Vol. No. e-ISSN: 3026-1333 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN KERAJINAN DAUR ULANG SAMPAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN DI DESA MEKAR DAMAI Alpan AhmadiA. Nurul AzmaA. Era JuniaA. Meta SeptianaA. Bq. Nuramalina. Miftahul JannahA. AhmadiA. Riska Julianti8. Januar9 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Institut Pendidikan Nusantara Global Informasi Artikel Sejarah Artikel: Diterima 28 Desember 2025 Revisi 29 Desember 2025 Disetujui 31 Desember 2025 Kata Kunci: DAur Ulang. Kerjinan Tangan. Lingkungan. ABSTRAK Permasalahan sampah masih menjadi isu lingkungan yang krusial di berbagai wilayah, termasuk di Desa Mekar Damai. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah menyebabkan penumpukan limbah yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat, khususnya anak-anak, dalam memanfaatkan sampah anorganik menjadi produk kerajinan bernilai guna. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lingkungan, pemberian edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah, serta praktik langsung pembuatan kerajinan dari bahan daur ulang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme peserta terhadap pengelolaan sampah serta munculnya kreativitas dalam mengolah limbah menjadi produk sederhana yang bermanfaat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku peduli lingkungan serta mendorong keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. E-mail Penulis: alpanahmadi@nusantaraglobal. PENDAHULUAN Permasalahan sampah merupakan salah satu tantangan lingkungan yang masih banyak dijumpai di berbagai daerah, termasuk di wilayah pedesaan. Pertumbuhan jumlah penduduk dan pola konsumsi yang meningkat menyebabkan volume sampah semakin bertambah, sementara kesadaran masyarakat dalam pengelolaannya masih relatif rendah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat. Melihat urgensi permasalahan ini, berbagai upaya promotif dan preventif terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat DOI: https://doi. org/10. 62667/begawe. Alpan Ahmadi, dkk terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan . 3, p. Rahmayani et al. , 2. Salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya dengan memanfaatkan kegiatan kerajinan daur ulang sampah, yang tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan meningkatkan kesadaran lingkungan secara signifikan (Lestari et al. , 2024. Mukarromah et al. , 2. Desa Mekar Damai merupakan salah satu wilayah yang menghadapi permasalahan serupa. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian masyarakat masih membuang sampah tanpa proses pemilahan, sehingga limbah anorganik yang sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali menjadi terbuang percuma. Padahal, sampah anorganik seperti plastik dan kemasan bekas memiliki potensi untuk diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Oleh karena itu, program pemberdayaan melalui kerajinan daur ulang sampah dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Mekar Damai (Mukarromah et al. , 2. Program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis dalam pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai jual, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang strategi pengemasan dan pemasaran (Mukarromah et al. , 2. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa berupaya memberikan edukasi sekaligus praktik langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pemanfaatan limbah anorganik menjadi produk kerajinan sederhana. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini serta membentuk kebiasaan positif dalam mengelola sampah secara kreatif dan berkelanjutan. Meskipun demikian, terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur daur ulang dan rendahnya kapasitas pelatihan yang berkelanjutan, yang perlu diatasi untuk memastikan efektivitas program jangka panjang (Keyson et al. , 2025, p. Selain itu, masih terdapat kendala berupa minimnya pelatihan lintas sistem dan rendahnya kesadaran pengunjung akan pentingnya partisipasi dalam pemilahan sampah, yang menghambat transfer pengetahuan berkelanjutan (Keyson et al. , 2025, METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Lendang Batah. Desa Mekar Damai. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan edukatif, dengan melibatkan masyarakat secara BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Alpan Ahmadi, dkk langsung dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi: Observasi Awal Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan, kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah, serta potensi limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan. Sosialisasi dan Edukasi Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dampak negatif sampah, serta manfaat daur ulang. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh anak-anak. Praktik Pembuatan Kerajinan Peserta diajak untuk membuat kerajinan tangan dari bahan bekas seperti botol plastik, kemasan makanan, dan bahan daur ulang lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas sekaligus menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki nilai guna. Evaluasi dan Refleksi Evaluasi dilakukan melalui pengamatan terhadap partisipasi peserta dan hasil karya yang Diskusi singkat juga dilakukan untuk mengetahui pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan menunjukkan respon yang positif dari peserta, khususnya anak-anak yang terlibat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Mereka terlihat antusias saat mengikuti proses pembuatan kerajinan dan mampu menghasilkan berbagai bentuk karya sederhana dari bahan daur Hal ini menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan mereka dalam proses eksplorasi dan kolaborasi selama kegiatan berlangsung, sejalan dengan pendekatan pembelajaran aktif dan konstruktif (Suhardin et al. , 2025, p. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan juga mulai terbangun, terlihat dari komentar spontan anak-anak mengenai kebersihan laut setelah menonton video edukasi, meskipun implementasi nyata dalam membuang sampah masih memerlukan bimbingan lebih lanjut (Suhardin et al. , 2025, p. Upaya ini selaras dengan studi yang menunjukkan bahwa metode visual seperti video dapat secara efektif memicu pemikiran kritis anak-anak dan mendorong mereka untuk mencari informasi lebih jauh mengenai isu lingkungan (Suhardin et al. , 2025, p. BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Alpan Ahmadi, dkk Gambar 1. Kegiatan Observasi Gambar 2. Pencarian limbah daur ulang Kegiatan ini memberikan dampak edukatif berupa meningkatnya pemahaman peserta tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kreativitas dan kerja sama, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Partisipasi aktif masyarakat, termasuk siswa, dalam pelatihan daur ulang sampah ini menunjukkan peningkatan pengetahuan mereka dalam mengolah barang sisa pakai, sekaligus menumbuhkan kesadaran dini terhadap pemanfaatan barang bekas sebagai upaya menjaga lingkungan dari pencemaran sampah (Maerani et al. , 2023, p. Wati & Septiani, 2023, p. Transformasi sampah menjadi karya kerajinan tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Alpan Ahmadi, dkk melalui peningkatan kreativitas dan inovasi produk daur ulang (Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, 2014, p. Lestari et al. , 2. Gambar 3. Proses pembuatan kerajinan sampah daur ulang Dari sisi sosial, kegiatan ini menciptakan interaksi yang positif antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan kolaboratif. Sementara dari sisi lingkungan, kegiatan ini berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah anorganik yang dibuang secara sembarangan. Peningkatan kesadaran lingkungan ini juga diiringi dengan pengembangan keterampilan praktis yang memungkinkan masyarakat untuk mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomis, sehingga mendukung penciptaan generasi muda yang tidak hanya peduli lingkungan tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan (Mukarromah et al. , 2. Implementasi program edukasi lingkungan melalui kegiatan daur ulang kerajinan ini juga sejalan dengan kebutuhan akan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah, dimulai dari level individu hingga komunitas yang lebih luas, untuk mencapai sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi (Dwicahyani et al. , 2020, p. Pendekatan ini berpotensi besar untuk ditiru dan diterapkan di komunitas lain, mengingat dampak positifnya terhadap peningkatan literasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal (Dwicahyani et al. , 2022, p. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pembuatan kerajinan dari bahan daur ulang di Desa Mekar Damai berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta. Kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan sampah secara kreatif. BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Alpan Ahmadi, dkk Sebagai saran, kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat serta dukungan dari pihak desa. Selain itu, pengembangan produk kerajinan yang memiliki nilai jual juga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. DAFTAR PUSTAKA