PENDIDIKAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. April 2025 Hal. 201- 206 e-ISSN: 2774-7921 Pengembangan Keterampilan Membaca dan Menulis SDN 04 Lawang Mandahiling Melalui Pendekatan Calistung Arifah Diana Putri1. Aulia Elfiyani2. Tilza rahmi3. Wilda Fathia4 1,2,3 PGMI. UIN Mahmud Yunus Batusangkar Dosen PGMI. UIN Mahmud Yunus Batusangkar *Email: dianaputriarifah5@gmail. ABSTRACT This research aims to determine students' reading skills at SDN 04 Lawang Mandahiling through the calistung approach. The method used is classroom action research involving selected class students as research subjects. Data was collected through reading tests and observations during several research The research results showed that the application of the calistung approach succeeded in improving students' reading skills significantly. These findings provide important recommendations for teachers and schools in efforts to improve students' reading skills at the elementary school level. Keywords: Calistung approach, improve students' reading skills ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan membaca siswa di SDN 04 Lawang Mandahiling melalui pendekatan calistung. Metode yang digunakan adalah penelitian Kuantitatif dengan melibatkan siswa kelas yang dipilih sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes membaca dan observasi selama beberapa siklus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan calistung berhasil meningkatkan keterampilan membaca siswa secara signifikan. Temuan ini memberikan rekomendasi penting untuk guru dan sekolah dalam upaya meningkatkan keterampilan membaca siswa di tingkat SD. Kata kunci: pendekatan calistung, ketrampilan membaca PENDAHULUAN Pendidikan sangatlah penting bagi setiap anak, pendidikan juga dapat mengembangkan kemampuan,tingkah laku,sikap dan juga potensi yang ada dalam diri siswa. Secara umum pendidikan juga berfungsi untuk mendidik siswa agar menjadi lebih baik lagi untuk dimasa yang akan datang. Ada banyak kemampuan yang dapat dikembangkan dengan pendidikan, salah satunya adalah kemampuan membaca dan menulis pada siswa kelas rendah. Untuk meningkatkan kemampuan ini dapat menggunakan metode calistung . embaca, menulis dan berhitun. Kemampuan membaca, menulis dan berhitung adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa utamanya pada jenjang sekolah dasar(Samsul, 2. Baca, tulis, dan hitung merupakan suatu keterampilan dasar anak dalam menempuh jenjang Baca, tulis, dan hitung dianggap penting dalam menunjang proses belajar anak dikarenakan berkaitan erat dalam menjalankan proses pendidikan. Baca, tulis, dan hitung menjadi bekal anak dalam menjalankan pendidikannya dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi (Lestari et al. , 2. Kemampuan membaca dan menulis adalah bagian dari kemampuan berbahasa. Bahasa adalah sarana untuk memperoleh ilmu dan sekaligus bagian dari budaya, serta sarana bekomunikasi. Batas bahasa adalah batas dunia. Berhitung merupakan landasan utama aritmetika dan aritmetika merupakan mendasai semua cabang matematika. Matematika adalah srana berpikir ilmiah. Jadi kemampuan membaca, menulis, dan berhitung merupakan kemampuan yang strategis untuk pengembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab(Fakhrurozi et al. , 2. Keterampilan berbahasa dalam pembelajaran membaca dapatmemanfaatkan aktivitas memperoleh informasi . nformation gettin. melalui membaca dan mendengarkan, dan berbagi informasi. nformation sharin. dalam kegiatan menulis dan berbicara. Melalui kegiatan membaca dan mendengarkan siswa berlatih menangkap informasi dan melalui kegiatan berbicara dan menulis siswa berlatih berinteraksi dengan orang lain. Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan seseorang untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media kata-kata bahasa. Sebagai suatu proses, membaca merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan, karena siapapun orangnya tanpa melakukan kegiatan membaca akan mengalami kekosongan ilmu. Untuk memudahkan siswa memahami apa yang dibaca ia dapat menuliskannya kembali. Menulis di perguruan tinggi memerlukan persayaratan dari segi bahasa, isi, maupun teknik penulisan. Jadi selain proses pembiasaan dan latihan, mahasiswa harus memiliki pengetahuan tentang materi yang akan ditulisnya(Putri & Sembiring, 2. Membaca adalah suatu kegiatan untuk memperoleh informasi dan juga mendapatkan Membaca juga diartikan sebagai suatu proses untuk mendapatkan informasi secara tersurat maupun tersirat. Membaca juga dapat meningkatkan dan juga dapat memperluas daya pikir Selain itu membaca juga berhubungan dengan perkembangan bahasa anak. Literasi merupakan kemampuan menulis dan membaca sebagai proses untuk melakukan kegiatan berpikir yang di lakukan dengan kegiatan membaca dan menulis (Kusuma & Sari, 2. Membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap manusia. Keterampilan ini tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Karena itu, keterampilan membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Keterampilan ini menjadi sarana untuk menangkap informasi yang ada di tulisan. Keterampilan ini disebut sebagai keterampilan berbahasa Disebut reseptif karena dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi, ilmu, pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh dari kegiatan membaca akan memungkinkan orang tersebut mampu mempertinggi daya pikirnya, mempertajam pandangannya, dan memperluas wawasannya. Pada setiap manusia, kepemilikan keterampilan dasar ini diawali dari keterampilan membaca permulaan dan dilanjutkan membaca lanjut (SIMAREMARE, 2. Pembelajaran keterampilan menulis dianggap sebagai pembelajaran keterampilan yang lebih sulit dibandingkan dengan keterampilan berbahasa lainnya(Fathia, 2. Menulis adalah kegiatan untuk menyampaikan informasi secara tertulis. Menulis juga merupakan kegiatan untuk menuangkan pemikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan yang ditulis oleh penulis agar dapat dibaca dan dipahami oleh Menulis merupakan ekspresi/ ungkapan dari bahasa lisan ke dalam suatu bentuk goresan/coretan. Pada setiap manusia, kepemilikan keterampilan dasar ini diawali dari ketika anak purapura menulis di atas kertas, pasir atau media lainnya dalam bentuk coretan-coretan sampai anak mampu menirukan bentuk tulisan yang sesungguhnya (Irdawati & Darmawan, 2. Pembelajaran keterampilan menulis perlu dikaitkan dengan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran(Nurlestari et al. , 2. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian di SDN 04 lawang mandahiling ,Setelah dilakukannya observasi di sekolah SDN 04 lawang mandahing dapat ditemukan beberapa permasalahan diantaranya keterampilan membaca dan menulis siswa rendah hal ini peneliti temukan masih banyaknya siswa yang cara menulis nya kurang sesuai seperti huruf besar tidak diawal kalimat menulis tidak digaris dan membaca masih terbata bata dan juga dari 20 orang siswa 1 lokal nya hanya ada 2 atau 3 orang saja yang melakukan penulisan yang sesuai, serta untuk membaca hanya terdapat 8 orang siswa dalam 1 lokal yang bisa membaca dengan lancar, oleh karena itu peneliti tertarik meneliti dengan judul AuPENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENULIS DAN MEMBACA SISWA SDN 04 LAWANG MANDAHILINGAy Penelitian ini betujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis dan membaca siswa sdn 04 lawang mandahiling dan Mengevaluasi tingkat keterampilan menulis dan membaca siswa di SDN 04 Lawang Mandahiling saat ini. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode PAR (Participatory Action Researc. PAR adalah penelitian yang secara aktif melibatkan semua pihak dalam mengkaji tindakan yang sedang berlangsung(Putri & Sembiring, 2. Pengabdian masyarakat ini yang menjadi objek penelitian adalah SDN 04 Lawang Mandahiling dan subjek penelitiannya adalah siswa Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 kelas renda 1, 2, dan 3. Pengabdian masyarakat inii dilakukan oleh mahawiswa PLB UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang berlokasi di SDN 04 Lawang mandahiling. Salimpaung. Berikut skema penelitian yang dilakukan oleh peneliti Gambar 1 Tahap I Pada tahap ini peneliti melakukan pengenalan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis pada kelas rendah melalui metode uji dalam membaca dan menulis. Tahap II Pada siklus ini peneliti merancang program calistung yang akan dilaksanakan yaitudikelas rendah . elas 1-. berdasarkan tingkat dan kemampuan siswa yang telah dikenali pada siklus I. Tahap i Setelah dibuatnya perencanaan, siswa dibagi kebeberapa kelompok yaitu kelompok satu merupakan siswa yang sudah bisa membaca namun menulis masih belum bagus. Kelompok dua merupakan kelompok yang belum pandai membaca dan belum bisa menggabungkan huruf dan menulis juga belum bisa. Tahap IV Setelah dibagi kebeberapa kelompok, setiap kelompok diberikan pembelajaran yang berbeda setiap pertemuan sesuai. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan calistung dimulai selama 1 bulan dari tanggal 1 agustus 2023 sampai 30 agustus 2023. Kegiatan ini berlansung selama 4 hari dalam seminggu. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program kegiatan PLB UIN Mahmud Yunus Batusangkar. kegiatan ini bertujuan untuk supaya siswa terutama siswa kelas rendah SDN 04 Lawang mandahiling bisa memiliki kemampuan calistug dengan Setelah dilakukannya observasi di sekolah SDN 04 lawang mandahing dapat ditemukan beberapa permasalahan diantaranya keterampilan membaca dan menulis siswa rendah hal ini peneliti temukan masih banyaknya siswa yang cara menulis nya kurang sesuai seperti huruf besar tidak diawal kalimat menulis tidak digaris dan membaca masih terbata bata dan juga dari 20 orang siswa 1 lokal nya hanya ada 2 atau 3 orang saja yang melakukan penulisan yang sesuai, serta untuk membaca hanya terdapat 8 orang siswa dalam 1 lokal yang bisa membaca dengan lancar. Oleh karena itu peneliti lakukan penembangan metode carlistung untuk kelas rendah Dari penelitian tersebut dapat dtemukan hasil sebagai berikut : Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Keterampilan menulis siswa kelas 1 -3 Sebelum dilakukannya program calistung yang dilakukan peneliti, dapat peneliti lihat secara langsung bahwa siswa kelas 1 hingga kelas 3 keterampilan menulisnya masih rendah, bahkan ada beberapa diantaranya yang tulisan anak itu tidak jelas bahkan tidak bisa dibaca. Setelah dilakukan penelitian tersebut keterampilan menulis siswa sudah mulai bagus dari yang awalnya tidak sesuai dengan aturan menulis setelah diadakan nya metode carlistung untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa hal ini dapat dilihat dari gambar berikut : Gambar 3 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa setelah dilakukannya kegiatan calistung, tulisan siswa terlihat lebih rapi dari gambar sebelumnya. Kesulitan menulis ini terjadi bukan anak usia sekolah saja, namun tidak jarang juga terjadi pasa orang dewasa. Kesulitan dalam menulis juga disebut dengan disgrafia. Gangguanini biasanya ditandai dengan tulisan yang tidak dapat dibaca dan juga ukuran tulisan yang tidak normal. (Maskur et al. , 2. Menulis adalah sebuah kegaiatan yang menuangkan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bentuk sebuah tulisan. Menulis merupakan proses perubahan bentuk pikiran atau angan-angan atau perasaan atau sebagaimananya menjadi wujud lambang atau tanda atau tulisan bermakna. Sebagai proses, menulis melibatkan serangkaian kegiatan yang terdiri atas tahapan prapenulisan, penulisan, dan pascapenulisan(Kuntarto, 2. keterampilan membaca siswa kelas 1 -3 Selain keterampilan menulis siswa yang diperbaiki, calistung juga dapat mengenalkan huruf kepada siswa sehingga siswa dapat membaca huruf yang telah digabungkan. Sebelum diadakannya calistung, peneliti juga menemukan beberapa siswa dari kelas 1 hingga kelas 3 yang belum lancar Gambar 4 Dari gambar diatas dapat dilihat dengan adanya calistung hari pertama dilakukannya pembagian kelompok dari beberapa siswa ada siswa yang kurang pandai membaca di kelompokkan 1 kelompok 2 yang sudah terbata bata membaca sampai lancar membaca. Gambar 5 Dari gambar diatas dapat dilihat untuk melatih kemampuan membaca siswa peneliti menggunakan media berupa kartu huruf yang ditempelkan satu persatu pada papan kartu oleh kemudian siswa juga menuliskan huruf demi huruf untuk kemudian disatukan dengan huruf seperti huruf vokal jadi siwa dapat menggabungkan huruf dalam membaca. Buku suplemen bahan ajar membaca menulis permulaan efektif meningkatkan prestasi belajar siswa(Oktaviano, 2. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Dengan demikian siswa dapat mengenal huruf dan juga siswa dapat membaaca huruf yang sudah mereka tempel. Jadi dapat disimpulkan dengan dilakukannya calistung tulisan siswa menjadi lebih bagus serta membaca siswa juga sudah mulai bisa membaca dan tidak terbata bata lagi. Membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan pokok yang harus dibina dan dikembangkan dalam pendidikan bahasa. Selain itu membaca merupakan aktivitas kompleks yang mencakup fisik dan mental. Aktivitas fisik yang terkait dengan membaca adalah gerak mata dan ketajaman penglihatan. Aktivitas mental mencakup ingatan dan pemahaman. Orang dapat membaca dengan baik jika mampu melihat huruf-huruf dengan jelas, mampu menggerakkan mata secaralincah, mengingat simbol-simbol bahasa dengan tepat dan memiliki penalaran yang cukup untuk memahami bacaan (Samsul, 2. Calistung adalah tahapan dasar orang bisa mengenal huruf dan angka. Dengan membaca orang akan mudah menyerap informasi, dengan menulis akan melatih kemampuan motorik halus di sekitar tangan atau jari, dengan menghitung akan meningkatkan kemampuan otak dalam mengolah informasi(Fakhrurozi et al. , 2. SIMPULAN Calistung adalah kegiatan membaca, menulis dan juga berhitung. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada anak usia TK dan SD kelas rendah. Hal ini dilakukan agar anak dapat dengan mudah mengenal huruf dan juga angka. Tujuan dari diadakannya calistung ini sangat banyak dan beberapa diantaranya seperti memudahkan anak menulis, membaca, memperbaiki tulisan, memperbaiki bacaan dan lain sebagainya. Kegiatan calistung yang sudah dilakukan ini dinilai cukup efisien untuk anak kelas rendah, sebab dari tahap awal peneliti melakukan calistung sudah terdapat banyak kemajuan dari membaca dan juga menulis siswa. Dari anak yang awalnya anak masih terbata bata dalam membaca dengan adanya calistung anak sudah dapat membaca dengan mudah. Begitu juga dengan menulis, dari yang awalnya tulisan anak tidak dapat dibaca dan juga ada anak ynag tidak dapat menulis, denan adanya calistung anak sudah dapat menulis dengan baik sesuai dengan kaidah yang ada. DAFTAR RUJUKAN Fakhrurozi. Pasha. Jupriyadi. , & Anggrenia. Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital Di Kabupaten Pesawaran. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 2. , 27. https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Fathia. Pengembangan Tes Kinerja pada Materi Teks Negosiasi dan Teks Debat Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Konteks Budaya Lokal Sumatera Barat. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3. , 3520Ae3530. https://doi. org/10. 31004/edukatif. Irdawati. , & Darmawan. Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Dengan Menggunakan Media Gambar Kelas 1 di Min Buol. Jurnal Kreatif Tadulako Online, 5. , 1Ae14. Kuntarto. Pembelajaran Calistung Membaca, menulis, dan berhitung. https://repository. id/634/ Kusuma. , & Sari. Penerapan Model Belajar Calistung untuk Meningkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di Sekolah Dasar. Buletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran, 5. https://doi. org/10. 23917/bp. Lestari. Jalalatul Farokhah. Nur Amalia. Fajriyah. Rahma Alida. , & Sukriyah. Pendampingan Belajar Baca Tulis Hitung (Calistun. Siswa Kelas 1 Melalui Fun Learning Dan Individualized Educational Program Di Mi MaAoarif Depokrejo Kebumen. Jurnal Pengabdian Mayarakat, 2. , 39Ae47. https://doi. org/10. 1234/jurnal Maskur. Anwar. , & Trianah. Implementasi Pembelajaran Blended Learning Di Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Magistra, 12. , 120Ae133. https://doi. org/10. 31942/mgs Meisal. Perbandingan Kemampuan Calistung Siswa Kelas Ii Sdn 79 Pekanbaru Dengan Penerapan Pendekatan Tematik Saintifik. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3. , https://doi. org/10. 33578/jpfkip. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 April 2025 Nurlestari. Fikri. , & Putri. Peningkatan aktivitas belajar dan keterampilan menulis siswa kelas vii. b dengan menggunakan metode. 1Ae11. Oktaviano. & S. Pengembangan Buku Suplemen Bahan Ajar Membaca Menulis Permulaan Kelas I Tema Diriku Sub Tema Tubuhku Sd Muhammadiyah Karangturi Bantul. Jurnal PGSD Indonesia, 4. , 115Ae125. Puspitasari. Rustono, & Bakti. Peningkatan Keterampilan Menulis Kembali dengan Bahasa Sendiri melalui Film Dongeng pada Peserta Didik Kelas VII B MTs MuAoallimin Malebo Temanggung. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3. , 1Ae8. http://journal. id/sju/index. php/jpbsi Putri. , & Sembiring. Implementation of Desktop Publishing Application for Flyer and Business Card Design with Participatory Action Research ( PAR ) Method. Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat, 1. , 1Ae7. Samsul. Peningkatan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas IV SDN 1 Galumpang Melalui Metode Latihan. Jurnal Kreatif Tadulako Online, 4. , 173Ae192. SIMAREMARE. KORELASI KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL MAHASISWA JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN. Siregar. Nirmayani. Putrayasa. Sudiana. Hamzanwadi. , & Ganesha. Strategi Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelompok B Taman Kanak-Kanak Kelayu Jorong. Jurnal Golden Age. Universitas Hamzanwadi, 6. , 594Ae604.