Jurnal MAHSEER : Vol 7 No 1 Januari 2025 18-24 e-ISSN: 2809-8234. p-ISSN : 2809-8374 Received 27 September 2024 / Revised 16 Desember 2024 / Accepted 9 Januari 2025 Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan https://jurnal. id/index. php/mahseer PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN DAUN PEPAYA (Carica papay. SEBAGAI BAHAN ANESTESI ALAMI SISTEM TRANSPORTASI TERTUTUP PADA BENIH IKAN LELE (Clarias sp. [The Effect of Papaya Leaf Solution (Carica papay. as a Natural Anesthetic for Closed Transportation Systems in Catfish Seeds (Clarias sp. Ayu Miranda1*. Faisal Syahputra2. M Haja Almuqarramah1 Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan. Universitas Abulyatama Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan. Fakultas Perikanan. Universitas Abulyatama E-mail: faisalsyahputra_psp@abulyatama. Abstrak Perkembangan pesat kegiatan budidaya lele di tanah air tidak terlepas dari penerimaan masyarakat secara luas terhadap jenis ikan. Ketersediaan benih yang belum terpenuhi secara maksimal sehingga didatangkan dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pengangkutan benih atau ikan selama ini dilakukan dengan dua cara yaitu pengangkutan dengan sistem terbuka dan sistem tertutup. Selama proses transportasi dengan kondisi jarak tempuh yang cukup jauh diperlukan upaya untuk menurunkan aktivitas ikan selama transportasi dengan metode anestesi. Bahan alami salah satunya yang dapat digunakan sebagai anestesi adalah daun pepaya (Carica papay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan daun pepaya (Carica papay. sebagai bahan anestesi alami sistem transportasi tertutup pada benih ikan lele (Clarias sp. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan sebagai perlakuan P1 . ontrol atau tanpa penambahan larutan daun pepay. P2 . enambahan larutan daun pepaya 0,5% per 1,5 liter ai. P3 . enambahan larutan daun pepaya 0,7% per 1,5 liter ai. P4 . enambahan larutan daun pepaya 0,9% per 1,5 liter ai. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 memerlukan waktu pemingsanan ikan yaitu 25. 07 menit dan waktu sadar 1. 11 menit dengan tingkat kelangsungan hidup 92%. Kata kunci: Anestesi. Larutan Daun Pepaya. Ikan Lele. Pemingsanan. Sistem Transportasi Tertutup. Abstract The rapid development of catfish farming activities in the country is inseparable from the widespread acceptance of the fish species by the community. The availability of seeds has not been maximally fulfilled so they are imported from other regions to meet consumer needs. Transportation of seeds or fish has been carried out in two ways, namely transportation with an open system and a closed system. During the transportation process with conditions of a fairly long distance, efforts are needed to reduce fish activity during transportation using anesthesia One of the natural ingredients that can be used as anesthesia is papaya leaves (Carica papay. This study aims to determine the effect of administering papaya leaf extract (Carica papay. as a natural anesthetic in a closed transportation system on catfish seeds (Clarias sp. The research method used is a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications as treatments P1 . ontrol or without the addition of papaya leaf extrac. P2 . ddition of 0. 5% papaya leaf extrac. P3 . ddition of 0. 7% papaya leaf extrac. P4 . ddition of 0. 9% papaya leaf extrac. Based on the research results, it was shown that the P4 treatment required a fish stunning time of 25. 07 minutes and a conscious time of 1. 11 minutes with a survival rate of 92%. Keywords: Anesthesia. Catfish. Closed Transportation System. Papaya Leaf Extract. Stunning Miranda, et al. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pepaya (Carica papay. sebagai Bahan Anestesi Alami Sistem Transportasi Tertutup pada Benih Ikan Lele (Clarias Sp. PENDAHULUAN Benih ikan lele merupakan salah satu komoditas budidaya yang memiliki berbagai kelebihan, diantaranya adalah pertumbuhan cepat dan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang tinggi. Menurut (Sitio et al. , 2. permintaan ikan lele mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan produksi benih Perkembangan pesat kegiatan budidaya lele di tanah air tidak terlepas dari penerimaan masyarakat secara luas terhadap jenis ikan. Kegiatan budidaya ikan lele antara lain terkendala dengan ketersediaan benih. Ketersediaan Benih untuk kegiatan budidaya ikan masih belum dapat terpenuhi secara maksimal sehingga didatangkan dari daerah lain, jarak tempuh antara daerah produksi benih dengan daerah budidaya cukup jauh (Sukmajati et al. , 2. Pengangkutan Benih atau ikan selama ini dilakukan dengan dua cara yaitu pengangkutan dengan sistem terbuka dan sistem tertutup. Pengangkutan sistem terbuka, umumnya hanya dilakukan jika waktu dan jarak tempuhnya tidak terlalu jauh atau tidak terlalu lama dengan menggunakan wadah berupa drum yang terbuat dari plastik dan bak fiber serta dilengkapi aerator. Sedangkan pada pengangkutan sistem tertutup dilakukan jika jarak tempuhnya membutuhkan waktu yang lama dan diberikan oksigen secara terbatas yang telah diperhitungkan sesuai kebutuhan selama pengangkutan. Salah satu metode yang digunakan untuk menurunkan aktivitas adalah dengan anestesi. Bahan anestesi dapat bekerja menghalangi penerusan impuls-impuls saraf ke susunan saraf pusat dan Di sisi lain, anestesi mengganggu fungsi semua organ dimana terjadi konduksi atau transmisi dari beberapa impuls. Artinya anestesi lokal mempunyai efek yang penting terhadap sistem saraf neuromoskular dan semua jaringan otot (Budiyanti dan Romansyah, 2. Penggunaan bahan anestesi kimia telah dilarang penggunaanya karena dapat meninggalkan residu dalam tubuh ikan. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan. Nomor: KEP. 20/MEN/2003 tanggal 9 Juni 2003, tentang larangan penggunaan bahan kimia sebagai obat bius, seperti ether, propoxat dan quinaldine sulfat serta MS Ae 222. Bahan alami salah satunya yang dapat digunakan sebagai anestesi adalah daun pepaya (Carica papay. Daun pepaya (Carica papay. dapat digunakan sebagai bahan anestesi dikarenakan mengandung senyawa pseudocarpain, glikosida, karposida, saponin, sukrosa dan levulosa yang dapat menenangkan ikan selama pengangkutan atau transportasi (Yanti et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan daun pepaya (Carica papay. sebagai bahan anestesi alami sistem transportasi tertutup pada benih ikan lele (Clarias BAHAN DAN METODE Waktu dan tempat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2024 bertempat di tempat kediaman. Jalan Blang Bintang Lama Km. 8,5 Lam Siem. Aceh Besar. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah: P1 . ontrol atau tanpa penambahan larutan daun pepay. P2 . enambahan larutan daun pepaya 0,5% per 1,5 liter ai. P3 . enambahan larutan daun pepaya 0,7% per 1,5 liter ai. P4 . enambahan larutan daun pepaya 0,9% per 1,5 liter ai. Prosedur Penelitian Pembuatan Larutan Daun Pepaya Penelitian ini menggunakan larutan daun pepaya sebagai bahan anestesinya. Daun pepaya yang digunakan sebanyak 1 kg yang sudah dipisahkan antara daun dan batangnya, kemudian dicuci bersih. Pembuatan larutan dilakukan dengan menghaluskan daun pepaya dengan air tawar sebanyak 1 liter menggunakan blender kemudian disaring untuk memisahkan sisa daun yang tidak halus. Hasil penyaringan dijadikan larutan esktrak daun pepaya. Persiapan Benih Ikan Lele Benih ikan lele yang digunakan adalah ikan lele yang berasal dari pembudidaya di sekitar Kota Banda Aceh. Benih ikan lele yang digunakan berukuran 6-7 cm dengan jumlah 600 ekor, sebelum ditransportasikan ikan terlebih dahulu dipuasakan selama A48 jam. Persiapan dan Pelaksanaan Transportasi Tertutup Benih ikan lele sebanyak 50 ekor yang sudah dipuasakan, dimasukkan kedalam kantong plastik yang berisi air sebanyak 1,5 liter dan larutan daun pepaya dengan dosis yang berbeda pada setiap Selanjutnya tiap kantong plastik yang telah terisi air dan ikan diberikan oksigen lalu diikat menggunakan karet gelang. Kantong yang sudah terikat kemudian dimasukan kedalam styrofoam untuk Jurnal MAHSEER. Vol7 No1 Januari 2025 hal 18-24 menghindari fluktuasi suhu kemudian styrofoam ditutup rapat. Ikan ditransportasikan selama sekitar 8 jam perjalanan. Proses Penyadaran Benih Ikan Lele Tahap selanjutnya yaitu mengeluarkan ikan dari styrofoam lalu dimasukkan kedalam wadah yang berisi air dan aerasi. Pengamatan lama pulih sadar ikan diukur dari ikan uji selesai kegiatan transportasi sampai ikan pulih sadar kembali. Prosedur Penelitian Tingkah Laku Ikan Parameter tingkah laku diamati secara visual setelah ikan uji dan larutan daun pepaya (Carica papay. dimasukkan ke dalam plastik packingan, setelah itu diamati tingkah lakunya sampai pingsan. Tingkah laku yang diamati antara lain gerakan tubuh hingga pingsan, tingkah laku diamati untuk melihat respon ikan lele (Clarias sp. ) terhadap penambahan ekstrak daun pepaya (Carica papay. sebagai bahan anestesi (Khalil et al. , 2. Kecepatan Pemingsanan Pengamatan kecepatan pemingsanan ikan dilakukan setelah ikan dianastesi dan dilakukan pencatatan waktu pingsan serta dilakukan pengamatan tingkah laku benih ikan lele setelah Kondisi ikan dalam keadaan normal ditandai oleh pergerakkan masih sangat reaktif pada rangsangan luar. Ketika ikan mulai hilang keseimbangan dan pergerakkan tidak stabil maka jumlah respirasi ikan meningkat dengan sangat pesat hingga mencapai respirasi yang rendah dan ikan mulai kehilangan kesadaran. Menurut Putri et al. menyatakan bahwa fase pingsan adalah pada saat posisi tubuh ikan roboh, bukaan operkulum bergerak dengan sangat lambat dan pada saat ikan diangkat ke atas tidak memberikan respons lagi. Lama Pulih Sadar Pengamatan lama pulih sadar dan tingkah laku ikan dilakukan setelah ikan sadar dan bergerak aktif kembali. Kondisi saat ikan dalam keadaan normal atau hilangnya efek dari anestesi ditandai oleh pergerakkan sudah normal, lincah dan operkulum normal dan sangat reaktif pada rangsangan luar. Tingkat Kelangsungan hidup Persentase kelangsungan hidup benih ikan lele dilakukan dengan membandingkan jumlah ikan hidup pada akhir dengan jumlah ikan pada awal. Rumus yang digunakan untuk menghitung kelangsungan hidup menurut (Midihatama et al. sebagai berikut: ycIycI = ycAyc ycu100% ycAycu Keterangan: SR : Kelangsungan hidup (%). : Jumlah ikan yang hidup pada akhir penelitian . : Jumlah ikan pada awal penelitian . PEMBAHASAN Tingkah Laku Ikan Saat Anestesi Berdasarkan hasil penelitian pada tingkah laku ikan saat di anestesi pada perlakuan P1 tanpa anestesi menunjukkan reaksi pergerakkan aktif. P2 menunjukkan bahwa reaksi ikan setelah dimasukkan larutan daun pepaya, ikan terlihat berenang aktif, dalam jangka waktu yang cukup lama dan pingsan pada menit ke 49. Posisi ikan tegak lemah dan gerakan anggota badan seperti insang dan sirip masih jelas walaupun lemah dan jarang, serta kurang responsif terhadap rangsangan fisik dari luar. Pada P4 berbeda dengan P2 dan P3 saat ikan dimasukkan larutan daun pepaya pada menit ke 0-10 pergerakkan ikan mulai melambat dan kehilangan keseimbangan, dan pingsan pada menit ke 25, posisi ikan tegak lemah dan gerakan anggota badan seperti insang dan sirip masih jelas walaupun lemah dan sesekali bergerak serta masih lemah responsif terhadap rangsangan fisik dari luar. Tabel 1. Tingkah laku ikan lele saat anestesi Waktu (Meni. 0 Ae 10 Pergerakkan Perlakuan Pergerakkan Pergerakkan masih terlihat 20 Ae 25 Pergerakkan 25 Ae 37 Pergerakkan Pergerakkan 37 Ae 49 Pergerakkan melambat dan Stasioner di Pingsan Pergerakkan Pergerakkan melambat dan Stasioner di Pergerak-kan melambat dan Stasioner di Pingsan Pingsan Tingkah Laku Ikan Saat Sadar Berdasarkan hasil penelitian pada tingkah laku ikan saat di anestesi, perlakuan P1 tanpa anestesi menunjukkan reaksi ikan sadar dan pergerakkan aktif, perlakuan P2 menunjukkan bahwa reaksi ikan setelah dimasukkan kedalam air dan diberi aerasi dan sadar pada menit 2. 35 dan gerakan mulai aktif perlahan lahan, kemudian pada P3 menunjukkan bahwa reaksi ikan setelah dimasukkan kedalam air dan diberi aerasi dan sadar pada menit 2. 08 dan terakhir pada P4 Miranda, et al. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pepaya (Carica papay. sebagai Bahan Anestesi Alami Sistem Transportasi Tertutup pada Benih Ikan Lele (Clarias Sp. menunjukkan bahwa reaksi ikan setelah dimasukkan kedalam air dan diberi aerasi dan sadar pada menit Tabel 2. Tingkah laku ikan lele sesudah anestesi Waktu (Meni. 1Ae 1. 11 Ae Ikan sadar Ikan sadar Ikan sadar Ikan sadar Perlakuan Gerak Gerak terbatas terbatas Gerakan Gerakan Gerakan Sadar Gerakan Sadar Sadar Waktu Pemingsanan Berdasarkan hasil penelitian waktu pemingsanan menunjukkan bahwa pemberian larutan daun pepaya dengan dosis yang berbeda berpengaruh terhadap waktu pingsan ikan lele. Dari hasil pengamatan ternyata ikan yang paling cepat pingsan adalah pada P4 dengan menunjukkan lama waktu untuk pingsan adalah pada menit ke 25. 07, sedangkan lama waktu untuk pingsan pada perlakuan lain adalah P3 menit ke 37. P2 menit ke 49. P1 tanpa Hal ini diidentifikasikan semakin tinggi dosis ekstrak daun pepaya maka semakin cepat ikan lele tersebut pingsan, dikarenakan daun pepaya mengandung senyawa pseudocarpaina, glikosida, karposid, saponin, sakarosa dan evuvosa yang dapat membuat ikan tenang selama pengangkutan (Kasmaruddin, 2. Tabel 3. Waktu untuk pingsan ikan lele Ulangan Perlakuan Tanpa Tanpa Tanpa Ratarata . Tanpa Lamanya waktu anestesi daun pepaya dalam penelitian diduga karena adanya alat pernafasan tambahan . pada ikan lele. Menurut Purnama Sukardi et al. , arborescent menjadi alat pernafasan tambahan yang mampu membuat ikan lele mengambil oksigen langsung dari udara. Tingkatan waktu induktif dari anestesi termasuk kategori anestesi sedang dikarenakan ikan mulai kehilangan kesadaran sebagian, dengan respons terhadap rangsangan yang semakin berkurang. Menurut Yudhistira et al. waktu yang ideal untuk memingsankan ikan adalah kurang dari 5 menit. Lamanya waktu induktif daun pepaya dalam penelitian ini diduga karena adanya alat bantu pernafasan (Aboresce. pada ikan lele. Waktu Penyadaran Berdasarkan penyadaran menunjukkan bahwa pemberian larutan daun pepaya dengan dosis yang berbeda berpengaruh terhadap waktu sadar ikan lele. Dari hasil pengamatan ternyata ikan yang paling cepat sadar adalah pada P4 dengan menunjukkan waktu penyadaran ikan lele adalah pada menit 1. 11 sedangkan lama waktu untuk penyadaran pada perlakuan lain adalah P3 menit ke 08. P2 menit ke 2. 35 dan P1 tanpa anestesi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan anestesi daun pepaya (Carica papay. masuk dalam kriteria waktu penyadaran yaitu kurang dari 4 Aini et al. menyatakan bahwa waktu sedatif atau pemulihan ikan yang ideal adalah kurang dari 4 menit. Semua perlakuan pada penelitian ini masuk dalam kriteria yang efektif. Kondisi serupa terdapat pada penelitian Munandar et al. yang menggunakan daun durian pada ikan bawal dengan waktu sedative berapa pada rentang 1,5-1,75 menit. Tabel 4. Waktu penyadaran ikan lele Ulangan Perlakuan Tanpa Tanpa Tanpa Ratarata . Tanpa Kelangsungan Hidup Setelah Anestesi Berdasarkan hasil penelitian kelangsungan hidup setelah anestesi menunjukkan bahwa kelangsungan paling tinggi terdapat pada P2 dan P3 yaitu 100 %, dan selanjutnya pada P4 yaitu 99. dan terendah pada P1 . yaitu 90%. Hal ini dikarenakan mungkin ikan stress akibat perjalan panjang dan sebagian ikan juga terluka akibat kanibalisme ini yang terjadi pada P1 . Dari hasil penelitian tersebut dapat dijelaskan bahwa kelangsungan hidup ikan lele pada P2. P3 dan P4 lebih tinggi bila dibandingkan dengan P1 . Kematian yang terjadi pada P1 . disebabkan Jurnal MAHSEER. Vol7 No1 Januari 2025 hal 18-24 oleh stres dan kanibalisme karena sifat agresif yang tinggi akibat membatasi ruang gerak dan meningkatkan tingkat pesaing oksigen, serta aktivitas metabolisme ikan yang membuat ikan stress dan menyebabkan kematian. (Supriyono et al. , 2. menggunakan sistem tertutup dapat mengakibatkan stres dan mengakibatkan meningkatkan plasma kortisol dan glukosa darah. Hal ini ditegaskan oleh Budiyanti dan Romansyah . , suatu senyawa dapat dikatakan sebagai bahan anestesi apabila dapat menimbulkan efek terhadap sistem darah pusat dan menyebabkan hilang kesadaran dalam jangka waktu Tabel 5. Kelangsungan hidup ikan lele setelah Ulangan Perlakuan Total Ratarata (%) Kelangsungan Hidup Setelah Pemeliharaan Berdasarkan hasil penelitian kelangsungan hidup setelah pemeliharaan menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup ikan lele adalah berbeda sangat nyata, tingkat kelangsungan hidup untuk setiap perlakuan berbeda, pada penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada P4 yaitu 92%. P3 yaitu 80% dan P2 yaitu 72% kemudian terendah pada P1 . yaitu 66%, dan pemeliharaan setelah anestesi dilakukan selama 14 hari. Kematian ikan lele (Clarias sp. ) pada perlakuan P1 . selain karena stress perjalanan kemungkinan dikarenakan kanibalisme karena ditemukan banyak ikan mati terdapat luka dan berdarah bagian kepala, sirip, badan dan ekor ikan Penyebab kematiannya setelah melewati 14 hari diduga pengamatan dari peneliti sebagian kematian yang dialami pada ikan lele (Clarias sp. ) dikarenakan Tingkat mortalitas benih ikan lele (Clarias s. akibat kanibalisme dalam kondisi budidaya dapat berkisar 15%-90% mortalitasnya (Agustina dan Saraswati, 2. Tabel 6. Kelangsungan hidup ikan lele setelah Ulangan Perlakuan Total Ratarata (%) 56,66 Perlakuan P3 dan P2 diduga disebabkan kurang banyak nya dosis larutan daun pepaya (Carica papay. , diluar dari kanibalisme yang terjadi, pada akhirnya ikan lele stres akibat perjalanan yang panjang dan akhirnya mati memasuki masa pemeliharaan. Kemudian kemungkinan kematian pada P4 disebabkan oleh sedikit lebih tinggi dosis larutan daun pepaya (Carica papay. yang diberikan yaitu sebanyak 0,9% sehingga tidak dapat ditoleransi oleh ikan lele (Clarias s. Hal ini sesuai pernyataan (Kasmaruddin et al. , 2. menyatakan pemberian bahan anestesi dengan dosis tinggi akan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang semakin rendah. Selain itu kematian yang terjadi pada setiap perlakuan diduga disebabkan juga karena larutan daun pepaya (Carica papay. mengandung saponin yang bersifat racun bagi hewan berdarah dingin bila digunakan dalam jumlah yang berlebihan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pengaruh pemberian larutan daun pepaya untuk pemingsanan ikan lele (Clarias sp. ) selama transportasi dapat disimpulkan bahwa pemberian larutan daun pepaya berpengaruh terhadap tingkah laku ikan, waktu pemingsanan, waktu penyadaran dan kelangsungan Berdasarkan hasil penelitian perlakuan P4 menunjukkan kosentrasi terbaik dengan pemberian larutan daun pepaya 0,4% dapat menunjukkan lama waktu pingsan 25,07 menit, lama waktu sadar 1,11 menit, tingkat kelangsungan hidup sesudah anestesi 99% dan setelah pemeliharaan mencapai 92%. DAFTAR PUSTAKA