Vol. 4 No. 2 Desember 2025 Hal 606-616 Https://ojs. PENGEMBANGAN APLIKASI INVENTORY MENGGUNAKAN ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION DAN C 4. 5 BERBASIS WEB Moch Miftakhul Rizal1*. Mukh. Taofik Chulkamdi2. Filda Febrinita3 1,2,3Teknik Informatika. Fakultas Teknik dan Informatika. Universitas Islam Balitar E-mail: mftkhlrizal@gmail. com1*, chulkamdi@gmail. com2, febrinitafilda80@gmail. ABSTRACT INFO ARTIKEL Sejarah Artikel Diterima : 14/10/2025 Direvisi : 01/11/2025 Diterbitkan : 01/12/2025 *Corresponding author mftkhlrizal@gmail. DOI: 10. 70247/jumistik. Https://ojs. GRAPHICAL ABSTRACT The main issue in Kepinos Warehouse lies in inefficient stock management, characterized by frequent cases of overstock, understock, and inaccurate record-keeping that disrupt operational performance. This study aims to develop a web-based inventory system integrating the Differential Evolution (DE) algorithm for stock optimization and the C4. 5 algorithm for item category classification based on sales frequency. The system was developed using the Rapid Application Development (RAD) methodology to ensure iterative and user-centered design. System testing was conducted using Black Box Testing to verify functionality and Closed Beta Testing to evaluate user feasibility. The results show that all features performed as expected, with user validation scores of 74% from IT experts, 86. 4% from warehouse administrators, and 76% from operational staff. These findings indicate that the system is technically and functionally feasible, enhancing efficiency, accuracy, and responsiveness in warehouse inventory Keywords: Inventory System. Differential Evolution. C4. Stock Optimation. RAD ABSTRAK Permasalahan utama dalam pengelolaan stok di Kepinos Warehouse adalah terjadinya overstock, understock, serta ketidaktepatan pencatatan yang berdampak pada menurunnya efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi sistem inventory berbasis web yang mengintegrasikan algoritma Differential Evolution (DE) untuk optimasi kebutuhan stok serta algoritma C4. 5 untuk klasifikasi kategori barang berdasarkan tingkat kelarisan. Metode pengembangan yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) yang menekankan kecepatan iterasi dan keterlibatan aktif pengguna. Pengujian sistem dilakukan melalui Black Box Testing untuk verifikasi fungsionalitas dan Closed Beta Testing guna menilai aspek kelayakan dari sisi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fitur berfungsi sesuai skenario yang ditetapkan, dengan hasil uji kelayakan sebesar 74% dari ahli IT, 86,4% dari admin gudang, dan 76% dari staf operasional. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sistem dinilai layak digunakan dari aspek teknis, fungsionalitas, dan kemudahan penggunaan. Secara keseluruhan, penerapan algoritma DE dan C4. 5 mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, serta responsivitas dalam pengelolaan stok barang di lingkungan gudang. Kata kunci: Sistem Inventory. Differential Evolution. C4. Optimasi Stok. RAD A 2025 Penerbit STMIK Amika Soppeng. All rights reserved . 606Ae616 | w. id | eISSN 2964Ae3953 | PENDAHULUAN Pengelolaan inventaris merupakan elemen penting dalam mendukung efisiensi operasional organisasi, baik di sektor publik maupun swasta. Sistem inventaris yang efektif tidak hanya berfungsi sebagai sarana pencatatan data barang, tetapi juga menjadi dasar bagi pengambilan keputusan strategis dalam hal perencanaan, distribusi, serta pengendalian aset. Meski demikian, banyak instansi masih menghadapi tantangan dalam menjaga akurasi dan efisiensi data inventaris akibat penggunaan metode pencatatan Ketergantungan konvensional sering kali menimbulkan kesalahan, redundansi data, serta keterlambatan proses Sebagai contoh. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barito Kuala masih mengelola inventaris ketidaksesuaian antara data administrasi dan kondisi barang di lapangan. Kondisi serupa terjadi pada BPS Kabupaten Sukoharjo, di mana sistem inventarisasi aset masih dilakukan menggunakan lembar kerja terpisah, sehingga pengelolaan data menjadi tidak efisien dan rawan kesalahan manusia. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa sistem manual tidak lagi memadai dalam mendukung kebutuhan operasional yang dinamis dan berbasis data real-time. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan digital yang mampu mengintegrasikan seluruh proses inventarisasi dalam satu sistem terpadu. Penerapan teknologi informasi berbasis web Sistem web-based memungkinkan data inventaris tersimpan secara terpusat, mudah diakses oleh berbagai pengguna, serta mendukung pembaruan data secara real-time. Menurut . , penerapan sistem inventaris berbasis web mampu meningkatkan efisiensi, akurasi pencatatan, dan transparansi informasi dalam pengelolaan aset. Hal ini sejalan dengan temuan BPS Kabupaten Tegal . yang menegaskan pentingnya sistem inventaris terintegrasi untuk memantau jumlah, nilai, dan kondisi Barang Milik Negara (BMN) secara akurat. Dengan merupakan langkah strategis dalam mendukung tata kelola aset yang baik dan efisien. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini berfokus pada pengembangan aplikasi web-based inventory system yang mengintegrasikan dua algoritma kecerdasan buatan, yaitu Differential Evolution (DE) untuk optimasi stok dan C4. 5 untuk klasifikasi barang berdasarkan tingkat kelarisan. Penelitian dilakukan pada Kepinos Warehouse, permasalahan seperti overstock, understock, dan ketidaktepatan pencatatan stok akibat sistem Integrasi pengelolaan inventaris, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta membantu manajemen dalam Moch Miftakhul Rizal et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 606Ae616 mengambil keputusan berbasis data yang akurat dan Dalam sistem yang dikembangkan, algoritma Differential Evolution berperan mengoptimalkan jumlah stok agar sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pelanggan. Algoritma ini mencari solusi terbaik melalui proses evolusi populasi kandidat menggunakan tahapan mutation, crossover, dan selection . Sementara itu, algoritma C4. 5 digunakan untuk mengklasifikasikan data inventaris berdasarkan pola permintaan dan tingkat kelarisan barang. Menurut . , kombinasi kedua algoritma tersebut mampu memperkuat kinerja sistem dalam mengolah data berukuran besar . ig dat. dan menghasilkan prediksi yang lebih akurat. Dengan demikian, integrasi DE dan C4. 5 memberikan solusi yang komprehensif terhadap permasalahan optimasi dan klasifikasi stok dalam sistem inventaris. Temuan ini diperkuat oleh beberapa penelitian Penelitian oleh Amarullah, dkk. menunjukkan bahwa penerapan algoritma C4. 5 pada sistem manajemen stok obat di Apotek Nafa Farma mampu meningkatkan efisiensi pencatatan dan prediksi kebutuhan dengan tingkat akurasi mencapai 80,67% serta F1-score rata-rata sebesar 80,52%. Temuan serupa juga dilaporkan oleh Alyshen dan Harman . pada PT Prima Niaga Indomas, di mana penggunaan algoritma C4. 5 dalam memprediksi penjualan barang terbukti meningkatkan ketepatan estimasi stok dan efisiensi inventaris secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, integrasi antara algoritma C4. 5 dan Differential Evolution dalam penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan sistem dalam melakukan prediksi stok sekaligus optimasi pemesanan secara adaptif dan akurat. Dalam Kepinos Warehouse pelanggan rutin dari delapan pada tahun 2022 menjadi tiga belas pada tahun 2024. Pertumbuhan pelanggan ini diikuti oleh peningkatan aktivitas keluar masuk barang yang signifikan. Proses pencatatan yang masih menggunakan buku dan Microsoft Excel sering kali menyebabkan kesalahan, kehilangan data, dan keterlambatan pemesanan ulang. Akibatnya, perusahaan kerap mengalami ketidakseimbangan stok, baik berupa overstock yang menyebabkan penumpukan barang di gudang maupun understock yang menunda pemenuhan permintaan pelanggan. Situasi ini berdampak pada penurunan kepuasan pelanggan dan potensi kerugian akibat kerusakan Masalah penerapan sistem inventaris yang tidak hanya berfungsi mencatat data, tetapi juga mampu menganalisis dan memprediksi kebutuhan stok secara Dengan menerapkan algoritma Differential Evolution dan C4. 5, sistem diharapkan dapat melakukan pengambilan keputusan secara cerdas, seperti menentukan jumlah stok optimal serta mengidentifikasi barang dengan tingkat permintaan tinggi berdasarkan pola historis penjualan Proses Rapid Application Development (RAD) memungkinkan pengembangan yang cepat, iteratif, dan melibatkan pengguna secara aktif pada setiap Sitio dkk. menjelaskan bahwa RAD efektif diterapkan pada proyek yang memerlukan mempertahankan kualitas hasil. Dengan metode ini, sistem dapat dikembangkan secara fleksibel sesuai khususnya dalam konteks operasional gudang yang dinamis seperti di Kepinos Warehouse. Setelah sistem selesai dikembangkan, dilakukan pengujian dengan dua metode, yaitu Black Box Testing dan Closed Beta Testing. Metode Black Box Testing digunakan untuk menguji fungsionalitas sistem tanpa melihat struktur internal kode, memastikan bahwa setiap fitur berfungsi sesuai rancangan. Sementara itu. Closed Beta Testing dilakukan dengan melibatkan tiga kelompok pengguna, yaitu ahli IT, admin gudang, dan staf operasional, untuk menilai Pendekatan ini pandangan Sugiono . bahwa uji teknis dan validasi pengguna perlu dilakukan secara paralel implementasi penuh. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan sistem inventaris berbasis web yang tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga efektif dalam mendukung pengambilan keputusan Melalui integrasi algoritma Differential Evolution dan C4. 5, sistem diharapkan dapat meningkatkan akurasi prediksi stok, mengoptimalkan alur distribusi barang, serta meminimalkan potensi kesalahan manusia. Secara praktis, penerapan sistem ini dapat membantu Kepinos Warehouse mengelola inventaris secara lebih terstruktur, responsif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi informasi di bidang logistik dan manajemen persediaan. TINJAUAN PUSTAKA Inventory Inventory atau persediaan merupakan bahan atau barang yang disimpan untuk tujuan tertentu, seperti proses produksi yang mengubah bahan mentah menjadi produk jadi. Jika barang yang disimpan berupa komponen, maka akan dijual kembali sebagai barang dagangan. Menurut Sudarto . , inventory adalah stok barang atau sumber daya yang digunakan dalam organisasi perusahaan dan memiliki peran penting dalam meningkatkan fleksibilitas serta efisiensi operasi produksi. Fungsi utama inventory antara lain untuk mengantisipasi menstabilkan operasi dari fluktuasi permintaan, memungkinkan perusahaan memperoleh potongan Moch Miftakhul Rizal et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 606Ae616 harga karena pembelian dalam jumlah besar. Selain itu, inventory berfungsi sebagai penyangga dalam operasi produksi, mencegah kekurangan stok akibat keterlambatan pasokan, melindungi dari inflasi, dan membantu mengontrol biaya pembelian. Berdasarkan klasifikasinya, inventory dapat dibedakan menjadi lima kategori, yaitu persediaan bahan baku . aw materia. , barang dalam proses, supplies inventory sebagai penunjang operasi, barang dagangan, dan barang jadi hasil produksi . Optimasi Optimasi adalah cabang ilmu matematika yang berfokus pada pencarian nilai maksimum atau minimum suatu fungsi untuk mencapai hasil paling efisien dengan sumber daya terbatas. Konsep ini sejalan dengan prinsip ekonomi yang menekankan pengeluaran minimal untuk hasil maksimal . Teknik optimasi terbagi menjadi mathematical programming seperti support vector machines dan gradient descent, serta combinatorial optimization seperti graph theory dan genetic algorithm. Penerapan optimasi meliputi bidang teknologi, ekonomi, hingga Dalam praktiknya, optimasi dapat diterapkan misalnya untuk meningkatkan performa komputer dengan menonaktifkan program tidak diperlukan agar sistem bekerja lebih efisien. Differential Evolution Differential Evolution (DE) merupakan algoritma optimasi berbasis populasi yang dikembangkan dari konsep evolusi biologis. Menurut Wang dan Yu . , algoritma ini bekerja melalui proses mutation, crossover, dan selection untuk menghasilkan solusi yang semakin mendekati nilai optimal pada setiap Proses mengeksplorasi ruang pencarian secara luas sekaligus mempertahankan kemampuan eksploitasi terhadap solusi potensial. Selain itu. Farda dan Thammano, 2023 . menyebutkan bahwa fleksibilitas DE membuatnya efektif diterapkan pada berbagai permasalahan optimasi numerik dan multidimensi. Pengembangan kemungkinan terjebak pada local optimum. Dengan demikian. Differential Evolution dipandang sebagai metode optimasi yang efisien, stabil, dan relevan untuk mendukung sistem pengambilan keputusan berbasis komputasi . Algoritma C4. Algoritma C4. 5 merupakan pengembangan dari ID3 yang populer untuk menyusun decision tree pada skenario supervised learning, di mana pemilihan atribut didasarkan pada ukuran informasi seperti entropy dan information gain sehingga atribut paling informatif dijadikan pemisah awal dalam pohon Proses pembentukan pohon meliputi penentuan akar . tribut dengan gain tertingg. , pembentukan cabang untuk setiap nilai atribut, pembagian ulang kasus pada setiap cabang, dan iterasi hingga setiap cabang homogen terhadap kelas Karena struktur pohon yang intuitif dan kemampuannya menangani atribut kontinu maupun diskrit. C4. 5 banyak dipakai dalam aplikasi nyata mulai dari prediksi penjualan hingga analisis risiko, penelitian terbaru juga menyorot upaya mempercepat dan mendistribusikan perhitungan C4. 5 untuk data berukuran besar . Selain itu, modifikasi modern misalnya strategi pemilihan fitur yang adil atau mekanisme pruning dan mutasi parameter telah diteliti untuk meningkatkan akurasi, kestabilan, dan keadilan model pada berbagai domain, sehingga C4. 5 tetap relevan sebagai metode klasifikasi yang mudah kebutuhan big data . Rapid Application Development Rapid Application Development (RAD) merupakan metode pengembangan perangkat lunak yang menekankan kecepatan dan fleksibilitas dalam proses pembuatan aplikasi. Pendekatan ini berfokus pada keterlibatan aktif pengguna melalui umpan balik sehingga sistem yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan . RAD terdiri atas beberapa fase utama, yaitu perencanaan kebutuhan, perancangan . , serta penerapan dan evaluasi sistem. Setiap tahap dilakukan secara berulang dengan prototipe sebagai alat utama untuk mempercepat validasi fungsionalitas. Dengan demikian, waktu mengorbankan kualitas hasil akhir. Metode ini sangat efektif diterapkan pada proyek yang memiliki batas waktu ketat dan kebutuhan yang dapat berubah secara dinamis. Selain itu. RAD juga mendorong pengguna, menjadikannya pendekatan yang efisien dalam menghasilkan solusi perangkat lunak yang adaptif dan responsif . Blac Box Testing Black Box Testing merupakan metode pengujian perangkat lunak yang berfokus pada evaluasi fungsionalitas sistem tanpa memperhatikan struktur internal atau kode sumbernya. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa perangkat lunak berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, dengan cara memberikan input dan mengamati output yang dihasilkan. Menurut Praniffa dkk. Black Box Testing dilakukan berdasarkan spesifikasi fungsional tanpa memerlukan pengetahuan tentang implementasi internal. Metode ini berperan penting dalam mendeteksi kesalahan pada fungsi, antarmuka, model data, serta akses terhadap sumber data Beberapa teknik yang umum digunakan dalam Black Box Testing antara lain Equivalence Partitioning, yang membagi domain input ke dalam partisi ekuivalen untuk efisiensi pengujian. Boundary Value Analysis, yang menguji nilai batas karena Moch Miftakhul Rizal et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 606Ae616 kesalahan sering terjadi di area tersebut. Decision Table Testing, yang memanfaatkan tabel keputusan untuk memverifikasi berbagai kombinasi input. State Transition Testing, yang menggunakan model state machine untuk memastikan transisi antarstatus perangkat lunak terjadi sesuai spesifikasi. Closed Beta Testing Closed Beta Testing merupakan tahap pengujian perangkat lunak yang dilaksanakan sebelum peluncuran resmi dengan melibatkan sejumlah pengguna terbatas guna menilai stabilitas sistem, menemukan kesalahan, serta memperoleh masukan Menurut penelitian oleh Fata Nidaul Khasanah dkk. dalam artikel AuBeta Testing Techniques in Non-Functional Testing of Gamified Learning ApplicationsAy . Closed Beta Testing melibatkan pengguna akhir untuk menguji aspek nonfungsional kegunaan, kepuasan, dan kemudahan penggunaan sebelum peluncuran resmi. Pengujian ini dilakukan berdasarkan skenario penggunaan nyata dan umpan balik dari pengguna untuk memastikan aplikasi memenuhi harapan Selanjutnya, studi oleh Hakim, dkk. pada aplikasi TIJE menunjukkan bahwa beta testing menghasilkan identifikasi bug kritis dan peningkatan stabilitas setelah dilakukan alpha testing, sehingga versi beta menjamin aplikasi lebih siap digunakan publik. Dari dua studi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Closed Beta Testing tidak hanya memungkinkan evaluasi sistem dalam kondisi nyata, tetapi juga memberi kesempatan untuk melakukan penyempurnaan berdasarkan umpan balik pengguna akhir guna memastikan kualitas produk sebelum dirilis secara formal. METODOLOGI PENELITIAN Tahapan Penelitian Gambar 1. Tahapan Penelitian Sumber : Hasil Olah Data Gambar 1 menunjukkan tahapan metode Rapid Application Development (RAD) yang digunakan dalam penelitian ini. Proses dimulai dari Requirement Planning untuk menentukan kebutuhan sistem, dilanjutkan dengan Workshop Design sebagai tahap perancangan bersama pengguna. Tahap berikutnya adalah Implementation dan Testing untuk memastikan sistem sesuai dengan kebutuhan yang telah Jika ditemukan kekurangan, proses akan berulang ke tahap Workshop Design hingga sistem Metode RAD bersifat iteratif, fleksibel, cepat beradaptasi terhadap perubahan, serta melibatkan pengguna secara aktif Adapun penjelasan rinci terkait proses RAD adalah sebagai berikut: Requirement Planning (Perencanaa. Tahap awal yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan kebutuhan sistem secara detail sebagai dasar dalam proses pengembangan Workshop Design (Perancangan Bersam. Pada tahap ini, pengembang dan pengguna berkolaborasi untuk merancang tampilan serta kebutuhan yang telah ditentukan. Implementation (Penerapa. Merupakan proses penerjemahan hasil rancangan menjadi sistem nyata yang dapat dijalankan sesuai dengan desain dan kebutuhan pengguna. Testing (Pengujia. Dilakukan untuk memastikan seluruh fitur dan fungsi sistem berjalan sesuai spesifikasi serta mendeteksi kemungkinan kesalahan atau bug. Review (Tinjauan dan Evaluas. Tahap akhir yang berfokus pada evaluasi menyeluruh terhadap hasil pengembangan. Jika ditemukan kekurangan, proses dapat kembali ke tahap Workshop Design untuk dilakukan perbaikan melalui iterasi. Moch Miftakhul Rizal et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 606Ae616 penjelasan untuk membantu dalam proses perancangan dan pembangunan sistem. Studi Pustaka Dilakukan studi pustaka sebagai bahan tambahan guna melengkapi sekurang-kurangnya data yang diperoleh dari wawancara maupun observasi. Tahapan Pengembangan Requirement Planning (Perencanaa. Perencanaan (Requirement Plannin. dilakukan untuk mengidentifikasi dan merumuskan kebutuhan fungsional serta non-fungsional yang harus dipenuhi oleh aplikasi inventory yang dikembangkan. Proses analisis ini didasarkan pada hasil observasi langsung dan wawancara, yang mengungkap berbagai kendala dalam sistem pencatatan manual dan penggunaan spreadsheet. Proses ini menghasilkan kebutuhan hardware dan software sistem serta alur sistem lama dan baru sebagai berikut: Tabel 1. Kebutuhan hardware dan software Kebutuhan hardware dan software Prosesor Intel i5 atau setara. RAM 8GB. Penyimpanan 256GB SSD Laptop atau desktop dengan spesifikasi minimal RAM 4GB dan prosesor Intel i3 Operating System Linux atau Windows Server Web Apache atau Nginx Browser Laravel dan ReactJS Database MySQL atau PostgreSQL Sumber : Hasil Olah Data Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data Metodologi pengumpulan data untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian yang telah ditentukan, dilakukan dengan metode tertentu sesuai dengan Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai Observasi Observasi merupakan suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis. Dengan menggunakan metode ini dilakukan pengumpulan data dengan cara pengamatan secara langsung pelaksanaan kegiataan pada Kepinos Warehouse guna mengetahui secara langsung bagaimana sistem yang sedang berjalan. Wawancara Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Dilakukan tanya jawab dengan pemilik Kepinos Warehouse untuk Gambar 2. Flowchart Sistem Lama Sumber : Hasil Olah Data Setelah dirumuskan sistem yang sedang berjalan seperti gambar 2 maka kemudian dilakukan perumusan alur sistem yang baru. Alur tersebut pengembangan sistem pada proses berikutnya. Moch Miftakhul Rizal et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 606Ae616 yang ada. Pada tahap ini juga dilakukan instalasi program yang dibutuhkan untuk mengakses sistem yang telah dibangun berbasis web seperti browser dan melakukan konfigurasi agar sistem berjalan dengan baik. Testing (Pengujia. Dalam proses pengembangan sistem inventory berbasis web, tahap testing merupakan bagian krusial yang bertujuan untuk memastikan sistem berfungsi sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang telah Pada penelitian ini digunakan dua metode pengujian utama, yaitu Black Box Testing dan Closed Beta Testing. Metode Black Box Testing dilaksanakan oleh pengembang dan tim quality assurance untuk menguji fungsi sistem berdasarkan keluaran yang dihasilkan tanpa melihat kode sumber, meliputi validasi input-output, fungsi utama, serta navigasi antarmuka. Selanjutnya. Closed Beta Testing dilakukan oleh pengguna akhir dalam lingkungan terbatas guna menilai keandalan sistem, responsivitas antarmuka, dan kemudahan penggunaan. Hasil umpan balik dari tahap ini digunakan untuk penyempurnaan sistem sebelum diimplementasikan secara menyeluruh. Gambar 3. Flowchart Sistem Baru Sumber : Hasil Olah Data Gambar 3 menunjukkan bahwa sistem baru telah otomatis dan lebih terstruktur. Workshop Design (Perancangan Bersam. Tahap Workshop Design menggambarkan proses iteratif dalam perancangan sistem aplikasi inventory berbasis web agar fungsional, efisien, dan mudah Pada iterasi pertama, rancangan awal dievaluasi melalui masukan pengguna terkait alur login, struktur data, dan tata letak menu, sehingga dilakukan penyederhanaan proses serta perbaikan Iterasi kedua melibatkan pengguna utama untuk menguji hasil revisi, menghasilkan perbaikan pada navigasi, penambahan fitur notifikasi stok menipis, dan peningkatan konsistensi Sementara itu, iterasi ketiga difokuskan pada penyempurnaan aspek UI/UX, mencakup pengaturan ukuran huruf, warna, dan tata letak tombol agar lebih Hasil akhir tahap ini menghasilkan antarmuka yang konsisten, intuitif, serta sesuai dengan kebutuhan operasional pengguna. Implementation (Penerapa. Pada tahap ini rancangan yang telah dibangun pemrograman yang disesuaikan dengan rangcangan Review (Tinjauan dan Evaluas. Tahap akhir dalam proses pengembangan sistem merupakan fase review yang bertujuan memastikan kesesuaian sistem dengan kebutuhan serta harapan Apabila pada tahap ini ditemukan ketidaksesuaian atau kekurangan, maka proses akan kembali ke tahap Workshop Design untuk dilakukan penyempurnaan melalui mekanisme iteration. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh guna menilai efektivitas, fungsionalitas, dan keandalan sistem sebelum diimplementasikan secara penuh. Setelah sistem dinyatakan sesuai, langkah selanjutnya adalah penarikan kesimpulan dan penyusunan saran yang berfungsi sebagai dasar refleksi hasil penelitian serta acuan bagi pengembangan di masa mendatang. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengembangan Halaman Login Halaman ini dirancang sederhana dengan menampilkan form input untuk username dan password yang harus diisi oleh pengguna sebelum Tujuannya memastikan keamanan data serta membatasi akses hanya kepada pengguna yang memiliki otorisasi Moch Miftakhul Rizal et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 606Ae616 Halaman Data Pelanggan Gambar 4. Halaman Login Sumber : Hasil Olah Data Halaman Dashboard Gambar 7. Halaman Data Pelanggan Sumber : Hasil Olah Data Halaman ini digunakan untuk menampilkan dan mengelola informasi pelanggan, seperti nama pelanggan, alamat, dan kontak yang dapat Fitur ini memudahkan admin dalam mencatat data pelanggan rutin serta mempercepat proses transaksi dan distribusi barang sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan. Gambar 5. Halaman Dashboard Sumber : Hasil Olah Data Gambar 5 menunjukkan tampilan halaman dashboard dari aplikasi inventory. Halaman ini menyajikan ringkasan informasi penting seperti jumlah total barang, stok minimum, barang masuk dan keluar. Dashboard dirancang sebagai pusat kontrol utama yang memberikan gambaran umum kondisi inventaris secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan cepat dan tepat oleh pengguna. Halaman Data Supplier Halaman ini menampilkan informasi penting terkait supplier, meliputi nama, kontak, dan jenis barang yang disuplai. Fitur ini memudahkan admin dalam memantau hubungan kerja sama dengan supplier serta memastikan ketersediaan stok barang secara berkelanjutan dan tepat waktu. Halaman Data Barang Halaman data barang menampilkan daftar barang beserta informasi seperti nama, harga beli dan jual, stok tersedia, serta stok minimum. Melalui antarmuka ini, pengguna dapat menambah, mengedit, atau menghapus data barang dengan mudah, sehingga pengelolaan data menjadi lebih efisien dan akurat. Gambar 7. Halaman Data Supplier Sumber : Hasil Olah Data Halaman Transaksi Pembelian Halaman transaksi pembelian digunakan untuk mencatat setiap proses pembelian barang dari supplier, yang mencakup informasi seperti tanggal pembelian, nama supplier, daftar barang yang dibeli, jumlah, dan total harga. Dengan adanya fitur ini, proses pencatatan menjadi lebih sistematis dan transparan, serta membantu dalam memantau histori pembelian untuk kebutuhan audit dan analisis stok. Gambar 6. Halaman Data Barang Sumber : Hasil Olah Data Moch Miftakhul Rizal et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 606Ae616 Gambar 8. Halaman Data Transaksi Pembelian Sumber : Hasil Olah Data Halaman Proses Klasifikasi C4. Halaman proses klasifikasi C4. 5 digunakan untuk menjalankan algoritma C4. 5 berdasarkan data training yang telah tersedia. Setelah tombol proses ditekan, sistem akan menghitung nilai entropy dan gain dari setiap atribut, membentuk pohon keputusan, dan menghasilkan output klasifikasi tingkat kelarisan barang seperti AuSangat LarisAy. AuLarisAy, atau AuTidak LarisAy. Hasil klasifikasi ini berguna untuk membantu manajemen dalam merencanakan stok dan strategi pengadaan barang. Halaman Transaksi Penjualan Halaman transaksi penjualan berfungsi untuk mencatat penjualan barang kepada pelanggan, dengan informasi seperti tanggal transaksi, nama pelanggan, daftar barang yang dijual, jumlah, serta total harga penjualan. Gambar 9. Halaman Data Transaksi Penjualan Sumber : Hasil Olah Data Halaman Data Training C4. Halaman data training c4. 5 menampilkan data historis permintaan barang yang digunakan sebagai basis untuk proses pelatihan algoritma C4. Setiap entri memuat atribut-atribut seperti nama barang, frekuensi permintaan, rata-rata bulanan, dan kelas Data ini digunakan untuk membentuk pohon keputusan yang akan digunakan dalam proses klasifikasi tingkat kelarisan barang secara otomatis. Gambar 11. Halaman Klasifikasi C4. Sumber : Hasil Olah Data Gambar 10. Halaman Data Training C4. Sumber : Hasil Olah Data Halaman Proses DE Halaman proses DE digunakan untuk menjalankan menggunakan algoritma DE. Saat tombol proses ditekan, sistem akan melakukan iterasi terhadap populasi solusi untuk menentukan nilai optimal, seperti jumlah pemesanan barang dan safety stock, berdasarkan parameter dan batasan yang telah Hasil dari proses ini bertujuan untuk meminimalkan kekurangan maupun kelebihan stok, sehingga pengelolaan inventaris menjadi lebih efisien dan tepat sasaran. Moch Miftakhul Rizal et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 606Ae616 Halaman Manajemen User Gambar 14. Halaman Manajemen User Sumber : Hasil Olah Data Gambar 12. Halaman Proses DE Sumber : Hasil Olah Data Halaman Laporan Stok Barang Halaman laporan stok barang menyajikan rekapitulasi data persediaan barang secara lengkap, mencakup nama barang, jumlah stok tersedia, stok Informasi ditampilkan dalam bentuk tabel yang dapat dicetak atau diekspor untuk keperluan dokumentasi dan audit. Gambar 13. Halaman Laporan Stok Barang Sumber : Hasil Olah Data Halaman ini digunakan untuk mengelola akun pengguna yang memiliki akses ke dalam sistem. Fitur ini memungkinkan penambahan, pengeditan, dan penghapusan akun, serta pengaturan hak akses sesuai peran masing-masing pengguna. Dengan adanya manajemen user, keamanan data dan kontrol terhadap penggunaan sistem dapat terjaga dengan baik. Hasil pengujian Black Box Testing Pengujian Black Box dilakukan oleh peneliti yang bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh fitur aplikasi inventory berjalan sesuai fungsi yang dirancang, dengan fokus pada input dan output tanpa melihat struktur kode program. Setiap skenario diuji berdasarkan fungsionalitas antarmuka pengguna, meliputi login, pengelolaan data master, transaksi penjualan, serta perhitungan menggunakan algoritma C4. 5 dan Differential Evolution. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur, mulai dari proses input, pembaruan, penghapusan, hingga penyimpanan dan perhitungan data, berfungsi sesuai harapan. Adapun hasil pengujian ini adalah dari total 20 skenario uji menunjukkan berhasil sehingga aplikasi inventory berjalan sesuai dengan fungsi. Closed Beta Testing Closed Beta Testing dilakukan kepada 12 orang diantaranya adalah 2 orang ahli it perusahaan, 5 orang admin gudang serta 5 orang staff operasional yang menghasilkan skor sebagai berikut: Tabel 2. Tabel Tabulasi Skor Uji Closed Beta Skor Kecapaian Hasil Skor Total (Skala*Hasi. Total skor Skor maksimum Skor maksimum = Jumlah Responden * Jumlah Butir Soal * Skala tertinggi Hasil yang diperoleh dari hasil tabulasi closed beta menggunakan rumus untuk menentukan tingkat kelayakan sistem. Adapun perhitungan kelayakan untuk sistem informasi dan profil desa (SIPROSA) adalah sebagai berikut: Presentase Kelayakan = ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycyco y 100 % ycNycuycycayco ycycoycuyc y 100 % = 81,64 % Pembahasan Proses pengembangan sistem inventory berbasis web pada Kepinos Warehouse menggunakan model Rapid Application Development (RAD) yang bersifat iteratif dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan Pendekatan ini memungkinkan pengguna terlibat sejak tahap awal untuk memastikan hasil sistem sesuai kebutuhan operasional. Pengembangan dilakukan mulai dari tahap perencanaan kebutuhan, perancangan, hingga implementasi dan pengujian Hasil observasi menunjukkan bahwa sistem sebelumnya yang berbasis spreadsheet masih rentan terhadap kesalahan pencatatan, keterlambatan pelaporan, serta belum memiliki fitur klasifikasi dan rekomendasi pemesanan otomatis. Sistem yang dibangun kemudian mengintegrasikan algoritma C4. untuk mengklasifikasikan tingkat kelarisan barang menjadi tiga kategori, yaitu sangat laris, laris, dan tidak laris, sehingga memudahkan pengambilan keputusan pengadaan barang. Sementara itu, algoritma Differential Evolution (DE) memberikan rekomendasi jumlah pemesanan optimal Hasil menunjukkan seluruh fungsi berjalan sesuai spesifikasi tanpa kesalahan kritis, serta sistem dinilai layak digunakan dengan beberapa peningkatan yang diperlukan pada aspek tampilan dan navigasi. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan adaptivitas dalam Kepinos Warehouse. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan aplikasi inventory berbasis web pada Kepinos Warehouse dengan metode Rapid Application Development (RAD) Penerapan RAD mempercepat proses pengembangan serta meningkatkan keterlibatan pengguna pada setiap tahap. Aplikasi yang dibangun telah mengimplementasikan fitur safety stock menggunakan algoritma Differential Evolution (DE) dan C4. 5 secara efektif untuk mendukung pengambilan keputusan pengelolaan stok. Hasil pengujian Black Box Testing menunjukkan seluruh fungsi berjalan sesuai kebutuhan, sedangkan Closed Beta Testing membuktikan sistem stabil, mudah digunakan, dan diterima pengguna. Dengan Moch Miftakhul Rizal et. al / Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hal 606Ae616 demikian, aplikasi inventory berbasis web yang dikembangkan dinyatakan berhasil dan fungsional sesuai tujuan penelitian. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar sistem dilengkapi dengan fitur analisis data dan notifikasi cerdas guna membantu pengambilan keputusan secara real-time. Selain itu, perbaikan pada antarmuka pengguna (UI/UX) serta optimalisasi performa dalam pengolahan data berskala besar perlu dilakukan agar sistem menjadi lebih responsif, adaptif, dan siap diterapkan secara luas. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Ucapan terima kasih disampaikan kepada kedua orang tua atas doa dan dukungan yang tiada henti, serta kepada dosen pembimbing atas bimbingan dan arahannya selama proses penelitian. Terima kasih juga diberikan kepada para dosen Program Studi Teknik Informatika dan rekan-rekan yang telah memberikan bantuan, motivasi, serta dukungan dalam penyusunan jurnal ini. DAFTAR PUSTAKA