KIRANA : Social Science Journal Volume 2. Number 2, 2025 pp. E-ISSN : 3062-780X DOI https://doi. org/10. 61579/kirana. Open Access: https://ejournal. id/index. php/kirana Penggunaan Ragam Bahasa Mahasiswa Tingkat Awal dan Akhir UPN AuVeteranAy Jawa Timur di Media Sosial X Muhammad Hengga Alfianda*1. Aisyah Farhatus Solihah2. Talita Nur Hidayah3. Najwa Fellycia Amanda Putri4. Abdurrahman Faiz Akbar Ramadhan5 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Surabaya. Indonesia Corresponding Email : 24025010175@student. ARTICLEINFO Article history: 11 December 2024 Received in revised form 10 February 2025 Accepted 18 February 2025 Available online 18 February ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan berbagai bahasa oleh mahasiswa tingkat awal dan akhir di UPN Veteran Jawa Timur pada media sosial X dan pengaruhnya terhadap interaksi sosial. Dengan berkembangnya teknologi komunikasi, media sosial menjadi platform utama bagi pelajar untuk berinteraksi, berbagi informasi, dan mengekspresikan diri. Penggunaan bahasa di media sosial dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain usia, lingkungan, dan tingkat Kata Kunci: Dalam konteks ini, mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat akhir Keberagaman memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda, sehingga mempengaruhi media sosial. cara mereka berkomunikasi di platform digital. Metode penelitian yang digunakan UPN Veteran Jawa adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi. Timur Data dianalisis untuk mengetahui perbedaan dan persamaan penggunaan berbagai bahasa antara kedua kelompok siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat Keywords: memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika berbahasa di Language diversity. kalangan pelajar, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan berbahasa social media. UPN Veteran East Java mereka di media sosial. Temuan ini juga dapat menjadi landasan untuk mengembangkan literasi digital yang lebih baik di kalangan pelajar dan memberikan wawasan penting mengenai dinamika komunikasi digital di kalangan generasi muda serta implikasinya terhadap perkembangan bahasa Indonesia di era modern. ABSTRACT This research aims to analyze the use of various languages by initial and final level students at UPN Veteran East Java on social media X and its effects on social interaction. With the development of communication technology, social media has become the main platform for students to interact, share information and express themselves. The use of language on social media is influenced by many factors, including age, environment and level of education. In this context, freshmen and final year students have different backgrounds and experiences, which influence the way they communicate on digital platforms. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation. Data were analyzed to identify differences and similarities in the use of various languages between the two groups of students. It is hoped that the results of this research will provide a deeper understanding of language dynamics among students, as well as the factors that influence their language choices on social media. These findings can also be a basis for developing better digital literacy among students and provide important insights into the dynamics of digital communication among the younger generation and their implications for the development of the Indonesian language in the modern era. This is an open access article under the CC BY-SA license. * Corresponding Author: Muhammad Hangga Alfianda: 24025010175@student. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X INTRODUCTION Bahasa merupakan salah satu ciri yang paling khas dan manusiawi untuk membedakan manusia dengan makhluk lainnya (Devianty. Setiap individu menggunakan bahasa sebagai komunikasi untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan berinteraksi dengan orang Dalam konteks mahasiswa, kemampuan berbahasa tidak hanya dikembangkan melalui proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga dalam kehidupan sosial, termasuk di media sosial. Media sosial, seperti platform X . ahulu Twitte. , menjadi ruang komunikasi yang sangat dinamis, tempat mahasiswa dari berbagai latar belakang saling berinteraksi. Di sini, terjadi berbagai variasi penggunaan bahasa, termasuk ragam bahasa formal dan non-formal. Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur, sebagai bagian dari generasi digital, aktif menggunakan media sosial untuk berkomunikasi. Penggunaan ragam bahasa mereka di media sosial X menarik untuk diteliti, karena X menawarkan fitur trending yang memudahkan pengguna mengikuti isu terkini dan peristiwa penting secara real time. Terutama perbedaan antara mahasiswa tingkat awal dan tingkat akhir. Mahasiswa tingkat awal yang baru memasuki dunia perkuliahan cenderung membawa gaya komunikasi dari lingkungan sekolah atau pergaulan masa remaja mereka. Sementara itu, mahasiswa tingkat akhir yang sudah lebih lama berkuliah dan lebih matang dalam memahami konteks akademis maupun profesional, mungkin menunjukkan variasi bahasa yang lebih kompleks dan beradaptasi dengan lingkungan yang lebih formal. Penelitian ini penting dilakukan untuk melihat bagaimana perkembangan kemampuan berbahasa mahasiswa melalui interaksi di media sosial. Dengan memahami ragam bahasa yang digunakan, kita dapat memperoleh gambaran tentang perubahan gaya berkomunikasi, pengaruh lingkungan akademis terhadap kemampuan bahasa, serta perbedaan signifikan yang mungkin terjadi antara mahasiswa tingkat awal dan tingkat akhir. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan wawasan mengenai pengaruh media sosial dalam membentuk kebiasaan berbahasa di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu tujuan diadakannya penelitian ini adalah . Untuk memaparkan penggunaan ragam bahasa mahasiswa awal dan akhir pada media . Untuk menganalisa perbedaan ragam bahasa yang digunakan mahasiswa tingkat awal dan akhir di media sosial X METHOD Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif yang bertujuan sebagai penjelasan suatu peristiwa secara lebih dalam dengan cara melakukan observasi pada media sosial X dengan pengumpulan data dari tangkapan layar percakapan serta berdasarkan kajian literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam bahasa yang digunakan oleh mahasiswa di media sosial, serta dampaknya terhadap komunikasi. Kemudian bertujuan memahami penggunaan bahasa gaul dan prokem dalam interaksi sehari-hari mahasiswa, serta efeknya pada bahasa Indonesia. Pada penelitian ini menjadikan mahasiswa aktif tingkat awal dan akhir Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur sebagai objek penelitian. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X RESULT AND DISCUSSION Dalam konteks pendidikan, mahasiswa tidak hanya belajar secara pasif, tetapi juga aktif membangun pengetahuan melalui. Selain itu, mahasiswa berperan sebagai agen sosial yang menggunakan modal budaya dan sosial yang diperoleh dari pendidikan untuk membentuk posisi mereka dalam masyarakat. Mahasiswa juga diharapkan menjadi pembelajar mandiri yang menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengelola proses belajar mereka sendiri, termasuk tanggung jawab untuk menentukan tujuan belajar, mengatur waktu, dan memanfaatkan sumber daya secara efektif. Bahkan jika dirasa terlalu berat dapat memicu gangguan memori, konsentrasi, penurunan kemampuan penyelasaian masalah, dan kemampuan akademik. (Goff. M, 2. Mahasiswa terdapat 2 tingkatan yakni mahasiswa Awal Semenster dan juga akhir semester. Mahasiswa awal semester merupakkan mahasiswa baru yang masih pada semester awal dan juga baru mengenal kondisi dan lingkungan Sedangkan mahasiswa Tingkat akhir adalah mahasiswa semester akhir atau semester 7-8 yang sedang focus pada tugas akhir kelulusan. Discussion Memaparkan penggunaan ragam bahasa mahasiswa awal dan akhir pada media sosial X Penggunaan bahasa dikalangan mahasiswa sangat bervariasi dan juga bermacam macam media yang digunakan. Terutama dalam era digital saat ini yang semua Tindakan dilakukan dengan menggunakan teknologi seperti alat-atal elektronik yang semakin canggih. Dalam hal komunikasi juga kita dimudahkan dengan adanya teknologi yang memungkinkan manusia melakukan Tindakan dan juga komunikasi dengan orang lain tanpa harus ada kontak fisik atau bertatap muka secara langsung. Alat elektronik berupa smartphone sangat diperlukan mahasiswa untuk komunikasi yang diperlukan dalam proses perkuliahan dan juga mencari informasi yang diperlukan bagi mahasiswa. Dalam hal ini kami menemukan bahwasannya bahasa Indonesia juga telah disesuaikan oleh adanya arus zaaman, sekarang ini pengunaan bahasa Indonesia lebih berkembang dengan adanya kosa kata baru dan juga adanya kata slang atau bahasa gaul yang digunakan oleh mayoritas mahasiswa ataupun kalangan anak muda lainnya. Dan dalam penelitian ini kami akan memaparkan apa saja perbedaan bahasa yang digunakan oleh kalangan masiswa baru dan juga mahasiswa akhir. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada media sosial X, didapatkan terdapat perbedaan tata Bahasa Indonesia yang dilakukan oleh mahasiswa Tingkat awal dan akhir. Bisa dilihat dari hasil tweet X bahwasannya mahasiswa Tingkat awal lebih menggunakan nada yang sopan tetapi terkadang menggunakan Bahasa yang nonformal. Sedangkan mahasiswa Tingkat akhir menggunakan nada yang kurang sopan dan juga tetap sama menggunakan Bahasa yang nonformal jika dalam penggunaan media sosial terutama X. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X Kami menggunakan aplikasi X yang kami fokuskan pasa forum Yupienfess atau akun yang dapat digunakan untuk mengirim orang lain dalam akun tersebut dengan cara saling membalas cuitan yang dikirimkan. Dari cuplikan di media sosial X tersebut dapat dilihat bahwasannya Bahasa yang digunakan oleh mahasiswa baru lebih sopan dengan mengawali komentar dengan kata sapaan Auhalo kakak kakakAy. Selain itu dalam penggunaan media sosial juga mahasiswa tersebut tidak menggunakan Bahasa yang formal atau baku karena memang media atau situs tersebut bukanlah Lembaga/kelompok yang mengharuskan pemakaian Bahasa yang baik dan juga baku layaknya mahasiswa dalam forum universitas atau Dari cuitan X tersebut mahasiswa awal itupun tidak menggunakan Bahasa slang atau Bahasa gaul. Bahasa yang tidak baku AumumpungAy bahasa bakunya AuselagiAy. Dalam cuitan tersebut juga mengunakan emotikon hati atau love yang bermaksud mengekspresikan pesan secara visual dan rasa terimakasihnya jika mendapat respon dari Untuk contoh selanjutnya cuitan yang diunggah oleh mahasiswa awal rata-rata membahas mengenai kebutuhan untuk mencari rekomendasi tempat/buku yang dapat digunakan dalam perkuliahan serta dapat mengenal lebih dalam lingkungan kampus dan Kata baku yang digunakan AurekomendasiinAy kata bakunya AumerekomendasikanAy, lalu ada juga kata AuplsAy merupakan singkatan dari kata please dan dalam bahasa Indonesia artinya . olong, moho. , kemudian penggunaan kata AubsAy dan AudrAy yang merujuk pada singkatan kata AubisaAy dan AudariAy, serta kata AugaAy yang merujuk pada kata AutidakAy. KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X Dapat dilihat dari contoh cuitan di atas, mahasiswa akhir menggunakan bahasa yang mengandung kata-kata sarkastik dan manipulatif, dapat dilihat dari kalimat Aumau diam aja ta? Kok kita kyk di eksploitatif gitu ya. Lagian denger-denger univ ternama juga ga ada tuh persyaratan. Ay Kalimat tersebut terdengar menyindir dan membandingkan dengan kampus lain. Menggunakan bahasa non baku AuudhAy yang merupakan singkatan adari kata AusudahAy, lalu ada penggunaan kata AuunivAy yang merupakan singkatan dari kata AuuniversitasAy. Sementara itu untuk pembahasan cuitan yang di unggah oleh mahasiswa akhir tersebut membahas tentang pencarian informasi buku yang akan digunakan untuk bahan pembuatan Selain cuitan diatas rata-rata mahasiswa akhir membahas tentang tugas akhir dan juga Dalam cuitan tersebut terdapat kata AurekAy yang berarti AutemanAy kata tersebut sering digunakan oleh orang surabaya. Menganalisa perbedaan ragam bahasa yang digunakan mahasiswa tingkat awal dan akhir di media sosial X Perlu diperhatikan dan juga digaris bawahi bahwasannya hasil yang kami peroleh adalah berdasarkan fakta, tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahwasannya mahasiswa lain tidak berlaku atau menggunakan bahasa yang kami buat contoh, karena masing-masing individu memiliki preverensi dan juga pedoman tersendiri dalam menyampaikan pendapatnya dalam media sosial. Penelitian menunjukkan bahwa faktor usia, pendidikan, dan konteks sosial berperan dalam adanya ragam bahasa antara mahasiswa awal dan akhir, bahasa yang digunakan mahasiswa tingkat akhir mengadopsi gaya bahasa yang lebih umum untuk kalangan anak muda. Berikut adalah perbandingan antara bahasa yang digunakan oleh mahasiswa awal dan juga mahasiswa akhir. Mahasiswa Awal Bahasa yang digunakan lebih sopan Bahasa yang digunakan terdengar lebih tulus dan lembut Menanyakan hal-hal seputar kampus, seperti tugas, lingkungan, dan organisasi Mahasiswa Akhir Bahasa yang digunakan kurang sopan Bahasa yang digunakan terdengar lebih Memberitahu informasi terkait masalah atau pertanyaan mahasiswa awal berdasarkan KIRANA : Social Science Journal. Vol. No. 2 Juli 2025, pp. eISSN 3062-780X CONCLUSION Perbedaan Ragam Bahasa yang digunakan mahasiswa tingkat awal cenderung menggunakan bahasa yang lebih sopan. Penggunaan bahasa informal tetap terlihat, tetapi lebih sedikit menggunakan bahasa slang atau gaul. Sebaliknya, mahasiswa tingkat akhir lebih sering menggunakan bahasa yang sarkastik, nada yang kurang sopan. Fokus bahasan mereka cenderung pada tugas akhir, skripsi, atau masalah yang lebih kompleks terkait perkuliahan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh usia, pengalaman, tingkat pendidikan, dan lingkungan Mahasiswa tingkat awal masih dalam tahap adaptasi dengan lingkungan kampus, sedangkan mahasiswa tingkat akhir telah memiliki lebih banyak pengalaman akademis dan Media sosial, seperti X, menjadi aplikasi dinamis bagi mahasiswa untuk berinteraksi. Teknologi ini mempengaruhi perkembangan bahasa dengan adanya kosakata baru dan gaya komunikasi informal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan literasi digital, membantu mahasiswa memahami akibat atau dampak bahasa dalam komunikasi digital, serta mempersiapkan mereka untuk penggunaan bahasa Indonesia yang lebih baik dan relevan di era modern. Penelitian ini menunjukkan bagaimana ragam bahasa mahasiswa berkembang seiring perjalanan akademis, serta memberikan pelajaran penting tentang pengaruh media sosial terhadap penggunaan bahasa di kalangan generasi muda. REFERENCES