EDUKATIF ISSN . : 2442-3858. ISSN . : 2745-4681 Volume VI. No 2. Juli-Desember 2020. Halaman 111-120 DOI: MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA pada MUATAN IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION pada KELAS IV SEKOLAH DASAR Marlina Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan marlina_2192@yahoo. Abstract The purpose of this research was to improve the students learning aktivities in Social Sciences content using group investigation learning in class IV SDN Pasar Lama 6 Banjarmasin. This research uses a qualitative and quantitative approach to the type of class action research was carries out in two cycles using desain kemmis and Mc. Taggart consists of stages planning, implementing, observing and reflecting. Data collected using observations and tests. Data analysis uses qualitative and quantitative data analysis. The results of this research indicate that the application of group investigation model in learning social sciences can improve students learning activities. Keyword: Learning Acitivities. Social Sciences. Group Investigation Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada muatan IPS menggunakan model pembelajaran Group Investigation pada kelas IV SDN Pasar Lama 6 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran group investigation dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Kata Kunci: Aktivitas Belajar. IPS. Group Investigation Diterima: 25 September 2020 | Direvisi: 01 Oktober 2020 | Disetujui: 05 Oktober 2020 A 2020 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiudin Sambas. Indonesia Pendahuluan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang berperan penting membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat baik ditingkat lokal, nasional maupun global (Maryani dan Syamsuddin, 2. Hal ini sejalan dengan pendapat Susanto . IPS pada hakekatnya untuk mengembangkan pemikiran konsep yang berdasarkan realita kondisi sosial yang ada di lingkungan siswa. Tujuan muatan IPS diantaranya: . mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya. memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, memecahkan masalah dan keterampilan dalam Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 112 kehidupan sosial. memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan . memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetensi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional dan global (Depdiknas, 2006:. Tujuan utama pembelajaran IPS adalah untuk mengembangkan potensi siswa agar mampu mengatasi terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya maupun yang menimpa masyarakat sekitar (Trianto, 2010:. Pembelajaran IPS penting diberikan kepada siswa, karena siswa sebagai anggota masyarakat perlu mengenal masyarakat dan lingkungannya. Untuk mengenal masyarakat siswa dapat belajar melalui media cetak, media elektronik, maupun secara langsung melalui pengalaman hidupnya ditengah-tengah masyarakat. Dengan pembelajaran IPS diharapkan siswa dapat memiliki sikap peka dan tanggap untuk bertindak secara rasional dan bertanggung jawab dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupannya (Hidayati, 2010:. Pembelajaran IPS seharusnya lebih menuntut pada kemampuan berpikir kritis siswa. Mengajar IPS tidak hanya sekedar mentransfer ilmu kepada siswa, tetapi juga mendidik dengan membiasakan siswa menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam mata pelajaran IPS ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa. Kenyataan yang terjadi di lapangan selama ini adalah pada proses pembelajaran IPS yaitu, keaktifan siswa masih kurang, terlihat dari siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran, hanya mendengarkan penjelasan dari guru tanpa melakukan interaksi secara langsung dan kurangnya partisipasi siswa dalam pembelajaran serta hanya menuntut siswa untuk menghapal materi pelajaran tanpa melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini terjadi pada siswa kelas IV SDN Pasar Lama 6 Banjarmasin, dilihat dari hasil observasi yang dilakukan di kelas IV pada hari Senin, 24 September 2018 pukul 10. 00 WITA ditemukan fakta bahwa pembelajaran IPS yang dibelajarkan cenderung masih menggunakan metode konvensional yaitu menghafalkan materi-materi yang ada di dalam buku, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran dan proses pembelajaran kurang bermakna. Siswa cenderung menghafalkan materi sebagai cara utama untuk dapat menyelesaikan soal-soal yang diberikan guru. Materi dalam muata IPS cukup padat dan luas tetapi dalam proses pembelajarannya masih dengan cara menghafalkan sehingga siswa kesulitan untuk memahami isi materi yang akan digunakan dalam ingatan jangka panjang. Bahkan keaktifan siswa pun masih kurang terhadap proses pembelajaran IPS ini, terlihat dari siswa tidak Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 113 terlibat aktif dalam proses pembelajaran, hanya mendengarkan penjelasan dari guru, kuran melakukan interaksi yang berakibat kurangnya keterlibatan siswa secara langsung dan kurangnya partisipasi siswa. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada proses belajar bermakna IPS dan hasil belajar yang diperoleh siswa. Hal ini terlihat dari 20 siswa, hanya 7 siswa . ,33%) yang berhasil mencapai KKM Ou 65 dan 13 . ,67%) siswa masih belum Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru wali kelas IV pada hari Senin, 24 September 2018 pukul 10. 00 WITA diketahui bahwa dalam proses pembelajaran IPS guru hanya meminta siswa untuk membaca materi, menghafal dan mengerjakan latihan. Hasil belajar siswa yang berupa tugas atau latihan juga tidak selalu dievaluasi atau dibahas bersama siswa, sehingga siswa tidak mengetahui makna dari pembelajaran yang telah Akibatnya jika hal ini dibiarkan terus menerus menyebabkan aktivitas belajar siswa rendah yang juga berdampak pada nilai muatan IPS akan selalu di bawah KKM. Dalam mengoptimalkan aktivitas belajar IPS dan pemasalahan di atas dapat terpecahkan, maka diperlukan pemilihan model pembelajaran yang tepat digunakan dalam pembelajaran IPS di SD, salah satunya model pembelajaran Group Investigation (GI). Model Group Investigation dipilih karena dengan menerapkan model pembelajaran ini siswa akan dilatih kemampuan berpikir kritisnya dan akan memiliki minat serta partisipasi lebih selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini sejalan dengan pendapat Rusman . yang menyatakan bahwa model pembelajaran GI dalam proses pembelajarannya setiap kelompok akan bekerja melakukan investigasi sesuai dengan masalah yang ada dan bersifat demokratis karena siswa menjadi aktif belajar dan melatih kemandirian serta berpikir kritis siswa. Sehingga akan tercipta proses pembelajaran yang menyenangkan, bermakna dan berpusat pada siswa serta dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di sekolah. Dalam pelaksanaannya model pembelajaran GI ini dapat menunjang keefektifan proses penyampaian informasi serta meningkatkan rasa ingin tahu terhadap materi pelajaran yang diajarkan. Beberapa hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini yang telah membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran GI dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Purnamasari, dkk. menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran GI dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Selain itu, penelitian oleh Yupin dan Amiruddin . menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran GI dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 114 Berdasarkan uraian di atas dapat diungkapkan bahwa melalui model pembelajaran Group Investigation dianggap dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPS. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan penelitian dengan judul AuMeningkatkan Aktivitas Belajar Siswa pada Muatan IPS menggunakan Model Pembelajaran Group Investigation pada kelas IV Sekolah DasarAy. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus dengan menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pasar Lama 6 Banjarmasin pada kelas IV dengan jumlah siswa 20 orang. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan tes. Observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dan aktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Group Investigation. Sedangkan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar muatan IPS siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran untuk mengamati jalannya proses pembelajaran dan lembar tes seperti soal evaluasi dalam bentuk soal pilihan ganda untuk mengetahui hasil belajar muatan IPS siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif yaitu observasi untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa yang dianalisis menggunakan model teknik analisis interaktif sedangkan analisis data kuantitatif yaitu berupa hasil belajar siswa yang dianalisis secara deskriptif. Indikator keberhasilan yaitu apabila hasil belajar siswa memenuhi ketuntasan individu yaitu Ou 65 dengan ketuntasan klasikal Ou 80%. Aktivitas guru dan siswa mencapai kriteria sangat baik/sangat aktif apabila mencapai persentase keaktifan Ou 80%. Hasil Penelitian Pada penelitian ini, proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada muatan mata pelajaran IPS materi Aktivitas Ekonomi yang dilakukan selama dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan diketahui hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus I dan siklus II dari setiap pertemuan terjadi Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 115 peningkatan yang mulanya berada pada kriteria baik dan pada pertemuan akhir kegiatan pembelajaran berada pada kriteria sangat baik. Pada siklus I pertemuan 1 tingkat keterlaksanaan mencapai skor 33 dengan kriteria baik, pada pertemuan 2 tingkat keterlaksanaan mencapai skor 34 dengan kriteria sangat Siklus II pertemuan 1 tingkat keterlaksanaan mencapai skor 37 dengan kriteria sangat baik, pada pertemuan 2 tingkat keterlaksanaan mencapai skor 40 dengan kriteria sangat Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Group Investigation dari siklus I dan siklus II selalu mengalami peningkatan. Siklus I pertemuan 1 tingkat keaktifan siswa mencapai 47 % dengan kriteria kurang aktif. Pertemuan 2 tingkat keaktifan siswa mencapai 65% dengan kriteria Siklus II pertemuan 1 tingkat keaktifan siswa mencapai 85% dengan kriteria sangat aktif, pertemuan 2 tingkat keaktifan siswa mencapai 95% dengan kriteria sangat aktif. Hasil belajar siswa dalam penelitian ini juga memperlihatkan adanya peningkatan pada siklus I dan siklus II. Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I adalah sebesar 53% sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mencapai 100%. Untuk memperjelas hasil observasi dan hasil tes yang diperoleh pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada gambar dan tabel berikut: Gambar 1. Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I dan siklus II Hasil Observasi Aktivitas Guru Pertemuan 1 Pertemuan 2 Siklus I Siklus II Gambar 2. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I dan Siklus II Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 116 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pertemuan 1 Pertemuan 2 Siklus I Siklus II Gambar 3. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I Siklus Siklus I Siklus II Siklus II Tabel 1. Hasil observasi dan tes siklus I dan siklus II Hasil Observasi Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Pertemuan 2 Pertemuan Pertemuan 2 Pertemuan 1 Hasil Tes Diskusi Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SDN Pasar Lama 6 Banjarmasin pada kelas IV dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada muatan IPS materi Aktivitas Ekonomi yang dilakukan selama dua siklus dengan setiap siklus terdapat dua kali pertemuan. Pada siklus I memperlihatkan hasil yang kurang memuaskan dan masih banyak yang perlu diperbaiki. Sedangkan siklus II hasilnya mengalami peningkatan dan dapat mencapai indikator ketuntasan yang telah Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 117 Data hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus I dan siklus II dapat diketahui bahwa aktivitas guru dari setiap pertemuannya terjadi peningkatan kriteria yang mulanya hanya berada pada kriteria baik dan pada pertemuan akhir kegiatan pembelajaran berada pada kriteria sangat baik. Peningkatan ini disebabkan karena adanya perbaikan pembelajaran ketika dilakukan refleksi terhadap pembelajaran (Rahmadi dan Kurniawan, 2014:. Hal ini juga dikemukakan oleh Novitawati . bahwa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran guru berusaha meningkatkan aktivitasnya melalui bimbingan kelompok-kelompok untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam berdiskusi, mengerjakan tugas dan melakukan refleksi memberikan perubahan terhadap aktivitas siswa. Selain itu, meningkatnya aktivitas guru dalam pembelajaran juga dipengaruhi oleh cara guru membimbing anak dalam belajar terutama pada saat penggunaan media dan mengelola kelas dengan baik dan terarah (Asmar dan Nurlianti, 2014:. Kegiatan pembelajaran di kelas ditandai dengan adanya pengelolaan kelas, penggunaan media, sumber belajar dan model pembelajaran (Rusman, 2011:. Peningkatan ini juga sejalan dengan pendapat Susanto . bahwa guru adalah ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan dan merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Pendapat senada juga dikemukakan oleh Sanjaya . bahwa berkualitas atau tidaknya suatu proses pembelajaran sangat tergantung pada kemampuan dan perilaku guru dalam mengelola pembelajaran. Oleh karena itu, keberhasilan suatu proses pembelajaran di kelas sangat ditentukan oleh kualitas atau kemampuan guru. Guru berperan penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang Selain itu, guru juga harus mampu merancang model pembelajaran yang bermakna bagi siswa, guru harus kreatif dalam mendesain model pembelajaran agar siswa dapat berpartisipasi, aktif, dan kreatif terhadap materi yang diajarkan (Susanto, 2. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Group Investigation dalam proses pembelajaran sudah tepat. Model pembelajaran Group Investigation merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Wahyudi dan Pratama . menyatakan bahwa model pembelajaran Group Investigation merupakan model pembelajaran kooperatif yang terlibat dalam perencaan baik topik yang dipelajari dan bagaimana cara melakukan investigasi. Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Group Investigation dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Peningkatan ini terjadi karena penerapan model pembelajaran ini dapat membuat siswa menjadi aktif belajar dan melatih kemandirian serta berpikir kritis siswa, sehingga akan tercipta proses Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 118 pembelajaran yang menyenangkan, bermakna dan berpusat pada siswa serta dapat Dalam pembelajaran Group Investigation ini dapat menunjang keefektifan proses penyampaian informasi serta meningkatkan rasa ingin tahu terhadap materi yang diajarkan. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Peningkatan tersebut terjadi karena model pembelajaran Group Investigation membuat siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Hal ini didukung oleh pendapat Sudewi, dkk . yang menyatakan bahwa model pembelajaran GI memberikan kesempatan siswa untuk terlibat langsung dan aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat Novitawati . yang menyatakan bahwa Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation melibatkan siswa secara aktif. Pembelajaran dengan model pembelajaran Group Investigation dinilai tepat karena dapat membuat suasana belajar menyenangkan bagi siswa. Menyenangkan yang dimaksud bangkitnya minat, adanya keterlibatan penuh serta terciptanya penguasaan materi yang dipelajari dan nilai yang membahagiakan pada diri siswa (AAola, 2. Sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hasil belajar siswa dalam penelitian ini juga terjadi peningkatan dari siklus I dan siklus II. Ketuntasan hasil belajar siklus I sebesar 53% dan siklus II hasil belajar mencapai Data tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran GI dapat meningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan guru dalam Selain itu, adanya peningkatan hasil belajar ini merupakan dampak dari aktivitas guru dan aktivitas siswa itu sendiri. Shaleh dan Nooridawati . mengatakan bahwa peningkatan tersebut juga dikarenakan adanya perbaikan guru dalam proses pembelajaran, baik dalam penyajian materi dengan menggunakan media yang menarik minat siswa, bimbingan yang terus dilakukan guru agar selalu membuat siswa fokus belajar, melibatkan siswa agar selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat Amberansyah dan Marhamah . bahwa diantara penyebab tuntasnya hasil belajar juga disebabkan karena guru selalu memperbaiki cara mengajarnya dan menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan juga menyenangkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Hikmatullah . pembelajaran yang bermakna sehingga siswa menjadi antusias dan aktif dalam belajar, itulah yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Beberapa hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini yang juga membuktikan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran Group Investigation Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2020 | 119 dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Purnamasari, dkk. menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa. Penelitian oleh Artini, dkk. menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Selain itu, penelitian oleh Yupin dan Amiruddin . menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN Pasar Lama 6 Banjarmasin. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan aktivitas guru pada siklus I dan siklus II. Aktivitas guru dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Group Investigation pada siklus I dengan kriteria baik dan siklus II dengan kriteria sangat baik. Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Group Investigation pada siklus I dengan kriteria kurang aktif dan pada siklus II dengan kriteria sangat aktif. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I hasil belajar siswa mencapai 53% sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mencapai 100%. Daftar Pustaka