LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MANASIK DENGAN METODE FONIK PADA MEMBACA PERMULAAN KELAS 1 SD Helinda Apriliana 1,*. Sariban 2. Ida Sukowati 3 1-3Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 lindaapriliana20@gmail. 2 sariban@unisda. 3 idasukowati@unisda. ARTICLE INFO Article history Received: 02-01-2025 Revised: 20-01-2025 Accepted: 02-02-2025 ABSTRAK Tujuan penelitian mendeskripsikan proses, kualitas, dan keefektifan pengembangan media manasik dalam pembelajaran membaca permulaan. Jenis penelitian yang digunakan penelitian R&D. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif kuantitatif. Pengembangan media manasik ini, diawali dengan menentukan lokasi penelitian, melakukan wawancara dengan guru dan siswa guna mengetahui analisis kebutuhan guru, siswa dan kurikulum serta analisis terkait materi yang dilakukan dalam penelitian. Kelayakan media ini juga memberikan kontribusi pada siswa karena sudah divalidasi ahli media dan ahli materi media pembelajaran. Hasil validasi tersebut menambah kesempurnaan dan dapat membuat siswa meningkatkan hasil belajarannya. Hal ini dapat dibuktikan dengan tingkat keefektifannya yaitu dengan melakukan posttest untuk memperoleh nilai siswa sesudah belajar menggunakan Manasik. Diperoleh data nilai rata-rata sebelum menggunakan Manasik adalah 73,90 sedangkan nilai rata-rata sesudah penggunaan Manasik adalah 86,70 ada peningkatan nilai dengan selisih 12,80. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produk efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Kata kunci: media interaktif manasik, metode fonik, membaca permulaan. ABSTRACT The purpose of the study is to describe the process, quality, and effectiveness of the development of manasik media in learning to read initially. The type of research used is R&D. Data collection techniques use documentation, observation, and questionnaires. The data analysis technique uses qualitative quantitative analysis. The development of this manasik media is starting with determining the location of the research, conducting interviews with teachers and students to find out the analysis of the needs of teachers, students and the curriculum as well as analysis related to the material carried out in the research. The feasibility of this media also contributes to students because it has been validated by media experts and learning media material experts. The results of the validation add perfection and can make students improve their learning outcomes. This can be proven by the level of effectiveness, a posttest is carried out to obtain student scores after learning to use Manasik. Data was obtained that the average score before using Manasik was 73. 90 while the average score after using Manasik was 86. 70, there was an increase in value with a difference of So it can be concluded that the product is effective in improving students' initial reading skills. Keyword: manasik interactive media, phonics method, early reading. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas 1 SD merupakan masalah yang umum dan signifikan dalam dunia pendidikan. Berdasarkan hasil temuan observasi, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik untuk mendongkrak kemampuan membaca siswa kelas 1 SD. Media pembelajaran interaktif https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu mereka mengatasi kesulitan membaca permulaan (Delina dkk. , 2023:. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, sehingga memfasilitasi proses belajar yang lebih efektif (Rahmadayatni , 2022:. Metode fonik juga terbukti efektif dalam mengajarkan membaca permulaan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Metode ini mengajarkan siswa untuk mengenali bunyi huruf dan menggabungkannya menjadi kata, yang sangat sesuai dengan perkembangan kognitif anak-anak. Metode fonik, yang berfokus pada pengenalan bunyi huruf dan penggabungan bunyi menjadi kata, telah terbukti efektif dalam mengajarkan membaca permulaan (Hasanudin dkk. , 2024:. Melalui pengembangan media pembelajaran interaktif Manasik (Membaca Jadi Asyi. berbasis metode fonik, diharapkan siswa tidak hanya dapat meningkatkan keterampilan membaca mereka tetapi juga menikmati proses belajar. Media ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan dengan memanfaatkan elemen visual dan interaktif (Rosa dkk. , 2023:. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa tetapi juga memberikan sumbangan signifikan bagi pengembangan metode pengajaran di sekolah dasar. Media pembelajaran yang interaktif dapat menjadi solusi untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif Manasik (Membaca Jadi Asyi. dengan metode fonik yang dirancang khusus untuk materi membaca permulaan pada siswa kelas 1 SD sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia melalui inovasi media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Berdasarkan paparan tersebut, peneliti membuat rumusan masalah untuk menguraikan bagaimana proses pengembangan, kualitas dari segi kevalidan dan kepraktisan, serta keefektifan media pembelajaran interaktif Manasik dengan metode fonik pada membaca permulaan kelas 1 sekolah dasar. Sesuai dengan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pengembangan, kualitas dan keefektifan pengembangan media pembelajaran interaktif Manasik dengan metode fonik pada membaca permulaan kelas 1 sekolah dasar. Sedangkan manfaat penelitian ini adalah memperkuat pemahaman tentang media pembelajaran dapat memengaruhi pproses belajar siswa, menjadi acuan dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, serta menambah wawasan dalam bidang pendidikan kebahasaan, secara teoretis. Manfaat praktisnya yakni media manasik ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar membaca siswa, serta memberikan alat bantu yang efektif bagi guru dalam mengajrakan membaca permulaan. Dan bagi peneliti lain, penelitian ini bisa menjadi referensi dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif di bidang pendidikan lainnya. Kristanto, . 6:3-. menjelaskan bahwa media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Dikaitkan dengan era digital saat ini, siswa sekolah dasar telah terbiasa dengan penggunaan teknologi sehari-hari, penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif menjadi semakin relevan. Pembelajaran interaktif memiliki potensi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan menyenangkan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa (Utomo, 2023:3. Pemilihan metode pembelajaran juga membawa pengaruh besar dalam praktik pembelajaran di kelas. Salah satu yang cocok untuk diterapkan di kelas 1 pada membaca permulaan adalah metode fonik. Metode fonik adalah pendekatan dalam pengajaran membaca yang berfokus pada pengenalan bunyi huruf dan kombinasi huruf untuk membentuk kata. Menurut Tarigan . , metode ini membantu siswa memahami hubungan antara huruf dan suara, sehingga mereka dapat membaca dengan lebih lancar. Ada tiga tahapan pokok dalam penggunaan metode fonik yaitu membaca dengan suku kata, membaca kata yang mengandung suku kata tertutup dan membaca kata yang mengandung suku kata vokal ganda Pengembangan Media Gambar Seri dengan Pendekatan Problem Based Learning untuk Pembelajaran Menulis Teks Narasi Siswa Kelas V SD Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. maupun konsonan ganda (Noefrianti, 2012:. Metode fonik tidak langsung mengenalkan anak dengan simbol huruf melainkan ada tahapan yang harus dilewati. Semua tahapan tersebut harus dilewati agar anak benar-benar memiliki kemampuan membaca tidak hanya sampai pada tahap membunyikan kata hingga kalimat namun tidak memahami maksud dari yang Salah satu keunggulan metode fonik adalah kemampuannya untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam membaca. Pada tahap awal, siswa diajarkan untuk mengenali huruf-huruf alfabet dan bunyi yang dihasilkan. Setelah itu, mereka dilatih untuk menggabungkan bunyi-bunyi tersebut menjadi suku kata dan kata. Dengan memahami bunyi huruf, siswa merasa lebih siap untuk membaca kata-kata baru (Dalman dalam Fatmasari, 2018:. Beberapa penelitian terdahulu tentang keefektifan media pembelajaran interaktif pada materi membaca permulaan telah banyak dilakukan. Diantaranya adalah: . Penelitian oleh Hildayanti et al. yang berjudul Pendampingan Kemampuan Literasi Anak Melalui Pembelajaran Fonik, ditemukan bahwa penerapan metode fonik secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca awal anak. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan membaca dari pra-siklus yang hanya mencapai 45% menjadi 90% pada siklus II. Hal ini menegaskan efektivitas metode fonik dalam meningkatkan keterampilan membaca awal, sehingga dapat diadopsi sebagai strategi pembelajaran yang efektif di kelas untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan literasi mereka. Penelitian oleh Delina R Rosa, dkk . berjudul "Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan". Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest siswa adalah 61,16, sedangkan rata-rata posttest meningkat menjadi 90,66, ada peningkatan sekitar 48%. Temuan ini menegaskan bahwa media pembelajaran interaktif yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I Sekolah Dasar, serta memberikan kemudahan bagi guru dalam proses pembelajaran. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Iswahyudi, dkk . , menyebutkan tujuan Research and Development adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan program, metode, atau materi pembelajaran yang digunakan untuk menghasilkan sebuah produk dan menguji keefektifan dari produk tersebut. Mulyatiningsih . 5:179-. menyebutkan prosedur penelitian dan pengembangan model ADDIE terdiri dari lima langkah yaitu. Analysis . , . Design . , . Development . , . Implementation . Evaluation . Pada tahap analisis, dilakukan analisis kebutuhan untuk memahami karakteristik siswa kelas 1 SD dan tantangan yang mereka hadapi dalam belajar membaca. Tahap berikutnya adalah merancang media pembelajaran interaktif Manasik (Membaca Jadi Asyi. Pada tahap pengembangan, media dikembangkan berdasarkan desain yang telah dibuat dan hasil validasi serta uji coba. Tahap implementasi dilakukan melalui pembelajaran di kelas. Tahap terakhir adalah evaluasi untuk menilai keefektifan media pembelajaran yang telah dikembangkan melalui umpan balik dan analisis hasil belajar. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas I di SDN Banjarmendalan Kecamatan Lamongan yang terdiri dari 20 peserta didik. Sedangkan sumber data yang digunakan ada 2 jenis meliputi data kualitatif . asil observasi dan wawancar. , dan data kuantitatif . asil angket dan hasil belajar sisw. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian ini dengan pengembangan Reseach and Development (R&D) yang dilakukan mengacu pada model ADDIE dengan 5 tahapan sebagai berikut : Analysis. Design. Development. Implementasi dan Evaluasi. Pada tahap analisis, peneliti mengindentifikasi dan menganalisis kebutuhan siswa kelas I di SDN Banjarmendalan Kabupaten Lamongan dengan melakukan wawancara bersama pendidik kelas I. Dari hasil wawancara tersebut ditemukan Pengembangan Media Gambar Seri dengan Pendekatan Problem Based Learning untuk Pembelajaran Menulis Teks Narasi Siswa Kelas V SD Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. permasalahan: beberapa siswa belum lancar membaca terutama dalam membaca permulaan. Sebelumnya, guru sudah memberikan jam tambahan untuk peserta didik tersebut melalui pembelajaran drill membaca, tetapi belum ada perubahan signifikan dikarenakan guru kelas hanya bersumber pada buku pendamping membaca. Sehingga perlu diberikan media pembelajaran interaktif pendamping khusus untuk peserta didik yang belum lancar membaca Media pembelajaran interaktif Manasik (Membaca Menjadi Asyi. ini dirancang sebagai media pembelajaran interaktif pendamping membaca permulaan untuk siswa yang belum lancar membaca. Media ini juga akan meningkatkan motivasi membaca peserta didik, konten yang menarik baik dari segi gambar, warna, suara, dan kuis akan membuat peserta didik tertarik menggunakan media Manasik ini, dengan demikian kemampuan membaca permulaan peserta didik di SDN Banjarmendalan akan meningkat. Tahap desain ini, peneliti merancang untuk pengembangan media pembelajaran interaktif Manasik yakni dimulai dari format, desain . platform, ukuran, tata letak dan warn. , dan materi yang digunakan didalamnya. Serta dalam tahap desain ini peneliti membuat instrument untuk validasi kepada validator dan instrumen untuk respon peserta didik. Media pembelajaran interaktif Manasik dirancang dengan menggunakan draft powerpoint canva berukuran 16:9. berisi 63 slide/ halaman. warna yang digunakan adalah warna cerah terang dan gambar yang menarik serta sesuai dengan peserta didik sekolah dasar. pemilihan gambar pada media pembelajaran interaktif Manasik ini disesuaikan dengan materi di dalamnya. gambar yang digunakan disesuaikan dengan pengetahuan peserta didik seperti yang ada di sekitarnya misalnya: bola, baju, ikan, nasi, cabai, dan lain-lain. terdapat pula video yang dapat diakses dalam media Manasik ini untuk mendukung materi pembelajaran utama. menguji pemahaman dan kemampuan membaca peserta didik, media Manasik juga dilengkapi asesmen berupa kuis interaktif. Pada tahap pengembangan, peneliti melakukan pengembangan media pembelajaran interaktif Manasik sebagai media pendamping yang sesuai dengan rancangan dan sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Pada pengembangan media Manasik ini, peneliti menggunakan aplikasi canva yang sangat relevan dengan kebutuhan pada media pembelajaran interaktif yang akan dikembangkan. Tahap implementasi, media pembelajaran interaktif Manasik ini di implementasikan kepada 10 peserta didik kelas I di SDN 4 Jetis Kabupaten Lamongan sebagai kelompok kecil, dan 20 peserta didik di SDN Banjarmendalan Lamongan sebagai kelompok besar. Penerapan media pembelajaran interaktif Manasik sebagai media pembelajaran interaktif pendamping membaca permulaan ini dilakukan pada jam pelajaran. Peserta didik menerima media pembelajaran interaktif Manasik secara klasikal berupa tayangan di layar proyektor di depan kelas, dan secara individual berupa link yang bisa diakses secara bebas dimana saja dan kapan saja. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas, peserta didik bersama-sama mengikuti pembelajaran dari guru menggunakan media pembelajaran interaktif Manasik ini. Berikutnya, pada tahap evaluasi diketahui hasil presentase kelayakan dengan melihat perolehan penilaian, saran dan kritik dari para validator ditahap sebelumnya. Adapun saran dan kritik dari para validator terhadap media pembelajaran interaktif Manasik ini antara lain belum adanya petunjuk penggunaan, tujuan instruksional umum dan khusus, menambahkan identitas pada cover. Untuk menguji kelayakan dan kemenarikan media Manasik ini diperlukan uji validitas ahli dan uji coba lapangan melalui penyebaran angket. serta hasil pre-test post-test siswa kelas I. Berdasarkan hasil perhitungan validasi ahli desain media pada media Manasik, persentase kelayakan sebesar 93,3% dengan kriteria sangat layak dan tidak perlu revisi. Sedangkan hasil perhitungan validasi ahli materi, diperoleh skor kelayakan sebesar 83,3%. Hasil kedua perhitungan tersebut masuk pada kriteria sangat layak dan tidak perlu revisi. Namun perlu memperhatikan saran dan kritik dari ahli media dan materi untuk memperoleh suatu produk yang sempurna. Untuk mengetahui uji kemenarikan media, hasil perhitungan angket respon peserta didik pada media Manasik didapatkan skor sebesar 94% dengan kriteria sangat Hal itu menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif Manasik sangat menarik Pengembangan Media Gambar Seri dengan Pendekatan Problem Based Learning untuk Pembelajaran Menulis Teks Narasi Siswa Kelas V SD Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. sebagai media pembelajaran interaktif pendamping membaca permulaan pada peserta didik kelas I. Di samping uji kemenarikan, berikut adalah hasil analisis kemampuan membaca permulaan melalui pre-test dan post-test: Diagram 1. Grafik Nilai Pre-test dan Post-test Diagram Nilai Pretest-Posttest KKTP PRETEST POSTTEST N-GAIN SCORE Tabel 5. Hasil Pre-Test. Post-Test, dan N-gain NO. NAMA OBBY DIRGA RENDRA AGUS SALMAN DIARRA NICO LUCKY IFAH TIAN RAKA PRINCESS ADRIAN RIAN ARDI MUKTI KRISNA LINTANG PUTRA ALIF TOTAL RATA-RATA KKTP PRETEST POSTTEST N-GAIN SCORE 0,70588235 0,40740741 0,48571429 0,42857143 0,65 0,37037037 0,53333333 0,36363636 0,52941176 0,75 0,33333333 0,73333333 0,44 10,130994 0,5065497 KRITERIA TINGGI SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG RENDAH SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG TINGGI RENDAH TINGGI SEDANG SEDANG SEDANG Sesuai dengan garifk hasil data kedua test membaca permulaan diatas, maka dapat diperoleh pre-test dengan rata-rata yaitu 73,9 dan post-test dengan rata-rata yaitu 86,7. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatkan pada rata-rata post-test. Maka langkah selanjutnya adalah menganalisis Uji N-Gain untuk mengetahui apakah ada peningkatan kemampuan membaca permulaan kelas I di SDN Banjarmendalan setelah di uji cobakan Media Pengembangan Media Gambar Seri dengan Pendekatan Problem Based Learning untuk Pembelajaran Menulis Teks Narasi Siswa Kelas V SD Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. pembelajaran interaktif AuManasikAy. Berdasarkan tabel diatas, hasil uji N-Gain menunjukkan bahwa skor rata-rata N-Gain adalah 0,5 dengan kriteria sedang. Pembahasan Pengembangan media pembelajaran interaktif "Manasik" dengan metode fonik pada membaca permulaan di kelas 1 sekolah dasar bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan efektif. Kualitas media ini diukur dari dua aspek utama, yaitu kevalidan dan kepraktisan. Kevalidan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Manasik dengan Metode Fonik pada Membaca Permulaan Analisis kevalidan Media Pembelajaran Interaktif Manasik dengan Metode Fonik pada Membaca Permulaan didapatkan melalui 2 penilaian ahli, yakni ahli desain dan ahli materi, berikut ini merupakan hasil dari penilaian ahli tersebut: Ahli Media Berdasarkan hasil perhitungan persentase ahli media yang terdapat pada tabel 10 dapat diketahui bahwa tingkat validasi Media Pembelajaran Interaktif Manasik dengan Metode Fonik pada Membaca Permulaan telah mencapai 85% yang menunjukkan kriteria valid. Karena menurut ahli desain kriteria produk sudah menunjukkan valid, maka produk sudah dapat diterapkan pada siswa jenjang SD khususnya kelas 1. Selain itu ahli desain juga memberikan kritik dan saran untuk perbaikan produk, kritik dan saran tersebut terkait cover depan media, jenis huruf, rona warna dan gambar. Ahli Materi Berdasarkan hasil perhitungan persentase ahli materi yang terdapat pada tabel 12 dapat diketahui bahwa tingkat validasi materi pada Media Pembelajaran Interaktif Manasik dengan Metode Fonik pada Membaca Permulaan telah mencapai 80% yang menunjukkan kriteria valid. Karena menurut ahli materi kriteria produk sudah menunjukkan valid, maka produk sudah dapat diterapkan pada siswa jenjang SD kelas Selain itu ahli materi juga memberikan kritik dan saran untuk perbaikan produk, kritik dan saran tersebut terkait informasi kesesuaian materi. Berdasarkan penilaian kedua ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa Media Pembelajaran Interaktif Manasik dengan Metode Fonik pada Membaca Permulaan dinyatakan valid dan dapat diterapkan pada siswa jenjang SD kelas 1. Kepraktisan Media Pembelajaran Interaktif Manasik dengan Metode Fonik pada Membaca Permulaan Uji kepraktisan merupakan proses evaluasi yang bertujuan untuk menentukan seberapa mudah dan efisien suatu produk, sistem, atau metode dapat digunakan dalam kondisi nyata oleh pengguna. Uji ini fokus pada aspek-aspek seperti kemudahan penggunaan, efisiensi, efektivitas, dan kepuasan pengguna. Dalam uji kepraktisan ini peneliti melakukan uji coba produk untuk kelompok kecil kelompok besar, dan uji coba produk untuk lapangan. Uji Coba Kelompok Kecil Uji coba kelompok kecil atau uji coba terbatas hanya dilakukan pada 10 siswa kelas 1 SDN 4 Jetis. Data diperoleh dari angket respon siswa setelah menggunakan media pembelajaran interaktif AuManasikAy. Berdasarkan hasil perhitungan yang melibatkan 10 responden diperoleh hasil persentase sebesar 81% yang menunjukkan media pembelajaran interaktik Manasik memiliki kualifikasi sangat menarik, namun masih perlu dilakukan revisi tahap 2 terhadap produk agar lebih layak untuk diuji cobakan di lapangan atau kelompok besar. Uji Coba Kelompok Besar Uji coba kelompok besar atau uji coba luas dilakukan pada 20 siswa kelas 1 SDN 4 Jetis. Data diperoleh dari angket respon siswa setelah menggunakan media pembelajaran interaktif AuManasikAy. Berdasarkan hasil perhitungan yang melibatkan 20 responden diperoleh hasil persentase sebesar 93% yang menunjukkan media Pengembangan Media Gambar Seri dengan Pendekatan Problem Based Learning untuk Pembelajaran Menulis Teks Narasi Siswa Kelas V SD Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. pembelajaran interaktik Manasik memiliki kualifikasi sangat menarik, namun masih perlu dilakukan revisi tahap 2 terhadap produk agar lebih layak untuk diuji cobakan di Uji Coba Lapangan Produk yang telah diuji coba dalam kelompok kecil dan besar yang telah direvisi, selanjutnya dilakukan uji coba produk di lapangan. Uji coba ini melibatkan seluruh populasi siswa kelas 1 SDN Banjarmendalan yang berjumlah 20 siswa. Berdasarkan hasil perhitungan yang melibatkan 20 responden diperoleh hasil persentase sebesar 94% yang menunjukkan media pembelajaran interaktif AuManasikAy memiliki kualifikasi sangat menarik. Berdasarkan kedua uji kepraktisan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa peserta didik kelas 1 SDN Banjarmendalan dan SDN 04 Jetis merasa bahwa media pembelajaran interaktif Manasik sesuai dengan dunia mereka. Media Manasik ini dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa karena kombinasi teks sederhana dan gambar menarik serta suara pemandu membuat materi mengucapkan bunyi abjad lebih mudah dan menyenangkan. Hal ini didukung hasil penelitian Apriliani bahwa media bergambar dapat meningkatkan literasi siswa karena kombinasi teks sederhana dan ilustrasi menarik membuat materi lebih mudah dipahami dan menarik perhatian mereka (Apriliani. Pawestri & Radia. Hoesein, 2020: Ilustrasi membantu anak-anak menghubungkan kata-kata dengan gambar. Keefektifan Hasil Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Manasik dengan Metode Fonik pada Membaca Permulaan Sesuai dengan tabel hasil data kedua test membaca permulaan diatas, menunjukkan bahwa adanya peningkatkan pada rata-rata post-test. Maka langkah selanjutnya adalah menganalisis Uji N-Gain untuk mengetahui apakah ada peningkatan kemampuan membaca permulaan kelas I di SDN Banjarmendalan setelah di uji cobakan media Manasik. Berdasarkan tabel diatas, hasil uji N-Gain menunjukkan bahwa skor rata-rata N-Gain adalah 0,5 dengan kriteria sedang. Hasil perolehan rata-rata skor N-Gain tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada hasil tes kemampuan membaca permulaan peserta didik sebelum dan sesudah diberikan media Manasik sebagai media pendamping. Analisis Respon Peserta didik Pada penelitian ini subjek untuk respon peserta didik berjumlah 20 peserta didik kelas I di SDN Banjarmendalan Kabupaten Lamongan untuk memperoleh hasil respon peserta didik terhadap media pembelajaran interaktif Manasik, peneliti memberikan angket yang berisi 10 pernyataan dengan 4 skala penilaian. Berdasarkan hasil secara keseluruhan diperoleh nilai presentase sebesar 94,00% dengan kriteria sangat menarik. Hal itu berarti peserta didik memberikan respon sangat menarik terhadap media pembelajaran interaktif Manasik sebagai media pembelajaran interaktif pendamping membaca permulaan. Media pembelajaran interaktif Manasik ini didesain menarik dengan berbagai gambar yang berwarna didalamnya sehingga cocok untuk peserta didik kelas rendah yakni kelas I supaya tidak membosankan. Analisis Kemampuan Membaca Permulaan Peserta Didik Penerapan media pembelajaran interaktif Manasik sebagai media pembelajaran interaktif pendamping membaca permulaan menarik bagi peserta didik dan menumbuhkan semangat minat baca peserta didik. Hal itu ditinjau dari hasil respon peserta dalam proses penerapan media pembelajaran interaktif Manasik berlangsung yang memperoleh presentasi 94,00% dengan krtiteria sangat Berdasarkan dengan hasil wawancara bersama pendidik kelas I di SDN Banjarmendalan, terdapat beberapa peserta didik yang mempunyai kemampuan membaca permulaan yang rendah dan belum adanya media pembelajaran interaktif pendamping khusus untuk kemampuan membaca permulaan, sehingga jam tambahan yang diberikan pendidik kelas untuk peserta didik tersebut belum ada Pengembangan Media Gambar Seri dengan Pendekatan Problem Based Learning untuk Pembelajaran Menulis Teks Narasi Siswa Kelas V SD Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. Maka untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan membaca permulaan peserta didik, peneliti memberikan pre- test dan post-test untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik sebelum dan sesudah diimplementasikan media pembelajaran interaktif Manasik. Berdasarkan hasil kedua tes tersebut terbukti terdapat adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I di SDN Banjarmendalan Kabupaten Lamongan dengan media pembelajaran interaktif Manasik sebagai media pembelajaran interaktif pendamping. Simpulan Pengembangan media Manasik dikembangkan dengan model ADDIE melalui 5 tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Berdasarkan hasil validasi ahli, media Manasik dinyatakan sangat layak dengan memperoleh presentase 83,3% dari validator ahli materi dan 93. 3% dari validator ahli media. Hasil respon peserta didik terkait kemenarikan media Manasik memperoleh nilai presentanse 95,75% dengan kriteria sangat Hal ini dikarenakan media Manasik di desain dengan menggunakan pewarnaan dan gambar yang menarik peserta didik. Sehingga media Manasik dinyatakan layak untuk digunakan oleh peserta didik kelas I di SDN Banjarmendalan Kabupaten Lamongan. Hasil kemampuan membaca permulaan peserta didik terdapat peningkatan setelah penggunakan media Manasik sebagai buku pendamping membaca. Kemampuan membaca peserta didik meningkat dari rata-rata sebesar 66,2% meningkat menjadi 85,6%. Hal itu diketahui melalui Pre-test dan Post-test yang dilakukan sebelum dan sesudah adanya penerapan media Manasik. Selain itu, hasil uji analisis menggunakan N-gain menunjukkan bahwa skor rata-rata N-Gain adalah 0,6 dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil tersebut dapat peneliti simpulkan bahwa media Manasik dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I di SDN Banjarmendalan Kabupaten Lamongan. Daftar Pustaka