Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X KOMPETENSI DAN PERSPEKTIF FEMININ DALAM AUDIT Yosevin Karnawati Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510 karnawati@esaunggul. Abstract Audit quality is all posibilities . where the auditor when auditing the financial statements can find what is happening in the clientAos accounting system and report it in audited financial statements. The audit must be carried out by one or more people who have sufficient expertise and technical training. The gender factor is an individual characteristic that is brought for within a person that is brought along and self perception is related to the way in which information is collected and prepared, thus affecting the quality of the resulting This study tries to analyze competence and associate gender with audit quality. The subject in this study were auditors who worked at Kantor Akuntan Publik (KAP) in West Jakarta. Data collections uses purposive sampling with the criteria of auditors who have worked at least one years in KAP. The design of this study is causality or causation, using multiple linier regression analysis tools. The result showed that audit knowledge has a positive affect on audit quality but feminine personality negatively affects audit quality. While work experience and masculine personality has no effect to audit quality. This research to produces audit quality that is produced from audit knowledge while audit knowledge will increase accountability so that it will improve the quality of work results. the other hand aggressive, emotional and illogical attitudes possessed by feminine personalities would otherwise lose audit quality. Keywords: audit knowledge, work experience, gender, feminine, masculine, audit quality Abstrak Kualitas audit merupakan segala kemungkinan . dimana auditor pada saat mengaudit laporan keuangan klien dapat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi klien dan melaporkannya dalam laporan keuangan auditan. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang Faktor gender merupakan karakteristik individu yang berasal dari dalam diri seseorang yang membawa serta persepsi diri terkait dengan cara di mana informasi dikumpulkan dan diproses, sehingga berpengaruh terhadap kualitas audit yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan orientasi tipe peran gender yang terhadap kualitas audit. Subyek dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Jakarta Barat. Pengumpulan data menggunakan purposive sampling dengan kriteria auditor yang telah bekerja selama minimal satu tahun pada KAP. Desain penelitian ini adalah kausalitas atau sebab akibat, dengan menggunakan alat analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit, namun kepribadian feminin berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. Sedangkan pengalaman kerja dan kepribadian maskulin tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas audit dihasilkan dari pengetahuan audit dimana pengetahuan audit akan memperkuat akuntabilitas sehingga akan meningkatkan kualitas hasil kerja. Di sisi lain sikap agresif, emosional dan tidak logis yang dimiliki oleh kepribadian feminin justru akan menurunkan kualitas audit Kata kunci: Pengetahuan audit, pengalaman kerja , gender, feminine, maskulin, kualitas Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Pendahuluan pengalaman audit tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hasil audit. Penelitian Bawono et al. tentang pengalaman kerja memberikan hasil bahwa tidak terdapat pengaruh pengalaman kerja terhadap kualitas audit, sementara dari penelitian Sukriah et al. , menyatakan bahwa pengalaman kerja, obyektifitas, dan kompetensi berpengaruh terhadap kualitas Menurut Jamilah dan Fanani . , gender diduga menjadi salah satu faktor level individu yang turut mempengaruhi kualitas hasil kerja auditor internal seiring dengan terjadinya perubahan pada kompleksitas tugas. Temuan riset literatur psikologis kognitif dan pemasaran juga menyebutkan bahwa wanita diduga lebih efisien dan efektif dalam memproses informasi saat adanya komplesitas tugas dalam pengambilan keputusan dibandingkan dengan Biasanya gender dan jenis kelamin biologis dibedakan secara mendasar menjadi dua yaitu laki-laki dan perempuan yang mutlak dimiliki manusia ketika lahir, sedangkan Mikkola . mendefinisikan gender sebagai suatu gambaran sifat, sikap dan perilaku pada lakilaki dan perempuan. Menurut Bem . , terdapat dua model peran gender dalam Model tradisional menyebutkan bahwa maskulinitas, dan feminitas merupakan titik-titik yang berlawanan pada sebuah kontinum yang bipolar. Meyers-Levy . , menduga bahwa gender berpengaruh secara signifikan terkait dengan cara dimana informasi dikumpulkan dan diolah sehingga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Penelitian pengalaman dan gender terhadap kualitas Dalam hal ini faktor gender akan menghasilkan gambaran sifat feminin atau maskulin dalam diri auditor. Untuk menghasilkan laporan keuangan yang baik, maka kualitas audit perlu DeAngelo . mendefinisikan kualitas audit sebagai probabilitas dimana seorang auditor menemukan dan melaporkan tentang adanya suatu pelanggaran dalam Probabilitas penemuan suatu pelanggaran tergantung pada kemampuan auditor dan tingkat independensi Kualitas audit dapat dicapai jika auditor memiliki kompetensi yang baik. Kompetensi tersebut terdiri dari dua dimensi yaitu pengalaman dan pengetahuan. Auditor sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas audit memang harus senantiasa meningkatkan penerapan pengetahuan dapat maksimal dalam Penerapan pengetahuan yang maksimal tentunya akan sejalan dengan semakin bertambahnya pengalaman yang Kompetensi juga dapat diperoleh melalui pendidikan dan pengalamannya dalam mengaudit klien (Haryono, 2. Tingkat pengetahuan yang dimiliki auditor merupakan hal yang sangat penting yang dapat mempengaruhi auditor dalam mengambil Pengetahuan merupakan salah satu kunci keefektifan kerja (Herawaty dan Sutanto. Dengan tingkat pengetahuan yang tinggi yang dimiliki oleh seorang auditor, auditor tidak hanya akan bisa menyelesaikan sebuah pekerjaan audit secara efektif tetapi juga akan mempunyai pandangan yang lebih luas mengenai berbagai hal. Auditor yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dapat mendeteksi sebuah kesalahan. Pengalaman juga memberikan dampak pada setiap keputusan yang diambil dalam pelaksanaan audit sehingga diharapkan setiap keputusan yang diambil merupakan keputusan yang tepat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin lama masa kerja yang dimiliki auditor maka akan semakin baik pula kualitas audit yang dihasilkan. pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Saripudin et . , menunjukkan bahwa pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan, sementara penelitian yang dilakukan oleh Harvita dan Pramudji . Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Tinjauan Pustaka Audit Menurut Arens dan James . , audit bukti-bukti informasi untuk menentukan dan melaporkan Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan. Proses audit harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan Menurut The American Accounting dan teliti sehingga menghasilkan audit yang Hal ini mengandung arti bahwa auditor rmempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesionalnya dengan sebaik-baiknya Kesalahan dapat dideteksi Komitmen yang terhadap kualitas audit Komitmen dapat didefinisikan sebagai . Sebuah kepercayaan pada dan penerimaan terhadap tujuan-tujuan dari nilai organisasi dan atau profesi. Sebuah kemauan untuk menggunakan usaha yang sungguh guna kepentingan organisasi atau profesi. Sebuah keinginan untuk memelihara keanggotaan dalam organisasi dan atau Melakukan pekerjaan lapangan dengan Dalam melaksanakan tugasnya, seorang auditor harus berpedoman pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). SPKN yang dibagi dalam Standar Umum. Standar Pelaksanaan, dan Standar Pelaporan. AssociationAos Committee on Basic Auditing Concept audit merupakan suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan menyampaikan hasilnya kepada pemakai yang Kualitas Audit DeAngelo kualitas audit sebagai probabilitas dimana seorang auditor menemukan dan melaporkan tentang adanya suatu pelanggaran dalam sistem akuntansi kliennya. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa KAP yang besar akan berusaha untuk menyajikan kualitas audit yang lebih besar dibandingkan dengan KAP yang Berikut adalah konsep atribut kualitas menurut Widagdo et al. Alim et al. yang relevan dengan audit pemerintah : Responsif atas kebutuhan klien. Klien berharap menerima lebih banyak bukan hanya opini audit klien saja, tetapi juga keahlian dan pengetahuan auditor serta nasehat tanpa diminta. Taat pada standar umum Kredibilitas auditor bergantung pada: . Kemungkinan auditor mendeteksi kesalahan yang material dan kesalahan penyajian. Kemungkinan auditor akan melaporkan apa yang Kedua mencerminkan terlaksana standar umum. Independensi. Kepercayaan masyarakat umum atas independensi sikap auditor sangat penting bagi perkembangan profesi Sikap bermakna bahwa auditor tidak mudah melaporkan apa yang ditemukannya selama proses pelaksanaan. Sikap hati-hati Auditor yang bekerja dengan sikap hati-hati akan bekerja dengan cermat Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Pengetahuan Audit Pengetahuan audit diartikan dengan tingkat pemahaman auditor terhadap sebuah pekerjaan, secara konseptual atau teoritis. Menurut Brown dan Stanner . , perbedaan menyelesaikan sebuah pekerjaan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa seorang auditor akan bisa menyelesaikan sebuah pekerjaan secara efektif jika didukung dengan pengetahuan yang Kesalahan seberapa banyak perbedaan . antara kebijakan-kebijakan pencatatan akuntansi dengan kriteria yang telah distandarkan. Dalam mendeteksi sebuah kesalahan, seorang auditor harus didukung dengan pengetahuan tentang apa dan bagaimana kesalahan tersebut terjadi (Tubbs. Cloyd . menemukan bahwa . roksi akuntabilita. yang dicurahkan seseorang untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan berbeda-beda sesuai dengan tingkat pengetahuan yang Cloyd . juga menemukan bahwa Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X meningkatkan kualitas hasil kerja. (Spilker, 1. mengungkapkan bahwa karakteristik sebuah pekerjaan seperti tingkat kerumitan dan jumlah informasi yang disajikan/tersedia akuntabilitas dan kualitas hasil kerja. Pada pekerjaan yang lebih sederhana faktor usaha dapat menggantikan tingkat pengetahuan yang dimiliki seseorang . ersifat subsitus. dan pengetahuan memiliki hubungan yang positif terhadap kualitas hasil kerja. Sedangkan untuk pekerjaan yang lebih rumit, akuntabilitas tidak lagi bersifat subsitusi dengan pengetahuan yang dimiliki seseorang. Misalnya lembut, perasa, muda menangis, boneka, pegawai perpustakaan, sekretaris, aerobik, perawatan wajah adalah hal-hal yang dinilai feminin. Maskulin Maskulin dianggap khas laki-laki, maskulin diartikan sebagai sesuatu yang memiliki sifat kejantanan, baik berupa kepribadian, perilaku, pekerjaan, benda atau lainnya. Misalnya agresif, dominan, ambisius, tanpa emosi, balap motor, naik motor besar, senjata api, tinju, binaraga, buruh bangunan, sopir truk adalah hal-hal yang dianggap maskulin. Pengaruh Pengetahuan pengalaman dan gender terhadap kualitas Cloyd . menemukan bahwa . roksi akuntabilita. yang dicurahkan seseorang untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan berbeda-beda sesuai dengan tingkat pengetahuan yang Cloyd . juga menemukan bahwa meningkatkan kualitas hasil kerja. Spilker . mengungkapkan bahwa karakteristik sebuah pekerjaan seperti tingkat kerumitan dan jumlah informasi yang disajikan/tersedia akuntabilitas dan kualitas hasil kerja. Sesuai dengan standar umum dalam Standar Profesional Akuntan Publik bahwa auditor disyaratkan memiliki pengalaman kerja yang cukup dalam profesi yang ditekuninya, serta dituntut untuk memenuhi kualifikasi teknis dan berpengalaman dalam bidang industri yang digeluti kliennya (Arens dan James, 2. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin lama masa kerja dan pengalaman yang dimiliki auditor maka akan semakin baik dan meningkat pula kualitas audit yang dihasilkan (Alim et al. Sedangkan dalam aspek gender, adanya stereotip bahwa pria memiliki karakter maskulin dan wanita memiliki karakter feminin telah menjadi salah satu dasar pemikiran penelitian bahwa terdapat perbedaan antara auditor pria dan wanita dalam beberapa aspek seperti kinerja, kepuasan kerja, kemajuan karir, dan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan kantor akuntan publik. Pengalaman Kerja Sesuai dengan standar umum dalam Standar Profesional Akuntan Publik bahwa auditor disyaratkan memiliki pengalaman kerja yang cukup dalam profesi yang ditekuninya, serta dituntut untuk memenuhi kualifikasi teknis dan berpengalaman dalam bidang industri yang digeluti kliennya (Arens dan James, 2. Pengalaman akuntan publik akan terus meningkat seiring dengan makin banyaknya audit yang dilakukan serta kompleksitas transaksi keuangan perusahaan yang diaudit sehingga akan menambah dan memperluas pengetahuannya di bidang akuntansi dan auditing (Christiawan, 2. Gender Gender sering diidentifikasikan dengan jenis kelamin . , padahal gender berbeda dengan jenis kelamin. Secara umum jenis kelamin digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dari segi anatomi biologis, sedangkan gender lebih mengarah kepada aspek sosial, budaya dan aspek nonbiologis lainnya. Kata gender berasal dari bahasa inggris yang berarti jenis kelamin. Gender dapat diartikan sebagai pembeda peran antara laki-laki dan wanita yang tidak hanya mengacu pada perbedaan biologis atau seksualnya, tetapi juga mencakup nilai-nilai sosial budaya (Zulaikha et al. Gender dapat dilihat pada 2 karakter: Feminin Feminin dianggap khas perempuan, feminin diartikan sebagai sesuatu yang sifat-sifat Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Ha1 : Pengetahuan audit, pengalaman kerja simultan terhadap kualitas audit yang dilihat dari sisi maskulin dan feminin dapat mempengaruhi hasil kualitas audit. Auditor maskulin biasanya lebih agresif atau terburuburu dalam menyelesaikan tugas pekerjaannya sehingga tidak menggunakan seluruh informasi yang tersedia sehingga keputusan yang diambil kurang mewakili. Berbeda dengan auditor feminin, dalam mengambil suatu keputusan mereka tidak terlalu agresif cenderung lebih teliti dengan menggunakan seluruh informasi yang ada dan mengevaluasi kembali informasi Ha4. Kepribadian feminin berpengaruh positif terhadap kualitas audit Ha4. 2 : Kepribadian maskulin berpengaruh negatif terhadap kualitas audit Pengaruh Pengetahuan Audit terhadap Kualitas Audit. Perbedaan pengetahuan di antara auditor akan berpengaruh terhadap cara auditor menyelesaikan sebuah pekerjaan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa seorang auditor akan bisa menyelesaikan pekerjaan secara efektif jika didukung dengan pengetahuan yang Hartinto . menemukan bahwa pengetahuan akan mempengaruhi keahlian audit yang pada gilirannya akan menentukan kualitas audit. Ha2 : Pengetahuan audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit Metode Penelitian Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah auditor senior yang bekerja di kantor akuntan publik di Jakarta Barat. Populasi diambil sebanyak 19 kantor, dengan jumlah populasi 95 Penentuan sampel ini dilakukan dengan cara purposive sampling, yaitu populasi yang akan dijadikan sampel penelitian ini adalah memenuhi kriteria telah bekerja selama minimal satu tahun pada KAP. Dari 19 KAP di Jakarta Barat tersebut, didapatkan jumlah sampel sebanyak 77 auditor yang memenuhi kriteria Pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit. Sebagian besar orang memahami bahwa semakin banyak jam terbang seorang auditor, tentu dapat memberikan kualitas audit yang lebih baik dibandingkan dengan auditor yang memiliki jam terbang lebih sedikit atau auditor yang baru memulai karirnya. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa auditor yang berpengalaman dapat memberikan kualitas audit yang lebih baik dibandingkan dengan auditor yang belum pengalaman. Riset Herliansyah dan Ilyas . menyimpulkan, pengalaman bermanfaat untuk meningkatkan kinerja dalam pengambilan keputusan. Ha3 : Pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap kualitas audit Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan tertutup kepada responden. Kuisioner penelitian disusun berdasarkan definisi operasional Skala pengukuran kuesioner dalam penelitian ini dibuat dalam bentuk skala likert. Dalam setiap pernyataan disediakan 5 jawaban dengan skor 1-5, yaitu jawaban Sangat Setuju (SS), dan Setuju (S). Kurang Setuju (KS). Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS) Definisi Operasional Variabel Dalam penelitian ini, variabel independen Pengetahuan Audit (X. Pengetahuan pemahaman auditor terhadap sebuah pekerjaan secara konseptual atau teorits. Pengalaman Kerja (X. Pengaruh Gender terhadap Kualitas Audit. Bila wanita dapat berkarakter maskulin, maka sebaliknya, pria pun juga dapat berkarakter feminin. Penelitian Maupin dan Lehman . menunjukkan bahwa auditor pria pada level junior, senior, dan manajer ada yang memiliki karakter feminin. Sementara itu, pada level partner baik pria dan wanta tidak ada yang memiliki karakter feminin . askulin rendah-feminin tingg. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kesuksesan seseorang . aik pria maupun wanit. di kantor akuntan publik, maka semakin tinggi nilai-nilai maskulin yang melekat dalam Jadi dapat dikatakan bahwa gender Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Pengalaman adalah keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh seseorang setelah mengerjakan sesuatu hal. Variabel pengalaman akan diukur menggunakan indikator lamanya bekerja, frekuensi pekerjaan pemeriksaan, dan lainnya. Gender (X3 dan X. Gender merupakan salah satu faktor non teknis yang berpengaruh terhadap kualitas Menurut Mikklola . Gender didefinisikan sebagai suatu gambaran sifat, sikap dan perilaku pada auditor dibedakan atas tipe maskulin dan feminin. Feminin memiliki karakteristik seperti hangat dalam hubungan interpersonal, suka berafiliasi, kompromistik, sensitif, perasa, sedangkan maskulin memiliki karakteristik kurang dapat mengekspresikan kehangatan, kurang responsive, suka mengambil resiko. Variabel Dependen (Y) Kualitas audit adalah sikap auditor dalam melaksanakan tugasnya yang tercermin dalam hasil pemeriksaannya yang dapat diandalkan sesuai dengan standar yang Pada operasionalisasi variabel, peneliti mengidentifikasi dimensi dan indikator setiap variabel yang diukur. Cronbach Alpha, dengan nilai minimal Statistik Deskriptif Variabel Bahasannya statistik deskriptif dalam penelitian ini mencakup: . Distribusi frekuensi beserta bagian-bagiannya seperti, . Ukuran nilai pusat yaitu rata-rata. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel independen dan dependennya memiliki distribusi normal atau tidak. Uji kualitas data yang akan digunakan peneliti adalah uji normalitas Kolmogorov-Smirnov yaitu dengan membandingkan distribusi data . ang akan diuji normalitasny. dengan distribusi normal baku. Seperti halnya uji normalitas, jika signifikansi < 0,05 berarti data tidak berdistribusi normal, sebaliknya bila signifikansi > 0,05 berarti data berdistribusi normal. Analisis Model Regresi Persamaan regresi berganda untuk pengujian hipotesis ini adalah : Y = 0 1X1 2X2 3X3 4X4 A Dimana : = kualitas audit = konstanta = koefisien regresi = pengetahuan audit = pengalaman kerja = gender . epribadian femini. = gender . epribadian maskuli. = error Uji Hipotesis Untuk digunakan teknik regresi linier berganda. Selanjutnya dalam pengujian hipotesis akan digunakan uji F untuk dan uji t, apakah variabel independen . engetahuan audit, pengalaman kerja dan gende. secara simultan ataupun dependen . ualitas audi. Syarat dikatakan signifikan apabila angka signifikansi < 0. Metode Analisis Data Uji Kualitas Instrumen . Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu Jika koefisien relasi . bernilai positif dan lebih besar dari rtabel, maka dapat disimpulkan bahwa semua indikator sah atau valid. Begitu pula sebaliknya, jika bernilai positif atau negatif namun lebih kecil dari rtabel, maka butir pertanyaan dinyatakan invalid dan harus dihapus. Uji Reliabilitas Setelah dilakukan uji validitas kemudian pertanyaan tersebut diuji dengan uji reliabilitas atau konsistensi internal yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran yang telah dilakukan dalam penelitian ini dapat dipercaya atau diandalkan. Alat yang digunakan untuk menguji reeliabilitas adalah Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Hasil Penelitian Dan Pembahasan Gambaran umum Data Responden Berikut ini adalah gambaran pengumpulan data responden Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Tabel 1 Data Sampel Penelitian Keterangan Akuntan Jumlah Kuesioner yang disebar Jumlah Kuesioner yang kembali Jumlah Kuesioner yang tidak Dari tabel 1 tersebut di atas terlihat bahwa dari 77 kuesioner yang dibagikan kepada responden ternyata hanya 58 yang terisi penuh dan kembali. Selanjutnya 58 data ini yang diolah, karena telah memenuhi syarat sampel besar. Sedangkan demografi responden adalah sebagai berikut : Tabel 2 Data Demografi Responden Demografi Usia Kriteria Jumlah Prosentase >40 Total Jenis kelamin Wanita Total Pendidikan Total Lama Bekerja Total 3 Ae 6 7 Ae 10 >10 thn Total Dari Tabel 2 di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dilihat dari segi usia responden penelitian didominasi oleh usia dewasa awal. Jika dilihat dari jenis kelamin, dapat disimpulkan bahwa responden penelitian didominasi oleh pria. Jika dilihat dari pendidikan, didominasi oleh responden dengan jenjang pendidikan s1. Dan jika dilihat dari lama bekerja responden penelitian didominasi oleh responden dengan lama bekerja 3 Ae 6 Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Mean Pengetahuan Audit PengalamanKerja Gender KualitasAudit Valid N . Dari table 3 tersebut di atas, pengetahuan audit memiliki nilai rata-rata 9617 artinya auditor di KAP Jakarta Barat memiliki pengetahuan audit yang tinggi. Hal tersebut dapat terjadi karena auditor telah Pengalaman kerja memiliki nilai ratarata sebesar 4. 0024 artinya auditor-auditor di KAP Jakarta Barat memiliki banyak pengalaman Hal tersebut dikarenakan jam terbang auditor yang tinggi dan telah banyak melakukan audit di berbagai jenis perusahaan. Gender memiliki nilai rata-rata sebesar 0,5862. Angka 1 menunjukkan jumlah feminin sebanyak 34 responden dengan persentase sebesar 6% dan angka 0 menunjukkan jumlah maskulin sebanyak 24 responden dengan Maka dapat disimpulkan bahwa auditor lebih cenderung memiliki sifat Hal tersebut akan terlihat pada saat auditor melakukan audit, mereka juga mempertimbangkan asumsi pribadi dalam mengambil keputusan. Sedangkan kualitas audit yang memiliki nilai rata-rata sebesar 9353 artinya bahwa auditor di KAP Jakarta Barat memiliki kualitas audit yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan kualitas audit yang dicapai memiliki kompetensi yang baik dan dapat bersaing dengan KAP diluar Jakarta Barat. Statistik Deskriptif Variabel Berikut ini adalah data statistic deskriptif : Tabel 3 Data Statistik deskriptif Descriptive Statistics Pria Prosentase Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Uji Validitas dan Reliabilitas Item r hit r hit Item r hit Item Berikut ini adalah data uji validitas data Tabel 4 Data Uji Validitas Item r hit Berdasarkan tabel 4 diatas dapat djelaskan bahwa variabel pengetahuan audit, pengalaman dan kepribadian feminine dan maskulin memiliki kriteria valid untuk setiap item pernyataan dengan menunjukan r hitung > r tabel, dimana r table adalah sebesar 0,259. Hal ini berarti bahwa semua item pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur pada kuesioner tersebut. 0,722. Dengan hasil tersebut maka bisa dikatakan bahwa data tersebut adalah reliabel, dengan Cronbach Alpha lebih besar dari 0,7. Uji Normalitas Data Tabel 6 Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Uji Reliabilitas Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas data : Tabel 5 Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Dari hasil analisis di atas, diperoleh koefisien reliabilitas Cronbach Alpha sebesar Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 Unstandardized Residual Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Dari table 6 di atas, uji normalitas yang One Sample Kolmogorov-Smirnov, terlihat bahwa asymp sig 0,555 > 0,05 maka data dikatakan Dengan demikian, berdasarkan hasil pengujian normalitas data terbukti bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Uji Hipotesis Tabel 7 Uji F dan t Variabel Uji F Uji t F Hitung Pengetahuan Audit Pengalaman Kepribadian Feminin Kepribadian Maskulin Konstanta Dilihat dari table 5 tersebut di atas, hasil uji F pada tabel 5. 14 menunjukkan nilai F-test dengan probabilitas . ingkat signifikans. 0,000lebih kecil dari 0,050. Sehingga dari hasil yang diperoleh dapat dikatakan bahwa Ha1 diterima atau terdapat pengaruh simultan antara pengetahuan audit, pengalaman dan perspektif peminin dan maskulin terhadap kualitas audit. Sedangkan dari uji t diperoleh fakta bahwa Ha2 diterima atau pengetahuan audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit dengan angka signifikansi sebesar 000<0. Variabel pengalaman audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit atau Ha3 ditolak dengan angka signifikansi sebesar 118>0. Kepribadian feminin berpengaruh negatif terhadap kualitas audit, dengan angka signifikasnsi sebesar 0. 007<0. 050 sehingga Ha4. 1 diterima. Yang terakhir kepribadian maskulin tidak berpengaruh terhadap kualitas audit dengan tingkat signifikansi sebesar 0. atau Ha4. 2 ditolak. Pengetahuan audit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit karena auditor di KAP Jakarta Barat memahami membantu dalam mengolah data, mengolah angka, memahami aturan mengenai auditing sesuai dengan Standar Profesi Akuntan Publik, mengetahui isu-isu akuntansi yang paling baru, sebagai pengetahuan bagi auditor, memahami Jurnal Ekonomi Volume 11 Nomor 1. Mei 2020 perkembangan teknik akuntansi terbaru, pelatihan-pelatihan akuntansi, mengetahui berbagai macam industri khusus, mengetahui proses bisnis umum lainnya selain entitas yang diperiksa sehingga hasil audit dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai informasi Dengan pengetahuan tersebut maka akan semakin besar probabilitas seorang auditor untuk menemukan dan melaporkan tentang adanya suatu pelanggaran dalam sistem akuntansi kliennya. Koefisien PengalamanSig audit tidak berpengaruh terhadap kualitas0. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman kerja tidak menentukan 186audit karena 118ada kemungkinan semua 007 Barat tidak mendasarkan di KAP Jakarta 569 kerja dalam melakukan pada pengalaman 39 namun 039lebih berpedoman pada standar pemeriksaan yang diketahui. Kepribadian berpengaruh negatif terhadap kualitas audit, yang artinya semakin feminin seorang auditor maka akan semakin menurunkan kualitas kerjanya sebagai seorang auditor. Hal ini mungkin terjadi karena dalam diri seorang yang berkepribadian feminin mengedepankan sikap sangat subyektif, emosional, tidak logis dan mempengaruhi pola pengambilan keputusan dalam audit. Hal ini akan menyebabkan turunnya kualitas audit. Sedangkan kepribadian maskulin tidak dimungkinkan karena sifat yang paling menonjol dalam kepribadian maskulin adalah sifat logis. Auditor yang bersikap logis dalam pekerjaannya tidak akan mempengaruhinya dalam pengambilan keputusan atas temuan audit pada pelaksanaan pemeriksaan sehingga tidak mempengaruhi kualitas auditnya. Analisis Model Regresi Persamaan regresi dalam penelitian ini mengacu pada tabel 5 tersebut di atas Y= 0,39 0,764 X1 0,186 X2 - 0,262 X3 0,059 X4 Konstanta sebesar 0,39 artinya jika tidak ada variabel pengetahuan audit, pengalaman, dan kepribadian feminin dan maskulin maka nilai kualitas audit adalah sebesar 0,39. Pengetahuan audit memiliki koefisien regresi Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X sebesar 0,764 menyatakan setiap kenaikan pengetahuan audit sebesar 1 nilai maka kualitas audit naik sebesar 0,764. Pengalaman kerja memiliki koefisien regresi sebesar 0,186 menyatakan setiap kenaikan pengalaman kerja sebesar 1 nilai maka kualitas audit naik sebesar 0,186. Kepribadian feminin memiliki koefisien regresi sebesar -0,262 menyatakan setiap kenaikan kepribadian feminin sebesar 1 nilai maka, kualitas audit turun sebesar 0,262. Kepribadian maskulin memiliki koefisien regresi sebesar -0,059 menyatakan setiap kenaikan kepribadian feminin sebesar 1 nilai maka, kualitas audit turun sebesar 0,059. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit. Sedangkan variabel kepribadian feminin berpengaruh negatif terhadap kualitas Penelitian ini masih banyak kekurangan, antara lain belum menjelaskan dinamika psikologis keterkaitan antara kepribadian feminin terhadap terbentuknya kualitas audit. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dalam penelitian selanjutnya agar memperluas wilayah sampel dan dalam penelitian selanjutnya juga diharapkan bisa menambahkan variabel lain yang diduga memperngaruhi kualitas audit. Selain itu diharapkan penelitian selanjutnya melakukan analisis lebih mendalam terkait dengan factor psikologis dalam diri audit yang berpengaruh terhadap kualitas dalam bekerja. Uji Koefisien Determinasi Tabel 8 Koefisien Determinasi Model Summaryb DAFTAR PUSTAKA