Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Volume 14 No 3 Oktober 2018 Available online at: http://ejournal. id/index. php/JIKK/index ````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````` ANXIETY LEVELS DURING MENARCHE AMONG FEMALE STUDENTS AT STATE JUNIOR HIGH SCHOOL 1 OF AYAH Tri Sumarsih . Marina Nurfadillah . Arnika Dwi Asti . Program Studi Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong email: tris. smile@gmail. Abstract Key word : anxiety. Menarche is the early menstruation that usually occurs at the age of 10-14 It is the culmination of a series of changes in adolescents who are stepping on adulthood. These changes bring about various questions, feelings of confusion, fear and anxiety. This reaserah to know the anxiety during menarche . irst menstruatio. of female students of State Junior High School 1 of Ayah. This study uses descriptive method with cross sectional approach. The populations are all female students of State Junior High School 1 of Ayah who have experienced menarche. Samples were taken by using simple random sampling technique on 170 respondents. Instrument used in this study was DASS (Depression Anxiety Stress Scal. Data was analyzed by using univariate analysis. Based on the research conducted, there were 67 respondents . 4%) experienced light anxiety during menarche. It is advisable for adolescents who are going into adulthood to get lot of knowledge about menarche. antara 10-16 tahun, dan 4,5% pada umur 17 tahun ke atas (Riskesdas, 2. Remaja yang menghadapi menarche membutuhkan kesiapan mental yang baik karena mengalami perubahan fisik yang drastis saat pubertas akan menyebabkan pergolakan dan perubahan psikis remaja seperti perasaan bingung, berbagai pertanyan, ketakutan dan kecemasan (Proverawati. Misaroh, 2. Kecemasan dalam menghadapi menarche adalah suatu keadaan khawatir akan sesuatu yang buruk akan terjadi (Kaplan & Sadock, 2. Kecemasan menurut Peplau . dalam Suliswati . ada empat tingkatan yaitu: kecemasan ringan, kecemasan sedang, kecemasan berat dan kecemasan sangat berat/panik. Hasil Penelitian Ridwan . , mengatakan tigkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche didapatkan . ,5%) siswi mengalami cemas ringan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 1 Ayah PENDAHULUAN Remaja merupakan fase perubahan kanak-kanak menuju dewasa. Peristiwa penting yang akan terjadi pada remaja memasuki masa pubertas ditunjukkan oleh proses terjadinya menarche . enstruasi Menarche adalah tanda primer yang dipengaruhi oleh reaktivitas sekresi GnRH, faktor genetik, status gizi dan aktivitas fisik (Karapanou, 2. Berdasarkan (WHO, 2. umur remaja berkisar antara 10-19 tahun, dengan rata-rata usia menarche 13 tahun. Secara nasional rata-rata usia menarche 13-14 tahun terjadi pada 37,5% anak remaja Indonesia dengan kejadian lebih awal kurang dari usia 9 tahun atau lebih lambat sampai usia 17 tahun. Remaja putri yang mengalami menarche di Jawa Tengah khususnya Semarang sekitar 0,1% terjadi pada usia 6-8 tahun, 26,3% mengalami menstruasi pertama . pada usia Anxiety levels during A 121 Vol 14 No 3 didapatkan data hasil wawancara yang dilakukan pada 7 orang remaja putri . , mereka mengatakan merasakan perasaan jantung berdebar-debar, khawatir, takut dan gelisah pada saat mengalami menstruasi pertama sehingga mereka jadi kurang bersemangat saat belajar dan merasa malu kepada teman-temannya karena takut diejek bahwa dirinya sudah mengalami menarche. Berdasarkan informasi dari 3 guru dan 7 siswi SMP Negeri 1 Ayah mengatakan bahwa materi pembelajaran tentang reproduksi sudah diberikan tetapi hanya garis besarnya yaitu pengertian dan prosesnya tetapi untuk materi menarche belum pernah diberikan. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik untuk mengidentifikasi . enstruasi pertam. pada remaja putri SMP Negeri 1 Ayah. METODE Penelitian ini menggunakan metode Sampel dalam penelitian ini sebanyak 170 siswi yang sudah mengalami menarche di SMP Negeri 1 Ayah. Sampel Analisa data menggunakan instrument kuisioner dan disajikan dalam distribusi frekuensi. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden berdasarkan Kelas No. Kelas VII Vi Total Frekuensi Presentase% Berdasarkan tabel 4. 1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden dari kelas VII sebanyak 65 siswi . ,2%). Tabel Distribusi karakteristik responden berdasarkan usia saat menarche . No. Usia Total Frekuensi (%) Berdasarkan tabel 4. 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami menarche pada usia 13 tahun sebanyak 98 siswi . ,1%). Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Kecemasan saat Menarche . = . No. Kecemasan Frekuensi Tidak Cemas Cemas Ringan Cemas Sedang Cemas Berat Panik Total Prosentase (%) Berdasarkan tabel 2 menunjukan mengalami kecemasan ringan sebanyak 67 siswi . , 4%). Berdasarkan hasil penelitian di SMP Negeri 1 Ayah, menunjukkan bahwa sebagian besar responden berasal dari siswi kelas VII sebanyak 65 siswi . ,2%), kelas Vi sebanyak 55 . ,4%) dn kelas IX sebnayak 50 siswi . ,4%). Penelitian ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Wulandari . bahwa sebagian besar responden yang mengalami menarche di SMP N 31 semarang dari kelas VII. Kebanyakan siswi yang mengalami menarche saat SMP pada kelas VII atau saat berumur 13-14 tahun karena apabila umur responden lebih dari keterlambatan menarche (Proverawati. Berdsarkan hasil penelitian di SMP Negeri 1 Ayah menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengalami menarche pada usia 13 tahun sebanyak 98 siswi . ,1%). Hasil penelitian ini sesuai dengan (WHO, 2. bahwa umur remaja Vol 14 No 3Nurfadillah & Asti Sumarsih, berkisar antara 10-19 tahun, dengan ratarata usia menarche 13 tahun. Terdapat kecenderungan bahwa saat ini anak mendapat menstruasi pertama kali pada usia lebih muda ada yang berusia 13 tahun tetapi ada juga yang 8 tahun sudah mendapatkan menstruasi. Bila usia 16 tahun baru mendapat mentruasi pun dapat terjadi (Proverawati & Misaroh, 2. Berdasarkan hasil penelitian di SMP Negeri 1 Ayah, menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan saat menarche sebanyak 67 siswi . ,4%). Kecemasan ringan yang dialami oleh siswi ditunjukkan dengan kebanyakan siswi menjawab pertanyaan mengalami perasaan khawatir, takut, lemas, bibir kering, berkeringat secara berlebihan padahal tidak melakukan aktivitas fisik sebelumnya dan merasa gemetar. Peneliti menyimpulkan melalui informasi yang didapatkan dari siswi dan guru bahwa kecemasan ringan tersebut dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan siswi dari orangtua maupun guru di sekolah yang belum pernah memberikan materi tentang Menurut Proverawati & Misaroh . kecemasan yang terjadi saat menarche dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengetahuan, pemahaman informasi serta adanya perubahanperubahan yang terjadi ketika remaja menghadapi masa menarche. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ridwan kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche di SDN Kediri, di mana didapatkan data bahwa kurangnya pengetahuan saat menarche mengakibatkan remaja putri mengalami kecemasan serta merupakan sebuah penyakit. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wati . yang berjudul anxiety of school-age children . -12 year. facemenarche at Mojoroto village Kediri. Penelitian ini memiliki persamaan, yaitu sebagian besar responden yang mengalami menarche Anxiety levels during A 122 Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan mengalami cemas ringan sebanyak 20 responden . %). Kecemasan ringan berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan Manifestasi yang muncul pada tingkat ini persepsinya meningkat, kesadaran tinggi, mampu untuk belajar, motivasi meningkat dan ingkah laku sesuai situasi (Marco. Hasil penelitian ini didukung juga dari penelitian yang dilakukan oleh Ramantika dkk . dengan judul hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitin ini memiliki persamaan, yaitu mayoritas siswi saat menarche mengalami kecemasan ringan dengan perasaan bingung, gelisah, cemas, dan tidak nyaman. Kecemasan muncul karena kurangnya pengetahuan tentang menarche baik dari orang tua di rumah maupun guru di sekolah. Menurut Suliswati . kecemasan dapat menimbulkan reaksi konstruktif yaitu individu termotivasi untuk belajar mengadakan perubahan terutama perubahan perasaan tidak nyaman dan yang terfokus pada kelangsungan hidupnya. Kecemasan pada tingkat ringan justru dapat memotivasi individu untuk belajar dan mampu memecahkan masalah secara efektif dan menghasilkan pertumbuhan serta dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang lain. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Melinda dkk . dengan judul hubungan fungsi keluarga dengan kecemasan menghadapi menarche pada remaja putri usia sekolah dasar di SD Negeri Medan, bahwa dari 41 orang yang temasuk kategori fungsi keluarga baik terdapat 24 remaja . %) tidak cemas saat menarche dan 16 remaja . %) mengalami cemas. Penelitin ini memiliki perbedaan, yaitu sebagian besar respondennya tidak mengalami kecemasan dikarenakan fungsi keluarga yang baik mendukung dan mendidik anak- Anxiety levels during A 123 Vol 14 No 3 anak dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian di SMP Negeri 1 Ayah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peran orangtua atau dukungan keluarga terhadap remaja putri saat mengalami KESIMPULAN Karapanou. Papadimitriou. Determinants Menarche. Reproductive Biology and Endocrinology 2010, 8:115. Kemenkes. RI. Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Pusat Data dan Informasi. Karakteristik siswi SMP Negeri 1 Ayah mayoritas berasal dari siswi kelas VII sebanyak 65 siswi . ,2%) dan berusia 13 tahun sebanyak 98 siswi . ,1%) saat Kecemasan saat menarche . enstruasi pertam. pada siswi SMP Negeri 1 Ayah, mayoritas mengalami cemas ringan sebanyak 67 responden . ,4%). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika. Direktorat Bina Gizi. DAFTAR PUSTAKA