Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya ANALISIS PANDANGAN ANAK MUDA DI SURABAYA TIMUR DALAM PERBANDINGAN KEBAYA ENCIM DAN KEBAYA JAWA Audrey Morse1. Ong Peter Leonardo2 1,2Fakultas Sastra dan Pendidikan Bahasa. Jurusan Pendidikan Bahasa Mandarin. Universitas Widya Kartika Jl. Sutorejo Prima Utara II/1. Surabaya 60113 Abstrak Kebaya merupakan pakaian tradisional Indonesia yang populer di kalangan perempuan dan sudah dikenal lama oleh banyak orang diberbagai negara, karena bisa menampilkan keanggunan ketika kenakan, selain itu pakaian kebaya juga merupakan warisan budaya Indonesia. Salah satu kebaya yang dikenal masyarakat yaitu kebaya jawa, kemudian masuknya budaya tionghoa muncul kebaya encim. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pandangan anak muda di Surabaya Timur dalam perbandingan Kebaya Encim dan Kebaya Jawa. Perbandingan yang dibuat berdasarkan persamaan dan perbedaan pada Kebaya Encim dan Kebaya Jawa menurut pandangan anak muda yang ada di Surabaya Timur dengan metode penelitian kuisioner dan wawancara, pengambilan sampel dari anak muda yang ada didaerah Surabaya Timur. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui pandangan anak muda di Surabaya Timur dalam perbandingannya Kebaya Encim memiliki warna yang cerah dan motifnya yang rata-rata berhubungan dengan bunga atau motif lain yang mengandung unsur budaya tionghoa dan Kebaya Jawa yang dikenakan dengan kemben dan identik dengan brokat. Kata Kunci: Kebaya Jawa. Kebaya Encim. Analisis. Pandangan. Perbandingan Abstract Kebaya is a traditional Indonesian clothing that is popular among women and has been known for a long time by many people in various countries, because it can display elegance when worn, besides that kebaya clothing is also an Indonesian cultural heritage. One of the kebaya known to the public is the Javanese kebaya, then the entry of Chinese culture emerged kebaya encim. This study was conducted to analyze the views of young people in East Surabaya in the comparison of Kebaya Encim and Kebaya Jawa. The comparison was made based on the similarities and differences in Kebaya Encim and Kebaya Javanese according to the views of young people in East Surabaya with questionnaire research methods and interviews, sampling from young people in the East Surabaya area. Based on this research, it can be seen that the views of young people in East Surabaya in comparison are bright colors and the average motif is related to flowers or other motifs that contain elements of Chinese culture and Javanese Kebaya which is worn with kemben and is identical to brocade. Keywords: Javanese Kebaya. Kebaya Encim. Analysis. View. Comparison PENDAHULUAN Budaya merupakan sebuah hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia yang didasarkan oleh ciptaan atau temuan manusia termasuk gaya hidup yang dinamis yang dimiliki oleh masyarakat dan dapat diwariskan turun temurun yang terdiri atas berbgai unsur salah satunya yaitu pakaian (Dali, 2. Setiap negara pasti memiliki ciri khas dan budaya yang beragam, tidak hanya negara antar negara tapi dalam negara tersebut antara satu daerah dengan daerah yang lain juga pasti memiliki budaya dan ciri khas yang beragam. Apalagi Indonesia merupakan negara multicultural yang memiliki hubungan perdagangan antar bangsa, sehingga hal ini dapat menyalurkan budaya negara lain ke Indonesia. Salah satunya adalah budaya Tiongkok yang berakluturasi dengan Indonesia yang memunculkan Budaya Peranakan Tionghoa. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 B07-1 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Budaya berpakaian masyarakat Indonesia menjadi salah satu contoh Budaya Peranakan Tionghoa, contohnya adalah kebaya. Kebaya merupakan pakaian dari warisan nenek moyang dan sudah jadi budaya nasional, sehingga kebaya sering digunakan untuk acara wisuda, acara resmi kenegaraan dan pernikahan. (Azrin, 2. Kebaya merupakan pakaian tradisional yang terbuat dari kain kasa dan biasanya terdapat sarung atau kain panjang batik sebagai bawahan yang menutupi bagian pinggang hingga kaki. (Putri & Hidayat, 2. Pada abad ke-19 komunitas orang Tiongkok di wilayah Melayu mulai berkembang, banyak orang Tiongkok yang menikah dengan orang pribumi yang menimbulkan adanya pencampuran keturunan dan gabungan budaya yang dinamakan Budaya Peranakan Tionghoa di Indonesia dan Baba di Malaysia. Salah satu hasil Budaya Peranakan Tionghoa waktu itu yaitu kebaya Encim. Encim memiliki arti perempuan keturunan Tionghoa yang sudah menikah atau berumur atau yang biasanya perempuan yang sudah dipanggil bibi karena dalam Bahasa Hok-kian encim memiliki arti bibi, sesuai dengan namanya kebaya ini kebanyakan dipakai oleh perempuan yang sudah berumur atau sudah menikah (Wirawan & Sutami, 2. Indonesia terdapat Kebaya Jawa yang biasanya juga digunakan dalam acara-acara penting. Kebaya Jawa juga merupakan kebaya yang terkenal, sehingga penulis tertarik untuk mengangkat topik analisis pandangan anak muda di Surabaya Timur dalam perbandingan Kebaya Jawa dan Kebaya Encim yang membahas ciri-ciri, segi motif, warna dan model yang terdapat pada kebaya tersebut untuk melihat perbedaannya. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini yang digunakan metode pengumpulan data kepustakaan atau dokumentasi dan metode pengumpulan data wawancara. Penetapan judul ini berdasarkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran Budaya Peranakan Tionghoa karena Budaya Peranakan Tionghoa ini juga mempengaruhi salah satu busana Indonesia yaitu kebaya dan memunculkan Kebaya Encim sehingga penulis memiliki ketertarikan akan menganalisis Kebaya Encim yang sudah ada di Indonesia sejak dulu. METODE PENELITIAN KEPUSTAKAAN (Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data melalui teknik dokumentasi yaitu dilakukannya pengumpulan data dari berbagai catatan peristiwa yang sudah berlaku mau dari tulisan foto atau gambar ataupun karya-karya monumental dari individu atau instaansi. Di tengah keterbatasan waktu, biaya, dan jarak yang jauh, serta dalam rangka memastikan ketelitian riset yang berhubungan erat dengan sejarah dan budaya, penelitian ini memutuskan untuk memilih metode penelitian berbasis dokumentasi atau kepustakaan yang data atau informasi yang di peroleh dari sumber-sumber tertulis seperti materi kuliah, skripsi, buku, jurnal, media massa, dan publikasi pemerintah sehingga bisa mendapatkan referensi tentang sejarah dan nilai perkembangan budaya dari jaman ke jaman. Istilah yang digunakan untuk metode ini adalah "kajian pustaka", yang mengacu pada pengamatan menyeluruh terhadap bahan bacaan yang relevan dengan fokus penelitian. Pada penelitian ini berbagai pengetahuan mengenai kebaya didapatkan melalui penelitian kepustakaan dari berbagai sumber tertulis. METODE PENELITIAN WAWANCARA (Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data wawancara yaitu dimana dua orang bisa bertukar informasi dan ide pemikiran orang lain melalui tanya jawab agar kedua orang tersebut bisa dikontribusikan makna pada suatu topik. Wawancara dilaksanakan secara online dan offline selain itu juga perlu disiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber saat wawancara, selain itu juga disiapkan alat perekam agar Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 B07-2 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya dapat merekam suara saat berlangsungnya wawancara yang bertujuan agar bisa mengulang kembali hasil wawancara ketika proses pemetaan dengan ini bisa meminimalisir terjadinya kesalahan menjawab saat wawancara, dan juga bisa menyiapkan alat untuk mencatat hasil Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian deskriptif yang hasil penelitian berupa kata kata tertulis (Lexy, 2. Setelah pengumpulan data dan validasi data dilakukan, yang akan dilakukan selanjutnya yaitu menemukan persamaan dan perbedaan yang terdapat pada kebaya jawa dan kebaya encim HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Persamaan dan Perbedaan Model Kebaya Jawa dengan Kebaya Encim Model Kebaya Kebaya Encim Jawa Garis leher V ue ue Memiliki Bef ue Model tangan licin ue ue Panjang ke panggul ue Lengan Panjang ue ue Lengan pendek ue ue ue ue ue Bagian Fit body Berdasarkan tabel di atas model pada pakaian Kebaya Jawa dan Kebaya Encim hampir sama hanya saja pada Kebaya Encim tidak memiliki bef yang merupakan tambahan kain pada depan Kebaya Jawa berguna untuk agar lebih menutupi bagian atas kebaya agar tidak terlalu terbuka. Kemudian pada Kebaya Encim juga tidak dimodel panjang sampai ke pinggul seperti dalam beberapa model Kebaya Jawa tetapi hanya dimodel untuk sepinggang. Kebaya Jawa banyak juga yang dibuat Fit body sehingga dapat terlihat lekukan tubuh ketika memakai Kebaya Jawa, sedangkan pada Kebaya Encim walaupun ada yang dibuat sedemikian rupa tetapi tidak sampai bisa terlihat lekukan tubuh ketika Kebaya Encim dipakai. Berdasarkan tabel di atas model pada pakaian Kebaya Jawa dan Kebaya Encim hampir sama hanya saja pada Kebaya Encim tidak memiliki bef yang merupakan tambahan kain pada depan Kebaya Jawa berguna untuk agar lebih menutupi bagian atas kebaya agar tidak terlalu terbuka. Kemudian pada Kebaya Encim juga tidak dimodel panjang sampai ke pinggul seperti dalam beberapa model Kebaya Jawa tetapi hanya dimodel untuk sepinggang. Kebaya Jawa banyak juga yang dibuat Fit body sehingga dapat terlihat lekukan tubuh ketika memakai Kebaya Jawa, sedangkan pada Kebaya Encim walaupun ada yang dibuat sedemikian rupa tetapi tidak sampai bisa terlihat lekukan tubuh ketika Kebaya Encim dipakai. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 B07-3 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Tabel 2. Persamaan dan Perbedaan Motif Kebaya Jawa dengan Kebaya Encim Motif Kebaya Jawa Kebaya Encim Burung ue ue Kupu-kupu ue ue Bunga ue ue Phoenix ue Naga ue Kilin ue Bambu ue Geometris ue Pada Kebaya Jawa dan Kebaya Encim motif yang dijahit ke dalam kedua jenis kebaya ini umumnya berhubungan dengan flora dan fauna, tetapi pada Kebaya Jawa terkadang juga ditemukan motif geometris yang berupa kotak, garis atau bentuk simetris lainnya yang bisa memberikan kesan elegan pada Kebaya Jawa. Kebaya Jawa juga lebih sering menggunakan bunga-bunga pada umumnya, sedangkan pada Kebaya Encim tidak terdapat motif geometris hanya saja pada Kebaya Encim banyak motif flora fauna yang berasal dari Tiongkok karena Kebaya Encim sendiri mengandung unsur Tionghoa. Tabel 3. Persamaan dan Perbedaan Material Kebaya Jawa dengan Kebaya Encim Material Kebaya Jawa Kebaya Encim Brokat ue ue Katun ue ue Organdi ue ue Sutra ue ue Tile/Tulle ue Kemben ue Sifon ue Penggunaan kain pada kedua kebaya ini relatif sama hanya saja pada Kebaya Encim lebih sering digunakan kain katun atau sutra yang jenis kainnya lebih tertutup sedangkan pada Kebaya Jawa lebih sering digunakan kain yang semi transparan seperti organdi, brokat, tile dan sifon. Kemudian pada Kebaya Jawa karena bahan yang digunakan relatif semi transparan maka pada kebaya jawa disempurnakan dengan bagian dalamnya dipakai dengan Persamaan warna pada kedua jenis kebaya sama menggunakan warna putih, hitam dan beragam warna lainnya. Perbedaannya pada Kebaya Encim lebih sering digunakan warna yang cerah seperti putih, jingga, biru, kuning dan hijau, sedangkan pada Kebaya Jawa Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 B07-4 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya awalnya lebih sering menggunakan warna hitam karena memberikan kesan elegan dan formal tetapi seiring perkembangan waktu Kebaya Jawa banyak muncul warna lain seperti warna netral pada umumnya, tetapi hasil warna yang jadi cenderung berwarna gelap atau dalam, seperti kuning gelap, hijau gelap. Pada Kebaya Encim yang mengandung unsur Budaya Tionghoa juga memiliki arti lain pada Kebaya Encim berwarna putih yaitu memiliki makna duka. Setelah hasil wawancara dengan masyarakat di Surabaya Timur mengenai Kebaya Jawa dan Kebaya Encim, dapat disimpulkan perbedaan dari kedua jenis kebaya tersebut. Kebaya Jawa sudah identik dengan kain yang semi transparan dan harus dipadukan dengan kemben jika dikenakan. Sedangkan pada Kebaya Encim kain yang digunakan tidak nembus terlihat seperti kain katun umumnya. Dan pada Kebaya Jawa sering juga digunakan kain brokat yang jenis kain itu sendiri sudah memiliki motif timbul yang kelihatan jelas berbeda dengan kain umumnya sehingga kelihatan lebih banyak motif apalagi jika ditambahkan dengan jahitan payet atau manik-manik serta renda-renda. Pada Kebaya Encim warna yang mencolok menjadi salah satu keunggulan pada kebaya tersebut, kainnya sendiri dipilih dengan wara yang cerah sehingga mudah menangkap pandangan orang kemudian bordirannya yang tertata pada lingkaran leher memanjang sampai bawah kebaya dan motifnya yang paling kelihatan jelas yaitu jahitan bordiran pada bawah ujung runcing kebaya bagian depan serta pada pergelangan tangan atau akhir lengan tangan juga diberi jahitan bordir bunga-bunga. Pada Kebaya Jawa motifnya cenderung dijahit dengan payet atau manik-manik dan pada Kebaya Encim jahitan motif bordirnya menggunakan benang dengan warna cerah dan warna-warni sehingga pada Kebaya Encim motif jahitan kebayanya akan lebih terlihat jelas dari pada Kebaya Jawa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya bisa diambil kesimpulan sesuai dengan hasil penelitian pandangan anak muda di Surabaya Timur terhadap perbandingan Kebaya Encim dan Kebaya Jawa yaitu pada masyarakat Surabaya Timur di Pulau Jawa ini cenderung sudah sangat mengenal kebaya jawa yang memiliki identik Kebaya Jawa kain semi transparan dikenakan bersamaan dengan kemben dan berpayet. Kebaya encim dan kebaya jawa sama sama bisa menampilkan keanggunan dan kedewasaan ketika dikenakan dan kedua jenis kebaya ini rata- rata dikenakan pada acara yang sama atau pada upacara yang penting. Bagi kebanyakan anak muda di Surabaya Timur. Kebaya Encim kainnya lebih nyaman dipakai karena menyerupai kain katun jadi kesan dipakai dibadan seperti kain biasa yang dipakai pada pakaian kesehariannya, kemudian pada Kebaya Encim menjadi salah satu jenis kebaya yang memiliki warna mencolok dan warna-warni sedangkan pada Kebaya Jawa memiliki khas dengan brokat dan payet. Persamaan pada Kebaya Jawa dan Kebaya Encim yaitu pada motif mereka yang menggunakan motif flora dan fauna, serta umumnya berlengan panjang dan model depan kebaya meruncing kebawah. Perbedaan Kebaya Jawa dan Kebaya Encim walaupun memiliki motif flora fauna tetapi pada Kebaya Encim masih bisa terlihat Budaya Tionghoa yang berupa motif bunga teratai, motif phoenix, kilin dan lainnya yang mengandung unsur Tionghoa. Selain itu juga bisa dilihat dengan mudah perbedaan kedua jenis kebaya yaitu pada kainnya yang Kebaya Jawa semi transparan dan Kebaya Encim memiliki kain serupa katun dengan potongan lebih longgar jika dibandingkan dengan Kebaya Jawa yang fit body menunjukan lekukan tubuh yang bagus. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 B07-5 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya DAFTAR PUSTAKA