Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN: e 2776-785X Upaya Pendamping Desa Dalam Pengembangan Desa Wisata Sopotinjak Kecamatan Batang Natal Anifah1A. Putri Anggina2 1,2 Jurusan Pendidikan Masyarakat. Universitas Negeri Medan Email : putrianggina25@gmail. Article history: Received: 2022-03-15 Revised: 2022-04-21 Accepted: 2022-04-28 ABSTRAK Pendamping desa memiliki peran penting dalam pengembangan desa wisata. Pendamping desa bukan hanya mendampingi program masuk ke desa juga mengawasi dana desa tetapi ikut berpartisapasi aktif dalam pengembangan desa. Fakta yang terjadi lapangan pendamping desa belum optimal dalam membangun desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya pendamping desa dalam mengembangkan desa wisata Sopotinjak. Batang Natal. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian bahwa desa wisata masih minim akan pengembangan menjadi desa wisata, oleh karena itu upaya pendamping desa dibutuhkan dalam mewujudkan pemerintah desa dan masyarakat desa untuk menuju desa wisata Sopotinjak. Penelitian ini disimpulkan bahwa desa wisata Sopotinjak dalam pengembangannya belum terlaksana, upaya yang dilakukan pendamping desa tidak sesuai dengan kebutuhan di desa sasaran karena kurangnya tindakan secara nyata oleh pendamping desa. Kendala dalam pengembangan desa wisata 2 hal yaitu pendamping desa dan pemerintah desa yang tidak saling berkoordinasi dan masyarakat partipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata. Kata Kunci: pendamping desa, desa wisata, pariwisata ABSTRACT Village assistants have an important role in the development of tourist villages. Village assistants not only accompany the program to enter the village but also oversee village funds but also actively participate in village development. The facts that occur in the field of village assistants are not optimal in developing villages. The purpose of this study was to find out how the efforts of village assistants in developing the tourist village of Sopotinjak. Batang Natal. The research method used is descriptive qualitative. The results of the study show that the tourism village is still minimal in developing into a tourist village, therefore the efforts of village assistants are needed in realizing the village government and village communities to go to the Sopotinjak tourist village. This study concluded that the Sopotinjak tourism village in its development has not been implemented, the efforts made by the village assistants are not in accordance with the needs in the target village due to the lack of real action by the village assistants. Obstacles in the development of tourist villages are 2 things, namely village assistants and village governments who do not coordinate with each other and community participation in the development of tourist villages. Keywords: village assistants, tourist villages. Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X PENDAHULUAN Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Desa merupakan bentuk terkecil suatu negara dengan peran penting dalam mencapai cita-cita suatu bangsa dan negara. Bahkan jika ingin menilai suatu bangsa itu sejahtera atau tidak, bisa diamati dari kemajuan sebuah desa, tidak hanya itu saja harus adanya dorongan meningkat bagi tumbuh kembangnya potensi alamiah dan potensi dinamik Keberadaan Desa ditetapkan dengan berlandaskan Peraturan Perundang-undangan No5/1979. Pada intinya, peraturan dan perundang-undangan tentang Desa ialah upaya pemerintah untuk mempercepat kemajuan pembangunan. (Widjaja, 2014:. Adanya pembangunan dan pengembangan desa, sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa, dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Desa, dengan mendorong pembangunan desa mandiri yang berkelanjutan serta memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan Upaya mengurangi kesenjangan antara desa dan kota dilakukan dengan mempercepat pembangunan desa-desa mandiri. Untuk itu salah satu program pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan desa dari Sabang sampai Merauke, dengan membawakan keunikan dari desa masingmasing setiap daerah berupaya dan berpacu mengembangkan potensi desa untuk menarik minat para Pembangunan desa merupakan faktor penting bagi pembangunan daerah dengan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah. Optimalisasi suatu wilayah atau desa ini mulai banyak dilakukan, dengan salah satunya pengoptimalisasian desa dilaksanakan dengan mengubah desa biasa menjadi desa wisata. Konsep desa wisata merupakan rancangan yang dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa wisata ini merupakan salah satu bentuk penerapan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Melalui pengembangan desa wisata diharapkan terjadi pemerataan yang sesuai dengan konsep pembangunan yang berkesinambungan. Maka tolak ukur keberhasilan desa wisata bukan hanya pada peningkatan pendapatan, tetapi partisipasi masyarakat untuk mendapat kesejahteraan. Kabupaten Mandailing Natal memiliki berbagai variasi pariwisata di setiap kecamatannya. Kabupaten Mandailing Natal memiliki nama unik yaitu AuBumi Gordang SambilanAy. Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal dari 100%, hanya 35% yang telah di kelola sedangkan 65% lainnya masih alami. Mandailing Natal menyimpan potensi wisata yang unik dan menarik wisatawan, sebanyak 64 objek wisata yang dikelola pemerintah. Berikut data jumlah objek wisata di kabupaten Mandailing Natal tahun 2020: Tabel 1 Jenis Wisata Mandailing Natal Jenis Wisata Jumlah Wisata Bahari Wisata Tirta Wisata Buatan Wisata Alam Wisata Renang Sumber: Dinas Pariwisata Kabuoaten Mandailing Natal 2020 Desa wisata Sopotinjak adalah desa yang terletak di Kecamatan Batang Natal yang masuk ke dalam administratif Kabupaten Mandailing Natal atau Madina. Desa Sopotinjak juga merupakan puncak tertinggi di daerah Mandailing Natal. Puncak Sopotinjak menyuguhkan pemandangan dengan berbagai jenis flora yang ada disana, melainkan juga bisa melihat langsung aneka satwa liar. Sopotinjak merupakan habitat alami aneka jenis burung endemik, rusa, kucing hutan, kambing hutan dan juga harimau. Desa ini berada di areal perbukitan lebih tepatnya dibawah kaki gunung Sorik Marapi. Desa Sopotinjak sendiri tergolong kepada destinasi wisata dengan keindahan alam lingkungan dengan kesejukan alam nan asri. Keindahan alam dan kesejukan hembusan angin membuat para pengunjung betah berlama-lama di desa ini. Seiring dengan perkembangan dan sejarahnya, desa Sopotinjak juga menyediakan lokasi wisata bumi perkemahan pramuka atau camping Dipergunakan untuk tempat edukasi pelajar bahkan masyarakat. Fasilitas di desa Sopotinjak Page 110 of 8 UPAYA PENDAMPING DESA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA SOPOTINJAK KECAMATAN BATANG NATAL Anifah1A. Putri Anggina2 cukup memadai untuk para pengunjung desa wisata pada umumnya, di Sopotinjak terdapat beberapa warung sederhana yang menyediakan berbagai makanan dan juga minuman dan juga terdapat villa untuk penginapan para pengunjung dari pemerintah daerah. Di kawasan hutan desa Sopotinjak terdapat goa-goa peninggalan sejarah berhias stalagit dan stalagmit dengan ornamen yang indah. Goagoa tersebut dibuat pada zaman penjajahan jepang yang dianggap sebagai peninggalan sejarah. Tetapi masih banyak hal yang belum tereksplor atau segala potensi yang dimiliki desa ini secara maksimal. Berdasarkan penjelasan desa wisata Sopotinjak dengan model pemberdayaan melalui program pendampingan desa wisata dapat menjadi solusi alternatif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat (Halimah. Krisnani, and Fedryansyah 2. Pengembangan suatu desa memerlukan keterlibatan dari berbagai pihak di dalamnya, khususnya pemangku kepentingan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yaitu pendamping desa. Pendamping desa mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam pemerintahan desa yaitu menggali, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat dalam pembangunan kawasan pedesaan secara partisipatif serta peningkatan kapasitas bagi pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan desa dalam hal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sehingga menjadi tumpuan harapan masyarakat terhadap program-program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, khususnya bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan desa sendiri. Terlaksananya pendamping desa merupakan hasil dari reformasi sebagai upaya dari perwujudan demokrasi di tingkat desa (Suharto, 2. Pendampingan desa bukanlah mendampingi pelaksanaan proyek yang masuk ke desa saja, bukan pula mendampingi dan mengawasi penggunaan dana desa saja, tetapi melakukan pendampingan secara utuh terhadap desa. Dalam proses pengembangan desa wisata dan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat usaha pendamping desa sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pengembangan desa tersebut. Adapun usaha yang dilakukan oleh pendamping desa merupakan hasil dari proses pengembangan desa wisata yang diembankan kepadanya. Pendampingan Desa ini diatur dalam Peraturan Menteri Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pendampingan Masyarakat Desa. Pendampingan masyarakat desa ini dilaksanakan agar adanya pemerataan pembangunan dan percepatan pembangunan di desa dapat tercapai dengan cepat. Sehingga fasilitasi pemerintahan desa, pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat desa, dan pembinaan masyarakat desa perlu dilakukan untuk mendorong penggunaan dana desa. Pendamping desa adalah bertugas mendampingi desa,mengawal implementasi UU Desa dan mendorong pelaksanaan UU Desa dengan melakukan pemberdayaan warga desa dan melahirkan kader-kader pembangunan (AuPeraturan Menteri Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Trasmigrasi Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendampingan Desa,Ay n. Pendamping desa di kecamatan Batang Natal berjumlah 2 orang yang ditugaskan mendampingi sebanyak 30 Desa. Upaya pendamping desa dapat dilihat dari: seberapa baik kualitas pekerjaan yang dihasilkan, tingkat kejujuran dalam berbagai situasi, inisiatif dan prakarsa memunculkan ide-ide baru dalam pelaksanaan tugas, sikap pendamping desa terhadap pekerja . uka atau tidak suka, menolak atau menerim. , kerjasama dan kehandalan, pengetahuan dan keterampilan tentang pekerjaan, pelaksanaan tanggung jawab pemanfataan waktu serta pemanfaatan waktu secara Indikator diatas sebagai pedoman atau acuan dari proses pelaksanaan pendampingan desa yang harus dimiliki oleh pendamping desa. Pada dasarnya peran dan usaha pendamping desa belum maksimal dalam melaksanakan tugas pendampingan dapat di amati dari kurangnya pengembangan potensi desa wisata Sopotinjak. Berdasarkan observasi awal, yang saat ini terjadi adalah belum adanya pengembangan potensi dari desa wisata di Sopotinjak yang ditangani oleh pendamping desa. Padahal upaya dari pendamping desa sangatlah penting dalam pembangunan dan pengembangan desa. Semakin baik upaya yang dilakukan pendamping desa maka akan semakin meningkatnya pula kesejahteraan masyarakat desa Sopotinjak demikian pula sebaliknya berlaku hal yang sama. Pendamping desa telah diatur sebagaimana peran dan tugasnya dalam masyarakat. Namun masih banyak kejanggalan dalam menjalankan pemerintahan di desa seperti halnya pada permasalahan diatas, pendamping desa masih kurang efektif dalam menjalankan tugas pendamping desa. Salah satu unsur penting dalam mewujudkan desa wisata yang maju adalah partisipasi dari pendamping desa. Tugas Pendamping desa ini merupakan salah satu bentuk dari pemberdayaan masyarakat yang berperan dalam Pendamping Desa di Kecamatan Batang Natal berjumlah 2 orang dan PLD Desa Wisata Sopotinjak yang berjumlah 1 orang. Pengadaan penginapan atau homestay di Desa Wisata Sopotinjak baru satu dan itu hanya untuk pemerintahan saja. Hal ini dikarenakan masyarakat Desa Wisata Sopotinjak yang belum siap jika rumahnya dijadikan homestay. Letak desa wisata ini yang 111 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X berada di daerah pegunungan menjadikannya memiliki kondisi alam yang berubah-ubah. Ketika musim penghujan tiba, bencana alam seperti tanah longsor bisa saja terjadi. Hal ini mengakibatkan potensi-potensi wisata yang ada belum dikembangkan secara maksimal meski potensi tersebut sangat Dana pengembangan yang masih berasal dari swadaya masyarakat. Minat investor untuk melakukan investasi dalam kegiatan pengembangan Desa Wisata Sopotinjak masih sangat Sehingga sarana dan prasarana disana belum terpenuhi dengan maksimal. Wisatawan yang datang ke Desa Wisata Sopotinjak yaitu wisatawan lokal yang sengaja berkunjung ke potensi wisata. Sebagaimana di observasi awal yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa pendamping desa di Sopotinjak juga belum maksimal maupun optimal dalam menjalankan tugasnya karena fokus pekerjaan pendamping desa tidak hanya bekerja untuk satu desa. Selain itu pendamping desa selama ini kurangnya asistensi, pengorganisasian, pengarahan serta fasilitas desa. Sehingga pemerintah desa Sopotinjak harus melakukan kegiatan sendiri tanpa adanya keterlibatan dari pendamping desa. Maka dari itu tujuan dari pengembangan dan pembangunan masyarakat yang dilakukan pendamping desa dianggap tidak efektif oleh pemerintah dan masyarakat desa. Berdasarkan paparan latar belakang masalah, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian khususnya dalam pendampingan desa di Desa Sopotinjak kecamatan Batang Natal dengan mengkaji mengenai AuUpaya Pendamping Desa Dalam Pengembangan Desa Wisata SopotinjakAy yang berkedudukan di kecamatan Batang Natal. Dalam penelitian ini nantinya akan diketahui upaya yang dilakukan oleh pendamping desa dalam pembangunan dan pengembangan desa wisata Sopotinjak serta kendala yang dihadapi. METODE PENELITIAN Dalam suatu penelitian seorang peneliti harus mengambil salah satu jenis penelitian yang tepat dan sesuai dengan yang di teliti. Hal ini dimaksud agar peneliti dapat memperoleh gambaran yang jelas sesuai dengan topik penelitian serta untuk memperoleh gambaran terkait masalah dan langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Berdasarkan dari tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengungkapkan tentang AuUpaya Pendamping Desa dalam Pengembangan Desa Wisata Sopotinjak. Kecamatan Batang NatalAy. Maka jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian deskriftif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lexy J. Moleong . 9: . menyatakan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Sedangkan menurut Denzin dan Lincoln menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang mengunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Dari pendapat para ahli di atas dapat peneliti rangkumkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang di lakukan oleh subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, tindakan, dan lain-lain. Adapun fokus dalam penelitian ini yaitu pada upaya pendamping desa dalam upaya mengembangkan desa wisata di Desa Sopotinjak Kecamatan Batang Natal dengan teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu : pengumpulan data . ata collectio. , penyajian data . ata displa. , verifikasi data . ata verificatio. , dan penarikan kesimpulan . rawing conclusio. (Sugiyono, 2. Informan dalam penelitian ini adalah pendamping desa Batang Natal. Tabel 2 Informan Penelitian NAMA Hanriansyah Nasution Firdaus USIA 30 Tahun JENIS KELAMIN Laki-Laki 42 Tahun Laki-laki JABATAN PD bagian Tehnik Infrastruktur PD bagian Pemberdayaan Masyarakat Page 112 of 8 UPAYA PENDAMPING DESA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA SOPOTINJAK KECAMATAN BATANG NATAL Anifah1A. Putri Anggina2 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Upaya dijelaskan sebagai syarat atau usaha dan strategi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh Pendamping Desa. Dalam kamus Bahasa Indonesia menyebutkan pengertian upaya adalah tindakan yang dilakukan seseorang untuk mencapai yang diinginkan atau merupakan suatu strategi dalam tindakan. Objek wisata di desa Sopotinjak adalah salah sektor pariwisata di Batang Natal paling di gemari. Sejalan dengan marpaung . menyatakan bahwa daya tarik objek wisata merupakan dasar bagi hidup kepariwisataan. Tanpa adanya daya tarik dari suatu objek, maka kepariwisataan itu sulit di kembangkan. Dari penyajian data sebelumnya membahas data yang didapatkan dalam wawancara terkait dengan upaya yang dilakukan oleh pendamping desa dalam pengembangan desa wisata Sopotinjak Kecamatan Batang Natal, terlebih dahulu dipaparkan kondisi desa wisata Sopotinjak. Berdasarkan hasil observasi peneliti selama berada dalam lokasi penelitian dan berinterkasi dengan pendamping desa Sopotinjak tersebut diperoleh informasi bahwa desa Sopotinjak adalah salah satu destinasi wisata di Kecamatan Batang Natal yang tidak pernah sepi pengunjung dan desa Sopotinjak juga merupakan destinasi wisata panorama alam paling sejuk di Kabupaten Mandailing Natal yang membuat para wisatawan tidak pernah bosan dalam berkunjung. Desa Sopotinjak memiliki ciri khas tersendiri dibanding desa wisata lainnya, kesejukan dan panorama alam desa ini menjadi wisata puncak pertama di Mandailing Natal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti bahwa pendamping desa belum terrealisasikan dalam melaksanakan pengembangan desa wisata dengan adanya beberapa indikator sebagai berikut: Pemerintah desa belum memberikan alokasi anggaran dana desa yang memadai untuk pengembangan potensi desa wisata Sopotinjak sehingga keberadaan desa wisata Sopotinjak kurang di dukung dari segi sarana dan prasarana memadai. SDM masih kurang, sehingga masyarakat sendiri tidak sadar wisata untuk pengembangan desa. Pendamping desa beranggapan untuk mengembangkan desa wisata terlebih dahulu mengembangkan SDM desanya agar tercipta kontribusi bersama dalam pengembangan desa wisata. Pemerintah desa kurang bekerja sama dengan pendamping desa dalam pengembangan potensi desa wisata sehingga keberadaan desa wisata kurang berkembang, seperti halnya pengarahan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pewujudan dan pengembangan desa Pendamping desa dan pemerintah desa kurang dalam melakukan promosi desa wisata Sopotinjak sehingga masih banyak masyarakat luas yang belum mengetahui destinasi desa wisata Sopotinjak, terutama di luar wilayah Kabupaten Mandailing Natal sehingga salah satu hal dibutuhkan adalah promosi desa wisata yang menjangkau masyarakat Hal tersebut menunjukkan bahwa desa wisata masih sangat minim akan pengembangan menjadi desa wisata, oleh karena itu upaya pendamping desa sangat dibutuhkan dalam mengarahkan atau mewujudkan pemerintah desa dan masyarakat desa untuk menuju desa wisata Sopotinjak. Untuk lebih jelasnya upaya-upaya yang dilakukan pendamping desa berdasarkan wawancara dan observasi yang dapat peneliti uraikan sebagai berikut: Mendukung pengembangan desa wisata Pendamping desa selalu memberikan dorongan dan dukungan tentang pengembangan desa Pendamping desa setiap tahunnya melakukan rapat tahunan tentang pengembangan desa Sopotinjak menjadi desa wisata. Pendamping juga mengarahkan pemerintah desa untuk melaksanakan pelatihan KPM (Kader Pemberdayaan Masyaraka. guna dapat memberdayakan masyarakat dan juga mengembangkan SDM masyarakat. Melakukan pendampingan dan pengarahan untuk pengembangan desa wisata Pengembangan desa wisata Sopotinjak dan pendampingan desa dalam segi pembangunan dan perencanaan adalah salah tugas pendamping desa. Dalam hal pendamping desa telah melaksanakan di pengembangan desa Sopotinjak, salah satunya dengan cara yang dilakukan pendamping desa dengan membina dan mengarahkan desa menjadi desa wisata. Hanya saja pemerintah desa belum ada kebijakan sendiri untuk menuju desa wisata bahkan untuk lebih sadar . Memberikan ide-ide terbaru ke pemerintah desa 113 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X Tugas pendamping desa bukan hanya mengarahkan dan membina tetapi juga menyampaikan aspirasi untuk pembangunan dan pengembangan suatu desa. Pendamping desa berperan penting dalam pengembangan dan pembangunan desa, dalam hal ini pendamping desa juga memberikan konsep terbaru untuk pengembangan desa lebih terarah ke depannya. Melakukan pengarahan dana desa Pendamping desa selalu memberikan arahan sesuai dengan tupoksi yang harus dijalankan. Pendamping desa juga menyatakan bahwa dalam upaya yang dilakukan telah maksimal tetapi pemerintah desa belum adanya kebijakannya untuk mengeluarkan anggaran dana desa untuk pembangunan dan pengembangan dana desa. Namun berdasarkan pengamatan peneliti desa belum dikelola dengan sepenuhnya masih dalam keadaan 70% masih alami, belum maksimal dalam Gambar 1: Wawancara dengan bapak Pendamping Desa SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan wawancara dengan pendamping desa bahwa upaya-upya yang dilakukan adalah sebagai berikut: Mendukung pengembangan desa wisata. Melakukan pendampingan dan pengarahan untuk pengembangan desa wisata. Memberikan ide-ide terbaru ke pemerintah desa dan Melakukan pengarahan dana desa. Namun hasil analisa observasi penelitian menunjukkan bahwa adapun upaya-upaya yang dilakukan adalah mendukung pengembangan desa wisata pendamping desa, melakukan pendampingan dan pengarahan untuk pengembangan desa wisata, memberikan ide-ide terbaru ke pemerintah desa dan melakukan pengarahan dana desa. Namun berdasarkan hasil temuan dilapangan upaya tersebut belum tepat dengan kebutuhan untuk pengembangan desa wisata. Sesuai dengan indikator keberhasilan pendamping desa bahwa pengarahan dari suatu proyek atau program yang direncanakan saja kurang akan tetapi ikut berpartisipatif dalam pendampingan sampai dengan program diselesaikan. Pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan pendamping desa diantaranya pembentukan dan pelatihan KPM (Kader Pemberdayaan Masyaraka. dengan tujuan pembentukan agar dapat berkontribusi untuk pembangunan dan pengembangan desanya akan tetapi tidak berjalan baik bahkan dengan seiringan berjalan waktu KPM ini tidak menunjukkan keaktifannya lagi. Dapat disimpulkan pendamping desa dengan tugas fungsi mendampingi dan mengawasi kaderisasi tidak berjalan secara maksimal. Kendala-kendala atau hambatan yang terjadi dalam melaksanakan pengembangan desa wisata Sopotinjak dilatar belakangi oleh 2 faktor yaitu pemerintah desa dan pendamping desa tidak ada koordinasi dalam hal pengembangan desa wisata berdasarkan observasi di lokasi penelitian, peneliti mengemukakan objek wisata terbengkalai dan fasilitas desa wisata yang tidak memadai untuk wisatawan. Selanjutnya yaitu kurangnya kesadaran masyarakat akan pengembangan desa Sopotinjak menjadi desa wisata sehingga dalam hal ini SDM masyarakat Sopotinjak masih kurang dalam hal sadar wisata Page 114 of 8 UPAYA PENDAMPING DESA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA SOPOTINJAK KECAMATAN BATANG NATAL Anifah1A. Putri Anggina2 REFERENSI