P. ISSN ISSN Vol 03 : 2962-0827 : 2987-9701 No 02 Juli 2025 Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak Pra Sekolah Di TK Pertiwi Tambak. Karangdowo Klaten Sri Wahyuni1*. Lilik Hatati2. Alfi Halisa Azzahra3 1,2,3Program Studi Kebidanan. Universitas Muhammadiyah Klaten Email: sri. yuni2402@gmail. com1*, hartatililik91@gmail. com2, halisaalfi@gmail. Abstract Child growth and development monitoring is crucial for early detection of developmental disorders. Indonesian Survey of Nutritional Status (SKI) data shows that stunting rates in 2023 were 21. 5%, with increasing trends in wasting . 5%) and overweight . 2%) rates among toddlers. This community service activity aimed to assess growth and development status among preschool children and identify potential developmental disorders early through systematic screening at Pertiwi Tambak Kindergarten. The activity was conducted on May 16, 2024, involving 20 preschool children aged 54-72 months. Growth assessment included anthropometric measurements . eight, heigh. , while development was evaluated using the Indonesian Pre-screening Development Questionnaire (KPSP). Participants comprised 15 males . %) and 5 females . %). Developmental screening revealed 19 children . %) with appropriate development and 1 child . %) requiring further evaluation, who was subsequently diagnosed with autism spectrum disorder. Most children showed age-appropriate development, indicating the importance of early screening programs in educational settings for timely intervention and the crucial role of collaboration between parents, teachers, and healthcare professionals in optimal child development monitoring. Keyword: screening. preschool children. Abstrak Pemantauan tumbuh kembang anak sangat penting untuk deteksi dini gangguan perkembangan. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka stunting tahun 2023 sebesar 21,5%, dengan peningkatan angka wasting . ,5%) dan overweight . ,2%) pada balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menilai status tumbuh kembang anak pra sekolah dan mengidentifikasi potensi gangguan perkembangan secara dini melalui skrining sistematis di TK Pertiwi Tambak. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Mei 2024, melibatkan 20 anak pra sekolah berusia 54-72 bulan. Penilaian pertumbuhan meliputi pengukuran antropometri . erat badan, tinggi bada. , sedangkan perkembangan dievaluasi menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Peserta terdiri dari 15 anak laki-laki . %) dan 5 anak perempuan . %). Skrining perkembangan menunjukkan 19 anak . %) dengan perkembangan sesuai dan 1 anak . %) memerlukan evaluasi lanjutan, yang kemudian didiagnosis gangguan spektrum autisme. Sebagian besar anak menunjukkan perkembangan sesuai usia, menunjukkan pentingnya program skrining dini di lingkungan pendidikan untuk intervensi tepat waktu dan peran krusial kolaborasi antara orang tua, guru, dan tenaga kesehatan dalam pemantauan tumbuh kembang anak yang optimal. Kata Kunci: skrining. anak pra sekolah. Pendahuluan Tumbuh kembang anak merupakan indikator penting kesehatan dan kualitas hidup generasi masa depan. Stunting pada anak balita telah menjadi permasalahan kesehatan global yang memerlukan perhatian serius. Kondisi gagal tumbuh ini terjadi ketika seorang anak memiliki tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak seusianya, umumnya disebabkan oleh malnutrisi kronis yang terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan . Dampak stunting tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mempengaruhi perkembangan kognitif, pendidikan, dan produktivitas ekonomi di masa dewasa . Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 21,5%, mengalami penurunan 0,1% dari tahun sebelumnya. Namun, terdapat peningkatan prevalensi wasting dari 7,7% . menjadi 8,5% . dan overweight dari 3,5% . menjadi 4,2% . Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menangani masalah stunting, dengan prevalensi yang masih di atas target WHO sebesar 20% . Kondisi ini memerlukan intervensi komprehensif, termasuk pemantauan tumbuh kembang yang sistematis dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang mencakup program pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Deteksi dini gangguan tumbuh kembang melalui skrining di lingkungan pendidikan, seperti taman kanak-kanak, memiliki peran strategis dalam pencegahan dan penanganan masalah perkembangan anak. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk menilai perkembangan anak usia 0-72 bulan, mencakup aspek motorik kasar, motorik halus, kemampuan bicara dan bahasa, serta keterampilan sosialisasi dan Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak pra sekolah di TK Pertiwi Tambak. Karangdowo. Klaten, guna mengidentifikasi status pertumbuhan dan perkembangan normal, serta mendeteksi dini kemungkinan adanya gangguan perkembangan untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih kompleks di masa mendatang. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Kegiatan dilaksanakan di TK Pertiwi Tambak. Karangdowo. Klaten pada tanggal 16 Mei 2024. Populasi dalam kegiatan ini adalah seluruh anak pra sekolah di TK Pertiwi Tambak. Sampel terdiri dari 20 anak pra sekolah berusia 54-72 bulan yang hadir pada saat kegiatan dan mendapat persetujuan dari orang tua/wali. Instrumen yang digunakan pada kegiatan ini antara lain: Antropometri Timbangan digital untuk mengukur berat badan dan stadiometer untuk mengukur tinggi badan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembanga. Instrumen standar untuk menilai perkembangan anak usia 0-72 bulan yang Perkembangan motorik kasar Perkembangan motorik halus Kemampuan bicara dan bahasa Keterampilan sosialisasi dan kemandirian Selain instrumen tersebut, kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, antara lain: Tahap Persiapan Observasi lokasi dan koordinasi dengan kepala TK Pertiwi Tambak Penyusunan rencana kegiatan dan persiapan instrumen WASATHON. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol 03 No 02 Juli 2025 Sosialisasi kepada guru dan orang tua/wali murid Persiapan tim pelaksana yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Tahap Pelaksanaan Registrasi peserta dan pengisian daftar hadir Pengukuran antropometri . erat badan dan tinggi bada. Penilaian perkembangan menggunakan KPSP sesuai usia anak Dokumentasi hasil pemeriksaan Tahap Evaluasi Kompilasi dan analisis data hasil pemeriksaan Konsultasi untuk kasus yang memerlukan rujukan Penyampaian hasil kepada orang tua/wali dan pihak sekolah Rekomendasi tindak lanjut Analisis Data Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil pemeriksaan KPSP dikategorikan menjadi tiga: sesuai, meragukan, dan perlu Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian masyarakat berhasil melibatkan 20 anak pra sekolah dengan karakteristik sebagai berikut: Tabel 1. Data Peserta didik TK Pertiwi Tambak. Karangdowo. Klaten Peserta didik Frekuensi Presentase (%) Jenis kelamin Perempuan Laki-laki Umur 54 bulan 60 bulan 66 bulan 72 bulan Pada Tabel 1 memperlihatkan distribusi jenis kelamin menunjukkan dominasi anak lakilaki . %) dibandingkan perempuan . %). Distribusi usia cukup merata dengan proporsi terbesar pada usia 60 bulan . %). Hasil skrining menunjukkan bahwa mayoritas anak . %) memiliki perkembangan yang sesuai dengan usianya. Satu anak . %) memerlukan rujukan untuk evaluasi lebih lanjut dan kemudian didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme di RSJD Klaten sesuai pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil pemeriksaan perkembangan anak pra sekolah di TK pertiwi Tambak. Karangdowo. Klaten Perkembangan Hasil Persentasi Sesuai Meragukan Dicurigai Hasil kegiatan menunjukkan tingkat perkembangan yang baik pada mayoritas anak pra sekolah di TK Pertiwi Tambak. Temuan ini sejalan dengan penelitian Putri et al. yang WASATHON. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol 03 No 02 Juli 2025 menunjukkan bahwa pemantauan tumbuh kembang secara rutin berkontribusi pada deteksi dini masalah perkembangan. Tingginya persentase anak dengan perkembangan sesuai . %) mengindikasikan peran positif lingkungan sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Identifikasi satu kasus gangguan spektrum autisme . %) menegaskan pentingnya skrining rutin di lingkungan pendidikan. Gangguan spektrum autisme memiliki etiologi multi faktorial yang meliputi faktor genetik, lingkungan, gangguan sistem imun, dan neuro inflammasi . Deteksi dini memungkinkan intervensi tepat waktu yang dapat meningkatkan prognosis dan kualitas hidup anak. Perkembangan motorik merupakan komponen penting dalam KPSP yang mencerminkan koordinasi antara sistem saraf pusat dan otot. Anak dengan kemampuan motorik yang baik cenderung memiliki refleks yang cepat, keseimbangan tubuh yang baik, dan kepercayaan diri yang tinggi . Perkembangan motorik yang optimal juga berkorelasi positif dengan keterampilan sosial dan kemampuan adaptasi anak terhadap lingkungan. Perkembangan anak dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor hereditas, lingkungan, dan dalam perspektif psikologi Islam, ketentuan Allah SWT . Lingkungan sekolah yang kondusif, stimulasi yang tepat dari guru, dan dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap optimalisasi potensi perkembangan anak. Media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan motivasi belajar dan rasa ingin tahu anak. Strategi pembelajaran yang melibatkan permainan edukatif, seperti menyusun balok atau papan geometri, dapat mengembangkan aspek kognitif, motorik, dan kreativitas anak . Pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan partisipatif terbukti lebih efektif dalam mendukung perkembangan anak pra sekolah. Keberhasilan pemantauan tumbuh kembang memerlukan kolaborasi yang solid antara orang tua, guru, dan tenaga kesehatan. Orang tua memiliki peran fundamental dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan dan gizi anak, yang berimplikasi pada pencegahan stunting dan masalah gizi lainnya . Pemberdayaan perempuan, khususnya ibu, dalam hal pengetahuan gizi dan kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang untuk mencegah masalah pertumbuhan dan perkembangan. Temuan ini mendukung implementasi program skrining tumbuh kembang di tingkat komunitas, khususnya di institusi pendidikan anak usia Program seperti ini dapat diintegrasikan dengan layanan kesehatan primer untuk memastikan kesinambungan perawatan dan intervensi yang diperlukan. Kesimpulan Kegiatan pengabdian masyarakat pemeriksaan tumbuh kembang anak pra sekolah di TK Pertiwi Tambak berhasil mengidentifikasi status perkembangan 20 anak dengan hasil yang Sebanyak 19 anak . %) menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan usianya, sementara 1 anak . %) memerlukan rujukan lebih lanjut dan kemudian didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme. Temuan ini menegaskan pentingnya program skrining rutin di lingkungan pendidikan untuk deteksi dini gangguan perkembangan, kolaborasi yang efektif antara orang tua, guru, dan tenaga kesehatan dalam pemantauan tumbuh kembang anak, serta intervensi dini untuk mengoptimalkan potensi perkembangan dan mencegah komplikasi jangka panjang. Berdasarkan hasil kegiatan ini, disarankan kepada institusi pendidikan untuk mengintegrasikan program skrining tumbuh kembang sebagai kegiatan rutin tahunan, kepada orang tua untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memantau perkembangan anak di rumah, kepada tenaga kesehatan untuk mengembangkan program kemitraan dengan institusi pendidikan untuk skrining berkelanjutan, dan kepada pemerintah untuk mendukung implementasi program serupa di seluruh wilayah guna mencapai target penurunan stunting Kontinuitas program serupa sangat diperlukan untuk menjamin kualitas tumbuh kembang anak Indonesia dan mencapai generasi yang sehat dan berkualitas. WASATHON. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol 03 No 02 Juli 2025 Ucapan Terima Kasih Penulis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala TK Pertiwi Tambak yang telah memberikan izin dan dukungan penuh, para guru dan staf TK Pertiwi Tambak atas kerja sama yang baik, orang tua/wali murid yang telah memberikan persetujuan dan partisipasi aktif, mahasiswa Program Studi Di Kebidanan Universitas Muhammadiyah Klaten yang terlibat sebagai tim pelaksana, serta RSJD Klaten atas rujukan dan konfirmasi diagnosis. Dukungan dari berbagai pihak tersebut sangat membantu kelancaran dan keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Daftar Pustaka