Mumtaz : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Volume 5. Nomor 1. Januari 2026 E-ISSN : 2828-3856 . P-ISSN : 2828-3848 Mumtaz : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam journal homepage: https://journal. id/index. php/mumtaz Motivasi Organisasi dalam Adopsi Teknologi Blockchain: Sintesis Tematik Literatur Bisnis Mohammad Habibi STAI An Najah Indonesia Mandiri Sidoarjo moh@gmail. *Correspondence: habaibai. moh@gmail. com* https:journal. id/mumtaz | Submission Received : 19-01-2026. Revised : 21-01-2026. Accepted : 30-01-2026. Published : 04-02-2026 Abstract The rapid diffusion of blockchain technology has intensified scholarly interest in understanding why organizations adopt this innovation beyond its technical However, prior studies remain fragmented and largely descriptive, offering limited synthesis of organizational-level motivations. This study aims to systematically identify and synthesize the dominant organizational motivations for blockchain adoption within business contexts. Using a qualitative thematic literature review, 42 peer-reviewed journal articles published between 2016Ae2024 were selected from reputable academic databases and analyzed through iterative coding and theme development. The results reveal six significant organizational motivations driving blockchain adoption: operational efficiency enhancement, transparency and trust building, data security improvement, cost reduction through disintermediation, regulatory compliance and traceability, and strategic competitiveness and innovation positioning. These findings demonstrate that blockchain adoption is primarily a strategic and organizational decision rather than merely a technological one. This study contributes by offering an integrative thematic framework that consolidates dispersed findings into a coherent understanding of organizational motivations, providing theoretical enrichment for technology adoption studies and practical guidance for managers and policymakers in digital transformation initiatives. Keywords: Blockchain adoption. Digital transformation. Strategic management. Technology adoption Organizational Abstrak Dalam revolusi digital yang membentuk kembali paradigma bisnis, organisasi menghadapi tantangan dalam memahami dan mengadopsi teknologi blockchain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). adopsi blockchain dan dampaknya terhadap operasi bisnis. Sebanyak 310 makalah ditinjau, dengan 40 dipilih untuk analisis mendalam mengenai penggunaan dan efek blockchain dalam bisnis. Metode analisis kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi motivasi organisasi untuk mengadopsi blockchain dan dampaknya. Temuan ini mengungkapkan fokus yang kuat pada mekanisme operasional blockchain dan potensi manfaatnya bagi bisnis. Namun, masih ada kesenjangan dalam memahami motivasi spesifik di balik adopsi teknologi ini oleh organisasi. Studi ini menyoroti pentingnya motivasi organisasi dalam mengadopsi blockchain dan dampak signifikan yang Wawasan ini sangat berharga bagi akademisi dan praktisi industri, memberikan panduan untuk adopsi blockchain dan strategi implementasi yang lebih efektif. Selain itu, penelitian ini menekankan perlunya pendekatan multidisiplin, mengintegrasikan perspektif teknis, bisnis, dan sosial untuk lebih memahami dinamika dan implikasi teknologi blockchain dalam konteks bisnis yang lebih luas. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi adopsi blockchain dan menyarankan arah untuk penelitian di masa depan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan praktis blockchain dalam bisnis. Kata Kunci: Adopsi Teknologi. Analisis Literatur. Blockchain. Inovasi Bisnis. Motivasi Organisasi PENDAHULUAN Transformasi digital telah menjadi agenda strategis utama bagi organisasi di berbagai sektor industri, baik pada level nasional maupun global (Venkatesh et , 2012. Zhu et al. , 2. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong organisasi untuk terus beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, kompetitif, dan terdisrupsi. Dalam konteks ini, adopsi teknologi digital tidak lagi dipandang sebagai pilihan operasional semata, melainkan sebagai kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing organisasi. Salah satu teknologi digital yang memperoleh perhatian luas dalam satu dekade terakhir adalah blockchain. Teknologi blockchain menawarkan sistem pencatatan transaksi yang bersifat terdesentralisasi, transparan, aman, dan tidak dapat diubah, sehingga berpotensi merevolusi cara organisasi mengelola data, transaksi, dan hubungan antar pemangku kepentingan (Iansiti & Lakhani, 2. Awalnya blockchain dikenal sebagai teknologi dasar mata uang kripto seperti Bitcoin, namun perkembangannya telah meluas ke berbagai aplikasi bisnis nonkeuangan, termasuk manajemen rantai pasok, sistem pembayaran, logistik, kesehatan, hingga tata kelola sektor publik (Lacity, 2. Meningkatnya minat terhadap blockchain tercermin dari pertumbuhan signifikan jumlah penelitian akademik yang membahas topik ini. (Yli-Huumo et , 2. menyatakan bahwa penelitian-penelitian tersebut umumnya berfokus pada aspek teknis, arsitektur sistem, serta potensi manfaat blockchain dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan. Namun demikian, adopsi blockchain dalam organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan juga oleh pertimbangan strategis dan motivasi internal organisasi. Keputusan untuk mengadopsi blockchain melibatkan investasi sumber daya yang A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). besar, perubahan proses bisnis, serta penyesuaian struktur organisasi. Studi lanjutan oleh (Casino et al. , 2. dan (Hughes et al. , 2. menegaskan bahwa penelitian blockchain masih terfragmentasi dan membutuhkan sintesis konseptual yang lebih kuat. Dalam konteks adopsi teknologi organisasi, kerangka TechnologyAe OrganizationAeEnvironment (TOE) telah digunakan secara luas untuk menjelaskan keputusan adopsi inovasi digital (Tornatzky et al. , 1990. Oliveira et al. , 2. Namun, penerapan TOE dalam studi blockchain sering kali bersifat parsial dan tidak mengintegrasikan motivasi organisasi secara sistematis (Kouhizadeh et al. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan menyintesis motivasi organisasi dalam adopsi blockchain melalui pendekatan SLR berbasis TOE. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya penelitian yang mampu mengintegrasikan berbagai temuan empiris dan konseptual ke dalam kerangka yang lebih komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk mensintesis literatur bisnis terkait adopsi blockchain dengan fokus pada motivasi Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah: apa saja motivasi utama organisasi dalam mengadopsi teknologi blockchain berdasarkan literatur bisnis yang ada? Dengan menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian adopsi teknologi serta kontribusi praktis bagi pengambil keputusan dalam organisasi. KAJIAN LITERATUR 1 Teknologi Blockchain dalam Konteks Organisasi Blockchain merupakan sistem buku besar terdistribusi . istributed ledger technolog. yang memungkinkan pencatatan transaksi secara bersama-sama oleh banyak pihak dalam jaringan tanpa memerlukan otoritas pusat. Setiap transaksi yang tercatat dalam blockchain diverifikasi melalui mekanisme konsensus dan diamankan dengan teknik kriptografi, sehingga menghasilkan data yang transparan dan sulit dimanipulasi. Karakteristik ini menjadikan blockchain relevan bagi organisasi yang menghadapi permasalahan kepercayaan, koordinasi, dan integritas data. Blockchain dipahami sebagai teknologi infrastruktur yang memungkinkan pertukaran nilai dan informasi tanpa perantara terpusat (Iansiti & Lakhani, 2. Beberapa penelitian menekankan manfaat blockchain dalam meningkatkan efisiensi proses bisnis melalui otomatisasi dan smart contracts (Mendling et al. Kamble et al. , 2. Sebaliknya, studi lain menyoroti peran blockchain dalam membangun kepercayaan dan transparansi lintas organisasi (Francisco & Swanson, 2018. Saberi et al. , 2. Perbedaan fokus ini menunjukkan bahwa nilai blockchain bersifat kontekstual dan bergantung pada tujuan strategis Dalam konteks organisasi, blockchain tidak hanya dipahami sebagai teknologi informasi, tetapi juga sebagai infrastruktur institusional yang dapat mengubah cara organisasi berinteraksi dengan mitra bisnis, pelanggan, dan Penerapan blockchain berpotensi mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga, mempercepat proses transaksi, serta meningkatkan akuntabilitas dan A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). 2 Teori Adopsi Teknologi dan Perspektif Organisasi Kajian adopsi teknologi telah lama menjadi perhatian dalam bidang sistem informasi dan manajemen. Teori Diffusion of Innovation menekankan pentingnya karakteristik inovasi dan proses adopsi dalam organisasi. Sementara itu, kerangka TechnologyAeOrganizationAeEnvironment (TOE) menjelaskan bahwa adopsi teknologi dipengaruhi oleh faktor teknologi, organisasi, dan lingkungan. Kerangka TOE menyatakan bahwa adopsi teknologi dipengaruhi oleh tiga konteks utama: karakteristik teknologi, kondisi organisasi, dan tekanan lingkungan (Tornatzky et al. , 1. Dalam penelitian ini. TOE digunakan sebagai payung teoretis untuk mengintegrasikan berbagai motivasi adopsi blockchain yang sebelumnya diperlakukan secara terpisah (Zhu et al. , 2006. Oliveira et al. Motivasi organisasi menjadi elemen penting karena mencerminkan tujuan dan kepentingan organisasi dalam mengadopsi teknologi tertentu. Dengan demikian, pemahaman mengenai motivasi organisasi sangat krusial untuk menjelaskan keberhasilan atau kegagalan adopsi blockchain. 3 Penelitian Terdahulu tentang Adopsi Blockchain Penelitian terdahulu mengenai adopsi blockchain menunjukkan berbagai manfaat potensial, seperti peningkatan efisiensi, transparansi, dan keamanan. Namun, sebagian besar penelitian masih bersifat eksploratif dan deskriptif. Selain itu, konteks penelitian yang beragam menyebabkan perbedaan temuan mengenai faktor pendorong adopsi blockchain. Analisis literatur menunjukkan adanya perbedaan temuan antarstudi. Sebagian penelitian menempatkan efisiensi dan pengurangan biaya sebagai motivasi utama (Dai & Vasarhelyi, 2017. Kamble et al. , 2. , sementara penelitian lain menekankan kepatuhan regulasi dan keberlanjutan sebagai pendorong utama adopsi (Saberi et al. , 2019. (Kouhizadeh et al. , 2. Ketidakkonsistenan ini mengindikasikan perlunya kerangka integratif untuk menjelaskan motivasi organisasi secara lebih komprehensif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti prosedur PRISMA. Proses seleksi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu identifikasi awal, penyaringan berdasarkan judul dan abstrak, serta evaluasi kelayakan berdasarkan isi penuh artikel. Pencarian literatur dilakukan pada basis data bereputasi dan menghasilkan 42 artikel awal. Setelah proses penyaringan dan evaluasi kelayakan, sebanyak 40 artikel dianalisis secara mendalam (Casino et al. , 2019. Queiroz et al. , 2. Selanjutnya artikel diklasifikasikan ke dalam enam tema motivasi organisasi dan dipetakan ke dalam dimensi TOE (Tornatzky et al. , 1. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan model konseptual yang menjelaskan hubungan kausal antara faktor teknologi, organisasi, dan lingkungan. Proses pengkodean dilakukan secara iteratif melalui tahap pengkodean terbuka, aksial, dan selektif untuk mengidentifikasi pola dan tema motivasi organisasi. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mensintesis temuan-temuan yang tersebar ke dalam kerangka konseptual yang koheren. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Penelitian A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis motivasi organisasi dalam mengadopsi teknologi blockchain melalui pendekatan kualitatif dan tinjauan literatur sistematis. Berdasarkan proses seleksi literatur yang telah dilakukan, diperoleh sejumlah publikasi ilmiah yang relevan yang membahas adopsi blockchain pada berbagai sektor organisasi, baik sektor bisnis, industri keuangan, rantai pasok, maupun sektor publik. Hasil analisis terhadap literatur tersebut menunjukkan bahwa motivasi organisasi dalam mengadopsi teknologi blockchain dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tema utama yang saling 1 Tema Utama Motivasi Organisasi dalam Adopsi Blockchain Berdasarkan analisis tematik terhadap literatur, ditemukan empat kelompok motivasi dominan yang mendorong organisasi untuk mengadopsi teknologi blockchain, yaitu motivasi strategis, motivasi operasional, motivasi keamanan dan kepercayaan, serta motivasi lingkungan dan institusional. Tabel 1. Ringkasan Tema Motivasi Organisasi dalam Adopsi Teknologi Blockchain Tema Motivasi Motivasi Strategis Motivasi Operasional Deskripsi Utama Upaya meningkatkan daya saing, inovasi model bisnis, dan keunggulan Efisiensi proses, pengurangan biaya transaksi, dan otomasi melalui smart Transparansi, integritas data, dan pemangku kepentingan Tekanan regulasi, tuntutan pasar, dan legitimasi organisasi Motivasi Keamanan Kepercayaan Motivasi Lingkungan Institusional Sumber : Data Studi Literatur, 2026 Literatur Pendukung Tapscott . Queiroz et Kshetri . (Saberi et , 2. Crosby et al. Treiblmaier . Di Vaio & Varriale . (Kouhizadeh et al. , 2. Tabel 1 menunjukkan empat tema utama motivasi organisasi dalam mengadopsi teknologi blockchain beserta deskripsi dan dukungan literaturnya. Motivasi strategis berkaitan dengan upaya organisasi untuk meningkatkan daya saing, mendorong inovasi model bisnis, dan memperoleh keunggulan kompetitif. Motivasi operasional menekankan pada peningkatan efisiensi proses, pengurangan biaya transaksi, serta otomatisasi aktivitas melalui penggunaan smart contract. Selanjutnya, motivasi keamanan dan kepercayaan berfokus pada peningkatan transparansi, integritas data, dan kepercayaan antar pemangku kepentingan. Terakhir, motivasi lingkungan dan institusional mencerminkan pengaruh tekanan regulasi, tuntutan pasar, serta kebutuhan akan legitimasi organisasi dalam lingkungan eksternal. 2 Motivasi Strategis Literatur menunjukkan bahwa banyak organisasi memandang blockchain sebagai sarana untuk menciptakan nilai strategis jangka panjang. Blockchain dianggap mampu mendukung inovasi model bisnis, terutama dalam konteks ekonomi digital dan ekosistem berbasis platform. Tapscott . menegaskan bahwa blockchain memungkinkan organisasi untuk menciptakan sistem nilai baru yang lebih terbuka dan kolaboratif. Temuan ini diperkuat oleh Queiroz et al. A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). yang menyatakan bahwa adopsi blockchain dapat meningkatkan daya saing organisasi dalam lingkungan bisnis yang semakin dinamis. 3 Motivasi Operasional Dari sisi operasional, blockchain dipandang sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis. Teknologi ini memungkinkan pengurangan peran pihak ketiga, mempercepat proses transaksi, dan menekan biaya administrasi. Penggunaan smart contracts menjadi salah satu aspek yang paling sering disorot dalam literatur, karena mampu mengotomasi proses bisnis berbasis aturan yang telah disepakati sebelumnya (Praveen Kumar et , 2. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi terdorong mengadopsi blockchain untuk mencapai efisiensi operasional yang berkelanjutan. 4 Motivasi Keamanan dan Kepercayaan Keamanan data dan kepercayaan menjadi motivasi penting lainnya. Blockchain menawarkan sistem pencatatan yang bersifat imutabel, sehingga data sulit untuk dimanipulasi. Saputro et al. menyebutkan bahwa karakteristik ini sangat relevan bagi organisasi yang mengelola data sensitif dan membutuhkan transparansi tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa blockchain dipersepsikan sebagai solusi atas permasalahan kepercayaan yang sering muncul dalam sistem 5 Motivasi Lingkungan dan Institusional Selain faktor internal, tekanan eksternal juga berperan signifikan. Regulasi pemerintah, tuntutan konsumen akan transparansi, serta kebutuhan akan legitimasi organisasi mendorong adopsi blockchain. Di Vaio & Varriale . menegaskan bahwa organisasi sering mengadopsi teknologi baru bukan hanya karena manfaat internal, tetapi juga sebagai respons terhadap lingkungan institusional yang 6 Model Konseptual Motivasi Adopsi Blockchain Berdasarkan sintesis literatur, penelitian ini merumuskan model konseptual motivasi adopsi teknologi blockchain sebagai berikut: Motivasi Strategis Ie Motivasi Operasional Ie Keputusan Adopsi Blockchain Ie Peningkatan Kinerja Organisasi Ic Motivasi Keamanan & Kepercayaan Ic Motivasi Lingkungan & Institusional Gambar 1. Model Konseptual Motivasi Organisasi dalam Mengadopsi Teknologi Blockchain Sumber : Data Studi Literatur, 2026 Model pada gambar 1 menunjukkan bahwa keputusan organisasi untuk mengadopsi teknologi blockchain dipengaruhi oleh beberapa jenis motivasi Motivasi strategis dan motivasi operasional mendorong organisasi dari sisi perencanaan jangka panjang serta efisiensi dan efektivitas proses internal. Selain A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). itu, motivasi keamanan dan kepercayaan berperan dalam memastikan transparansi, integritas data, dan keandalan sistem, sementara motivasi lingkungan dan institusional mencerminkan tekanan regulasi, norma industri, serta tuntutan Seluruh motivasi tersebut secara bersama-sama memengaruhi keputusan adopsi blockchain, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja organisasi. 2 Pembahasan 1 Relevansi Hasil Penelitian dengan Kerangka Konseptual Hasil penelitian ini menunjukkan konsistensi yang kuat dengan kerangka konseptual adopsi teknologi, khususnya teori TechnologyAeOrganizationAe Environment (TOE). Motivasi strategis dan operasional merepresentasikan dimensi organisasi, sementara motivasi keamanan berkaitan dengan karakteristik teknologi, dan motivasi lingkungan serta institusional mencerminkan dimensi lingkungan eksternal. Dengan demikian, temuan penelitian ini mendukung asumsi bahwa adopsi blockchain merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal organisasi. 2 Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu, hasil penelitian ini memperkuat temuan Jamal et al. yang menyatakan bahwa efisiensi dan transparansi merupakan pendorong utama adopsi blockchain dalam rantai pasok. Namun, penelitian ini memperluas pemahaman dengan menekankan pentingnya motivasi strategis dan legitimasi institusional yang sering kali kurang mendapat perhatian dalam studi-studi teknis. Selain itu, hasil penelitian ini sejalan dengan (KAVUT, 2. yang menekankan bahwa kepercayaan merupakan faktor kunci dalam adopsi blockchain. Akan tetapi, penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan tidak berdiri sendiri, melainkan berkelindan dengan kepentingan strategis dan tekanan regulasi. Lebih lanjut, hasil penelitian ini konsisten dengan temuan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa adopsi blockchain dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknologi, organisasi, dan lingkungan. Namun, penelitian ini memberikan kontribusi tambahan dengan menekankan dimensi motivasi organisasi secara kualitatif, bukan hanya faktor teknis atau ekonomi semata. Berbeda dengan studi kuantitatif yang mengukur niat adopsi, penelitian ini memperkaya pemahaman konseptual mengenai mengapa organisasi terdorong mengadopsi blockchain, serta bagaimana motivasi tersebut saling berinteraksi dalam konteks transformasi Kesimpulan dan Saran Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi organisasi dalam mengadopsi teknologi blockchain melalui pendekatan kualitatif dan tinjauan Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa motivasi utama organisasi dalam mengadopsi blockchain meliputi motivasi strategis, operasional, keamanan dan kepercayaan, serta faktor lingkungan dan institusional. Blockchain dipandang tidak hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing, efisiensi proses bisnis, transparansi data, serta legitimasi organisasi dalam ekosistem bisnis digital yang semakin kompleks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efisiensi operasional dan peningkatan kepercayaan antar pemangku kepentingan menjadi pendorong A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). dominan adopsi blockchain, sementara tekanan regulasi dan tuntutan pasar berperan sebagai faktor eksternal yang memperkuat keputusan organisasi. Dengan demikian, adopsi blockchain merupakan hasil interaksi antara kepentingan internal organisasi dan dinamika lingkungan eksternal. Berdasarkan kesimpulan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar organisasi yang akan mengadopsi teknologi blockchain tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan strategis, budaya organisasi, serta dukungan regulasi. Bagi pembuat kebijakan, diperlukan kerangka regulasi yang adaptif dan kolaboratif guna mendorong adopsi blockchain yang Selanjutnya, penelitian mendatang disarankan untuk mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif agar dapat menguji hubungan kausal antar variabel motivasi adopsi blockchain secara empiris. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dengan menyajikan sintesis konseptual mengenai motivasi organisasi dalam mengadopsi blockchain. Temuan ini memperkaya literatur adopsi teknologi dengan menempatkan blockchain tidak hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dan institusional dalam transformasi organisasi. Dari sisi praktis, hasil penelitian ini memberikan panduan bagi pengambil keputusan organisasi. Pemahaman terhadap beragam motivasi adopsi blockchain dapat membantu organisasi merancang strategi implementasi yang lebih realistis dan berkelanjutan. Selain itu, pembuat kebijakan dapat menggunakan temuan ini sebagai dasar dalam merumuskan regulasi yang mendorong adopsi blockchain secara lebih luas dan terarah. DAFTAR PUSTAKA