ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS. SOLVABILITAS DAN AUDIT TENURE TERHADAP AUDIT REPORT LAG PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Fransiskus Yulius Aria Pratama Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak Email: fransiskusyulius1997@gmail. ABSTRAKSI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara likuiditas, solvabilitas dan audit tenure terhadap audit report lag pada perusahaan subsektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 48 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria IPO sebelum tahun 2013 dan tidak pernah delisting selama periode penelitian, sehingga diperoleh sampel sebanyak 38 perusahaan. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan koefisien determinasi, serta uji hipotesis. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah variabel likuiditas berpengaruh positif terhadap audit report lag, solvabilitas tidak berpengaruh terhadap audit report lag, dan audit tenure berpengaruh negatif terhadap audit report lag. KATA KUNCI: Likuiditas. Solvabilitas. Audit Tenure. Audit Report Lag PENDAHULUAN Perkembangan suatu perusahaan dapat dilihat dari kinerja yang dihasilkan dan tingkat kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Pengamatan kinerja perusahaan dapat dilakukan dengan melihat laporan keuangan. Setiap entitas bisnis berkewajiban untuk melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan yang dilakukan oleh pihak eksternal, yaitu auditor independen. Tujuan dilakukan pengauditan adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran yang bersifat material seperti laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, perubahan modal dan laporan arus kas. Laporan keuangan yang telah dianalisis dapat digunakan untuk menilai perubahan ekonomi perusahaan yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang serta berguna untuk manajemen dalam pengambilan keputusan. Setiap perusahaan yang sudah go public diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan yang sudah diaudit oleh auditor independen dan telah disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan peraturan otoritas jasa keuangan (POJK) Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Nomor 29/POJK. 04/2016 tentang laporan keuangan wajib disampaikan paling lambat pada akhir bulan keempat . Har. setelah tahun tutup buku berakhir. Audit report lag adalah perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal laporan auditor independen yang mengindikasikan tentang lamanya waktu penyelesaian audit yang dilakukan oleh auditor. Semakin panjang suatu audit report lag maka akan memberikan dampak negatif bagi perusahaan. Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo. Likuiditas memperlihatkan seberapa besar aset lancar yang digunakan perusahaan untuk kegiatan komersilnya. Semakin tinggi current ratio maka akan semakin besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola semua utangnya baik utang jangka panjang maupun utang jangka pendek dengan jaminan aktiva atau kekayaan yang dimiliki perusahaan hingga perusahaan tutup atau dilikuidasi. Perusahaan yang tidak solvabel diduga memiliki masalah dalam laporan keuangannya sehingga tidak mampu dalam memenuhi kewajiban dikarenakan besarnya total utang dibandingkan dengan total aset yang dimiliki. Audit tenure adalah lamanya masa perikatan kerja antara auditor dengan klien yang bisa diukur dengan jumlah tahun atau jangka waktu penugasan audit antara pihak auditor (KAP) dengan perusahaan yang diaudit secara terus menerus tanpa mengganti pihak auditor yang lain. Semakin panjang masa penugasan auditor dengan klien dari suatu perusahaan, maka akan menghasilkan audit yang lebih singkat dan tepat waktu dikarenakan auditor sudah memahami proses pengauditan dari tahun-tahun sebelumnya dari perusahaan tersebut. KAJIAN TEORITIS Laporan keuangan perusahaan disusun menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) atau standar pelaporan keuangan internasional (IFRS) yang penyusunannya berdasarkan kerangka kerja dan karakteristik perusahaan. Laporan keuangan menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Laporan keuangan harus memiliki kualitas tinggi sebelum disampaikan kepada publik karena pengguna informasi laporan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 keuangan membutuhkan laporan yang lengkap, transparan, dan tepat waktu. Ketepatan waktu atas laporan keuangan menjadi sangat penting bagi setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan dengan itu, otoritas jasa keuangan di indonesia maupun internasional menetapkan setiap perusahaan perlu mempublikasikan laporan keuangan pada periode yang telah ditentukan, untuk menginformasikan kelangsungan usaha . oing concer. perusahaan kepada pemangku kepentingan . Cara menilai kinerja perusahaan adalah dengan menganalisis laporan keuangan dari suatu perusahaan. Laporan keuangan perusahaan yang sudah go public wajib dipublikasikan kepada masyarakat, laporan yang disampaikan berupa laporan yang telah diaudit oleh auditor eksternal. Tujuan mempublikasikan laporan keuangan adalah untuk memenuhi tuntutan pihak-pihak yang berkepentingan atas laporan keuangan, guna mengambil keputusan ekonomi dengan bijak. Pihak-pihak berkepentingan yang dimaksud seperti investor, kreditor, karyawan, pemerintah, dan manajer perusahaan. Setiap perusahaan harus untuk menerbitkan laporan keuangan yang sudah diaudit secara tepat waktu untuk menjaga citra dari perusahaan itu sendiri. Auditor mengaudit laporan keuangan perusahaan yang disusun oleh pihak manajemen, berdasarkan bukti-bukti pendukung yang dilakukan secara sistematis dan dinilai secara objektif oleh auditor. Dalam proses audit, tidak jarang pula auditor mengalami kesulitan dan hambatan yang tidak terdeteksi sebelumnya sehingga berdampak pada ketidaktepatan serta keterlambatan waktu dalam mempublikasi laporan keuangan perusahaan. Keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan yang sudah diaudit berdampak pada menurunnya kualitas serta berkurangnya kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut. Penyampaian laporan audit oleh auditor yang cepat akan memberikan dampak positif terhadap perusahaan dan sebaliknya penyampaian laporan audit yang lama akan memberikan dampak negatif terhadap perusahaan. Menurut Arens dan Loebbecke dalam Sunyoto . 4: . : AuPengauditan . merupakan proses yang ditempuh oleh seseorang yang berkompeten dan independen agar dapat menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti mengenai informasi yang terukur dari suatu entitas . usaha untuk mempertimbangkan dan melaporkan tingkat kesesuaian dari informasi yang terukur tersebut dengan kriteria yang telah di tetapkanAy. Investor membutuhkan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan yang telah Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 diaudit sebagai dasar dalam menentukan investasi atau penanaman modal pada suatu Laporan keuangan dapat memberikan gambaran tentang kondisi dan kinerja suatu perusahaan. Menurut Rustiarini dan Sugiarti . 3: 657-. : Laporan keuangan sebagai salah satu media informasi untuk mengetahui kinerja perusahaan harus dilaporkan secara tepat waktu agar memberikan informasi yang relevan bagi perusahaan. Dalam proses audit, auditor memerlukan waktu untuk melakukan pengujian agar diperoleh keyakinan yang memadai tentang laporan keuangan yang diperiksanya. Menurut Dibia dan Onwuchekwa . 3: . : Dibutuhkan beberapa hari hingga berbulan-bulan untuk mengaudit laporan keuangan. Rentang waktu yang dibutuhkan auditor dalam mengaudit laporan keuangan perusahaan disebut audit report lag. Menurut Iskandar dan Trisnawati . 0: . : Perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal laporan auditor independen mengindikasi lamanya waktu penyelesaian audit yang dilakukan oleh auditor disebut audit report lag. Menurut Tuanakotta . : Audit report lag adalah jarak waktu antara tanggal neraca dan tanggal laporan audit. Audit report lag pada penelitian ini diukur dari akhir periode akuntansi yaitu 31 Desember sampai dengan tanggal penandatanganan laporan audit oleh auditor eksternal. Menurut Petronila dalam Suginam . , audit report lag adalah jangka waktu antara tanggal tahun buku perusahaan berakhir sampai dengan tanggal laporan audit. Penyajian laporan keuangan dengan tepat waktu akan menunjang keberhasilan perusahaan yang dilihat oleh publik. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa audit report lag dapat diukur dari akhir periode akuntansi yaitu 31 Desember sampai dengan tanggal penandatanganan laporan audit oleh auditor Semakin panjang suatu audit report lag maka akan memberikan dampak negatif bagi perusahaan serta menyebabkan manfaat informasi yang disajikan semakin berkurang karena laporan yang menjadi kurang relevan. Pada penelitian ini penulis akan menganalisis dan menguji beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap audit report lag yaitu likuiditas, solvabilitas, dan audit tenure. Rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban finansial jangka pendek tepat pada waktunya. Menurut Kasmir . 8: . AuLikuiditas merupakan rasio yang menggambarkan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek . red westo. Ay. Menurut Wardiyah . 7: . AuLikuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau pada saat ditagihAy. Penilaian likuiditas perusahaan dapat menggunakan current ratio (CR). Current ratio merupakan perbandingan antara aktiva lancar dan kewajiban lancar yang dimiliki perusahaan. Menurut Fahmi . 7: . : Likuiditas dapat dirumuskan menggunakan current ratio sebagai berikut: aktiva lancar current ratio (CR) = utang lancar Perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mampu melunasi utang jangka pendeknya. Hal ini merupakan berita baik . ood new. sehingga perusahaan dengan kondisi seperti ini cenderung untuk tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangannya serta akan memberikan dampak positif terhadap perusahaan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suginam . yang menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap audit report lag. Hal ini berarti bahwa perusahaan yang menyampaikan audit report lag dipengaruhi oleh tingkat likuiditas. Rasio solvabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola semua utangnya baik utang jangka panjang maupun utang jangka pendek. Menurut Fahmi . 7: . : AuSolvabilitas merupakan gambaran kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi dan menjaga kemampuannya untuk selalu mampu memenuhi kewajibannya dalam membayar utang secara tepat waktuAy. Menurut Mulyawan . : AuSolvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang atau kewajibannya apabila perusahaan dilikuidasiAy. Dalam penelitian ini, solvabilitas diukur menggunakan debt to total asset ratio (DAR). Menurut Wardiyah . 7: . : rumus debt to total asset ratio (DAR) adalah: debt to total asset ratio (DAR) = total utang total aktiva Jika perusahaan mampu membayar semua utang-utangnya bisa dikatakan bahwa perusahaan tersebut akan mampu menyajikan laporan keuangannya dengan tepat waktu. Semakin tinggi tingkat solvabilitas mencerminkan tingginya tingkat utang yang Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 ditanggung perusahaan. Selain itu penggunaan utang juga menimbulkan beban baru berupa beban bunga dan memungkinkan akan berdampak buruk bagi kondisi keuangan perusahaan sehingga auditor akan lebih berhati-hati dalam proses pengauditan dan membutuhkan waktu audit yang lebih panjang. Solvabilitas dapat membentuk pandangan negatif terhadap perusahaan, dimana perusahaan dianggap mengalami kesulitan keuangan sehingga apabila tingkat utang perusahaan terlalu tinggi tentu akan mempengaruhi proses pengauditan yang menghambat penyampaian laporan keuangan yang sudah diaudit kepada publik. Penelitian ini sejalan dengan Sastrawan dan Latrini . yang menyatakan bahwa solvabilitas berpengaruh positif terhadap audit report Audit tenure adalah lamanya masa perikatan kerja antara auditor dengan klien yang bisa diukur dengan jumlah tahun atau jangka waktu penugasan audit antara pihak auditor (KAP) dengan perusahaan yang diaudit secara terus menerus tanpa mengganti dengan pihak auditor yang lain. Menurut Mariani dan Latrini . 6: 2. : AuAudit tenure adalah lamanya masa perikatan kerja auditor dengan kliennya dalam pemeriksaan laporan keuanganAy. Auditor yang memiliki perikatan dengan kliennya yang panjang maka pemahaman auditor dalam operasi akan turut meningkat sehingga menghasilkan proses audit yang lebih efisien. Menurut Michael dan Rohman . 7: . AuAudit tenure merupakan jangka waktu masa perikatan kerja antara auditor dengan kliennya dalam pemeriksaan laporanAy. Audit tenure yang panjang dari suatu KAP dapat memperpendek proses pengauditan laporan keuangan. Dalam penelitian ini audit tenure diukur menggunakan variabel dummy. Menurut Mgbame. Eragbhe dan Osazuwa . : Jika lebih dari 3 tahun ditandai dengan kode 1, sebaliknya apabila kurang dari 3 tahun ditandai dengan kode 0. Audit tenure yang panjang dari suatu KAP dapat meningkatkan pemahaman bagi auditor tentang bisnis Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Junaidi dalam Dewi dan Hadiprajitno . yang menyatakan bahwa audit tenure berpengaruh negatif terhadap audit report lag. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 HIPOTESIS Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Likuiditas berpengaruh negatif terhadap audit report lag H2: Solvabilitas berpengaruh positif terhadap audit report lag H3: Audit tenure berpengaruh negatif terhadap audit report lag METODE PENELITIAN Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumenter. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan dan laporan tahunan yang sudah diaudit pada perusahaan subsektor property dan real estate dari periode tahun 2013 sampai dengan 2017 yang diperoleh dari website resmi w. Kriteria yang digunakan untuk memilih sampel dalam penelitian ini, yaitu perusahaan subsektor property dan real estate yang telah melakukan initial public offering (IPO) sebelum tahun 2013 dan tidak pernah delisting selama periode Laporan keuangan lengkap selama lima tahun yaitu dari tahun 2013 sampai Berdasarkan kriteria tersebut, maka jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 perusahaan. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu berupa Software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 20. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan analisis regresi linear berganda. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Pengujian statistik deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran data variabel yang diteliti dari 38 perusahaan sampel subsektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama lima tahun berturut-turut dari tahun 2013 sampai dengan 2017. Penelitian ini menggunakan variabel likuiditas . urrent rati. , solvabilitas . ebt to total asset rati. , audit tenure dan audit report lag yang akan dilihat pada nilai rata-rata . , nilai minimum, nilai maksimum, dan standar deviasi dari setiap variabel penelitian. Berikut merupakan hasil dari analisis statistik deskriptif yang disajikan dalam Tabel 1: Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 TABEL 1 PERUSAHAAN SUBSEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF PERIODE 2013 s. Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation ,1790 19,0674 2,724316 2,7777018 DAR ,0335 5,7621 ,462451 ,6255605 ARL 77,50 21,406 Valid N . Sumber: Output SPSS 20 Tahun 2019 Berikut merupakan hasil dari analisis statistik deskriptif variabel dummy yang disajikan dalam Tabel 2: TABEL 2 PERUSAHAAN SUBSEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF PERIODE 2013 s. Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent Total Sumber: Output SPSS 20 Tahun 2019 Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil pengujian menunjukkan nilai residual telah berdistribusi normal. Model regresi juga bebas dari masalah multikolinearitas heteroskedastisitas dan masalah autokorelasi, sehingga pengujian hipotesis dengan uji F dan uji t dapat dilanjutkan. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Analisis Regresi Linear Berganda TABEL 3 PERUSAHAAN SUBSEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA PERIODE 2013 s. Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Sig. Beta Error (Constan. 81,510 ,996 81,836 ,000 ,508 ,174 ,238 2,915 ,004 DAR -,863 ,743 -,094 -1,162 ,247 -2,393 1,067 -,182 -2,242 ,027 Dependent Variable: ARL Sumber: Output SPSS 20 Tahun 2019 Berdasarkan Tabel 3, nilai beta untuk konstanta adalah 81,510. Nilai beta untuk masing-masing variabel independen yaitu current ratio sebesar 0,508, debt to total asset ratio sebesar -0,863, dan audit tenure sebesar -2,393. Berdasarkan nilai tersebut, maka persamaan regresi linear berganda yang dibuat adalah: Y = 81,510 0,508 Likuiditas - 0,863 Solvabilitas - 2,393 Audit Tenur Koefisien Korelasi (R) dan Koefisien Determinasi (R. TABEL 4 PERUSAHAAN SUBSEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS KOEFISIEN KORELASI BERGANDA DAN KOEFISIEN DETERMINASI PERIODE 2013 s. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Estimate Square ,308a ,095 ,076 6,283 Predictors: (Constan. AT. DAR. CR Dependent Variable: ARL Sumber: Output SPSS 20 Tahun 2019 Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Berdasarkan output tersebut diperoleh angka adjusted R square sebesar 0,076. Hal ini menunjukkan bahwa persentase pengaruh current ratio, debt to total asset ratio, dan audit tenure terhadap audit report lag adalah sebesar 7,6 persen, sedangkan sisanya sebanyak 92,4 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diujikan dalam penelitian ini. Uji F Uji F dalam penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengaruh dari variabel independen . ikuiditas, solvabilitas, dan audit tenur. secara bersama-sama terhadap variabel dependen . udit report la. Penentuan kelayakan model dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka model penelitian layak digunakan, sebaliknya apabila nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka model penelitian tidak layak. Berikut merupakan hasil uji F yang disajikan pada Tabel 5: TABEL 5 PERUSAHAAN SUBSEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA HASIL UJI F PERIODE 2013 s. ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 580,553 193,518 Residual 5526,753 39,477 Total 6107,306 4,902 Sig. ,003b Dependent Variable: ARL Predictors: (Constan. AT. DAR. CR Sumber: Output SPSS 20 Tahun 2019 Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 5, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi adalah 0,003, lebih kecil dari 0,05 . ,003 < 0,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model penelitian yang dipakai dalam penelitian ini layak diuji dan digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi nilai dari audit report lag. Uji t Berdasarkan Tabel 3, diketahui hasil pengujian t pada current ratio menunjukkan thitung sebesar 2,915 dan nilai signifikansi sebesar 0,004. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel . ,915 > 0,. dan nilai Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 signifikansi kurang dari 0,05 . ,004 < 0,. yang berarti bahwa current ratio berpengaruh terhadap audit report lag. Hasil pengujian t pada debt to total asset ratio menunjukkan nilai thitung sebesar -1,162 dan nilai signifikansi sebesar 0,247. Nilai ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih kecil dari ttabel (-1,162 < 0,. dan nilai signifikansi lebih dari 0,05 . ,247 > 0,. yang berarti bahwa debt to total asset ratio tidak memiliki pengaruh terhadap audit report lag. Hasil pengujian t pada audit tenure menunjukkan nilai thitung sebesar -2,242 dan nilai signifikansi sebesar 0,027. Nilai ini menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih kecil dari ttabel (-2,242 < 0,. dan nilai signifikansi lebih dari 0,05 . ,247 < 0,. yang berarti bahwa audit tenure berpengaruh terhadap audit report lag. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa Likuiditas memiliki pengaruh positif terhadap audit report lag pada perusahaan subsektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini terbukti dari perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,004 lebih kecil dari 0,05 dengan koefisien regresi sebesar 0,508. Solvabilitas tidak berpengaruh terhadap audit report lag pada perusahaan subsektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini berarti besar kecilnya debt to total asset ratio suatu perusahaan tidak menentukan cepat atau lambatnya penyelesaian audit laporan keuangan. Hal ini terbukti dari perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,247 lebih besar dari 0,05 dengan koefisien regresi sebesar -0,863. Audit tenure berpengaruh negatif terhadap audit report lag pada perusahaan subsektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini berarti semakin lama masa penugasan auditor dengan klien dari suatu perusahaan dalam mengaudit laporan keuangan, maka akan menghasilkan proses audit yang lebih singkat dan tepat waktu. Hal ini terbukti dari perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,027 lebih kecil dari 0,05 dengan koefisien regresi sebesar -2,393,. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Oleh karena itu, penulis memberikan saran bagi penelitian selanjutnya dapat memperluas ruang lingkup penelitian seperti mengganti objek penelitian menggunakan sektor lain dan mempertimbangkan faktor lain yang dapat memengaruhi audit report lag, mengingat masih sebesar 92,4 persen variabel lain dapat memengaruhi audit report Pada penelitian ini beberapa faktor yang disarankan yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas dan opini audit. DAFTAR PUSTAKA