11 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 PERAN MUSEUM NEGERI NUSA TENGGARA BARAT SEBAGAI DAYA TARIK WISATA EDUKASI DI KOTA MATARAM Oleh Yonda Aziz Rohansyah1. Fathurrahim2 & Ulfan Mulyawan3 1,2,3Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram. Indonesia Email : 1azizyonda@gmail. com, 2fathurrahim@gmail. 3ulfansainipar@gmail. Article History: Received: 02-05-2024 Revised: 04-06-2024 Accepted: 05-07-2024 Keywords: Peran Museum. Edukasi. Daya Tarik Wisata Abstract: Aspek budaya universal masyarakat dapat diamati di setiap masyarakat. Adapun cara yang dapat kita ketahui kebudayaan masyarakat baik itu individu maupun kelompok yang mana untuk mendapatkan gambaran budaya masyarakat setempat yakni berkunjung ke museum. Dengan berkunjung ke museum kita dapat melihat gambaran tentang peradaban budaya daerah, baik zaman purbakala maupun di zaman Museum perlu merefleksikan diri sebagai tempat yang menggambarkan pusat penelitian, pusat multimedia, dan pusat pendidikan untuk pelestarian budaya masyarakat modern. Museum Negeri Nusa Tenggara Barat merupakan objek wisata yang bermuatan ilmu pengetahuan, sejarah dan budaya yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. PENDAHULUAN Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi dengan objek wisata yang memiliki beragam daya tarik wisata, seperti daya tarik wisata alam, budaya, seni dan buatan manusia. Ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat berpusat di Kota Mataram yang terletak di Pulau Lombok. sebagai pusat kota. Kota Mataram telah memiliki potensi-potensi pariwisata tidak kalah menarik dengan daerah-daerah lain yang ada di provinsi Nusa Tenggara Barat yang bisa dikembangkan dan dilestarikan. Salah satu daya tarik potensial Kota Mataram untuk mendukung kepariwisataan sebagai ibu kota provinsi adalah wisata Wisata budaya yang sangat erat kaitannya dengan provinsi Nusa Tenggara Barat bahkan mewakili budaya-budaya daerah lainnya yang ada di Nusa Tenggara Barat adalah Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, dimana peninggalan-peninggalan sejarah, miniatur tradisi masyarakat Nusa Tenggara Barat tergambarkan di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat. Museum Negeri Nusa Tenggara Barat ditetapkan sebagai museum tingkat provinsi berdasarkan surat keputusan Mendikbud RI No. 022/0/1/1992 tanggal 21 januari 1982 dengan jumlah koleksi sampai tahun 2019 sebanyak 7. 698 buah koleksi. Koleksi tersebut diperoleh melalui ganti rugi atau pembelian, hibah, penukaran dan titipan dari masyarakat serta hasil evakuasi atau temuan . mbalan jas. Dapat dikatakan perkembangan museum di Indonesia saat ini cukup baik, namun a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 tentunya perlu perbaikan bagi Indonesia sebagai negara yang menghargai karya para pendahulunya dan melestarikan peninggalan budaya leluhur, bagi museum sebagai pendukung sosial dari peradaban dan budaya baru. Museum juga harus menjadi mediator yang tidak memisahkan budaya, tetapi menciptakan peradaban multikultural, yaitu mengubah perbedaan budaya menjadi warna yang menghidupkan khazanah budaya sebagai identitas bangsa. Museum jarang dijadikan tempat refreshing atau tempat melepas penat kebanyakan Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Salah satu elemen eksternal adalah citra museum itu sendiri. Banyak yang menganggap museum sebagai tempat yang membosankan. Kesan yang disematkan tersebut justru didukung oleh wisatawan yang merasa bosan atau tidak senang selama berkunjung. Rasa bosan ini bisa disebabkan oleh penuturan materi yang terlalu monoton ataupun jenis koleksi dan tampilan produk yang tidak menarik bagi pengunjung (Rismahendra Aditya, 2. Berdasar dari pengantar tersebut, penulis tertarik untuk mengambil penelitian dengan judul Peran Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Sebagai Daya Tarik Wisata Edukasi Di Kota Mataram. LANDASAN TEORI Daya Tarik Wisata Daya tarik wisata adalah segala sesuatu disuatu tempat yang memiliki keunikan, keindahaan, kemudahan dan nilai yang berwujud keanekaragaman kekayaan alam maupun buatan manusia yang menarik dan mempunyai nilai untuk dikunjungi dan dilihat oleh Berdasarkan pengertian para ahli dapat disimpulkan bahwa daya tarik wisata merupakan segala sesuatu yang dapat mendorong wisatawan untuk mengunjungi suatu daerah tujuan wisata untuk menikmati keunikan yang berada didalamnya Utama . Menurut Utama . 6, p. terdapat syarat yang dapat dipenuhi untuk menjadi daya tarik pada tujuan wisata yaitu : Daya tarik yang dapat dilihat Hal ini mengisyaratkan bahwa pada daerah harus ada sesuatu yang menjadi daya tarik wisata, atau suatu daerah mestinya mempunyai daya tarik yang khusus dan atraksi budaya yang bisa dijadikan sebagai hiburan bagi Apa yang disaksikan dapat berupa pemandangan alam, kegiatan, kesenian, dan atraksi wisata. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan Hal ini mengisyaratkan bahwa ditempat wisata, menyaksikan sesuatu yang menarik, wisatawan juga harus disedikan fasilitas rekreasi yang bisa membuat para wisatawan betah untuk tiggal lebih lama ditempat tujuan wisata. Sesuatu yang dapat dibeli Hal ini mengisyaratkan bahwa tempat tujuan wisata semestinya menyediakan beberapa fasilitas penunjang untuk belanja terutama barang souvenir dan kerajinan rakyat yang berfungsi sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke tempat asal wisatawan. Alat Transportasi Hal ini menjelaskan bahwa untuk dapat mengunjungi daerah tujuan wisata tersebut, kendaraan apa yang digunakan dan berapa lama wisatawan tiba ke tempat tujuan wisata yang akan dituju. Penginapan Untuk menunjang keperluan tempat tinggal sementara bagi wiatawan yang akan berkunjung, daerah tujuan wisata perlu mempersiapkan penginapan-penginapan, seperti hotel berbintang atau hotel tidak berbintang dan sejenisnya. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Daya tarik atau keunikan ini merupakan aset dalam menumbuhkan minat, ketertarikan, dan keinginan wisatawan untuk berkunjung. Daya tarik wisata dibagi menjadi tiga yaitu antara lain: Daya tarik alam, yaitu wisata yang mempunyai keunikan daya tarik alamnya untuk dikunjungi misalnya pantai, gunung, air terjun, lembah, mata air, dan sebagainya. Daya tarik budaya, yaitu wisata yang menawarkan cipta karsa manusia dan keunikan daya tarik budayanya untuk dieksplorasi dan dikunjungi misalnya tempat dan peninggalan bersejarah, kesenian, serta wisata yang menjunjung tinggi kearifan lokal Daya tarik minat khusus, yaitu wisata yang mempunyai daya tarik untuk dikunjungi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan wisatawan seperti olahraga, wisata rohani, wisata kuliner, wisata belanja, dan minatAeminat yang lainnya. Wisata Edukasi Wisata edukasi memiliki dua sudut pandang yatitu faktor permintaan berdasarkan sudut pandang dari wisatawan seperti yang termasuk dalam dampak personal wisatawan setelah melakukan perjalanan wisata dan juga faktor hubungan timbal balik dalam suatu perjalanan wisata yang di lakukan. Rodger . menjelaskan wisata edukasi adalah berwisata khususnya pada kawasan wisata dengan salah satu tujuannya mendapatkan pengalaman dan edukasi di suatu tempat tertentu yang di kunjungi. Disisi lain edukasi juga dapat dijadikan sebagai cara untuk meningkatkan nilai pelestarian pada kawasan yang memiliki nilai historis, dampak dari adanya edukasi dapat menumbuhkan tingkat kesadaran bahkan tingkat keinginan untuk menjadikan sesuatu yang dirasa kurang baik menjadi lebih Edukasi dalam upaya pelestarian di perlukan interaksi dengan lingkungan, hal ini dapat menumbuhkan perubahan sikap, dan meningkatkan motivasi untuk menjaga pelestarian lingkungan (Darwis, 2. METODE PENELITIAN Metode dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif yaitu menggambarkan lebih jelas mengenai peran Museum Negeri Nusa Tenggara Barat sebagai daya tarik wisata edukasi di Kota Mataram. Sumber Data Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari data primer dan Data Primer Dalam penelitian ini, data primer diperoleh dari lapangan penelitian, baik pengamatan langsung maupun wawancara kepada informan. Data Sekunder Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh dari bahan bacaan atau dokumentasi yang berhubungan dengan peran Museum Negeri Nusa Tenggara Barat sebagai daya tarik wisata edukasi di Kota Mataram. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan salah satu unsur penting dalam melakukan suatu penelitian. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Observasi Observasi adalah penelitian yang dilakukan dengan cara memantau dan mencatat data atau fakta sesuai dengan fokus penelitian. Peneliti melakukan observasi dengan mengamati langsung Museum Negeri Nusa Tenggara Barat. Wawancara Wawancara merupakan proses tanya jawab secara langsung yang ditujukaan terhadap informasi di lokasi penelitian dengan menggunakan panduan atau pedoman wawancara, sehingga data yang diperoleh dari hasil wawancara tersebut merupakan data pendukung bagi terlaksananya penelitian. Dokumentasi Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan catatan-catatan yang ada di lokasi penelitian serta sumber-sumber yang relevan dengan obyek penelitian. Tujuan penelitian menggunakan metode ini untuk memperoleh data yang lebih akurat dan lebih jelas serta menjadi pendukung dari observasi dan wawancara. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Museum Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat berlokasi di Jalan Panji Tilar Negara No. 6 Mataram, dengan areal seluas 8. 613 m2 . Museum ini merupakan museum yang dirintis pembangunannya sejak . ahun 1976/1977. Pada tahun tersebut NTB memperoleh dana pembangunan dengan nama proyek rehabilitasi dan perluasan museum. Berdasarkan proyek tersebut berani di dalamnya tersirat semacam pengakuan bahwa di NTB telah ada museum yang perlu direhabilitasi dan diperluas. Maka pada tahun 1976/1977 sampai dengan 1980/1981, pembangunan sarana prasarana gedung museum satu persatu dilaksanakan sampai akhimya terwujudlah museum tingkat provinsi di Nusa Tenggara Barat yang diberi nama Museum Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat. Museum Negeri Nusa Tenggara Barat berdasarkan jenis koleksinya yang beragam diklasifikasikan sebagai museum umum. Koleksi yang dimiliki museum ini sebanyak 7900 buah dalam pengelolaannya dibagi menjadi 10 jenis, yaitu: geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika, dan heraldika, filologika, keramologika, teknologika, dan seni rupa. Pembagian jenis koleksi berdasarkan disiplin ilmu dan sub disiplin ilmu tersebut bertujuan antara lain untuk memudahkan dalam pengelolaan, penelitian, dan pemanfaatan koleksi. Kelembagaan museum ini ditetapkan berdasarkan SK Mendikbud RI N0. 022/0/1/1092 tanggal 21 Januari 1982. Peresmiannya dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 1982 oleh Mendikbud RI Bapak Dr. Daoed Yoesoef. Museum negeri prov. NTB merumuskan banding "Museum Sebagai Citra Peradaban BangsaAy. Pencitraan ini tidaklah berlebihan karena pada dasarnya museum merupakan lembaga yang menyatukan mata rantai masa lalu, masa kini, dan proyek masa yang akan datang. Sejarah museum menunjukkan bagaimana peran lembaga ini dari sekedar tempat menyimpan barang yang ditransformasikan sebagai lembaga kebudayaan dan saat ini menjadi Iembaga ilmu pengetahuan dan sekaligus dapat memberi inspirasi untuk rancang bangun peradaban pada masa yang akan damng. Pasang surut petjalanan Museum Negeri Provinsi NTB dalam pclaksanaanmgas pokok dan fungsinya tetap mempenahankan tiga pilar kebijakan yaitu sebagai lembaga yang berwatak ilmiah, seni dan menyenangkan dengan orientasi pelestari warisan budaya, lembaga pendidikan dan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 penguatan wawasan. Museum Sebagai Daya Tarik Wisata di Kota Mataram Museum merupakan salah satu daya tarik wisata budaya. Artefak atau benda cagar budaya yang menjadi koleksi dan pameran museum kerap menjadi daya tarik wisatawan. Berbagai benda budaya yang menjadi koleksi museum seringkali berasal dari suku yang berbeda dan berasal dari beberapa daerah. Dalam konteks ini, koleksi museum sebenarnya mencerminkan pluralisme budaya atau multikulturalisme. Dalam konteks itu, museum merupakan tempat di mana wisatawan dapat melihat dan memahami warisan budaya masa lalu kelompok suku lain yang berasal dari era yang berbeda. Pameran dan pengelolaan benda cagar budaya harus ditata sedemikian rupa untuk menarik wisatawan. Informasi yang lengkap dan menarik, serta penataan cagar budaya yang tertata rapi dapat menarik minat wisatawan. Dalam kaitan ini, kerjasama antara museum yang ada di Sambas dengan dinas pariwisata budaya harus ditingkatkan dan dikembangkan. Museum dapat menampilkan atau memamerkan artefak warisan budaya yang menjadi daya tarik wisata, di sisi lain industri pariwisata juga memperoleh keuntungan ekonomi yang dapat membantu kelangsungan hidup museum itu sendiri dan masyarakat sekitar. Beberapa aspek harus diperhatikan untuk menjadikan suatu objek menarik bagi wisatawan (Niken. Aspek Keunikan Suatu obyek wisata budaya seringkali menarik perhatian karena keunikan, kekhasannya dan keanehannya. Artinya ini sangat sulit didapatkan oleh komunitas lain. Aspek unik ini sering dikaitkan dengan sejarah subjek itu sendiri. Aspek Estetitika Aspek estetika ini berkaitan dengan aspek keindahan suatu objek. Sebuah objek tidak hanya harus unik tetapi juga indah atau estetis. Aspek Religi Aspek ini berkaitan dengan benda-benda yang disakralkan atau memiliki kekuatan gaib tertentu yang dapat memengaruhi kehidupan manusia. Aspek Ilmiah Nilai ilmiah atau nilai intelektual yang tinggi. Keempat aspek tersebut penting untuk diperhatikan agar museum dapat lebih mengoptimalkan perannya sebagai objek dan daya tarik wisata budaya. Aspek ini sangat cocok diterapkan untuk mengoptimalkan peran museum sebagai objek dan daya tarik wisata Dengan kata lain, pendekatan unik, estetis, religi dan ilmiah merupakan konsep yang jelas untuk diterapkan guna menjadikan Museum Sambas sebagai daya tarik wisata. Selain itu di adakan pameran untuk meningkatkan daya tarik museum sebagai destinasi wisata edukasi. Pameran itu sendiri juga harus dikemas semenarik mungkin agar kesan membosankan museum hilang, sekaligus memungkinkan pengunjung untuk menikmati koleksi museum dengan cara yang lebih menarik. Selain pertunjukan koleksi rutin harian, akan lebih menarik jika museum ini juga mengadakan pameran khusus dengan tematema terkini untuk menambah kemeriahan bagi masyarakat yang berkunjung. Topik dipilih sesuai dengan target pasar utama. Bagi pelajar setingkat sekolah lanjutan, topik yang akan diangkat tentunya cukup berbeda dengan masyarakat umum, perguruan tinggi, sebab pelajar seringkali lebih kritis, maka perlu dibuat pameran yang lebih menarik dan merangsang imajinasi mereka untuk berdiskusi. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Peran Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Sebagai Pusat Edukasi Menurut Bruninghaus dan Knubel (Z. Widadi, 2. , dalam menentukan kebijakan edukasi museum harus memperhatikan dua tujuan utama, yaitu: Museum sebagai Edukasi dan Kolektor Museum harus mempertimbangkan hubungan antara edukasi dan barang kolektor. Apakah koleksi museum mencakup artefak atau spesimen sejarah alam, objek teknis, atau bahan arsip. Selain itu, museum harus bekerja sama dengan staf spesialis . di lapangan untuk mengembangkan tujuan pendidikan yang sesuai. Dengan demikian, setelah tujuan teridentifikasi, museum dapat merancang program edukasi di dalam museum untuk memahami aspek konservasi dan pengetahuan tentang artefak dalam koleksi museum. Museum merupakan Warisan Budaya dan Edukasi Dalam proses pengambilan kebijakan, museum harus menyatukan edukasi dengan kurator, pameran koleksi, dan deskripsi koleksi di museum, terutama untuk museum dengan masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang tradisi lokal dan budaya daerah. Orang sering tidak menyadari sejarah dan tradisi budaya mereka sendiri, itulah sebabnya museum adalah salah satu tempat yang baik untuk mempromosikan dan mendorong kesadaran akan warisan budaya. Fungsi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat sebagai tempat penelitian yang berkualitas adalah tidak hanya menampung koleksi informasi dan pengetahuan yang statis tetapi juga dinamis. Museum juga memberikan layanan informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan apresiasi, imajinasi dan inovasi mereka untuk berkembang. Museum juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pemahaman pengunjung dan masyarakat tentang koleksi museum. Sehingga pengunjung dapat melihat langsung barangbarang peninggalan bersejarah yang ada di dalam Museum Negeri Nusa Tenggara Barat. Museum tidak boleh menjadi lembaga yang pasif, tetapi sebaliknya museum harus menjadi peserta aktif dalam proses pembangunan. Penciptaan museum merupakan simbol sejarah dan budaya suatu daerah yang tidak dapat dipisahkan dari unsur-unsur pemerintah, swasta, dan masyarakat yang saling Ketiganya memiliki peran masing-masing dalam pengembangan museum yang Ketika peran ini dapat dilakukan secara optimal, maka tercipta struktur pengelolaan museum yang baik. Perlu adanya manajemen pengelolaan museum yang jelas, terarah, struktur organisasi, upaya promosi dan sosialisasi akan keberadaan Museum sebagai cagar budaya agar semakin baik dan berkembang dari waktu ke waktu. Dengan adanya Museum yang ada di Sambas ini, masyarakat bisa lebih mengenal, menghargai, mencintai, dan melestarikan budaya yang ada. Merupakan identitas dan peradaban masyarakat daerah yang perlu di pelihara agar dapat dirasakan oleh generasi sekarang dan yang akan datang. Untuk dapat meningkatkan kualitas suatu museum, peran dari pihak Penta Helix sangat diperlukan, di antaranya: Peran Pemerintah Melindungi museum sebagai bagian dari cagar budaya. Memberikan legitimasi pendirian museum dengan menetapkan kebijakan atau peraturan khusus yang berkaitan dengan museum. Mendukung pengelolaan badan pengelola museum. Membantu menyelesaikan permasalahan internal . engelolaan museu. terkait a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 pengadaan museum. Mempromosikan dan mensosialisasikan museum sebagai aset daerah kepada seluruh masyarakat, baik masyarakat di daerah maupun masyarakat di luar. Peran Sektor Ekonomi Swasta. Khususnya: Mendukung pengelolaan museum. Bertindak sebagai lembaga yang mensponsori dan mendukung pengembangan Membantu mempromosikan museum melalui pertunjukan seni budaya dan kegiatan Peran Khusus Masyarakat Melestarikan dan merawat koleksi artefak yang ada di museum. Mengunjungi museum untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah. Membantu mempromosikan museum kepada wisatawan domestik dan mancanegara. Peran Akademisi Akademisi berperan sebagai konseptor yang melakukan penelitian, membantu pengelolaan identifikasi potensi, dan peluang pengembangan. Menyumbangkan ide dan gagasan untuk mengingat akademisi merupakan sumber pengetahuan dari pengembangan pariwisata yang mencakup konsep, teori dan model-model pengembangan terbaru. Peran Media Mendukung promosi. Media juga berperan penting dalam membangun brand image dari perubahan sosial yang sedang dibangun dalam masyarakat, sehingga akses informasi mudah didapat. Dengan adanya kemudahan akses informasi, akan mengundang dan menambah kolaborator baru untuk bersama menciptakan perubahan sosial yang berdampak pada masyarakat. KESIMPULAN Peran museum harus semakin konkrit dan menginspirasi banyak orang sebagai sumber ilmu, sumber pendidikan yang baik. Keberadaan museum juga untuk mempromosikan budaya lokal, bahkan membangun demokrasi dan mempromosikan Museum dibawa untuk lebih dekat ke masyarakat serta mampu memberikan informasi sejarah dan budaya. Tidak hanya bernilai sejarah, keberadaan museum juga memiliki nilai religi, adat-istiadat dan peradaban. SARAN Perlu optimalisasi pemanfaataan museum sebagai objek wisata edukasi. Hal ini membutuhkan peran dari unsur penta helix dalam pemanfaatan museum sebagai objek wisata sekaligus edukasi. Selain itu perlu peran serta pengelola dalam sehingga museum dapat diakses dan berkualitas untuk dijadikan sebagai sumber belajar. Dengan demikian, sangat dibutuhkan sinergitas antara pengelola museum dan unsur penta helix. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 DAFTAR PUSTAKA