ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN SIKAP KERJA TERHADAP KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA CUSTOMER SERVICE BANK X DI KOTA BATAM TAHUN 2021 Fachrul Jamal1. Nopri Esmiralda2. Oktavia Anggraini3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, fachruljamal@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, nopriesmiralda@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, 61117006@univbatam. ABSTRACT Background: Low Back Pain (LBP) is one of the most common health complaints among workers, including office employees. Prolonged sitting and non-ergonomic work postures can increase the risk of LBP. Factors such as work tenure and work posture are key elements that contribute to this complaint. This study aims to determine the relationship between work tenure and work posture with the occurrence of low back pain among customer service employees at Bank x in Batam City in 2021. Methods: This research is an observational analytic study with a cross-sectional approach. The population in this study consisted of all 54 customer service employees at Bank X throughout Batam City. The sampling technique used was total sampling, with a total of 54 Data analysis was conducted using the Chi-Square test. Results: he analysis results on the relationship between work tenure and work posture with the occurrence of low back pain among customer service employees at Bank X in Batam City in 2021 showed a significant relationship between work tenure and the occurrence of low back pain . =0. , and between work posture and the occurrence of low back pain . =0. Conclusion: Based on the results of this study, it can be concluded that there is a significant relationship between work tenure . =0. and work posture . =0. with the occurrence of low back pain among customer service employees at Bank X in Batam City in 2021. Keywords: Low Back Pain. Working Period. Work Attitude ABSTRAK Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan kesehatan yang umum terjadi pada pekerja, termasuk di kalangan pekerja kantoran. Aktivitas duduk yang berlangsung dalam jangka waktu lama serta postur kerja yang kurang ergonomis dapat meningkatkan risiko terjadinya LBP. Faktor masa kerja dan sikap kerja menjadi salah satu elemen penting yang berkontribusi terhadap keluhan ini. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dan sikap kerja terhadap kejadian low back pain pada customer service di Bank X Kota Batam Tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Customer Service Bank X seluruh kota batam sebanyak 54 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling berjumlah 54 Uji analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil analisis hubungan antara masa kerja dan sikap kerja terhadap kejadian low back pain pada customer service di Bank X Kota Batam Tahun 2021 didapatkan hubungan yang bermakna antara masa kerja dengan kejadian low back pain . =0. Dan sikap kerja dengan kejadian low back pain . =0. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja . =0. dan sikap kerja . =0. terhadap kejadian low back pain pada customer service di Bank X Kota Batam Tahun 2021. Kata kunci: Low Back Pain. Masa Kerja. Sikap Kerja Universitas Batam Batam Batam Page | 234 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 PENDAHULUAN Dalam kehidupan manusia, ada bermacam-macam pekerjaan yang dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan, diantaranya adalah pekerja kantoran. Para pekerja kantoran khususnya pegawai bank mengalami risiko mendapatkan gangguan muskuloskeletal akibat rutinitas dalam gaya bekerja (Hardianto et. al, 2. Desain tempat kerja, prosedur kerja yang tidak standar, serta gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pegawai bank seperti berputar, membungkuk ketika mengerjakan penghitungan uang, mencoba meraih barang yang letaknya jauh, mengecek slip transaksi, melakukan posisi berdiri saat memungkinkan memicu timbulnya sakit dan cidera pada bagian otot pekerja (Lubis. Berbagai menyatakan otot rangka atau skeletal merupakan bagian otot yang sering Otot rangka tersebut yaitu otot bahu, leher, jari, lengan, tangan, pinggang, punggung, serta bagian otot bawah (Tarwaka, 2. Dari keseluruhan yang disebutkan, otot bagian pinggang adalah bagian yang paling banyak dikeluhkan oleh pekerja dengan presentase sebesar 60% (Hardianto et. al, 2. World Health Organization (WHO,2. menyebutkan sebab utama kecacatan di seluruh dunia adalah nyeri punggung bawah dengan angka 7,2%, dan 4 dari 5 individu akan terpengaruh dalam kehidupan mereka di dunia. Hal tersebut dikarenakan bertambahnya beban massa mempengaruhi kecacatan pada tulang belakang (Shebib R, 2. Prevalensi penyakit muskuloskeletal di Indonesia yang didiagnosis oleh tenaga kesehatan yaitu 11,9% dan berdasarkan gejala yaitu 24,7% (Riskesdas, 2. Kota Batam sendiri terdapat 2. 026 orang yang menderita low back pain (Dinkes Kota Batam, 2. Sikap kerja adalah respon atau pernyataan yang baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan dalam Universitas Batam Batam Batam melakukan perkerjaan atau pengorbanan jasa, jasmani, dan pikiran untuk menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang dapat diukur dengan keyakinan bahwa kinerja baik berasal dari perkerja keras, perasaan atau perilaku untuk mencapai sikap kerja merupakan pikiran dan perasaan puas atau tidak puas suka atau tidak suka terhadap perkerjaan dan kecenderungan respon positif dan negatif dari perkerjaan nya. Faktor faktor yang mempengaruhi sikap kerja lingkungan fisik maupun sosial berpengaruh terhadap kenyamanan dalam berkerja, pimpinan perusahaan , aktivitas bersama teman kerja , lingkungan kerja, fasilitas kerja yang memadai berpengaruh terhadap terciptanya sikap kerja yang positif (K3 FT UNY Selain hal tersebut ada juga masa kerja yang dapat mempengaruhi kecelakaan kerja, masa kerja terbagi menjadi 2 yaitu masa kerja <5 tahun masa kerja > 5 tahun. Masa kerja dapat menjadi faktor yang sangat amat penting di perindustrian negara Indonesia. Masa kerja dapat dilihat dari berapa lama masa kerja atau pengabdian seseorang karyawan, maka setiap pegawai memiliki rasa tanggung jawab, rasa ikut memiliki, keberanian dan mawas diri dalam kelangsungan hidup perusahaan (Rusita. Pada sat bekerja, sangat perlu diperhatikan mengenai sikap kerja seperti posisi seseorang dalam bekerja sehingga tidak keluhan kesehatan akibat kerja seperti Musculosceletal Disorders (MSDS). (Evadarianto, 2. Salah mengharuskan menggunakan posisi duduk adalah pekerja bank sehingga beresiko mengalami low back pain. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Abu tauhid . pada 100 pekerja bank menunjukkan bahwa 44% dari pekerja bank mengalami kejadian low back pain. Jenis pekerjaan ini merupakan aktivitas monoton atau berulang sehingga memungkinkan munculnya keluhan. Pada penelitian (Safira et al, 2. terkait faktor risiko nyeri punggung bawah Page | 235 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 pegawai bank BNI didapatkan prevalensi kasus nyeri punggung bawah sebanyak 23% hingga 38% akibat sikap kerja yang tidak Penelitian Pirade et al . juga mengemukakan bahwa dari 69 responden yang merupakan pegawai bank terdapat 62 orang . %) yang menderita nyeri punggung bawah saat duduk bekerja di Penelitian ini dilakukan pada Customer Service (CS) karena petugas CS memiliki resiko tinggi terkena low back pain. Setiap hari mereka bekerja dengan posisi duduk Berdasarkan survei pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti dengan melakukan tanya jawab langsung pada 10 CS, terdapat 7 di antaranya mengalami low back pain hal ini didukung juga dengan posisi duduk yang tidak ergonomis berupa membungkuk terlalu lama. Bedarsarkan uraian di atas, terlihat bahwa low back pain merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat penting untuk di perhatikan karena memiliki angka morbilitas yang tinggi. Dengan keadan ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuHubungan masa kerja dan sikap kerja dengan kejadian low back pain pada customer service di Bank x Kota BatamAy. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBM) untuk menilai ada tidaknya keluhan Low Back Pain. REBA (Rapid entire body assesmen. untuk mengetahui sikap kerja dan Lembar kuisioner untuk mengetahui masa kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Customer Service Bank x seluruh kota Sampel diambil menggunakan menggunakan sebanyak 54 responden sebagai sampel penelitian. Analisis data menggunakan uji Chi-square. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Universitas Batam Batam Batam Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 1. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden Frekuensi Persentase Jenis Kelamin . (%) Laki-laki Perempuan Total Berdarsarkan penelitian yang telah diakukan pada Customer Sevice Bank BNI kota Batam dari 54 Responden diperoleh Responden Jenis kelamin Laki-laki dengan frekuensi 19 orang atau sekitar . ,2%) dan jenis kelamin perempuan dengan frekuensi 35 orang atau sekitar . ,8%). Secara umum wanita hanya mempunyai kekuatan fisik 2/3 dari kemampuan fisik atau otot-laki-laki Wanita mengalami proses menstruasi dan kemudian menoupause yang menyebabkan fungsi tulang Wanita makin lama makin menurun. sSehingga kasus Low back pain lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki. (Tarwaka, 2. Walaupun masih ada perbedaan pendapat dari beberapa ahli tentang pengaruh jenis kelamin terhadap resiko keluhan otot skeletal, namun beberapa hasil penelitian secara signifikan menunjukan bahwa jenis kelamin sangat mempengaruhi tingkat resiko keluhan otot. Hal ini terjadi karena secara fisiologis, kemampuan otot wanita memang lebih rendah daripada pria. (Tarwaka, 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasakan Usia Responden Frekuensi Persentase Usia . (%) <35 Tahun >35 Tahun Total Hasil analisis distribusi subjek Dari hasil penelitian didapatkan Usia terbanyak yaitu < 35 tahun berjumlah 36 orang, disusul dengan usia diatas 35 tahun Page | 236 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 berjumlah 18 orang. Usia menjadi salah satu faktor terjadinya Low Back Pain, dikarenakan semakin meningkatnya usia cairan sinovial didalam tubuh seseorang makin berkurang dan akan menyebabkan kekakuan yang menyebabkan terbatasnya pergerakan pada sendi-sendi. Menurut Chaffin dan guo et al menyatakan bahwa pada umumnya keluhan otot skeletal mulai dirasakan pada usia kerja, yaitu 25-65 tahun. Keluhan pertama biasanya dirasakan pada umur 35 tahun dan tingkat keluhan akan terus meningkat sejalan dengan bertambahnya umur (Chaffin & Guo et al . dalam Mangiring P. Hal ini sejalan dengan Andini tahun 2015 dengan judul faktor penyebab Low Back Pain pada perkerja didapatkan hasil ada hubungan usia dengan terjadinya Low Back Pain. (Tarwaka, 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Masa Kerja Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasakan Masa Kerja Frekuensi Persentase Masa Kerja . (%) Baru (<5 tahu. Lama (>5 tahu. Total Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada Customer Service di seluruh Bank BNI Kota Batam. Dari 54 Responden customer service, diperoleh Customer service yang memiliki masa kerja <5 tahun berjumlah 23 orang atau sekitar . 6 %). Sedangkan Customer service yang memiliki masa kerja >5 tahun berjumlah 31 orang atau sekitar . 4%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lebih banyak jumlah Customer service dengan masa <5tahun lebih sedikit dibandingkan yang memiliki masa kerja daripada yang >5 tahun. Masa kerja merupakan berapa lamanya seseorang terikat pada sebuah perusahaan / Tolak ukur masa kerja sendiri dapat dilihat dari berapa lama tenaga kerja perusahaan dan bagaimana hubungan perusahaan dengan tenaga kerjanya ( Buku SumaAomur Faktor Universitas Batam Batam Batam mempengaruhi keterikatan kerja adalah Tuntutan kerja, beban kerja, tuntutan emosi, ketidaksesuaian emosi, dan sumber daya perkerjaan (Puspita,2. Hasil ini sejalan dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Syaidah . di Probolinggo. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 50 orang pegawai bank tersebut bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dan penggunaan high heels dengan LBP. Penelitian tersebut mendapati bahwa tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kejadian low back pain . = 0,. (Syaidah, 2. Hasil serupa juga ditunjukkan pada sebuah penelitian yang dilakukan siwi jayanti . di kota Pekalongan. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 61 orang pekerja tersebut bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan durasi kerja, masa kerja, dan postur kerja dengan keluhan low Back Pain pada perkerja batik tulis di pekalongan. Penelitian tersebut mendapati adanya hubungan antara masa kerja, sikap kerja, dan durasi kerja dengan nilai . =0. masa kerja . = 0. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Sikap Kerja Tabel 4. Distribusi Frekuensi Berdasakan Sikap Kerja Risiko Sikap Frekuensi Persentase Kerja . (%) Ringan Sedang Berat Total Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada seluruh customer service di seluruh Bank BNI kota Batam yang telah dilakukan melalui lembar kuisioner REBA dapat dilihat bahwa dari 54 responden yang menjadi sample penelitian didapatkan hasil responden yang memiliki postur tubuh dengan kategori resiko ringan yaitu 7 . 0%) responden, kategori sedang yaitu sebanyak 23 . ,6%) responden dengan kategori berat yaitu sebanyak 24 . ,4%) Page | 237 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 Sikap kerja yang salah biasanya merupakan tuntutan dari faktor perkerjaan sendiri seperti tuntutan dari tugas, fasilitas kerja dan lingkungan perkerjaan itu sendiri yang tidak sesuai dengan kemampuan dan (Tarwaka,2. Untuk meminimalisir kejadian Muskuloskeltal Disorders (MSDS) perlunya seorang karyawan mengerti betul terhadap perkerjaan nya dan lingkungan perkerjaan itu sendiri sehingga tidak terjadi kejadian Muskuloskeltal disorders (MSDS). Pada menghabiskan waktu berkerja dengan menggunakan posisi duduk tentunya harus mengetahui posisi kerja yang baik. Customer service merupakan salah satu perkerjaan yang mengharuskan perkerjanya melakukan posisi duduk dalam berkerja jika posisi duduk yang kurang benar maka tulang belakang akan mengalmi tekanan yang lebih besar dibandingkan perkerja yang melakukan pekerjaan dengan posisi meminimalisir otot rangka mengalami tekanan yang berarti dan agar tulang belakang juga tidak mudah mengalami kelelahan maka kursi yang digunakan oleh para perkerja sendiri harus dilengkapi (Tarwaka,2. Pengulangan gerakan yang sering terjadi dan dilakukan setiap hari akan menimbulkan kelelahan otot yang berarti dan menimbulkan ketegangan otot, apabila gerakan yang dilakukan dengan postur yang yang tidak alamiah dan dalam waktu yang Muskuloskeletal (MSDS). Keluhan otot terjadi karena otot menerima tekanan akibat beban terus menerus tanpa memperoleh kesempatan untuk relaksasi. (Saputra, 2. Dalam program s Prevention Of Occupational Diseases Musculoskeletal Disorder termasuk carpal tunnel syndrome, mewakili 59% dari ditemukan pada tahun 2009 di Eropa. Laporan Komisi Pengawas Eropa menghitung kasus MSDS menyebabkan 49,9% ketidak hadiran kerja lebih dari tiga Universitas Batam Batam Batam hari dan 60% kasus ketidakmampuan permanen dalam bekerja. Sedangkan Korea. MSDS mengalami peningkatan yang sangat tinggi 634 pada tahun 2001 menjadi 5. pada tahun 2010. Di Argentina, pada tahun 2010 dilaporkan 22. 013 kasus dari penyakit akibat kerja, dengan MSDS diantaranya merupakan kejadian yang paling sering Salah satu akibat dari terjadinya Muskuloskeltal Disorders adalah Low Back Pain yang dimana Low Back Pain merupakan salah satu kejadian yang banyak menyerang perkerja maka dari itu disebut dengan Muskuloskeltal Disorders (MSDS). Dapat disimbulkan bahwa perkerja yang melakukan perkerjaan nya dengan posisi kerja yang buruk mengalami reisko tinggi mengalami kejadian Low Back Pain (LBP). (Saputra, 2. Menurut dilakukan sebelumnya yang telah dilakukan oleh (Cassaza, 2. tentang faktor risiko Low Back Pain pada perkerja pada penlitian ini menunjukan bahwa dari 44 responden dengan posisi kerja yang baik berjumlah 16 responden atau sekitar . %) dan responden yang posisi kerja nya kurang baik berjumlah 28 orang atau sekitar . %). Distribusi Frekuensi Kejadian Low Back Pain Berdasarkan Tabel 5. Distribusi Frekuensi Berdasakan Kejadian Low Back Pain Frekuensi Persentase Low Back Pain . (%) Rendah Sedang Tinggi Total Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa dari 54 responden yang menjadi sample penelitian didapatkan hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden penelitian yang memiliki Low Back Pain dengan keluhan tidak nyeri yaitu sebanyak 17 . ,5%) responden, dengan keluhan nyeri ringan yaitu sebanyak 16 . ,6%) responden, dengan keluhan nyeri sedang yaitu sebanyak 21 . ,9%) responden. Page | 238 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 Low Back Pain merupakan kejadian yang bersifat multifaktorial. Salah satu faktor yang berperan adalah sikap kerja Duduk merupakan kegiatan yang seringkali dilakukan dalam jangka waktu yang lama selama bekerja maupun Posisi yang benar dalam melakukan sikap duduk disebutkan sebagai posisi duduk dengan menjaga tulang belakang tetap ekstensi . agar tetap sesuai dengan letak anatomisnya . Low back pain adalah suatu sindroma nyeri yang terjadi pada daerah punggung bagian bawah dan merupakan work related musculoskeletal disorders. Penyebab low back pain yang paling umum adalah keregangan otot atau postur tubuh yang Hal-hal mempengaruhi timbulnya LBP adalah kebiasaan duduk, bekerja membungkuk dalam waktu yang relatif lama, mengangkat dan mengangkut beban dengan sikap yang tidak ergonomis, tulang belakang yang tidak normal, atau akibat penyakit tertentu seperti penyakit degeneratif (Widyastuti. Low Back Pain dapat diartikan sebagai persepsi atau rasa nyeri yang muncul pada area punggung bagian bawah dan bukan merupakan diagnosis suatu penyakit (Ehrlich, 2. Rasa nyeri yang dirasakan terjadi pada area diantara margin bawah . atas bawa. dari tulang costae terbawah dan lipatan gluteal. Nyeri dapat meluas ke area tungkai atas hingga tungkai bawah (Hartvigsen dkk. , 2. Berbagai jenis pekerjaan dapat kesehatan bagi para pekerjanya (Depkes RI. Faktor pekerjaan dilaporkan berkontribusi pada beberapa penyakit otot rangka (Barientos MC et al. , 2. Pada WHO prevalensi gangguan otot rangka mencapai hampir 60% dari semua penyakit akibat Berbagai bagian tubuh dapat mengalami gangguan otot rangka dengan lokasi tersering pada pinggang. Gangguan otot rangka dapat menimbulkan nyeri dan terbatasnya gerakan pada daerah yang terkena, sebagai akibat aktivitas fisik dan/atau posisi kerja. Gangguan otot rangka dapat menyebabkan seseorang memerlukan pengobatan yang rutin, absen dalam bekerja, hingga kecacatan (Depkes RI, 2. Analisis Bivariat Hubungan Masa Kerja Terhadap Kejadian Low Back Pain Pada Customer Service Bank BNI Kota Batam Tahun 2021 Tabel 6. Hubungan Masa Kerja Terhadap Kejadian Low Back Pain Low Back Pain Masa Kerja Rendah Sedang Total Tinggi P Value < 5 tahun > 5 tahun Total Berdarsarkan penelitian yang telah dilakukan pada Customer Service Bank BNI seluruh Kota Batam, dari 54 responden terdapat 34 responden . 0%) memiliki masa kerja < 5 Tahun dan 20 responden . ,0%) memiliki masa kerja >5Tahun. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa baik pada CS yang memiliki masa kerja baru maupun pada CS yang memiliki masa kerja lama menunjukkan bahwa adanya terdapat Universitas Batam Batam Batam 0,000 hubungan antara masa kerja dengan Low Back Pain . = 0,. Terdapat hubungan antara masa kerja dengan kejadian Low back pain diduga para perkerja yang berkerja sesuai dengan durasi waktu standard yang telah ditentukan. Durasi kerja CS di Bank BNI seluruh Kota Batam adalah 8 jam hal ini menyebabkan kelelahan otot yang mungkin dialami tidak dapat Page | 239 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 Hasil ini sejalan dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pulungan DP . di Kabupaten Tanah Laut. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 47 orang karyawan tersebut bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dan waktu lama berkerja dengan kejadian low back pain Penelitian tersebut mendapati bahwa terdapat hubungan antara masa kerja dengan kejadian Low Back Pain . = 0,04 < 0,. ( Pulungan DP, 2. Hasil serupa juga ditunjukkan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jayanti . di Pekalongan Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 61 orang perkerja Batik tulis tersebut bertujuan untuk menganalisis hubungan durasi kerja, masa kerja,dan postur kerja dengan keluhan low back pain yang menunjukan adanya hubungan antara durasi kerja, masa kerjadan postur kerja dengan keluhan low back pain dengan nilai . = 0,. Hubungan Sikap Kerja Terhadap Kejadian Low Back Pain Pada Customer Service Bank BNI Kota Batam Tahun 2021 Tabel 6. Hubungan Sikap Kerja Terhadap Kejadian Low Back Pain Low Back Pain Sikap Kerja Total Tidak nyeri Nyeri ringan Nyeri sedang Rendah Sedang Tinggi Total Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas Customer Service (CS) Bank BNI seluruh Kota Batam Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada seluruh customer service di seluruh Bank BNI dilihat bahwa dari 54 responden yang menjadi sample penelitian didapatkan hasil responden yang memiliki sikap kerja dengan rendah yaitu 7 . 0 %) responden, kategori sedang yaitu sebanyak 23 . ,6%) responden dengan kategori resiko tinggi yaitu sebanyak 24 . 4%) responden. Berdasarkan hasil uji kolerasi chi-square , diperoleh nilai p 0. 000 ( p<0,. Nilai p dari analisis data ini didapatkan nilai 0,000 . < ) sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap kerja terhadap Low Back Pain pada customer service bank BNI kota batam tahun 2021. Hasil ini sejalan dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rohmah . di Ogan Ilir. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 100 orang penjahit tersebut bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dengan kejadian Low back pain pada Universitas Batam Batam Batam P Value 0,000 Penelitian mendapati bahwa terdapat hubungan antara postur kerja dengan kejadian Low Back Pain . = 0,. Postur kerja dalam penelitian ini diartikan sebagai sikap membungkuk ketika bekerja (Rohmahwan dkk 2. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prastuti . di Pekanbaru juga menunjukkan hasil yang relatif berbeda dengan penelitian ini. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 102 orang penjahit tersebut bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dengan kejadian Low back pain pada penjahit di Kota Pekanbaru. Penelitian hubungan antara postur duduk ketika bekerja dengan kejadian Low Back Pain . = 0,. Postur duduk ketika kerja dalam penelitian ini diartikan sebagai sikap duduk membungkuk ketika bekerja (Prastuti et al. Hasil yang sama juga didapatkan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Page | 240 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 3 SEPTEMBER 2024 Rohmawan . di Serang. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 51 orang pekerja tersebut bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan masa kerja dan sikap kerja dengan keluhan Low Back Pain pada pekerja bagian produksi PT Surya Besindo Sakti Serang. Penelitian tersebut mendapati bahwa terdapat hubungan antara sikap kerja dengan kejadian Low Back Pain . = 0,. Pekerja yang memiliki sikap kerja buruk akan memiliki risiko 1,9 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami Low Back Pain daripada pekerja dengan sikap kerja yang baik Rohmawan, dkk . Penelitian lain yang juga menunjukkan hasil berbeda didapatkan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Munawarah . di Kabupaten Tanah Datar. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 100 orang penenun tersebut bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan masa kerja dan sikap kerja dengan timbulnya low back pain pada Penelitian tersebut mendapati bahwa terdapat hubungan antara sikap kerja dengan kejadian Low Back Pain . = 0,. (Munawarah & Segita, 2. SIMPULAN Kesimpulan menunjukkan bahwa mayoritas Customer Service Bank BNI di Kota Batam, dari 54 responden, memiliki masa kerja yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu masa kerja baru . ,6%) dan masa kerja lama . ,4%). Responden dengan sikap kerja berisiko rendah berjumlah 13%, sedangkan yang berisiko sedang mencapai 42,6%, dan yang berisiko tinggi sebanyak 44,4%. Selain itu, sebanyak 33,3% responden tidak 61,1% mengalami sedikit nyeri, dan 5,6% mengalami nyeri. Penelitian ini juga menemukan adanya hubungan signifikan antara masa kerja dan sikap kerja terhadap kejadian Low Back Pain. Kontribusi temuan ini memberikan wawasan baru dalam bidang ergonomi kerja, terutama dalam mengidentifikasi faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya Universitas Batam Batam Batam keluhan muskuloskeletal seperti Low Back Pain pada pekerja perbankan. Temuan ini dapat digunakan sebagai acuan bagi manajemen untuk meningkatkan upaya pencegahan dan intervensi ergonomis guna meminimalkan risiko cedera di tempat kerja DAFTAR PUSTAKA