Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. GAYA BAHASA HADIS TENTANG KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN DALAM KITAB SUNAN IBN MAJAH (KAJIAN STILISTIKA HADIS) Ulfa Kurnia1. Syihabuddin Qalyubi2. Moh. Wahid Hidayat3 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta1, 2, 3 20201012012@student. uin-suka. id, syihabuddin. qalyubi@uin-suka. id, moh. hidayat@uinsuka. Abstract: Al-QurAoan and hadith have the same value, namely revelation that comes from Allah The style of language in the hadith is one of the interesting things to study. This study aims to describe the style of language in the hadith about the virtues of the month of Ramadhan Sunan Ibn Majah, covering five levels of analysis, namely the morphological level, phonological level, syntactic level and imagery level. This reseach is a descriptive qualitative reseach. The data collection method used the listening method and note-taking techniques from primary and secondary data. Primary data are hadiths about the virttues of fasting and secundary data are book or books related to stylistics. The analysis method used decriptive and comparative The result showed that the hadith about the virtues of the month of Ramadan Sunan Ibn Majah has a style of language at five levels of stylistic analysis. Keywords: Style. Hadis, stylistic. Sunan Ibn Majah. Abstrak: Al-QurAoan dan hadis mempunyai nilai yang sama, yaitu wahyu yang berasal dari Allah SWT. Gaya bahasa dalam hadis menjadi salah satu yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa pada hadis tentang keutamaan bulan Ramadhan Sunan Ibn Majah, mencakup lima level analisis yaitu level morfologi, fonologi, level sintaksis, level semantik dan level imagery. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat dari data primer dan data sekunder. Data primer merupakan hadis tentang keutamaan puasa dan data sekundernya adalah buku-buku atau kitab yang berkaitan dengan ilmu stilistika, adapun metode analisisnya menggunakan metode deskriptif dan komperatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hadis tentang keutamaan bulan Ramadhan Sunan Ibn Majah memiliki gaya bahasa pada lima level analisis stilistika. Kata kunci: gaya bahasa, hadis, stilistika. Sunan Ibn Majah. Pendahuluan Salah satu bahasa peradaban manusia tertua adalah bahasa Arab, karena menjadi sumber peradaban dan kemajuan manusia. Perbedaan satu bangsa dengan bangsa lain, terjalinnya hubungan komunikasi yang sederhada sesama individu, tetapi jua dapat menciptakan kehidupan sosial bersama. Pada dasarnya kehidupan intelektual. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. material dan spritual merupakan bagian dari bahasa. 1 Sehingga peran bahasa memiliki peran yang sangat penting untuk perkembangan peradaban bangsa. Indonesia memiliki bahasa bahasa daerah yang berbeda-beda dan beberapa bahasa di negara lain pun kerap kali digunakan dan bahkan diakui sebagai bahasa Internasional. Misalnya bahasa Inggris dan bahasa Arab yang menjadi salah bahasa utama di berbagai negara. Asal dari bahasa Arab berawal dari sekelompok bahasa Semit dari beberapa abad sebelum adanya Islam. Namun, ditemukan bukti warisan Sastra Arab yang tercacat dua abad sebelum Islam. Bahasa Arab merupakan pedoman bagi umat Islam di seluruh semesta serta sekaligus bahasa kitab suci umat Islam yaitu Al-QurAoan, juga merupakan bahasa sehari-hari Rasulullah A Aketika beliau menyampaikan hadis, yang merupakan hal penting bagi seluruh umat Muslim di Al-QurAoan dan Hadis pada dasarnya memiliki karakteristik yang serupa, yaitu wahyu dari Tuhan. 3 Namun, dalam hal redaksional, keduanya memiliki hal yang QurAoan merupakan merupakan wahyu serta merta dari Allah sedangkan Hadis bersumber dari Rasulullah. Bukan saja asal muasal redaksinya yang berbeda, namun sistem turunnya Al-QurAoan dan Hadis pun berbeda berdasarkan kondisi dan Al-QurAoan turun di wahyukan dari malaikat Jibril kemudian sampai kepada Rasulullah, ayat-ayat yang disampaikan merupakan bentuk dzikir kepada Allah. 4 Hal ini terlihat ketika Jibril as. memberikan wahyu kepada Rasulullah AA. Wahyu AlQur'an yang Jibril sampaikan dibacakan dengan refleks oleh Rasulullah AA mendengarkan dengan seksama, meniru, dan mengingat wahyu. Selain transmisi lisan, transmisi signifikan . i'l-ma'n. terjadi selama transmisi Hadis. Jadi terkadang pendidik berbicara mitos dalam bahasa mereka sendiri daripada kata-kata Nabi. QurAoan dan Hadis memiliki bahasa dan cara berbicara yang unik dan berbeda. AlQur'an memiliki gaya & struktur yang luar biasa, & tidak dapatditandingi dengan apa Sedangkan Hadis memiliki corak kebahasaan yang khas sesuai dengan Dr. Hilmi Kholil. Ilmu Al-Lugah Muqoddimah Li Al-QariAo Al-AoArabi, (Shamel. Hal. Azhar Arsyad. Bahasa Arab Dan Metode Pengajarannya, (Jakarta: Pustaka Pelajar, 2. Hal. Ibn Al-Kasir. Tafsir Al-QurAoan Al-Azim, (Cairo: Darul Hadis, 2. Hal. William A. Graham, . Beyond the Written Word : Oral Aspect of Scripture in The History of Religion, (New York: Cambridge University Press, 2. Hal. Jalaluddin As-Suyuti. Tadrib Ar-Rawi Fi Syarhi Taqrib al-Nawawi, (Cairo: Darul Hadis. Hal. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. penuturan masyarakat Arab. Gaya belajar dalam konteks Hadis memiliki banyak Pertama, ilmu yang mengungkap karakteristi estetik dari bahasa hadis. Kedua, intrumen substansial dan dokumen pendukung dalam proses penafsiran hadis. Karena begitu, kajian stilistika hadis memegang peranan penting dalam memberikan manfaat terhadap interpretai materi hadis. Dari sisi stilistika, kami akan menunjukkan bagaimana pengaruh gaya ini muncul melalui analisis preferensi kata dan susunan kalimat. Stilistika yang menganalisis penyimpangan linguistik, kemudian memberikan informasi tentang bagaimana penyimpangan linguistik tertentu terjadi dalam bahasa yang lebih tua dan bagaimana pengaruhnya terhadap makna yang dihasilkan. Stilistika berasal dari kata style, kata style ini berasal dari bahasa latin stilus yang berarti alat tulis pada lempengan lilin. Untuk mengetahui jelas atau tidaknya tulisan tersebut maka hal yang paling mempengaruhi adalah keahlian menggunakan alat ini. Saat waktu penekanan dititik beratkan pada sebuah keahlian menulis indah, sehingga style beralih pada kapasitas dan kemahiran menulis maupun memanfaatkan kata-kata dengan bagus yang disebut dengan gaya bahasa. 6 Hadis secara etimologi adalah Jadid . dan jamak dari hadis adalah Ahadis. Secara klasik, hadis merupakan sesuatu yang dilimpahkan pada Nabi Muhammad SAW, yang dapat terlihat dari perkataan, tindakan, keputusan ataupun karakter. 7 Dari penjelasan perihal deskripsi dari stilistika & hadis diatas, sehingga makna yang muncul ketika kedua kata tersebut digabungkan menjadi Stilistika Hadis menjadi gaya bahasa. Oleh sebab itu, kajian stilistika hadis merupakan upaya untuk mengkaji gaya kebahasaan yang ditemukan dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini akan memberi pemaran tentang hadis keutaman bulan puasa Ramadhan. Terdapat banyak hadis tentang puasa ramadhan dan keutamaannya bagi umat Islam. Hadis-hadis itu memiliki sanad yang kuat dan terhubung sampai kepada Rasulullah A Asehingga tercantum pada bagian hadis yang shohih. Bulan ramadhan adalah bulan yang suci yang ekstensif dengan berbagai keunggulan serta kehebatan. Dalam bulan ramadhan. Allah Swt. jua memberikan perintah kepada seluruh Muslim Muhammad SaAoid Ramadan Al-Buty. Fil Hadis Asy-Syarif Wa Al-Balagoh An-Nabawiyyah, (Damaskus: Dar al Fikr, 2. Hal. Mahmud Al-Tahan. Taisir Mustalah Al- Hadis, (Aleksandria: Markaz Al-Huda Li Al-Dirasat. Hal. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. untuk melakukan ibadah puasa dalam waktu sebulan penuh. Puasa ramadhan merupakan ibadah yang harus dilakukan oleh seluruh muslim yang mukallaf. Adapun makna mukallaf adalah suatu keadaan yang mengharuskan seorang muslim atau muslimah untuk menjalankan rukun islam, seperti puasa, sholat, zakat dan ibadahibadah lainnya. Hal itu menjadi wajib dikarenakan seseorang yang mukallaf tersebut sudah memenuhi syarat untuk menunaikan rukun Islam. Pengertian puasa dalam syariat Islam adalah penolakan terhadap segala sesuatu yang membatalkan ibadah tersebut, seperti makan, minum, sex, mulai terbitnya matahari . ajar shadi. hingga terbenamnya matahari (Magri. Puasa Ramadhan merupakan bukti takwa seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT. Banyak juga manfaat puasa Ramadhan, salah satunya dijelaskan dalam beberapa mukjizat dalam kitab Sunan Ibnu Majah yang dibahas dalam artikel ini. Sunan Ibn Majah merupakan salah satu kitab dari al-Kutubu Sittah yang manjadi rujukan hadis-hadis umat islam yang ditulis oleh Ibnu Majah. Ini berisi 4341 dalam 32 buku . yang dibagi menjadi 1. 500 bab . Beberapa 1329 Hadis hanya ditemukan di dalamnya, dan tidak dalam lima karya kanonik lainnya. Untuk mengetahui lebih dalam makna dan gaya bahasa yang ditulis dalam kitab tersebut maka peneliti akan menganalisis terkait bagaimana gaya bahasa hadis tentang keutamaan bulan ramadhan dalam kitab Sunan Ibn Majah. Tujuan dalam penelitian ini akan menjelaskan mengenai gaya bahasa hadis dari Sunan Ibn MaJah dalam Hadis tentang keutamaan puasa Ramadhan. Penelitian ini merupakan penelitisn kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan fenomena dari suatu hal tanpa menggunakan prosedur statistik atau bentuk perhitungan lainnya. Data penelitian dikumpulkan dengan metode listening dan teknik recording. Peneliti membaca dan mendengarkan teks Hadis dan mencatat data berdasarkan pembahasan dan teori yang dipakai. Penelitian ini menggunakan metode analisis data deskriptif dan komparatif. 9 Dalam metode deskriptif, peneliti menggambarkan peristiwaperistiwa dalam gaya kitab Sunan Ibn Majah tentang keutamaan puasa Ramadhan. Azwardi and Rajab Bahry. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, (Banda Aceh: Syiah Kuala University Press, 2. Hal. Syihabuddin Qalyubi. Stilistika Al-Quran Makna Di Balik Kisal Ibrahim, (Yogyakarta: LKiS Yogyakarta, 2. Hal. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Dalam metode perbandingan, peneliti membandingkan data dengan data lain dengan melihat pilihan dan penggunaan kata yang sama dalam hadis lain. Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Sunan Ibn Majah Hadis Sunan Ibn Majah tentang keutamaan bulan Ramadhan yaitu: a AUA AA aa EaNa aI aCa aacI Ia eI a eI aNA a AI a aIA a AIa auO aIIU aOe aA a AaI eIA a a a AOaa OIa aO aI aa a eE a aI aOA ca AA ae EA aA AaEa eI Oa eAae Ia eI aN aU aOa ae a aeOA a aAIA a Auaa EaIae a acO aE Ea eOEa s Ia eI a aIA a caA aECae a aeOa EIA ca AaO EA A aOaEaEa AaO aE aEA a a e aO a accEaEA a A a a eCA a caCa a Ia eI EIA a AaO eE aO ae a eC a eE aO aO aA a AeE aIac a AaEa eI Oa eEa eC Ia eI aN aU aOIaaO aIIa s aO aA 11 a a AE eOE sA 12 a a e Aua acI a accEaEa a eIa aE aE AA AaCa a aOaEaEa AaO aE aE E eOE sA a Aa sA ca AEac aI ua acI aNa EA ca AAEacOA ca AO aEA A eN s aI eIA a aA a aE eI aOAaO aN Ea eOEaU aO Ue Ia eI a eEAA a AIa AaCa aE aA a A eN a Ca e aA a acEEA a Aa a aE a aIA a AEa eO aN aOA a acEEA ca ca Aa a aI aN AaC e a a aI E aO ae EENa aOaE Oa ae aI aO aeNa uaaE aIe aO UIA Al-Mustawa al-Sauti (Level Fonolog. Level fonologi akan mendeskripsikan dari analisis hadis tentang keutamaan bulan Ramadhan Sunan Ibn Majah serta efek terhadap pemaknaan & keserasiannya. Pada bagian fonologi akan dibahas tentang sawamit . dan sawait . Berdasarkan artikulasi konsonan terbagi dalam sembilan bagian diantaranya adalah plosif, plosif frikatif, nasal, lateral, getar, flapped, frikatif, frictionless, dan semi 14 Sedangkan vokal ada dua yaitu: Vokal pendek . await qasira. adalah bunyi fathah, kasroh, dan dhommah. Vokal panjang . await thowila. adalah bunyi alif, wau, dan yaAo yang dibaca Hadis Sunan Ibn Majah tentang keutamaan puasa ramadhan, yang mendominasi konsonannya berupa konsonan plosif. Konsonan plosif adalah suatu bunyi yang berartikulasi pada udara rongga vokal yang ditutup, maka terbentuk sebuah sumbatan udara yang muncul pada mulut & membentuk sebuah letupan. Ibnu Majah. Sunan Ibn Majah Juz II (Beirut: Dar al-IhyaAo al-Arabiyah, 1. Ibnu Majah. Ibnu Majah. Ibnu Majah. Al-SaAoaran. AoIlm al-Lugah: Muqaddimah Li al-Qyri` al-AoAraby, (Beirut: Dar al-Nahdah alAoArabiyya. Hal. Mahmud Ahmad Najlah. Lughah Al-Quran Fi Juz Aoamma, (Beirut: Dar al-Nahdah alAoarabiyyah, 1. Hal. Rosalin Ismayoeng Gusdian. AoTransfer Fonologis Konsonan Hambat Dari Bahasa Jawa Ke Bahasa IndonesiaAo. Satwika: Jurnal Kajian Budaya Dan Perubahan Sosial, 2. Hal. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Konsonan dalam hadis-hadis ini berupa huruf A EA,A CA,AA,A Ayang mengalami banyak Berikut data jumlah konsonan dalam hadis Sunan Ibn Majah tentang keutamaan puasa ramadhan. Jenis Konsonan Bunyi Plosif ACA AEA AIA AEA a Total Bunyi ACA AEA AIA AEA a Total Nasal Lateral Getar Frikatif Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Fathah Kasroh Dhommah Oo Sukun Total Tabel di atas menggambarkan keberagaman bunyi susuan hadis-hadis Sunan Ibn Majah tersebut. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa huruf konsonan plosif menjadi konsonan yang paling dominan dengan jumlah huruf paling banyak yaitu 4 yang terbagi atas huruf A Atotal ada 9, huruf A Aada 4, huruf A CAhanya 1, dan huruf A EAada 2. Konsonan Nasal dalam huruf A IAada 7, konsonan lateral huruf A EAada 7, dan konsonan getar pada huruf A Adengan total jumlah 11 serta konsonan frikatif a hanya ada 1. Konsonan-konsonan tersebut akan menunjukan keserasian bunyi dan pengaruh terhadap maknanya. Dalam hadi-hadis tersebut ditemukan beberapa bentuk Qafiyah yang dalam ilmu Balaghah disebut dengan as-SajaAo. SajaAo Mutharraf SajaAo Mutharraf adalah sajak yang dua akhir kata atau yang disebut sebagai fashilah memiliki huruf akhir yang sama namun dengan wazan yang berbeda. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Kata Latin Vokal Konsonan AAIA AC aacIA Taqoddama a-o-a-a t-q-d-d-m AEOA o-i-u k-h-r AEA Sarru s-r-r AO aIA a-u-u y-k-h-r-m AIO aIA Makhrmu a-u-u m-k-h-r-m Kata Latin Vokal Konsonan a AUA AA aa EaNa aI aCa aacI Ia eI a eIaNA a AI a aIA a aAIa uaO aIIU aOe A a AaI eIA a a ca eN s aI eI a a aI aN AaCa e a a aI eE aO ae aEENA ca ca ca ca AAEacOA ca AO aEA a aA aE eI aOAaO aN E eOE aO Ue Ia I EAA a AIa AaCa aE aA a AE aI uaI aN E eN a C e aA a acEEA a Aa a aE a aIA a AEa eO aN aOA a acEEA AaOaE Oae a aI aO aeNa au acaE aIe aO UIA Pada analisis hadis-hadis tersebut terdapat beberapa kesamaan bunyi pada potongan katanya. Pada hadis pertama ditemukan 2 kata yang termasuk jenis sajak dengan huruf akhirannya sama yaitu huruf A IAdalam lafadz A( AIAsoom. dan ACIA . yang di akhiri dengan vokal . Pada hadis kedua ditemukan juga 2 kata yang sama-sama berakhiran A Adalam lafadz A EOAdan AEA. Pada hadis terakhir ditemukan akhiran yang sama yaitu pada huruf A IAdengan lafadz A IOIA-AOIA. SajaAo Muwazanah SajaAo Mutawaazi yaitu sama dari segi wazan tetapi berbeda dari qafiyahnya. Ibnu Majah. Sunan Ibn Majah Juz II. Ibnu Majah. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Kata Latin Vokal Konsonan a s AEEA kulli fitrin u-i-i-i k-l-l-f-t-r-n ACEA Akbil k-b-l AAEI OAA falam yaftah a-a-a-a f-l-m-y-f-t-h Kata AEE EOEA ACAA AAEI OECA Latin kulli lailatin Aksir falam yuglag Vokal u-i-a-i-a-i a-a-a-u-a Konsonan k-l-l-l-l-t-n k-s-r f-l-m-y-g-l-g Dari tabel diatas terlihat jelas bahwa ada beberapa lafadz hadis yang memiliki kesamaan dari segi wazan namun berbeda dari qafiyahnya. Pada lafadz A EE EOEA- AEE AA memiliki bentuk yang hampir sama dengan harokat akhir kasroh tanwin yang wazannya hampir sama. Lalu pada lafadz A CAA- A CEAmemiliki wazan yang sama yaitu wazan fiil amr hanya saja qafiyahnya berbeda. Kemudian pada lafadz A AEI OECA- A AEI OAAmemiliki wazan yang sama pula. Efek yang ditimbulkan Ditemukan keserasian dari segi huruf, lafadz, bunyi, atau hal lainnya. Hal tersebut tidak karena bukan alasan yang berdampak pada arti yang ada. Pertama, persamaan dalam segi harokat baik itu harokat vokal ataupun konsonan yang di bentuk secara Perihal tersebut memicu dampak pada pendengaranya menjadi tidak membosankan dan tenang, juga bersama irama yang terisi dengan merdu. Pada konteks ini menjelaskan bahwa, orang yang mengejar hal-hal yang baik maka lanjutkanlah. Dan hai orang yang mengejar hal-hal buruk, maka hentikanlah. Kedua, pengulangan lafadz pada wazan yang sama adalah gabungan yang selaras dan bagus. Sehingga dari kelarasan tersebut menampilkan bahwa makna lawan kata dari perintah kata teruskanlah dan berhentilah sebagai bentuk perintah bagi orang-orang yang mencari kebaikan untuk terus mencari dan untuk orang-orang yang mencari keburukan di perintahkan untuk berhenti. Efek keserasian tersebutlah yang memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai perintah-perintah yang di larang dan dianjurkan. Serta penegasan-penegasan mengenai istimewanya bulan ramadhan. Al-Mustawa al-Sharfi (Level Morfolog. Analisis pada level morfologi berfokus pada kata beserta beragam bentuk jadiannya, sehingga aspek yang ditelaah pada level ini sangat luas cakupannya. Di antaranya adalah pemelihan bentuk kata . khtiyar assigha. dan terpindahnya satu wujud kata pada bentuk kata yang lain . l- Aoudul bi as-sighah an al-asl as-sigha. (Qalyubi 2017: . Dalam hadis diatas ditemukan beberapa yaitu: Ikhtiyar al-Sighah (Pemilihan bentuk kat. a AUA A aA a EaNa aI aCa aacI aI eI a eI aNA a AI a aIA a aAIa auO aIIU aOe A a AaI eIA a a Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Pada hadis diatas ditemukan pemilihan kata AUA a aA aOe Ayang merupakan kata asli dari AA a Ae aA. Jika dilihat redaksi katanya yang merupakan maAotuf pada kata A auO aIIUAyang merupakan MafAoul liajlih yang manshub bil fathah. Dengan demikian kita dapat melihat makna dari keseluruhan berdasarkan kaidah shorfiyah nya. Arti (A )OIIAadalah sesuatu yang memberikan keyakinan dan kebenaran bahwa Allah merupakan sesuatu yang haq bersama kepercayaan keutamaan-Nya. Artinya bahwa keimanan yang penuh kepada apa yang sudah Allah swt, berikan berupa pahala yang teramat besar kepada orang-orang yang mengerjakan qiyamul lail pada malam lailatul qadr ini. Sedangkan makna kata (A )Aadalah pengharapan hanya kepada Allah SWT dan tidak mengizinkan terlihat oleh manusia dan tidak juga selain hal itu yang bertentangan dengan ketulusan dan keikhlasan, serta tujuan dari kata (A )Aialah suatu yang penuh perhitungan serta harapan kepada balasan dan pahala dari Allah SWT. Al-AoUbud bi al-Shigah Aoan al-Asl al-Siyaqi (Perpindahan bentuk kata ke bentuk kata lainny. AaOaE Oae a aI aO aeNa ua acaE aIe aO UIA AuDan tidaklah kebaikan . alam tersebu. terhalangi kecuali bagi orang yang menyia nyiakannyaAy. Dalam hadis diatas terdapat perpindahan satu kata ke bentuk kata lainnya dalam konteks yang sama, seperti pada bentuk kata yuhromu dan kata mahrumu. Dalam konteks ini kedua kata tersebut berasal dari kata A IAnamun dalam konteks makna keduanya memiliki makna yang berdeda. Pada kata yuhromu sebagai fiil mudhori yang memiliki arti terhalang sedangkan pada kata mahrumu adalah bentuk pengecualian dari mafAoul bih kata yuhromu yang berarti orang yang menyia-nyiakannya. Al-Mustawa al-Tarkibi (Level Sintaksi. Level sintaksi, sintaksis dapat diartikan sebagai iAorob yang merupakan suatu hal yang tidak pantas dijadikan dasar untuk mengukur keunggulan estetika dan retorik19. Dalam penelitian ini peneliti hanya fokus pada al-Taqdim wa al-TaAokhir dan NidaAo. Zakiatul Fikriyah and Syihabuddin Qalyubi. AoSurah Al-Lahad Dalam Studi Stilistika Al-QurAoanAo. Tsaqofiyah: Jurnal Pendidikan Dan Bahasa Arab, 2. Hal. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Al-Taqdhim wa al-TaAokhir At-Taqdhim secara bahasa berarti mendahulukan sedangkan at-TaAokhir adalah 20 Secara Istilah at-Taqdhim wa at-TaAokhir diartikan sebagai suatu proses mengawalkan kedudukan pada sesuatu hingga mengakhirkan suatu yang lain. Al-Jurjani mengartikan at-Taqdhim wa at-TaAokhir pada dua hal: pertama, mengawalkan atau mengakhirkan kedudukan tanpa mengubah kaidah, contohnya mengawalkan khobar dari mubthadaAo, kedua, mengakhirkan atau mendahulukan kedudukan dengan di ikuti modifikasi pada kaedahnya, seperti mengubah kedudukan kata aA OAdalam contoh A a OAmenjadi ANA a A OA. perubahan kata AOA, contoh tersebut bukan hanya terjadi pada kedudukannya yang diawal diletakkan pada akhir kemudian didahulukan akan tetapi perubahan juga terjadi kaedahnya, yang pertama diposisi sebagai mafAoul . kemudian menjadi mubtadaAo. 21 Mahmud al-Maisiri juga menjelaskan bahwa al-Tqdhim wa at-TaAokhir dalam kaidah bahasa Arab mempunyai sebagian manfaat, yaitu: memberikan rasa ingin tahu atas yang diakhirkan, menyegerakan kabar buruk atau baik, sebagai pengkhususan, memberi perhatian dan lain sebagainya. 22 Dalam hadis tentang keutamaan bulan ramadhan diatas, ditemukan beberapa kaidah al-Taqdhim wa al-TaAokhir. A aOaEaEa AaO aE aE Ea eOEa sA a aO a accEaEA a caCa a aI eI EIA Pada potongan hadis diatas, kata AaCa aA a aA aO a accEaEAadalah kalimat yang terdiri dari mubadaAo dan khobar. Kata aA a accEaEAsebagai khobar yang didahulukan dan kata AaCa aA a sebagai mubtadaAo yang diakhirkan. Pada potongan hadis yang lain juga ditemukan kata yang sama dan kedudukan yang sama jga. e aAua acI a accEaEa a eIa aE aE AA AaCa a aOaEaEa AaO aE aE Ea eOEa sA a A sA Kata aA a accEaEAmerupakan khobar dari inna. Yang berkedudukan menjadi khobar mutaakhor dan kata AaCa aA a sebagai mubtada muqaddam. Struktur Taqhim wa at-TaAokhir pada potongan kedua hadis tersebut berfungsi untuk memberikan perhatian lebih terhadap lafadz yang didahulukan dan untuk Pada . esungguhnya Alla. atas utaqau . mempunyai makna bahwa Achmad Khusnul Khitam. AoAt-TanAwub. At-Taqdm Wa At-TaAokhr. Dan Al-IltifAt (Kajian Stilistika al-QurAoan Dan Puisi Ara. Ao. Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, 2. Hal. Abdul Qahir AL-Jurjani. Dalailul IAojaz, (Jeddah: Dar al-Madani, 1. , hlm. Munir Mahmud Al-Masiri. Dalalat At-Taqdim Wa at-TaAokhir Fi al-Quran, (Kairo: Maktabah Wahbah, 2. Hal. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. mengangungkan dan memberi perhatian lebih bahwa Allah yang menciptakan manusia, yang merupakan Raja manusia, serta Tuhannya manusia yang hanya Dialah yang pantas dan berhak untuk membebaskan orang-orang dari neraka. ca Aua acI aNa EA A eN sA a a a A a aE eI aOAaO aN Ea eOEaU aO Ue aI eI a eEA a A eN a Cae aA Pada potongan hadis diatas A AaO aNAsebagai khobar muqaddam dan UA Ea eOEaAsebagai mubtada ca A aNa EA. Makna Kata A AaO aNAmerupakan bentuk kalimat dari A AaOAdan A aNAkembali pada A eN aA Taqdim wa at-TaAokhir tersebut difungsikan untuk menghususkan lafadz yang didahulukan. Sekiranya jika tidak ada Taqdim wa at-TaAokhir maka kalimat aslinya adalah ca aO aNa EA A eN sA a a a A eN Ea eOEaU aO Ue aI eI a eEA Yang memberikan makna bahwa khusus pada bulan ramadhan terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadr. Kalimat NidaAo Penggunaan gaya bahasa pada nidaAo diartikan dengan tujuan mencari peringatan kepada . yang diserukan adanya sesuatu masalah yang esensial atau akan Mayoritas sebelum gaya bahasa nidaAo disertai oleh amr . , istifham . , nahyun . , atau hukum syarAoiyyun . erita hukum syarAo. ca AO EA AA eA a A a a eCA a AO eE aO ae a eCa eE aOOa a aA a AOa a aA AuHai orang yang mencari kebaikan, teruskanlah. Hai orang yang mencari keburukan, berhentilah. Ay Kata hai dan wahai adalah seruan kata untuk menarik perhatian, memperingatkan, memanggil, dan lainnya. Secara umum penggunaan kalimat nidaAo yaitu untuk memberikan suatu isyarat kepada lawan bicara supaya diperhatikan apa yang telah disampaikan oleh pembicara atau oleh orang yang memberi pesan. Ketika kita melihat pola seruan yang ada pada hadis ini, dalam reaksinya Rasulullah bertujuan untuk memberikan amanah atau pesan kepada orang-orang yang mencari kebaikan supaya melanjutkannya, dan untuk orangorang yang mencari keburukan supaya menghentikannya. Al-Mustawa al-Dadali (Level Semanti. Mardjoko Idris. Ilmu MaAoani Kajian Struktur Dan Makna, (Yogyakarta: Karya Media, 2. Hal. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Menurut bahasa Ilmu Semantik ialah makna atau penunjukan. Menurut istilah, ilm al-dilalah adalah bagian dari ilmu linguistik (Ilm lugha. yang berdiri dengan sendirinya merupakan cabang ilmu yang mempelajari mengenai makna suatu bahasa, baik pada tingkatan mufrodat . osa kat. ataupun pada tingkatan tarakib . Analisis mengenai makna yang bahasanya meliputi seluruh level linguistik . eksikal, fonologi, sintaksis, dan morfolog. Makna Denotasi dan Makna Konotasi Makna denotasi menurut Leech ialah bagian penting dari apa itu bahasa dan faktor sentralnya adalah komunikasi verbal dan makna asosiatif yang mengacu pada bahasa itu sendiri. 26 Sedangkan makna konotatif merupakan makna yang terlihat dari makna kognitif yang ditambahkan komponen makna lain. Suatu kata itu dinilai konotatif apabila kata itu memiliki tingkat rasa, meskipun negatif maupun positif. Berdasarkan pada definisi diatas maka makna denotasi dari hadis Sunan Ibn Majah tentang keutamaan puasa sebagai berikut. a AUA A aA a EaNa aI aCa aacI aI eI a eIa aNA a AI a aIA a aAIa uaO aIIU aOe A a AaI eIA a a AuBarang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuniAy. a AOIa aO aI aa a eE a aI aOA ca A EA e A AaEa eI Oa eA a e aI eI aN aU aOAa a aA e aA aECA e a a e Aaua EaIA a A aOA a aAIA a Aa a acO aE Ea eOEa s aI eI a aIA a caA a aeOa EIA ca AO EA a a e aO a accEaEA a A a CA a caCa a aI eI EIA a AO E aO ae Ca eE aOOa a aA a Aa aeOa E aIac a AaEa eI Oa eEa eC aI eI aN aU aOIaaO aIIa s Oa a aA AaOaEaEa aAO aE aE Ea eOEa sA AuJika tiba waktu awal malam di bulan Ramadhan maka setan-setan dan pemimpin-pemimpinnya dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada yang dibuka. Pintu-pintu syurga dibuka dan tidak ada yang ditutup, lalu ada penyeu yang berseru. Auhai orang yang mencari kebaikan, teruskanlah. Hai orang yang mencari keburukan, berhentilah. Sesungguhnya Allah membebaskan orang dari neraka, dan kejadian itu terjadi setiap malamAy. e aAua acI a accEaEa a eIa aE aE AA AaCa a aOaEaEa AaO aE aE Ea eOEa sA a A sA Moh. Matsna HS. Kajian Semanitik Arab, (Jakarta: Kencana, 2. Hal. Syihabuddin Qalyubi. Hal. Leech. Semantics The Study of Meaning, 2nd ed, (London: Penguin Books, 1. Hal. Fatimah Djajasudarma. Semantik 2: Pemahaman Ilmu Makna, (Bandung: PT Refika Aditama, 1. Hal. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. AuSesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari neraka saat buka puasa, dan itu terjadi setiap malamAy. ca AEac aI ua acI aNa EA ca AAEacOA ca AO aEA A eN sA a a a A a aE eI aOAaO aN Ea eOEaU aO Ue aI eI a eEA a AIa AaCa aE aA a A eN a Cae aA a Aa a aE a aIA a AacEEa aEa eO aN aOA a acEEA ca AaI eI a a aI aN AaCae a a aI eE aO ae aEENa aOaE Oae a aI aO aeNa au acaE aIe aO UIA AuKetika datang bulan Ramadan Rasulullah A Abersabda. AuSesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kalian. Di bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalanf darinya, maka ia telah terhalang dari seluruh kebaikan. Dan tidaklah kebaikan . alam tersebu. terhlangi bagi orang yang menyia-nyiakannyaAy. Dari makna dan arti secara denotatif diatas maka dapat di identifikasikan mengenai keutamaan dari hulan ramadhan diantaranya adalah: Penghapus dosa yang lalu Salah satu keutamaan bulan Ramadhan ialah ketika melaksanakan puasa dengan ikhlas dan sengguh-sungguh, maka insyaAllah akan menghapuskan dosa-dosa masa lalu kita. Berdasarkan riwayat hadis pertama beberapa ulama berpendapat bahwasannya dosa-dosa kecil saja yang dimaafkan selagi ia menjauhi dosa-dosa besar. Ada ulama juga yang berpendapat bahwa Allah berkehendak memberi ampunan pada dosa besar berlandaskan pada hadis lain yang sepadan. Ausebagaimana pertama kali dilahirkan oleh ibunya yang bermakna bersih tanpa noda dosa. Menurut imam Al-Qurtubi, kata Ramadhan memiliki arti membakar. Oleh karena iru, ia mengatakan bahwa bulan ramadhan disebut dengan Ramadhan karena bulan membakar dosa dengan amal sholeh. Dibuka pintu syurga, ditutup pintu neraka dan syaitan terbelenggu. Jika melihat arti redaksi hadis kedua diatas maka akan membuat seuah pertanyaan ialah AuJika para syaitan telah dibelenggu, mengapa dibulan Ramadhan masiha ada yang melakukan kemaksiatan?Ay maka al-Imam AlQurthuby menjawab dan menjelaskan: Orang-orang yang menunaikan puasa dengan baik dan betul serta menjalankan segala aturan dan akhlak yang baik akan mengurangi ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Sebagaimana di sebutkan dalam riwayat yang lain bahwa tidak semua syaitan yang dibelenggu, melainkan hanya marodatus syaiyaathiin . yaitan-syaitan yang tergolong paling durhak. Kemaksiatan pada bulan ramadhan akan sangat berkurang tetapi bukan berarti akan hilang seluruhnya. Jika seluruh syaiton terbelenggu, maka semua yang mengakibatkan kemaksiatan terus terjadi adalah keburukan jiwa, kebiasaan yang tidak baik, & syaitan dari golongan manusia. Dalam kalimat itqun minan naar mempunyai arti bahwa hal tersebut terjadi pada setiap malam di bulan Ramadhan. Sedangkan pembagian Ramadhan menjadi sepuluh hari pertama rahmat, sepuluh hari pertama maghfirah . , dan sepuluh hari terakhir ialah itqun minan naar merupakan dasar hadis yang tidak shahih. Dilemahkan oleh al-AoUqoily dan al-Albany. Sesungguhnya pada setiap malam Ramadhan merupakan penuh rahmat, ampunan dan itqun minan naar. Setiap malam pada bulan Ramadhan ada yang terlepas dari api neraka. Hadis ketiga diatas menjelaskan hal yang saling berkesinambungan dengan hadis sebelumnya, sebagaimana yang telah dijelaskan diatas bahwa pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup. Hadis ini memberikan penegasan bahwa setiap malam dibulan ramadhan Allah membebaskan hambanya dari neraka. Rahasia Lailatul Qadar Dalam hadis keempat diatas menjelaskan di bulan ramadhan ada malam yang disebut sebagai malam lailatul qadr. Malam ini merupakan malam yang sangat dinantikan oleh setiap umat muslim, ialah mereka yang beriman kepada Allah dan hari kiamat. Bahkan malam lailatul qadr tersebut merupakan malam yang dicaricari oleh manusia terbaik dialam semesta ini. Yaitu nabi Muhammad AA. Oleh sebab itu, nabi A Abahkan pernah melakukan iktikaf sebulan penuh karena berkeinginan mencari malam lailatul qadr. Maka jadilah orang yang mencari malam lailatul qadr bagi kaum muslimin sebagai kegiatan tahunan, begitu pula ikhtikaf menjadi salah satu ritual tahunan untuk mencari malam lalatul qadr. Hal seperti ini adalah sebuah hal yang wajar ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. karena malam ini memiliki keutamaan yang sangat banyak. Sampai-sampai Allah A Amenurunkan surah khusus dalam Al-QurAoan yang disebut dengan surah Al Qadar, di mana surah ini khusus menjelaskan tentang keutamaan lailatulqadar. Ini sudah cukup bagi kita untuk meyakini bahwa malam lailatulqadar adalah malam yang sangat mulia. Al-Tibaq (Antoni. Antonim dalam bahasa Arab yaitu A EAatau A EA. A EAmerupakan bentuk jamak dari A Ayang memiliki arti sesuatu berlawanan dengan yang lain. Antonim dapat juga diartikan sebagai nama lain untuk sebuah benda atau hal yang lain, atau satuan lingual yang artinya berlawanan dengan oposisi satuan lingual yang lain. Dalam hadis-hadis di atas ditemukan beberapa antonim pada tabel di bawah ini: Neraka a caAEIA Syurga AeE aIac aA Ditutup AOa eEa eCA Dibuka eAOa ea Berhentilah AA eA a A a eCA Teruskanlah A a eCa eEA Keburukan ca AEA A aA Kebaikan AeE aO aeA Tabel diatas memaparkan beberapa antonim yang terdapat pada hadis-hadis Sunan Ibn Majah tentang keutamaan bulan Ramadhan. Pada hadis diatas memilih kata Khair. Khair Pada tafsir assa'di. Kata khair pada Q. S Ali Imron 104, dijelaskan Khair adalah AI I e I OC EO NEE OO II NA Dapat diartikan bahwa khair adalah "istilah yang bersifat universal untuk semua kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah dan kegiatan yang menjauhi laranganNya" Poin penting yang dapat diambil adalah khair bersifat universal, semua kegaiat yang dapat mendekatkan ke diri-Nya. Mengapa tidak menggunakan kata yang lain sperti kata Hasan. Kata Hasan dalam alqur'an sering dipakai apabila pembahasan mengenai persoalan muamalah, terutama pada sesama manusia. Kita dapat mengambil contoh pada Q. S An-Nahl 90. Pada ayat tersebut Allah memerintahkan berbuat Adil, berbuat Baik, memberi ke kerabatmu dan menjauhi dari perbuatan keji, buruk serta Ayat tersebut menjelaskan perbuatan manusia ke sesamanya. Sehingga kata ihsan, yang diambil dari kata khair, berkaitan dengan muamalah Lagi. QS. An Nisa 36 ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Pada ayat tersebut, terdapat kata Ihsan. Kata tersebut dikaitkan dengan orang tua. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa perintah untuk melakukan kebaikan kepada orang tua. Kata A IAmerupakan suatu kata yang diibaratkan kepada setiap kebaikan yang Kebaikan tersebut disebut sebagai setiap kenikmatan yang di dapati manusia dalam diri, raga dan yang lainnya. Sedangkan keburukan (A )EOAmerupakan lawan kata dari (A )IAkebaikan, kedua kata tersebut merupakan lafadz musytarak sama seperti kata hewan yang memiliki banyak makna misalnya kuda, manusia, dan lain-lain. : AOA A( EOAyang bai. itu merupakan segala sesuatu yang diinginkan misalnya akal, keadilan, keutamaan dan segala sesuatu yang bermanfaat. Lawan katanya adalah AEA . ang jaha. Diketahui bahwasannya yang baik itu terdapat dua macam: . baik yang sifatnya mutlak, ialah sesuatu kebaikan yang disukai oleh setiap hal dan setiap orang adalah syurga. baik dan jahat yang saling berkaitan, ialah baik menurut seseorang dan buruk menurut orang yang lain. Al-Mustawa al-Taswiri (Level Imager. Al-Mustawa al-Taswiri merupakan cara mengungkapkan suatu konsep absurb, spiritual dari seseorang, kejadian yang berlangsung, pengamatan yang terlihat, karakter manusia dan lainnya dalam wujud representasi yang bisa dirasakan dan dibayangkan. Pada beberapa hadis diatas peneliti menemukan beberapa al-Taswiri dalam hadis berikut: ca AEac aI ua acI aNa EA ca AAEacOA ca AO aEA A eN s aI eI a a aI aNA a a a A a aE eI aOAaO aN Ea eOEaU aO Ue aI eI a eEA a A aI AaCa aE aA a A eN a Cae aA a Aa a aE a aIA a AacEEa aEa eO aN aOA a acEEA aCae a a aI eE aO ae aEEacNa aOaE Oae a aI aO aeNa au acaE aIe aO UIA AuSesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kalian. Di bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalang darinya, maka ia telah terhalang dari seluruh kebaikan. Dan tidaklah kebaikan . alam tersebu. terhalangi kecuali bagi orang yang menyia-nyiakannyaAy. Iqtibas Iqtibas secara leksikal berarti manyalin dan mengutip. Sedangkan secara istilah iqtibas adalah kalimat yang disusun penulis atau penyair dengan menyertakan petikan ayat atau hadis ke dalam rangkaian kalimatnya tanpa memberi penjelasan bahwa petikan tersebut berasal dari Al-QurAoan atau Hadis. Sayyid Kutub dalam Syihabuddin Qalyubi. Stilistika Bahasa Dan Sastra Arab, (Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2. Hal. Rumadani Sagala. Ilmu Bayan, (Lampung: Fakta Press, 2. Hal. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Dalam hadis diatas terdapat kutipan ayat al-QurAoan yaitu pada potongan hadis AEa eOEaU aO UeA A eN sA a a a AI eI a eEA, a potongan tersebut merupakan bentuk salinan dari ayat pada QS. Al-Qadr Ayat: Ijaz Hadzfu Ijaz ialah mengutarakan isi hati dengan mendatangkan makna yang banyak dengan penggunaan redaksi yang singkat namun cukup memadai30 tujuan yang akan disampaikan kepada orang lawan bicaranya tepat sasaran walaupun dengan lafadz yang lebih singkat dan tetap dapat di mengerti31. Ijaz Hadzfu merupakan ijaz yang membuang satu kalimat, huruf atau mufrod. Seperti pada hadis beriku: A eN sA a a a AEa eOEaU aO Ue aI eI a eEA Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan Dalam potongan hadis diatas ada satu mufrod yang dibuang, dimana dijelaskan pada penjelasan sebelumnya bahwa hadis tersebut merupakan salinan dari salah satu ayat Qs. Al-Qadr yang berbunyi: A eN sA a a a AEa eOEaa eECa ae io aO Ue aI eI a eEA Malam kemuliaan itu lebih baik dari pada seribu bulan. Pada QurAoan surah Al-Qadr adalah pengulanngan kata A eECa aeAyang merupakan bentuk penegasan makna pada ayat sebelumnya. Sedangkan dalam hadis tersebut hanya menjelaskan bahwa terdapat satu malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan tanpa memberikan makna penegasan bahwa itu merupakan malam lailatul qadr. Kinayah Menurut bahasa Kinayah adalah suatu lafadz untuk memperlihatkan makna lain. sedangkan menurut istilah adalah lafadz yang diucapkan untuk tujuan yang sebenarnya, dengan qarinah yang tidak keluar dari makna tersebut. Dalam hadis diatas ditemukan bentuk kinayah yaitu: A eN sA a a a AEa eOEaU aO Ue aI eI a eEA satu malam yang lebih baik dari seribu bulan Artinya bahwa jika kita beribadah pada malam tersebut, maka ibadah yang kita lakukan dinilai seperti kita beribadah selama seribu bulan. Menurut perhitungan oleh Syaikh Abdul Halim Mahmud, makna dari Alfi Syahrin atau seribu bulan tersebut setara dengan waktu kurang lebih 83 tahun 4 bulan. Jinas Wahab Muhsin. Pokok-Pokok Ilmu Balaghah, (Bandung: Angkasa, 1. Hal. Ahmad al-Hasyimiy. Jawahir Al-Balaghah, (Beirut: Darul Fikri, 1. Hal. ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Pada hadis-hadis tersebut ditemukan juga jinas yang merupakan bagian dari ilmu Jinas merupakan dua lafadz . yang pengucapannya sama persis antara keduanya namun memiliki makna yang berbeda. Jinas dibagi menjadi dua bagian yaitu: jinas tam dan jinas gairu tam. Tetapi pada hadis-hadis diatas hanya ditemukan lafadz atau kata yang mengandung jinas gairu tam diantaranya adalah: AaOaE Oae a aI aO aeNa au acaE aIe aO UIA AuDan tidaklah kebaikan . alam tersebu. terhalangi kecuali bagi orang yang menyia-nyiakannyaAy Kata yang serupa dengan pelafalannya yaitu kata kata AIOIA- A OIApada kata pertama menggunakan A OAdan kata kedua menggunakan AIA. Kata pertama memiliki arti terhalangi dan kata kedua berarti orang yang menyia-yiakan a AaOA e A AaEa eI Oa eA a e aI eI aN aU aOAa a aA e aA aECA A a aeOa eE aIac a AaEa eI Oa eEa eCA a caA a aeOa EIA AuPintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada yang dibuka. Pintu-pintu syurga dibuka dan tidak ada yang ditutupAy. Pada hadis tersebut ditemukan pelafalan kata yang serupa yaitu pada kata A AaEa eI Oa eA a eA- aEa eIA AOa eEa eCA, keduanya memiliki wazan yang sama yaitu wazan. Pada lafadz pertama bermakna tidak ada yang dibuka dan pada lafadz kedua berarti tidak ada yang ca AO EA AA eA a A a a eCA a AO eE aO ae a eCa eE aOOa a aA a AOa a aA Auhai orang yang mencari kebaikan, teruskanlah. Hai orang yang mencari keburukan, berhentilahAy. Lafadz yang memiliki pelafalan yang serupa dalam hadis ini terdapat pada kata ca A EAyang memiliki akhiran yang sama yaitu huruf AA. Lafadz A eE a eO aAberarti A eE aO aeAdan A aA ca A EAberarti keburukan. Lalu pada lafadz A eCa eEAdan AA eA kebaikan dan AA a A a eCAmemiliki wazan fiil amr . ata perinta. keduanya memiliki arti teruskanlah dan Kesimpulan Analisis gaya bahasa pada hadis tentang keutamaan puasa Ramadhan Sunan Ibn Majah di atas menunjukkan unsur estetika dari surat tersebut yang dilihat dari lima aspek stilistika yaitu aspek fonologi, morfologi, aspek sintaksis, aspek semantik dan aspek imagery. Pada aspek fonologi hadis-hadis diatas didominasi oleh konsonan yang berupa konsonan plosif. Terdapat dua sajaAo dan satu bentuk jinas yaitu sajaAo ADABIYA. Volume 24. No 2. Agustus, 2022. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya DOI: 10. 22373/adabiya. Ulfa Kurnia. Syihabuddin Qalyubi & Moh. Wahid Hidayat: Gaya Bahasa Hadis Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan Dalam Kitab Sunan Ibn Majah (Kajian Stilistika Hadi. Mutharraf yaitu sajak yang dua kata akhirnya memiliki akhir yang sama tetapi dengan wazan yang berbeda, dan sajaAo mutawaazi yang sama dari segi wazan namun berbeda dari qafiyahnya. Sedangkan jinas ialah dua lafadz . yang persis sama pengucapannya namun berbeda maknanya. Jinas pada hadis-hadis diats hanya ditemukan lafadz atau kata yang mengandung jinas gairu tam. Pada aspek morfologi ditemukan ikhtiyar al-Sighah . emilihan bentuk kat. dan al-Udud bi al-Sighah Aoan al-Asl al-Siyaqi . erpindahan bentuk kata ke bentuk kata aspek sintaksis ditemukan al-Taqdhim wa al-TaAokhir dan nidaAo. Serta dari aspek semantik hadis-hadis diatas peneliti menganalisis dari segi makna denotasi, makna konotasi, dan dari segi al-Tibaq . Sedangkan pada level imagery ditemukan iqtibas. Ijaz hadzfu, kinayah dan Jinas. Dari analisis tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya bahasa pada hadis tersebut memiliki bentuk keserasian fonologi yang khas yang diikuti dengan makna lawan kata dari makna yang disampaikan serta pemilihan kata yang digunakan sesuai dengan Al-QurAoan sehingga ketika kita membaca dan mencoba untuk memahaminya maka kita akan mudah menafsirkan maknaya serta dapat kita jadikan acuan referensi dalam pemahan ayat-ayat suci Al-QurAoan. Daftar Pustaka