Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 11 No. Januari Ae Juni 2019 Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak: Kajian Tafsir QS al-Lahab Nur Ali Subhan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto Abstract Surah Al-Lahb is in 111th surah of Quran that is Makki which means this surah was received by Rasulullah when he was still in Mecca. This surah tells about the uncle of Rasulullah namely Abu Lahab who came from high level family and tribes that make him arrogant and refusing daAowa of Rasulullah. Abu Lahab always made effort to do bad things in intriguing daAowa of Rasulullah and he wanted RasulullahAos daAowa to be failed. His wife also helped him to do so. Because of that. Allah swt cursed him and his wife that they would be sent to the Abu Lahab becomes one of surah name in Quran as a prove of history about the bad manner of Abu Lahab to Rasulullah. The method of Qisah (AtTarbiyah bil al-Qisha. in this surah is one of interesting methods in education. This is way of Quran to explain about phropet and also others to give attention and take learning. This method brings big impact to increase curiousity and also intelligence of thinking because that every story has its own value. So, that will be easy for everyone to remember and understand. Finally, found there are three values of akhlak education in surah Al-Lahb that are lying, arrogance, and That bad akhlak must be avoided provide bringing harm to ourselves, families, and society. Keywords: Al-Lahb, al-Qashash, akhlak education Pendahuluan Al-Quran merupakan kitab suci umat islam, berfungsi sebagai sumber pedoman dalam menjalani kehidupan di bumi. Keberadaanya menjadi bukti atas rasa cinta Allah kepada hamba-Nya. Secara tidak langsung al-QurAoan merupakan rahmat Allah yang mengambarkan bahwa Allah sangat ingin agar hambanya bisa kembali dengan selamat kepadaNya. Al-Quran mempunyai peran yang sangat fital yang menjadikan manusia akan buta pemahaman kehidupan, apabila keberaanya hilang atau dihilangkan. Dilihat dari masa turunya al-QurAoan mempunyai predikat sebagai kitab petunjuk terakhir namun memiliki cangkupan paling sempurna dibandingakan kitab-kitab Nur Ali Subhan | Tafsir Al-QurAoan Surat Al-Lahab tentang Qashash sebagai Materi dan Metode . Pemaknaan istilah tersebut berkar dari pemahaman bahwa Nabi Muhammad saw yang berperan sebagi Nabi pembawa al-QurAoan merupakan nabi terakhir yang menyempurnakan ajaran nabi-nabi Demikian posisi penting dan kemuAojizatan al-QurAoan yang menjadikannya sebagai sumber primer dalam sistem ajaran Islam. keseluruhan isi kandungan al-QurAoan merupakan representasi firman Allah SWT sebagaimana diwahyukan kepada Nabi Saw yang disesuaikan dengan era masa turunya berupa kondisi aktual Mekkah. Madinah dan ountentik substansi pesan dalam al-Quran relevan sepanjang zaman. Pada dasarnya kandungan Al-Quran itu terbagi menjadi bagian-bagian, yang pertama berisi konsep-konsep dan bagian kedua berisi kisah-kisah, sejarah, dan amsal. kisah-kisah dalam Al-Quran. tidak berarti bahwa Al-Quran sama dengan buku-buku sejarah yang diuraikan secara kronologis dan lengkap dengan analisanya, akan tetapi kisah-kisah dalam Al-Quran merupakan suatu metode untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai, karena bagaimanapun juga Al-Quran adalah kitab dakwah agama dan kisahkisah adalah satu metode untuk menyampaikan materinya. Jelasnya bahwa adanya kisah tersebut tidak lain merupakan petunjuk, nasehat dan ibrah bagi Agar menjadi pelajaran dalam meniti hidup dan kehidupannya. Artikel ini akan menggali dan mengkaji lebih dalam tentang qashash sebagai materi dan metode pendidikan akhlak dalam Q. S Al-Lahab. Kajian ini sebagai tambahan wacana yang mengungkap suatu metode Al-QurAoan dalam menyampaikan pesan yang terkandung dalam surat al-Lahab serta nilai-nilai dalam surat al-Lahab sebagai suatu nilai yang dapat digunakan dalam pendidikan akhlak. Pembahasan Pengertian Qashash Al-Quran Secara bahasa kisah berasal dari bahasa Arab qishshah yang berarti suatu cerita, hikayat atau riwayat. Kata tersebut berasal dari al-qish yang berarti menelusuri atsar . 1Kisah menurut istilah ialah suatu media untuk menyalurkan tentang kehidupan atau suatu kebahagiaan tertentu dari kehidupan yang mengungkapkan suatu peristiwa atau sejumlah peristiwa yang satu dengan yang lain saling berkaitan, dan kisah harus memiliki pendahuluan dan bagian akhir. Sedangkan Hasby Ash Shidiqiy mendefinisikan kisah ialah pemberitaan masa lalu tentang umat, serta menerangkan jejak 1 Susilawati. AuNilai-Nilai Pendidikan Melalui Kisah Dalam Al-QurAoanAy, dalam Jurnal Pendidikan Islam vol. 1, no 01, 2016, hlm. Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 11 No. Januari Ae Juni 2019 peninggalan kaum masa lalu. 2 Maka pengertian Qashash al Qur-an merupakan kejadian, cerita atau kisah dalam al-QurAoAn yang menceritakan hal-ihwal umat-umat terdahulu dan Nabi-Nabi mereka dan peristiwa yang telah terjadi, yang sedang terjadi dan akan terjadi. Kisah dalam al-Quran cukup dominan, hampir setiap surat dalam alQuran disajikan dalam bentuk kisah. Seperti surat Al-Baqarah menyajikan kisah pencarian sapi betina yang berwarna kuning keemas-emasan untuk mengungkap misteri kriminalitas oleh Nabi Musa AS dengan seizin Allah. Surat Ali Imran memaparkan kisah keluarga Imran yang saleh-saleh. Surat Yusuf menyajikan kisah perjalanan hamba Allah yang saleh, mulai disakiti dan diusir hingga menjadi budak belian dan akhirnya menjadi imam yang ditaati. Surat Al-Isra menyajikan kisah Isra dan Mi`raj Nabi Muhammad Saw. Surat AlKahfi menyajikan kisah para pemuda pejuang keimanan dan keadilan karena dikejar-kejar penguasa zalim akhirnya diselamatkan oleh Allah dengan ditidurkan dalam sebuah gua selama lebih dari 300 tahun. dan kisah-kisah serupa lainnya. Surat Ar-Rum mengisahkan proses kehancuran Negara adikuasa dan kemenangan Islam. Surat Muhammad menuturkan watak Nabi Muhammad Saw beserta para pengikut setianya yang sangat keras terhadap orang-orang kafir tapi berkasih-sayang dengan sesama orang-orang beriman. Surat Al-Munafiqun mengisahkan kemunculan kaummunafiq ketika revolusi Islam hampir mencapai kemenangan. Surat Nuh dan Surat Hud menuturkan kisah para Nabi yang dalam berdakwah dan memperjuangkan misi Islam . auhid dan keadila. di tengah kaum `Ad dan kaum Tsamud yang kaya-raya dan melecehkan seruan Islam. Surat Al-Fil dan Surat Al-Quraisy yang mengisahkan karunia Allah bagi kaum Quraisy tapi malah disalah-artikan dengan tenggelam dalam kehidupan jahiliyah. Surat At-Takatsur yang menuturkan kisah orang-orang kaya yang tidak puas-puasnya menumpuknumpuk harta hingga ajal merenggutnya. Serta surat Al-Lahab yang mengisahkan perlawanan Abu Lahab terhadap perjuangan Nabi Muhammad Saw dengan segala kekuatan dan hartanya, tapi sia-sia belaka karena Allah Swt membela hamba-hamba Allah yang saleh dan selalu berjihad di jalan-Nya. Selain surat diatas ada satu surat dalam al-QurAoan yang diberi nama dengan kisah, yaitu Surat Al-Qashash. Serta selain surat-surat yang bertemakan kisah terdapat ayat-ayat Al-Quran yang menguraikan tentang kisah-kisah umat Dari definisi tersebut terdapat beberapa unsur-unsur yang terkandung dalam kisah-kisah Al-Quran mencakup: 2 Ira Puspita Jati,Ay Kisah-Kisah Dalam Al-Quran Dalam Perspektif PendidikanAy, hlm. 3 Susilawati. AuNilai-Nilai Pendidikan Melalui Kisah Dalam Al-QurAoanAy. Nur Ali Subhan | Tafsir Al-QurAoan Surat Al-Lahab tentang Qashash sebagai Materi dan Metode . Keadaan suatu subyek yang dipaparkan. Sekalipun tokoh yang dimaksud bukan sebagai titik sentral dan bukan pula tujuan dalam kisah bahkan sang tokoh kadang-kadang tidak disebutkan. Kisah mengandung unsur waktu latar belakang lahirnya kisah. Mengandung tujuan-tujuan keagamaan Peristiwa tidak selamanya diceritakan sekaligus tapi secara bertahap atau pengulangan sesuai dengan kronologis. Sedangkan menurut Ahmad Jamal al Umry, bahwa kisah dalam AlQuran terdiri atas: Kisah Waqiyyat: yang mengungkapkan gejala-gejala kejiwaan manusia seperti kisah dua putra Nabi Adam (QS. Al Maidah . : 27 Ae . Kisah Tamsiliyyat: yang tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya akan tetapi kejadian tersebut mungkin terjadi pada waktu yang lain seperti kisah Ashbab al Jannatain yang telah digambarkan kejadian dan peristiwanya dalam Surat al Kahfi. Kisah Tarrikhiyat: yang mengungkap tentang tempat, peristiwa dan orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Seperti kisah para nabi, kisah orang-orang yang mendustakan nabi, kisah firAoaun, bani Israil dan lain-lain. Peristiwa dan kisah-kisah Al-Quran merupakan gambaran realitas dan logis kisah yang benar-benar pernah terjadi, bukan kisah fiktif yang hanya menceritakan kejadian tanpa dialami secara nyata. Maka kisah-kisah dalam Al-Quran selalu memberi makna, mempunyai nilai, yang dapat dijadikan renungan dan pemikiran, kesadaran dan ibrah bahkan dapat di terapkan dalam kehidupan sekarang. Tujuan Qashash dalam Al-Quran Mendidik dengan cara memberikan kisah (At-Tarbiyah bi al-Qisha. dapat dijadikan salah satu cara dalam penyampaian materi yang sangat Cara ini merupakan ciri khas yang dimiliki al-QurAoan dalam memaparkan kisah-kisah para nabi dan orang-orang terdahulu dengan maksud sebagai peringatan dan pelajaran. Manfaat metode kisah akan mempunyai pengaruh yang besar dalam menarik perhatian dan meningkatkan kecerdasan berfikir seseorang sebab cerita tersebut memiliki 4 Ira Puspita Jati,Ay Kisah-Kisah Dalam Al-Quran Dalam Perspektif PendidikanAy, hlm. Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 11 No. Januari Ae Juni 2019 keindahan dan kenikmatan sehingga akan mudah untuk diingat dan Segala sesuatu yang telah ditetapkan Allah sebagaimana yang tertuang dalam Al-Quran mempunyai tujuan-tujuan tertentu. Hal tersebut juga mencakup tentang kisah-kisah yang terdapat didalamnya, yang mempunyai tujuan-tujuan tertentu, sebagaimana diterangkan oleh Manna Khalil alQaththan sebagai berikut Untuk menjelaskan dasar-dasar dakwah dan pokok-pokok syariAoat yang dibawa oleh para Rasul Untuk memantapkan hati Rasulullah dan umatnya dalam menegakkan agama Allah. Mengabadikan usaha-usaha para Nabi dan mengungkapkan bahwa NabiNabi dahulu adalah benar. Menampakkan kebenaran Nabi Muhammad Saw dalam dakwahnya dengan dapat menerangkan keadaan-keadaan umat yang telah lalu. Menyingkap kebohongan ahli al-Kitab yang telah menyembunyikan isi kitab mereka yang masih murni. Menarik perhatian pendengar dan pembacanya yang diberikan pelajaran pada mereka. Menurut Ismail Lubis pendidikan kisah mempunyai banyak faedah yang mendukung bagi pembelajaran. Kisah sebagai sarana sekaligus metode pendidikan bertujuan untuk menjelaskan dan menyampaikan sesuatu hikmah yang tersirat dalam kisah tersebut sehingga dijadikan sebagai ibrah. Relevansi metode cerita yang dimaksud merupakan metode yang sangat bermanfaat untuk menyampaikan informasi dan pelajaran. Ada beberapa hal yang menjadi dampak positif dari metode kisah atau cerita di antaranya: Kisah dapat mengaktifkan dan membangkitkan kesadaran pembaca atau pendengar tanpa serminan kesantaian dan keterlambatan, sehingga dengan kisah setiap pembaca atau pendengar secara lagnsung bisa merenungkan makna dan mengikuti kisah dari tokoh dan Mampu mengarahkan emosi, mengikutsertakan unsur psikis yang membawa pembaca larut dalam setting emosional cerita. Pola keteladanan dari pengejawantahan kisah Al-Quran, pola keteladanan ini bisa mempengaruhi orang lain dengan cara mengikuti sifat yang diperankan tokoh. 5 Muhammad Said Mursi. AuSeni Mendidik AnakAy, (Jakarta: Pustaka Al-Kaustsar, 2. , hlm. 6 Ira Puspita Jati,Ay Kisah-Kisah Dalam Al-Quran Dalam Perspektif PendidikanAy, hlm. Nur Ali Subhan | Tafsir Al-QurAoan Surat Al-Lahab tentang Qashash sebagai Materi dan Metode . Mengandung ibrah atau nasehat 7, kisah dalam al-QurAoan sejatinya bukanlah crita fiktif. Setiap crita yang dipaparkan dalam ak-QurAoan selalu memiliki nilai edukasi yaitu pembeljaran atau nilai ibrah yang dapt diambil sebagai pelajaran. Kemudian akan menjadi suatu acauan atau tatanorma nasehat yang membimbing dalam melakukan setiap amalam perbutan. Secara implisit telah dipaparkan di atas bahwa kisah dalam al-QurAoan bukanlah karya seni melainkan sebagai firman Allah yang mempunyai nilainilai estetis yang sangat tinggi, yang tidak bisa dibandingkan dengan karya seni biasa. Al-QurAoan memuat sejumlah informasi penting tentang kehidupan dan peris tiwa-peristiwa yang terjadi pada manusia dan masyarakat Melalui metode kisah tersebut diharapakan akan mempunyai pengaruh yang besar dalam menarik perhatian serta mudah diingat dan dipahami untuk dijadikan iAotibar bagi setiap umat dalam menjalani kehidupan. Materi Pendidikan Akhlak Keseluruhan ajaran islam, menempatkan akhlak pada kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Al-QurAoan didalamnya terdapat keterangan berkisar 1500 ayat yang berbicara tentang akhlak dua setengah kali lebih banyak dari ayat-ayat tentang hukum baik yang teoritis maupun yang praktis. Belum terhitung hadis-hadis Nabi, baik perkataan maupun perbuatan, yang memberikan pedoman akhlak yang mulia dalam seluruh aspek kehidupan. Dari keterangan tersebut menunjukan bahwa islam sangat memperhatikan akhlak dan mengangapnya sebagai sesuatu yang sangat penting. Ajaran akhlak dalam islam disesuaikan dengan fitrah manusia yaitu sebagai mahluk sosial. Manusia akan mendapatkan kebahagian yang hakiki bukan semu dalam lingkungan sosilanya bila mengikuti nilai-nilai akhlak yang diajarkan oleh al-QurAoan dan sunah. Kedua sumber akhlak dalam islam ini yang nantinya menjadikan akhlak sebagai ciri has setiap manusia. Manusia dikatakan baik atau buruk dalam lingkungan sosial diukur dengan akhlak. Terlebih lagi akhlak akan membedakan antara manusia dengan hewan dan dapat meningkatkan derajatnya sebagai makhluk terhormat. Dalam kamus besar bahasa indonesia, kata akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau Kata akhlak walaupun terambil dari bahasa arab namun tidak ditemukan dalam al-QurAoan, hanyalah ditemukan bentuk tunggal kata tersebut yaitu khuluk yang tercantum dalam QS. Al-Qalam ayat 4 yaitu: AuSesungguhnya engkau (Muhamma. berada di atas budi pekerti yang agung. Ay8 Secara etimologi, akhlak berasal bahasa arab yang merupakan bentuk jamak dari kata khuluq, yang berarti budi pekerti, tingkah laku, atau tabiat. 7 Ira Puspita Jati,Ay Kisah-Kisah Dalam Al-Quran Dalam Perspektif PendidikanAy, hlm. 8 Quraish Shihab. Wawasan Al-QurAoan, (Bandung: Pt Mizan Pustaka, 2. , hlm. Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 11 No. Januari Ae Juni 2019 Berakar dari kata khalaqa yang berarti menciptakan. Seakar dengan kata khaliq . , makhluq . ang diciptaka. dan khalaq . Kesamaan akar kata diatas mengisyaratkan bahwa dalam akhlak tercangkup pengertian keterkaitannya antara tuhan dan makhluk. Maka akhlak dapat diartikan sebagai suatu tata aturan atau norma prilaku yang mengatur hubungan keterkaitan antara manusia, manusia dengan tuhan bahkan dengan alam semesta. Secara terminologi, akhlak didefinisikan oleh para ulama dan tokoh pendidikan dalam bentuk yang sangat beragam diantaranya sebagai berikut: Imam Al-Ghazali mendefinisikan bahwa akhlak adalah, ca AC aa aU a eI aN eOaU aAOA AA a a eEa eA a aEA a aU eE aIA e aA a eINa A,UAEI eA a a aA A s uaEaO aA eE s OeaO sA a Aa aNa eOEa aOaO e s I eI a eO a A aa AuAkhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Ay Ibrahim Anis mendefinisikan bahwa akhlak adalah, a a AC UE Ea acII eAA AA a a a eINa aE e aI aE aI eI a eO s eaO ascA a a aAeE aIA e aA A,UA a aA A s uaEaO aA eE s aOaeaO sA a AI eI a eO a aA AuAkhlak adalah sifat yng tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan, baik atau buruk, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan. Ay 9 Ibnu Maskawaih mendefinisikan bahwa akhlak adalah, a A aA a AC a UE Ea acII eAA A eO a aA eE s OaOacO sA a aAeE aIA a AaOU EaN uaEaO a eA EaN aI eIA aa a a AuAkhlak adalah keadaan gerak jiwa yang mendorong ke arah melakukaan perbuatan dengan tidak mengahajatkan pikiran. Ay10 Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang, yang mengakibatkan seseorang tersebut melakukan perbuatan baik atau buruk, dengan mudah tanpa adanya 9 Yunahar Ilyas. Kuliah Akhlak, (Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Dan Pengalaman Islam, 2. , hlm. 10 Rachmat Djatnika. Sistem Ethika Islami, (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1. , hlm. Nur Ali Subhan | Tafsir Al-QurAoan Surat Al-Lahab tentang Qashash sebagai Materi dan Metode . pemikiran panjang atau secara spontan. Muhammad Abdullah Draz membagi ruang lingkup akhlak kepada liama bagian sebgai berikut. Akhlak pribadi . l-akhlaq al-fardiya. terdiri dari. yang diperintahkan . l-Awami. , yang dilarang . n-nawah. yang dibolehkan . l-mubaha. dan akhlak dalam keadaan daruarat . l-mukhalafah bi al-idhthira. Akhlak berkeluarga . l-akhlaq al-usrotiya. terdiri dari kewajiban tinggal balik orang tua dan anak, kewajiban suami isatri, dan kewajiban terhadap karib kerabat. Akhlak bermasyarakat . l-akhlaq al-ijtimaiya. terdiri dari yang dilarang, yang diperintahkan dan kaedah-kaedah adab. Akhlak bernegara . l-akhlaq ad-daula. terdiri dari , hubungan antara pemimpin dan rakyat dan hubungan luar negri. Akhlak beragama . l-akhlaq ad-diniya. yaitu kewajiban terhadap Allah SWT. Dari sistematika yang dibuat oleh Abu Draz tampak bahwa ruang lingkup akhlak sangat luas mencangkup seluruh aspek kehidupan, baik sedar vertikal maupun horizontal. Dari sistematika tersebut dapat dipahami bahwa ruang lingkup akhlak meliputi, akhlak terhadap Allah SWT, terhadap Rasulullah SAW, akhlak pribadi, dalam keluarga, bermasyarakat, serta akhlak Maka pendidikan akhlak dapat dipahami sebagai suatu rangkaian proses pengintegrasian nilai-nilai kepribadian luhur terhadap peserta didik. Sebagai bekal kemampuan peserta didik dalam menempuh kehidupan sosial yang baik. Asbabul Nuzul Q. S Al-Lahab Berhubungan dengan asbabul nuzul Q. S al-Lahab yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan lainya bersumber dari Ibnu Abbas bahwa, dikisahkan pada suatu ketika rasullah saw naik ke bukit Shafa sambil berseru. AuMari berkumpul pada hari iniAy maka berkumpulah kaum Quraisy, rasullulah bersabda. AuBagaiman pendapt kalian seandainya aku beriatahu bahwa musuh akan datang besok pagi atau petang, apakah kalian percaya padaku?, kaum Qurais berkata kami pasti percaya. Rasullah bersabda. AuAku peringatkan kalian bahwa siksa Allah yang dahsyat akan datang. Ay Berkatalah Abu Lahab. AuCelakalah engkau, apakah hanya untuk ini, engkau kumpulkan kami. Ay Maka berkenaan dengan kisah ini turunlah Q. S al-Lahab. Adapun riwayat lain dari Ibnu Jarir dari IsraAoil dari Abi Ishaq yang bersumber dari orang hamdan diriwayatkan bahwa istri Abu Lahab menyebar duri-duri di tempat yang akan dilalui nabi Muhammad saw, yang berlukiskan 11Yunahar Ilyas. Kuliah Akhlak, hlm. Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 11 No. Januari Ae Juni 2019 bahwa orang yanag menghalang-halangi dan menyebarkan permusuhan terhadap islam akan mendapatkan siksaan Allah. Kedua asbabul nuzul tersebut setidaknya memberikan gambaran bahwa sebab turunya surat al-Lahab berkenaan dengan perilaku Abu Lahab dan istrinya yang selalu mengahalangi dakwah nabi. Mereka ingin menentang ajaran nabi dengan segala upaya dan cara yang mereka kehendaki. Berkenaan dengan peristiwa tersebut melukiskan bahwa kecelakaan itu akan terkena kepada orang yang memfitnah dan menghalang-halangi Agama Allah. Tafsir Surat al-Lahab Ayat 1-5 ca aA aO a aaO EaNa s aOA e AacA a A aI a eaIO a eINa aIEaNa aO aI aE aA s a AAIaO aI U aA A a aAO a aO aN ae UE acII acI a sA a AI aNa a acIEaa eE aA e aOA e A EaNa aOA Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan Tidaklah berpelajaran kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang Dan . egitu pul. isterinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut. [QS. Al-Lahab : 1-. Pada ayat ke-1 kata tabbat memili arti kesinambungan dalam kerugian atau dapat diartikan celaka, binasa dan tercela. Sedangkan kata yada yang berarti tangan, sebagian berpendapat bahwa Abu Lahab menggunakan tangannya untuk melempari Nabi. Ada juga yang memaknai keduanya di dunia dan akhiratnya. Maka makna kecelakan yang dimaksudkan memiliki arti kecelakaan bagi Abu Lahab didunia dan akherat. Pada ayat ke-2 menunjukan bahwa harta benda harus memiliki fungsi sosial. Abu Lahab merasa bahwa harta yang ada dalam genggaman tanagannya adalah hartanya sendiri, dan karena itu di sini Allah mengecamnya sekaligus menyatakan bahwa hartanya yang demikian itu tidak akan berguna baginya. Demikian juga semua usaha yang dilakukannya. Usahausaha di sini mencangkup segala yang dilakukan dengan sadar oleh yang Bahkan temasuk di dalamnya anak-anaknya karena anak adalah hasil usaha orangtua. Pada ayat ke-3 Abu Lahab sendiri mempunyai beberapa orang istri, karena itu di sini dijelaskan gelar istrinya yang dimaksud adalah Hammalah al-Hathah. Wanita ini sangat memusuhi Nabi saw. sebagaimana sikap 12 Qomarudin Shaleh dkk. AuAsbabul NuzulAy, (Bandung. Cv Diponegoro, 1. , hlm. 13 M. Qurais Shihab. AuTafsir Al-QurAoanul KarimAy, (Bandung: Pustaka Hidayah, 1. , hlm. Nur Ali Subhan | Tafsir Al-QurAoan Surat Al-Lahab tentang Qashash sebagai Materi dan Metode . suaminya Ada yang memahami gelar ini secara harfiah dan mengaitkan dengan prilaku buruk Ummu Jamil yang membawa kayu-kayu berduri untuk ditaburkan di jalan yang dilalui nabi. Sedangkan yang memahami secara majazi adalah pembawa berita bohong yang memecah belahkan antar secara manusia atau dalam arti orang yang memikul dosa-dosa yang di hari kemudian akan menjadi kayu bakar di api neraka. Pada ayat ke-4 menjelaskan tentang adzab yang akan diterimanya bahwa kelak dia akan dimasukan dalam api neraka. Kata Lahab disimbolkan dalam al-Quran sebagai julukan namanya karena dia mempunyai muka yang berbinar-binar seperti api neraka. Pada ayat ke-5 bila difahami secara harfiah, maka ia sejajar dengan makna harfiah ayat-ayat setelahnya. Sedangkang secara majazi, maka untuk menggambarkan keburukan dan kehinaan sekaligus mengisyaratkan keadaanya kelak di hari kemudian. Tali tersebut dapat dipahami sebagai talitali yang terbuat dari besi dan kayu yang dipikulnya kelak di hari kemudian terambil kayu yang berasal dari satu pohon yang dinamai al-QurAoan syajarat az-zaqqum dan yang tumbuh di dasar neraka jahim. Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Melalui Qashash dalam QS al-Lahab Pendidikan akhlak Tarbiyah Khuluqiyah merupakan salah satu tujuan dari pendidikan islam yang diharapkan menghasilkan pribadi-pribadi yang tangguh, bersih jiwanya, berbudi luhur, mengetahui kewajiban dan pelaksanaannya, dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Dengan demikian seorang akan terikat dengan perbuatan yang baik dan meninggalkan keburukan, selalu memlihara perbuatan yang merugikan orang lain serta selalu terinspirasi untuk berbuat kebaikan untuk meningkatkan kemajuan dan kemaslahatan dimuka bumi. Metode Al-Qashash dalam Q. S Al-Lahab Mendidik dengan cara memberikan kisah (At-Tarbiyah bi al-Qisha. dapat dijadikan salah satu cara dalam penyampaian materi yang sangat Cara ini merupakan ciri khas yang dimiliki al-QurAoan dalam memaparkan kisah-kisah para nabi dan orang-orang terdahulu dengan maksud sebagai peringatan dan pelajaran. Manfaat metode kisah akan mempunyai pengaruh yang besar dalam menarik perhatian dan meningkatkan kecerdasan berfikir seseorang sebab cerita tersebut memiliki keindahan dan kenikmatan sehingga akan mudah untuk diingat dan 14 M. Qurais Shihab. AuTafsir Al-QurAoanul KarimAy, hlm. 15 M. Qurais Shihab. AuTafsir Al-QurAoanul KarimAy, hlm. 16 Suryani. AuHadist TarbawiAy, (Yogyakarta: Teras, 2. , hlm. Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 11 No. Januari Ae Juni 2019 17 Seperti dalam Q. S Al-Lahab terdapat kisah yang dapat menarik perhatian sebagai jalan untuk dapat mengambil Ibrah ilmu penegetahuan Dalam sosok Abu Lahab dapat diambil nilai akhlak yang harus dihindari karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Kisah dalam Q. S Al-Lahab tergolong dalam jenis kisah Tarikhiyat yaitu sebuah kisah yang mengungkap tentang tempat, peristiwa dan orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Seperti kisah para nabi, kisah orang-orang yang mendustakan nabi, kisah FirAoaun, bani Israil dan lain-lain. 18 Dalam Q. S AlLahab disajikan sebuah kisah akan suatu keburukan yang dilakukan Abu Lahab terhadap Nabi. Sebagai sosok orang yang kaya raya namun dengan keayaanya menjadikan dia bersifat sombong. Meskipun dia merupakan paman Nabi, akan tetapi karena kesombongnnya Abu Lahab tidak mendukung langkah dakwah Nabi bahkan dia menentangnya. Dengann segalam kempuannya Abu Lahab berupaya untuk mengagalkan dakwah Nabi dalam Di antara upayannya adalah dengan menyebarkan duri disepanjang jalan yang biasanya dilalui Nabi. Hingga Allah menurunkan murkanya bahwa kelak dia akan masuk dalam neraka. Dari kisah tersebut dapat diambil suatu ibrah yang nantinya dapat dijadikan suatu pedoman dalam menjalani kehidupan. Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam kisah Abu Lahab Kajian mengenai nilai-nilai edukatif yang terkandung oleh kisah-kisah dalam Al-Quran merupakan studi terhadap sumber ajaran Islam yang dikaitkan dengan, asas, tujuan pendidikan Islam, serta esensi pendidikan nilai baik menyangkut norma, akhlak, maupun internalisasinya yang melekat pada jiwa manusia dan institusi masyarakat. Berkaitan dengan pendidikan akhlak yang terdapat dalam Q. S al-Lahab peneliti menemukan beberapa akhlak madzmumah yang harus dihindari. Serta akhlak madzmumah dalam Q. S alLahab tergolong dalam akhlak pribadi . l-akhlaq al-fardiya. berupa akhlak pribadi yang dilarang . n-nawah. 19 yang terdapat pada sifat pendusta, takabur dan dengki Abu Lahab, ahlak tersebut dapat diuraikan sebagai . Pendusta Dikisahkan bahwa salah satu perilaku tercela Abu Lahab yang dilakukan terhadap nabi, dia menfitnah nabi dengan mengatakan bahwa Nabi Muhammad merupakan seorang pembohong bahkan nabi Muhammad dianggap gila. Serta Abu Lahab terus memfitnah dengan mengtakan bahwa 17 Muhammad Said Mursi. Seni Mendidik Anak, (Jakarta: Pustaka Al-Kaustsar, 2. , hlm. 18 Ira Puspita Jati,Ay Kisah-Kisah Dalam Al-Quran Dalam Perspektif PendidikanAy, hlm. 19 Yunahar Ilyas. Kuliah Akhlak, hlm. Nur Ali Subhan | Tafsir Al-QurAoan Surat Al-Lahab tentang Qashash sebagai Materi dan Metode . Nabi Mumammad merupakan seorang yang telah merusak agama nenek moyang yang menyembah pada berhala Latta dan Uzza. Berdusta dapat diartikan dengan melakukan pernyataan yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Penyataan atau prilaku tersebut tidak hanya menyangkut ucapan namun bisa dengan perbutan. Dalam pandangan agama, berdusta merupakan pokok dan induk dari berbagai macam perbuatan buruk. yang tidak hanya merugikan masyarakat pada umunya, akan tetapi merugikan orang yang berdusta sendiri. 20 Pada saat seseorang melakukan perbuatan dusta orang tersebut akan kehilangan kepercayaan oleh orang lain bahkan masyarakt. Akibat yang lebih buruk masyarakat akan mengangap dia pendusta walaupun dia berkata dengan Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Rasulullah saw. bersabda sebgai berikut: AuPeliharalah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kecurangan dan kecurangan membawa ke nerakaAy (H. Bukhar. Hadist tersebut memberikan keterangan bahwa betapa tercelanya dan besarnya dampak buruk dari perbuatan dusta. Nabi Muhammad secara langsung memerintahkan umatnya untuk menghindari sifat dusta karena merupakan perbuatan yang buruk digambarkan dalm hadist tersebut sebagi AukecuranganAy. Sedangakn Allah akan mengazab orang yang burbuat dusta dengan memasukannya ke dalam api neraka. Melihat dampak negatif yang berasal dari sifat dusta maka selayaknya harus dihindari oleh umat Sifat dusta merupakan kebalikan dari sifat shidiq yaitu benar atau jujur serta konsisten antara perkataan dan perbuatan. Orang yang memiliki sifat shidiq akan senantiasa menjaga agar segala sesuatu yang diucapkan sesuai dengan apa yang diperbuat. Seorang muslim harus mengikrarkan dalam dirinya untuk senantiasa berada dalam keadaan benar lahir batin, benar perkataan, dan benar perbutan. Benar di hati akan tumbuh jika hati dihiasi iman terhadap Allah dan bersih dari segala penyakit hati. Benar berkataan apabila segala yang diucapkan berupa kebenaran bukan Benar perbutan apabila segala yang dilakukan sesuai dengan syariat islam. Rasullulah SAW memerintahkan setiap muslim untuk selalu shidiq, karena sifat sidiq membawa kepada kebaikan dan kebaikan menuju kepada keridhoan Allah SWT. Sebaliknya beliau sangat melarang umatnya 20 Humaidi Tatapangarsa. AuAkhlak muliaAy, (Surabaya: Bina Ilm. , hlm. 21 Humaidi Tatapangarsa. AuAkhlak muliaAy, hlm. Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 11 No. Januari Ae Juni 2019 untuk melakukan perbutan dusta karena akan membawa kepada kejahatan dan kejahatan akan membawa kepada laknat Allah SWT. Takabur Abu Lahab merupakan tokoh masyarakat yang memiliki kedudukan tinggi dalam strata sosial. Dikisahkan bahwa ia merupakan seseorang yang bergelimang harta, sampai pada suatu ketika ia menganggap bahwa dengan harta yang dimiliki dapat melakuakan semua dan semaunya. Dengan kekayaan yang dimilikinya dia digunakan sebagai salah satu cara untuk melawan dan mencegah dakwah nabi Muhammd. Karena sifat ketakaburanya menjadikan ia tidak menerima dakwah Islam bahkan menghina pembawanya, yakni Nabi Muhammad saw. Sifat takabur merupakan salah satu akhlak tercela yang memiliki merasa atau mengakui dirinya besar, tinggi atau mulia melebihi orang lain. Sesuai dengan pengrtian takabur tersebut, maka orang yang takabur selalu menganggap bahwa dirinya lebih sedangkan orang lain dipandang serba rendah. Sikap yang demikian sukar menyadari kelemahan atau kesalahan dirinya dan kelebihan atau kebenaran orang lain. Sebgaiman nabi Muhammad bersabda yang diriwayatkan oleh imam Muslim sebgai berikut: AuTakabur itu ialah menolak kebenaran dan menghina orang lainAy (H. Musli. Hadist tersebut memberikan pengertian tentang sebagaimana gambaran orang yang memiliki sifat takabur. Orang yang memiliki sikap takabur akan menampakan kejahatannya baik dalam perbutan lahir ataupun batin. Bentuk kejahatan lahirnya berupa kezaliam-kezaliman yang dilakukan terhadap orang lain terutama yang diangkap merupakan Sedangkan lawan dari sifat takabur adalam tawadhu artinya rendah hati, orang yang rendah hari tidak memandang dirinya lebih dari orang Rendah hati tidak sama dengan rendah diri, karena rendah diri berarti kehilangan kepercayaan kepad diri sendiri. Sekalipun dalam prakteknya orang yang rendah hati cenderung merendahkan dirinya di hadapan orang lain, akan tetapi sikap tersebut tidak lahir dari sikap tidak percaya pada diri Sikapp tawahu terhadap sesama manusia adalah perbutan mulia yang lahir dari kesadaran akan kemahakuasaan Allah atas segala hambaNya. Manusia adalah makhluk lemah yang tidak berarti apa-apa dihadapan Allah SWT. Manusia membutuhkan karunia, ampunan dan rahmat dari 22 Humaidi Tatapangarsa. AuAkhlak muliaAy, hlm. Nur Ali Subhan | Tafsir Al-QurAoan Surat Al-Lahab tentang Qashash sebagai Materi dan Metode . Allah SWT. Tanpa itu semua manusia tidak akan dapat bertahan dihup bahkan tidak akan pernah terlahir didunia. Orang yang memiliki sifat tawadhu menyadari bahwa apa saja yang dia miliki baik bentuk fisik, kecerdasan akal serta keberlimpahan harta dan kedudukan merupakan karunia dan pada saatnya kelak akan dikembalikan serta dimintai pertanggungjawaban atas pengelolaannya. Dengan kesadaran tersebut maka dia merasa tidak pantas untuk menyombongkan diri terhadap sesama manusia, terlebih menyombongkan diri terhadap sang pencipta. Sikap orang tawadhu tidak akan membuat derajat seseorang menjadi rendah, akan tetapi akan membuat dia dihormati dan dihargai. Mayarakat akan senang dan tidak ragu bergaul dengannya. Bahkan Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang tawadhu lebih tinggi dari lainya. Dengki Sifat dengki merupakan sifat merasa tidak senang atas nikmat yang diperoleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkan kenikmatan tersebut dari orang lain dengan maksud supaya kenikmatan itu perpindah ketangan sendiri atau tidak. Sifat dengki biasanya tumbuh karena berinduk dari sifat AuTakaburAy maka sebagian besar orang yang takabur akan memiliki sifat dengki. Kemiripan serupa terjadi pada sifat takabur seorang akan merasa tidak ada yang melebihi darinya. Dia merasa orang lain tidak bisa mendapatakna kenikamtan yang melebihinya. Hal demikian yang menjadikan sebab orang dengki merasa sakit hati melihat orang lain mendapat suatu kebaikan. 24 Sebagimana Allah berfirman dalam Q. S Ali Imran yang artinya sebagai berikut: AuJika kamu mendaptakan kebaikan, sedih hati mereka, dan jika kamu ditimpa kesusahan menjadi senang merekaAy Sifat dengki tersebut tergambar dalam kisah Abu Lahab yang selalu memusuhi nabi, suatu ketika dia mengajak orang Qurais untuk bersamasama memusuhi Nabi. Prilaku tersebut mengambarkan bahwa dia merasa iri hati dan khawatir terhadap nabi bahwa akan menyebarkan agama baru, dia merasa agamanya yang paling benar dia merasa iri apabila setelah Nabi sudah berhasil dalam berdakwah dan mendapatkan banyak umat yang memeluk islam dia akan ditinggalkan oleh pengikutnya. Sedangkan lawan dari sifat dengki adalah sifat ghibthah yaitu sifat merasa termotivasi akan prestasi kebaikan yang orang lain capai serta ingin melakukan hal yang sama. Demikian juga ketika kita merasa tidak senang atas suatu kenikmatan yang diperoleh orang lain, akan tetapi 23 Yunahar Ilyas. Kuliah Akhlak, hlm. 24 Humaidi Tatapangarsa. AuAkhlak muliaAy, hlm. Qalamuna - Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Agama | Vol. 11 No. Januari Ae Juni 2019 berhungan kenikmatan tersebut dipakai oleh pemiliknya untuk melakukan kedzaliman atau kejahatan maka dengki yang seperti ini merupakan dengki kebaikan atau yang diperbolehkan. Nabi SAW menjelaskan bahwa terdapat dua bentuk dengki yang diperbolehkan yaitu. dengki/iri hati kepada orang yang ali AL-QurAoan, yang ilmunya tentang Al-QurAoan ini diamalkan dan dijadikan sebagai pedoman hidup siang dan malam serta dengki/iri hati kepada orang kaya, yang kekayaannya dipergunakan untuk amalan-amalan kebaikan, siang dan malam. Simpulan Al-Quran adalah sumber utama ajaran Islam serta memiliki autentisitas tak terbantahkan. Penerimaan wahyu oleh Nabi Saw terkait erat dengan kondisi aktual. Susunan ayat-ayat dan surat-surat yang terkandung dalam Al-Quran memuat suatu kisah yang telah menjadi disiplin seni yang mengungguli diantara seni-seni lainya dalam bahasa dan kesusasteraan. Kisah nyata dalam Al-Quran telah membuktikan bahwa redaksi kearaban yang dimuatnya secara jelas menggambarkan kisah-kisah yang paling tinggi. samping itu sebagai suatu metode, kisah juga memiliki daya tarik tersendiri, punya daya yang kuat bagi jiwa serta dapat menggugah kesadaran manusia kepada iman dan perbuatan yang sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Demikian banyak dalam al-QurAoan yang mengisahkan umat terdahulu yang kesemunya bertujuan agar dapat dijadikan sebagai ibrah bagi umat manusia. Sebagaiman dikisahkan dalam Q. S al-Lahab terdapat seorang yang masih memiliki hubungn saudara dengan nabi namun menentang ajaran nabi. Dari kisah tersebut setidaknya terdapat poin penting yang dapat dipetik sebagai nilai akhlak mulia. Nilai akhlak tersebut menjelaskan bahwa seorang harus menjahui sifat takabur, dusta dan dengki. Karena ketika akhlak tersebut tergolong dalam akhlak madzumah atau akhalk tercela, maka sudah menjadi kewajiban bagi umat manusia untuk menjauhinya dan mengingatkan yang lain akan bahaya akhlak tersebut. Demikian apabila dapat diaplikasikan dalam kehidupan tentu akan menumbuhkan kehidupan yang indah dan sejahtera serta selalu rukun dalam persatuan. Daftar Pustaka