https://jurnal. GAMBARAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG MAKANAN YANG DAPAT MENGENDALIKAN HIPERTENSI Dwi Wahyuni1*. Efi Irwansyah Pane2 Di Keperawatan. Akper Gita Matura Abadi. Kisaran. Indonesia *Email koresponden : dwiwah293@gmail. Abstract The family plays an important role in controlling hypertension through appropriate healthy food choices, including the consumption of fruits and vegetables. hypertension is a serious health problem, often referred to as a silent killer, with a prevalence that continues to increase, yet initial observations indicate that many families still do not fully understand the types of foods that contribute to blood pressure control. This study aims to describe the level of family knowledge regarding foods that can help control hypertension in Neighborhood IV. Selawan Subdistrict. East Kisaran District. Asahan Regency. The study employed a quantitative descriptive method with a survey approach involving families who have members with hypertension, using a research instrument consisting of twelve questions that had undergone validity and reliability testing, while the data were analyzed univariately using frequency distribution. The results showed that the level of family knowledge was in the moderate category, with most respondents able to recognize commonly recommended foods that help lower blood pressure, although understanding of more specific aspects varied. These findings emphasize the need for more targeted health education so that families can implement appropriate dietary patterns to support hypertension control, and the study recommends increasing educational activities focused on improving understanding of healthy foods and strengthening the familyAos role in supporting healthy lifestyle behaviors to prevent increases in blood pressure. Keywords: Knowledge. Family. Food. Hypertension Abstrak Keluarga memegang peran penting dalam pengendalian hipertensi melalui pemilihan makanan sehat yang tepat, termasuk konsumsi buah dan sayur. Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius atau silent killer yang prevalensinya terus meningkat, namun observasi awal menunjukkan bahwa masih banyak keluarga yang belum memahami secara utuh jenis makanan yang berperan dalam mengendalikan tekanan darah tersebut. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan keluarga mengenai makanan yang dapat membantu mengendalikan hipertensi di Lingkungan IV Kelurahan Selawan Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap keluarga yang memiliki anggota penderita Instrumen penelitian berupa dua belas pertanyaan yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sementara data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan keluarga berada pada kategori cukup, dengan sebagian besar subjek mampu mengenali makanan yang umum dianjurkan untuk membantu menurunkan tekanan darah, meskipun pemahaman pada aspek yang lebih spesifik masih bervariasi. Temuan ini menegaskan perlunya edukasi kesehatan yang lebih terarah agar keluarga mampu menerapkan pola makan yang sesuai untuk mendukung pengendalian hipertensi. Penelitian Vol 2. No 1. Januari, 2026 *Corresponding author email : dwiwah293@gmail. Page 38 of 45 Copyright: @ 2026 Authors menyarankan peningkatan kegiatan edukasi yang berfokus pada pemahaman makanan sehat dan penguatan peran keluarga dalam mendukung perilaku hidup sehat untuk mencegah peningkatan tekanan darah. Kata kunci : Pengetahuan. Keluarga. Makanan. Hipertensi. PENDAHULUAN Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dijumpai pada masyarakat dan dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala namun berpotensi menyebabkan komplikasi berat seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Prevalensi hipertensi terus meningkat seiring perubahan gaya hidup, pola makan tinggi garam, rendah serat, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan konsumsi makanan olahan. Kondisi ini menuntut upaya pengendalian yang tidak hanya bertumpu pada pengobatan farmakologis, tetapi juga pada pengaturan makanan sehari-hari sebagai faktor risiko yang paling mudah dimodifikasi. Pengetahuan keluarga tentang makanan yang dapat membantu mengendalikan hipertensi menjadi sangat penting, karena keluarga berperan langsung dalam penyediaan makanan bagi anggota rumah tangga, terutama penderita hipertensi. Berbagai literatur menunjukkan bahwa pemilihan makanan yang tepat, seperti meningkatkan konsumsi buah dan sayuran serta mengurangi natrium, lemak jenuh, dan makanan olahan, dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan(Tasalim 2. (Putri Diet rendah garam, kaya mineral seperti kalium dan magnesium, terbukti membantu menstabilkan tekanan darah dan mencegah komplikasi yang lebih parah (Wade Namun masyarakat mengenai makanan pengendali hipertensi masih beragam. Sebagian besar masyarakat belum memahami batasan natrium harian, jenis makanan yang aman dikonsumsi, serta risiko yang dapat timbul dari kebiasaan makan yang tidak sehat (Ridwan 2. Penelitian (Malik. bahkan menunjukkan bahwa masih banyak penderita hipertensi yang memiliki perilaku diet tidak sesuai rekomendasi karena kurangnya edukasi kesehatan. Di wilayah Kelurahan Selawan Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, observasi awal menunjukkan bahwa sebagian keluarga belum memahami secara utuh jenis makanan yang berperan dalam mengendalikan hipertensi. Padahal, keluarga merupakan faktor penentu utama dalam perubahan perilaku makan pasien. Rendahnya pengetahuan ini berpotensi dikendalikan dan meningkatkan risiko Urgensi mendorong perlunya penelitian mengenai gambaran pengetahuan keluarga terkait mengendalikan hipertensi, khususnya pada masyarakat Lingkungan IV Kelurahan Selawan. Penelitian keluarga tentang makanan yang dapat mengendalikan hipertensi sebagai dasar perencanaan edukasi kesehatan bagi Penelitian memberikan manfaat bagi tenaga kesehatan Copyright: @ 2026 Authors dalam menyusun program penyuluhan yang lebih tepat sasaran serta bagi masyarakat sebagai upaya meningkatkan perilaku hidup Pemahaman yang baik dari keluarga mendukung pengelolaan hipertensi secara berkelanjutan dan mencegah komplikasi jangka panjang(Nofri 2. (Gusti 2. Dengan demikian, penelitian ini memiliki nilai urgensi yang kuat untuk dilakukan sebagai kontribusi terhadap peningkatan kesehatan METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang . ross menggambarkan tingkat pengetahuan keluarga mengenai makanan yang dapat mengendalikan Penelitian Lingkungan Kelurahan Selawan Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan pada tahun 2025. Target dan sasaran penelitian adalah keluarga yang memiliki anggota rumah tangga dengan riwayat hipertensi, mengingat keluarga berperan sebagai penentu utama pola makan dan dukungan terhadap pengelolaan Subjek penelitian adalah seluruh keluarga yang memenuhi kriteria tersebut, dan karena jumlah populasi relatif kecil, penelitian menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian sebagaimana dianjurkan pada penelitian dengan cakupan responden terbatas (Gusti Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang telah disusun berdasarkan teori dan referensi terkait pola (Nurrahmani, 2024. Putri, 2. Instrumen berupa kuesioner pilihan ganda yang mencakup aspek pengetahuan tentang jenis makanan penurun tekanan darah, makanan yang harus dihindari oleh penderita hipertensi, batasan konsumsi natrium, dan pemahaman mengenai makanan tinggi serat, buah, serta Instrumen telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan untuk memastikan ketepatan pengukuran. Prosedur penelitian dimulai dengan pemberian penjelasan kepada responden mengenai tujuan dan manfaat penelitian, dilanjutkan dengan pembagian kuesioner, pengisian secara mandiri oleh responden, dan pengumpulan kembali kuesioner untuk Teknik mencakup observasi, wawancara singkat, dan pengisian angket. Seluruh data yang diperoleh dianalisis secara univariat menggunakan tabulasi distribusi frekuensi untuk menggambarkan tingkat pengetahuan keluarga mengenai makanan pengendali hipertensi(Malik. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase jawaban benar pada setiap indikator kategori tingkat pengetahuan berdasarkan skor total yang diperoleh. Penelitian ini tidak menguji hipotesis khusus, namun pengetahuan keluarga tentang makanan memiliki keterkaitan dengan praktik pengendalian hipertensi, sebagaimana dijelaskan dalam literatur mengenai perilaku kesehatan dan manajemen hipertensi (Ridwan 2. (Tasalim 2. HASIL Subjek penelitian berjumlah 38 keluarga yang memiliki anggota rumah tangga dengan hipertensi. Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Lamanya Penderita Hipertensi. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Lamanya Penderita Hipertensi Lama Menderita 1-5 tahun 6-10 tahun > 11 tahun Total y y Tabel 1. memperlihatkan sebagian besar responden telah menderita hipertensi selama lebih dari 11 tahun, yaitu sebanyak Copyright: @ 2026 Authors 17 orang . ,7%), sedangkan sebagian kecil lainnya menderita hipertensi selama 6Ae10 tahun sebanyak 13 orang . ,2%). Lama seseorang mengalami hipertensi sangat berkaitan dengan faktor penyebabnya, termasuk riwayat penyakit lain seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, gangguan pembuluh darah otak, kebiasaan merokok, pola makan, penggunaan obat bebas, serta faktor psikososial seperti stres lingkungan, keluarga, atau pekerjaan. Menurut(Gama. Saraswati. , & Adi 2. , semakin lama seseorang kepatuhannya dalam menjalani pengobatan cenderung menurun karena munculnya rasa bosan dalam menjalani terapi dan pengobatan jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa durasi penyakit tidak hanya terkait kondisi fisik, tetapi juga berpengaruh pada perilaku dan motivasi penderita dalam mengelola Tabel 2. Tabel Aspek Pengukuran Berdasarkan Gambaran Pengetahuan Keluarga Tentang Makanan yang Dapat Mengendalikan Hipertensi. Responden Hasil Total Score 0,81 0,73 0,73 0,84 0,78 0,84 0,78 0,78 0,84 0,84 0,73 0,76 9,46 Keterangan = 78,83 (Bai. Total Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pengetahuan keluarga mengenai buah dan sayur yang berperan dalam membantu menurunkan hipertensi termasuk dalam kategori baik, dengan skor rata-rata 9,46 atau 78,83%. Mayoritas responden mengetahui manfaat beberapa jenis buah dan sayur seperti pisang ambon, mengkudu, alpukat, belimbing wuluh, buah naga, wortel, mentimun, serta bahan alami seperti bawang putih dan daun seledri dalam membantu menurunkan tekanan darah. Pengetahuan ini umumnya diperoleh kesehatan, kerabat, serta pengalaman pribadi dalam mengonsumsi jus atau rebusan bahan tersebut secara rutin. Selain mengetahui manfaatnya, sebagian besar responden juga pernah mencoba langsung mengonsumsi bahanbahan tersebut dan merasakan penurunan tekanan darah setelah penggunaan rutin dalam rentang waktu 5-7 hari. Hal ini responden tidak hanya berdasarkan informasi, tetapi juga diperkuat oleh pengalaman nyata dalam penggunaan buah dan sayur sebagai alternatif alami untuk mengontrol hipertensi. Tabel 3. Pengetahuan Keluarga Tentang Makanan yang Dapat Mengendalikan Hipertensi Variabel Mafaat gerakan pijat Apakah Bapak/Ibu mengonsumsi pisang mengandung kalium dan diolah menjadi jus menurunkan tekanan Apakah Bapak/Ibu likopen dan kalium serta diolah menjadi jus dapat membantu menurunkan tekanan Apakah Bapak/Ibu labu yang mengandung kalium dan diolah menjadi jus dapat Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Copyright: @ 2026 Authors Variabel menurunkan tekanan Apakah Bapak/Ibu mengandung zat kimia proxeronine dan diolah menjadi jus dapat menurunkan tekanan Apakah Bapak/Ibu mengonsumsi alpukat polyacids dan diolah menjadi jus dapat menurunkan tekanan Apakah Bapak/Ibu belimbing wuluh yang mengandung kalium dan diolah menjadi jus menurunkan tekanan Apakah Bapak/Ibu naga yang kaya nutrisi dan diolah menjadi jus menurunkan tekanan Apakah Bapak/Ibu mengonsumsi wortel kalium dan diolah menjadi jus dapat menurunkan tekanan Apakah Bapak/Ibu mengonsumsi rebusan bawang putih yang mengandung zat aktif menurunkan tekanan Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Variabel Apakah Bapak/Ibu mengandung kalium dan diolah dengan cara menurunkan tekanan Apakah Bapak/Ibu semangka yang kaya kandungan air dan diolah menjadi jus menurunkan tekanan Apakah Bapak/Ibu mengandung mineral dan diolah menjadi jus menurunkan tekanan Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu Tabel 3 menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan keluarga mengenai manfaat buah dan sayur dalam membantu menurunkan tekanan darah tergolong baik. Beberapa pertanyaan memiliki persentase jawaban benar tertinggi, yaitu pada Q4. Q6. Q9, dan Q10 dengan jumlah responden mengetahui sebanyak 32 orang . ,2%). Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai manfaat mengkudu, belimbing wuluh, rebusan bawang putih, dan daun seledri telah cukup dikenal oleh Sementara itu, tingkat pengetahuan mengenai manfaat tomat, buah labu, dan semangka (Q2. Q3, dan Q. , masingmasing dengan 28 responden . ,7%) menjawab mengetahui. Meskipun angka ini masih berada dalam kategori baik, hasil tersebut mengindikasikan bahwa informasi terkait beberapa jenis buah dan sayur Copyright: @ 2026 Authors tertentu masih belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian responden. Secara menggambarkan bahwa mayoritas keluarga telah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai bahan pangan alami yang berpotensi membantu menurunkan hipertensi, namun tetap diperlukan edukasi lanjutan untuk memperkuat pengetahuan pada indikator yang masih relatif rendah. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keluarga mengenai buah dan sayur yang dapat mengendalikan hipertensi berada pada kategori cukup. Kondisi ini mencerminkan bahwa keluarga telah memiliki pemahaman dasar terkait pengendalian hipertensi melalui makanan, meskipun masih terdapat bagian pengetahuan yang belum dikuasai secara menyeluruh. Persentase jawaban benar mencapai 79,4%, yang menggambarkan bahwa sebagian besar informasi umum mengenai manfaat buah dan sayur sudah diterima dan dipahami. Gambaran ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memahami aspek umum hipertensi namun masih kesulitan menguasai bagian yang lebih (Ridwan 2. (Malik. Sebaran memperlihatkan bahwa 57,8% keluarga berada pada kategori cukup, disusul 28,9% kategori baik dan 13,1% kategori kurang. Proporsi ini menunjukkan bahwa keluarga telah memiliki fondasi pengetahuan yang memadai, tetapi belum mencapai ketuntasan yang diharapkan untuk mampu menerapkan pengendalian hipertensi secara optimal. Pengetahuan kategori cukup biasanya muncul akibat paparan informasi kesehatan yang bersifat umum melalui interaksi sosial, pengalaman keluarga, atau penyuluhan yang sifatnya masih Fenomena ini sejalan dengan temuan penelitian lain yang menunjukkan bahwa informasi kesehatan sering diterima masyarakat secara parsial, sehingga pemahaman mereka terbentuk dari pengalaman sehari-hari, bukan dari informasi sistematis yang terstruktur (Rahayu et al. , 2. Analisis per-item memperlihatkan bahwa beberapa indikator memiliki tingkat pemahaman tinggi. Item Q4. Q6. Q9, dan Q10 memperoleh masingmasing 32 jawaban benar dari total 38 responden, yang merupakan jumlah tertinggi dari seluruh indikator. Keempat item ini berkaitan dengan kemampuan keluarga mengenali buah dan sayur yang umum diketahui sebagai makanan yang bermanfaat bagi penderita hipertensi. Pengetahuan jenis ini mudah diterima karena informasi tentang makanan sehat sering tersebar melalui media sehari-hari dan tradisi keluarga. Berbagai penelitian menegaskan bahwa informasi praktis mengenai pola makan sehat lebih mudah dipahami oleh masyarakat dibandingkan informasi yang bersifat ilmiah dan teknis(Nofri 2. Sebaliknya, tingkat pemahaman lebih rendah tampak pada Q2. Q3. Q11, dan Q12 dengan jumlah jawaban benar berkisar 28Ae29 responden. Kekurangan pemahaman pada indikator ini membutuhkan pengetahuan lebih spesifik mengenai mekanisme biologis atau kandungan nutrisi tertentu dalam buah dan Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap hipertensi sering bersifat dangkal dan tidak mencakup informasi teknis mengenai peran nutrisi dalam pengendalian tekanan darah. Kondisi ini menggambarkan bahwa Copyright: @ 2026 Authors keluarga membutuhkan edukasi yang lebih terarah agar pengetahuan mereka tidak hanya berada pada level pengenalan, tetapi juga komprehensif mengenai manfaat setiap jenis Kesenjangan indikator memberikan petunjuk mengenai faktor yang mungkin berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan keluarga. Riwayat paparan informasi kesehatan, frekuensi penyuluhan, serta latar pendidikan berperan Penelitian menunjukkan bahwa kualitas pengetahuan keluarga berkaitan erat dengan kelengkapan informasi yang diterima, khususnya mengenai pola makan yang dianjurkan bagi penderita hipertensi(Gusti 2. Ketidakseimbangan informasi sering menimbulkan pemahaman yang tidak merata, di mana beberapa bagian pengetahuan dipahami dengan baik sementara bagian lain masih sangat kurang. Variasi pengetahuan keluarga juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman merawat anggota keluarga yang memiliki hipertensi. Pengalaman langsung sering meningkatkan pengendalian hipertensi, tetapi tidak selalu meningkatkan pemahaman teknis mengenai makanan yang tepat. Konsep ini didukung oleh penelitian yang menjelaskan bahwa pengalaman keluarga menjadi salah satu faktor yang menentukan kemampuan mereka dalam menerapkan pola makan yang lebih sehat, meskipun informasi ilmiah mungkin masih terbatas (Nurrahmani. Konteks ini memperjelas mengapa pengetahuan praktis pemahaman teknis. Tingkat pengetahuan kategori cukup memberikan peluang besar untuk ditingkatkan melalui intervensi edukasi yang tepat. Penyuluhan terarah mengenai jenis buah dan sayur yang efektif menurunkan tekanan darah dapat menjadi strategi yang efektif. Penelitian lain menunjukkan bahwa edukasi yang terstruktur meningkatkan kemampuan keluarga untuk mengenali sekaligus menerapkan pilihan makanan yang lebih sehat(Putri 2. Informasi mengenai makanan yang bersifat herbal atau alami dapat menjadi bagian dari pendekatan edukatif karena sifatnya yang mudah diterima dan sejalan dengan kebiasaan masyarakat. Penelitian gambaran bahwa keluarga memiliki potensi besar untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenai pengendalian hipertensi melalui konsumsi buah dan Peningkatan pengetahuan bukan hanya penting untuk mencegah kenaikan tekanan darah, tetapi juga untuk mengurangi risiko komplikasi jangka Pengetahuan meningkatkan kemampuan keluarga dalam membuat keputusan yang tepat mengenai pola makan, sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup anggota keluarga yang Temuan mendukung pentingnya peran keluarga sebagai unit terdepan dalam pencegahan Keseluruhan hasil memperlihatkan menggambarkan kondisi pengetahuan keluarga secara objektif berdasarkan data. Pemahaman ini dapat dijadikan dasar bagi tenaga kesehatan untuk menyusun strategi edukasi yang lebih komprehensif, terutama pada indikator pengetahuan yang masih Informasi yang diperoleh dari penelitian ini juga memperlihatkan bahwa edukasi kesehatan perlu diberikan secara berkelanjutan agar keluarga memiliki Copyright: @ 2026 Authors pengetahuan yang utuh mengenai makanan yang mampu membantu mengendalikan KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup mengenai buah dan sayur pemahaman dasar tentang makanan sehat telah terbentuk meskipun belum sepenuhnya merata pada aspek-aspek pengetahuan yang lebih Pemahaman ini memberi landasan bagi keluarga untuk berperan aktif dalam pengelolaan hipertensi melalui pola makan yang tepat, sehingga dibutuhkan penguatan edukasi kesehatan agar pengetahuan yang dimiliki dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi yang terarah diharapkan mampu meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam memilih serta mengolah buah dan sayur yang bermanfaat bagi pengendalian tekanan darah, sekaligus mendorong perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Institusi pendidikan memiliki peran penting dalam memperluas penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat, sedangkan penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai efektivitas intervensi edukasi yang lebih intensif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik keluarga terkait pencegahan hipertensi melalui makanan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Lingkungan IV Kelurahan Selawan. Kecamatan Kisaran Timur. Kabupaten Asahan, atas dukungan dan izin yang diberikan sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik. Kerja sama dan keterbukaan masyarakat sangat membantu kelancaran proses pengumpulan data hingga penelitian ini terselesaikan tanpa hambatan. DAFTAR PUSTAKA