in the application of the demonstration method first gave an explanation of the material to be demonstrated, then the teacher gave an example of doing a good and correct demonstration of the subject matter, after that the teacher ordered the students to practice again. If the demonstration carried out by students is not good and correct, the teacher immediately fixes it as an evaluation step. Keywords: Methods. Demonstration. Problems, and Learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode demonstrasi pada bidang studi Fiqih di MTsN 14 Hulu Sungai Tengah. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hal ini digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Penulis merumuskan analisis data bersifat deskriptif kualitatif dan menggunakan cara pertahapan secara berurutan serta interaksionis, yaitu pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi telah digunakan pada bidang studi fiqih di MTsN 14 Hulu Sungai Tengah. Metode ini disebabkan memberi kemudahan pada siswa dalam memahami pelajaran. Guru bidang studi Fiqih di MTsN 14 Hulu Sungai Tengah dalam penerapan metode demonstrasi pertama kali memberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai materi yang akan Jurnal AN-NAFIS Vol. 1 No. 1 (Desember 2. UBAIDILLAH didemonstrasikan, kemudian guru memberikan contoh melakukan demonstrasi yang baik dan benar mengenai materi pelajaran tersebut, setelah itu guru memerintahkan siswa untuk mempraktekkan kembali. Jika pendemonstrasian yang dilakukan oleh siswa belum baik dan benar maka guru langsung memperbaikinya sebagai langkah evaluasi. Kata Kunci: Metode. Demonstrasi. Masalah, dan Pembelajaran. PENDAHULUAN Pendidikan pada hakekatnya berlangsung dalam suatu proses. Proses itu berupa transformasi nilai-nilai pengetahuan, teknologi dan keterampilan. Penerima proses adalah anak atau siswa yang sedang tumbuh dan berkembang menuju ke arah pendewasaan kepribadian dan penguasaan pengetahuan. Selain itu, pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang diperoleh melalui proses yang panjang dan berlangsung sepanjang kehidupan. Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama bagi setiap anak yang lahir, tumbuh dan berkembang secara manusiawi dalam mencapai kematangan fisik dan mental masing-masing anak. Di dalam keluarga, setiap anak memperoleh pengaruh yang mendasar sebagai landasan pembentukan pribadinya dan untuk lebih meningkatkan potensi pada diri anak, orang tua tidak hanya mendidik anaknya di rumah, akan tetapi mereka mengirimkan atau menitipkan anaknya ke sekolah, agar mampu memenuhi tuntutan zaman sekaligus meningkatkan pendidikan pada anak tersebut. Sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua yang bertugas membantu keluarga dalam membimbing dan mengarahkan perkembangan serta pendayagunaan potensi tertentu yang dimiliki siswa atau anak, agar mampu menjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manusia, sebagai anggota masyarakat, ataupun sebagai individual. Sekolah merupakan pendidikan yang berlangsung secara formal artinya terikat oleh peraturan-peraturan tertentu yang harus diketahui dan dilaksanakan. Di sekolah, murid atau anak tidak lagi diajarkan oleh orang tua, akan tetapi gurulah sebagai pengganti orang tua. Volume 1. Nomor 1. Desember 2021 Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Bidang Studi Fiqih. Salah satu bidang studi yang diajarkan di MTs. adalah fiqih. Fiqih secara umum merupakan salah satu bidang studi Islam yang banyak membahas tentang hukum yang mengatur pola hubungan manusia dengan Tuhannya, antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya. Melalui bidang studi fiqih ini diharapkan siswa tidak lepas dari jangkauan normanorma agama dan menjalankan aturan syariat Islam. Proses belajar-mengajar akan berjalan dengan baik kalau metode yang digunakan betul-betul tepat, karena antara pendidikan dengan metode saling Menurut Zakiah Daradjat, pendidikan adalah usaha atau tindakan untuk membentuk manusia. (Zakiah Daradjat, 2. Disini guru sangat berperan dalam membimbing anak didik ke arah terbentuknya pribadi yang Sedangkan metode adalah suatu cara dan siasat penyampaian bahan pelajaran tertentu dari suatu mata pelajaran, agar siswa dapat mengetahui, memahami, mempergunakan dan menguasai bahan pelajaran. (Zakiah Daradjat. Selain itu juga dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Kedua kegiatan ini saling mempengaruhi dan dapat menentukan hasil Disini kemampuan guru dalam menyampaikan atau mentransformasikan bidang studi dengan baik, merupakan syarat mutlak yang tidak dapat ditawar lagi karena hal ini dapat mempengaruhi proses mengajar dan hasil belajar siswa. Dalam menyampaikan pelajaran dengan baik agar siswa lebih mudah memahami pelajaran, seorang guru selain harus menguasai materi, dia juga dituntut untuk dapat terampil dalam memilih dan menggunakan metode mengajar yang tepat untuk situasi dan kondisi yang dihadapinya. Seorang guru sangat dituntut untuk dapat memiliki pengertian secara umum mengenai sifat berbagai metode, baik mengenai kebaikan metode maupun mengenai kelemahankelemahannya. Ada beberapa metode yang dikenal dalam pengajaran, misalnya yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode pemberian tugas, metode eksperimen, metode tanya-jawab, dan sebagainya. Dengan memilih metode yang tepat, seorang guru selain dapat menentukan output atau hasil lulusan dari Volume 1. Nomor 1. Desember 2021 UBAIDILLAH lembaga pendidikan, juga merupakan landasan keberhasilan lembaga pendidikan, dan juga menjadi pengalaman yang disenangi bagi anak didik. Oleh karena itu, untuk dapat menciptakan suasana belajar yang kreatif dalam mata pelajaran fiqih, guru dapat memilih metode demonstrasi, karena dalam pelajaran ini banyak materi yang dapat diterapkan atau dipraktekkan, seperti cara sholat, tayammum, dan lain-lain. Metode demonstrasi adalah cara belajar dengan cara memperagakan atau mempertunjukkan sesuatu di hadapan murid, yang dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Menurut Aminuddin Rasyad, dengan menggunakan metode demonstrasi, guru telah memfungsikan seluruh alat indera murid. (Aminuddin Rasyad, 2. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: AuMetode Demonstrasi Pada Pembelajaran Bidang Studi Fiqih MTsN 14 Hulu Sungai Tengah Kabupaten Hulu Sungai TengahAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini dirancang menggunakan penelitian field research . enelitian lapanga. Joko Subagyo di dalam bukunya Metodologi Penelitian Teori dan Praktek, menjelaskan bahwa Aupenelitian lapangan adalah penelitian yang langsung terjun ke lokasi lapanganAy (P. Joko Subagyo, 2. Unaradjan di dalam bukunya Pengantar Metode Penelitian Ilmu Sosial juga menjelaskan bahwa penelitian lapangan ini diharapkan peneliti masuk ke lingkungan penelitian dengan benar-benar fokus, bebas dari prakonsepsi dan mengalir mengikuti arus di lingkungan penelitiannya tersebut. Data dan informasi yang diperoleh pada field research langsung dianalisis pada kesempatan pertama, bersamaan dengan pengumpulan informasi berikutnya. Proses ini berlangsung terus menerus, tanpa perangkat pedoman yang pasti dan lebih mengikuti perkembangan di lapangan. Bahkan, fokus pada aspek-aspek yang khusus baru dilakukan menjelang akhir dari penelitian (D. Unaradjan, 2. Subhana dan Sudrajat juga menjelaskan bahwa penelitian kualitatif sifatnya deskriptif. Deskriptif adalah data yang dianalisis tidak untuk menerima Volume 1. Nomor 1. Desember 2021 Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Bidang Studi Fiqih. atau menolak hipotesis . ika ad. , melainkan hasil analisis itu berupa deskripsi dari gejala-gejala yang diamati, yang tidak selalu harus berbentuk angka-angka atau koefisien antar variabel. Pada penelitian kualitatif pun bukan tidak mungkin ada data kuantitatif (M. Subhana dan Sudrajat, 2. Penjelasan beberapa orang tokoh penelitian mengenai penelitian field research . enelitian lapanga. di atas dapat dipahami bahwa penelitian field research . enelitian lapanga. adalah suatu penelitian yang peneliti diharuskan untuk terjun secara langsung kelokasi penelitian dengan menggali data melalui informan-informan yang diteliti. Data yang didapat akan dideskripsikan secara rinci, tuntas dan komprehensif. Adapun data yang ingin digali penulis, yaitu tentang metode demonstrasi pembelajaran berdasarkan masalah pada Pelajaran Fiqih di MTsN 14 Hulu Sungai tengah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai Observasi. Teknik ini digunakan untuk menggali informasi tentang gambaran umum lokasi penelitian dan objek yang diteliti. Wawancara. Teknik ini digunakan secara langsung kepada informan utama dan informan pendukung yang dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian ini, terutama mengenai data tentang gambaran umum lokasi penelitian dan objek yang diteliti. Dokumenter. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan, terutama data yang berkenaan dengan sejarah singkat berdirinya madrasah, keadaan kepala madrasah, dewan guru, siswa dan staf tata usaha serta sarana dan prasarana pada MTsN 14 Hulu Sungai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. PEMBAHASAN Penggunaan metode demonstrasi pada pengajaran bidang studi Fiqih di MTsN 14 Hulu Sungai Tengah sangat efektif digunakan dalam pelajaran fiqh. Hal ini didasarkan pada jawaban responden seperti tertera dalam tabel pembahasan Volume 1. Nomor 1. Desember 2021 UBAIDILLAH dan dapat dilihat dari kemampuan siswa, baik dalam memahami pelajaran maupun Dalam pelaksanaannya, metode demonstrasi tidak berdiri sendiri. Akan tetapi metode ini sangat terkait dengan metode ceramah. Pada saat-saat tertentu metode demonstrasi ini juga membutuhkan dukungan dari metode lainnya, misalnya metode diskusi, tanya jawab dan lain-lain. Semua metode tersebut harus disesuaikan dengan materi pelajaran, tujuan pelajaran, situasi dan kondisi serta kecenderungan siswa. Penggunaan metode demonstrasi mutlak diperlukan, terlebih ketika guru ingin menjelaskan bagaimana cara thaharah dan shalat fardu yang baik dan benar, seperti yang telah dikatakan oleh guru bidang studi Fiqih, ketika beliau memberikan contoh tentang tata cara thaharah dan shalat fardhu biasanya langsung meminta siswa untuk mempraktekkannya kembali di depan kelas, kemudian kesalahan dan kekeliruannya langsung dibetulkan dan dibimbing sehingga praktek tersebut sampai terlihat dengan sempurna. Hal ini juga didukung oleh hasil observasi yang penulis lakukan, bahwa metode demonstrasi ini meminimalkan terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh Ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan metode demonstrasi pengajaran bidang studi Fiqih pada materi Thaharah dan Shalat fardhu menurut guru bidang studi Fiqih di MTsN 14 Hulu Sungai Tengah seperti sarana yang belum memadai dan alat peraga yang belum lengkap dalam pelaksanaan Thaharah, sehingga hasil dari metode demonstrasi pun menjadi kurang maksimal. Hal ini yang harus lebih diperhatikan oleh guru dan sekolah. Keberhasilan itu tidak terlepas pula dari peran guru selaku pemeran penting dalam proses kegiatan belajar mengajar, maka besar pengaruhnya dalam ikut menentukan efektifitas pembelajaran di kelas. Guru yang mempunyai kompetensi yang baik, berwibawa dan disiplin sangat mendukung untuk mampu mengendalikan suasana belajar, sehingga efektifitas pembelajaran dapat tercapai. Uraian di atas sejurus juga dengan yang dipaparkan oleh Zakiah Darajat, bahwa metode demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana Volume 1. Nomor 1. Desember 2021 Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Bidang Studi Fiqih. Dengan demonstrasi, guru atau murid memperlihatkan kepada seluruh anggota kelas mengenai suatu proses, misalnya bagaimana cara sholat yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW (Zakiah Darajat, 2. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa metode demonstrasi adalah dimana seorang guru memperagakan langsung suatu hal yang kemudian diikuti oleh murid sehingga ilmu atau keterampilan yang didemonstrasikan lebih bermakna dalam ingatan masing-masing murid. Semenjak zaman Nabi Muhammad SAW, bahkan semenjak awal sejarah kehidupan manusia, penggunaan metode demonstrasi dalam pendidikan sudah Contohnya pada waktu itu Nabi, seorang pendidik yang agung, banyak menggunakan metode demonstrasi perilaku keseharian sebagai seorang muslim, maupun praktek ibadah seperti mengajarkan cara sholat, wudhu dan lain-lain. Semua cara tersebut dipraktekkan atau ditunjukkan oleh Nabi, lalu kemudian para umat mengikutinya. Penggunaan metode demonstrasi mutlak diperlukan, terlebih ketika guru ingin menjelaskan bagaimana cara thaharah dan shalat fardu yang baik dan benar, seperti yang telah di katakan oleh guru bidang studi Fiqih (Hairullah Mahdi, 2. , ketika beliau memberikan contoh tentang tata cara thaharah dan shalat fardhu biasanya langsung meminta siswa untuk mempraktekkannya kembali di depan kelas, kemudian kesalahan dan kekeliruannya langsung di betulkan dan dibimbing sehingga praktek tersebut sampai terlihat dengan sempurna. Dari hasil observasi yang saya lakukan, metode demonstrasi ini meminimalkan terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Untuk melaksanakan metode demonstrasi yang baik atau efektif, ada beberapa langkah yang harus dipahami dan digunakan oleh guru, yang terdiri dari yperencanaan, uji coba dan pelaksanaan oleh guru lalu diikuti oleh murid dan diakhiri dengan adanya evaluasi. (J. J Hasibuan dan Mujiono, 2. Adapun langkah tersebut adalah sebagai berikut: Merumuskan dengan jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan. Volume 1. Nomor 1. Desember 2021 UBAIDILLAH Mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah metode itu wajar dipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan. Alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan mudah, dan sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan demonstrasi tidak Jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan jelas. Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan, sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya. Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, apakah tersedia waktu untuk memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaan- pertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi. Selama demonstrasi berlangsung, hal-hal yang harus diperhatikan: Keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa. Alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas. Telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya. Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Sering perlu diadakan diskusi sesudah demonstrasi berlangsung atau siswa mencoba melakukan (J. J Hasibuan dan Mujiono, 2. Langkah selanjutnya dari metode ini adalah realisasinya yaitu saat guru memperagakan atau mempertunjukkan suatu proses atau cara melakukan sesuatu sesuai materi yang diajarkan. Kemudian siswa disuruh untuk mengikuti atau mempertunjukkan kembali apa yang telah dilakukan guru. Dengan demikian unsur-unsur manusiawi siswa dapat dilibatkan baik emosi, intelegensi, tingkah laku serta indera mereka, pengalaman langsung itu memperjelas pengertian yang ditangkapnya dan memperkuat daya ingatnya mengetahui apa yang dipelajarinya. Dalam mengetahui sejauhmana hasil yang dicapai dari penggunaan metode mendemonstrasikan apa yang telah didemonstrasikan atau dipraktekkan guru. Volume 1. Nomor 1. Desember 2021 Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Bidang Studi Fiqih. Pada hakikatnya, semua metode itu baik. Tidak ada yang paling baik dan paling efektif, karena hal itu tergantung kepada penempatan dan penggunaan metode terhadap materi yang sedang dibahas. Yang paling penting, guru mengetahui kelebihan dan kekurangan metode-metode tersebut. Metode demonstrasi ini tepat digunakan apabila bertujuan untuk: Memberikan keterampilan tertentu, memudahkan berbagai sebab penggunaan bahasa lebih terbatas, menghindari verbalisme, membantu anak dalam memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian sebab lebih menarik. (Zuhairini, dkk, 2. Kemudian Penggunaan metode demonstrasi dalam proses belajar-mengajar memiliki arti penting. Banyak keuntungan psikologis-pedagogis yang dapat diraih dengan menggunakan metode demonstrasi, antara lain: Perhatian siswa lebih dipusatkan. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri (Muhibbin Syah, 2. Kekurangan metode demonstrasi, antara lain: Dalam pelaksanaannya, metode demonstrasi memerlukan waktu dan persiapan yang matang, sehingga memerlukan waktu yang bayak. Demonstrasi dalam pelaksanaannya banyak menyita biaya dan tenaga . ika memakai alat yang maha. Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelas. Metode demonstrasi menjadi tidak efektif jika siswa tidak turut aktif dan suasana gaduh. (Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, 2. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi telah digunakan pada bidang studi fiqih di MTsN 14 Hulu Sungai Tengah. Metode ini disebabkan memberi kemudahan pada siswa dalam memahami pelajaran. Guru bidang studi Fiqih di MTsN 14 Hulu Sungai Tengah dalam penerapan metode demonstrasi pertama kali memberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai materi yang akan Volume 1. Nomor 1. Desember 2021 UBAIDILLAH didemonstrasikan, kemudian guru memberikan contoh melakukan demonstrasi yang baik dan benar mengenai materi pelajaran tersebut, setelah itu guru memerintahkan siswa untuk mempraktekkan kembali. Jika pendemonstrasian yang dilakukan oleh siswa belum baik dan benar maka guru langsung memperbaikinya sebagai langkah evaluasi. Volume 1. Nomor 1. Desember 2021 Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Bidang Studi Fiqih. DAFTAR PUSTAKA Aqib. Zainal dan Rohmanto. Elham. Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Bandung. Yrama Widya. Arif. Armi. Pengantar Ilmu dan Metodelogi Pendidikan Islam. Jakarta. Ciputarpin. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta. Rineka Cipta. Deden. Penerapan Pendekatan Saintifik Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri pada Mata Pelajaran Ekonomi. Jakarta. Pustaka Ilmu. Engkoswara dan Kmaria. Aan. Administrasi Pendidikan. Bandung. Alfabeta. Hadi. Sutrisno. Metodologi Research II. Yogyakarta. Andi Offset. Hamalik. Oemar. Proses Belajar Mengajar. Jakarta. Bumi Aksara. Hamdayama. Jumanta. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter. Bogor. Ghalia Indonesia. Hosnan. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor. Ghalia Indonesia. Huda. Miftahul. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-isu Metodis dan Paradigmatis. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Junaidi A. Akidah dan Akhlak. Jakarta. Indeks. Kartono. Kartini. Pengantar Metodologi Research Sosial. Bandung. Mandar Maju. Latuconsina. Nurkhalisa. Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran. Makassar. Alauddin University Press. Ashad. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Maslah Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Sisa Kelas XI SMA Negri 5 Palu, jurnal . , diakses pada tanggal 5 Juni 2020. Meloeng. Lexi. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Remaja Rosdakarya. Patilima. Hamid. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung. Alfabeta. Razak. Narusdi. Pendidikan Islam. Bandung. Al MaAoarif. Republik Indonesi. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 1 ayat 1. Jakarta. Permata Press. Republik Indonesia. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003. Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasioma. dan Penjelasannya. Bandung. Fermata. Rusman. Model-Model Pembelajaran. Jakarta. Raja Grafindo Persada. Volume 1. Nomor 1. Desember 2021 UBAIDILLAH Singarimbun. Masri dan Effendi. Sofyan. Metode Penelitian Survey. Jakarta. LP3ES. Soehardi. Sigit. Pengantar Metodologi Penelitian. Yogyakarta. Pena Persada Press. Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung. Alfabeta. Sukmadinata. Nana Syaudih. Metodologi Penelitian. Jakarta. Pustaka Ilmu.