JURNAL VOICE OF MIDWIFERY Artikel Penelitian Volume 14 Nomor 2. September 2024 Halaman 61 - 72 OPTIMALISASI STATUS GIZI BALITA : STUDI KASUS KONSELING DAN INTERVENSI NUTRISI Optimizing Toddler Nutritional Status: A Case Study on Counseling and Nutritional Interventions Fatmawati*1. Wilda Rezki Pratiwi. Andi Sitti Umrah3. Reski Juliani4 Prod S1 Kebidanan ITKES Muhammadiyah Sidrap. Prodi S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Palopo e-mail: *fatmawatibaharuddin88@gmail. ABSTRACT ABSTRAK Malnutrition in toddlers occurs due to inadequate nutritional intake, which hinders optimal growth and development. One approach to addressing this issue is through increasing knowledge, attitudes, and nutritional practices via counseling and nutritional interventions. This study aims to determine the effect of counseling and nutritional interventions on the nutritional status of malnourished toddlers. The study employs a quasiexperimental design with a one-group pretestposttest approach. The research sample consists of 31 mothers with children aged 1-5 years suffering from malnutrition, selected using a total sampling Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and paired t-test to measure changes in nutritional status before and after the The results indicate that counseling and nutritional interventions significantly improve the nutritional status of toddlers (A < 0. Counseling and nutritional interventions have been proven effective in enhancing toddler nutritional Therefore, healthcare professionals are encouraged to strengthen midwifery care services through nutritional education and interventions to address malnutrition issues. Gizi kurang pada balita terjadi akibat asupan nutrisi yang tidak mencukupi, sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan optimal. Salah satu upaya penanggulangannya adalah melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik gizi dengan konseling serta intervensi nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling dan intervensi nutrisi terhadap status gizi balita dengan gizi kurang. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 31 ibu yang memiliki balita berusia 1-5 tahun dengan gizi kurang, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan uji t berpasangan untuk mengukur perubahan status gizi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konseling dan intervensi nutrisi secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan status gizi balita (A < 0,. Konseling dan intervensi nutrisi terbukti efektif dalam memperbaiki status gizi balita. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan untuk memperkuat layanan asuhan kebidanan dengan pendekatan edukasi gizi dan intervensi nutrisi guna mengatasi permasalahan gizi kurang. Keywords: Malnourished Toddlers. Counseling. Nutritional Intervention Kata Kunci: Balita Gizi Kurang. Konseling. Intervensi Nutrisi 61 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 14 No. 2 September 2024 Kekurangan PENDAHULUAN menyebabkan gangguan pertumbuhan dan Status gizi masyarakat merupakan perkembangan serta meningkatkan risiko Namun, pembangunan kesehatan. Gizi memiliki masalah gizi pada balita sering kali belum dianggap sebagai permasalahan kesehatan kesejahteraan dan kesehatan individu, masyarakat yang serius (Marlina, 2. Data United Nations mempengaruhi kecerdasan, daya tahan International Children's Emergency Fund tubuh, serta produktivitas. Selain itu, status (UNICEF) gizi juga merupakan faktor risiko utama bahwa secara global terdapat 149 juta anak dalam kejadian berbagai penyakit serta di bawah usia lima tahun mengalami stunting, 45 juta anak mengalami wasting. Dengan demikian, pemenuhan 45,4 juta mengalami underweight, dan gizi yang optimal dapat berkontribusi sekitar 33,3 hingga 38,9 juta mengalami terhadap peningkatan status kesehatan Sebagian besar anak dengan seseorang (Iqbal & Suharmanto, 2. kondisi underweight, stunting, dan wasting Anak usia bawah lima tahun . berasal dari wilayah Afrika dan Asia (UNICEF, 2. mengalami masalah gizi. Jika pada usia ini Indonesia, berdasarkan Studi pertumbuhan dan perkembangan anak Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 tidak optimal, maka dapat berdampak pada yang dilakukan oleh Badan Kebijakan kualitas sumber daya manusia di masa Pembangunan Kesehatan (BKPK) Asupan zat gizi sangat penting bagi Kementerian Kesehatan, prevalensi balita dengan berat badan kurang dan sangat seperti menghasilkan energi, membangun, kurang . tercatat 62 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 17,1%, balita sangat pendek dan pendek . sebesar 21,6%, balita gizi buruk kecerdasan dan produktivitas di masa sebesar 0,6%, dan balita gizi kurang sebesar 4,0%. Sementara itu, di Provinsi Kekurangan gizi dapat terjadi dalam Papua, berbagai tingkatan, mulai dari ringan (Rosidah & kurang mencapai 2,1%, sangat kurang . 8,7%, balita sangat pendek 3,5%, balita pendek . 9,5%, gizi diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas buruk 1,5%, dan gizi kurang 5,6% (Kemenkes RI, 2. keseluruhan (Sudarman et al. , 2. Dinas Harsiwi, 2. prevalensi balita dengan berat badan Lebih Salah Kesehatan Kabupaten Biak Numfor pada menanggulangi masalah gizi kurang adalah dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, persentase balita dengan gizi kurang dan perilaku masyarakat melalui konseling sebesar 3,81%, gizi buruk 0,60%, dan gizi Konseling gizi merupakan proses lebih 0,15%. Angka ini masih tergolong interaksi antara klien dan konselor yang rendah menurut standar WHO dan berada bertujuan untuk mengidentifikasi serta di bawah target nasional, yaitu kurang dari mencari solusi atas permasalahan gizi yang 5% (Dinkes Kabupaten Biak Numfor. Konseling memiliki peran penting Masa balita merupakan periode kritis perilaku terkait gizi, sehingga . ritical perio. dalam tumbuh kembang meningkatkan status gizi dan kesehatan Jika masalah gizi kurang tidak secara keseluruhan (Masri et al. , 2. segera diatasi, maka dampaknya tidak Selain konseling, intervensi nutrisi hanya terbatas pada gangguan fisik, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam 63 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 menangani masalah gizi kurang pada Data dari Puskesmas Yendidori. Intervensi ini ditujukan kepada Kabupaten Biak Numfor menunjukkan kelompok sasaran tertentu, seperti balita, bahwa jumlah sasaran balita mengalami ibu hamil, dan remaja putri. Berbagai penurunan, yaitu 1. 010 orang pada tahun 2021, 876 orang pada tahun 2022, dan 697 terbukti efektif dalam mengurangi masalah orang pada tahun 2023. Sementara itu, gizi antara lain suplementasi dan fortifikasi prevalensi balita dengan gizi kurang zat gizi, dukungan terhadap pemberian mengalami fluktuasi, dengan jumlah 33 ASI eksklusif, edukasi mengenai pola balita pada tahun 2021, 33 balita pada tahun 2022, dan 26 balita pada tahun 2023 (Profil Puskesmas Yendidori, 2. kekurangan gizi akut dan infeksi terkait (Akhfar et al. , 2. Hasil survei awal yang dilakukan di Puskesmas Yendidori melalui wawancara Penelitian terdahulu yang dilakukan dengan beberapa ibu yang memiliki balita oleh Mardikaningtyas . di wilayah dengan gizi kurang menunjukkan bahwa kerja Puskesmas Kartasura menunjukkan sebagian besar ibu baru mengetahui adanya pengaruh positif dari konseling gizi kondisi gizi anaknya setelah diberikan terhadap pola pemberian nutrisi balita informasi oleh bidan puskesmas. Selain dengan gizi kurang (Mardikaningtyas & itu, ibu-ibu tersebut menyatakan bahwa Andhikatias, mereka kurang mendapatkan konseling penelitian yang dilakukan oleh Talarima terkait pencegahan gizi kurang serta tidak . di Puskesmas Kilang. Kota Ambon mengetahui cara pemberian nutrisi yang tepat bagi anak dengan kondisi tersebut. Sementara berhubungan signifikan dengan perbaikan Berdasarkan status gizi balita (Talarima & Lawalata, telah diuraikan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian 64 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 konseling dan intervensi nutrisi terhadap Pengumpulan data dilakukan secara balita dengan gizi kurang di Puskesmas Yendidori. Kabupaten Biak Numfor. Provinsi Papua. pengukuran berat badan (BB) dan tinggi METODE PENELITIAN (TB) Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one-group antropometri guna memastikan validitas pretest-posttest Instrumen Penelitian dilaksanakan pada 28 April dan reliabilitas data. hingga 30 Juni 2024 di Puskesmas Analisis Yendidori. Kabupaten Biak Numfor. Provinsi Papua. Populasi dalam penelitian ini adalah menggunakan uji t berpasangan untuk data Wilcoxon ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun berdistribusi normal. Pengujian normalitas dengan status gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Yendidori pada tahun 2024. analisis guna memastikan ketepatan uji Sampel penelitian berjumlah 31 orang, statistik yang digunakan. yang dipilih menggunakan teknik total 65 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN ,7%). Dari segi jenis kelamin, sebagian Karakteristik responden besar balita adalah perempuan . ,5%). Tabel 1. Karakteristik responden Variabel Frekuensi Persentase (F) (%) Usia 24-30 bulan 31-36 bulan Total Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Total Jumlah saudara 0-1 orang 2-4 orang Ou 5 orang Total Pendidikan orang Pendidikan dasar/menengah Pendidikan tinggi Total Pekerjaan orang Mengurus rumah Pegawai Negeri Sipil Pegawai swasta Total Penghasilan orang tua Rp. 000 Ae Rp. Rp. 000 Ae Rp 3. Ou Rp. Total Sumber. data primer. Tabel Berdasarkan jumlah saudara, sebagian besar balita memiliki 2-4 saudara . ,1%). Terkait dengan pendidikan orang tua, sebagian besar orang tua memiliki tingkat . ,0%). Dalam hal pekerjaan, mayoritas ibu mengurus rumah tangga . ,4%). Sementara itu, tingkat penghasilan terbesar berada dalam rentang Rp 1. 000 Ae Rp 999 . ,5%). Rerata berat badan balita gizi Menyajikan Tabel 2. Rerata berat badan balita gizi kurang sebelum dan setelah intervensi Berat badan Rerata SD IK Nilai balita gizi i95% iA Sebelum 0,76 8,8 Ae 0,02 konseling dan intervensi nutrisi Setelah intervensi 0,85 9,0 Ae 0,20 konseling dan intervensi nutrisi Sumber. Data primer. Tabel 2. Menunjukkan bahwa rerata berat responden berdasarkan usia, jenis kelamin, badan balita gizi kurang sebelum diberikan jumlah saudara, tingkat pendidikan orang konseling dan intervensi nutrisi adalah tua, pekerjaan orang tua, dan tingkat 9,1kg. Hasil 9,4kg. Meskipun menunjukkan bahwa mayoritas responden terjadi peningkatan berat badan, balita berada pada kelompok usia 24-30 bulan masih berada dalam kategori gizi kurang. 66 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa sebelum intervensi, nilai A=0,02, yang Sementara Pengaruh Pemberian Konseling dan Intervensi Nutrisi terhadap Balita Gizi Kurang Tabel 4. Pengaruh Pemberian Konseling dan Intervensi Nutrisi terhadap Balita Gizi Kurang setelah intervensi, nilai A=0,20, yang berarti data berdistribusi normal. Rerata tinggi badan balita gizi Tabel 3. Rerata tinggi badan balita gizi kurang sebelum dan setelah intervensi Tinggi badan Rerata SD Nilai balita gizi Sebelum 4,01 82,9 0,06 Ae Setelah 4,11 83,8 0,20 konseling dan Ae Sumber. Data primer Berdasarkan Tabel 3, rerata tinggi badan balita sebelum intervensi adalah 84,3 cm, sementara setelah intervensi meningkat menjadi 85,4 cm. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 0,06, terdistribusi normal. Setelah intervensi, nilai A = 0,20, yang juga menunjukkan distribusi normal. Sumber. Data primer. Tabel 4 menunjukkan adanya peningkatan berat badan dan tinggi badan setelah pemberian konseling dan intervensi nutrisi. Rerata berat badan meningkat dari 9,1 kg menjadi 9,4 kg, sementara rerata tinggi badan meningkat dari 84,3 cm menjadi 85,4 cm. Hasil Wilcoxon menunjukkan nilai A = 0,000 (< 0,. , terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian konseling dan intervensi nutrisi terhadap status gizi balita gizi kurang di Puskesmas Yendidori. Kabupaten Biak Numfor. Provinsi Papua. 67 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 Hasil wawancara dengan beberapa responden menunjukkan bahwa setelah pengetahuan ibu dalam pencegahan gizi menjadi lebih paham mengenai pentingnya perubahan berat badan balita (A < 0,. gizi seimbang dan cara menerapkannya Hal yang serupa juga ditemukan dalam dalam pola makan sehari-hari anak. Selain penelitian Darwati et al. , yang itu, konseling membantu orang tua dalam menunjukkan adanya peningkatan status mengenali tanda-tanda gizi kurang serta gizi dan perkembangan anak dengan cara pencegahannya. Beberapa orang tua juga menyatakan bahwa mereka merasa konseling gizi berbasis feeding rules. lebih percaya diri dalam mengelola gizi Selain itu, penelitian oleh Sarni et al. menemukan bahwa pemberian tentang cara mengolah makanan sehat dan makanan tambahan berpengaruh signifikan memanfaatkan bahan pangan lokal seperti terhadap kenaikan berat badan . = 0,. ikan dan sayuran. dan perubahan status gizi . = 0,. pada Intervensi nutrisi juga berkontribusi Hasil ini juga diperkuat oleh terhadap peningkatan berat badan dan penelitian Akhfar et al. , yang kesehatan umum balita, membuat anak menegaskan bahwa intervensi gizi spesifik menjadi lebih aktif dan berenergi. Orang tua melaporkan adanya perubahan positif pencegahan dan penanggulangan masalah dalam pertumbuhan dan perkembangan gizi pada anak usia dini. anak mereka setelah menerima intervensi Dari perilaku kesehatan, pola makan yang lebih Hasil penelitian ini sejalan dengan Penelitian sehat sangat dipengaruhi oleh edukasi dan motivasi, yang diberikan melalui konseling Darmiati et al. menunjukkan bahwa Konseling berperan dalam membantu 68 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 orang tua memahami asupan gizi yang mendukung peningkatan berat serta tinggi dibutuhkan anak sesuai dengan tahapan badan anak (Yulizawati & Arfah R. tumbuh kembangnya. Dalam konteks homeostasis tubuh. Berdasarkan hasil penelitian ini, asupan gizi yang cukup mendukung proses dapat diasumsikan bahwa konseling gizi dan intervensi nutrisi berperan dalam meningkatkan berat dan tinggi badan anak. meningkatkan status gizi balita, sehingga Jika asupan gizi tidak mencukupi, tubuh dapat dijadikan sebagai strategi efektif akan menggunakan cadangan energi, yang dalam penanganan balita gizi kurang. SIMPULAN Oleh karena itu, intervensi gizi yang tepat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian konseling dan intervensi keseimbangan ini dan memastikan anak nutrisi berkontribusi secara signifikan memperoleh nutrisi yang cukup untuk terhadap perbaikan status gizi balita tumbuh secara optimal (Sukraniti et al. dengan gizi kurang. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat menjadi strategi yang Sejalan dengan teori kebutuhan gizi, efektif dalam meningkatkan status gizi setiap individu, terutama balita, memiliki balita dan perlu dioptimalkan dalam kebutuhan nutrisi spesifik yang harus layanan kesehatan masyarakat. dipenuhi untuk mencapai pertumbuhan dan UCAPAN TERIMA KASIH / perkembangan yang optimal. Kekurangan ACKNOWLEDGEMENT. Penulis menyampaikan apresiasi yang karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral mendalam kepada semua pihak yang telah dapat menyebabkan gangguan gizi. Oleh berperan dalam penelitian ini. Terima karena itu, intervensi gizi yang tepat kasih kepada para responden yang telah bertujuan untuk mengatasi defisit ini dan meluangkan waktu untuk berpartisipasi, 69 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 serta kepada pembimbing, rekan peneliti, memberikan dukungan, baik secara moral Dieny. Fitranti, & Marluah. Buku Panduan Praktikum Konseling Gizi. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. https://new. nz/health-nutritiondental/ nutritionists/p/katemccartneynutritio. maupun teknis. Kontribusi dan kerja sama mereka sangat berarti dalam mewujudkan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA