Copyright A 2021 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. 2, 2021 Upaya Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. pada Sektor Informal di Kabupaten Sumbawa RafiAoah 1. Iga Maliga 2, 1, 2, 3 Program Studi S1 Keperawatan. STIKES Griya Husada Sumbawa 1, 2, 3 Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat. STIKES Griya Husada Sumbawa rafiahstikesghs@gmail. 2 maliga07stikesghs@gmail. Abstrak Pekerjaan di sektor informal sangat berperan penting dalam kehidupan Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K. di sektor informal sering diabaikan dan tidak semua pemilik usaha maupun pekerja mengetahui tentang pentingnya penerapan K3 ditempat kerja. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengenalkan K3 kepada pemilik usaha dan juga pekerja serta pentingnya penerapan K3 ketika bekerja. Metode pelaksaanaan pengabdian kepada masyarakat yaitu penyuluhan dengan cara ceramah dan diskusi yang dilakukan di sektor informal di kabupaten Sumbawa yaitu di dua Bengkel Las dan 1 pabrik penggilingan padi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pekerja tentang K3 dan kepatuhan pemakai Alat Pelindung Diri (APD) masih rendah dengan persentase 30%. kegiatan pengabdian ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan pekerja terkait dengan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja dan meningkatkan kepatuhan pemakaian APD untuk mencegah ternyadinya cedera, penyakit akibat kerja dan kecelakaan. Kata Kunci: sektor informal, keselamatan dan kesehatan kerja, alat pelindung diri Pendahuluan Era globalisasi telah berkontribusi pada peningkatan lapangan kerja di sektor informal, biasanya ditandai dengan fleksibilitas, pekerjaan yang berbahaya dan tidak aman yang menimbulkan risiko besar bagi pekerja. Lebih dari 2 miliar pekerja . ekitar 61% dari angkatan kerja globa. terlibat dalam perekonomian informal yang mewakili 88% dari total pekerjaan di India, lebih dari 80% untuk negara-negara yang beragam seperti Negara Pluria Bolivia. Ghana. Indonesia dan Maroko, dan 19% di Amerika Serikat (Bhan et al. , 2. Berdasarkan penelitian pada pekerja mekanik di sektor informal yang bertujuan untuk menilai praktik Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. di antara mekanik mobil sektor informal di Distrik Timur Sekyere Ghana, menunjukkan bahwa Para pekerja ditemukan terpapar bahaya fisik seperti panas dan luka bakar, bahaya kimia seperti paparan asbes dan asap, bahaya biologis seperti gigitan serangga, dan bahaya psiko-sosial seperti bekerja di bawah tekanan (Amfo-Otu, 2. Upaya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K. pada pekerja sangat penting bagi pekerja saat melakukan aktivitas kerja. Terutama bagi karyawan yang bekerja di lingkungan kerja yang memiliki risiko keselamatan dan kesehatan yang tinggi, karena keselamatan kerja di perusahaan tidak hanya ditimbulkan oleh sistem yang telah diterapkan oleh perusahaan tetapi juga kesadaran setiap individu untuk menghindari kecelakaan kerja (Yuliandi & Ahman, 2. Berdasarkan penelitian https://jurnal. id/index. php/singkerru Vol. No. 2, 2021 ISSN 2776-7477 (Onlin. yang dilakukan oleh Kuswardana et al . mengemukakan bahwa faktor yang menjadi penyebab kecelakaan adalah faktor manusia, mesin, bahan, lingkungan, metode, dan pengukuran yang merupakan faktor penyebab dasar. Sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh Unsafe Action yaitu kurang konsentrasi dalam bekerja dan tidak menggunakan APD dan unsafe condition yaitu ruang gerak pekerja terbatas dan tata graha tidak baik. Perlindungan tenaga kerja dari bahaya/ kecelakaan dan penyakit akibat kerja maupun lingkungan kerja dapat mengacu pada Undang Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan khususnya alinea 5 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, pasal 86 dan pasal 87. Pasal 86 ayat 1 disebutkan bahwa Setiap Pekerja/ Buruh mempunyai Hak untuk memperoleh perlindungan atas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Yusida et al. , 2. Pengetahuan Tenaga kerja Tentang pentingnya menerapkan K3 harus ditingkatkan. Sebuah penelitian yang dilakukan pada pekerja disektor informal mengemukakan bahwa Hanya 43% pekerja limbah elektronik yang dapat menyebutkan satu atau lebih Alat Pelindung Diri (APD) yang dibutuhkan untuk pekerjaan mereka dibandingkan dengan 70% tukang daging. Tingkat kesadaran risiko kesehatan pekerja Limbah elektronik secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan rekan mereka di sektor informal yang sama (Ohajinwa et al. , 2. Pengambilan data awal dengan menggunakan kuesioner terkait dengan pengetahuan Pekerja dan pemilik usaha tentang K3 dan observasi pendataan jumlah APD ditempat kerja, para pekerja tidak mengetahui tentang K3 dan juga pentingnya penggunaan APD dan pemilik usaha tidak menyediakan APD sesuai dengan standar dan pekerja hanya menggunakan APD seperlunya. penyediaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai juga diperlukan untuk mencegah cedera akibat kerja (Berhanu et , 2. Masalah kesehatan dan keselamatan kerja di sektor informal yang banyak dialami pekerja adalah tingginya risiko cedera dan penyakit akibat kerja karena kondisi kerja yang buruk dan tempat kerja yang tidak aman (Afolabi, 2. Penelitian pada pemulung di jalur Gaza Palestina, menunjukkan kesehatan dan keselamatan kerja (K. para pemulung tidak bisa diterapkan dengan baik terutama karena sifat pekerjaan mereka yang informal (Al-Khatib et al. , 2. Faktanya di lapangan masih banyak ditemukan bahwa para pekerja maupun pemilik usaha sektor informal masih cenderung abai dengan penggunaan APD ketika bekerja. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh penulis yakni upaya penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di sektor informal di kabupaten Sumbawa yaitu di Bengkel Las Andi. Bengkel Bubut palapa Bukit tinggi dan Pabrik penggilingan Padi. Berdasarkan hasil survei dan observasi sebagian besar pemilik usaha dan pekerja belum mengetahui pentingnya K3. Hasil wawancara awal dengan pekerja mengungkapkan bahwa pekerja terbiasa bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), meskipun demikian tidak pernah mengalami masalah kesehatan selama bertahun-tahun. Sebagian besar pekerja tidak mengetahui tentang K3 dan Pentingnya K3 serta memakai APD saat bekerja. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah : Pengenalan kesehatan dan keselamatan kerja (K. pada pemilik usaha dan Pemilik usaha dan juga pekerja bisa menerapkan K3 dalam aktivitas kerjanya untuk mencegah terjadinya cidera, penyakit akibat kerja ataupun kecelakaan Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Para pemilik usaha dan pekerja diharapkan sadar akan pentingnya K3 (Memakai APD, melakukan pekerjaan sesuai SOP) di tempat kerja. Manfaat kegiatan pengabdian pada masyarakat ini agar pekerja di sektor informal mengetahui pentingnya K3 dan bisa menerapkannya ketika bekerja, untuk menghindari terjadinya penyakit akibat kerja dan juga kecelakaan kerja. Pemilik usaha juga bisa menyediakan APD sesuai dengan kebutuhan pekerja dan juga jenis pekejaan yang dilakukan. Salah satu penyebab kurangnya kepedulian penggunaan APD adalah karena kurangnya pengetahuan tentang pentingnya penggunaan dan APD saat bekerja. Berdasarkan hal tersebut, maka pekerja yang tidak memakai APD saat bekerja perlu meningkatkan penggunaan APD untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja karena faktor manusia . memiliki pengaruh untuk terjadinya kecelakaan kerja (Martiwi et al. , 2. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada 3 . tempat usaha yaitu: Bengkel Las Andi, di Jalan Lingkar Kebayan Pengabdian pada bengkel las andi dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 19 Desember 2019 pukul 10. 00 Wita. Jumlah pekerja di bengkel las ini berjumlah 6 orang pekerja, dengan kegiatan pengelasan pada berbagai berbagai macam peralatan seperti pengelasan untuk pagar, knalpot motor, alat pertanian dan lain . Bengkel Bubut Palapa Bukit Tinggi Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada bengkel bubut palapa dilakukan pada hari minggu, 22 Desember 2019 pukul 09. 00 WITA. Bengkel bubut melibatkan 4 orang pekerja pada kegiatannya. Pekerjaan yang paling sering dilakukan adalah menghaluskan bahan untuk mesin mobil yang dilakukan berkali-kali sehingga pekerja berisiko untuk cidera atau tangannya ikut tergilis kedalam mesin. APD yang paling sering digunakan oleh pekerja adalah sarung tangan. Pabrik Padi di wilayah Moyo Utara Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat pada pabrik padi wilayah moyo utara dilakukan pada hari minggu, 22 Desember 2019 pukul 12. 30 Wita. Pabrik padi ini merupakan pabrik padi yang sering digunakan oleh masyarakat untuk menggiling padi dengan wilayah kerjanya wilayah moyo utara dan sebagian wilayah moyo hilir kabupaten sumbawa. Jumlah pekerja pada pabrik ini melibatkan 4 orang pekerja. Sasaran pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat adalah pemilik usaha dan pekerja pada sektor informal tersebut, pengabdiaan dilakukan pada seluruh pekerja pekerja baik yang baru pekerja maupun pekerja yang sudah senior, termasuk juga pemilik usaha. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi dengan pekerja, dengan mendatangi tempat kerja masing-masing sektor Tim pelaksana beserta mahasiswa melakukan sosialisasi dan pembagian APD kepada pekerja agar bisa digunakan saat bekerja. Lokasi tempat kegiatan berbeda-beda sehingga pelaksana dan mahasiswa harus mendatangi langsung masing-masing tempat usaha denga kegiatan sebagai berikut: Vol. No. 2, 2021 ISSN 2776-7477 (Onlin. Ceramah Metode ceramah ini dilakukan kepada pekerja dengan tujuan untuk menyampaikan materi tentang pentingnya penerapan K3 ditempat kerja. Beberapa hal yang disampaikan yaitu Pentingnya penyediaan dan penggunaan APD saat bekerja. Risiko bahaya penggunaan peralatan pengelasan. Peralatan pemotongan dan juga peralatan yang bising jika terus terpapar bertahun-tahun dan tidak menggunakan pelindung diri, pentingnya menjaga kebersihan ditempat kerja dan mengembalikan peralatan pada tempatnya setelah digunakan. Diskusi Setelah dilakukan ceramah para pekerja dan pemilik usaha diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan juga masukan dari materi yang disampaikan. Evaluasi Kegiatan pengabdian masyarakat ini, setelah dilakukan metode ceramah, kemudian dilanjutkan dengan pengisian kuesioner singkat berupa 10 pertanyaan untuk menanyakan kembali tingkat pemahaman pekerja tentang K3. Penempelan Poster K3 Kegiatan ini dilakukan setelah ceramah dan diskusi dengan pekerja, tim melakukan penempelan poster K3 ditempat keja masing-masing yakni Bengkel las Andi. Pabrik padi Moyo utara dan bengkel bubut palapa bukit tinggi dengan tujuan agar pekerja selalu mengingat dan memperhatikan pentingnya penerapan K3 dan pemakaian APD saat bekerja. Gambar 1. Proses Kegiatan Penyuluhan (Dokumentasi Pribadi, 2. Hasil dan Pembahasan Pengabdian masyarakat dilakukan dengan mengunjungi masing-masing tempat Kegiatan penyuluhan di bengkel Las Andi dilakukan pada hari Kamis 19 desember 2019 pukul 10. 00 WITA. Bengkel Bubut Palapa dilakukan pada hari minggu 22 Desember 2019 pukul 09. 00 WITA. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat pada pabrik padi wilayah moyo utara dilakukan pada hari minggu 22 Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Desember 2019 pukul 12. 30 WITA. Tim pengabdian melakukan sosialisasi, pembagian paket APD dan juga penempelan poster K3. Sistem penyuluhan dilakukan dengan berdiskusi dan berbincang dengan Pemilik usaha dan para pekeja. Gambar 2. Proses Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dokumentasi Pribadi, 2. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian dilakukan di 3 (Tig. tempat kerja yaitu Bengkel Las Andi. Bengkel Bubut Palapa, dan Pabrik padi dengan jumlah pekerja sebagai berikut : Tabel 1. Jumlah Pekerja Tempat Kerja Alamat Jumlah Pekerja Pabrik Padi UD. Anak Supu Moyo Utara Bengkel Las Andi Kebayan Bengkel Bubut Palapa Bukit Tinggi Total Tabel 1 menunjukkan bahwa jumlah pekerja paling banyak adalah 6 orang terdapat di bengkel Las Andi, 4 orang pekerja di Pabrik Padi Anak Supu, dan 2 orang di bengkel bubut palapa. Vol. No. 2, 2021 ISSN 2776-7477 (Onlin. Tabel 2. Tingkat Pengetahuan Pekerja setelah Pelaksanaan Pengabdian Pengetahuan Persentase (%) Baik Cukup Kurang Total Berdasarkan hasil evaluasi yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner singkat didapatkan peningkatan pengetahuan pekerja dalam aspek manfaat penggunaan APD dalam bekerja. Hasil awal sebelum pengabdian dilaksanakan, tingkat pengetahuan pekerja hanya mencakup pada level cukup 40% dan level kurang sebanyak 60%. Berdasarkan hasil di Tabel 2 terlihat peningkatan yang cukup signifikan pada level pengetahuan pekerja setelah pengabdian dilaksanakan. Kendala bagi pelaku usaha adalah pengadaan APD sesuai standar karena alasan biaya, sehingga ini diharapkan mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat. Tabel 3. Kepatuhan menggunakan APD APD Persentase (%) Masker Kacamata Safety Sarung tangan Sepatu Safety Aer Protection Helm Safety Tabel 3 merujuk pada tingkat kepatuhan menggunakan APD saat bekerja. Persentase kepatuhan masih sangat rendah. Masih banyak ditemukan saat pengabdian dilaksanakan bahwa hampir semua pekerja tidak menggunakan APD dan bahkan APD yang digunakan masih belum memenuhi standar APD yang Seperti yang kita ketahui bersama bahwa usaha kerja bengkel las . dan penggilingan padi telah diatur dalam UU ketenagakerjaan merupakan salah satu sektor yang wajib menerapkan sistem kerja yang aman dan sesuai dengan SOP. Dalam wawancara singkat, faktor kenyamanan dan kebiasaan menjadi 2 faktor utama dalam pengabdian ini yang membuat pekerja malas menggunakan APD. Mereka mengeluhkan penggunaan APD hanya akan menghambat pekerjaan Kesimpulan Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan pada bulan Desember 2019 memiliki hasil peningkatkan pengetahuan pelaku usaha serta karyawan di sektor informal terkait dengan penerapan K3 di lingkungan kerja. Hal ini ditujukan agar kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja yang dikhawatirkan muncul dapat diminimalisir. Bagi Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. masyarakat terdampak pengabdian ini dapat menjadi acuan baru dalam bekerja sehingga menimbulkan rasa aman dan nyaman saat bekerja. Ucapan Terimakasih Referensi