Vol. 13 No. 2 Desember 2024 Jurnal Ilmiah Hospitality 337 a. UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA FLASHCARD Oleh Lucky Dewanti1. Suriyani2. Ida Royani3 & Siti Nurrahma4 1,2,3,4Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Muhammadiyah Bogor Raya. Indonesia Email: 1luckydewanti187@gmail. com, 2suriyanibgr556@gmail. royani1104@gmail. com, & 4rahmasn345@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak di kelas A RA Nurul Ihsan melalui penerapan media flashcard. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari dua siklus, masing-masing dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 20 anak berusia 4-5 tahun, dengan komposisi 11 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik, termasuk observasi, kegiatan belajar mengajar (KBM), tes kognitif, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), catatan lapangan . ield not. , dan tes kognitif. Analisis data dilakukan secara deskriptif, baik kualitatif maupun kuantitatif. Indikator keberhasilan penelitian ini ditetapkan berdasarkan perhitungan persentase. jika persentase mencapai 75% atau lebih, anak dianggap mengalami peningkatan dalam perkembangan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam perkembangan bahasa anak melalui penggunaan media flashcard. Peningkatan ini tercermin dari kenaikan persentase nilai rata-rata pada setiap siklus. Pada pra-siklus, perkembangan bahasa anak tercatat hanya 43%, yang mengindikasikan bahwa tingkat pencapaian perkembangan mereka belum memadai. Namun, pada siklus 1, persentase tersebut meningkat menjadi 73%, dan pada siklus 2 mencapai 85%. Dengan demikian, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pemanfaatan media flashcard secara efektif dapat meningkatan perkembangan bahasa anak. Kata Kunci: Media Flashcard. Perkembangan Bahasa. Anak Usia 4-5 Tahun. PENDAHULUAN Menurut undang-undang no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidik adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peseta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keadamaan, pengendalian diri, kepribadian akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini Pasal 1 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini, yang selanjutnya disingkat PAUD, merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 . tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan perkembangan jasmani dan rohani agar anak pendidikan lebih lanjut. Menurut NAEYC (National Association for the Education of Young Childre. , anak usia dini adalah anak Anak usia dini ialah anak yang berusia dengan jarak 0Ae8 tahun serta dapat berkembang dengan cepat melalui lingkungan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini sering disebut dengan STPPA adalah kreteria tentang kemampuan yang dicapai anak pada seluruh aspek perkembangan dan pertumbuhan yang mencakup seluruh aspek sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik-motorik, nilai agama dan moral, dan seni. Bahasa sangat penting bagi anak kecil. Bromley . P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH 338 Jurnal Ilmiah Hospitality Vol. 13 No. 2 Desember 2024 a. mendefinisikan bahasa sebagai sistem simbol yang teratur untuk menyampaikan berbagai ide dan informasi. Sistem simbol ini terdiri dari simbol-simbol visual yang dapat dilihat, ditulis, dan dibaca, serta simbol-simbol verbal yang dapat diucapkan dan didengar. Anakanak dapat memanipulasi simbol-simbol Anak belajar tentang dunia di sekitar mereka melalui bahasa. Anak membutuhkan bahasa untuk mengungkapkan keinginannya, sehingga terciptalah proses komunikasi dan interaksi antara anak dan Melalui perkembangan anak dalam segala aspek dapat terwujud dengan baik, mulai dari moralitas agama, gerak fisik, kognisi, emosi sosial, bahasa dan seni. Pemberian stimulasi melalui media yang menarik, tepat dan inovatif sangat perkembangan bahasa anak. Perlu media yang inovatif untuk mengembangkan keterampilan bahasa anak seperti flashcard. Flashcard merupakan permainan edukasi yang berisi benda-benda berbentuk kartu gambar dan teks doman yang dirancang dengan cermat dirancang untuk meningkatkan setiap aspek, termasuk mengembangkan daya ingat dan menambah kosa kata. Vygotsky menekankan pentingnya interaksi sosial dan alat bantu visual dalam perkembangan bahasa anak. Flashcard dapat menjadi alat bantu visual yang memfasilitasi interaksi sosial antara anak dan perkembangan bahasa anak. Berdasarkan observasi awal di RA Nurul Ihsan perkembangan bahasa anak masih belum mengungkapkan bahasa. Peneliti menemukan beberapa anak pada tahap perkembangan kosa kata, anak-anak berusia antara 4 dan 5 tahun perbendaharaan kata mereka, yang dapat menghambat kapasitas mereka untuk Terlihat dari 20 orang anak baru ada 7 anak . %) anak yang sudah lancar dalam berkomunikasi, 13 anak . %) lainnya masih mengalami kendala dalam Dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang variatif saat pembelajaran sehingga anak mengalami kejenuhan yang membuat anak kurang termotivasi untuk belajar bahasa. Salah satu yang tepat untuk mengatasi ,yaitu menggunakan kartu flash dalam pembelajaran bahasa untuk anak-anak usia dini. Berdasarkan latar belakang masalah yang terjadi, penulis berupaya melakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang terjadi sebagai upaya meningkatkan perkembangan bahasa anak dengan judul AuUpaya Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Flashcard. LANDASAN TEORI Perkembangan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun Pengertian Bahasa Menurut Rita, bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal . unyi ucapan yang bersifat arbitrer, yang dapat diperkuat dengan gerak gerik badaniah yang nyat. Menurut santrok, bahasa adalah sistem komunikasi yang terintegrasi, mencakup kode-kode mengekspresikan berbagai maksud dan Bahasa merupakan sarana komunikasi yang disampaikan seseorang kepada orang lain agar dapat diketahui apa maksud dan Menurut Yanuari, dengan bahasa manusia dapat mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya. Sesuatu yang sudah terasa sama dan mirip dengannya. Perkembangan bahasa pada anak adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki anak sesuai dengan tahapan usia dan karakteristik Usia dini . -6 tahu. merupakan periode awal yang paling penting, sehingga diperlukan stimulasi yang berguna agar potensi anak dapat berkembang, seperti meletakkan dasar kemampuan fisik, bahasa, sosial-ekonomi, dan lain-lain. Menurut a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH Vol. 13 No. 1 Juni 2024 Jurnal IlmiahHospitality 339 a. Santrok dkk, melalui bahasa, anak-anak dapat mengungkapkan pikirannya, jadi orang lain memahaminya dan menciptakan sesuatu hubungan sosial. Jadi, tidak mengherankan kalau bahasa itu merupakan salah satu indikator internal kesuksesan dan kesuksesan seorang anak. Anak yang dianggap aktif berbicara, terkadang itu adalah cerminan dari anak yang cerdas. Sebelum anak memahami ilmu lainnya, anak-anak perlu menggunakan bahasa secara berurutan dapat memahami pengetahuan baru apa pun diterima. Anakanak akan bisa mengembangkan keterampilan di bidangnya pengucapan bunyi, penulisan, pembacaan sebagai pendukung literasi pada tingkat itu lebih tinggi. Oleh karena itu, butuh pembelajarannya juga mampu menggunakan bahasa yang berkualitas. Faktor lingkungan dan faktor keluarga sangat berpengaruh dalam perkembangan bahasa anak Berdasarkan pendapat beberapa ahli, maka dapat disimpulkan bahwa. Bahasa adalah kunci mengembangkan potensi diri. Perkembangan bahasa pada anak adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki anak sesuai dengan tahapan usia Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Secara tahap-tahap perkembangan anak dapat dikelompokan dalam beberapa rentang usia, dalam setiap rentang menunjukan cici-ciri khas. Menurut Guntur, tahapan perkembangan ini adalah sebagai berikut (A) Tahap I, . , yaitu antara 0-1 tahun. Tahap meraba-1 . ralinguistik pertam. Dimulai dari bulan pertama hingga bulan keenam, dimana anak mulai menangis, tertawa, dan menjerit. Tahap meraba-2 . Tahap ini adalah tahap kata tanpa makna yang berlangsung dari bulan keenam hingga 1 (B) Tahap II . Tahap ini terdiri dari dua bagian: . Tahap I: holafrastik . Pada tahap ini, anak mulai mengungkapkan makna keseluruhan frasa atau kalimat dalam satu kata, dan pembendaharaan kata mereka mencapai sekitar 50 kata. Tahap II: frasa . -2 tahu. Pada tahap ini, anak sudah bisa mengucapkan dua kata dan pembendaharaan kata mereka meningkat hingga 50-100 kata. Tahap i . engembangan tata bahasa, usia prasekolah 3-5 tahu. Pada tahap ini, anak mulai membuat kalimat sederhana, dan mampu memperpanjang kata menjadi satu kalimat, seperti struktur S-P-O (Subjek-PredikatObje. Tahap IV . ata bahasa menjelang dewasa, usia 6-8 tahu. Ditandai dengan kemampuan anak menggabungkan kalimat sederhana dan kompleks. Media Pembelajaran Kata AumediaAy berasal dari bahasa Latin AymediusAy yang artinya AutengahAy. AuperantaraAy, atau AupengantarAy. Dalam bahasa arab media diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima. Media berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima, sehingga menjadi alat ntuk Menurut Gerlach dan Ely, media secara umum dapat dipahami sebagai manusia, materi, atau kejadian yang dapat membangun kondisi yang memungkinkan siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Menurut Oemar Hamalik, media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah Menurut Suprapto dkk. , media pembelajaran adalah alat bantu yang dapat digunakan oleh guru secara efektif untuk mencapai tujuan yang Berdasarkan pengertian umum dari media, kita dapat merumuskan definisi khusus untuk media pembelajaran. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan atau menyebarkan materi dari guru kepada siswa secara terencana, sehingga pembelajaran menjadi efektif dan efisien. Media ini harus mampu merangsang pikiran, perasaan, a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH 340 Jurnal Ilmiah Hospitality Vol. 13 No. 2 Desember 2024 a. perhatian, dan kemampuan atau keterampilan proses siswa, sehingga mendorong terjadinya proses belajar. Secara lebih rinci, media pembelajaran dapat berupa bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar untuk memastikan interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa berlangsung secara ilmiah, interaktif, efektif, dan efisien. Flashcard Menurut Azhar mengemukakan bahwa flashcard adalah kartu kecil yang berisi gambar, teks, atau tanda symbol yang mengingatkan dan menentukan siswa kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar itu. Media flashcard adalah kartu-kartu kecil yang berisi gambar, teks, tanda, atau simbol yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis visual. Manfaat media flashcard menurut Pande, mengatakan bahwa manfaat media flashcard adalah mendapatkan membantu permulaan bagi peserta didik serta. Media flashcard memiliki beberapa manfaat yang dapat menunjang perkembangan bahasa anak. Di bawah ini beberapa manfaat flashcard dalam perkembangan bahasa anak. Perbanyak mengenalkan anak pada berbagai kata baru melalui gambar dan tulisan di kartu. Anakanak belajar mengenali kata-kata dan mengasosiasikannya dengan gambar yang ditampilkan, membantu mereka memperluas kosa kata mereka. Meningkatkan pemahaman kalimat, kartu flash membantu anak anak memahami struktur kalimat dengan kata-kata bergambar jelas. Anak anak dapat mengenali kata-kata terkait dan mempelajari bagaimana kata-kata tersebut membentuk kalimat yang Pada memperhatikan gambar dan kata-kata yang Flashcard memungkinkan anakanak untuk berbagi pengetahuan, berdiskusi dan berinteraksi satu sama lain, meningkatkan interaksi sosial dan keterampilan komunikasi. METODE PENELITIAN Waktu Penelitian ini dlakukan selama tahun ajaran 2024/2025 tepatnya dari juli hngga agustus 2024. Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di RA- Nurul Ihsan yang beralamat di Kp. Ciaruten Desa Cimanggu 01. Kec. Cibungbulang. Kab. Bogor. Subjek Penelitian ini dilakukan pada anak usia 4-5 tahun di RA Nurul Ihsan Kota Bogor. Teknik Pengumpulan Data pada penelitian ini merupakan suatu cara untuk mendapatkan informasi dan data yang nyata. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara ,tes kemampuan bahasa dan dokumentasi. Observasi mengamati perilaku anak dalam menggunakan media flashcard. Pengamatan langsung terhadap tingkah laku anak ketika menggunakan media flashcard dapat memberikan informasi tentang interaksi, pemahaman, dan reaksinya terhadap materi yang disampaikan. Mencatat bagaimana anak menggunakan kartu flash, reaksi mereka terhadap gambar atau kata-kata, dan tingkat keterlibatan serta minat mereka terhadap aktivitas Teknik analisi data untuk penelitian ini diperoleh melalui observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan tes yang dilakukan selama proses pembelajaran di RA Nurul Ihsan. Analisis data PTK dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, seperti perhitungan rata-rata, modus, median, peningkatan skor, dan persentase. Metode analisis data dalam penelitian ini meliputi: Data dikumpulkan dari hasil pengamatan terhadap indikator kemampuan kognitif anak, dalam aspek kosakata, kemampuan membaca, dan kemampuan berbicara, dengan penilaian 1, 2, 3, dan 4. Kemudian, persentase indikator dihitung dengan cara mengalikan jumlah nilai dari indikator perkembangan bahasa dengan 100%, lalu membaginya dengan nilai maksimal dari indikator tersebut. Hasil persentase ini digunakan untuk menentukan rata-rata perkembangan bahasa secara keseluruhan pada setiap kegiatan belajar mengajar. (A) Pencapaian perkembangan bahasa selama satu hari kegiatan KBM, yang dihitung berdasarkan persentase rata-rata dari jumlah yang diperoleh anak-anak dalam satu kelas. (B) Pencapaian kemampuan bahasa anak pada siklus I dan siklus II ditentukan dengan menghitung rata-rata nilai kemampuan bahasa dari pertemuan pertama, kedua dan ketiga. Rumus yang digunakan dalam analisis data dengan teknik deskriptif kuantitatif adalah sebagai berikut: X = P X 100% Prosedur dalam Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model spiral Kemmis dan McTaggart. Setiap siklus dalam model ini mencakup empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tahapan-tahapan ini membentuk satu siklus penelitian yang dilaksanakan berulang kali hingga mencapai hasil yang diharapkan. Berikut adalah ilustrasi dari model Kemmis dan a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH Vol. 13 No. 1 Juni 2024 Jurnal IlmiahHospitality 341 a. McTaggart. perkembangan bahasa Pra tindakan disajikan dalam diagram sebagai berikut: Gambar 2. Diagram Hasil observasi perkembangan bahasa Pra tindakan Gambar 1. Ilustrasi Model Kemmis dan McTaggart HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil RA Nurul Ihsan yang beralamat di Kp. Ciaruten. Desa Cimanggu 01. Kec. Cibungbulang. Kab. Bogor. Visi dan misi lembaga ini adalah untuk mewujudkan anakanak sholih dan sholihah yang terampil, cerdas, dan berkepribadian Islami. RA Nurul Ihsan didirikan sebagai respons terhadap usulan masyarakat untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini di Kelurahan Cimanggu 01. Kecamatan Cibungbulang. Sebelum peneliti melakukan penelitian di RA Nurul Ihsan , peneliti terlebih dahulu mengambil skor terhadap perkembangan bahasa melalui media flashcard menggunakan teknik observasi. Penelitian Pratindakan ini diuji untuk menilai perkembangan bahasa anak khususnya dalam aspek perbendaharaan kata melalui media flashcard sebelum dilakukannya tindakan Guru sebagai pelaku pembelajaran membantu peneliti dalam menjalankan Pratindakan I yang dilakukan pada tanggal 04 Agustus 2024. Hasil obervasi perkembangan bahasa pada Pratindakan ini menunjukkan bahwa perkembangan bahasa melalui media flashcard pada anak usa 4-5 tahun di RA Nurul Ihsan perlu ditingkatkan. Upaya meningkatkan perkembangan bahasa yaitu dengan media flashcard. Hasil observasi Gambar 3. Diagram Rekapitulasi Pengamatan Pra Tindakan Data Pra Siklus Upaya Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Melalui Media Flashcard Siklus 1 dilaksanakan selama 3 kali mulai dari tanggal 06, 08, 12. Agustus 2024, . Pertemuan Pertama Perencanaan Siklus 1 Pertemuan ke-1 Tahap perencanaan dalam penelitian ini akan dilaksanakan dengan cara-cara berikut ini: Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). RPPH ini mencakup kegiatan untuk menstimulasi kosakata, kemampuan membaca, dan kemampuan berbicara dengan menggunakan media flashcard untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak. RPPH berfungsi sebagai panduan dalam menyampaikan materi Membuat flashcard yang berisi kata-kata dan gambar yang relevan dengan materi pelajaran. Menyiapkan instrumen pengamatan, seperti instrumen catatan lapangan untuk perkembangan bahasa anak dan rubrik untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak. Dan menyiapkan kamera untuk mengambil foto atau video sebagai Data hasil pengamatan tentang a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH 342 Jurnal Ilmiah Hospitality Vol. 13 No. 2 Desember 2024 a. perkembangan bahasa anak kemudian dicatat dalam instrumen penelitian yang sudah Berikut tabel yang disajikan merupakan ringkasan data pengamatan pada pertemuan pertama siklus pertama. Gambar 8. Diagram Hasil Pengamatan Perbandingan Pra Tindakan Dan Siklus 1 Gambar 4. Hasil Pengamatan Tindakan Siklus 1 Pertemuan 1 Gambar 5. Diagram Hasil Pengamatan Siklus 1 Pertemuan 2 Gambar 9. Diagram Hasil Tindakan Siklus 2 Pertemuan 1 Gambar 6. Diagram Rekaptulasi Data Siklus 1 Upaya Meningkatkan Perekembangan Bahasa Anak Melalui Media Flashcard Gambar 10. Diagram Hasil Pengamatan Tindakan Siklus 2 Pertemuan 2 Gambar 7. Diagram Hasil Pengamatan Nilai Anak Pra Tindakan Dan Siklus 1 Gambar 11. Diagram Hasil Perbandingan Nilai Anak Pra Tindakan. Siklus 1dan Siklus 2 a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH Vol. 13 No. 1 Juni 2024 Jurnal IlmiahHospitality 343 a. Gambar 12. Diagram Hasil Perbandingan Nilai Kemampuan Anak Di Setiap Indikator Pada Pra Tindakan. Siklus 1dan Siklus 2 PENUTUP Kesimpulan Dari hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan bahasa anak dapat meningkat hingga mencapai tingkat BSB/Tuntas, yaitu 100%. Jika dilihat dari nilai rata-rata kelas pada siklus pratindakan yang hanya sebesar 5,15, dapat dikatakan bahwa anak-anak belum berhasil menunjukkan peningkatan. Namun, setelah diadakan tindakan pertama, kemampuan anak meningkat dari nilai sebelumnya. Dengan demikian, pada siklus satu, anak-anak mulai Namun, meningkatkan pencapaian anak agar minimal mencapai kriteria Berkembang Sesuai Harapan, sehingga dilaksanakan tindakan berikutnya, yaitu siklus dua. Pada siklus kedua, nilai rata-rata yang diperoleh anak adalah 10,2, dengan rincian nilai rata-rata siklus dua Dengan demikian, anak-anak perkembangan yang sangat bagusBerdasarkan hasil Penelitian, menunjukkan bahwa penerapan media flashcard dan metode pembelajaran yang variatif dapat secara efektif meningkatkan perkembangan bahasa usia 4-5 Hal itu dapat dilihat dari adanya peningkatan persentase dari tahap pra tindakan dan setelah dilakukannya siklus 1 dan siklus 2. DAFTAR PUSTAKA