Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 TINGKAT PENGETAHUAN PEDAGANG JAJANAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN LUKA BAKAR DI PULAU KELAPA RW 001 KEPULAUAN SERIBU UTARA Leo Rulino1. Egeria Sitorus2. Prawitra Ayu Tome3 1,2 Dosen Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya 3 Mahasiswa Akper Husada Karya Jaya *Koresponden: Leo Rulino. Alamat: Jakarta. Email: Leorulino@gmail. Received: 20 juli | Revised: 13 agustus | Accepted: 29 Agustus Abstrak Latar Belakang: Luka bakar adalah cedera pada kulit disebabkan oleh sumber panas, radioaktivitas, listrik, kontak dengan bahan kimia. WHO 2016 memperkirakan bahwa ada 265. 000 kematian yang terjadi setiap tahun di seluruh dunia karena luka bakar. Sementara Menurut Kemenkes RI 2018, kejadian luka bakar di seluruh wilayah Indonesia dari tahun 2014 hingga 2018, terjadi peningkatan kejadian luka bakar sebanyak 35%. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar di Pulau Kelapa RW 001 Kepulauan Seribu Utara. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di RW 001 pada tanggal 24-26 april 2024 dengan jumlah sampel 25 resdesaponden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden berpendidikan SMA yaitu sebanyak 13 responden . %), sementara berdasarkan usia mayoritas responden berusia 17-25 tahun sebanyak 9 responden . %). Hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang menghentikan proses luka bakar saat terjadi luka bakar mayoritas berpengetahuan tinggi sebanyak 15 responden . %), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mendinginkan luka bakar mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 18 responden . %), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara menjaga kelembaban kulit dan mencegah infeksi pada saat terjadi luka bakar mayoritas berpengetahuan tinggi sebanyak 13 responden . %), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mencegah pembengkakan pada luka bakar mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 15 responden . %), dan hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar secara keseluruhan mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 12 responden . %). Kesimpulan: : Pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar masuk kategori rendah. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan. Pedagang Jajanan. Pertolongan Pertama. Luka Bakar Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 menyebabkan infeksi dan pembengkakan. Latar Belakang Luka Pertolongan pertama luka bakar yang tidak disebabkan oleh sumber panas, radioaktivitas, listrik, kontak dengan bahan kimia. Luka bakar merupakan pengetahuan seseorang sangat memengaruhi baik atau salah satunya masalah darurat yang dapat terjadi kapan buruknya perilakunya. Pengetahuan meningkatkan cara saja dan di mana saja baik dalam rumah tangga, industri, seseorang menangani masalah. Karena itu sangat kecelakaan lalu lintas, serta konsekuensinya bencana penting untuk memberikan pertolongan pertama yang Luka bakar membutuhkan manajemen yang sejak awal kejadian merupakan penanganan pertama setelah bencana World Health Organization (WH. Tingkat memperkirakan bahwa ada 265. 000 kematian yang Berdasarkan studi pendahuluan yang telah terjadi setiap tahun di seluruh dunia karena luka bakar. dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan Pada tahun 2016, prevalensi luka bakar tertinggi di beberapa pedagang jajanan di Pulau Kelapa RW 001. Kawasan Asia Tenggara berdasarkan angka kematian Lingkungan kerja tempat mereka bekerja menjadi 000 orang per tahun, diantaranya Indonesia sumber masalah kesehatan yang menunjukan bahwa . ,7/100. Kamboja . ,4/100. , dan Laos mereka sering terpapar benda-benda panas seperti . ,3/100. minyak panas, wajan panas bahkan api, dan diperoleh Menurut Kemenkes RI . , kejadian luka data dari 5 pedagang jajanan, 3 diantaranya mengatakan bakar di seluruh wilayah Indonesia dari tahun 2014 bahwa mereka tidak mengetahui secara jelas tentang hingga 2018. Jumlah kejadian luka bakar meningkat luka bakar. Pedagang mengatakan bahwa ketika mereka sebanyak 35%. Pada tahun 2018 sebanyak 1. ,19 mengalami luka bakar, mereka mengobatinya dengan %), lalu pada tahun 2017 sebanyak 1. ,64 %), pasta gigi atau mentega, dan 2 orang pedagang pada tahun 2016 sebanyak 1. ,03%), kemudian mengatakan bahwa dia tersengat listrik sehingga pada tahun 2015 sebanyak 1. ,46%), terakhir tangannya terluka dan tidak diobati. Pertolongan pertama luka bakar adalah pada tahun 2014 sebanyak 1. ,35%). Perlu diketahui bahwa faktor penyebab membebaskan tubuh dari sumbernya. Area yang kematian dan kecacatan akibat kegawatdaruratan terbakar hanya boleh direndam atau disiram dengan air termasuk tingkat keparahan kecelakaan, kurangnya dingin . ukan air e. karena akan memperburuk peralatan, sistem pertolongan dan pengetahuan yang tidak tepat tentang cara menangani korban, dan prinsip pertolongan awal yang tidak sesuai. Terdapat kebiasaan yang tidak pantas yang Tujuan Penelitian Tujuan Umum dilakukan masyarakat ketika terkena luka bakar, seperti Mengidentifikasi Tingkat Pengetahuan Pedagang memberikan pertolongan pertama pada luka bakar Jajanan dengan mengoleskan pasta gigi, mentega, kecap, atau Kegawatdaruratan Luka Bakar di Pulau Kelapa RW Sampai saat ini, banyak orang masih percaya 001 Kepulauan Seribu. Pertolongan Pertama pada hal ini. selain itu, ada kompres yang terbuat dari es atau air dingin. Kebiasaan ini tidak disarankan karena dapat meningkatkan keparahan luka bakar dan dapat Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Tujuan Khusus Mengidentifikasi Instrumen Pengumpulan Data berdasarkan tingkat pendidikan dan usia. Pengumpulan lima tentang menghentikan proses luka bakar penelitian ini diadopsi dari penelitian sebelumnya saat terjadi luka bakar di Pulau Kelapa RW 001 yang diteliti oleh Wahyu miswari yang sudah teruji Kepulauan Seribu Utara. validitas dan reabilitas dengan nilai cronbachAos Mengidentifikasi tingkat pengetahuan jajanan Mengidentifikasi Kuesioner Jumlah kuesioner terdiri dari 14 pedagang jajanan tentang cara mendinginkan pernyataan, diantaranya 11 pernyataan positif 3 luka bakar pada saat terjadi luka di Pulau pernyataan negatif. kelapa RW 001 Kepulauan Seribu Utara. Mengidentifikasi Pengumpulan Data Pengumpulan pedagang jajanan tentang cara tentang cara Data menjaga kelembaban kulit dan mencegah tanggal 4 Ae 25 april 2024. Di Pulau kelapa RW 001 infeksi pada saat terjadi luka bakar bakar di Kepulauan Seribu empat Rumah Sakit Umum Pulau kelapa RW001 Kepulauan Seribu Utara. Daerah di DKI Jakarta. Mengidentifikasi pedagang jajanan tentang cara mencegah pembengkakan pada luka bakar di Pulau kelapa RW001 Kepulauan Seribu Utara. Analisa Data Peneliti menggunakan jenis analisis deskriptif dalam Laporan AyTingkat Pengetahuan Pedagang Jajanan Tentang Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Luka Metode Penelitian BakarAy dengan distribusi frekuensi . nalisis univaria. bertujuan untuk menjelaskan, mendeskripsikan atau Desain Penelitian Penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif adalah mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel jenis penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk memberikan atau menjelaskan suatu keadaan atau Pertimbangan Etik Prinsip-prinsip menggunakan metode ilmiah yang digunakan penelitian kesehatan yang melibatkan manusia untuk menjawab masalah secara langsung sebagai subjek. Masing-masing prinsip secara lebih rinci: Respect for persons . enghargaan terhadap Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Pedagang jajanan yang berada di Pulau Beneficence Nonmaleficence (Berbuat baik dan tidak berbuat jaha. Justice (Prinsip etika keadila. Kelapa RW 001 Kepulauan Seribu Utara, berjumlah 25 orang. Pada penelitian ini, peneliti mengambil sampel sebanyak 25 orang dengan Teknik total Teknik ini digunakan untuk mengambil sampel dari setiap anggota populasi. Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Tabel 4. Tingkat pengetahuan jajanan tentang cara Hasil Penelitian mendinginkan luka bakar Hasil Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Kategori Frekuensi Persentase (%) Pendidikan Terakhir Pendidika Frekuensi Persentase (%) SMP SMA Total Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Usia Usia Frekuensi 17 Ae 25 tahun (Masa 35 - 45 tahun (Masa 45 -55 tahun (Masa Sedang Rendah Total Tabel 5. Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang se (%) pada saat terjadi luka bakar dewasa awa. cara menjaga kelembaban kulit dan mencegah infeksi 25 - 35 tahun (Masa Tinggi Persenta remaja akhi. dewasa akhi. Kategori Frekuensi Persentase (%) Tinggi Sedang Rendah Total lansia awa. Total Tabel 6. Tingkat Pengetahuan Pedagang Jajanan Tentang Cara Mencegah Pembengkakan Pada Luka Bakar Tabel 3. Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang Kategori Persentase (%) menghentikan proses luka bakar saat terjadi luka Kategori Frekuensi Tinggi Sedang Rendah Frekuensi Persentase (%) Tinggi Sedang Rendah Total Total Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Tabel 7. Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang . %) langkah-langkah pertolongan pertama luka bakar berpengetahuan sedang. Artinya pengetahuan secara keseluruhan pedagang jajanan tentang menghentikan proses Kategori Frekuensi Persentase (%) Tinggi Sedang Rendah Total luka bakar saat terjadi luka bakar mayoritas berpengetahuan tinggi. Tingkat mendinginkan luka bakar Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mendinginkan luka bakar pada kategori rendah sebanyak 18 responden . %), pada kategori sedang sebanyak 5 responden . %) dan pada kategori tinggi sebanyak 2 responden . %). Pembahasan Artinya pengetahuan pedagang jajanan tentang Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pendidikan Terakhir Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang orang . %), responden berpendidikan SMP cara menjaga kelembaban kulit dan mencegah infeksi pada saat terjadi luka bakar %), berpendidikan terakhir SMA sebanyak 13 orang Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang . %), artinya pedagang jajanan di Pulau kelapa cara menjaga kelembaban kulit dan mencegah RW 001 Kepulauan Seribu Utara lebih banyak infeksi pada saat terjadi luka bakar, pada kategori berpendidikan SMA dibandingkan berpendidikan rendah sebanyak 12 responden . %), pada SD dan SMP. kategori tinggi sebanyak 13 responden . %) dan Distribusi Frekuensi Responden Menurut Usia tidak ada yang berpengetahuan sedang. Responden usia 17-25 tahun . asa remaja akhi. pengetahuan pedagang jajanan tentang cara sebanyak 9 orang . %), usia 25>-35 tahun . asa menjaga kelembaban kulit dan mencegah infeksi dewasa awa. sebanyak 3 orang . ,0%), usia 35>- 45 tahun . asa dewasa akhi. sebanyak 8 orang berpengetahuan tinggi. %) dan responden dengan usia 45>-55 tahun berpengetahuan rendah. Responden berpendidikan terakhir SD sebanyak 8 Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang . asa dewasa awa. sebanyak 5 orang . %), cara mencegah pembengkakan pada luka bakar artinya pedagang jajanan di Pulau Kelapa RW 001 Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang Kepulauan Seribu Utara lebih banyak yang berusia cara mencegah pembengkakan pada luka bakar, 17-25 tahun dibandingkan usia 25>-35 tahun, 35>- pada kategori rendah sebanyak 15 responden 45 tahun dan usia 45>-55 tahun. %), Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang responden . %) dan tidak ada responden yang menghentikan proses luka bakar saat terjadi luka berpengetahuan sedang. Artinya pengetahuan Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang menghentikan proses luka bakar saat terjadi luka berpengetahuan rendah %), pada kategori tinggi sebanyak Volume 10. Nomor 2. April- September 24 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mendinginkan luka bakar kegawatdaruratan luka bakar secara keseluruhan Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah berpengetahuan rendah yaitu sebanyak 18 orang kegawatdaruratan luka bakar secara keseluruhan, pada kategori rendah sebanyak 12 responden %), atau 72%. Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara menjaga kelembaban kulit dan mencegah responden . %) dan pada kategori tinggi infeksi pada saat terjadi luka bakar sebanyak 5 responden . %). artinya pengetahuan Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah cara menjaga kelembaban kulit dan mencegah pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar infeksi pada saat terjadi luka bakar mayoritas mayoritas berpengetahuan rendah. berpengetahuan tinggi yaitu sebanyak 13 orang atau 52%. Kesimpulan Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang Penelitian ini dilakukan terhadap 25 Pedagang cara mencegah pembengkakan pada luka bakar Jajanan di Pulau Kelapa RW 001 Kepulauan Seribu Utara Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang yang tujuannya untuk mengetahui tingkat pengetahuan cara mencegah pembengkakan pada luka bakar Pedagang mayoritas berpengetahuan rendah yaitu sebanyak Jajanan Tentang Pertolongan Pertama 15 orang atau 60%. Kegawatdaruratan Luka Bakar. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui tingkat pengetahuan Pedagang Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang Jajanan di Pulau Kelapa RW 001 Kepulauan Seribu Utara langkah-langkah sebagai berikut: kegawatdaruratan luka bakar secara keseluruhan Distribusi Tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang pendidikan terakhir langkah-langkah Pedagang Jajanan di Pulau Kelapa RW 001 Kepulauan berpengetahuan rendah yaitu sebanyak 12 orang Seribu terakhir SMA yaitu sebanyak 13 orang . %) atau 48%. Pedagang Jajanan. Distribusi frekuensi responden menurut usia Pedagang Jajanan di Pulau Kelapa RW 001 Referensi