Jurnal Ilmu Komputer. Teknologi Dan Informasi Vol 1. No. Juli 2023. Hal 51 - 59 ISSN: 2963-0169 (Online - Elektroni. https://journal. id/index. php/jurikti Perancangan Aplikasi Kompresi Citra Dengan Menerapkan Algoritma Gopala-Hemachandra-Code 2 (GH-2. ) Sriani Oktavia Manik Fakultas Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi. Prodi Studi Teknik Informatika. Universitas Budi Darma. Kota. Indonesia Jl. Sisingamangaraja No. Medan. Sumatera Utara. Indonesia Email: sriyanimanik@gmail. Abstrak- Di era sekarang ini dalam segala hal bidang telah terjadi perkembangan yang begitu pesat terkhususnya di bidang teknologi, seiring dengan perkembangan itu mengakibatkan manusia kini menginginkan segala sesuatunya dapat dilakukan secara lebih efesien untuk mencapai tujuan yang terbaik dan efektif dalam penggunaan waktu, hal tersebut juga terjadi dalam bidang Perkembangan komunikasi didasarkan dengan kemunculan internet. Melalui internet banyak hal yang dapat dilakukan, salah satunya ialah dalam pertukaran informasi. Namun dengan adanya perkembangan tersebut membuat maslah baru, yakni berhubungan dengan ukuran data yang relatif semakin besar sehingga membutuhkan media penyimpanan agar dapat menampung semua data yang diterima. Dari permasalahan tersebut juga lah ditemukan suatu teknik agar dapat menyelesaikan segala permasalahan yang telah ditemukan sebelumnya. Adapun teknik tersebut dinamakan teknik kompresi. Teknik kompresi ini merupakan proses pengubahan data masuk menjadi data keluaran dengan hasil yang memiliki ukuran yang lebih kecil dari Pada kasus ini data yang penulis gunakan dalam kompresi merupakan data citra dan algoritma yang akan diterapkan dalam proses pengompresan ini adalah Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. Maka dari penelitian ini lah akan didapatkan berapa persentase dari data sebelum dilakukan proses kompresi dengan yang sudah dikompresi. Sehingga para pengguna juga dapat lebih menghemat media penyimpanan tanpa kehilangan informasi yang dimaksud. Selain itu waktu yang digunakan dalam proses transmisi informasi lebih sedikit. Kata Kunci: Kompresi. File Citra. Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ) Abstract- In today's era in all fields, there has been rapid development, especially in the field of technology, along with these developments, humans now want everything to be done more efficiently to achieve the best and most effective use of time. communication field. The development of communication is based on the emergence of the internet. Through the internet many things can be done, one of which is the exchange of information. However, with these developments, a new problem is created, which is related to the relatively large size of the data so that it requires storage media in order to accommodate all the data received. From these problems, a technique was also found to be able to solve all the problems that had been found previously. The technique is called the compression technique. This compression technique is the process of converting incoming data into output data with results that have a smaller size than before. In this case the data that I use in compression is image data and the algorithm that will be applied in this compression process is Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. So from this research it will be obtained what percentage of the data before the compression process is carried out with those that have been compressed. So that users can also save more on storage media without losing the information in question. In addition, the time used in the process of transmitting information is less. Keywords: Compression. Image File. Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ) PENDAHULUAN Pesatnya kemajuan teknologi sekarang mengarahkan kita kepada zaman yang semuanya serba canggih, terutama dalam bidang komunikasi. Yang menjadi dasar dari perkembangan komunikasi tersebut ialah dengan kemunculan Semua hal kini dapat dilakukan jauh lebih mudah terkhususnya dalam hal pertukaran informasi . Sehubungan dengan hal tersebut maka pengaliran data akan lebih cepat dan bahkan bisa jadi lebih akurat . Namun dengan perkembangan tersebut dan kebutuhan manusia yang tanpa batas akan menghadirkan permasalahan baru. Permasalahan yang ditemukan yakni berhubungan dengan ukuran data yang relatif besar sehingga membutuhkan media penyimpanan yang besar pula. Karena besarnya ukuran daripada sebuah data sangat berpengaruh terhadap kapasitas memori yang dimana akan semakin besar ukuran data maka semakin besar pula kapasitas penyimpanan yang diperlukan. Akibat yang muncul dari permasalahan tersebut yakni proses pertukaran data atau informasi nya akan sangat memakan waktu. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan satu cara untuk menyelesaikannya, yakni dengan menggunakan teknik kompresi data. Kompresi data adalah proses mengubah suatu input data menjadi data lain dengan format berbeda dan ukuran yang lebih kecil, atau proses pengkodean dari suatu data untuk mengurangi kebutuhan akan media penyimpanan. Terdapat berbagai algoritma dalam kompresi, namun pada penelitian ini akan menggunakan algoritma Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ) adalah kode universal baru yang merupakan variasi dari rangkaian deret Fibonacci. Keunikan algoritma ini adalah mengadopsi konsep dari Teorema Zeckendorf dengan suku pertama deret Fibonacci yang dijakan bilangan bulat negatif, sehingga berubahlah urutan dari Fibonacci sequence . Sebelumnya dilakukan Penelitian oleh Raras Krasmala. Arif Budimansyah Purba, dan U. Tresna Lenggana pada tahun 2017 yang menyatakan bahwa kompresi citra dilakukan agar membuat kapasitas file gambar menjadi kecil sehingga dapat menghemat media penyimpanan dan tidak lambat jika melakukan pengiriman citra dari satu tempat ke tempat lain. Hanya saja akan sedikit mengurangi warna pada citra akan tetapi tidak terlalu menunjukan perbedaan antara citra asli dengan hasil kompresi. Sriani Oktavia Manik. JurIKTI | Page 51 Jurnal Ilmu Komputer. Teknologi Dan Informasi Vol 1. No. Juli 2023. Hal 51 - 59 ISSN: 2963-0169 (Online - Elektroni. https://journal. id/index. php/jurikti Penelitian lain yang dilakukan oleh Khairunnada pada tahun 2019 menjelaskan bahwa algoritma GopalaHemachandra Code 2 (GH-2. ) dan algoritma start-step-stop code menghasilkan nilai Compression Ratio. Space Savings, dan Bit Rate yang sama pada pengkompresan file teks, namun algoritma Gopala-Hemachandra Code 2 (GH2. ) lebih tepat digunakan dalam proses dekompresi string homogen yang telah di kompresi . Dari semua penjelasan yang telah dipaparkan maka, pada penelitian ini akan dilakukan proses perancangan aplikasi kompresi. Dimana yang digunakan sebagai objek dari penelitian ialah sebuah citra. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah agar kita mengetahui bagaimana kinerja dari algoritma Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ), dengan melakukan perhitungan terhadap nilai Compression Ratio. Space Savings, dan Bit Rate sebagai parameter METODE PENELITIAN 1 Tahapan Penelitian Adapun tahapan penelitian yang di laksanakan adalah seperti gambar 1 di bawah ini: Mula Studi Literatur Analisa Masalah Perancangan Dan Implementasi Pengujian Sistem Dokumentasi Selesai Gambar 1. Tahapan Penelitian Berdasarkan Gambar di atas dapat dijelaskan: Studi Literatur Tahap ini penulis akan mencari berbagai referensi dan tinjauan pustaka dari berbagai sumber, yang mebahas tentang teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan yang terdapat pada penelitian ini. Analisa Masalah Menguraikan prosedur pengkompresian ukuran citra berdasarkan algoritma Gopala-Hemachandra Code 2 (GH2. ) disertai dengan batasan dan cara kerja algoritma dengan menggunakan data-data yang telah didapat dari sumber-sumber untuk melakukan analisa terhadap studi literatur yang telah didapat. Perancangan dan Implementasi Tahap ini merupakan perancangan aplikasi untuk mengimplementasikan algoritma Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ) guna mendapatkan gambaran hasil akhir terhadap kompresi ukuran file citra. Pengujian Sistem Melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dirancang, sehingga dapat diketahui apakah sistem telah bekerja dengan benar dalam melakukan proses kompresi pada ukuran file citra. Dokumentasi Pada tahap ini akan dilaksanakan dengan melakukan pendokumentasian hasil analisa dan pengujian secara tertulis dalam bentuk laporan skripsi. 2 Kompresi Kompresi data adalah proses mengubah suatu input data menjadi data lain dengan format berbeda dan ukuran yang lebih kecil, atau proses pengkodean dari suatu data untuk mengurangi kebutuhan akan media penyimpanan . Kompresi data dilakukan guna untuk mengghasilkan output data dengan ukuran yang lebih kecil. erkurang dari ukuran Sriani Oktavia Manik. JurIKTI | Page 52 Jurnal Ilmu Komputer. Teknologi Dan Informasi Vol 1. No. Juli 2023. Hal 51 - 59 ISSN: 2963-0169 (Online - Elektroni. https://journal. id/index. php/jurikti asliny. sehingga lebih menghemat kapasitas penyimpanan. Teknik kompresi ini sendiri dapat di implementasikan pada data teks, gambar, audio dan video . Ada beberapa beberapa langkah yang biasanya digunakan untuk mengekspresikan kinerja setiap metode pada teknik data kompresi atau yang sering disebut sebagai parameter analisis kompresi . 1 Dekompresi Dekompresi merupakan proses pengembalain data-data yang sebelumnya telah dilakukan proses kompresi. Proses ini dilakukan agar user dapat melihat kembali bahkan menggunakan data asli apabila sewaktu-waktu data tersebut dibutuhkan. Jadi pada saat dekompresi akan terdapat catatan header yang berupa byte-byte yang berisi catatan mengenai isi dari file tersebut . 3 Gopala-Hemacandra Code 2 (GH-2. ) Gopala-Hemachandra Code merupakan variasi dari deret Fibonacci orde kedua yang mendefenisikan urutan Gopala-Hemacandra Code, yang mana dapat dirumuskan . Dengan nilai b = 1 i a V Fa. = a V Fa. = 1 i a . A Z} Dan untuk n Ou 3 V Fa. = V Fa. V Fa. Sehingga menghasilkan: V Fa. = . ,1 i a,1,2 i a,3 i a,5 i 2a,8 i 3a,13 i 5a,21 i 8a,A} Sebagai keterangan: V Fa = Variasi angka fibonacci = Suku pertama Variasi angka fibonacci orde kedua yang dapat dibentuk berdasarkan rumus diatas dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 1. Variasi Angka Fibonacci Orde Kedua VF-2. VF-3. VF-4. VF-5. VF-6. VF-7. VF-8. VF-9. VF-10. Berkaitan dengan deret Fibonacci dinyatakan bahwa setiap bilangan bulat positif dapat ditulis secara unik sebagai penjumlahan angka Fibonacci yang tidak bersebelahan yang dikenal dengan Teorema Zeckendorf. Sebuah bilangan bulat yang ditulis sedemikian rupa dikatakan berada dalam representasi Zeckendorf. Dengan mengadopsi konsep dari teorema Zeckendorf dapat dilakukan encoding algoritma Gopala-Hemachandra Code dengan langkahlangkah sebagai berikut. Sesuai dengan teorema Zeckendorf, diatur sedemikian rupa sehingga: n = GH . A . Dengan: GH . = angka Gopala-Hemachamdra terbesar yang kurang dari atau sama dengan n GH . = angka Gopala Hemachandra terbesar yang kurang atau sama dengan n i GH . , begitu untuk Letakkan angka 1 di posisi ke-i1, ke-i2,A, ke ip, sementara posisis yang tersisa semuanya diisi dengan nol. Letakkan angka 1 di ujung untuk mengkodekan bilangan bulat positif n, sehingga kata kunci berkakhir dengan Au11Ay. Dengan begitu, sesuai dengan teorema Zeckendorf tidak ada angka 1 yang berurutan sebelum akhir dari kode yang menunjukkan bahwa setiap bilangan bulat positif dapat ditulis sebagai penjumlaha angka Fibonacci yang tidak Dengan mengikuti langkah-langkah encoding algoritma Gopala-Hemachandra Code, dihasilkan kode GopalaHemachandra untuk GH-2. GH-3. GH-4. GH-5 seperti pada Tabel 2. Sriani Oktavia Manik. JurIKTI | Page 53 Jurnal Ilmu Komputer. Teknologi Dan Informasi Vol 1. No. Juli 2023. Hal 51 - 59 ISSN: 2963-0169 (Online - Elektroni. https://journal. id/index. php/jurikti Tabel 2. Beberapa Gopala-Hemachandra Code GH-2(N) GH-3(N) GH-4(N) GH-5(N) N/A 4 Citra Citra merupakan komponen multimedia yang berperan penting dalam bentuk informasi visual. Kumpulan titik dengan intesitas warna tertentu yang membentuk suatu kesatuan dan memiliki pengertian artistik dapat diartikan sebagai citra. Informasi yang diberikan pada suatu citra dapat memacu imajinasi penglihatan dan menyimpulkan informasi dari citra tersebut. Nilai suatu pixel memiliki nilai dalam rentang tertentu, dari nilai minimum sampai nilai Jangkauan yang digunakan berbeda-beda tergantung dari jenis warnanya. Namun secara umum jangkauannya adalah 0i255. Citra dengan penggambaran seperti ini digolongkan ke dalam citra integer. Secara sistematis citra digital dapat dituliskan sebagai fungsi f. , dimana x merupakan baris dan y merupakan kolom. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisa Pengompresan citra gambar di lakukan guna untuk mengurangi ruang penyimpanan serta mempercepat proses pengiriman citra tersebut. Dalam penelitian ini yang akan dibahas adalah bagaimana cara kerja dari algoritma GopalaHemachandra Code 2 (GH-2. ) dalam mengkompresi citra gambar dengan menggunakan analisis kompresi. Citra gambar yang akan digunakan dalam penelitian ini berekstensi BMP. Gambar BMP merupakan gambar yang tanpa proses kompresi yang menyebabkan ukuran dari format gambar ini cukup besar. Selain itu format BMP ini sangat tergantung pada kualitas gambar, semakin bagus kualitas gambar maka semakin besar pula ukuran dari gambar tersebut, yang mengakibatkan tempat penyimpanan dan waktu transmisi nya semakin besar. Dalam melakukan proses kompresi citra gambar terdapat beberapa tahapan, yakni yang pertama sekali ialah dengan menginputkan citra gambar kemudian akan dilakukan pembacaan nilai pixel langkah selanjutnya ialah melakukan proses kompresi dengan menerapkan algoritma yang telah ditentukan, setelah itu akan keluar hasil kompresi Selanjutnya ialah proses dekompresi, adapun langkah-langkahnya ialah: petama sekali akan dilakuakan penginputan citra gambar kemudian dilakukan pembacaan nilai pixel, selanjutnya ialah proses dekompresi dengan menerapkan algoritma yang telah ditentukan, setealh itu akan keluar hasil output berupa citra gambar asli. Untuk membaca nilai pixel penulis menggunakan aplikasi MATLAB2010a. Adapun prosedurnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 2. Prosedur Kompresi dan Dekompresi Citra Gambar Berikut ini dijelaskan tahapan algoritma kompresi pada gambar 2 dibawah ini: Gambar 3. Tahapan Algoritma Kompresi Sriani Oktavia Manik. JurIKTI | Page 54 Jurnal Ilmu Komputer. Teknologi Dan Informasi Vol 1. No. Juli 2023. Hal 51 - 59 ISSN: 2963-0169 (Online - Elektroni. https://journal. id/index. php/jurikti Selanjutnya dijelaskan tahapan dekompresi: Gambar 4. Tahapan Dekompresi Pada penelitian ini, penulis telah menetapkan bahwa yang objek yang digunakan adalah sebuah citra gambar dengan resolusi Bitmap, dikarena gambar dengan resolusi BMP memiliki ukuran yang cukup besar. Terdapat 2 proses yang akan dilaksanakan pada penelitian ini,dan pada sub bab ini lah penulis akan menejelaskan kedua proses tersebut, yakni proses kompresi dan proses dekompresi. Algoritma yang digunakan penulis dalam mengkompresi citra gambar yakni algoritma Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ) yang mana algoritma ini merupakan salah satu algoritma yang termasuk dalam metode lossless. Dalam menganalisa citra gambar harus dilakukan pengambilan sampel agar kita mengetahui nilai pixel-nya. Adapun langkah untuk mengkompresi dan mendekompresi citra gambar ialah sebagai Langkah pertama yakni mempersiapkan citra gambar yang akan di kompresi dengan format BMP. Gambar 5. Citra Gambar berformat BMP Berdasarkan proses analisa pembacaan nilai piksel yang telah dilakukan, maka diambil sampel sebesar 5 x 5 pixel dengan kedalaman warna 24 bit. Dengan begitu dapat dihitung ukuran dari citra tersebut ialah 5 x 5 x 24 bit = 600 Apabila diubah kedalam satuan bytes menjadi 600/8 = 75 bytes. Berikut sampel gambar yang akan dikompresi. Gambar 6. Sampel Gambar 5 x 5 pixel Langkah selanjutnya ialah dengan melakukan pembacaan nilai citra gambar. Berdasarkan gambar matriks diatas maka didapat nilai pixel sebagai berikut: 225, 225, 225, 225, 226, 225, 226, 227, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 225, 226, 226, 227, 226, 224, 225. Kemudian nilai ini akan dimasukkan kedalam sebuah tabel untuk melakukan pembacaan frekuensi. Pembacaan frekuensi dilakukan guna untuk menghitung jumlah nilai yang sama pada nilai desimal yang muncul. Dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3. Pembacaan Nilai Desimal No. Desimal Jumlah Frekuensi Berdasarkan tabel di atas, didapatkan beberapa nilai pixel yang sama. Sebelum proses kompresi citra, langkah awal adalah membaca nilai pixel citra kemudian pembuatan tabel nilai pixel yang telah diurutkan dari nilai frekuensi Sriani Oktavia Manik. JurIKTI | Page 55 Jurnal Ilmu Komputer. Teknologi Dan Informasi Vol 1. No. Juli 2023. Hal 51 - 59 ISSN: 2963-0169 (Online - Elektroni. https://journal. id/index. php/jurikti terbesar . ilai pixel yang mempunyai nilai yang sam. ke nilai frekuensi terkecil. Urutan nilai pixel setelah dilakukan pembacaan nilai pixel terbesar dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Pixel yang Belum Dikompresi Nilai Heksa Binary Bit Jumlah Bit Frekuensi Bit x Frek 200 Bit Selanjutnya ialah dengan membentuk tabel kode Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. Adapun aturan dalam pembentukan kode bilangan dapat dilihat pada sub landasan teori yang sebelumnya sudah dijelaskan. Dibawah ini merupakan tabel kode bilangan pada algoritma Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ) yang proses pembentukannya sesuai dengan cara pembentukan kode Fibonacci, jika n=1 maka: Tabel 5. Kode bilangan Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. Urutan bilangan Fibonacci dalam deret fibonacci Bilangan fibonacci Kode Fibonacci sementara F. Namun pada akhir pembentukan kode Fibonacci adalah menambahkan angka Au1Ay pada posisi paling kanan dari kode, maka angka Fibonacci dengan n=1 adalah 0011 dan seterusnya. Sehingga terbentuklah tabel sebagai berikut: Tabel 6. Kode Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. GH2(N) GH-3(N) GH-4(N) GH5(N) Hasil encode dari algoritma Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ) pada nilai desimal Au225, 225, 225, 225, 226, 225, 226, 227, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 225, 226, 226, 227, 226, 224, 225Ay dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 7. Desimal yang sudah dikompresi dengan algoritma Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ) Nilai Heksa Frekuensi Gopala-Hemchandra Code Total Bit Bit x Frekuensi 106 Bit Berdasarkan pada tabel 3. 4 diatas dapat dibentuk nilai bit baru hasil kompresi dari susunan nilai desimal citra gambar sebelum kompresi yaitu 225, 225, 225, 225, 226, 225, 226, 227, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 226, 22 6, 226, 226, 225, 226, 226, 227, 226, 224, 225 menjadi nilai bit biner: Au10011100111001110011001110011001101100110011001100110011001100110011001100111001100110011011 00110001110011Ay. Kemudian sebelum didapatkan hasil keseluruhan akhir kompresi dilakukan penambahan string bit atau dinamakan padding bit dan flagging bit. Jika sisa bagi panjang string bit terhadap 8 adalah 0 maka tambahan 00000001. Nyatakan dengan bit akhir. Sedangkan jika sisa bagi panjang string bit terhadap 8 adalah n. ,2,3,4,5,6,. maka tambahkan 0 sebnyak 7 i n Au1Ay di akhir string bit, nyatakan dengan L. Lalu tambahkan bilangan biner dari 9 i n, nyatakan dengan bit akhir. Karena jumlah string bit hasil kompresi 106 tiidak habis dibagi 8 dengan sisa 2 bit, nyatakan sisa bagi tersebut dengan nilai n. maka tambahkan 0 sebanyak 7 i n Ay1Ay diakhir string bit. Nyatakan dengan L. Lalu tambahkan bilangan biner dari 9-n. nyatakan dengan bit akhir. Sriani Oktavia Manik. JurIKTI | Page 56 Jurnal Ilmu Komputer. Teknologi Dan Informasi Vol 1. No. Juli 2023. Hal 51 - 59 ISSN: 2963-0169 (Online - Elektroni. https://journal. id/index. php/jurikti Gambar 7. Perhitungan Penambahan Bit Gambar 8. String Bit Yang Telah Dilakukan Penambahan Total panjang bit keseluruhan setelah ada penambahan bit adalah 106 6 8 = 120. Selanjutnya lakukan pemisahan bit menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 8 bit seperti gambar di bawah ini. Gambar 9. Pembagian String Bit Berdasarkan pada pembagian kelompok nilai biner, didapatkan 15 kelompok nilai biner baru yang sudah terkompresi beserta nilai biner penambahan bit. Setelah pembagian dilakukan, maka nilai biner yang sudah dibagi dirubah kedalam suatu karakter dengan terlebih dahulu mencari nilai desimal dari string bit tersebut menggunakan kode ASCII. Adapun nilai desimal yang sudah terkompresi dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 8. Nilai Desimal Terkompresi Biner Urutan Desimal terkompresi Karakter E ile separato. Setelah nilai desimal diketahui, maka mengubah nilai desimal kedalam suatu karakter. Karakter hasil dari proses kompresi yang dihasilkan tersimpan dalam suatu file dengan ekstensi AughcAy, dan jika file tersebut dibuka dengan aplikasi notepad, maka akan tampil karakter seperti gambar berikut : Gambar 10. Hasil Karakter Kompresi Sriani Oktavia Manik. JurIKTI | Page 57 Jurnal Ilmu Komputer. Teknologi Dan Informasi Vol 1. No. Juli 2023. Hal 51 - 59 ISSN: 2963-0169 (Online - Elektroni. https://journal. id/index. php/jurikti Berdasarkan hasil dari kompresi dengan menerapkan algoritma Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ) diatas dapat dihitung kinerja kompresinya yaitu: Compression Ratio(CR) Space Saving (SS) Sehingga dari perhitungan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa kompresi citra gambar yang dilakukan dengan menggunakan algoritma Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ) memperkecil ukuran data sebesar 53% dari ukuran asli dan juga meningkatkan penyimpanan sebesar 47%. 1 Proses Dekompresi Gopala-Hemachandra Code 2 (GH-2. ) Proses dekompresi untuk file hasil kompresi menggunakan algoritma Gopala Hemachandra Code dilakukan dengan menggunakan metode Brute Force. Pembacaan string bit dilakukan dari indeks terkecil sampai indeks terakhir dengan terus menambahkan nilai pada indeks sebelumnya yang tidak mewakili karakter Gopala-Hemachandra Code. Proses dekompresi hal yang dilakukan adalah menganalisa keseluruhan bit hasil dari kompresi sebelumnya. Adapun bit keseluruhan hasil kompresi dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 9. Nilai Desimal Terkompresi Biner Urutan Desimal terkompresi Karakter E ile separato. _ . Berdasarkan pada tabel diatas maka diambil seluruh nilai biner dan digabungkan menjadi: Selanjutnya adalah dengan mengembalikan binary menjadi string bit semula dengan menghilangkan biner yang Untuk mengembalikan binary menjadi string bit semula dapat dilakukan melalui langkah berikut ini. Lakukan pembacaan pada 8 bit terakhir, hasil pembacaan berupa bilangan desimal. Nyatakan hasil pembacaan dengan Hilangkan bit pada bagian akhir sebanyak 7 n. Setelah dilakukan perhitungan pembacaan bit akhir . Nilai biner yang dihilangkan sebanyak 8 bit pada akhir. n = 7 hilangkan 7 7 atau 7 7 = 14. Penjelasan diatas menujukan bahwa bit akhir harus dihilangkan. Hasil pengembalian binary menjadi string bit semula dapat dilihat sebagai berikut ini: Maka dari penjabaran diatas dapat disimpulkan hasil dekompresi seperti pada tabel dibawah ini: Tabel 10. Nilai Desimal dan Gopala-Hemachandra Code Gopala-Hemachandra Code Nilai Desimal Sriani Oktavia Manik. JurIKTI | Page 58 Jurnal Ilmu Komputer. Teknologi Dan Informasi Vol 1. No. Juli 2023. Hal 51 - 59 ISSN: 2963-0169 (Online - Elektroni. https://journal. id/index. php/jurikti Gopala-Hemachandra Code Nilai Desimal KESIMPULAN Berdasarkan dari analisa dan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, maka akan diperoleh hasil akhir dari pembahasan, dimana hasil tersebut dapat dijadikan sebagai kesimpulan yang kemungkinan hal tersebut merupakan sebuah kelebihan ataupun kekurangan. Adapun beberapa kesimpulan yang dimaksud ialah Prosedur kompresi dengan menerapkan algoritma Gopala-Hemachandra Code 2(GH-2. ) yang dilakukan dalam mengkompres citra gambar dengan format bmp telah berhasil dilakukan dan berjalan sesuai dengan teknik kompresi, untuk penerapan algoritma Gopala-Hemachandra Code 2(GH-2. dalam mengkompres citra gambar berhasil memperkecil ukuran gambar yang relatif besar menjadi ukuran yang lebih kecil. Dimana compression ratio yang berhasil diperoleh ialah sebesar 53% dan space saving yang ditingkatkan sebesar 47%. Aplikasi Microsoft Visual basic Studio 2008 dapat digunakan dalam mengkompresi citra gambar dengan menerapkan algoritma Gopala-Hemachandra Code 2(GH-2. ) dan mampu memudahkan penulis dalam mengkompresi ukuran gambar. REFERENCES