Halaqah Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol. No. 1, . E-ISSN: 3090-5567 https://jurnal. stik-kendal. id/index. php/halaqah/index MUNASABAH DALAM TAFSIR SURAT AL-IKHLAS KARYA K. AHMAD YASIN BIN ASYMUNI Abdur Rahman Nor Afif Hamid Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Rahmanbegok46@gmail. Muhammad Romadhon Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi romadhonmuhamad99@gmail. Aviyah Asmaul Husna aviahasmaulhusna@gmail. Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Abstrak Kitab Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Ahmad Yasin bin Asymuni menawarkan pendekatan yang khas dengan penekanan pada aspek munasabah, yaitu hubungan antar ayat dalam surah tersebut. Sebagai ulama yang produktif. KH. Yasin menyajikan tafsir yang mendalam melalui analisis munasabah yang jarang ditemukan dalam tafsir Indonesia. Buku ini memiliki sistematika yang memudahkan pembaca memahami hubungan antar ayat AlQur'an, khususnya dalam konteks Surat al-Ikhlas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek munasabah dalam Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Yasin dan mengeksplorasi kontribusinya terhadap pengembangan tafsir di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, di mana data utama diperoleh dari kitab Tafsir Surat al-Ikhlas. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua jenis munasabah dalam Surat al-Ikhlas, yakni munasabah antar ayat dalam satu surah dan munasabah antar kata atau kalimat dalam satu ayat. Keunggulan tafsir ini terletak pada . penyajian penjelasan munasabah dalam bab terpisah, . penjelasan yang singkat namun jelas, dan . pengutipan munasabah dari dua tafsir yang berbeda, sehingga memperkaya cakupan dan kedalaman tafsir. KH. Yasin juga menjelaskan empat faedah, dua faedah pertama membahas hubungan antar ayat yang saling menguatkan, faedah ketiga menyoroti pendekatan surah dalam menangkal kemusyrikan dan ajaran teologi yang menyimpang, serta faedah keempat menegaskan kebenaran Allah dan pentingnya penggunaan kata "A "CEAuntuk menegaskan kebenaran tersebut. Bagian kedua membahas aspek tasawuf dengan penjelasan mendalam tentang ketuhanan, serta menegaskan bahwa Allah tidak melahirkan, tidak dilahirkan, dan tidak ada yang serupa dengan-Nya. Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. Kata Kunci : Tafsir Surah al-Ikhlas. KH. Yasin, munasabah. Abstract The book "Tafsir Surat al-Ikhlas" by KH. Ahmad Yasin bin Asymuni offers a distinctive approach with an emphasis on the aspect of munasabah, which is the relationship between verses in the surah. As a prolific scholar. KH. Yasin presents a profound interpretation through a munasabah analysis that is rarely found in Indonesian exegesis. This book has a systematic approach that makes it easier for readers to understand the relationships between verses of the Qur'an, particularly in the context of Surah al-Ikhlas. This research aims to analyze the aspect of munasabah in the Tafsir of Surah alIkhlas by KH. Yasin and to explore its contribution to the development of tafsir in Indonesia. The research method used is a qualitative approach with library study, where the main data is obtained from the Tafsir of Surah al-Ikhlas. The research results indicate the presence of two types of munasabah in Surah al-Ikhlas, namely munasabah between verses within a single surah and munasabah between words or sentences within a single verse. The advantages of this interpretation lie in . the presentation of the explanation of munasabah in a separate chapter, . concise yet clear explanations, and . the citation of munasabah from two different interpretations, thereby enriching the scope and depth of the interpretation. KH. Yasin also explains four benefits, the first two benefits discuss the interrelatedness of the verses, the third benefit highlights the surah's approach in countering polytheism and deviant theological teachings, and the fourth benefit affirms the truth of Allah and the importance of using the word "A "CEAto emphasize that truth. The second part discusses the aspect of Sufism with an in-depth explanation of divinity, and affirms that Allah neither begets nor is begotten, and there is nothing comparable to Him. Keywords: Tafsir Surah al-Ikhlas. KH. Yasin, munasabah. PENDAHULUAN Kitab Tafsir Surat al-Ikhlas merupakan salah satu kitab tafsir karya KH. Ahmad Yasin bin Asymuni. Ia lahir di Dusun Petuk. Desa Puhrubuh. Semen. Kediri, pada 08 Agustus Beliau wafat pada 11 Januari 2021. KH. Yasin merupakan salah satu ulama, kiyai, tokoh masyarakat, pengasuh pondok, yang sangat aktif dalam hal menulis. 1 Diperkirakan karyanya dalam berbagai bidang ilmu tidak kurang dari 200 karya. Karyanya tentang alQur'an dan ilmu-ilmu terkait ada 17 dan salah satunya adalah Tafsir Surat al-Ikhlas yang selesai ditulis pada tahun 1993. Salah satu yang menjadi kelebihan sekaligus keunikan kitab tersebut adalah sistematika penyusunannya yang disusun berdasarkan bab-bab tertentu 1 Moh Hasan Fauzi. AuAnalisis Hermeneutika Kiai Ahmad Yasin Asmuni: Studi Q. Al-NisaAo Dalam Tafsir Ma Asabak,Ay Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan 13, no. Desember 2. : 185Ae200, https://doi. org/10. 37680/adabiya. Abdur Rahman Nor Afif Hamid. Muhammad Romadhon. Aviyah Asmaul Husna yang spesifik, sehingga mempermudah pembaca dalam membaca Tafsir Surat al-Ikhlas ini. Selain itu KH. Yasin juga memberikan penjelasan tentang munasabah dalam surat al-Ikhlas. Dalam bab terakhir secara komprehensif. Inilah kemudian yang menarik minat penulis untuk mengkaji Tafsiir Surat al-Ikhlas, khususnya pada aspek munasabah. Pada tradisi ulama klasik, pemahaman tentang munasabah berawal dari kebutuhan untuk mengkaji al-Qur'an secara menyeluruh dengan memperhatikan hubungan antara ayat yang satu dengan yang lain. 3 Para mufassir klasik berusaha menggali makna yang lebih dalam dari ayat-ayat tersebut dengan meneliti bagaimana suatu ayat terkait dengan ayat sebelumnya atau setelahnya. Mereka berfokus pada urutan penyampaian wahyu dan mencoba memahami mengapa suatu ayat muncul setelah ayat lain dalam konteks historis dan tematik tertentu. Para mufassir seperti al-Tabari, al-Qurtubi, dan al-Razi banyak menekankan pentingnya munasabah dalam memahami hubungan antara ayat-ayat dalam al-Qur'an. Mereka munasabah, seperti Analisis Tematik dengan menganalisis kesamaan tema atau pokok bahasan yang terdapat dalam ayat-ayat yang berurutan. Misalnya, ayat yang berbicara tentang sifat-sifat Allah dapat dihubungkan dengan ayat-ayat lain yang juga berbicara tentang tauhid. Kemudian pendekatan historis dengan mengaitkan konteks penurunan wahyu dengan peristiwa-peristiwa tertentu yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW, sehingga hubungan antar ayat dapat dipahami dalam konteks sejarah yang relevan. Terakhir adalah analisis linguistik, yakni Dengan meneliti bahasa dan gaya retorika yang digunakan dalam ayat-ayat tersebut, para mufassir klasik mencoba untuk melihat bagaimana bahasa al-Qur'an menegaskan hubungan antar ayat. 2 Moch Abdul Rohman. AuResepsi Kyai Terhadap Al-QurAoan: Kajian Kitab Tafsir K. H Ahmad Yasin AsymuniAy . IAIN Kediri, 2. , https://doi. org/10/13-RESUME. 3 Hasani Ahmad Said. AuTafsir Al-Mishbah in the Frame Work of Indonesian Golden Triangle Tafsirs: A Review on the Correlation Study (Munasaba. of QurAoan,Ay Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage 3, no. : 211Ae32, https://doi. org/10. 31291/hn. 4 Muhammad Nur Khalim dan Mirwan Akhmad Taufiq. AuStudy of Munasabah on Words of Sakinah Mawaddah Rahmah and Its Stylistics,Ay Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-QurAoan Dan al-Hadits 17, no. Desember 2. : 221Ae46, https://doi. org/10. 24042/002023171908300. 5 Hasani Ahmad Said. AuTafsir al-mishbah in the frame work of Indonesian golden triangle tafsirs: A Review on the correlation study . of quran, heritage of nusantara,Ay 3 Januari 2018, https://repository. id/dspace/handle/123456789/43256. Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. Hal tersebut berlanjut hingga tradisi ulama kontemporer, pemahaman munasabah tetap dipertahankan, namun dengan pendekatan yang lebih modern, yang melibatkan metode-metode ilmiah dan interdisipliner. 6 Di samping metode tafsir tradisional, ulama kontemporer sering mengadopsi pendekatan lebih kritis dan kontekstual terhadap alQur'an. Ulama kontemporer, seperti Sayyid Qutb dan Fazlur Rahman, banyak mengembangkan konsep munasabah dengan menekankan pentingnya memahami hubungan antar ayat dalam konteks yang lebih luas, termasuk relevansinya terhadap masalah sosial dan moral zaman modern. 7 Pendekatan ini juga mencakup pemahaman hubungan antar ayat dalam kerangka tafsir tematik . yang lebih terstruktur. Ulama kontemporer sering menggunakan konteks sosial, politik, dan budaya masa kini untuk menafsirkan hubungan antara ayat-ayat al-Qur'an. Mereka melihat bahwa meskipun alQur'an diturunkan pada zaman Nabi Muhammad SAW, pesan-pesan yang terkandung di dalamnya masih relevan dan dapat diterapkan pada situasi kontemporer. 8 Selain menggunakan kajian bahasa Arab klasik, para mufassir kontemporer sering kali memanfaatkan ilmu-ilmu sosial, sejarah, dan filsafat untuk memperkaya pemahaman mereka tentang munasabah. Mereka melihat hubungan antar ayat dalam al-Qur'an sebagai suatu jaringan pemikiran yang lebih kompleks dan saling mendukung. 9 Ulama kontemporer juga cenderung lebih menekankan bagaimana munasabah dapat membantu umat memahami ajaran al-Qur'an tidak hanya dalam konteks ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan politik, serta isu-isu moral dan etika yang dihadap. Penelitian tentang Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Yasin memang bukan merupakan penelitian yang sepenuhnya baru, melainkan merupakan kelanjutan dari berbagai kajian 6 Hasani Ahmad Said. Diskursus Munasabah Alquran: Dalam Tafsir Al-Mishbyh (Amzah, 2. 7 Ari Hendri. AuPROBLEMATIKA TEORI MUNASABAH AL-QURAN,Ay Jurnal Tafsere 7, no. Agustus 2. , https://doi. org/10. 24252/jt. 8 Nehru Millat Ahmad. AuSTUDI TENTANG AL-QUR`AN (Kajian Terhadap Nama. Sifat Dan Sejarah Pemeliharaan Al-Qur`a. Nehru,Ay JIQSI: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Studi Islam 2, no. 90Ae107. 9 Saichul Anam. AuTeologi Bencana: Studi Antroposentris Atas Pemikiran KH Maemun Zubair Dalam Buku TsunAm F BilAdinA Indonesia Am Huwa AoAeab Aw Mubah,Ay Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies 1, no. : 16Ae31. 10 Anna Shofiana. PERKEMBANGAN MUNASABAH AL-QURAN ABAD KLASIK, PERTENGAHAN DAN MODERN-KONTEMPORER, //digilib. id/index. php?p=show_detail&id=19487. Abdur Rahman Nor Afif Hamid. Muhammad Romadhon. Aviyah Asmaul Husna yang telah dilakukan sebelumnya mengenai tafsir-tafsir karya KH. Yasin,11 baik yang bersifat umum maupun yang khusus berfokus pada kitab Tafsir Surat al-Ikhlas. Penelitian ini memiliki relevansi yang sangat penting dalam konteks studi tafsir di Indonesia, mengingat kitab ini memiliki pendekatan yang unik dan menarik untuk dibahas lebih Penelitian tentang Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Yasin masuk dalam kategori penelitian yang terus berkembang. Meskipun sudah ada kajian sebelumnya mengenai tafsir-tafsir karya KH. Yasin, penelitian ini tetap relevan karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang tafsir tersebut,12 khususnya dalam konteks munasabahdan faedah ketersusunan ayat yang dibahas dalam kitab tersebut. Kitab ini menawarkan perspektif yang berbeda dalam tafsir Surat al-Ikhlas, terutama dalam bab terakhir yang membahas faedah ketersusunan ayat . ab al-fawaid fi tartib al-aya. ,13 yang menjadi ciri khas dari tafsir ini. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengkajian yang lebih mendalam mengenai munasabah dan faedah ketersusunan ayat dalam tafsir KH. Yasin, serta kontribusinya dalam konteks keagamaan di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga berperan dalam memperkaya korpus kajian tafsir di Indonesia dengan menelaah tafsir lokal yang aplikatif dan kontemporer, yang menawarkan perspektif yang lebih sesuai dan kontekstual terhadap kondisi masyarakat Muslim masa kini. Sebagian besar tafsir di Indonesia cenderung tidak membahas aspek munasabah . eterkaitan antara aya. dengan begitu mendalam dan sistematis. Oleh karena itu, penelitian terhadap tafsir KH. Yasin memberikan kontribusi baru dalam studi tafsir yang ada, terutama dalam menyoroti struktur dan hubungan antar ayat dalam Surat al-Ikhlas yang sering kali kurang diperhatikan dalam tafsir mainstream. 11 Dzuriya M. Ningrum. AuMetodologi Dan Pengaruh Ideologis Dalam Tafsir Nusantara,Ay Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-QurAoan Dan Hadist . 239Ae55, https://ejournal. id/index. php/albayan/article/view/40. 12 Millatuz Zakiyah dkk. AuTHE CONCEPT OF FAMILY IN ISLAM: Equality of Husband and Wife in the Kitab Adabul MuAoasyaroh by KH. Achmad Yasin Asmuni,Ay Islamuna: Jurnal Studi Islam 11, no. Desember 2. : 139Ae55, https://doi. org/10. 19105/islamuna. 13 M. Quraish Shihab. Kaidah Tafsir (Lentera Hati Group, t. 14 Mustaffa Abdullah. Khazanah Tafsir di Nusantara (Penerbit UM) (The University of Malaya Press, 2. Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. Kitab ini memiliki struktur yang sederhana namun komprehensif, dengan hanya terdiri dari 13 bab. Dimulai dengan muqaddimah . yang memaparkan latar belakang dan tujuan penulisan tafsir ini, kitab ini kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tafsir ayat demi ayat dari Surat al-Ikhlas. 15 Setiap bab mengupas topik tertentu yang terkait dengan makna dan hikmah yang terkandung dalam Surat al-Ikhlas, dengan penekanan yang jelas pada ketersusunan ayat sebagai salah satu faedah utama yang ingin ditekankan oleh KH. Yasin. Meskipun kitab ini terbilang tipis . anya sekitar 60 halama. , isinya sangat padat dan kaya akan informasi yang bermanfaat bagi pembaca yang ingin memahami lebih dalam tentang Surat al-Ikhlas. Keberadaan bab terakhir yang membahas faedah ketersusunan ayat menjadi sangat unik dan menarik, karena tidak banyak kitab tafsir lain, khususnya di Indonesia, yang mengangkat tema tersebut. Aspek ini memberikan nilai tambah bagi kitab ini sebagai sumber pembelajaran yang berguna bagi santri dan para Salah satu hal yang sangat menonjol dalam Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Yasin adalah pembahasan tentang munasabah, yang membahas hubungan dan keterkaitan antar ayat dalam Surat al-Ikhlas. Bab al-fawaid fi tartib al-ayat . aedah dari ketersusunan aya. merupakan bab yang cukup jarang dibahas dalam tafsir lain, terutama di Indonesia. Pembahasan ini memberikan pendekatan yang lebih filosofis dan mendalam dalam memahami bagaimana setiap ayat dalam Surat al-Ikhlas berhubungan satu sama lain, serta bagaimana urutan ayat-ayat tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang hakikat keesaan Allah. Melalui penelitian ini penulis ingin menyoroti dan mengangkat aspek munasabah dalam Tafsir Surat al-Ikhlas sebagai salah satu keunggulan yang jarang ada dalam kitab tafsir secara umum, khususnya di Indonesia. Bahkan, sepanjang yang penulis tahu, kajian munasabah termasuk kajian yang jarang dibahas oleh Ulama maupun sarjana tafsir secara 15 Moch Abdul Rohman. AuResepsi Kyai Terhadap Al-QurAoan: Kajian Kitab Tafsir K. H Ahmad Yasin AsymuniAy . IAIN Kediri, 2. , https://doi. org/10/13-RESUME. 16 Hasani Ahmad Said. Diskursus Munasabah Alquran: Dalam Tafsir Al-Mishbyh (Amzah, 2. 17 Sujiat Zubaidi. Dini Amalia Fattah, dan Aqdi Rofiq Asnawi. AuMUNASABAH AYAT DALAM SURAH AL-QALAM PERSPEKTIF SEMITIC RHETORICAL ANALYSIS (SRA),Ay Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu Dan Pengembangan Budaya Al-QurAoan 23, no. September 2. : 370Ae85, https://journal. id/index. php/alburhan/article/view/53. Abdur Rahman Nor Afif Hamid. Muhammad Romadhon. Aviyah Asmaul Husna Padahal, menurut penulis sendiri, munasabah adalah ilmu yang menjadi salah satu jalan guna mengetahui kemukjizatan al-QurAoan, khususnya dalam aspek ketersusunan dan keteraturan ayat-ayatnya. Berdasarkan hal tersebutlah kemudian penulis ingin menguak kelebihan dalam munasabah yang ada dalam Tafsir Surat al-Ikhlas dan pula kekurangannya, serta memotret munasabah sebagai jalan untuk menangkap pesan-pesan yang ada dalam al-Qur'an. METODE PENELITIAN Dalam membuktikan argumentasi dan kekurangan para peneliti yang lain, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua sumber data sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data penelitian didasarkan pada kitab Tafsir Surat al-Ikhlas. Sedangkan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian, dokumen dan buku yang berkaitan dengan tema munasabah. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memperdalam proses penarikan kesimpulan, penelitian ini menggunakan deskriptif analisis dalam menganalisis data. Seluruh langkah metodologis ini berfungsi sebagai alat untuk mendukung argumentasi yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN Biografi KH. Yasin bin Asymun KH. Ahmad Yasin merupakan anak ke enam dari sebelas bersaudara lahir dari pasangan KH. Asmuni dan Nyai Muthmainnah. Beliau lahir pada tanggal 08 Agustus 1963. Nama lengkapnya adalah Ahmad Yasin bin KH. Asmuni bin KH. Fahri bin KH. Ihsan bin KH. Hasan. Bila silsilah beliau dirunut sampai ke buyutnya, maka akan sampai pada Sunan Bayat. 19 Beliau lahir di desa Poh Rubuh. Kecamatan Semen, berjarak 7 kilometer dari Kota 18 Adhi Kusumastuti dan Ahmad Mustamil Khoiron. Metode penelitian kualitatif (Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP), 2. 19 NIM 99533158 Muhamad Hasbiallah. AuMETODE TAFSIR DAN TAAoWIL SURAH ALFATIHAH (Studi Buku Sarah AI-Fiitihah Karya KH. Ahmad Yasin Asymun. SKRIPSIAy . UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA, 2. , https://digilib. id/id/eprint/36434/. Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. Kediri. Beliau sejak kecil dididik langsung oleh ayahnya. KH. Asymuni, yang merupakan ulama pakar dalam bidang fikih, falak dan tasawuf bahkan KH. Asmuni hafal di luar kepala kitab Hikam. KH. Yasin wafat pada hari Senin bakda subuh, 11 Januari 2021, pada umur kurang lebih 58 tahun. KH. Yasin memulai pendidikannya di usia enam tahun. Ketika pagi hari beliau masuk sekolah dasar, ketika sore hari beliau lanjut sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri, dan malam harinya beliau belajar ilmu agama langsung kepada ayahnya. KH. Asmuni. Pada tahun 1975, pasca lulus dari Sekolah Dasar. KH. Yasin melanjutkan pendidikannya di Tsanawiyahnya Hidayatul Mubtadi'ien. Lirboyo. Kediri. 20 Pada saat itu KH. Yasin termasuk santri kalong . idak mukim di pondo. Namun demikian, karena beliau dikenal sebagai pribadi yang tekun dan cerdas, pada saat itu beliau dinobatkannya sebagai santri teladan. KH. Yasin mulai mukim di pondok ketika awal masuk kelas AoAliyah dengan tujuan agar kegiatan belajar beliau menjadi lebih efektif. Beliau menyelesaikan pendidikan AoAliyahnya pada tahun 1982 dan kemudian melanjutkan ke pendidikan Arrabithah di Pondok Pesantren Lirboyo. Beliau merupakan pribadi yang sangat gemar mencari ilmu. Bahkan, sering kali saat liburan puasa Ramadhan beliau memanfaatkan waktu liburnya untuk mengikuti pengajian kilatan di pondok-pondok pesantren yang mengadakan ngaji kilatan, seperti Pondok Pesantren Batokan. Kediri. Sumberkepoh. Nganjuk. Suruh. Nganjuk. Paculgowang Jombang. hingga ke Ngunut. Tulungagung. KH. Yasin diangkat menjadi guru bantu (Munawwi. di kelas 6 Ibtidaiyah pada tahun 1983. Kemudian, pada tahun 1984, beliau diangkat menjadi guru tetap (Mustahi. kelas 4 Ibtidaiyah Pondok Pesantren Lirboyo. Selanjutnya, pada tahun 1989. KH. Yasin diangkat menjadi Mudier (Kepala Masdrasa. sampai tahun 1993 bertepatan dengan selesainya jabatan beliau sebagai Mustahiq kelas 3 Aliyah. 20 NIM : 1430012015 Mohamad Yahya. AuAL-QURAoAN DALAM KEBUDAYAAN HIKMAH PESANTREN: Pemaknaan. Performasi-Diskursif, dan Produksi KulturalAy . UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA, 2. , https://digilib. uin-suka. id/id/eprint/48634/. 21 NIM : 19105030052 Devi Kusumawati. AuSTUDI KOMPARATIF METODOLOGI TAFSIR AL-IBRIZ (SURAT AL-MUAoAWWIZATAIN) KARYA KH. BISRI MUSTOFA DAN TAFSIR ALMUAoAWWIZATAIN KARYA KH. YASIN ASYMUNIAy . UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA, 2. , https://digilib. uin-suka. id/id/eprint/61963/. Abdur Rahman Nor Afif Hamid. Muhammad Romadhon. Aviyah Asmaul Husna KH. Yasin mulai fokus mengabdikan dirinya kepada masyarakat pada tahun 1993. Setelah boyong . eluar dari pondo. dan pulang ke kampung halamannya. KH. Yasin menikahi Nyai Hamimah, keponakan dari KH. Idris Ramli dari Lirboyo. Beliau kemudian dikaruniai tujuh orang anak, empat putri dan tiga putra. Di tahun yang sama. KH. Yasin juga mendirikan pondok pesantren Spesialis Fiqh. Hidayatut Thullab. Alasan beliau mendirikan pondok tersebut adalah karena beliau meyakini bahwa ilmu fikih merupakan ilmu syariat yang harus dipelajari oleh masyarakat. KH. Yasin mulai berdakwah dan syiAoar dengan karya tulis pada tahun 1989. 22 Beliau meyakini bahwa dakwah dan Tabligh dapat tercapai dan tepat sasaran kepada masyarakat apabila tiga hal ini telah dilakukan,23 yaitu: Memberikan contoh perilaku yang baik . swatun hasana. kepada masyarakat. Mengajarkan melalui lisan baik dengan mengajar, membaca kitab, mauizah al-hasanah, halaqoh, ceramah, dialog dan lain-lain. Melalui karya tulis. Tiga hal tersebutlah yang kemudian menjadi landasan semangat KH. Yasin dalam berdakwah hingga lahirlah dua karya perdana beliau yang berbahasa Jawa, yaitu Tashil alMudahi dan Tashil al-AoAwwam. Kitab tersebut berisi tentang tanya jawab masalah agama yang berjumlah 300 pertanyaan. Namun, setahun kemudian, setelah dievaluasi ternyata kedua kitab tersebut kurang diminati oleh masyarakat dan santri. Karena itu. KH. Yasin kemudian beralih menulis menggunakan Bahasa Arab. Setelah beliau beralih ke Bahasa Arab, ternyata hal itu membuat masyarakat dan para santri semakin berminat mengkaji kitab-kitab beliau. Kitab-kitab beliau kini telah banyak tersebar ke pelosok, bahkan sampai ke luar negeri, misalnya Malaysia. Timur Tengah dan Inggris. KH. Yasin menulis berbagai bidang ilmu agama, baik fikih, tasawuf, tafsir, hadis dan yang lainnya. Tercatat sampai tahun 2018 bahwa karyanya ada sebanyak 220 kitab yang hampir semuanya menggunakan bahasa Arab. Produktivitas KH. Yasin dalam menulis tidak pernah surut. Bisa dibilang bahwa beliau setiap tahun selalu mengeluarkan kitab baru. Maka, tidak heran jika 22 Islah Gusmian. AuTAFSIR AL-QURAoAN DI INDONESIA: SEJARAH DAN DINAMIKA,Ay Nun: Jurnal Studi Alquran Dan Tafsir Di Nusantara 1, no. Desember 2. , https://doi. org/10. 32495/nun. 23 Muhammad Fahmi. AuTakhrij Hadis-Hadis Dalam Kitab AhAdUs Al-AdAb Karya KH. Ahmad Yasin Asymuni M)Ay . achelorThesis, https://repository. id/dspace/handle/123456789/76470. Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. kemudian beliau diberi penghargaan sebagai penulis paling produktif dalam kajian kitab KH. Yasin mendapat piagam penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pendidikan Islam keilmuan/akademik sebagai penulis paling produktif dalam kajian kitab di pondok pesantren pada tanggal 02 Januari 2011. KH. Yasin terus menyebarkan ilmu yang beliau miliki kepada masyarakat. Beliau berprinsip Aybagi yang memiliki ilmu agama, dilarang untuk kitman al-Aoilm . enyembunyikan ilm. Karena itulah beliau tidak pernah menolak siapa pun yang meminta ilmu kepadanya. Baik melalui pengajian, dialog interaktif, ceramah dan lain sebagainya. Juga, termasuk kitab-kitab yang telah diberi makna bahasa Jawa-pun ketika hendak difotokopi akan beliau berikan. Preview Kitab Tafsir Surat al-Ikhlas Kitab Tafsir surat al-Ikhlas merupakan salah satu karya KH. Ahmad Yasin bin Asymuni yang selesai ditulis pada tahun 1993. Berdasarkan metode penyusunannya, kitab tafsir ini menggunakan metode mauduAoi, yaitu disusun berdasarkan tema-tema bahasan tertentu, semisal asbab al-nuzul, nama-nama lain dari surat, fadaAoil, baru kemudian penafsiran terperinci dan dilanjutkan tentang munasabah dari surat tersebut. 25 Sedangkan jika dilihat dari sumber/metode yang digunakan dalam menafsirkan, kitab Tafsir surat alIkhlas cenderung menggunakan metode bi al-raAoyi. Hal ini didasarkan pada penafsiran beliau yang tidak pernah meninggalkan penjelasan tentang aspek kebahasaan dari ayatayat yang ditafsirkan. Corak kitab tafsir ini sendiri adalah corak tasawuf. Hal ini bisa dilihat dari penafsirannya yang banyak membahas tentang tasawuf dalam menafsirkan surat alIkhlas. Selain itu, hal tersebut juga mungkin dipengaruhi oleh konten surat al-Ikhlas yang membahas tentang tauhid. 24 Islah Gusmian. AuBahasa Dan Aksara Dalam Penulisan Tafsir Al-QurAoan Di Indonesia Era Awal Abad 20 M,Ay Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith 5, no. Desember 2. : 223Ae47, https://doi. org/10. 15642/mutawatir. 25 Muhamad Hasbiallah. AuMETODE TAFSIR DAN TAAoWIL SURAH AL-FATIHAH (Studi Buku Sarah AI-Fiitihah Karya KH. Ahmad Yasin Asymun. SKRIPSI. Ay Abdur Rahman Nor Afif Hamid. Muhammad Romadhon. Aviyah Asmaul Husna Adapun sistematika penyusunan Kitab Tafsir Surat al-Ikhlassecara umum adalah sebagai berikut:26 Sebelum memulai pada bab penafsiran KH. Yasin memulai dengan menjelaskan asbab alnuzul surat al-Ikhlas dari berbagai riwayat. Menyebutkan nama-nama lain dari surat al-Ikhlas dengan menggunakan data riwayat dan juga munasabah. Menyebutkan fadaAoil . dari surat al-Ikhlas. Menerangkan penafsiran dari surat al-ikhlassecara panjang lebar dan mendetail. Menerangkan fawaAoid atau faidah-faidah dari susunan ayat dalam surat al-ikhlas munasabah dan kemudian dilanjutkan dengan penutup. Munasabah: Pemahaman Ilmiah tentang Kesesuaian dalam Al-Qur'an Secara etimologis, kata munasabahberasal dari akar kata nasaba-yunasibumunasabatan, yang secara harfiah berarti "dekat" atau "sesuai. " Konsep munasabahdalam kajian al-Qur'an merujuk pada kesesuaian atau hubungan yang erat antara bagian-bagian dalam al-Qur'an, baik itu antar ayat, antar surat, atau bahkan antara ayat dengan surat secara keseluruhan. Istilah ini menggambarkan suatu keselarasan yang mendalam dalam penyusunan teks-teks al-Qur'an, yang tidak hanya mengandalkan struktur bahasa, tetapi juga keterkaitan makna di baliknya. 27 Munasabahmemiliki beberapa pengertian yang berbeda menurut para ahli tafsir. Menurut MannaAo Khalil al-Qaththan, munasabahadalah kesesuaian yang tercipta antara susunan kalimat dalam satu ayat, antara satu ayat dengan ayat lainnya, antar ayat dengan beberapa ayat, atau antar surat dalam al-Qur'an. Hal ini menegaskan bahwa setiap bagian dalam al-Qur'an disusun dengan keterkaitan yang sangat mendalam, dan tidak ada bagian yang berdiri sendiri tanpa memperhatikan konteks yang lebih luas. 26 Devi Kusumawati. AuSTUDI KOMPARATIF METODOLOGI TAFSIR AL-IBRIZ (SURAT AL-MUAoAWWIZATAIN) KARYA KH. BISRI MUSTOFA DAN TAFSIR AL-MUAoAWWIZATAIN KARYA KH. YASIN ASYMUNI. Ay 27 Rudi Ahmad Suryadi. AuSIGNIFIKANSI MUNASABAH AYAT AL-QURAN DALAM TAFSIR PENDIDIKAN,Ay Ulul Albab: Jurnal Studi Islam 17, no. Mei 2. : 71Ae87, https://doi. org/10. 18860/ua. 28 Endad Musaddad. AuMunasabah dalam Al-qur'. an,Ay Alqalam 22, no. Desember 2. : 409Ae35, https://doi. org/10. 32678/alqalam. Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. Pendapat ini sejalan dengan pandangan Imam Burhan al-Din al-BiqaAoiy dalam kitabnya Nazm al-Durar, yang menyatakan bahwa ilmu munasabahadalah ilmu yang berfungsi untuk mengetahui alasan-alasan urutan . bagian-bagian al-Qur'an. 29 Dalam konteks ini, munasabahbukan hanya berkaitan dengan hubungan antar teks, tetapi juga dengan tujuan yang lebih besar dalam pengaturan ayat dan surat dalam al-Qur'an. Setiap urutan, baik dalam surat maupun ayat, memiliki alasan dan tujuan tertentu yang harus dipahami untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna alQur'an. Sementara itu, al-Suyu>. i> menambahkan dimensi lain dalam pengertian muna>sabah, dengan menyatakan bahwa munasabahharus dipahami sebagai makna korelatif yang mencakup berbagai hubungan antar bagian teks. Hal ini termasuk hubungan yang bersifat khusus dan umum, serta hubungan yang lebih kompleks seperti hubungan sebab dan akibat . llat dan ma'lu. , hubungan perbandingan, dan hubungan perlawanan . Pemahaman ini mengarah pada ide bahwa hubungan antar ayat atau surat bukanlah sekadar keselarasan tekstual, tetapi juga keterkaitan makna yang mengandung pesan dan hikmah yang lebih dalam. Munculnya kajian tentang Munasabah di dalam Al QurAoan ini didasarkan pada suatu pendapat bahwa susunan ayat, urutan kalimat dan surat-surat dalam Al QurAoan disusun secara tauqifi bukan ijtihadi. Karena itu penempatan ayat, kalimat dan surat tersebut berdasarkan tauqifi dan itulah yang hendak kita cari. Sebab, dibalik penempatan ayat dan surat seperti itu tentu ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Sebaliknya pendapat yang mengatakan bahwa susunan ayat, urutan kalimat dan surat- surat dalam Al QurAoan di susun secara ijtihadi jelas akan meruntuhkan teori munasabah dalam Al QurAoan. 31 Namun demikian, pembahasan mengenai korelasi munasabah antara ayat-ayat dan surat-surat dalam al-QurAoan bukanlah berdasarkan tauqifi, melainkan berdasarkan ijtihad seorang 29 Mutiah Mutiah. Dwi Noviani, dan Pebriyanti Pebriyanti. AuMUNASABAH AL-AYAH FI AL-QURAN,Ay Raudhah Proud To Be Professionals : Jurnal Tarbiyah Islamiyah 7, no. Desember 2. 72Ae78, https://doi. org/10. 48094/raudhah. 30 Endad Musaddad. AuMunasabah dalam tafsir Mafatih al-Ghaib,Ay 15 Februari 2006, https://repository. id/dspace/handle/123456789/14075. 31 Ahmad Fauzul Adlim. AuTeori Munasabah Dan Aplikasinya Dalam Al QurAoan,Ay Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Tafsir 1, no. Juni 2. : 14Ae30, https://ejournal. id/Alfurqon/article/view/203. Abdur Rahman Nor Afif Hamid. Muhammad Romadhon. Aviyah Asmaul Husna mufasir dan juga bergantung pada tingkat pengetahuannya terhadap kemukjizatan Al QurAoan . Apabila korelasi itu halus maknanya dan sesuai dengan asas-asas kebahasaan dalam bahasa Arab, maka korelasi tersebut dapat diterima. Sebaliknya, apabila korelasi itu bertentangan dengan kaidah-kaidah kebahasaan maka ia tertolak. Para ulama merinci munasabah menjadi delapan macam, yaitu: pertama. Hubungan antara satu surat dengan surat sebelumnya. Kedua. Hubungan antara nama surat dengan isi atau tujuan surat. Ketiga. Hubungan antara fawatih al-suwar ayat pertama yang terdiri dari beberapa huruf dengan isi surat. Keempat. Hubungan antara ayat pertama dengan ayat terakhir dalam satu surat. Kelima. Hubungan antara satu ayat dengan ayat lain dalam satu Keenam. Hubungan antara kalimat dengan kalimat lain dalam satu ayat. Ketujuh. Hubungan antara fasilah dengan isi ayat. Kedelapan. Hubungan antara penutup surat dengan awal surat berikutnya. Munasabah dalam Kitab Tafsir Surat al-Ikhlas Munasabah dalam kitab Tafsir Surat al-Ikhlas dijelaskan dalam bab terakhir. Bab terakhir dari kitab ini berjudul bab al-fawaid fi tartib al-ayat. Bab ini menjelaskan tentang faedah dari ketersusunan ayat dan juga kalimat dalam surat al-Ikhlas. Walaupun bab ini diberi judul sebagai bab al-fawaid fi tartib al-ayat, namun, menurut hemat penulis, apa yang dibahas dan diterangkan di dalamnya dapat dipahami sebagai munasabah. Munasabah sendiri, secara sederhana, dapat dipahami sebagai hikmah di balik ketersusunan kata, kalimat, ayat, maupun surat dalam al-Qur'an. Adapun terkait munasabahyang disebutkan dalam Tafsir Surat al-Ikhla. secara umum terbagi menjadi dua bagian. Pertama yaitu munasabahsecara umum dan sepintas saja. Sedangkan bagian kedua yaitu mendasarkan logika ketersusunan ayat pada premis ilmu Kalam dan juga Tasawuf. Bagian ini menerangkan munasabahayat secara lebih terperinci. Abu Anwar. AuKEHARMONISAN SISTEMATIKA AL-QURAoAN (Kajian terhadap Munasabah dalam al-QurAoa. ,Ay Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman 7, no. Juli 2. : 19Ae36, https://doi. org/10. 24014/af. 33 Rifdah Farnidah. AuKONSEP MUNASABAH DALAM AL-QURAoAN PERSPEKTIF WAHBAH AZ-ZUHAILI :,Ay NidaAo Al-QurAoan : Jurnal Kajian Quran dan Wanita 20, no. Februari 2. : 1Ae19, https://ejurnal. id/index. php/nidaquran/article/view/340. Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. Bagian pertama dari bab al-fawaid fi tartib al-ayat ini terdiri dari empat faedah. KH. Yasin menjelaskan munasabah antar ayat dalam surat al-Ikhlas secara umum dan sepintas pada faedah pertama dan kedua sebagai berikut34: a AEAI EaO aIcaN aE aO aA ac a AEA ac A A:AEe a aa eEaOaEA AA aI a aEaeI aNA e aAIU eEaIcaNa aa OA U a U a a a a ac A aOAUAO Oa aE aEaO aIcaNa ae aIaNa aO UA a ac AaI caaO aEA a a A aaE OEa e OaaE OOEa e EaO aIcaN aaI EaOA:Aca O aEO aI aeaI aIU OA UAae UaEA a Uc a a a e a a e a e AeaEC aOaIIa caNU a aI Eca ca aaOa aaE Oae aa aE a aa ees A a a a AOaa O aEO aI A a a AA a A aa eE a eAUAcaA ea Aa U a a aU aaE Ia eAA a Aa aE acaa Ia eA eaO aae aA a a e AONa eEA a A aOaaEe Oa aE eI EaNa aE aAOU A:aAeE e aI aOCa eOEaNA a a a AEA a aa a aa a aa ac A Ia aAOA:aA Ee a aa EcaIaIaA. a a aI aa aOA a AcaEEa a aaE a eI aN aIe aOA ac AO aEaeIN I aIA a A A:A Ee aEe aa aC eOENA a Aa U aOIa aAO EIca eCA a ac AOEeI eEaOaIcaa aEa eA aA UA aOaaEe Oa aE eI EaNa aE aAOA:Aa a a aOeEaIe a a aaC eOEaaNA e A aOIa aAO eEAUA aOIa aAO IEEOEI OEEI aEU OaE e aOaaEe OaOEa eAUAEA aIA a a Aa UA a Pada faedah pertama. KH. Yasin mengungkapkan bahwa ayat pertama surat AlIkhlas, "Aa UA ac A( "Ca eE aN aOAKatakanlah: "Dialah Allah. Tuhan yang Maha Esa"), secara tegas a AcaEEa A menunjukkan bahwa Allah adalah "Ahad" (Es. , yaitu Tuhan yang tunggal, tidak ada yang Ke-Esa-an Allah ini menunjukkan bahwa Dia adalah sumber segala sesuatu, satu-satunya yang layak disembah, dan tidak terbagi oleh waktu, tempat, atau ruang. Kemudian, ayat kedua "AEA aI aA ac (Allah adalah Tuhan yang Maha Dibutuhka. , ac aA"caEEA memperkenalkan sifat "As-Samad", yang berarti bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Dibutuhkan oleh seluruh makhluk-Nya, namun Allah sendiri tidak membutuhkan siapa Semua yang ada di alam semesta ini bergantung kepada-Nya, tetapi Dia tetap mandiri, tidak tergantung pada siapa pun. Hal ini menunjukkan bahwa Allah adalah "Karim" (Muli. dan "Rahim" (Penuh Kasih Sayan. , karena Dia memberi tanpa mengharapkan balasan apa pun. Memberi semata-mata karena sifat kebaikan-Nya yang mutlak. 34 Ahmad Yasin Asymuni. Tafsr Ayah al-Kurs f BayAni NuzlihA wa AsmAihA wa AfsalyatihA wa al-KhaAi LiqirAatihA wa KitAbatihA wa DaAwAtihA wa TafsrihA (Kediri: Pondok Pesantren Hidayat alThullab, 1. Abdur Rahman Nor Afif Hamid. Muhammad Romadhon. Aviyah Asmaul Husna Selanjutnya, ayat ketiga "A( " aaEe OaEa e aOaaEe OaOEa eADia tidak beranak dan tidak diperanakka. menegaskan bahwa Allah adalah "Ghani" (Kay. dan bebas dari segala perubahan. Allah tidak membutuhkan siapapun atau apapun untuk keberadaan-Nya. Dia memberi bukan karena ingin memperoleh keuntungan, tetapi karena kebaikan-Nya yang tidak terbatas. Terakhir, ayat keempat "Aa UA a A"OaaEe Oa aE eI EaNa aE aA U A a (Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Ny. menegaskan bahwa tidak ada yang setara dengan Allah dalam segala aspek. Tidak ada yang dapat menyamai-Nya dalam kekuasaan, pengetahuan, dan sifat-Nya yang Semua ayat ini saling berhubungan dan mempertegas pemahaman bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak tergantung pada siapa pun, dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Faedah kedua memperkuat pemahaman kita tentang ketunggalan Allah. Dalam ayat pertama, "Ahad" menegaskan bahwa Allah tidak terbagi dan tidak dapat disamakan dengan apapun. Ayat kedua, "As-Samad", menunjukkan bahwa Allah tidak lemah dan tidak bergantung pada siapapun, karena Dia adalah sumber kekuatan yang tidak terpengaruh oleh apapun. Ayat ketiga menegaskan bahwa Allah tidak dilahirkan dan tidak melahirkan, menunjukkan bahwa Dia bebas dari segala bentuk keterbatasan dan Dan ayat terakhir, "Wa Lam Yakun Lahu Kufuwan Ahad", menegaskan bahwa tidak ada yang setara atau sebanding dengan Allah dalam segala aspek-Nya. Selain itu, faedah ketiga menyatakan bahwa surat Al-Ikhlas secara komprehensif menanggapi berbagai bentuk penyekutuan, kekafiran, dan pemahaman tentang Tuhan yang menyimpang. Setiap ayat dalam surat ini memberikan penegasan tentang ke-Esa-an Allah, sifat-sifat-Nya yang tidak dapat disamakan dengan apapun, dan ketunggalan-Nya yang sempurna. Hal ini menekankan bahwa akidah yang benar adalah bahwa Tuhan itu satu. Esa, dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun atau siapapun. Surat ini memberikan gambaran yang sangat jelas tentang ketauhidan, yang menjadi dasar untuk menjaga keimanan dan menghindari segala bentuk kemusyrikan. Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. a ac A OAUAIA a aA OEIcaAO a Eca eEAUA a U O aE I eN EcaIa aOOcaa Ee aCaEaIO aaEIcaOa OEcaeEI aA:A CaOEaNA:aAEe a aa EcaEa AIO a a AEA aA aa a a a a a a a ea a a e a A OeEOa EcaIaIa a aE I eN II ae EaUC aOOAUAeEaaeaE aE OEIca aOIA AeEa caCA e AcaEE aeEaIcaNa Ea eO aOa a aEa UC IE aE aIA a a a ea a a a a e a a a a a a AeEA a a a a aAIAIO aEaI aN a aEA AIOA a AA aO a Ee aI aA a A aOEe aI ea aEAUUAIA e U ae a a acA aOEIAUA EeIa aNO a aaOeA a ae A aaI aA a A aOEcaEaa ae aE aI e aNAUa a a ac aA OeEOAUaAcaEEA ac a A UsAaeIa aI a eE aAsU EaNa aO aEA a AIO aeIA a A Ee aI ea aEA a aI Ee aIaE aEa aaIA e A a aEaO eEA a a ac a a AE aa ae aE aI e aNA Sedangkan pada faedah keempat. KH. Yasin menerangkan faedah surat al-Ikhlas yang menerangkan tentang kebenaran Allah, sebagaimana faedah surat al-Kau. ar yang membahas tentang kebenaran Rasulullah Saw. , dan juga maksud dari pemilihan kata AuAAyCEA pada awal ayat pertama surat ini. a AEOa aA aCA a a ac A A:aAE aA a a ac AcaEE aIeE Oa Ee aEOaa aA aCA a AEA AOE aE aIA ac a ac a a ac aAEe aA aA a ac AE aOE EaE caI Eca e aI aA a acaCA e aa a a ac AaI aNNA aa a aA ONNI Eca eI aAUA aIN a a OE ENA:A a cacaIaU CEOA a a ac AE aeEA AaI a a aI Ee aOEa a aA a acaCA a A aO aEAUA a cacaIaeU aea aO cacaEE aOEa UA a a a a A aOaUA Ca eE aca a aEO aI a caa a caIA:A aEN E CE NNIAUAcaEEa a aaEA ac A a a acaCA a A aOaO aA U AO Ee aOEa aeIA U AeEIe aI aeIA a a aA] acaI aCA :AIE [EEOA UA O NEE IN OaE EAUAE Ee aEaE aI aca a aEO aI acaI a IEA a A a cacaI eaaeIA:aAOA a AOE aEA a a Kutipan tersebut menerangkan tentang penjelasan bahwa surat al-Ikhlas adalah surat yang membahas tentang kebenaran . Allah. Pembahasan yang ditekankan dalam hal ini adalah tentang anggapan orang-orang kafir Mekah bahwa Allah memiliki anak. Menurut keterangan tersebut, jika manusia tidak memiliki anak . hususnya anak laki-lak. , maka ia dianggap memiliki aib/cacat, sebagaimana yang dituduhkan kaum kafir Mekah terhadap Rasulullah. Namun, berbeda dengan manusia, adanya anak bagi Tuhan adalah suatu kecacatan. Maka kemudian ayat ini diawali dengan kata A CEA, agar para pembaca atau mendengar luluh kepada . Allah SWT. Faedah ini tidaklah membahas tentang Faedah ini hanya membahas keterangan bahwa surat al-Ikhlas membahas tentang kebenaran tentang Dzat Allah dan tentang pemilihan dan penempatan kata A CEAdi Abdur Rahman Nor Afif Hamid. Muhammad Romadhon. Aviyah Asmaul Husna awal surat yang memiliki alasan dan tujuan tertentu. Penjelasan tentang empat faedah pada bagian pertama ini dinukil oleh KH. Yasin dari kitab Tafsir Mafatih al-Ghaib karya al-Razi. Kemudian, bagian kedua dari bab ini, menurut penulis, membahas munasabah dengan lebih menekankan pada aspek tasawufnya. Bagian kedua ini menjelaskan bahwa surat al-Ikhlas mencakup pengetahuan yang sangat luas tentang ketuhanan dan juga akidah Surat ini menjelaskan tentang penegasan makna Ilahiyyah dengan sifat shamadiyyah yang maknanya ialah wajib al-wujud dan sifat permulaan bagi Allah terhadap setiap wujud-wujud yang selain-Nya. Penjelasan ini kemudian dilanjutkan dengan keterangan bahwa Allah tidak melahirkan sesuatupun karena Allah juga tidak lahir dari sesuatu. Ini juga menjelaskan bahwa, karena Allah adalah Tuhan bagi setiap perkara yang wujud, maka terwujudnya wujud-wujud yang lain selain Allah adalah karena wujud-Nya. Sehingga tidak mungkin adanya wujud yang serupa dengan-Nya, sebagaimana tidak mungkin wujudnya Allah dari wujud yang selain-Nya. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa tidak ada wujud yang menyamai Allah dalam hal kuatnya wujud. Dengan demikian, ayat pertama dan kedua dalam surat al-Ikhlas ini menjelaskan tentang sifat sejatinya Allah (A)INIA, kepastian sifat sejatinya, hakikat keesaan-Nya dan bahwa Allah tidak tersusun sama sekali. Sedangkan ayat ketiga dan keempat menjelaskan bahwa tidak ada yang menyamai Allah baik dari macam maupun jenis, serta bahwa Allah tidak dilahirkan maupun melahirkan, dan bahwa tidak ada yang menyamai Allah dalam hal wujud. Maka, dengan demikian tercapailah kesempurnaan pengetahuan tentang Dzat Allah. Bagian kedua ini juga menjelaskan munasabah antar kalimat dalam ayat ketiga. Kata A OaE OOEAdalam ayat ketiga ini seolah-oleh menjadi taAolil atau alasan bagi kalimat sebelumnya. A aE OEA. Sehingga makna yang dikira-kirakan dari ayat tersebut adalah demikian: AaE OE aIN aEA 35 Muhammad bin Umar bin bin Al-Hasan At-Tamimy Al-Bakry Al-Qurasyi At-Tibristani Ar-Razi Asy-SyafiAoi Al-AsyAoari. MafAtu al-Ghayb al-Mukhtasar bi al-Tafsir al-Kabir (Beirut: Dar al-Fikr. Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. A( OOEAIa tidak melahirkan, karena sesungguhnya Ia tidak dilahirka. Selain itu dijelaskan pula bahwa tiga kata dalam ayat pertama (A )NO NEE Amerupakan isyarat terhadap maqammaqam para thalibin. Kata pertama (A )NOAmerupakan maqam muqarrabin. Maqam ini merupakan maqam tertinggi bagi para muqarrabin. Mereka adalah orang-orang yang mampu melihat segala sesuatu berdasar hakikatnya. Sehingga, dalam pandangan mereka, hanya Allah lah yang wujud, karena hanya Dia yang wujudnya wajib ada. Sedangkan yang selain-Nya wujudnya hanya bersifat mungkin. Dengan demikian, penggunaan lafaz A NOAsudah sangat jelas bagi mereka dan bahwa A NOAyang dimaksud di sini adalah Allah SWT. Kata kedua (A )NEEAmerupakan maqam ashab al-yamin. Ini merupakan maqam bagi orang-orang yang bersaksi akan wujudnya Allah dan juga wujud-wujud lain yang selainNya. Dengan demikian wujud yang mereka lihat berbilang atau banyak. Maka, penggunaan lafaz A NOAyang merujuk kepada Allah bagi mereka tidaklah cukup jelas. Oleh karena itu, di sini kemudian diberi tambahan lafaz A NEEAuntuk memperjelas pemahaman mereka. Dan, kata yang ketiga (A )Amerupakan maqam ashab al-syimal. Maqam ini merupakan maqam bagi orang-orang yang meyakini adanya Dzat yang wajib al-wujud dan juga Tuhan yang lebih dari satu. Maka, lafaz A Adi sini berfungsi untuk menolak dan membatalkan perkataan . nggapan dan keyakina. mereka itu. Penjelasan tentang faedah ketersusunan ayat bagian kedua ini dinukil oleh KH. Yasin dari Kitab Tafsir Ruh al-MaAoani karya al-Alusi. Analisa Munasabah dalam Kitab Tafsir Surat al-Ikhlas Abdur Rahman Nor Afif Hamid. Muhammad Romadhon. Aviyah Asmaul Husna Berdasarkan apa yang telah dijelaskan sebelumnya, berikut adalah beberapa bentuk munasabah yang penulis temukan dalam kitab Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Yasin bin Asymuni. Munasabah antar ayat dalam satu surat. KH. Yasin memberikan penjelasan munasabah antar ayat dalam surat al-Ikhlas secara lengkap dari ayat pertama hingga ayat keempat. Hal ini antara lain bisa dilihat pada penjelasan tentang faedah ketersusunan ayat bagian pertama pada poin satu dan dua. KH. Yasin menjelaskan ketersusunan ayat dalam surat al-Ikhlas secara jelas dan ringkas sebagai a AEAI EaO aIcaN aE aO aA ac a AEA ac A A:AEe a aa eEaOaEA AA aI a aEaeI aN acaA e aAIU eEaIcaNa aa OA U a U a a a a ac A aOAUAO Oa aE aEaO aIcaNa ae aIaNa aO UA a ac AaI caaO aEA a a A aaE OEa e OaaE OOEa e EaO aIcaN aaI EaOA:AO aEO aI aeaI aIU OA A aOaa Oa aEO aIAUAae UaEA a Uc a a a e a a e a e AeaEC aOaIIa caNU a aI Eca ca aaOa aaE Oae aa aE a aa ees A a AA a a AA a A aa eE a eAUAcaA AOA a a U a a aU aaE Ia eA ae aI aa aOA a Aa aE acaa Ia eA aeO aae aA a a e AONa eEA a A aOaaEe Oa aE eI EaNa aE aAOU A:aAeE e aI aOCa eOEaNA a a AEaI aN aIIA aa a aa A a aOEe aI eEaOaIcaa aEa eA aA a A Ia aAO caEEa a aaE a eI aN aIe aOA:aA Ee aA aa EcaIIaA. aAEA a ac a e a a A A:A Ee aEe aa aC eOENA a Aa U aOIa aAO EIca eCA a ac aa a Aa UA e A aOIa aAO eEAUA aOIa aAO IEEOEI OEEI aEU OaE e aOaaEe OaOEa eAUAEA aIA a A aOaaEe Oa aE eI EaNa aE aAOU A:Aa a a aOeEaIe a a aC eOENA Berdasarkan dua penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa ayat-ayat dalam surat alIkhlas tersusun dengan sangat apik dan antara satu ayat dengan ayat lain saling Munasabah antar kalimat dalam satu ayat. Penjelasan tentang munasabah antar kalimat dalam satu ayat dalam surat38 al-Ikhlas ini antara lain bisa dilihat pada bagian kedua tentang faedah ketersusunan ayat. KH. Yasin 36 Mia Fitriah Elkarimah. AuMUNASABAH IN THE PERSPECTIVE OF SCIENCE OF THE QURAoAN: STUDY OF AL-BURHAN FI ULUMUL QURAN WORKS OF AL-ZARKASYI (D. 749 H),Ay Al-Risalah : Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam 14, no. : 47Ae61, https://doi. org/10. 34005/alrisalah. 37 Ahmad Yasin Asymuni. Tafsr Ayah al-Kurs f BayAni NuzlihA wa AsmAihA wa AfsalyatihA wa al-KhaAi LiqirAatihA wa KitAbatihA wa DaAwAtihA wa TafsrihA. 38 Said. AuTafsir Al-Mishbah in the Frame Work of Indonesian Golden Triangle Tafsirs. Ay Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. menjelaskan munasabah antar kalimat dalam satu ayat ini antara lain pada ayat pertama dan ayat ketiga. Penjelasan munasabah antar kata dalam ayat pertama dijelaskan dengan cukup panjang dengan menggunakan perspektif tasawuf. Berikut adalah munasabah antar kalimat dalam ayat pertama:39 A aIECI eEOE ICI IECaIOAUA OEE O IIN a aaE ICI II ICIa EEIOAUAaI NO NEE aE EAA A ONas IO aIOI CONEU aaE INIa eEIs OCCN II IAUAONO EO ICIa EOI aaE NEE aEA UANe aI O IOO OO eEC eEIN EO aO OON EN OI N IIEI EN aNO II I N EIA A NO a aaE eEC a EI NIE aA INU IOO O aEIN ON OE EI aaE Ei OIECIA:AaCEOA AEOI e EiO Nas NO eEC IN IOO OE NO EEC aAE E aA IEOOa a AINU aEU OEI NO EaI aA eE aaE eEC aE a a II i aO aaE I OCIO EA NEE aEA aCIEA A OIECI EE ICI e EaIE EOI aoI I OEOI O EOO E II OA. AeNU NO NEEA AOeN e aes EINU Oa IECENU INA Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa kata ANO NEE A, ketiga kata ini menjadi simbol maqam tasawuf bagi para talibin . rang-orang yang mencari atau berusaha mendekatkan diri kepada Alla. Kata A NOAmenjadi simbol akan maqam muqarrabin, di mana maqam ini merupakan maqam tertinggi bagi para talibin. Kata A NEEAmenjadi simbol akan maqam ashab al-yamin dan ini merupakan maqam kedua setelah maqam muqarrabin. Sedangkan kata A Amerupakan simbol dari maqam ashab al-syimal yang mana ini merupakan maqam terendah dari maqam-maqam yang telah disebutkan sebelumnya. 39 Ahmad Yasin Asymuni. Tafsr Ayah al-Kurs f BayAni NuzlihA wa AsmAihA wa AfsalyatihA wa al-KhaAi LiqirAatihA wa KitAbatihA wa DaAwAtihA wa TafsrihA. Abdur Rahman Nor Afif Hamid. Muhammad Romadhon. Aviyah Asmaul Husna Adapun terkait munasabah antar kalimat dalam ayat ketiga surat al-Ikhlas bisa dilihat pada kutipan berikut: AO aIN aaE IN aOaaEe OaOEa e eIE IE CEN OEI C CE CE aI EE I EI IO O EI EN aEC aIE OEOIA UAIOE II aON aIAaO CO EEaEI aE OE eEIN aE OOEA Berdasarkan kutipan tersebut hubungan antara kalimat A aE OEAdengan kalimat AOaE OOEA adalah bahwa kalimat A OaE OOEAmenjadi taAolil . bagi kalimat sebelumnya. Sehingga makna yang bisa dikira-kirakan dari ayat tersebut adalah: AuIa (Alla. tidak melahirkan karena sesungguhnya Ia tidak dilahirkanAy. 40 Selain itu, penjelasan-penjelasan berikut adalah beberapa kelebihan yang penulis temukan dalam munasabah surat al-Ikhlas yang ada pada kitab Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Yasin bin Asymuni: Kelebihan utama dalam kitab tafsir ini adalah pemisahan penjelasan munasabahke dalam bab tersendiri yang khusus membahas tentang faedah ketersusunan ayat. Pembahasan yang terpisah ini memberikan kemudahan bagi pembaca untuk memahami keterkaitan antara ayat-ayat dalam Surat al-Ikhlas secara terstruktur dan sistematis. Dalam konteks ini, pembaca tidak hanya disajikan dengan penafsiran umum, tetapi juga diberikan penjelasan rinci tentang bagaimana setiap ayat berkaitan dengan ayat lainnya. Dengan cara ini, pembaca dapat lebih mudah menganalisis munasabah, yaitu bagaimana urutan dan penyusunan ayat-ayat dalam Surat al-Ikhlas bukanlah hal yang kebetulan, melainkan memiliki tujuan dan hikmah yang mendalam. Pembahasan ini membantu pembaca menyadari adanya keteraturan dalam wahyu yang diberikan kepada Rasulullah SAW, yang selanjutnya dapat memperdalam pemahaman terhadap pesanpesan yang ingin disampaikan oleh Allah. Menjelaskan aspek ketersusunan/munasabah secara ringkas namun tetap jelas. Meskipun munasabahmerupakan topik yang sangat kompleks dan mendalam. KH. Yasin mampu menjelaskannya dengan cara yang ringkas namun tetap jelas. Hal ini 40 Ibid. Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. penting, karena tidak semua pembaca memiliki latar belakang yang mendalam dalam ilmu tafsir atau Ilmu Kalam. Dengan memberikan penjelasan yang singkat namun padat, pembaca dari berbagai kalangan dapat dengan mudah memahami maksud dan tujuan dari setiap ayat yang dibahas. Penjelasan yang ringkas ini juga sangat berguna bagi mereka yang ingin mendapatkan pemahaman dasar mengenai keterkaitan antar ayat dalam Surat al-Ikhlas tanpa terlalu terjebak dalam kerumitan teknis. Meski demikian, kesederhanaan dalam penjelasan tidak mengurangi kedalaman makna yang terkandung dalam tafsir tersebut. Pembaca tetap dapat memahami inti dari munasabahsecara komprehensif, meskipun dengan penjelasan yang tidak bertele-tele. Menukil munasabah dari dua kitab tafsir yang berbeda, sehingga munasabah yang disajikan dalam kitab ini lebih komprehensif. kelebihan signifikan lainnya dalam kitab tafsir ini adalah penukilan munasabahdari dua kitab tafsir yang berbeda. Dengan merujuk kepada tafsir dari dua sumber yang berbeda. KH. Yasin memberikan pembaca pandangan yang lebih luas dan komprehensif mengenai topik yang dibahas. Hal ini memperkaya pengetahuan pembaca karena mereka tidak hanya disajikan dengan satu perspektif tafsir, tetapi juga dengan perbandingan antara penafsiran yang berasal dari dua sumber yang mungkin memiliki pendekatan dan metodologi yang sedikit berbeda. Dengan cara ini, kitab tafsir ini dapat mencakup beragam pandangan yang lebih kaya dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana para ulama sebelumnya menafsirkan munasabahdalam Surat al-Ikhlas. Pembaca diberikan kesempatan untuk membandingkan dan memilih pemahaman yang paling sesuai dengan konteks dan kebutuhan mereka, sekaligus meningkatkan kredibilitas tafsir yang disajikan oleh KH. Yasin. Berdasarkan penjelasan di atas, munasabah dalam Tafsir Surat al-Ikhlas karya K. Ahmad Yasin bin Asymuni bukan sekadar keterkaitan antar ayat dan surat, tetapi juga menjadi alat dakwah yang menyampaikan tauhid dalam struktur logika yang halus dan adaptif terhadap budaya lokal. Tafsir ini memperlihatkan bahwa konsep-konsep teologis al-QurAoan dapat disampaikan dalam bentuk yang kontekstual tanpa menghilangkan esensi Selain itu. Ahmad Yasin menyampaikan tafsir dengan gaya pesantren tradisional yang kuat nuansa tawadhuAo, sederhana, dan menggunakan bahasa yang Abdur Rahman Nor Afif Hamid. Muhammad Romadhon. Aviyah Asmaul Husna mendekati kultur masyarakat Jawa. Hal ini menjadi kekuatan dalam menyampaikan tauhid secara tidak konfrontatif, melainkan persuasif. Munasabah dalam tafsir ini tidak hanya bersifat struktural linguistik, tapi juga sosiologis-kultural, yakni disampaikan sesuai dengan latar masyarakat yang masih banyak terpengaruh oleh tradisi lokal dan kepercayaan sinkretis. SIMPULAN Kitab Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Ahmad Yasin bin Asymuni menawarkan pendekatan tafsir yang khas dengan menekankan analisis munasabah, yaitu hubungan antar ayat dalam surah tersebut. Pendekatan ini sangat penting karena jarang ditemukan dalam tafsir Indonesia, dan memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai pesanpesan Al-Qur'an. KH. Yasin menyajikan tafsir ini dengan sistematika yang memudahkan pembaca untuk memahami keterkaitan antar ayat, terutama dalam konteks Surat al-Ikhlas. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa KH. Yasin membahas dua jenis munasabahdalam Surat al-Ikhlas: munasabah antar ayat dalam satu surah dan munasabah antar kata atau kalimat dalam satu ayat. Keunggulan utama kitab ini terletak pada penyajian penjelasan munasabahdalam bab terpisah, yang membantu pembaca memahami hubungan antar ayat secara terstruktur. Selain itu. KH. Yasin mampu menjelaskan munasabah dengan singkat namun jelas, sehingga memudahkan pembaca dari berbagai latar belakang untuk memahami pesan yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Selain itu. KH. Yasin juga mengutip tafsir dari dua sumber yang berbeda, yang memperkaya pemahaman pembaca tentang topik yang dibahas. KH. Yasin juga menjelaskan empat faedah utama dari Surat al-Ikhlas. Dua faedah pertama terkait dengan hubungan antar ayat yang saling menguatkan dan menjelaskan keesaan Allah. Faedah ketiga menyoroti bagaimana surah ini menangkal kemusyrikan dan ajaran teologi yang menyimpang, sementara faedah keempat menegaskan kebenaran Allah melalui penggunaan kata ACEA, yang menegaskan bahwa apa yang disampaikan dalam ayat tersebut adalah kebenaran yang tidak dapat disangkal. Bagian kedua dari tafsir ini mengulas aspek tasawuf yang mendalam, di mana KH. Yasin menegaskan bahwa Allah tidak melahirkan, tidak dilahirkan, dan tidak ada yang serupa dengan-Nya. Penjelasan ini Munasabah Dalam Tafsir Surat Al-IkhlasA. memperkuat pemahaman tentang ketuhanan yang mutlak dan tak terjangkau oleh pikiran DAFTAR PUSTAKA