EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DENGAN TEKNIK EKSPOSITORI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERAN GENDER SISWA KELAS X TBSM SMK ISTIQOMAH MUHAMMADIYAH 4 SAMARINDA TAHUN AJARAN 2021/2022 Afifah Azzahrah1. Rury Muslifar2. Yasintha Sari Pratiwi3 Program Studi Bimbingan dan Konseling. Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Mulawarman aazzahrah09@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi adanya siswa di SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda yang memiliki pemahaman peran gender yang rendah. Hal ini dikarenakan siswa belum memiliki pemahaman mengenai peran gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peran gender siswa dan pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori, serta untuk mengetahui efektivitas layanan yang diberikan terhadap pemahaman peran gender siswa. Jenis penelitian kuantitatif experiment dengan desain pre-experiment one-group pretest-posttest design. Populasi seluruh siswa kelas X TBSM dengan jumlah 15 siswa dan sampel adalah seluruh siswa kelas X TBSM sebanyak 15 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sensus/sampling total. Teknik pengumpulan data menggunakan angket pemahaman peran gender. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji Wilcoxon dengan bantuan Microsoft Excel dan Statistical Products and Service Solutions (SPSS) Versi 24. Hasil penelitian didapati data bahwa sebelum diberikan perlakuan skor rata-rata sebesar 48%, setelah diberikan perlakuan dengan jumlah skor rata-rata menjadi 69% dan mengalami peningkatan skor rata-rata sebesar 21%. Hasil output test statistic diketahui Asymp. Sig. bernilai 0,001 dan dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, yang artinya ada peningkatan pemahaman peran gender pada siswa setelah mendapatkan perlakuan berupa layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori. Sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori efektif untuk meningkatkan pemahaman peran gender pada siswa kelas X TBSM SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda Tahun Ajaran 2021/2022. Kata Kunci: Bimbingan Klasikal. Ekspositori. Pemahaman Peran Gender ABSTRACT The study was in the background of students at SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda who had a low gender role understanding. This is because students have yet to have an understanding of the role of gender. The study aims to know the level of understanding about the role of the student gender and the implementation of the guidance services classifies it with technical expositories, and to know of the effectiveness of services given to understanding the role of the student gender. The kind of quantitative experiment with the design of a pre-experiment one-group prepackaged design test. The population of all X TBSM students with the number of 15 students and samples is all X TBSM students as many as 15 students using the sample take technique which is total census /sampling. The data-collection technique USES an angket understanding of Data analysis USES percentage desscriptive and wilcoxon tests with Microsoft excel and statistical products and service solutions (SPSS) 24. Research has found data that before being given an average score treatment of 48%, after treatment with an average score was 69% and had an average score increase by 21%. The results of a static test output known to asymp. Sig. is worth 0. 001 and can be deduced that ha is accepted, which means there's an increased understanding of gender roles in students after getting treated by classifying guidance services with an illustrative So that it can be simulated Keywords: classifying guidance, expositories, understanding the role of gender PENDAHULUAN Masa remaja merupakan periode yang penting dalam perkembangan seorang Dalam hal ini, seorang remaja perlu mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dibentuk dan dilakukan yang sesuai dengan peran dan usia mereka. Oleh karena itu, pemahaman peran gender perlu dilakukan saat seorang individu mulai memasuki masa Menurut Santrock . peran gender adalah seperangkat harapan yang menetapkan bagaimana perempuan atau laki-laki harus berfikir, bertindak dan merasa. Peran gender merujuk pada bagaimana seseorang berperan sesuai dengan budaya dan lingkungan sekitarnya. Hasil dari wawancara yang telah dilakukan terhadap guru BK di sekolah tersebut yaitu bahwa siswa kelas X perlu diberikan pemahaman mengenai peran gender agar mereka bisa lebih memahami dan mengerti peran apa saja yang perlu dilakukan dan hal apa saja yang perlu dijauhi dan tidak boleh dilakukan oleh peran gender masing-masing. Adapun hasil analisis dari angket studi pendahuluan pemahaman peran gender yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa siswa kelas X TBSM SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda masuk dalam kategori rendah dengan rerata total kelompok sebesar 49%. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan upaya dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai peran gender yang sesuai dengan tugas perkembangan remaja. Dalam hal meningkatkan pemahaman gender bagi siswa/remaja di sekolah, guru BK/konselor dapat memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan siswa di sekolah. Salah satu layanan yang dapat digunakan dengan tujuan membantu siswa dalam hal memberikan pemahaman yang tepat mengenai perbendaan peran gender antara laki-laki dan perempuan yaitu dengan memberikan layanan bimbingan klasikal. Menurut Karyati dan Andi Setiawan . bimbingan klasikal merupakan layanan yang dilaksanakan dalam seting kelas, diberikan kepada semua peserta didik, dalam bentuk tatap muka terjadwal dan rutin setiap kelas/perminggu. Bimbingan klasikal membantu siswa dalam menyesuaikan diri, mengambil keputusan, mampu beradaptasi dalam kelompok, meningkatkan harga diri, konsep diri, serta mampu menerika dukungan dari orang lain dan memberikan dukungan kepada orang lain. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan klasikal, peneliti menggunakan teknik ekspositori yang dimana dalam melakukan layanan atau pembelajaran menitikberatkan terhadap proses dari penyampaian materi dari seorang pendidik pada kelompok pembelajaran secara verbal dengan tujuan atau orientasi agar peserta didik mampu dengan baik dan optimal dalam menguasai dan memahami materi pembelajaran yang disampaikan (Surya Darma, 2008:. METODE Jenis penelitian kuantitatif experiment dengan desain pre-experiment onegroup pretest-posttest design. Populasi seluruh siswa kelas X TBSM dengan jumlah 15 siswa dan sampel adalah seluruh siswa kelas X TBSM sebanyak 15 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sensus/sampling total. Teknik pengumpulan data menggunakan angket pemahaman peran gender. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji Wilcoxon dengan bantuan Microsoft Excel dan Statistical Products and Service Solutions (SPSS) Versi 24. HASIL Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, terdapat peningkatan yang dialami oleh siswa, hal tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Rekapitulasi hasil analisis sebelum dan sesudah pembertian treatment Hasil Pre-Test Hasil Post-Test Peningkatan Resp. Skor Kategori Skor Kategori Skor Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang 10. Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang Rata-Rata 48% Rendah 129 69% Sedang Sumber: Hasil Penelitian Tahun Ajaran 2021/2022 Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil pre-test pemahaman peran gender siswa sebelum diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 89 dan persentase 48%. Dan setelah diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori sebanyak 5 . kali pertemuan serta diadakan post-test, pemahaman peran gender siswa meningkat menjadi rata-rata skor 129 dan persentase Uji Hipotesis Uji Wilcoxon dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pemahaman peran gender siswa setelah diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori. Hasil uji Wilcoxon dapat dilihat pada tabel di bawah Tabel 2. Wilcoxon Signed Ranks Test Ranks Mean Rank Sum of Ranks Post-Test - PreTest Negative Ranks 0,00 0,00 Positive Ranks 8,00 120,00 an tabel Ties di atas. Total dijelask a. Post-Test < Pre-Test Post-Test > Pre-Test Negativ c. Post-Test = Pre-Test e Ranks atau selisih . antara pemahaman peran gender siswa untuk Pre-Test dan Post-Test adalah 0, baik itu pada nilai N. Mean Rank, ataupun Sum Rank. Nilai 0 menunjukkan tidak adanya penurunan . dari nilai Pre-Test ke nilai PostTest. Positive Ranks atau selisih . antara pemahaman peran gender untuk Pre-Test dan Post-Test. Pada tabel terdapat 15 data positif (N) yang artinya ke-15 siswa mengalami peningkatan pemahaman peran gender dari nilai Pre-Test ke nilai Post-Test. Mean Rank atau rata-rata peningkatan adalah sebesar 8. 00, sedangkan jumlah rangking positif atau Sum of Rank adalah sebesar 120,00. Ties adalah kesamaan nilai Pre-Test dan Post-Test, disini nilai Ties adalah 0, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada nilai yang sama antara PreTest dan Post-Test. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon pada penelitian ini adalah sebagai Tabel 3. Test Statistics Uji Hipotesis Wilcoxon Test Statisticsa Post-Test - Pre-Test Asymp. Sig. -taile. 0,001 Berdasarkan tabel di atas, hasil output test statistic diketahui Asymp. Sig. bernilai 0,001. Karena nilai 0,001 < 0,050 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya terdapat peningkatan pemahaman peran gender siswa setelah mendapatkan perlakuan berupa layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori. PEMBAHASAN Layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori efektif untuk meningkatkan pemahaman peran gender siswa. Dengan teknik ekspositori dapat membantu siswa dalam memiliki pemahaman mengenai peran gender. Sanjaya . mengatakan bahawa strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pembelajaran secara optimal. Melalui analisis data, terdapat peningkatan sebesar 21% setelah diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori. Berdasarkan peningkatan skor tesebut, siswa mengalami peningkatan yang awalnya berada pada kategori rendah menjadi kategori sedang. Penelitian yang hampir serupa yang dilakukan oleh Sri Rahmayani . dengan judul Meningkatkan Pemahaman Peran Gender Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 05 Medan Tahun Ajaran 2017/2018. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dilakukan oleh peneliti sebanyak 2 . kali pertemuan dengan objek penelitian sebanyak 10 orang siswa. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman gender siswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perubahan sikap atau perilaku siswa yang sesuai dengan gendernya, siswa laki-laki yang memiliki permasalahan peran gender sudah mulai bermain dan bergabung didalam kelompok teman laki-lakinya. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah efektivitas layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori dalam meningkatkan pemahaman peran gender siswa kelas X TBSM SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda Tahun Ajaran 2021/2022. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perubahan tingkah pemahaman peran gender siswa yang awalnya berada pada kategori rendah naik menjadi kategori sedang setelah diberikan layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori. Hal tersebut juga didukung oleh hasil analisis uji Wilcoxon dan uji hipotesis. Pada penelitian ini menggunakan layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori dengan tujuan agar pemahaman peran gender siswa mengalami peningkatan. Syamsu Yusuf, et all . menjelaskan bahwa layanan bimbingan klasikal merupakan kegiatan layanan yang diberikan kepada peserta didik/konseli dalam satu kelompok belajar dan dilaksanakan dalam kelas dengan bentuk tatap muka antara konselor dengan peserta didik/konseli. Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian lainnya yaitu lokasi penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda dan sebelumnya belum pernah ada penelitian terkait pemahaman peran Selain lokasi penelitian, topik yang diberikan pada layanan bimbingan klasikal berdasar pada aspek pemahaman peran gender dan teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu menggunakan uji Wilcoxon. SIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai efektivitas layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori dalam meningkatkan pemahaman peran gender siswa kelas X TBSM SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda Tahun Ajaran 2021/2022, terdapat beberapa kesimpulan pada penelitian ini, yaitu: Tingkat pemahaman peran gender siswa awalnya berada pada kategori rendah naik menjadi kategori sedang setelah diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori. Pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman peran gender siswa, sehingga layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori dapat menjadi salah satu cara yang digunakan untuk membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman peran gender siswa. Layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori efektif dalam meningkatkan pemahaman peran gender siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pemahaman peran gender yang semula berada pada kategori rendah, meningkat menjadi kategori sedang setelah diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan klasikal dengan teknik ekspositori. DAFTAR PUSTAKA