Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Determinasi Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat Hilarius Seman1. Yonas Afrino2. Priska Yuliani3. Agus Wahyudi4* 1,2,3,4* Program Studi Akuntansi Perpajakan. Politeknik eLBajo Commodus e-mail: hilarius. seman@gmail. com,2yohanesafrino@gmail. com,3priskayuliani08@gmail. aguswahyudi@poltekelbajo. Diterima 24-09-2025 Direvisi 08-10-2025 Disetujui 22-10-2025 Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian ini merupakan penlitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatit. Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh pegawai di bagian keuangan atau akuntansi pada Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Manggarai Barat. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling jenuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel dengan jumlah 60 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner kepada seluruh responden. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia dan pengendalian intern berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Sedangkan sistem akuntansi keuangan daerah dan teknologi informasi tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Secara simultan variabel penerapan sistem informasi akuntansi keuangan daerah, kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengendalian intern berpengaruh positif terahdap kualitas laporan keuangan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Hasil uji determinasi menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan dapat dijelaskan oleh variabel penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengendalian intern sebanyak 68,2% sedangkan sisanya sebanyak 31,8% dipengaruh oleh dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Implikasi dari hasil penelitian yakni perlu adanya evaluasi terhadap implementasi sistem akuntansi keuangan daerah yang digunakan saat ini. Penggunaan sistem tersebut perlu dioptimalkan secara menyeluruh agar terintegrasi dengan baik antar unit kerja. Kata Kunci: Kualitas Laporan Keuangan. Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. Kompetensi Sumber Daya Manusia. Teknologi Informasi. Pengendalian Intern Abstract - This study aims to examine the effect of the implementation of a regional financial accounting system, human resource competency, information technology utilization, and internal control on the quality of financial This study is a quantitative study with an associative approach. The population in this study were all employees in the finance or accounting department of the Regional Apparatus Organization in West Manggarai Regency. The sampling technique in this study was saturated sampling, namely the entire population was sampled with a total of 60 respondents. The data collection technique used questionnaires to all respondents. Data analysis used multiple linear regression analysis. The results of the study partially showed that human resource competency and internal control had a positive effect on the quality of financial reports in the Regional Government of West Manggarai Regency. Meanwhile, the regional financial accounting system and information technology did not affect the quality of financial reports in the Regional Government of West Manggarai Regency. Simultaneously, the variables of the implementation of a regional financial accounting information system, human resource competency, information technology utilization, and internal control had a positive effect on the quality of financial reports in the Regional Government of West Manggarai Regency. The results of the determination test indicate that the quality of financial reports can be explained by the variables of the implementation of the regional financial accounting system, human resource competence, utilization of information technology, and internal control as much as 68. 2%, while the remaining 31. 8% is influenced by explained by other variables not included in this study. The implication of the research results is the need for an evaluation of the implementation of the regional financial accounting system currently used. The use of the system needs to be optimized comprehensively to ensure good integration between work units. Keywords: Financial Report Quality. Regional Financial Accounting System. Human Resource Competence. Information Technology. Internal Control Determinasi Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah DaerahA (Hilarius, dk. PENDAHULUAN Pemerintah daerah memainkan peran penting guna memastikan pengelolaan anggaran daerah yang jujur dan akuntabel. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 141/PMK. 01/2022, pengelolaan keuangan daerah mencakup seluruh proses, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, administrasi, pengawasan, hingga Menurut standar akuntansi pemerintahan, laporan keuangan yang memadai wajib memenuhi kriteria konsistensi untuk perbandingan, kemudahan pemahaman, serta relevansi dengan kebutuhan Penelitian yang dilakukan oleh (Hasliani & Yusuf, 2. menunjukkan bahwa laporan keuangan berkualitas akan memfasilitasi pengguna dalam menyerap yang disajikan, sehingga dapat keputusan, sebagai instrumen akuntabilitas publik, dan sebagai fondasi penilaian kinerja organisasi. Oleh karena itu, proses pembuatan laporan keuangan perlu mematuhi aturan yang ada dokumen yang dihasilkan akurat, dapat dipercaya, dan kualitas tinggi. Pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab untuk mengelola keuangan serta memastikan penyajian laporannya memiliki cara yang relevan, dapat diandalkan, dan penuh pertanggungjawabkan. Sasarannya adalah mencapai pengelolaan atau tata kelola yang optimal, melalui pengelolaan keuangan yang efektif dan terbuka. Guna mencapai hal tersebut, pemerintah daerah memberikan tekanan pada proses pengelolaan keuangan daerah yang berjalan secara efisien dan transparan. Dengan demikian, penerapan standar akuntansi yang bertanggungijawab dan efisien menjadi upaya krusial untuk menghasilkan laporan keuangan berkualitas tinggi (Sari, 2. sisi lain, demi memperkokoh akuntabilitas dalam memanfaatkan Sistem Pengelolaan Data dan Informasi (SPDI) sebagai sarana penghubung data, peningkatan efisiensi pelaporan, serta jaminan keterbukaan dan informasi keuangan akurat yang disampaikan kepada masyarakat. Sistem pelaksanaan ini dibuat untuk membangun pemerintahan yang professional dan berfokus pada pencapaian tujuan, dengan menyajikan laporan keuangan yang jelas dan dapat diandalkan. Karena demikian, pemerintah daerah dapat memberikan laporan keuangan yang akurat dan mudah dimengerti kepada masyarakat (Zega & Silaban, 2. Tanpa dukungan skill yang tepat, pelaksanaan tugas berisiko tidak efisien, memerlukan waktu lebih lama, dan menguras tenaga. Keberadaan sumber daya manusia dalam sebuah instansi merupakan aset berharga yang sangat menentukan keberhasilan organisasi, sebab mutu kinerja secara keseluruhan ditentukan oleh kualitas individu yang ada didalamnya. Selanjutnya faktor penggunaan teknologi informasi juga penting dalam meningkatkan kualitas Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia laporan keuangan. Penggunaan teknologi informasi sangat strategis dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan pemerintah. Sistem informasi dirancang untuk mengintegrasikan fungsi-fungsi utama seperti pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan penyajian data, yang berfungsi sebagai landasan dalam pengembilan keputusan dan pengawasan Adanya pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal mampu menambah kualitas laporan keuangan (Setyaningrum & Haryanto, 2. Dengan pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal baik penggunaan sistem, perangkat lunak, ataupun aplikasi berbasis teknologi informasi dilakukan secara optimal dan efisien dalam seluruh proses pengelolaan data keuangan sehingga mampu menciptakan laporan keuangan yang berkualitas. Kemudian dalam menciptkan laporan keuangan yang berkualiatas diperlukannya sistem pengendalian intern yang kokoh. Dimana dengan adanya sistem pengendalian intern ini berfungsi dengan baik mampu memperbaiki kualitas laporan (Bale. Marlina. Muanas, & Fahmie, 2. menjelaskan bahwa penerapan sistem pengendalian intern merupaan strategi krusial dalam menciptakan laporan keuangan yang efisien bagi pemerintah Penelitian (Lesmana, 2. yang menunjukan bahwa sistem pengendalian Internal yang diterapakan sudah baik, namun belum dijalankan secara efektif dan efisien sehingga menyebabkan kurangnya kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Hal ini berarti perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap meningkatkan pelatihan dan kompetensi pegawai, memperkuat fungsi monitoring dan audit internal, serta meningkatkan koordinasi antar unit kerja. Penelitian ini dilakukan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Berdasarkan audit Laporan Keuangan Pemerintah Daeah Kabuapten Manggarai Barat periode 2020-2023 oleh Badan Pemeriksa Keuangan mendapatkan opini wajar dengan pengecualian. Temuan ini menyoroti beberapa isu, sepeti realisasi belanja pagawai di Dinas Pendidikan. Kepemudaan, dan Olahraga yang tidak sesuai aturan, pencatatan asset tanah yang tidak akurat, dan pengelolaan persediaan yang kurang Berbagai masalah ini mengindikasikan bahwa pelaporan dan penyajian laporan keuangan pemerintah daerah masih lemah, sehingga kualitas informasi dari laporan keuangan yang dihasilkan belum memenuhi standar. Adanya hal fenomena tersebut maka, peneliti mencoba untuk melakukan pengujian kepada faktorfaktor yang dapat mempengaruhi kualitas laporan keuangan khususnya di Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan Determinasi Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah DaerahA (Hilarius, dk. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekantan asosiatif. Dimana penelitian ini menguji pengaruh variabel independen yakni pengaruh penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengendalian intern terhadap variabel dependen yakni kualitas laporan keuangan. Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh pegawai yang berada di bidang keuangan dan akuntansi pada Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Manggarai Barat. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Dimana seluruh popolasi dijadikan Sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 sampel. Teknik pengumpulan data yakni penyebaran kuesioner kepada responden. Intrumen yang digunakan pada kuesioner dinilai menggunakan skala likert yang telah ditentukan oleh peneliti. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Data penelitian ini diuji dengan alat bantu berupa SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Kualitas Data Uji kualitas data terdiri dari dua uji yakni uji validitas dan uji reliabilitas. Adapun hasil uji validitas sebegai berikut. Tebel 1. Hasil Uji Validitas Nomor R Tabel Keputusan Pernyataan Hitung Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah 0,530 0,254 Valid 0,646 0,254 Valid 0,591 0,254 Valid 0,693 0,254 Valid 0,708 0,254 Valid Kompetensi Sumber Daya Manusia 0,598 0,254 Valid 0,716 0,254 Valid 0,672 0,254 Valid 0,709 0,254 Valid 0,677 0,254 Valid Pemanfaatan Teknologi Informasi 0,681 0,254 Valid 0,771 0,254 Valid 0,635 0,254 Valid 0,717 0,254 Valid 0,697 0,254 Valid Pengendalian Intern 0,829 0,254 Valid 0,643 0,254 Valid 0,643 0,254 Valid 0,674 0,254 Valid 0,708 0,254 0,785 0,254 Kualitas Laporan Keuangan 0,690 0,254 0,686 0,254 0,641 0,254 0,667 0,254 0,547 0,254 0,667 0,254 0,753 0,254 0,600 0,254 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Primer Diolah . Berdasarakan tabel diatas maka seluruh pernyataan yang digunakan dinyatakan valid. Hal ini dikarenakan nilai r hitung lebih dari r tabel yakni sebesar 0,254. Selanjutnya hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Nilai Kriteria Variabel Nilai Keputusan Cronbach Alpha Penerapan Sistem Akuntansi 0,620 0,600 Reliabel Keuangan Daerah Kompetensi Sumber 0,700 0,600 Reliabel Daya Manusia Pemanfaatan Teknologi 0,741 0,600 Reliabel Informasi Pengendalian 0,810 0,600 Reliabel Intern Kualitas Laporan 0,811 0,600 Reliabel Keuangan Sumber: Data Primer Diolah . Berdasarkan tabel diatas maka seluruh variabel dinyatakan reliabel. Hal ini dikarenakan seluruh variabel memiliki nilai Cronbach alpha lebih dari 0,600. Sehinngga variabel tersebut dapat dilanjutkan pada pengujian selanjutnya. Uji Asumsi Klasik Pada uji asumsi klasik ini terdapat tiga tahap yakni uji normalitas, uji heteroskedastisitas, dan uji Adapun hasil uji normalitas yang dilakukan melalui uji kolmogrov-smirnov sebagai Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Keterangan Nilai Asymp. Sig . 0,200 Sumber: Data Primer Diolah . Berdasarkan tabel diatas maka data dinyatakan normal, hal ini dikarenakna tingkat signifikansi melebih standar seginfikansi yakni 0,05. Sehingga data dalam penelitian ini terdistribusi normal. Determinasi Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah DaerahA (Hilarius, dk. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Selanjutnya dilakukan uji heteroskedastisitas. laporan keuangan, yang dapat dijelaskan oleh seluruh mana hasil uji heteroskedastisitas sebagai berikut. variabel independent. Sedangkan sisanya 31,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Signifikansi Keputusan Uji Regresi Linier Berganda Penerapan Sistem Tidak Terjadi Adapun hasil uji regresi linier berganda dapat Akuntansi 0,907 Heteroskedastisitas dilihat dari persamaan regresi berikut. Keuangan KLK = 2,542 0,224SAKD 0,555KSDM Daerah 0,147TI 0,431PI E Kompetensi Keterangan: Sumber Tidak Terjadi 0,975 KLK : Kualitas Laporan Keuangan Daya Heteroskedastisitas SAKD : Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Manusia KSDM : Kompetensi Sumber Daya Manusia Pemanfaatan Tidak Terjadi : Teknologi Informasi Teknologi 0,148 Heteroskedastisitas : Pengendalian Intern Informasi : Error Pengendalian Tidak Terjadi 0,422 Intern Heteroskedastisitas Berdasarkan regersi diatas maka: Sumber: Data Primer Diolah . Tingkat konstanta bernilai 2,542 dimana ketika variabel independen bernilai nol maka variabel Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa seluruh variabel dependen diprediksi bernilai 2,542. independent tidak terjadi heteroskedastisitas. Hal ini Koefisiensi penerapan sistem akuntansi keuangan dikarenakan nilai signifikansi lebih dari 0,05. daerah bernilai 0,224. Hal ini menunjukkan Selanjutnya dilakukan uji multikolonieritas. Di mana bahwa setiap peningkatan satu poin dalam hasilnya pengujian sebagai berikut. penerapan sistem informasi akuntansi diprediksi akan meningkatkan kualiatas laporan keuangan Tabel 5. Hasil Uji Multikolonieritas sebesar 0,224. Nilai Nilai Koefisiensi kompetensi sumber daya manusia Variabel Toleran Keputusan VIF bernilai 0,555. Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu poin dalam kompetensi sumber Penerapan daya manusia diprediksi akan meningkatkan Sistem Tidak Terjadi 2,03 kualiatas laporan keuangan sebesar 0,555. Akuntansi 0,492 Multikolonierit Koefisiensi teknologi informasi bernilai 0,147. Keuangan Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan Daerah satu poin dalam teknologi informasi diprediksi Kompetensi Tidak Terjadi akan meningkatkan kualiatas laporan keuangan Sumber 2,69 0,371 Multikolonierit sebesar 0,147. Daya Koefisiensi pengendalian intern bernilai 0,431. Manusia Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan Pemanfaata Tidak Terjadi 2,93 satu poin dalam pengendalian intern diprediksi n Teknologi 0,254 Multikolonierit akan meningkatkan kualiatas laporan keuangan Informasi sebesar 0,431. Tidak Terjadi Pengendalia 4,99 0,200 Multikolonierit n Intern Uji Kelayakan Model Sumber: Data Primer Diolah . Tabel diatas menunjukkan bahwa seluruh variabel independent yang digunakan tidak terjadinya Hal ini dikarenakan niali toleransi diatas 0,01 dan nilai VIF kurang dari 10. Adapun hasil uji kelayakan model dalam penelitian ini sebegai berikut. Tabel 7. Hasil Uji Kelayakan Model Keterangan Nilai F Nilai Signifikansi Regresi 32,562 0,000 Uji Determinasi Sumber: Data Primer Diolah . Adapun hasil uji determinasi sebagai berikut: Dalam pengujian kelayakan model, peneliti melihat dari hasil uji ANOVA, dimana berdasarkan tabel diatas nilai F lebih dari 4 dan tingkat signifikan kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif terhadap variabel dependen yakni kualitas laporan keuangan, sehingga penelitian ini dapat dilanjutkan pada tahap Tabel 6. Hasil Uji Determinasi Keterangan Nilai Adjusted R Square 0,682 Sumber: Data Primer Diolah . Hasil uji determinasi tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 0,682 atau 68,2% variabel variasi perubahan pada variabel dependen yakni kualitas Determinasi Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah DaerahA (Hilarius, dk. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Uji Hipotesis laporan keuangan. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor krusial dalam menghasilkan laporan keuangan yang bermutu. Hasil uji hipotesis dalam penelitian ini dapat dilihat Pemahaman terhadap regulasi, keterampilan teknis, pada tabel berikut: dan integritas staf keuangan adalah unsur esensial yang menjamin laporan disusun sesuai standar. Oleh Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis karena itu, investasi pada program pelatihan. Nilai Nilai pendidikan berkelanjutan, dan sertifikasi sangat Keputusa Variabel Signifikans diperlukan guna meningkatkan akuntabilitas dan Hitun transparansi dalam pengelolaan keuangan. (Annisa & Fitra, 2. dalam penelitiannya menunjukkan Penerapan bahwa kompetensi sumber daya manusia sangat Sistem Hipotesis krusial dalam meningkatkan kualitas laporan Akuntansi 1,280 0,206 Ditolak Keuangan Daerah Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Kompetensi Laporan Keuangan Sumber Hipotesis 2,845 0,006 Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya Diterima penggunaan teknologi informasi tidak berpengaruh Manusia terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Pemanfaatan Hipotesis Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Temuan ini Teknologi 0,658 0,513 Ditolak mengindikasikan bahwa meskipun teknologi sudah Informasi digunakan untuk mengelola dan melaporkan Pengendalia Hipotesis 2,156 0,035 keuangan, sepenuhnya potensi belum dimanfaatkan n Intern Diterima secara optimal oleh para pegawai. Hal ini Sumber: Data Primer Diolah . dikarenakan pemahaman pegawai di masing-masing organisasi perangkat daerah. Selaras dengan hasil Berdasarkan tabel diatas maka dapat dilihat bahwa penelitian yang dilakukan oleh (Putri. Iqbal, & variabel kompetensi sumber daya manusia dan Adinda, 2. penggunaan teknologi informasi tidak pengendalian intern berpengaruh positif terhadap berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. kualiatas laporan keuangan sehingga hipotesis Maka dari itu perlu adanya pelatihan berkelanjutan penelitian diterima. Hal ini dikarenakan nilai dan pendampingan teknis untuk pegawai. signifikansi kurang dari 0,05. Sedangkan variabel penerapan sistem akuntansi keuangan daerah dan Pengaruh Pengendalian Intern Terhadap Kualitas pemanfaatn teknologi informasi tidak berpengaruh Laporan Keuangan terhadap kualitas laporan keuangan, hal ini Hasil penelitian menunjukkan bahwa dikarenakan nilai signifikansi lebih dari 0,05 intern berpengaruh terhadap kualitas sehingga hipotesis ditolak. laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Adanya sistem pengendalian intern Pembahasan yang andal dapat memperbaiki kualitas laporan Adanya pengendalian intern juga berperan Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Akuntansi dalam mencegah dan mendeteksi adanya potensi Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Hasil penelitian (Ridzal. Sujana, & Keuangan Malik, 2. dan (Lesmana, 2. menunjukkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa sistem pengendalian internal yang baik penerapan sistem informasi akuntansi keuangan berperan dalam mengoptimalkan kualitas laporan daerah tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan daerah, sehingga adanya sistem keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai pengendalian intern membuat laporan keuangan lebih Barat. Hal ini mengidikasi bahwa sistem yang akurat, transparan, dan dapat dipercaya. digunakan saat ini belum efektif dalam membantu meningkatkan mutu laporan keuangan. Temuan ini Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Akuntansi selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Keuangan Daerah. Kompetensi Sumber Daya (Utami. Valentina, & Andika, 2. , yang Manusia. Teknologi Informasi, dan Pengendalian menunjukkan bahwa salah satu penyebab sistem Intern Terhadap Kualitas Laporan Keuangan akuntansi keuangan daerah tidak mampu menaikkan Secara pengujian kelayakan model yang mutu laporan adalah karena kurangnya pemahaman dari nilai F menunjukkan bahwa secara staf di setiap unit pemerintah daerah dalam variabel penerapan sistem informasi akuntansi keuangan daerah, kompetensi sumber daya manusia, teknologi informasi, dan pengendalian Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia intern berpengaruh positif terhadap kualitas laporan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dengan adanya standar akuntansi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintahan berfungsi sebagai dasar hukum bagi kompetensi sumber daya manusia berpengaruh pemerintah pusat maupun daerah dalam mengelola terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah penerimaan dan pengeluaran anggaran secara Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Sumber daya manusia berperan penting dalam meningkatkan mutu Penerapan standar ini Determinasi Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah DaerahA (Hilarius, dk. memastikan bahwa proses penyusunan dan pelaporan keuangan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga laporan keuangan yang dihasilkan memiliki tingkat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas yang Kemudian penerapan sistem akuntansi keuangan daerah yang didukung oleh teknologi informasi secara optimal dapat menghasilkan informasi laporan keuangan yang berkualitas (Sari. Selanjutnya dengan adanya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam menganalisis data keuangan mampu melakukan evaluasi informasi secara lebih efektif serta Kemampuan tersebut juga memungkinkan mereka mengidentifikasi kesalahan atau kejanggalan pada laporan keuangan sebelum laporan tersebut disampaikan kepada publik (Annisa & Fitra, 2. Terakhir perlu adanya pengendalian intern dalam menjamin kualitas laporan keuangan. Kualitas laporan keuangan yang baik tidak terlepas dari efektivitas sistem pengendalian internal yang diterapkan oleh pemerintah daerah. Semakin kuat pengendalian internal dalam suatu organisasi, semakin mudah tujuan dapat dicapai, semakin andal data yang dihasilkan, dan semakin tinggi mutu laporan keuangannya. Pengendalian internal berperan dalam menjaga kepatuhan serta memastikan proses penyusunan laporan keuangan berjalan sesuai aturan sehingga meminimalkan terjadinya kesalahan maupun kecurangan (Bale. Marlina. Muanas, & Fahmie, 2. KESIMPULAN Berdasarkan disimpulkan bahwa sistem akuntansi keuangan daerah dan pemanfaatan teknologi informasi tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Sedangkan kompetensi sumber daya manusia dan pengendalian intern berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Dari hasil penelitian tersebut juga disarankan perlu adanya pelatihan dan pendampingan kepada pegawai yang bekerja di bidang keuangan dan akuntansi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan. Untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel lainnya yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini seperti: komitmen komunikasi kerja. dan variabel lainnya. REFERENSI