Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Penilaian Model Assesment Green Construction Proyek Pembangunan Hotel Santika Premiere Padang Utami Dewi Arman1. Rita Nasmirayanti2. Afrilda Sari3. Fera Oktafiani Pultri4 Fakultas Teknik. Universitas Putra Indonesia YPTK1,2,3,4 Email: udewi2679@gmail. com1, thaten94@gmail. com2 , afrildasari@yahoo. feraoktafiani07@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract: Aktivitas proyek konstruksi dapat dianggap sebagai penyebab yang berkontribusi terjadinya kerusakan lingkungan. Konstruksi bagunan gedung hijau merupakan salah satu upaya dalam mengurangi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan selama proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi capaian implementasi konsep bangunan gedung hijau pada Proyek Pembangunan Hotel Santika Premiere Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan survey kuisioner. Instrumen penilaian menggunakan Model Assessment Green Construction (MAGC) yang dikombinasikan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk perhitungan bobot aspek dan faktor green construction. Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data, diperoleh Nilai Green Construction (NGC) sebesar 9,494 yang mendekati nilai NGC ideal sebesar 10,10 artinya dapat dikatakan bahwa pencapaian proyek pembangunan Hotel Santika Premiere Padang dalam menerapkan konsep green construction sebesar 94 % dalam proses konstruksinya yang artinya hampir mencapai ideal. Dengan maraknya pembangunan gedung di kota Padang, diharapkan kepada kontraktor-kontraktor lokal untuk dapat menerapkan konsep green construction selama tahap pelaksanaan kegiatan konstruksi serta mengupayakan capaian-capaian yang belum maksimal dalam penerapannya. Keywords: penilaian, bangunan, hotel santika premiere. Model Assessment Green Construction (MAGC),kota Padang PENDAHULUAN Suatu proyek bangunan gedung jika tidak menghasilkan polusi dalam jumlah yang besar. Akibat dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan proyek konstruksi ini, memerlukan sebuah tatanan untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Salah satu cara yang terdekat adalah penerapan green construction pada proyek konstruksi. Definisi bangunan gedung hijau adalah bangunan gedung yang memenuhi persyaratan bangunan gedung dan memiliki kinerja terukur secara signifikan dalam penghematan energi, air, dan sumber daya lainnya melalui penerapan prinsip bangunan gedung hijau sesuai dengan fungsi dan penyelenggaraannya dimana untuk mencapai bangunan gedung yang ramah lingkungan rangkaian kegiatan yang ramah lingkungan dan dapat mewujudkan fisik bangunan hijau (PUPR, 2. Konsep bangunan gedung hijau adalah ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 konstruksi agar pengaruh proses konstruksi terhadap lingkungan seminimal mungkin. Kontraktor harus berperan proaktif peduli terhadap lingkungan, selalu meningkatkan efisiensi dalam proses konstruksi, konservasi energi, efisiensi pemanfaatan air, dan sumberdaya lainnya selama masa konstruksi serta minimasi dan mengelola limbah konstruksi secara baik. Konsep bangunan gedung hijau mencakup hal-hal sebagai perencanaan dan penjadwalan proyek, konservasi material, tepat guna lahan, manajemen limbah konstruksi, penyimpanan lingkungan kerja, menciptakan lingkungan kerja yang ramah lingkungan, pemilihan dan operasional peralatan konstruksi, dokumentasi (Ervianto et al. , 2. Hotel Santika Premiere Padang merupakan hotel dengan 10 . lantai yang berada di daerah perkantoran tepatnya pada jalan Ahmad Yani No. Kecamatan Padang Barat. Kota Padang. Sumatera Barat. Lokasi proyek konstruksi Hotel Santika Premiere Padang sangat berdekatan dengan bangunan-bangunan perumahan dinas dan Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL perkantoran yang ada di sekitarnya, sehingga akses jalan menuju lokasi proyek merupakan lalu lintas jalan raya yang masih digunakan oleh masyarakat umum. Disamping itu dalam perencanaannya, bangunan Hotel Santika Premiere didesain sebagai bangunan ramah Oleh karena itu dalam proses konstruksinya, perlunya mengidentifikasi capaian implementasi konsep bangunan gedung hijau. MAGC merupakan model penilaian gedung hijau. Ada 6 . aspek (A) dan 16 . nam bela. faktor (F) serta 142 . eratus empat puluh du. indikator (I) dalam MAGC antara lain sebagai berikut (Sari, 2. Kesehatan dan keselamatan kerja Program kesehatan dan keselamatan Adanya jadwal untuk kegiatan yang menimbulkan emisi dalam pengurangan dampaknya terhadap pekerja konstruksi. Pemisahan bedeng pekerja dari lokasi proyek. Memastikan adanya sirkulasi udara fasilitas tertentu . isal : loron. F2 Kesehatan lingkungan kerja tahap Memprioritaskan kesehatan pekerja Memperhatikan kesehatan masyarakat umum yang berada di sekitar lokasi proyek konstruksi. Memilih metode konstruksi yang didasarkan pada meminimalisir debu agar tercipta lingkungan kerja yang Memilih metode konstruksi yang Mengganti peralatan tahun produksi lama dengan yang baru agar konsumsi energi lebih efisien. Meminimalisir debu yang dihasilkan dari kegiatan dekonstruksi. Mempertimbangkan material-material yang mengandung zat berbahaya . ontoh : cat, le. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Memasang tanda dilarang merokok di kontraktor keet Memasang tanda dilarang merokok di lokasi proyek Adanya fasilitas boleh merokok pada jarak A 5 meter diluar kontraktor keet. Adanya fasilitas boleh merokok pada jarak A 5 meter diluar lokasi proyek. Tidak menggunakan material asbes. Tidak menggunakan lampu merkuri untuk penerangan di lokasi proyek dan kontraktor keet Tidak menggunakan Styrofoam untuk insulasi panas. Adanya instalasi safety net untuk keamanan atau pengaman material agar tidak jatuh saat proses konstruksi. Melakukan penyiraman lapangan di lokasi proyek untuk mengurangi debu. Mengadakan fasilitas washing bay untuk menjaga kebersihan jalan sebagai fasilitas umum. A2 Kualitas udara dan kenyamanan F3 Kualitas udara tahap konstruksi Adanya program udara bersih yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Pengukuran kualitas udara secara Adanya jaminan bahwa seluruh bertanggung atas kesuksesan program udara bersih. Adanya pertemuan secara rutin dengan seluruh stakeholder untuk memenuhi komitmen persyaratan kualitas udara. Memenuhi persyaratan kualitas udara sebagaimana yang ditetapkan dalam dokumen lelang atau kontrak. Menyertakan kesanggupan memenuhi persyaratan kualitas udara dalam dokumen tender dan kontrak Pemilihan dan operasional peralatan Mengamati waktu kerja peralatan berupa informasi cycle time untuk meningkatkan produktivitas. Adanya pelatihan bagi operator produktivitas yang ditetapkan. Meminimalisir waktu jeda yang ditimbulkan oleh peralatan agar dicapai tingkat efisiensi tertentu. Pengganti sumber energi alternatif untuk peralatan konstruksi. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Menyediakan transportasi umum bagi pekerja konstruksi. Perencanaan dan penjadwalan proyek Memprioritaskan supplier lokal dalam menyediakan kebutuhan material. Adanya perlindungan material dan Memperhatikan urutan pekerjaan dalam pengadaan material dan Memiliki sertifikat ISO 14000. Menerapkan ISO 14000 dalam proses Manajemen lingkungan bangunan Dokumentasi Adanya pencatatan terkait dengan jumlah material sisa. Adanya penggunaan material terbarukan. Adanya pencatatan jumlah kandungan material daur ulang . Melakukan pencatatan terkait jumlah kandungan material local. Melakukan pencatatan penggunaan produk dari kayu bersertifikat. Melakukan pencatatan tentang jumlah pengiriman material serta cara-cara Mendokuemntasikan program kualitas udara di proyek Membuat manajemen limbah konstruksi F7 Manajemen lingkungan proyek konstruksi Menyediakan Melakukan konstruksi sesuai jenisnya. Penyediaan tempat sampah rumah tangga . rganic, anorganik. disekitar lokasi kerja. Melakukan pemilihan sampah rumah tangga sesuai jenisnya. Bekerja sama dengan pihak ke-3 . issal : pengepul dan penampun. Monitoring/ pencatata sampah yang Menyajikan makanan dan minuman menggunakan dengan sistem catering ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Tidak Menyediakan minuman isi ulang dalam gallon. Menggunakan veldples untuk air Pemakaian kertas bolak balik untuk kebutuhan umum. Menyediakan cetakan untuk sisa agregat beton. Penggunaan banguan/puing Memaksimalkan pemanfaatan sisa potongan besi tulangan (<1 mete. Membuat lobang biopori untuk Pelatihan bagi subkontraktor Memberikan pelatihan bagi pekerja cara-cara Memberikan pelatihan bagi pekerja cara-cara mengelola limbah konstruksi Memberikan pelatihan bagi pekerja konstruksi yang difokuskan terhadap kegiatan yang menghasilkan debu Memberikan pelatihan bagi pekerja konstruksi untuk menjaga kualitas udara di lokasi proyek Manajemen limbah konstruksi Melakukan pemesanan material sesuai dengan kebutuhan Meminimalisasi pengiriman material Menggunakan ukuran produk standar untuk jenis material tertentu Melakukan pemilihan dan penetapan metode konstruksi untuk mengurangi limbah konstruksi Mengemas material bangunan untuk mengurangi limbah Mengoptimalkan penggunaan material bangunan untuk mengurangi limbah Meningkatkan tingakt akurasi dalam estimasi penggunaan bahan bangunan untuk mengurangi timbulnya limbah Menggunakan kembali . limbah Menggunakan . material hasil dekonstruksi Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Melakukan daur ulang limbah konstruksi yang bernilai lebih rendah dari sebelumnya . Melakukan daur ulang limbah konstruksi yang bernilai sama dari sebelumnya . Melakukan daur ulang limbah konstruksi yang bernilai lebih tinggi dari sebelumnya . Sumber daya dan siklus material F10 Sumber . engelolaan materia. Menggunakan bangunan lama di lokasi pekerjaan atau dari tempat lain untuk memperpanjang uisa pemakaian bahan dan mengurangi limbah di tempat pembuangan akhir (TPA). Menggunakan bahan bangunan hasil pabrikasi menggunakan bahan baku dan proses produksi ramah lingkungan Menggunakan bahan baku kayu yang dapat dipertanggung jawabkan asal usulnya/ bersertifikat Meningkatkan mengurangi sampah konstruksi Mengurangi jejak karbon yang ditimbulkan oleh pengandaan matetial dengan cara menggubakan material disekitar proyek atau produk lokal pertumbuhan ekonomi dalam negeri Penggunan container untuk kantor di lokasi proyek Penggunaan . emporary facilit. dalam proses Menggunakan metode prapabriaksi dalam pelaksanaan pekerjaan Menggunakan material daur ulang dalam pelaksanaan pekerjaan Menggunakan material local sebagai bahan konstruksi F11 Penyimpanan Merencanakan cara-cara menyimpan dan melindungi berbagai jenis material agar tidak mengalami kerusakan Merencanakan terkontaminasi debu, kelembabab, dan kotoran lainnya untuk jenis material ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 ontoh : pipa untuk saluran air , saluran untuk AC) Menyimpan material tertentu yang rawan terhadap debu untuk disimpan diluar lokasi proyek konstruksi Melakukan penyimpanan material terntentu dengan cara dilem secara Melindungi pipa-pipa yang akan digunakan dengan cara menutup kedua Tepat guna lahan F12 Pengelolaan lahan Adanya penanaman pohon disekitar kontraktor keet Tidak adanya penebangan pohon selama proses konstruksi Pembuatan sumur resapan untuk membuang air limbah maupun air Adanya proses filterisasi air sebelum dibuang ke drainase kota F13 Pengurangan jejak ekologis Adanya dokumen tentang lahan sebelum dibangun dan merencanakan pelestariannya jika terdapat fitur Adanya penyimpanan alat berat Adanya melindungi semua tanaman dilokasi Menerapkan pohon dalam radius 12,2 meter dari Merencanakan simulasi pengaruh air limpasan di loaksi proyek yang berdampak negative terhadap lingkungan Merencanakan, mengevaluasi dan memilih metode land clearing yang ramah lingkungan F14 Perencanaan dan perlindungan lokasi Adanya perencanaan penggunaan air dalam proses konstruksi Adanya pengukuran air limpasan akibat proses konstruksi terhadap lokasi disekitar proyek Adanya rencana tindakan pencegahan terjadinya erosi di lokasi proyek akibat kegiatan proyek Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Mencegah terjadinya kebisingan yang pekerjaan selama proses konstruksi Memanfaatkan top soil hasil land Adanya perencanan pelestarian dengan vegetasi/ pohon yang terken dampak proyek konstruksi Merencanakan cara-cara melindungi vegetasi/ pohon di lokasi proyek Adanya perencanaan dan pengelolaan air limbah akibat proses konstruksi Melakukan pengaturan area simpan dan bongkar material dari moda Menetapkan batas proyek dengan memasang pagar disekeliling lokasi Membatasi pergerakan kendaraan dan alat berat di lokasi proyek Mencegah terjadinya erosi akibat limpasan air permukaan Konservasi air dan energi F15 Konservasi dan efisiensi air Menampung digunakan kembali dalam berbagai kegiatan yang tidak diisyaratkan air layak minum Adanya pemasangan alat meteran air disetiap keluaran sumber air bersih (PDAM, air tana. Melakukan monitoring pemakaian air setiap bulan Menggunakan kran otomatis untuk washtafel di kantor proyek Memasang stiker Au Gunakan Air SecukupnyaAy di tempat sumber keluaran air Penggunaan shower untuk mandi pekerja konstruksi Membuat pemanfaatan air dewatering Memasang memonitor muka air tanah Memanfaatkan air dewatering untuk kegiatan dilapangan F16 Konservasi dan efisiensi energi Menggunakan standarisasi penerangan untuk mendukung pekerjaan di lokasi proyek baik di dalam maupun diluar Menggunakan lampu hemat energy ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Meminimalkan ditimbulkan oleh lampu penerangan Mengatur penerangan sesuai dengan urutan pekerjaan Memasang KWH meter pada sistem Membuat perhitungan pengurangan CO2 yang didapatkan dari efisiensi Melakukan monitoring pemakaian listrik setiap bulan Memaksimalkan pemanfaatkan sinar untuk penerangan di kontraktor keet paling tidak 50% dari jumlah ruangan Penggunaan water reservoir untuk penyimpanan air bersih Membuat tata tertib atau ketentuan penggunaan peralatan kantor . AC, dispenser, mesin foto copy, computer, dl. Mengatur temperature AC pada posisi 25oC A 1 Membuat jadwal transportasi bagi pekerja dan karyawan Menyediakan mess karyawan proyek disekitar lokasi proyek Penggunaan sensor cahaya untuk lampu penerangan yang ada di lokasi Melakukan pengukuran intensitas cahaya sesuai kebutuhan . in 300 lu. Melakukan selama proses konstruksi Melakukan pengukuran kebisingan selama proses konstruksi Menyediakan penyimpanan material berbahan B3 Memastikan bahwa semua kendaraan dan alat berat yang digunakan dalam proyek lulus uji emisi gas buang Menggunakan peralatan AC dengan COP minimum 10% lebih besar dari standar SNI 03-6390-2000 Berikut unsur-unsur yang ada didalam menggunakan MAGC antara lain antara lain : Nilai Indikator Green Construction (NIGC). Nilai Faktor Green Construction (NFGC). Nilai Aspek Green Construction (NAGC) dan Nilai Green Construction (NGC). Rumus perhitungan untuk mengetahui nilai green adalah sebagai berikut (Sari. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Nilai Indikator Green Construction (NIGC), dihitung dengan persamaan . NIGC = ( ) . Keterangan: = Jawaban responden . =1 jika sudah diimplementasikan dan i=0 jika belum BP = Bobot prioritas . =0,56 untuk prioritas I dan k=0,44 untuk prioritas II) Total NIGC dihitung dengan persamaan . Total NIGC = . Keterangan: Total NIGC adalah NIGC di setiap . i adalah banyaknya NIGC Nilai Faktor Green Construction (NFGC), dihitung dengan persamaan . NFGC = . Keterangan: i adalah banyaknya faktor green . Total NIGC adalah NIGC di setiap . BFGCi adalah bobot faktor Green Construction Total NFGC dihitung dengan persamaan . Total NFGC = . Keterangan: Total NFGC adalah NFGC di setiap . i = banyaknya faktor green Nilai Aspek Green Construction (NAGC), dihitung dengan persamaan . dan total NAGC dihitung dengan persamaan . NAGC = . Total NAGC Keterangan: Total NFGC adalah NFGC di setiap . BAGC adalah Bobot Aspek Green Construction . i = banyaknya aspek green construction Nilai Green Construction (NGC), dihitung dengan persamaan . NGC = . Keterangan: ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 NGC = Nilai Green Construction . i = banyaknya nilai aspek dalam sebuah aspek green construction . NAGC adalah Nilai Aspek Green Construction METODA PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang membutuhkan data sekunder dan data primer. Data sekunder berupa dokumen kontrak, gambar desain, dan RKL/RPL. Sedangkan data primer diperoleh dengan cara observasi langsung dan memeriksa kriteria persyaratan implementasi green construction berdasarkan checksheet dan wawancara sebanyak 4 . orang responden yaitu. orang Project Manager, 1 . orang HSE engineer, dan 2 . orang site engineer di lapangan. Data primer yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu: . lembaran checksheet untuk memeriksa implementasi indikator Green Construction Concept. Kuisioner untuk construction menggunakan kuisioner dengan skala likert . yang mengkategorikan kelompok prioritas I . kala penilaian 3 dan . dan prioritas II . kala penilaian 1 dan . Kuisioner AHP untuk memperoleh bobot aspek dan faktor green construction menggunakan kuisioner skala interval . atas perbandingan tingkat kepentingan pada metode AHP. Prosedur penilaian capaian Green Construction Concept pembangunan Hotel Santika Premiere Padang antara lain . Mengitung bobot aspek dan bobot faktor Green Construction dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Proces. Menghitung Nilai Faktor Green Construction (NFGC) dengan persamaan . Menghitung Nilai Aspek Green construction (NAGC) dengan persamaan . Menghitung Nilai Green Construction (NGC) dengan persamaan . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil observasi di lokasi proyek, terdapat 34 dari 142 indikator yang tidak dipenuhi dalam mengimplementasikan Green Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Construction Concept berdasarkan MAGC. panas, menyediakan fasilitas washing bay Secara garis besar beberapa indikator yang untuk menjaga kebersihan jalan sebagai tidak diimplementasikan pada proyek antara fasilitas umum, mengganti bahan bakar penggunaan container untuk kantor minyak dengan alternatif lain pada peralatan kontraktor, pengukuran air limpasan akibat konstruksi, membuat jadwal transportasi untuk proses konstruksi, perencanaan tindakan pekerja dan karyawan, perencanaan material pencegahan terjadinya erosi akibat kegiatan daur ulang, penggunaan kayu bersertifikat, manajemen limbah konstruksi, membuat lingkungan dengan cara memindahkan atau program udara bersih, penggunaan air hujan, mengganti vegetasi pohon yang terkena penggunaan kran otomatis wastafel di kantor dampak proyek konstruksi, merencanakan proyek, penggunaan shower untuk mandi cara-cara melindungi vegetasi di lingkungan pekerja, penggunaan piezo meter, serta proyek, melakukan daur ulang limbah penanaman vegetasi/pohon di kontraktor keet. konstruksi, memberikan perhatian terhadap Berikut hasil perhitungan Nilai Green kesehatan masyarakat umum disekitar lokasi Construction (NGC) yang dapat dilihat pada proyek, mengunakan styrofoam untuk insulasi Tabel 1 Perhitungan NGC Rata-Rata Semua Responden Variabel MAGC NIGC i BFGCi NFGCi BAGCi NAGCi A1 Kesehatan 0,254 1,361 Keselamatan Kerja Progran Kesehatan dan Keselamatan Kerja Total 1,68 0,84 Kesehatan kerja tahap konstruksi Total 9,04 4,52 Kualitas 0,254 1,092 Kualitas udara tahap Total 3,24 1,62 Pemilihan Total 2,56 1,28 Perencanaan Total A3 Manajemen lingkungan 0,254 2,606 Dokumentasi Total 4,12 2,06 Manajemen Lingkungan Proyek Konstruksi Total 7,92 3,96 Pelatihan Bagi Subkontraktor Total 2,24 1,12 Manajemen Limbah Konstruksi Total 6,24 3,12 A4 Sumber daya dan siklus 0,254 1,036 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL F10 Sumber Total F11 Penyimpanan perlindungan material Total A5 Tepat Guna Lahan F12 Pengelolaan Lahan Total F13 Pengurangan Jejak Ekologis Total F14 Perencanaan Total A6 Konservasi Air Energi F15 Konservasi dan Efisiensi Air Total F16 Konservasi dan Efisiensi Energi Total NGC = Total NAGCi 5,48 2,74 2,68 1,34 0,254 1,458 0,254 1,941 2,12 1,06 3,24 1,62 6,12 3,06 4,32 2,16 10,96 5,48 9,494 P ERBA N DIN GA N N GC EKSISTIN G DEN GA N MA KSIMUM NGC 9,494 NI L AI NI L AI E K S I S T I N G M A K S I MUM Gambar 1. Perbandingan NGC Eksisting dengan NGC Ideal Dalam hal ini, hanya beberapa poin yang membutuhkan pengawalan khusus. Apabila dibahas atas indikator-indikator yang tidak dibuat dengan sistem knockdown agar bisa diimplementasikan pada proyek pembangunan dibawa masuk kejalanan yang kecil, jatuhnya Hotel Santika Premier kota Padang. harganya juga akan menjadi mahal. Adapun Penggunaan container untuk kantor kontraktor rekomendasi upaya yang dilakukan kontraktor tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. dalam melakukan daur ulang limbah Hal ini tidak disarankan untuk proyek studi konstruksi pada proyek studi kasus antara lain. kasus karena pengiriman akan susah lantaran reuse artinya bahwa pada pelaksanaan proyek karena melalui jalan raya yang masih konstruksi material-material yang masih dapat digunakan oleh masyarakat umum yang digunakan agar digunakan kembali selama pengiriman akan kondisinya masih memungkinkan, recycling ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL adalah menggunakan kembali sisa material yang ada dengan mengolahnya menjadi suatu barang yang dapat digunakan kembali, dan landfilling adalah pilihan terakhir yang dilakukan dalam pengelolaan limbah yakni pembuangan limbah tersebut ketempat pembuangan akhir (Ayu et al. , 2. Penggunaan styrofoam dapat digunakan Penggunaannya dapat digunakan untuk lapisan pelapis dinding kedap suara, fascade bangunan, interior bangunan, dan berbagai elemen lainnya. Sifatnya yang mudah dibentuk sangat membantu dalam proses pembangunan. Sifatnya yang ringan juga memudahkan pengangkutan material ke lokasi proyek. Disamping itu, harganya yang ekonomis Dengan karakteristiknya sebagai insulasi termal, styrofoam dapat digunakan sebagai kulit bangunan dimana ia akan menghambat hantaran panas matahari dari luar ke dalam Styrofoam sebagai kulit bangunan yang menghambat panas dapat berupa dinding luar, penutup atap, atau hanya sekedar lapisan pada dinding luar bangunan dalam (Andersen. Setiap kendaraan pengangkut tanah atau pengangkut beton cor . ruck mixe. harus melewati washing bay atau car wash untuk memastikan kebersihan rodanya. Berdasarkan hasil pengolahan data kuisioner untuk perhitungan bobot indikator Green Construction dengan menggunakan skala penilaian likert sebagian besar indikator merupakan kelompok prioritas I bernilai 0,56 artinya sangat penting dan diimplementasikan dan beberapa merupakan kelompok prioritas II bernilai 0,44 artinya cukup penting dan Kemudian bobot semua faktor Green Construction bernilai 0,5 karena diambil berdasarkan priority vector terbesar dari hasil penilaian 4 . responden, selanjutnya bobot aspek Green Construction bernilai 0,254 karena diambil berdasarkan priority vector terbesar dari hasil penilaian 4 . responden, sehingga diperoleh Nilai Aspek Green Construction (NAGC) untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja sebesar 1,361 . Kualitas udara dan kenyamanan sebesar 1,092 . Manajemen lingkungan bangunan sebesar 2,606 . Sumber daya dan siklus material sebesar 1,036 . Tepat Guna Lahan sebesar 1,458 dan Konservasi Air dan ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Energi sebesar 1,941. Maka total Nilai Green Construction (NGC) adalah 9,494. Berdasarkan hal diatas, kontraktor implementasi Green Construction Concept dengan mengupayakan indikator-indikator yang belum diterapkan agar tercapai nilai ideal NGC yang bernilai 10,10. Rekomendasi upaya yang dapat dilakukan oleh kontraktor adalah mempertimbangkan upaya daur ulang limbah konstruksi seperti menggunakan kembali . material yang masih bisa terpakai dan membuat sistem pembuangan limbah sehingga tidak langsung dialirkan pada saluran drainase luar, menggunakan styrofoam untuk insulator panas agar tercipta kenyamanan bagi penghuni gedung, menyediakan kolam air atau car washing agar kotoran roda di truck mixer tidak mengotori jalan, menyediakan transportasi untuk pekerja konstruksi dan karyawan, adanya sistem pengkondisian udara dan ventilasi untuk mengatur suhu udara dan kelembapan dalam bangunan gedung serta adanya desain taman atau vegetasi baik di dalam gedung ataupun luar gedung. PENUTUP Hasil observasi di lokasi proyek, terdapat 34 dari 142 indikator yang tidak dipenuhi Green Construction Concept berdasarkan MAGC. Sebagian besar indikator yang terpenuhi merupakan kelompok prioritas I yang bernilai 0,56 atau dikategorikan sangat penting. Dari NGC, implementasi green construction pada Proyek Pembangunan Hotel Santika Premiere Padang adalah sebesar 9,494 atau sekitar 94 % telah menerapkan Green Construction Concept selama pelaksanaan konstruksinya dimana hampir mencapai Nilai Green Construction (NGC) ideal bernilai 10,10. Dari hal ini. Green Construction Concept dengan mengupayakan indikator-indikator yang belum diterapkan agar tercapai nilai ideal NGC tentunya dengan peningkatan sumber daya yang dimiliki. DAFTAR PUSTAKA