Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Vol. No. April 2026, pp. Studi Bibliometrik terhadap Kewirausahaan Sosial dalam Literatur Manajemen dan Pembangunan . 0 - 2. Loso Judijanto IPOSS Jakarta. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan literatur kewirausahaan sosial dalam bidang manajemen dan pembangunan selama periode 2000Ae2026 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari database Scopus dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk mengidentifikasi pola kolaborasi penulis, pengaruh sitasi, serta struktur dan dinamika topik penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa kewirausahaan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan merupakan tema utama yang mendominasi literatur. Analisis co-authorship mengindikasikan bahwa kolaborasi antar peneliti masih relatif terbatas dan terfragmentasi, sementara analisis kutipan menunjukkan dominasi karya-karya konseptual sebagai fondasi teoretis bidang ini. Selanjutnya, analisis keyword co-occurrence dan overlay visualization mengungkap adanya pergeseran fokus penelitian menuju isu-isu yang lebih kontekstual seperti tanggung jawab sosial, inovasi sosial, dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. Studi ini menegaskan bahwa kewirausahaan sosial merupakan bidang yang terus berkembang secara multidisipliner dan memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Received Apr, 2026 Revised Apr, 2026 Accepted Apr, 2026 Kata Kunci: Kewirausahaan Bibliometrik. Pembangunan Inovasi Sosial Sosial. VOSviewer. Berkelanjutan. Keywords: Social Entrepreneurship. Bibliometric Analysis. VOSviewer. Sustainable Development. Social Innovation ABSTRACT This study aims to analyze the development of social entrepreneurship literature in the fields of management and development during the period 2000Ae2026 using a bibliometric approach. Data were obtained from the Scopus database and analyzed using VOSviewer to identify patterns of author collaboration, citation impact, and the structure and dynamics of research topics. The results indicate that entrepreneurship, innovation, and sustainable development are the dominant themes in the literature. The co-authorship analysis reveals that collaboration among researchers remains relatively limited and fragmented, while citation analysis highlights the dominance of conceptual works as the theoretical foundation of the field. Furthermore, keyword cooccurrence and overlay visualization analyses show a shift in research focus toward more contextual issues such as corporate social responsibility, social innovation, and the Sustainable Development Goals (SDG. This study confirms that social entrepreneurship is a rapidly evolving and multidisciplinary field with significant potential to support inclusive and sustainable development. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jekws A 303 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta. Indonesia Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Kewirausahaan sosial telah berkembang menjadi salah satu konsep penting dalam literatur manajemen dan pembangunan selama dua dekade terakhir. Konsep ini menggabungkan tujuan ekonomi dan sosial dalam satu kerangka aktivitas kewirausahaan, di mana pelaku usaha tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Dalam konteks global, perhatian terhadap kewirausahaan sosial semakin meningkat seiring dengan munculnya berbagai tantangan sosial seperti kemiskinan, ketimpangan, dan krisis lingkungan yang tidak sepenuhnya dapat diselesaikan oleh mekanisme pasar maupun intervensi pemerintah semata (Fatoki, 2014. Young, 2. Oleh karena itu, kewirausahaan sosial dipandang sebagai solusi alternatif yang mampu menjembatani kesenjangan antara sektor publik dan sektor privat. Perkembangan literatur kewirausahaan sosial juga tidak terlepas dari dinamika perubahan paradigma pembangunan. Jika sebelumnya pembangunan lebih berfokus pada pertumbuhan ekonomi, maka saat ini pendekatan pembangunan berkelanjutan . ustainable developmen. menjadi semakin dominan. Dalam kerangka ini, kewirausahaan sosial berperan sebagai agen perubahan . hange agen. yang mampu menciptakan inovasi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Anami, 2. Sejalan dengan agenda global seperti Sustainable Development Goals (SDG. , kewirausahaan sosial menjadi semakin relevan karena kontribusinya dalam menciptakan solusi inovatif terhadap permasalahan sosial dan lingkungan (Bacuilima et al. Studi mengenai kewirausahaan sosial telah berkembang pesat sejak awal tahun 2000-an. Penelitian dalam bidang ini mencakup berbagai perspektif, mulai dari definisi konseptual, model bisnis sosial, hingga dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan. Namun demikian, perkembangan tersebut juga menimbulkan fragmentasi dalam literatur, di mana konsep dan pendekatan yang digunakan seringkali berbeda antar peneliti (Harsanto et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah publikasi meningkat, masih terdapat kebutuhan untuk memahami struktur pengetahuan, tren penelitian, serta hubungan antar topik dalam bidang kewirausahaan sosial secara lebih sistematis. Analisis bibliometrik memungkinkan peneliti untuk memetakan perkembangan literatur secara kuantitatif, mengidentifikasi pola kolaborasi antar penulis, serta mengeksplorasi hubungan antar kata kunci dalam suatu bidang penelitian (Donthu et al. , 2. Dengan menggunakan alat seperti VOSviewer, peneliti dapat menghasilkan visualisasi jaringan yang menggambarkan struktur intelektual suatu bidang ilmu. Pendekatan ini telah banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk manajemen, kewirausahaan, dan studi pembangunan, untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai evolusi penelitian. Meskipun demikian, studi bibliometrik yang secara khusus mengkaji kewirausahaan sosial dalam konteks literatur manajemen dan pembangunan secara longitudinal . 0Ae2. masih relatif terbatas. Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya berfokus pada periode tertentu atau menggunakan pendekatan literatur review tradisional yang bersifat naratif. Padahal, dengan meningkatnya jumlah publikasi dan kompleksitas topik, diperlukan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis data untuk memahami arah Vol. No. April 2026, pp. A 304 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science perkembangan penelitian. Oleh karena itu, studi ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan melakukan analisis bibliometrik yang komprehensif terhadap literatur kewirausahaan sosial dalam rentang waktu yang panjang. Meskipun kewirausahaan sosial telah menjadi topik yang semakin populer dalam literatur akademik, masih terdapat sejumlah permasalahan yang perlu dikaji lebih lanjut, terutama terkait dengan struktur dan dinamika perkembangan penelitiannya. Pertama, belum adanya pemetaan yang komprehensif mengenai tren publikasi, jaringan kolaborasi penulis, serta distribusi kontribusi negara dalam penelitian kewirausahaan sosial. Kedua, masih terdapat fragmentasi konsep dan inkonsistensi dalam penggunaan istilah yang menyebabkan kesulitan dalam memahami arah Ketiga, mengintegrasikan perspektif manajemen dan pembangunan dalam satu analisis menyebabkan kurangnya pemahaman mengenai bagaimana kedua disiplin tersebut berkontribusi terhadap perkembangan kewirausahaan sosial. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan analisis yang mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai lanskap penelitian kewirausahaan sosial secara global. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif lanskap penelitian kewirausahaan sosial dalam literatur manajemen dan pembangunan selama periode 2000Ae2026 menggunakan pendekatan bibliometric. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik untuk menganalisis perkembangan literatur kewirausahaan sosial dalam bidang manajemen dan pembangunan selama periode 2000Ae2026. Data penelitian diperoleh dari basis data Scopus karena cakupan jurnal internasionalnya yang luas dan terindeks secara ketat. Proses pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci seperti Ausocial entrepreneurshipAy. Ausocial enterpriseAy, dan istilah terkait lainnya pada judul, abstrak, dan kata kunci, dengan kriteria inklusi berupa artikel jurnal berbahasa Inggris dan dokumen yang relevan secara akademik. Data yang telah dikumpulkan kemudian diekspor dalam format CSV dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk menghasilkan visualisasi jaringan bibliometrik. Analisis yang dilakukan meliputi co-authorship untuk mengidentifikasi pola kolaborasi penulis dan negara, citation analysis untuk melihat pengaruh dan kontribusi ilmiah, serta keyword co-occurrence untuk memetakan struktur konseptual dan tren topik penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Co-Authorship Analisis co-authorship digunakan untuk mengidentifikasi pola kolaborasi antar peneliti dalam bidang kewirausahaan sosial selama periode 2000Ae2026. Melalui pendekatan ini, dapat diketahui sejauh mana hubungan kerja sama ilmiah terbentuk, baik dalam skala individu, institusi, maupun lintas negara. Visualisasi jaringan yang dihasilkan memberikan gambaran mengenai aktoraktor utama dalam penelitian, kelompok kolaborasi . esearch cluster. , serta tingkat intensitas interaksi antar penulis dalam mengembangkan kajian kewirausahaan sosial. Vol. No. April 2026, pp. A 305 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Visualisasi pada Level Penulis Gambar co-authorship menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Peta jaringan ini menggambarkan hubungan kolaborasi antar penulis dalam literatur kewirausahaan sosial selama periode 2000Ae2026. Setiap node merepresentasikan penulis, sedangkan garis penghubung menunjukkan adanya kerja sama dalam publikasi ilmiah. Ukuran node serta kedekatan antar node mencerminkan tingkat produktivitas dan intensitas kolaborasi antar peneliti dalam bidang ini. Gambar 1. Visualisasi Penulis Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa jaringan kolaborasi penulis masih relatif terbatas dan membentuk beberapa kelompok kecil . mall cluster. Penulis seperti Ratten. Vanessa tampak berada pada posisi yang cukup sentral dalam jaringan, ditunjukkan oleh keterhubungannya dengan beberapa penulis lain seperti Escamilla-Fajardo. Paloma. Posisi ini mengindikasikan bahwa penulis tersebut memiliki peran penting dalam membangun koneksi ilmiah serta berkontribusi dalam pengembangan literatur kewirausahaan sosial. Namun demikian, jaringan yang terbentuk tidak menunjukkan kepadatan yang tinggi, sehingga mengindikasikan bahwa kolaborasi antar peneliti masih belum terintegrasi secara luas. Di sisi lain, terdapat kelompok penulis lain seperti Peris-Ortiz. Marta dan Fernandes. Cristina I. yang membentuk klaster tersendiri dengan hubungan kolaborasi yang lebih terbatas pada lingkup tertentu. Hal ini menunjukkan adanya fragmentasi dalam jaringan penelitian, di mana kolaborasi cenderung terjadi dalam kelompok kecil dibandingkan lintas kelompok yang lebih luas. Visualisasi pada Level Institusi Gambar berikut menampilkan hasil analisis jaringan kutipan antar institusi . itation analysi. yang divisualisasikan menggunakan VOSviewer. Peta ini menggambarkan keterkaitan Vol. No. April 2026, pp. A 306 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science antar lembaga atau institusi berdasarkan hubungan sitasi dalam literatur kewirausahaan sosial selama periode 2000Ae2026. Setiap node merepresentasikan institusi, sedangkan garis penghubung menunjukkan adanya hubungan kutipan antar institusi. Kepadatan dan kompleksitas jaringan mencerminkan tingkat interkoneksi serta intensitas pertukaran pengetahuan dalam ekosistem penelitian yang dianalisis. Gambar 2. Visualisasi Institusi Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa jaringan kutipan antar institusi membentuk struktur yang sangat padat dan terintegrasi, dengan hampir semua node saling terhubung secara Hal ini menunjukkan bahwa penelitian dalam bidang kewirausahaan sosial memiliki tingkat saling ketergantungan yang tinggi antar institusi, di mana publikasi dari satu lembaga sering menjadi rujukan bagi lembaga lainnya. Institusi seperti Harvard Medical School. Trinity College Dublin, dan berbagai department of psychiatry tampak memiliki posisi yang cukup sentral dalam jaringan, ditunjukkan oleh banyaknya garis koneksi yang menghubungkan mereka dengan institusi Posisi ini mengindikasikan bahwa institusi-institusi tersebut berperan sebagai pusat produksi dan distribusi pengetahuan dalam literatur yang dianalisis. Selain itu, tidak terlihat adanya pemisahan klaster yang signifikan dalam jaringan, yang menunjukkan bahwa aliran pengetahuan bersifat lintas institusi dan lintas negara secara luas. Keterhubungan antara institusi dari berbagai wilayah seperti Amerika Serikat. Eropa, dan kawasan lainnya mengindikasikan bahwa kajian kewirausahaan sosial berkembang dalam konteks global yang kolaboratif. Tingginya kepadatan jaringan juga mencerminkan bahwa literatur dalam bidang ini telah mencapai tingkat kematangan tertentu, di mana referensi ilmiah saling terintegrasi dan membentuk basis pengetahuan yang kuat. Namun demikian, kondisi ini juga dapat menunjukkan dominasi institusi tertentu dalam produksi pengetahuan, sehingga membuka peluang bagi institusi dari negara berkembang untuk meningkatkan kontribusinya dalam jaringan penelitian global. Vol. No. April 2026, pp. A 307 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Visualisasi pada Level Negara Gambar berikut menampilkan hasil analisis co-authorship berbasis negara yang divisualisasikan menggunakan VOSviewer. Peta jaringan ini menggambarkan pola kolaborasi penelitian antar negara dalam literatur kewirausahaan sosial selama periode 2000Ae2026. Setiap node merepresentasikan negara, sedangkan garis penghubung menunjukkan adanya kerja sama publikasi antar negara. Ukuran node mencerminkan tingkat produktivitas atau kontribusi publikasi, sementara kedekatan dan jumlah koneksi menunjukkan intensitas kolaborasi dalam jaringan penelitian global. Gambar 3. Visualisasi Negara Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa negara seperti United States menempati posisi yang paling sentral dalam jaringan, ditunjukkan oleh ukuran node yang besar serta banyaknya koneksi dengan negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat memiliki kontribusi yang dominan sekaligus menjadi pusat kolaborasi dalam penelitian kewirausahaan Selain itu, negara lain seperti Spain. Australia, dan Brazil juga menunjukkan peran penting dalam jaringan, dengan konektivitas yang cukup tinggi terhadap berbagai negara. Keterhubungan ini mencerminkan adanya kolaborasi lintas negara yang cukup intens, terutama antara negara maju dan beberapa negara berkembang. Di sisi lain, terlihat adanya beberapa klaster regional yang terbentuk, seperti kelompok negara di kawasan Eropa. Asia, dan Afrika. Negara seperti Malaysia. Iran, dan China menunjukkan keterlibatan dalam jaringan, meskipun dengan tingkat konektivitas yang relatif lebih rendah dibandingkan negara pusat. Sementara itu, negara-negara seperti South Africa dan Nigeria membentuk klaster tersendiri yang menunjukkan kolaborasi regional. Vol. No. April 2026, pp. A 308 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science 2 Analisis Kutipan Analisis kutipan bertujuan untuk mengukur pengaruh dan kontribusi ilmiah dari publikasi maupun penulis dalam literatur kewirausahaan sosial. Tabel 1. Dokumen yang Paling Sering Dikutip Citations Authors and year (Krueger Jr et al. , 2. (Terjesen et al. , 2. (Li et al. , 2. (Van der Have & Rubalcaba, 2. (Maier et al. , 2. (Desa & Basu, 2. (Ansari et al. , 2. (Guerrero et al. , 2. (Nosratabadi et al. (Bychard & Grygoire. Source: Scopus, 2026 Title Competing models of entrepreneurial intentions Women directors on corporate boards: A review and research Digital transformation by SME entrepreneurs: A capability Social innovation research: An emerging area of innovation studies? Nonprofit Organizations Becoming Business-Like: A Systematic Review Optimization or Bricolage? Overcoming Resource Constraints in Global Social Entrepreneurship Impact at the 'Bottom of the Pyramid': The role of social capital in capability development and community empowerment Economic impact of entrepreneurial universities' activities: An exploratory study of the United Kingdom Sustainable business models: A review Entrepreneurship education research revisited: The case of higher Berdasarkan Tabel 1, terlihat bahwa literatur yang paling sering dikutip dalam bidang kewirausahaan sosial dan manajemen terkait didominasi oleh penelitian-penelitian konseptual dan tinjauan yang membentuk fondasi teoritis utama dalam bidang ini. Artikel oleh (Krueger & Carsrud, 1. menempati posisi tertinggi, menunjukkan kuatnya pengaruh teori niat kewirausahaan . ntrepreneurial intention. sebagai basis dalam memahami perilaku wirausaha, termasuk dalam konteks sosial. Selain itu, tingginya sitasi pada studi seperti (Terjesen et al. , 2. dan (Li et al. , 2. menunjukkan bahwa isu tata kelola, keberagaman, serta transformasi digital menjadi perhatian penting dalam perkembangan literatur. Kehadiran penelitian seperti (Van der Have & Rubalcaba, 2. , (Maier et al. , 2. , serta (Nosratabadi et al. , 2. mengindikasikan bahwa konsep inovasi sosial, model bisnis berkelanjutan, dan transformasi organisasi nonprofit menjadi tema kunci yang terus berkembang. Sementara itu, studi (Desa & Basu, 2. dan (Ansari et al. , 2. memperkuat fokus pada konteks kewirausahaan sosial di lingkungan dengan keterbatasan sumber daya dan masyarakat berpenghasilan rendah. 3 Analisis Keyword Co-Occurrence Analisis keyword co-occurrence digunakan untuk memetakan hubungan antar topik penelitian berdasarkan kemunculan kata kunci secara bersamaan dalam publikasi ilmiah. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi tema-tema utama, tren penelitian, serta evolusi fokus kajian dalam kewirausahaan sosial. Melalui visualisasi jaringan kata kunci, dapat terlihat bagaimana konsep-konsep tertentu saling terhubung dan membentuk klaster tematik yang mencerminkan arah perkembangan penelitian dari waktu ke waktu. Vol. No. April 2026, pp. A 309 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Visualisasi Jaringan Gambar berikut menampilkan hasil analisis keyword co-occurrence yang divisualisasikan menggunakan VOSviewer. Visualisasi ini menunjukkan keterkaitan antar kata kunci yang sering muncul secara bersamaan dalam literatur kewirausahaan sosial pada bidang manajemen dan pembangunan selama periode 2000Ae2026. Setiap node merepresentasikan kata kunci, ukuran node menunjukkan frekuensi kemunculan kata kunci, sedangkan garis penghubung menggambarkan hubungan konseptual antar tema penelitian. Gambar 4. Visualisasi jaringan Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, kata kunci entrepreneurship tampak sebagai node terbesar dan paling sentral dalam jaringan. Hal ini menunjukkan bahwa kewirausahaan masih menjadi Keterhubungannya dengan kata kunci seperti management, decision making, leadership, empowerment, dan entrepreneurship education memperlihatkan bahwa kajian kewirausahaan sosial tidak hanya membahas aktivitas bisnis, tetapi juga berkaitan erat dengan proses manajerial, kepemimpinan, pendidikan kewirausahaan, dan pemberdayaan. Klaster hijau memperlihatkan dominasi tema sustainable development dan social entrepreneurship sebagai fokus utama dalam Keterkaitan kedua kata kunci ini menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial banyak diposisikan sebagai instrumen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Kata kunci lain seperti social innovation, sustainable development goals, corporate social responsibility, dan social capital memperkuat bahwa penelitian di bidang ini banyak diarahkan pada penciptaan nilai sosial, kontribusi terhadap SDGs, serta penguatan modal sosial dalam masyarakat. Klaster kuning yang berpusat pada kata kunci innovation, knowledge management, stakeholder, entrepreneurial university, dan entrepreneurial ecosystem menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial juga berkembang dalam perspektif inovasi dan ekosistem. Tema ini Vol. No. April 2026, pp. A 310 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science menegaskan bahwa keberhasilan kewirausahaan sosial tidak hanya bergantung pada individu wirausaha, tetapi juga pada dukungan pengetahuan, kolaborasi pemangku kepentingan, institusi pendidikan, serta lingkungan ekosistem yang mendukung. Dengan demikian, literatur ini bergerak dari pendekatan individual menuju pendekatan sistemik dan kolaboratif. Sementara itu, klaster biru menggambarkan keterkaitan antara information management, knowledge management, industrial management, dan technological innovation. Kehadiran kata kunci ini menunjukkan bahwa aspek teknologi dan pengelolaan informasi mulai menjadi perhatian dalam penelitian kewirausahaan Hal ini mencerminkan bahwa transformasi digital, inovasi teknologi, dan manajemen pengetahuan semakin dipandang sebagai faktor penting dalam meningkatkan efektivitas, skalabilitas, dan keberlanjutan organisasi kewirausahaan sosial. Peta keyword co-occurrence ini menunjukkan bahwa literatur kewirausahaan sosial bersifat multidisipliner dan berkembang dalam beberapa arah utama, yaitu kewirausahaan, pembangunan berkelanjutan, inovasi sosial, manajemen pengetahuan, serta ekosistem kewirausahaan. Kepadatan hubungan antar kata kunci menunjukkan bahwa tema-tema tersebut saling terhubung dan membentuk struktur pengetahuan yang cukup matang. Namun, visualisasi ini juga menunjukkan peluang pengembangan riset lebih lanjut, terutama pada integrasi antara kewirausahaan sosial, teknologi digital, pembangunan inklusif, dan keberlanjutan di negara berkembang. Visualisasi Overlay Gambar berikut menampilkan hasil analisis keyword co-occurrence berbasis overlay visualization yang divisualisasikan menggunakan VOSviewer. Peta ini tidak hanya menunjukkan keterkaitan antar kata kunci dalam literatur kewirausahaan sosial, tetapi juga menggambarkan perkembangan temporal penelitian berdasarkan rata-rata tahun publikasi. Warna pada setiap node merepresentasikan periode waktu, di mana warna yang lebih gelap menunjukkan penelitian yang lebih lama, sedangkan warna yang lebih terang menunjukkan topik yang relatif baru dan berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Gambar 5. Visualisasi Overlay Sumber: Data Diolah Vol. No. April 2026, pp. A 311 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Berdasarkan visualisasi tersebut, kata kunci utama seperti entrepreneurship, innovation, dan sustainable development tetap menjadi pusat dalam jaringan penelitian, dengan warna yang cenderung berada pada spektrum hijau-kebiruan. Hal ini menunjukkan bahwa topik-topik tersebut telah berkembang secara konsisten dalam periode menengah dan menjadi fondasi utama dalam literatur kewirausahaan sosial. Keterhubungan yang kuat antar kata kunci ini juga menegaskan bahwa penelitian dalam bidang ini bersifat terintegrasi, dengan fokus pada hubungan antara kewirausahaan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, kata kunci dengan warna lebih terang seperti sustainable development goals, corporate social responsibility, entrepreneurship education, dan gender menunjukkan bahwa tema-tema tersebut merupakan fokus penelitian yang relatif lebih baru. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran perhatian akademik ke arah isu-isu yang lebih spesifik dan kontekstual, seperti peran kewirausahaan sosial dalam mendukung SDGs, peningkatan tanggung jawab sosial perusahaan, serta pentingnya pendidikan dan inklusivitas dalam Perkembangan ini mencerminkan dinamika literatur yang terus beradaptasi dengan kebutuhan global dan agenda pembangunan terkini. Di sisi lain, kata kunci yang cenderung berwarna lebih gelap seperti industrial management, information management, dan technological innovation menunjukkan bahwa topik-topik tersebut merupakan fokus awal dalam perkembangan Tema-tema ini menjadi dasar bagi munculnya kajian yang lebih kompleks dan multidisipliner di masa berikutnya. Visualisasi Densitas Gambar berikut menampilkan hasil analisis keyword density visualization yang dihasilkan menggunakan VOSviewer. Visualisasi ini bertujuan untuk menunjukkan tingkat kepadatan dan intensitas kemunculan kata kunci dalam literatur kewirausahaan sosial selama periode 2000Ae2026. Warna yang lebih terang . menunjukkan area dengan frekuensi kemunculan kata kunci yang tinggi, sedangkan warna yang lebih gelap . menunjukkan area dengan frekuensi yang lebih Gambar 6. Visualisasi Densitas Sumber: Data Diolah Vol. No. April 2026, pp. A 312 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa area dengan kepadatan tertinggi berpusat pada kata kunci entrepreneurship, innovation, dan sustainable development. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga konsep tersebut merupakan inti utama dalam literatur kewirausahaan sosial dan memiliki frekuensi kemunculan yang paling tinggi dibandingkan kata kunci lainnya. Selain itu, kata kunci seperti social entrepreneurship juga berada pada area dengan kepadatan yang cukup tinggi, yang menegaskan bahwa kajian ini berkembang sebagai bagian dari integrasi antara kewirausahaan dan pembangunan berkelanjutan. Di sisi lain, kata kunci seperti knowledge management, information management, technological innovation, serta corporate social responsibility berada pada area dengan kepadatan menengah, yang menunjukkan bahwa tema-tema tersebut memiliki kontribusi penting namun tidak seintens tema utama. Sementara itu, kata kunci seperti entrepreneurial ecosystem, entrepreneurial university, dan entrepreneurialism berada pada area dengan kepadatan yang lebih rendah, yang mengindikasikan bahwa topik-topik tersebut masih relatif kurang dieksplorasi dalam literatur. Pembahasan Pembahasan hasil studi bibliometrik ini menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial telah berkembang sebagai bidang kajian yang semakin matang dan multidisipliner dalam literatur manajemen dan pembangunan. Dominasi kata kunci seperti entrepreneurship, innovation, dan sustainable development mengindikasikan bahwa penelitian dalam bidang ini berakar kuat pada teori kewirausahaan klasik yang kemudian diperluas ke arah penciptaan nilai sosial dan Hal ini memperlihatkan bahwa kewirausahaan sosial tidak lagi dipahami sebagai aktivitas alternatif, melainkan sebagai pendekatan strategis dalam menjawab tantangan pembangunan global, termasuk kemiskinan, ketimpangan, dan degradasi lingkungan. Dari sisi struktur kolaborasi, analisis co-authorship menunjukkan bahwa jaringan kerja sama antar peneliti masih relatif terbatas dan cenderung terfragmentasi dalam kelompok kecil. Meskipun terdapat beberapa penulis yang berperan sebagai penghubung dalam jaringan, secara umum belum terlihat adanya integrasi kolaborasi yang kuat secara global. Hal ini mengindikasikan bahwa bidang kewirausahaan sosial masih memiliki ruang yang besar untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dan lintas institusi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan dampak penelitian. Kondisi ini juga mencerminkan bahwa pengembangan ilmu masih bergantung pada kelompok-kelompok tertentu, sehingga perlu didorong inklusivitas dalam kolaborasi Sementara itu, hasil analisis kutipan menunjukkan bahwa literatur kewirausahaan sosial didominasi oleh karya-karya konseptual dan tinjauan sistematis yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan bidang ini. Tingginya sitasi pada penelitian terkait niat kewirausahaan, inovasi sosial, model bisnis berkelanjutan, dan organisasi nonprofit menunjukkan bahwa fondasi teoretis bidang ini sangat kuat dan terus menjadi rujukan utama. Hal ini juga mengindikasikan bahwa perkembangan penelitian tidak terlepas dari integrasi berbagai disiplin ilmu, seperti manajemen, ekonomi pembangunan, dan studi organisasi, yang memperkaya perspektif dalam memahami kewirausahaan sosial. Dari perspektif tematik, analisis keyword co-occurrence dan overlay visualization menunjukkan adanya pergeseran fokus penelitian dari tema-tema awal seperti manajemen industri dan inovasi teknologi menuju isu yang lebih luas seperti pembangunan berkelanjutan, tanggung jawab sosial, dan tujuan pembangunan global (SDG. Kemunculan kata kunci baru seperti Vol. No. April 2026, pp. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science A 313 corporate social responsibility, social innovation, dan entrepreneurship education menandakan bahwa penelitian semakin berorientasi pada dampak sosial dan penguatan kapasitas manusia. Hal ini mencerminkan respons akademik terhadap kebutuhan global yang semakin kompleks, di mana kewirausahaan sosial dipandang sebagai solusi berbasis inovasi untuk menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Hasil studi ini menegaskan bahwa kewirausahaan sosial merupakan bidang yang terus berkembang dengan arah yang semakin terintegrasi antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Meskipun demikian, masih terdapat kesenjangan dalam distribusi kontribusi penelitian, baik dari sisi geografis maupun topik kajian. Oleh karena itu, penelitian di masa depan perlu diarahkan pada penguatan kolaborasi global, eksplorasi konteks negara berkembang, serta integrasi teknologi digital dalam kewirausahaan sosial. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis bibliometrik terhadap literatur kewirausahaan sosial periode 2000Ae2026, dapat disimpulkan bahwa bidang ini telah berkembang secara signifikan dan menunjukkan karakter yang semakin matang serta multidisipliner. Dominasi tema seperti kewirausahaan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan menegaskan bahwa kewirausahaan sosial menjadi pendekatan strategis dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi global. Meskipun struktur kolaborasi peneliti masih cenderung terbatas dan terfragmentasi, pengaruh kuat dari literatur konseptual menunjukkan fondasi teoretis yang solid. Selain itu, terjadi pergeseran fokus penelitian ke arah isu-isu yang lebih kontekstual seperti keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan pemberdayaan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA