E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Pengaruh DPK. CAR. Firm Size dan TAT terhadap ROA pada BPRS HIK Parahyangan Widya Sari. Silpa Wardatussaniah. NurAoaeni. Agung Pramayuda. Perbankan Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Universitas MaAosome Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia Email: widya. sy@gmail. silpawardatussaniah@gmail. mesy@gmail. agungpramayuda@unibi. 1,2,. Diterima: 21 April 2025 Diterima Setelah Revisi: 23 April 2025 Dipublikasikan: 24 April 2025 Abstrak Bank syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mengelola asetnya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. ROA menunjukkan seberapa efisien bank dalam mengelola aset yang dimiliki untuk menghasilkan laba. ROA membantu investor, regulator, dan manajemen dalam mengevaluasi sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan profit dari asetnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK). Capital Adequacy Ratio (CAR). Firm Size, dan Total Asset Turnover (TAT) terhadap Return on Asset (ROA), baik secara parsial maupun simultan pada BPRS HIK Parahyangan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan jenis data sekunder berupa laporan triwulanan BPRS HIK Parahyangan periode 2019Ae2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan triwulanan BPRS HIK Parahyangan. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPK dan CAR berpengaruh negatif terhadap ROA. Firm Size tidak berpengaruh terhadap ROA, sementara TAT berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara simultan. DPK. CAR. Firm Size, dan TAT berpengaruh signifikan terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan. Kata Kunci: Capital Adequacy Ratio. Firm Size. Return on Asset. Third-Party Funds. Total Asset Turnover. Abstract Islamic banks are not only profit-oriented but must also manage their assets in accordance with sharia principles. ROA indicates how efficiently a bank manages its assets to generate profit. assists investors, regulators, and management in evaluating how effectively a company generates returns from its assets. This study aims to examine the influence of Third-Party Funds (DPK). Capital Adequacy Ratio (CAR). Firm Size, and Total Asset Turnover (TAT) on Return on Asset (ROA), both partially and simultaneously, at BPRS HIK Parahyangan. The research method used is associative quantitative with secondary data in the form of quarterly reports of BPRS HIK Parahyangan for the 2019Ae2023 period. The population consists of all quarterly financial reports of BPRS HIK Parahyangan. The sample was determined through purposive sampling. The results show that DPK and CAR have a negative effect on ROA. Firm Size has no significant effect, while TAT has a significant effect on ROA. Simultaneously. DPK. CAR. Firm Size, and TAT significantly affect ROA at BPRS HIK Parahyangan. Keywords: Capital Adequacy Ratio. Firm Size. Return on Asset. Third-Party Funds. Total Asset Turnover. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 PENDAHULUAN Perkembangan dan pertumbuhan sektor keuangan telah banyak dikaji secara insentif di negara-negara industri atau negara yang lebih maju secara ekonomi (More Economically Developed Country/ MEDC). Hasil kajian tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara pertumbuhan dan perkembangan pada sektor keuangan (Ardana et al. , 2. Seiring dengan kemajuan dan pertumbuhan dalam sektor keuangan, keamanan finansial bank menjadi prioritas bagi seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemilik, manajemen, masyarakat sebagai pengguna layanan perbankan, dan pemerintahan sebagai pengawas. Istilah "kesehatan bank" merujuk pada kemampuan sebuah bank dalam menjalankan operasionalnya secara lancar dan memenuhi seluruh kewajibannya dengan tepat berdasarkan peraturan dan ketentuan yang berlaku (Fitri & Muchtim, 2. Melihat perkembangan yang impresif tersebut, diperlukan peran aktif perbankan syariah dalam menyokong perekonomian nasional agar dapat meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, perbankan syariah diwajibkan untuk menjaga stabilitas kondisi keuangan dan meningkatkan kinerja Suatu Perusahaan yang mampu mengelola kinerjanya dengan baik menandakan bahwa seluruh asset yang dimiliki suatu bank dapat berputar secara efektif (Indriyani & Mudjijah, 2. Penggunaan analisis rasio merupakan metode umum dalam menganalisa kinerja keuangan Rasio-rasio tersebut dapat menggambarkan relasi antara berbagai faktor dalam sebuah laporan keuangan (Ririn & Sutjipto, 2. Perusahaan akan menjadikan analisis rasio sebagai pedoman untuk menilai kinerja dan pengelolaan keuangannya dalam menghasilkan laba (Kristianingsih et al. , 2. Penilaian ini dilaksanakan secara berkala untuk memastikan bahwa bank dikelola dengan baik serta menghasilkan keuntungan dan menghindari kerugian (Sari & Sadilah. Salah satu rasio yang terkait dengan laporan keuangan ialah rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas seperti Return on Asset (ROA) sering dipergunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan (Yundi, 2. Return on Asset (ROA) adalah keterampilan perusahaan untuk memperoleh laba dengan semua aktiva yang dimiliki (Bagus et al. , 2. Setiap perusahaan berusaha untuk mencapai nilai ROA yang tinggi karena semakin tinggi nilai Return on Asset (ROA) maka mencerminakan semakin efisien perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk memperoleh laba (Putu & Luh, 2. Dalam mengukur kinerja profitabilitas atau Return on Asset (ROA) dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yang akan diteliti yakni. Dana Pihak Ketiga (DPK). Capital Adequacy Ratio (CAR). Firm Size dan Total Asset Turnover (TAT). Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) merupakan tanda perkembangan bank, semakin besar Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdapat pada bank maka akan besar pula peluang bagi bank tersebut untuk menyediakan pembiayaan kepada nasabah (Siregar, 2. Penilaian kesehatan bank bisa ditentukan oleh sejumlah faktor, diantaranya ialah laporan keuangan bank terkait. Dari laporan keuangan, berbagai rasio keuangan dapat dihitung untuk menilai kesehatan bank. (Suyatna & MuAominin, 2. Di antara indikator yang menunjukkan tingkat kesehatan bank adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), yakni rasio kinerja yang digunakan oleh bank untuk menganalisis seberapa banyak modal yang tersedia bagi bank untuk menopang aset-aset yang memiliki risiko. Modal ialah unsur kunci dalam pertumbuhan bisnis dan penanggulangan risiko Semakin besar Capital Adequacy Ratio (CAR), semakin besar kemampuan bank dalam menanggung risiko dari setiap kredit atau aset produktif yang berisiko (Preztika & Helda, 2. Ukuran perusahaan atau Firm Size, bisa diartikan menjadi suatu penilaian mengenai berapa besar suatu perusahaan dengan mempertimbangkan jumlah total aset yang dimilikinya (Aridho & Ulil, 2. Semakin besar Firm Size maka memungkinkan untuk memperoleh sumber pendanaan internal maupun eksternal yang bisa menjadikan nilai perusahaan juga meningkat (Anissa et al. Total Asset Turnover (TAT) bertujuan untuk mengukur efisiensi perubahan dengan memperhatikan seberapa cepat total aset berputar dalam waktu tertentu. Dengan demikian, semakin Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 tinggi Total Assets Turnover (TAT) akan menyebabkan peningkatan Return on Asset (ROA) (Katharina & Novita, 2. Salah satu bank yang terus berusaha dalam memajukan kinerjanya adalah BPRS HIK Parahyangan. Di bawah ini tabel perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK). Capital Adequacy Ratio (CAR). Firm Size. Total asset Turnover (TAT) dan Return on Asset (ROA) per tahun di BPRS HIK Parahyangan Periode 2019-2023: Tabel 1. Rasio- Rasio DPK. CAR. Firm Size. TAT, dan ROA di BPRS HIK Parahyangan Periode 2019 Ae 2023 Peri Triwulan DPK Fluktuasi (%) (Jutaa. CAR (%) Fluktuasi Firm Size (%) (%) Fluktuasi (%) TAT (X) Fluktuasi (%) ROA (%) Fluktuasi (%) 14,36 9,07 0,05 1,16 3,94 18,27 27,23 9,09 0,22 0,10 100,00 2,33 100,86 i 2,47 15,84 -13,30 9,10 0,11 0,15 50,00 3,45 48,07 -72,99 16,37 3,35 9,14 0,44 0,18 20,00 4,68 35,65 323,81 16,78 2,50 9,12 -0,22 0,04 -77,78 4,49 -4,06 -7,72 17,91 6,73 9,08 -0,44 0,09 125,00 4,38 -2,45 i 2,74 17,90 -0,06 9,10 0,22 0,13 44,44 3,79 -13,47 9,33 17,30 -3,35 9,11 0,11 0,16 23,08 2,94 -22,43 -1,44 17,89 3,41 9,10 -0,11 0,03 -81,25 2,21 -24,83 2,21 19,63 9,73 9,10 0,07 133,33 1,43 -35,29 i 4,38 18,46 -5,96 9,10 0,10 42,86 1,27 -11,19 10,79 18,14 -1,73 9,14 0,44 0,12 20,00 1,69 33,07 2,44 17,36 -4,30 9,15 0,11 0,03 -75,00 1,63 -3,55 4,43 18,09 4,21 9,16 0,11 0,06 100,00 1,70 4,29 i 9,57 18,20 0,60 9,20 0,33 0,09 50,00 1,60 -5,88 7,14 18,44 1,31 9,23 0,22 0,11 22,22 1,67 4,37 6,20 17,92 -2,90 9,25 0,22 0,02 -81,82 1,52 4,37 -2,35 20,20 12,72 9,28 0,32 0,05 150,00 1,19 8,98 i 5,09 20,02 -0,89 9,27 -0,11 0,09 80,00 1,35 -21,27 4,76 15,95 -20,32 9,28 0,11 0,12 33,33 1,47 8,89 Sumber : BPRS HIK Parahyangan Mengacu pada tabel 1 bisa diketahui bahwa perkembangan DPK. CAR. Firm Size. TAT dan ROA di BPRS HIK Parahyangan periode 2019-2023 mengalami fluktuasi pada triwulan di setiap Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Peningkatan maupun penurunan DPK tidak selalu searah dengan nilai ROA, pada tahun 2019. DPK pada triwulan IV terjadi penurunan, namun ROA meningkat. Sementara di tahun 2020. DPK pada triwulan I, i, dan IV mengalami peningkatan akan tetapi ROA mengalami penurunan, sedangkan pada tahun 2021-2023 pada masing-masing triwulan ada kenaikan dan penurunan pada DPK tetapi kenaikan dan penurunan tersebut tidak searah dengan ROA seperti pada triwulan I 2023 DPK mengalami kenaikan akan tetapi terjadi penurunan pada ROA. Hal tersebut tidak sesuai dengan teori, yaitu adanya kenaikan DPK akan mengakibatkan peningkatan dalam jumlah pembiayaan atau kredit yang disalurkannya, yang pada gilirannya akan menjadikan profitabilitas meningkat melalui pendapatan dari pembiayaan dan kredit tersebut (Rasyid et al. , 2. Selama periode 2019Ae2023. CAR menunjukkan fluktuasi yang signifikan, apabila kita melihat dari tabel 1 tersebut pada 2021. CAR naik di dua triwulan awal sementara ROA justru turun. Sebaliknya, pada 2023 triwulan i dan IV. ROA meningkat meski CAR menurun. Kondisi ini bertolak belakang dengan teori yang menyatakan bahwa kenaikan CAR seharusnya diikuti oleh kenaikan ROA (Dwi, 2. Firm Size mengalami fluktuasi selama 2019Ae2023. Tahun 2019 menunjukkan tren kenaikan di semua triwulan. Pada 2020, terjadi penurunan di dua triwulan awal, namun kembali meningkat di triwulan i dan IV. Tahun 2021 relatif stagnan, kecuali penurunan di triwulan I dan kenaikan di triwulan IV. Pada 2022. Firm Size konsisten meningkat di setiap triwulan. Sementara itu, pada 2023 terjadi peningkatan di triwulan I. II, dan IV, meski sempat menurun di triwulan i. Secara umum. Firm Size menunjukkan tren positif dengan beberapa penurunan jangka pendek. Selama 2019. TAT mengalami peningkatan signifikan di semua triwulan. Namun, pada 2020Ae 2023. TAT cenderung menurun di triwulan I tiap tahunnya, diikuti dengan peningkatan bertahap di triwulan berikutnya. Penurunan tajam di awal tahun konsisten terjadi selama empat tahun berturutturut, sementara triwulan II hingga IV menunjukkan pemulihan yang cukup kuat. TAT dan ROA sama-sama menurun di triwulan I selama 2020Ae2023. Hal ini terdapat dua praduga yaitu Total Asset Turnover (TAT) tidak memiliki pengaruh terhadap Return on Asset (ROA) (Ngadenan & Dedi. Dan juga bisa menunjukkan bahwa Total Asset Turnover (TAT) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) (Utami & Manda, 2. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh DPK terhadap ROA, pengaruh CAR terhadap ROA, pengaruh Firm Size terhadap ROA. TAT terhadap ROA, pengaruh DPK. CAR. Firm Size dan TAT secara simultan terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan periode KAJIAN PUSTAKA Dana Pihak Ketiga (DPK) Dana Pihak Ketiga (DPK) merupakan indikator penting dalam pengelolaan likuiditas dan kapasitas pembiayaan bank. DPK mencerminkan kepercayaan masyarakat kepada bank serta mempengaruhi kemampuan bank dalam menyalurkan kredit. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peningkatan DPK dapat mendukung pertumbuhan pembiayaan dan profitabilitas (Yusof et , 2. DPK berperan sebagai fondasi penghimpunan dana yang mendukung pertumbuhan aktiva produktif yang berdampak langsung pada ROA. Capital Adequacy Ratio (CAR) CAR mengukur kemampuan bank dalam menutupi risiko kerugian dari aktiva berisiko. Semakin tinggi CAR, semakin besar pula kemampuan bank untuk menjaga kestabilan Studi empiris menyatakan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, namun dalam beberapa kasus, kelebihan modal justru menandakan underutilization (Li et , 2. Oleh karena itu, perlu dicermati keseimbangan antara kecukupan modal dan efisiensi Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Firm Size (Ukuran Perusahaa. Firm Size (Ukuran Perusahaa. merepresentasikan besarnya sumber daya yang dimiliki dan akses terhadap pendanaan. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa perusahaan besar cenderung memiliki keunggulan kompetitif, efisiensi operasional, dan diversifikasi risiko yang lebih tinggi (AlShattarat et al. , 2. Namun demikian, beberapa studi menemukan bahwa firm size tidak selalu berkorelasi positif terhadap ROA, tergantung pada efektivitas manajemen aset. Total Asset Turnover (TAT) Total Asset Turnover (TAT) merupakan rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan total aset dalam menghasilkan penjualan atau pendapatan. TAT yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mampu memaksimalkan asetnya untuk mendukung profitabilitas. Hasil riset menunjukkan bahwa TAT memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan bank, khususnya Return on Asset (ROA) (Ghosh & Ray, 2. Return on Asset (ROA) Return on Asset (ROA) adalah keterampilan perusahaan untuk memperoleh laba dengan semua aktiva yang dimiliki (Bagus et al. , 2. Setiap perusahaan berusaha untuk mencapai nilai ROA yang tinggi karena semakin tinggi nilai ROA, semakin efisien perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk memperoleh laba (Putu & Luh, 2. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Return on Assets (ROA) merupakan indikator penting dalam menilai efisiensi dan profitabilitas kinerja keuangan suatu bank, termasuk Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). ROA penting bagi BPRS karena mencerminkan sejauh mana bank mampu memanfaatkan seluruh aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba. Untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi ROA, variabel Dana Pihak Ketiga (DPK). Capital Adequacy Ratio (CAR). Firm Size, dan Total Asset Turnover (TAT) layak diteliti. DPK menggambarkan kepercayaan masyarakat dan menjadi sumber utama dana BPRS. CAR menunjukkan tingkat kesehatan permodalan dan kemampuan dalam menghadapi risiko. Firm Size merepresentasikan kapasitas dan efisiensi operasional suatu bank. Sementara itu. TAT mencerminkan sejauh mana aset dapat digunakan secara produktif dalam menghasilkan pendapatan. Meneliti keempat variabel ini membantu memahami faktor determinan kinerja keuangan BPRS secara lebih menyeluruh dan akurat. METODE PENELITIAN Objek penelitian ini adalah DPK. CAR. Firm Size. TAT dan ROA yang ada pada laporan keuangan BPRS HIK Parahyangan periode yang diambil tahun 2019 sampai 2023 yang telah Jenis penelitian yang digunakan yaitu menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian ilmiah yang mengumpulkan data berupa angka atau variabel numerik untuk diolah dan dianalisis secara statistik. Penelitian ini berfokus pada pengukuran, pengujian hipotesis, dan generalisasi hasil. (Kamriruddin & Dkk, 2. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan yang dipublikasikan oleh BPRS HIK Parahyangan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan memeriksa dokumentasi mengenai laporan keuangan tahunan BPRS HIK Parahyangan 2019-2023 . tahun yang terdiri dari 4 triwula. Selain itu, penulis juga melakukan analisis mendalam, literatur yang relevan dengan topik penelitian. Setelah data dikumpulkan, penulis melakukan proses analisis Analisis data adalah proses pengolahan data untuk mengubahnya menjadi informasi baru dan bertujuan untuk mendapatkan pemahaman lebih baik tentang data yang berkaitan dengan penelitian (Ulfah & Dkk, 2. Proses pengujian data dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Pengujian Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 koefisien regresi linear berganda, koefisien korelasi berganda, dan koefisien determinasi. Mengolah data tersebut untuk mengetahui pengaruh kedua variabel baik secara parsial maupun simultan. Signifikansi pengaruh secara parsial dapat terlihat dari uji t, sedangkan untuk signifikansi pengaruh secara simultan dilakukan dengan menggunakan uji F. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh DPK terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan Untuk mengetahui pengaruh DPK terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan akan digunakan analisis koefisien determinasi dan uji t. Berdasarkan hasil perhitungan analisis koefisien determinasi menyatakan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 42,25% artinya pengaruh dari variabel DPK sebesar 42,25% terhadap ROA dan sisanya 57,75% dipengaruhi oleh variabel lain. Adapun hasil uji t menyatakan bahwa nilai thitung sebesar -3,629 untuk data yang digunakan sebanyak 20 dalam menentukan nilai ttabel . f = n-. maka df = 20-4 =16 maka nilai ttabel yaitu 1,745 sehingga nilai thitung>ttabel (-3,629 > -1,. dengan signifikansi 0,05. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya DPK berpengaruh signifikan terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan periode 2019-2023 dan berarah negatif. Pengaruh CAR terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan Untuk mengetahui pengaruh CAR terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan akan digunakan analisis koefisien determinasi dan uji t. Berdasarkan hasil perhitungan analisis koefisien determinasi menyatakan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 22,1% artinya pengaruh dari variabel DPK sebesar 22,1% terhadap ROA dan sisanya 77,9% dipengaruhi oleh variabel lain. Adapun hasil uji t menyatakan bahwa nilai thitung sebesar -2,26 untuk data yang digunakan sebanyak 20 dalam menentukan nilai ttabel . f = n-. maka df = 20-4 =16 maka nilai ttabel yaitu 1,745 sehingga nilai thitung>ttabel (-2,26 > -1,. dengan signifikansi 0,05. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya CAR berpengaruh signifikan terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan periode 2019-2023 dan berarah negatif. Pengaruh Firm Size terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan Untuk mengetahui pengaruh Firm Size terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan akan digunakan analisis koefisien determinasi dan uji t. Berdasarkan hasil perhitungan analisis koefisien determinasi menyatakan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,36% artinya pengaruh dari variabel Firm Size sebesar 0,36% terhadap ROA dan sisanya 99,64% dipengaruhi oleh variabel lain. Adapun hasil uji t menyatakan bahwa nilai thitung sebesar 0,25 untuk data yang digunakan sebanyak 20 dalam menentukan nilai ttabel . f = n-. maka df = 20-4 =16 maka nilai ttabel yaitu 1,745 sehingga nilai thitung>ttabel . ,25 > 1,. dengan signifikansi 0,05. Maka dapat disimpulkan H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya Firm Size tidak berpengaruh terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan periode 2019-2023 dan berarah negatif. Pengaruh TAT terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan Untuk mengetahui pengaruh DPK terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan akan digunakan analisis koefisien determinasi dan uji t. Berdasarkan hasil perhitungan analisis koefisien determinasi menyatakan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 17,64% artinya pengaruh dari variabel DPK sebesar 17,64% terhadap ROA dan sisanya 82,36% dipengaruhi oleh variabel lain. Adapun hasil uji t menyatakan bahwa nilai thitung sebesar 1,96 untuk data yang digunakan sebanyak 20 dalam menentukan nilai ttabel . f = n-. maka df = 20-4 =16 maka nilai ttabel yaitu 1,745 sehingga nilai thitung>ttabel . ,96 > 1,. dengan signifikansi 0,05. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 dan H1 diterima. Artinya TAT berpengaruh signifikan terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan periode 2019-2023. Pengaruh DPK. CAR. Firm Size dan TAT secara simultan terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan Untuk mengetahui pengaruh DPK. CAR. Firm Size dan TAT terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan dapat dilihat dari analisis kolerasi berganda, analisis regresi berganda, analisis koefisien determinasi dan uji F. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kolerasi berganda menyatakan bahwa nilai kolerasi berganda sebesar 0,86, artinya terdapat hubungan yang sedang antara DPK. CAR. Firm Size dan TAT terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan periode 2019-2023. Adapun hasil perhitungan model regresi berganda menyatakan sebagai berikut : Y = bCAxCA bCCxCC bCExCE bCExCE Y = 0,5574 0,0058 (XCA) 0,0160 (XCC) 0,38 (XCE) 1,645 (XCE) Jika DPK. CAR. Firm Size dan TAT dianggap konstan, maka nilai ROA sebesar 0,5574. Jika koefisien bCA = setiap kenaikan satu satuan nilai dari variabel DPK (XCA) maka ROA (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,0058. Jika koefisien bCC = setiap kenaikan satu satuan nilai dari variabel CAR (XCC) maka ROA (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,0160. Jika koefisien bCE = setiap kenaikan satu satuan nilai dari variabel Firm Size (XCE) maka ROA (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,3842. Jika koefisien bCE = setiap kenaikan satu satuan nilai dari vatriabel TAT (XCE) maka ROA (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 1,645. Adapun hasil perhitungan analisis koefisien determinasi menyatakan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 73,96% sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh DPK. CAR. Firm Size dan TAT terhadap ROA sebesar 73,96% dan sisanya sebesar 26,04% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Sedangkan hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa nilai Fhitung sebesar 4,53 dan nilai Ftabel . f = k . n-k-. maka Ftabel nya 3,06 jadi dapat diketahui bahwa Fhitung>Ftabel . ,53 > 3,. Maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya DPK. CAR. Firm Size dan TAT terhadap ROA secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan periode 2019 Ae SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK). Capital Adequacy Ratio (CAR). Firm Size dan Total Asset Turnover (TAT) terhadap Return on Asset (ROA) dapat disimpulkan. DPK berpengaruh terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan periode 2019-2023, hal tersebut dapat dilihat nilai thitung> ttabel . ,629 > 1,. dengan signifikansi 0,05. Sedangkan pada uji koefisien determinasi besarnya nilai RA adalah 42,25%. yang mempengaruhi variabel DPK terhadap ROA dan sisanya W,75% dipengaruhi variabel lain. CAR berpengaruh terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan periode 2019-2023, hal tersebut dapat dilihat nilai thitung> ttabel . ,26 > 1,. dengan signifikansi 0,05. Sedangkan pada uji koefisien determinasi besarnya nilai RA adalah 22,1% yang mempengaruhi variabel CAR terhadap ROA dan sisanya 77,9% dipengaruhi variabel lain. Firm Size berpengaruh terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan periode 2019-2023, hal tersebut dapat dilihat nilai thitung> ttabel . ,02 > 1,. dengan signifikansi 0,05. Sedangkan pada uji koefisien determinasi besarnya nilai RA adalah 18,49% yang mempengaruhi variabel Firm Size terhadap ROA dan sisanya 81,51% dipengaruhi variabel lain. TAT berpengaruh terhadap ROA di BPRS HIK Parahyangan periode 2019-2023, hal tersebut dapat dilihat nilai thitung> ttabel . ,96 > 1,. dengan signifikansi 0,05. Sedangkan pada uji koefisien determinasi besarnya nilai RA adalah 17,64% yang mempengaruhi variabel CAR terhadap ROA dan sisanya 82,36% dipengaruhi variabel lain. DPK. CAR. Firm Size dan TAT secara simultan berpengaruh terhadap ROA BPRS HIK Parahyangan Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Periode 2019-2023, hal ini dapat dilihat pada uji F bahwa Fhitung>Ftabel . ,22 < 3,. Dan diperoleh hasil koefisien determinasi sebesar 46,76%. Dengan demikian DPK. CAR. Firm Size dan TAT mempengaruhi ROA sebesar 24,8% dan sisanya sebesar 53,76% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Adapun saran dari penulis untuk BPRS HIK Parahyangan yaitu . Diharapkan lebih mengoptimalisasikan penggunaan aset dan perputaran total aset yang baik dan efektif seperti mengurangi aset yang kurang produktif dan lebihmemfokuskan pada aset produktif untuk melakukan penyaluran dana ke sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, seperti sektor UMKM dan infastruktur. Diharapkan lebih meningkatkan rasio profitabilitas khususnya pada rasio ROA dengan menerapkan sistem manajemen risiko yang lebih baik seperti mengurangi risiko kerugian pada industri perbankan dengan menerapkan sistem penilaian kredit yang ketat untuk mengurangi risiko kredit macet. DAFTAR PUSTAKA