JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. EVALUASI KELAYAKAN PEMBANGUNAN RUMAH SEDERHANA PROGRAM BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA Ernawati. Josefine Ernestine Latupeirissa. Erni Rante Bungin. * 1,2,3 Magister Teknik Sipil. Universitas Kristen Indonesia Paulus ernaerick77@gmail. com Josefine_ernestine@yahoo. com erni_bungin@yahoo. ARTICLE HISTORY Received: January 13, 2025 Revised June 11, 2025 Accepted: June 11, 2025 Online available: June 21, 2025 Keyword: Evaluation. Housing Feasibilty,Minimalis House Development. BSPS Programme *Correspondence: Name: Erni Rante Bungin E-mail: erni_bungin@yahoo. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT The need for housing is increasing in line with population of Indonesia. Therefore, housing development needs to be encouraged for the sustainability of housing availability for the people, including Low Income Communities. The construction of Simple Houses under the Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Program (BS PS) in Village "B" in Ambon City needs to be evaluated for its feasibility to ensure compliance with applicable standards. Therefore, the purpose of this study is to evaluate the feasibility of new construction of simple houses under the BSPS program at that location. Observation and distribution of questionnaires were carried out to collect primary data while secondary data were in the form of documents, where both data were obtained from related parties. The MLR method was used to analyze the effect of three independent variables, i. the adequacy of the area of the house building (X. , the safety of the house building (X. , and the health of the occupants/house building (X. on the dependent variable, habitable houses (Y). The results that the independen t variables X1. X2, and X3 had a positive effect on the dependent variable Y, which means that the Construction of Simple Houses under the BSPS in Village "B" in Ambon City is feasible. PENDAHULUAN Hidup sejahtera adalah hak yang melekat pada setiap diri manusia sejak lahir. Salah satu hak tersebut adalah memiliki tempat tinggal yang terjangkau dan secara layak (Kurniati, 2. Kebutuhan akan tempat tinggal adalah kebutuhan dasar atau kebutuhan fisiologi manusia selain kebutuhan akan udara, makanan, minuman, yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat ekstrim misalnya tidak terlindung dari cuaca atau sinar matahari, maka dapat mengakibatkan manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri (Maslow, 2. Meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal atau rumah sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia (Anita. Menurut Siagian. , dkk . , idealnya setiap keluarga memiliki rumah termasuk rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sehingga Ernawati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. pembangunan perumahan perlu didorong untuk keberlangsungan tersedianya rumah bagi rakyat . Pemenuhan kebutuhan akan rumah . dan mewujudkan rumah yang layak huni merupakan permasalahan yang saat ini harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota Ambon. Permasalahan disebabkan oleh masih banyaknya masyarakat di Kota Ambon yang belum memiliki rumah layak huni, sementara masih banyak tersedia rumah tidak layak huni (RTLH). Oleh karena itu pemerintah Indonesia Pembangunan Baru (PB) dalam rangka menangani Program diimplementasikan oleh pemerintah daerah Kota Ambon yaitu program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diberikan Pemerintah Pusat maupun Daerah dengan sumber dana APBN. DAK maupun APBD. Harapannya program ini dapat Evaluasi Kelayakan Pembangunan Rumah A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. mengentaskan kemiskinan dengan adanya pemenuhan kebutuhan akan rumah yang layak hun i Desa AuBAy yang berada di kawasan kumuh, merupakan salah satu lokasi yang menjadi prioritas pengentasan masalah backlog. Berdasarkan data eRTLH. Desa AuBAy memiliki jumlah backlog sebanyak 47 unit dan RTLH sebanyak 1002 unit/KK. Penanganan kebutuhan akan rumah layak huni di Kota Ambon telah ditangani sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2022 sebanyak 372 unit/KK dan khusus di desa AuBAy sebanyak 25 dari sumber dana APBN . Proses BSPS di Desa AuBAy diiringi oleh adanya laporan pengaduan masyarakat yang pernah diterima oleh Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Kota Ambon, terkait standar kelayakan rumah yang layak huni sesuai aturan yang berlaku. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi kelayakan Pembangunan Baru (PB) Rumah Sederhana program BSPS pada Desa AuBAy di kota Ambon . TINJAUAN PUSTAKA Kebutuhan dasar tempat tinggal melalui program khususnya subsidi penyediaan perumahan bagi MBR, merupakan kewajiban pemerintah dalam rangka melindungi warganya Rosa . Menurut. Zebardast. , et al . 8 dan Sebastian. , et al . , pemukim dengan yang telah memiliki rumah walaupun rumah sangat sederhana telah menimbulkan kepuasan bagi kualitas hidupnya. Ketimpangan antara jumlah warga miskin dengan kebutuhan rumah yang harus disediakan, serta prasarana dan sarana dasar yang masih di bawah standar, dan mata pencaharian yang tidak tetap merupakan permasalahan dalam penyediaan rumah bagi masyarakat miskin (Sarimah, 2. Penelitian Winarno . menyatakan bahwa Peran pemerintah dalam memfasilitas pembangunan rumah layak huni membutuhkan dana yang dapat bersumber dari APBN. APBD, maupun dari lembaga sosial non-pemerintah seperti corporate social responsibility (CSR). Baznas, dan sejenisnya. Menurut UU RI . MBR adalah masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah. Perencanaan penanganan backloq perumahan dan RTLH bagi MBR agar memiliki hunian yang layak huni sedang dilaksanakan yang merupakan program pembangunan sejuta rumah, di mana salah satu program tersebut adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam percepatan pengentasan backloq perumahan dan RTLH di wilayahnya. Hal ini bertujuan mendorong kesejahteraan warga, karena program bantuan perbaikan rumah tersebut bersifat swakelola sehingga memerlukan keikutsertaan masyarakat dengan saling gotong royong dalam pelaksanaannya, dengan demikian dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat penerima bantuan sehingga seluruh masyarakat yang telah berkeluarga di Indonesia mendapatkan tempat tinggal yang layak. Tempat tinggal yang layak sesuai kriteria standar kelayakan rumah didasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 07/PRT/M/2018 ( Permen PUPR, 2. adalah terpenuhinya tiga aspek yaitu: . aspek kecukupan luas bangunan rumah, . keselamatan bangunan rumah, dan . kesehatan penghuni rumah. Ketiga aspek tersebut bertujuan untuk terwujudnya keselamatan, kesehatan dan kenyaman penghuninya. Kerangka pikir penelitian, diperlihatkan pada Gambar Kecukupan Ernawati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Keselamatan . omponen atap, lantai dan dindin. Kesehatan . anitasi, ,penghawaan Kelayakan Rumah Rumah Layak Huni Program BSPS Gambar 1. Kerangka pikir penelitian METODOLOGI Penelitian kelayakan PB Rumah Sederhana terhadap 48 unit yang mendapat bantuan dana bersumber dari APBN dan DAK, berlokasi di Desa AuBAy. Kecamatan Sirimau. Kota Ambon, dilaksanakan pada bulan Januari 2024. Desa AuBAo terletak dekat dengan pusat pemerintahan Kota Ambon maupun Propinsi Maluku. Pengumpulan Data Data primer, diperoleh dari hasil survey dan wawancara dengan : . OPD pelaksana teknis (Dinas PKP Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Ambo. , . Pemerintah Desa AuBAy, dan . Masyarakat di Desa AuBAy Kota Ambon khususnya masyarakat Desa AuBAy penerima bantuan Evaluasi Kelayakan Pembangunan Rumah A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. BSPS kategori Pembangunan Baru dana APBN tahun Data sekunder, berupa dokumen yang diperoleh dari : . Data statistik. BPS Kota Ambon dalam angka, . Laporan kegiatan OPD pelaksana teknis (Dinas PKP Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Ambo. , . peta, dan . Dokumen lain yang memberikan informasi berkaitan dengan penanganan program BSPS Kategori Pembangunan Baru dana APBN. Sampel penelitian, adalah responden yang ditentukan berdasarkan teknik pengambilan sampel non probability berjumlah 100 responden sebagai data primer. Analisis Data Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu : Pengukuran instrumen penelitian, adalah pengukuran terhadap kuesioner yang berisi hasil jawaban responden terhadap pertanyaan (Tabel . Tabel 1. Aspek Rumah Layak Huni Kode Variabel Bebas Kecukupan luas bangunan rumah (KLBR) Keselamatan rumah (KBR) Kesehatan penghuni/bangunan rumah (KP/BR) Variabel Terikat Rumah Layak Huni (RLH) Program BSPS (Y) Lingkup kecukupan luas bangunan rumah (X. meliputi : luas rumah, dan jumlah penghuni. Lingkup keselamatan bangunan rumah (X. meliputi : atap, lantai, dinding dan struktur. Lingkup kesehatan penghuni/bangunan (X. pencahayaan, air minum, sanitasi. Jawaban reponden menggunakan skala Likert yaitu skala penilaian yang digunakan untuk mengukur penilaian individu . terhadap perasaan, sikap, atau persepsi terkait dengan serangkaian pernyataan atau item individual sebagai pernyataan deklaratif (Harpe, 2. Dalam penelitian ini tingkat kesesuaian skala likert terdiri dari lima pilihan skala dengan gradasi sangat tidak setuju (STS) hingga sangat setuju (SS) untuk mengukur variabel X terhadap variabel Y (Tabel . Tabel 2. Skor Penilaian Skala Likert Penilaian Responden Skor Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Netral (N) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Perhitungan kuesioner menggunakan Kelas Interval /Range pada persamaan . dan Tabel 3. Skor Ernawati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. tertinggi di tiap pernyataan adalah 5 dan skor terendah adalah 1, dengan jumlah kuesioner = 100, maka rumusnya sebagai berikut (Putra, 2. Skor tertinggi : 100 x 5 = 500 Skor terendah : 100 x 1 = 100 Lebar interval kelas untuk hasil survey, yaitu : = 80 Tabel 3. Penentuan Kelas Interval/Range Range Keterangan Sangat rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi . Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dan reliabilitas menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Validitas adalah sejauh mana suatu konsep, kesimpulan, atau pengukuran memiliki dasar yang kuat dan kemungkinan besar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (Campbell, 1. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan tingkat signifikasi a = 0. 05 dengan kriteria pengujiannya - apabila r statistik > r tabel , maka alat ukur yang digunakan valid - apabila r statistik O r tabel. maka alat ukur yang digunakan tidak valid Uji reliabilitas atau keandalan berkaitan dengan kualitas pengukuran. Dalam pengertian sehari-hari, reliabilitas adalah konsistensi atau keterulangan pengukuran yang berarti bahwa data yang diukur dapat dipercaya (William, 2. Dalam penelitian, reliabilitas menggambarkan sejauh mana hasil penelitian tertentu dapat diulangi atau direplikasi dalam kondisi yang sama. Untuk menguji reliabiltas kuesioner dalam penelitian ini, digunakan rumus koefisien Alpha Cronbach (Lance. , et al, 2. , yaitu : apabila hasil koefisien alpha > 0,7 maka kuesioner tersebut reliable. apabila hasil koefisien alpha < 0,7 maka kuesioner tersebut tidak reliable . Regresi Linier Berganda disebut sebagai model hubungan yang responnya bergantung pada dua atau lebih variabel predictor. Formula persamaannya ditulis sebagai berikut (Johnson & Bhattacharyya, 1. Y = b 0 b1Xi1 b 2Xi2 b 3Xi3 . ei a. di mana : Y =rumah layak huni program BSPS b 0 = konstanta Evaluasi Kelayakan Pembangunan Rumah A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. b1, b 2, b 3 = koefisien regresi Analisis X1 = Kecukupan luas bangunan rumah X2 = Keselamatan bangunan rumah X3 = Kesehatan penghuni rumah e = factor kesalahan ( a = 5%) Mengunakan formula di atas maka dilakukan analisis untuk melihat sejauh mana pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Pengukuran Kuesioner Hasil jawaban responden berjumlah 100 orang dengan karakteristik seperti yang dijelaskan pada Bab i bagian A, untuk menjawab pertanyaan dalam kuesioner dengan menggunakan Tabel 2. Tabel 3 dan persamaan . dibahas pada bagian di bawah ini. Aspek Kecukupan Luas Bangunan Rumah (X. Tabel 4 memperlihatkan variable X1 berdasarkan variasi jawaban responden . Kondisi kecukupan luas bangunan rumah diperlihatkan pada Gambar 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 4. Penilaian Aspek Kecukupan Luas Bangunan Rumah Jawaban Responden ST S T otal Rata-rata Kecukupan Luas Bangunan (X. Luas Jumlah Rumah Penghuni 100 100 96 Keselamatan Bangunan Rumah (X. Atap Lantai Dinding Struktur 481,25 Kesehatan Penghuni/ Bangunan Rumah (X. Pencahayaan Air Sanitasi Minum Ket : F = frekuensi Tabel 4 menerangkan bahwa pernyataan atau indikator Kelayakan Pembangunan Rumah Sederhana Program BSPS di Desa AuBAy dapat dipercaya. Total skor paling tinggi sub variabel Luas Bangunan Rumah . 2 ) adalah500 di urutan pertama, sedangkan sub variable Jumlah Penghuni total skor adalah 492 di urutan Jadi dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden mengenai Kecukupan Luas Bangunan Rumah pada Kelayakan Pembangunan Rumah Sederhana Program BSPS di Desa AuBAy dengan rata Ae rata 496 skor berada di urutan kelima pada range di antara 421 Ae 500 yaitu sangat tinggi. A Gambar 2. Kondisi Kecukupan Luas Bangunan Aspek Keselamatan Bangunan Rumah (X. Kelayakan pembangunan rumah sederhana program BSPS di Desa BAy berdasarkan Tabel 4 dapat dipercaya. Total skor paling tinggi pada Keselamatan Bangunan Ernawati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Rumah adalah komponen struktur dengan skor 492 di urutan pertama, diikuti oleh dinding 490 skor , atap 484 skor, dan lantai 459 skor di urutan keempat. Rata-rata skor komponen tersebut berada pada range kelima yaitu 481,25 artinya sangat tinggi. Kondisi keselamatan bangunan rumah diperlihatkan pada Gambar 3, dan Gambar 4. Aspek Kesehatan penghuni/bangunan rumah (X. Jawaban responden untuk variabel kesehatan penghuni/bangunan rumah (X. dapat dilihat pada Tabel 4. Total skor paling tinggi secara berurutan adalah komponen Pencahayaan 476 skor, di urutan pertama selanjutnya air minum 394 skor dan sanitasi 360 skor. Ketiga komponen tersebut berada pada pada range keempat dengan kategori tinggi dengan rata Ae rata 410 berada pada range skor keempat . i antara 341 Ae . yaitu, tinggi. Sedangkan Gambar 5. Gambar 6, dan Gambar 7 memperlihatkan kondisi rumah yang menyiratkan lingkup kesehatan/bangunan penghuni rumah. Evaluasi Kelayakan Pembangunan Rumah A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. signifikansi a = 0. 05 serta pernyataan . dan df = N-2, maka nilai r table = 0,1946. Hasil pengujian validitas diperlihatkan pada Tabel 6. Sedangkan hasil pengujian reliabilitas berdasarkan pernyataan . diperlihatkan pada Tabel 7. Gambar 3. Kondisi atap, struktur, dan Gambar 4. Kondisi Tabel 6. Hasil Uji Validitas Variabel Corrected item-total correlation . 0,642 0,729 0,953 0,965 KLBR (X . KBR (X . KP/BR (X . RLH (Y) Gambar 5. Kondisi ventilasi/pencahayaan Gambar 7b. Kondisi sumur sebagai sumber air minum Variasi jawaban responden terhadap pertanyaan yang tertuang dalam kuesioner, tentang Rumah Layak Huni Program BSPS (Y), diperlihatkan pada Tabel 5, di mana Kecukupan Luas Bangunan Rumah sebesar 492 skor di urutan pertama, selanjutnya Keselamatan Bangunan Rumah sebesar 481 skor dan Kesehatan Penghuni/Bangunan Rumah sebesar 376 skor, dengan rata-rata skor adalah 449,67 berada pada range sangat tinggi memberi arti bahwa bangunan rumah tersebut adalah telah layak huni. Tabel 5. Penilaian rumah layak huni program BSPS (Y) Jawaban Re sponden ST S Kesehatan Penghuni/ Bangunan Rumah (X. T otal Rata-rata Kecukupan Luas Bangunan (X. Keselamatan Bangunan Rumah (X. 449,67 Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Pengujian validitas variabel X dan Y terhadap sampel berjumlah 100 kuesioner, dengan taraf Ernawati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Valid Valid Valid Valid Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Gambar 6. Kondisi Gambar 7a. Jaringan perpipaan air minum Ket Uji reliabilitas terhadap variabel aspek rumah sederhana layak huni memiliki nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,822 lebih besar dari 0,7. Artinya variabel dalam penelitian ini, reliable atau dapat diandalkan. Hubungan KLBR(X. KP/BR(X. dengan RLH(Y) KBR(X. Hasil analisis hubungan KLBR (X. KBR (X. dan KP/BR (X. dengan kelayakan pembangunan RLH (Y) program BSPD desa AuBAy menggunakan metode regresi linier berganda, diperlihatkan pada Tabel 8. Tabel 8. Hasil Regresi Linier Berganda Model Intercept KLBR (X. KBR (X. KP/BR (X. Unstandardized Std. Error S tandardize Beta S ig Dengan demikian berdasarkan persamaan . diperoleh persamaan regresi linier berganda yaitu : Y = - 0,516 0,073X 1 0,855X 2 0,185X 3 yang berarti bahwa : a = - 0,516 merupakan nilai konstanta, jika nilai X1 X2 X3 dianggap 0 maka akan menurunkan 0,516 RLH. X1 = 0,073 artinya variabel KLBR berpengaruh positif terhadap RLH. Apabila variabel KLBR meningkat 1 satuan, maka RLH Program BSPS akan meningkat sebesar 0,073. Semakin tinggi KLBR maka tingkat RLH Program BSPS akan semakin tinggi dan tercapai. X2 = 0,855 artinya variabel KBR berpengaruh positif terhadap RLH. Apabila variabel KBR meningkat 1 Evaluasi Kelayakan Pembangunan Rumah A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. satuan, maka RLH Program BSPS akan meningkat sebesar 0,855. Semakin tinggi KBR maka tingkat RLH Program BSPS akan semakin tinggi dan tercapai. X3 = 0,185 artinya variabel KP/BR akan berpengaruh positif terhadap RLH apabila variabel KP/ BR meningkat 1 satuan, maka RLH Program BSPS akan meningkat sebesar 0,185. Kuatnya hubungan KLBR (X. KBR (X. KP/BR (X. dengan RLH (Y) pada pembangunan Rumah Sederhana Program BSPS di Desa AuBAy, terlihat pada hasil analisis Multiple R. R Square, dan Adjusted R Square yang disajikan pada Tabel 9. Tabel 9. Kekuatan Hubungan antara KLBR (X. KBR (X. KP/BR (X. dengan RLH (Y) Hasil Regresi Multiple R R Square Adjusted R Square Std. Error of the estimate Observation Hubungan linier antara variabel Y dengan seluruh variabel X secara bersama-sama adalah multiple R. Pada penelitian ini kelipatan R = 0,953 yang mendekati 1 menunjukkan hubungan kuat KLBR. KBR. KP/BR dengan RLH. R Square atau koefisien determinasi merupakan ukuran kesesuaian persamaan regresi, yaitu ketentuan proporsi dari total variasi variabel Y yang dapat dijelaskan oleh variabel Pada penelitian ini Rsquare = 0,908 mendekati 0, artinya seluruh variabel X dapat memberikan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel Y. Uji statistik F atau pengujian secara silmutan untuk membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel. Jika F hitung > F tabel maka dapat dinyatakan bahwa secara simultan variabel X berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Hasil penelitian ditunjukkan pada Tabel 10. Tabel 10. Uji F M odel Fstat Sig Regression Residual Total Hasil analisis data yang disajikan pada Tabel 10 menunjukkan nilai F hitung = 68,971 dengan df pembilang = 3, dan df penyebut = 96, dan a = 5%, maka F Tabel = 3,940. Jadi. F hitung > F table, artinya model persamaan regresi linier berganda yang dihasilkan signifikan. Ernawati, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Pembahasan Aspek Kecukupan Luas Bangunan Rumah (X. Hasil penelitian memperlihatkan penilaian yang sangat tinggi pada aspek ini, sejalan dengan penelitian Phyu. , dkk . yang menyatakan bahwa dimensi ruang dan tinggi plafon merupakan dua faktor di antara tujuh faktor yang secara substansial memberikan kepuasan kepada penghuni rumah. Kecukupan luas minimum rumah atau dimensi ruang yang memadai bertujuan untuk memberikan keleluasan dalam beraktivitas di dalam rumah dan memberikan kecukupan udara bagi penghuni rumah. Kebutuhan udara minimum untuk orang dewasa adalah 16-24 m3, dan anak-anak adalah 8-12 m3 dengan asumsi ketinggian plafon minimum adalah 2,5 Kebutuhan udara setiap penghuni rumah diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) (Alvaranty. dkk, 2. Aspek Keselamatan Bangunan Rumah (X. Hasil penelitian memperlihatkan penilaian yang sangat tinggi pada aspek ini. Keselamatan bangunan rumah meliputi pemenuhan standar keandalan peningkatan kualitas bahan penutup atap, lantai, dan dinding bangunan rumah (Permen PUPR, 2. Menurut Santoso dan Kristianto . , terdapat beberapa komponen struktural dalam proses pembangunan perumahan. Komponen tersebut dimulai dari pondasi, sloof, kolom, ring beam, dan rangka atap yang memerlukan pemasangan secara baik dan saling terkait, agar rumah memiliki kekakuan dan kekuatan yang maksimal sehingga terjamin kualitasnya. Kualitas bangunan ditentukan oleh kepatuhan terhadap standar dan etik pembangunan, bahan yang berkualitas tinggi dan metode kerja yang benar. Aspek Kesehatan penghuni/bangunan rumah (X. Hasil penelitian memperlihatkan penilaian yang tinggi pada aspek ini. Kesehatan penghuni/bangunan rumah berdasarkan peraturan PUPR . meliputi pemenuhan standar kecukupan sarana pencahayaan dan penghawaan serta ketersediaan sarana utilitas bangunan meliputi sarana mandi, cuci, dan kakus. Desa layak air bersih dan sanitasi merupakan salah satu program Sustainable Development Goals ( SDG. (Junaedi, 2. Air bersih dan sanitasi mempertahankan hidupnya, sehingga masyarakat Desa AuBAy di Kota Ambon harus bisa menjaga sarana dan prasarana tersebut. Air bersih dan sanitasi diharapkan mampu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat luas (Rusmini, 2. Hasil pengamatan di lapangan menunjukan bahwa cahaya cukup banyak masuk ke rumah, sehingga penggunaan lampu minim di waktu siang hari. Peranan ventilasi cukup besar pada saat jendela dibuka karena ukurannya yang standar untuk rumah Penghawaan pada ruangan cukup baik dari Evaluasi Kelayakan Pembangunan Rumah A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. ventilasi dari pintu rumah depan maupun belakang. Kamar mandi mempunyai ukuran ventilasi standar. Rumah Layak Huni Program BSPS Hasil penelitian memperlihatkan penilaian yang sangat tinggi. Hal ini didukung oleh hasil analisis dengan metode regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh yang signifikan antara KLBR (X. KBR (X. KP/BR(X. dengan RLH. Ketiga aspek ini telah memberi kontribusi terhadap kelayakan huni rumah tersebut. Rumah layak huni memiliki peran penting dalam kehidupan, sebab dari rumahlah awal peradaban dimulai serta dapat dipelajari banyak hal. Tanpa tempat tinggal atau rumah yang layak, manusia akan mengalami kesulitan melakukan kegiatan dan bertahan Sebuah rumah harus memenuhi kriteria layak huni agar penghuni dapat merasa aman dan nyaman saat melakukan segala aktivitas di dalam rumah (Suhendar dan Pranata, 2. PENUTUP Kesimpulan Pembangunan baru rumah sederhana program BSPS yang memenuhi kriteria rumah layak huni (RLH) telah dibangun oleh pemerintah daerah Kota Ambon di Desa AuBAy dan proses pembangunannya telah memenuhi aspek KLBR. KBR, dan KP/BR. Analisis dengan metode regresi linier berganda terhadap data primer dan data sekunder secara berpengaruh positif dan memiliki hubungan yang kuat dengan kelayakan pembangunan rumah sederhana di desa tersebut. Saran Perlu kolaborasi program bantuan dari dinas terkait serta pengawasan oleh petugas/pemerintah setempat untuk menunjang tercapainya kelayakan pembangunan baru rumah sederhana di Desa B, kota Ambon. DAFTAR PUSTAKA