The Influence Of Punishment And Reward On Employee Work Effectiveness At Muhammad Taufik Kiemas Airport. Krui. Lampung Pengaruh Punishment Dan Reward Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Bandara Muhammad Taufik Kiemas Krui Lampung Rano Rumansyah . Emila Sholiha . Markus . 1,2,. Study Program of Management. Faculty of Economic and Business. Universitas Serelo Lahat Email: 1 ranorumansyah2@gmail. 2 Markusjohan09@gmail. ARTICLE HISTORY Received . November 2. Revised . Februari 2. Accepted . Februari 2. KEYWORDS Punishment. Rewards, and Work Effectiveness. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui pengaruh Punishment terhadap efektivitas kerja pegawai pada Bandara Muhammad Taufik Kiemas KRUI Lampung. Untuk mengetahui pengaruh Reward terhadap efektivitas kerja pegawai pada Bandara Muhammad Taufik Kiemas KRUI Lampung. Untuk mengetahui pengaruh Punishment dan Reward secara bersama-sama terhadap efektivitas kerja pegawai pada Bandara Muhammad Taufik Kiemas KRUI Lampung. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh Pegawai Bandara Muhammad Taufik Kiemas KRUI Lampung yang berjumlah 39 orang. Jadi teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan dengan metode sensus. Metode sensus adalah pengumpulan data dengan melibatkan seluruh populasi. Hasil penelitian didapat Punishment berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Bandara Muhammad Taufik Kiemas KRUI Lampung. Reward berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Bandara Muhammad Taufik Kiemas KRUI Lampung. Punishment dan Reward berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap efektivitas kerja pegawai pada Bandara Muhammad Taufik Kiemas KRUI Lampung. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of Punishment on employee work effectiveness at Muhammad Taufik Kiemas Airport. KRUI. Lampung. To determine the effect of Rewards on employee work effectiveness at Muhammad Taufik Kiemas Airport. KRUI. Lampung. To determine the joint effect of Punishment and Rewards on employee work effectiveness at Muhammad Taufik Kiemas Airport. KRUI. Lampung. The sample in this study was all 39 employees at Muhammad Taufik Kiemas Airport. KRUI. Lampung. Therefore, the sampling technique used in this study was the census method. The census method involves data collection involving the entire population. The results showed that Punishment significantly influenced employee work effectiveness at Muhammad Taufik Kiemas Airport. KRUI. Lampung. Rewards significantly influenced employee work effectiveness at Muhammad Taufik Kiemas Airport. KRUI. Lampung. Punishment and Rewards significantly influenced employee work effectiveness at Muhammad Taufik Kiemas Airport. KRUI. Lampung. PENDAHULUAN Punishment adalah prosedur yang dilakukan untuk memperbaiki tingkah laku yang tak diinginkan dalam waktu singkat dan dilakukan dengan bijaksana. Punishment merupakan salah satu bentuk negatif yang menjadi alat motivasi jika diberikan secara tepat dan bijak sesuai dengan prinsip-prinsip pemberian Punishment adalah penderitaan yang diberikan atau ditimbulkan dengan sengaja oleh seseorang sesudah terjadi suatu pelanggaran atau kesalahan. Punishment adalah sesuatu yang diberikan karena seseorang berbuat kesalahan atau melanggar suatu aturan yang berlaku, sehingga dengan diberikannya hukuman, seseorang tidak akan mengulangi kesalahan tersebut, dan hukuman diberikan sebagai suatu pembinaan bagi seseorang tersebut. Punishment adalah tindakan yang sengaja dan secara sadar diberikan kepada seseorang yang melakukan suatu kesalahan, agar seseorang tersebut menyadari kesalahannya dan berjanji dalam hatinya untuk tidak mengulanginya, punishment diartikan sebagai hukuman atau sanksi. Maka punishment sebagai bentuk dorongan yang negatif, tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi sarana untuk memotivasi. Reward merupakan bentuk metode dalam memotivasi tim . untuk meningkatkan capaian hasil kerja dan prestasinya. Reward sendiri artinya adalah ganjaran, hadiah, penghargaan atau imbalan. Orgnisasi atau perusahaan memberikan Reward sebagai bentuk pengakuan yang dipublikasikan untuk memacu tim yang lainnya. Dalam konsep manajemen, reward merupakan salah satu alat untuk peningkatan semangat para pegawai. Metode ini bisa menstimulus tim untuk melakukan suatu perbuatan yang positif secara berulang-ulang. Selain memberikan semangat, reward juga bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah dapat dicapai. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 1 Ae 6 | 1 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Reward adalah sesuatu yang diberikan kepada seseorang karena sudah mendapatkan prestasi dengan yang dikehendaki. Reward merupakan memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan/cenderamata. Reward adalah imbalan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada para tenaga kerja, karena tenaga kerja tersebut telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan penulis yang dilakukan di Bandara Muhammad Taufik Kiemas KRUI Lampung ditemui beberapa permasalahan yaitu : Meskipun masih seringnya terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai akan tetapi pegawai tidak mendapatkan hukuman atau sanksi, sehingga dengan belum adanya pemberian punishment kepada pegawai maka hal ini berdampak masih rendahnya efektivitas kerja pegawai dalam bekerja. Berkaitan dengan reward belum terealisasi dengan tepat dimana pegawai yang memiliki efektivitas kerja tidak mendapatkan reward, terkadang kalah reward yang didapatkan oleh pegawai tidak mempertimbangkan efektivitas kerja pegawai. Dengan adanya beberapa permasalahan ini sehingga pegawai tidak efektiv dalam bekerja, hal ini dapat dilihat dari jumlah hasil kerja pegawai belum sesuai standar kerja, jumlah hasil kerja tidak sesuai dengan mekanisme kerja dan pegawai tidak bekerja sesuai dengan jadwal waktu yang ditentukan. LANDASAN TEORI Pengertian Punishment Menurut Purwanto . , punishment adalah penderitaan yang diberikan atau ditimbulkan dengan sengaja oleh seseorang dan sebagainya sesudah terjadi suatu pelanggaran,kejahatan atau kesalahan. Menurut Sadulloh . , punishment adalah sesuatu yang diberikan karena seseorang berbuat kesalahan atau melanggar suatu aturan yang berlaku, sehingga dengan diberikannya hukuman, seseorang tidak akan mengulangi kesalahan tersebut, dan hukuman diberikan sebagai suatu pembinaan bagi seseorang tersebut. Pengertian Reward Menurut Arikunto . , reward adalah sesuatu yang diberikan kepada seseorang karena sudah mendapatkan prestasi dengan yang dikehendaki. Menurut Djamarah . , reward adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan/cenderamata. Menurut Sastrohadiwiryo . , reward adalah imbalan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada para tenaga kerja, karena tenaga kerja tersebut telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian Efektivitas Kerja Menurut Siagan . 2: . , bahwa efektivitas kerja adalah penyelesaian pekerjaan tepat waktu yang telah ditentukan, artinya apakah pelaksanaan suatu tugas dinilai baik atau tidak baik sangat tergantung bagaimana tugas itu dilaksanakan beberapa biaya yang dikeluarkan. METODE PENELITIAN Metode Analisis Data Uji Instrumen Uji instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan penjelasan sebagai berikut: Uji Validitas Uji validitas adalah ukuran yang menunjang tingkat kevaliditan dan atau keapsahan suatu instrument, sebuah instrument dikatakan vailid apa bila mampu mengukur apa yang diinginkan. Karena dengan angka kasar relative lebih mudah dan akan dapat menghindari angka pecahan. Sedangkan mengenai perhitungan korelasinya berdasarkan ketentuan bahwa jika r xy rtable signifikasi 5% berarti item . utir soa. dinyatakan vailid. Sebaliknya rxy rtable maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memiliki Uji validitas dikatakan valid dengan nilai r hitung > t tabel dan jika nilai r hitung < t tabel maka item pertanyaan tidak valid. Uji Reliabilitas Uji reliabitas adalah suatu instrument yang cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik. Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana suatu instrument dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan berulangulang. 2 | Rano Rumansyah. Emila Sholiha. Markus. The Influence Of Punishment And RewardA Uji Normalitas Data Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya distribusi data. Apabila suatu variabel tidak berdistribusi secara normal, maka hasil uji statistik akan mengalami penurunan. Pada uji normalitas data dapat dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Kolmogorov Smirnov yaitu dengan ketentuan apabila nilai signifikansi diatas 5% atau 0,05 maka data memiliki distribusi normal. Sedangkan jika hasil uji One Sample Kolmogorov Smirnov menghasilkan nilai signifikan dibawah 5% atau 0,05 maka data tidak memiliki distribusi normal. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas adalah mengkorelasikan nilai residual dengan masing Ae masing variabel independen, dengan ketentuan jika nilai signifikan korelasi < 0. 05, maka model terjadi masalah heteroskedastisitas dan jika nilai signifikan korelasi > 0. 05, maka model tidak terjadi masalah Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas berkenaan dengan adanya hubungan kuat linier diantara variabel regresi. Konsekuensinya adalah koefisien regresi tak tentu dan kesalahan standarnya tak tehingga yang berakibat pada kesalahan pengambilan keputusan yaitu menerima hipotesis yang seharusnya ditolak. Umumnya multikolinieritas dapat diketahui dari nilai kofisien korelasi lebih besar dari 0. Multikolinearitas dapat juga diketahui dari nilai VIF (Variance Inflation Facto. Apabibla nilai VIF lebih besar dari 10 telah terjadi multikolinearitas sedangkan nilai VIF lebih kecil dari 10 tidak terjadi multikolinearitas. Nilai yang mendekati nol juga mengidentifikasikan terjadinya multikolinieritas. Uji Statistik Uji statistik data dalam penelitian ini merupakan analisis kuantitatif dengan menggunakan perhitungan statistik dan matematik dengan rumus sebagai berikut : Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif lebih berkenan dengan pengumpulan dan peringkasan data serta penyajian hasil peringkasan tersebut. Ukuran dalam pengambilan keputusan dalam Statistik deskriptif yang penulis gunakan dengan mencari central trendency . ecendrungan memusa. seperti minimum, maximum, mean, standar deviasi serta pembuatan histogram untuk mengetahui kemiringan data. Analisis Statistik Inferensial Analisis statistik inferensial adalah alat untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap pengolahan data hasil penelitian, berikut ini perhitungan statistik berikut : Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel bebeas terhadap variabel terikat. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut : Y= b1X1 b2X2 Keterangan : = Variabel Y = Constanta = Koefisien Regresi Untuk X1 = Koefisien Regreasi Untuk X2 = Variabel X1 = Variabel X2 Uji Parsial (Uji . Uji parsial digunakan untuk mengetahui signifikasi ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial atau sendiri-sendiri, sehingga sudah diketahui apakah dugaan yang sudah ada dapat diterima atau ditolak. Uji Simultan (Uji F) Uji simultan digunakan untuk mengetahui secara bersama-sama pengaruh variabel Ae variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan Uji F dengan tingkat kepercayaan 95%. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 1 Ae 6 | 3 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Koefesien Diterminasi Analisis koefesien diterminasi digunakan untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan pengaruh variabel X1 dan variabel X2 Terhadap variabel Y dapat ditentukan dengan rumus koefisien determinasi sebagai berikut: = r2 x 100% Keterangan : = Nilai Koefisien Diterminasi = Nilai Koefisien Korelasi HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Punishment (X. dan Reward (X. secara sendiri Ae sendiri terhadap Efektivitas Kerja (Y). Hasil perhitungan persamaan regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1 Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. Punishment Reward Dependent Variable: Efektivitas Kerja Sumber : Data diolah dengan program SPSS versi 24. 0 tahun 2025 Hasil tabel di atas didapat persamaan regresi : Y = 0,868 0,278 0,684. Nilai constanta sebesar 0,868, hal ini memiliki arti jika variabel Punishment (X. dan Reward (X. diabaikan maka nilai variabel Efektivitas Kerja (Y) sebesar 0,868. Hasil analisis regresi berganda diperoleh nilai regresi variabel Punishment (X. sebesar 0,278, hal ini berarti jika variabel Punishment (X. ditingkatkan sebesar satu - satuan maka akan meningkatkan variabel Efektivitas Kerja (Y) sebesar 0,278 satu - satuan. Jadi besarnya pengaruh variabel Punishment (X. terhadap variabel Efektivitas Kerja sebesar 27,8 % dan sisanya 72,2 % dipenagruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti oleh penulis. Hasil analisis regresi berganda diperoleh nilai regresi variabel Reward (X. sebesar 0,684, hal ini berarti jika variabel Reward (X. ditingkatkan sebesar satu - satuan maka akan meningkatkan variabel Efektivitas Kerja (Y) sebesar 0,684 satu - satuan. Jadi besarnya pengaruh variabel Reward (X. terhadap variabel Efektivitas Kerja sebesar 68,4 % dan sisanya 31,6 % dipenagruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti oleh penulis. Uji Parsial (Uji T) Uji parsial . digunakan untuk menunjukan seberapa jauh pengaruh suatu variabel indevenden secara individual dalam menerangkan variasi variabel devenden. Uji parsial . dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2Uji Parsial (Uji T) Model Sig. Punishment Reward Sumber : Data diolah dengan program SPSS versi 24. 0 tahun 2025 Pengujian pengaruh variabel Punishment (X. terhadap Efektivitas Kerja (Y) diperoleh nilai Sig 0,009 < 0,05, hal ini menunjukan variabel Punishment (X. berpengaruh signifikan terhadap variabel Efektivitas Kerja (Y), maka Ho ditolak dan Ha diterima, jadi hipotesis dalam penelitian ini terbukti 4 | Rano Rumansyah. Emila Sholiha. Markus. The Influence Of Punishment And RewardA menunjukan ada pengaruh yang signifikan variabel Punishment (X. terhadap variabel Efektivitas Kerja (Y). Pengujian pengaruh variabel Reward (X. terhadap Efektivitas Kerja (Y) diperoleh nilai Sig 0,000 < 0,05, hal ini berarti variabel Reward (X. berpengaruh signifikan terhadap variabel Efektivitas Kerja (Y), maka Ho ditolak dan Ha diterima, jadi hipotesis dalam penelitian ini terbukti menunjukan ada pengaruh yang signifikan variabel Reward (X. terhadap Efektivitas Kerja (Y). Uji Simultan (Uji F) Uji simultan (Uji F) digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas (Indevenden. secara bersama Ae sama dapat berpengaruh terhadap variabel terikat . Uji simultan (Uji F) dalam penelitian ini dapat dilhat pada tabel berikut ini : Tabel 3 Uji Simultan (Uji F) ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square 1 Regression Residual Total Sig. Predictors: (Constan. Reward. Punishment Dependent Variable: Efektivitas Kerja Sumber : Data diolah dengan program SPSS versi 24. 0 tahun 2025 Hasil tabel di atas dengan pengujian pengaruh variabel Punishment (X. dan Reward (X. secara simultan terhadap variabel Efektivitas Kerja (Y), diperoleh nilai Sig, 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya variabel Punishment (X. dan Reward (X. berpengaruh signifikan secara bersama Ae sama terhadap variabel Efektivitas Kerja (Y). Koefisien Determinasi Koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur berapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel indevenden. Nilai koefisien determinasi adalah 0 < RA <1. Apabila nilai koefisien determinasi (RA) semakin mendekati angka 1, maka model regresi dianggap semakin baik karena variabel indevendent yang dipakai dalam penelitian ini mampu menjelaskan variabel devendent. Hasil analisis dan perhitungan koefesien determinasi dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Predictors: (Constan. Reward. Punishment Dependent Variable: Efektivitas Kerja Sumber : Data diolah dengan program SPSS versi 24. 0 tahun 2025 Adjusted R Square Hasil analisis dan perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,705, hal ini berarti variabel Punishment (X. dan Reward (X. , mempunyai kontribusi atau pengaruh terhadap variabel Efektivitas Kerja (Y) sebesar 70,5 % dan sisanya 29,5 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan pada bab di atas, maka berikut ini penulis dapat merincikan kesimpulan dari hasil penelitian yaitu sebagai berikut : Pengujian pengaruh variabel Punishment (X. terhadap Efektivitas Kerja (Y) diperoleh nilai Sig 0,009 < 0,05, hal ini menunjukan variabel Punishment (X. berpengaruh signifikan terhadap variabel Efektivitas Kerja (Y), maka Ho ditolak dan Ha diterima, jadi hipotesis dalam penelitian ini terbukti Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 1 Ae 6 | 5 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 menunjukan ada pengaruh yang signifikan variabel Punishment (X. terhadap variabel Efektivitas Kerja (Y). Pengujian pengaruh variabel Reward (X. terhadap Efektivitas Kerja (Y) diperoleh nilai Sig 0,000 < 0,05, hal ini berarti variabel Reward (X. berpengaruh signifikan terhadap variabel Efektivitas Kerja (Y), maka Ho ditolak dan Ha diterima, jadi hipotesis dalam penelitian ini terbukti menunjukan ada pengaruh yang signifikan variabel Reward (X. terhadap Efektivitas Kerja (Y). Hasil pengujian pengaruh variabel Punishment (X. dan Reward (X. secara simultan terhadap variabel Efektivitas Kerja (Y), diperoleh nilai Sig, 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya variabel Punishment (X. dan Reward (X. berpengaruh signifikan secara bersama Ae sama terhadap variabel Efektivitas Kerja (Y). Saran Adapun beberapa saran yang penulis dapat uraikan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu sebagai Punishment atau hukuman harus diberikan kepada pegawai yang melakukan pelanggaran dalam bekerja, sehingga hal ini akan membuat efek jerah bagi pegawai, sehingga efektivitas kerja pegawai Bandara Muhammad Taufik Kiemas KRUI Lampung senantiasa meningkat. Dengan reward berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai Bandara Muhammad Taufik Kiemas KRUI Lampung senantiasa meningkat, maka hendaknya reward harus diberikan dengan seadil-adilnya kepada pegawai yang memiliki efektivitas yang baik dalam bekerja, sehingga dengan adilnya pemberian reward akan membuat pegawai senantiasa meningkatkan efektivitas Pimpinan hendaknya meningkatkan Punishment dan reward dalam meningkatkan efektivitas kerja pegawai, selain itu, pimpinan juga hendaknya memperhatikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas kerja pegawai dalam bekerja. DAFTAR PUSTAKA