a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 UNTUK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SMA DI KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH Elfridawati M, Dhuhani1, Muksin Kaliky2 Laganti Salayar3 Program Studi PAI FITK IAIN Ambon Egy_selayar@yahoo.com Abstrak: Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMA di Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah bertujuan untuk mengetahui kualitas dan out put pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam implementasi kurikulum 2013 pada SMA di Kecamatan Salahutu hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di SMA se Kecamatan Salahutu tidak bisa terlepas dari guru sebagai fasilitator pembelajaran dan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, metode dan sumber belajar, serta media yang digunakan. Metode yang digunakan oleh guru PAI dalam mengajarkan materi sangat kreatif seperti metode diskusi, demonstrasi, dan cooperative learning. Walaupun hanya beberapa metode saja yang dapat diterapkan oleh guru dalam menyampaikan materi PAI. Akan tetapi metode yang digunakan sudah variatif sehingga siswa tidak bosan dalam melaksanakan pembelajaran. Cara yang digunakan oleh guru PAI di SMA se Kecamatan Salahutu dalam mengambil nilai dengan penilaian autentik yang meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara terpisah atau sendirisendiri. Kata Kunci: Evaluasi, Implementasi, Kurikulum 2013, Pembelajaran PAI PENDAHULUAN Salah satu faktor utama pendukung keberhasilan pembangunan di suatu Negara adalah tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Berbagai upaya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia telah dilakukan oleh pemerintah diantaranya dengan melalui pelaksanaan pendidikan, namun praktek pendidikan di Indonesia selama ini kurang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan kompetitif di dunia persaingan global. Belajar dari sejarah tentang bagaimana hasil pendidikan nasional sejak satu abad kebangkitan nasional pertama yang lalu, ternyata persoalan pendidikan bukan hanya menyangkut peserta didik sebagai subjek namun juga menyangkut masalah fisik seperti gedung, sarana 14 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 prasarana, kurikulum, dan lain sebagainya. Dalam upaya mengatasi persoalan pendidikan tersebut penyelenggaraan pendidikan nasional sejak kemerdekaan telah mengalami pergantian kurikulum sebanyak 10 kali, yaitu; kurikulum 1947,1952, 1964,1968,1975,1984,1994 dan suplemen kurikulum 1999, kurikulum 2004 (KBK), kurikulum 2006 (KTSP), dan kurikulum 2013. Peningkatan kualitas proses dan kualitas out put pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMA di Kecamatan Salahutu akan sangat ditentukan oleh hal-hal seperti kesiapan sekolah dalam hal ketersediaan fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran, dan profesionalisme guru terutama yang berkaitan dengan kemampuan pemahaman guru dalam melaksanakan program pembelajaran, serta iklim akademikmenyangkut situasi yang muncul akibat hubungan antara guru dan peserta didik atau hubungan antar-peserta didik, termasuk derajat afeksi positif atau negatif peserta didik terhadap pembelajaran, dan motivasi belajar peserta didik atau dorongan dalam diri peserta didik untuk belajar dan menyelesaikan tugas-tugas, memecahkan masalah maupun mempelajari kompetensi tertentu dalam mata pelajaran dengan sebaik-baiknya berdasarkan standar keunggulan. Selanjutnya, selain hal-hal tersebut di atas juga ditentukan hal-hal diantaranya, kecakapan akademik, kecakapan personal (personal skills), dan Kecakapan sosial (social skills). Oleh karena itu evalauasi terhadap hal-hal tersebut di atas perlu dilakukan, dalam rangka mengidentifikasi efektifitas pelaksanaan yang sesungguhnya, demi mewujudkan upaya peningkatan kualitas proses dan kualitas out put pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMA di Kecamatan Salahutu. Untuk melihat tingkat pencapaian mutu dan tujuan pendidikan, terutama kualitas proses dan kualitas out put pembelajaran, diperlukan suatu bentuk evaluasi. Menurut Sukardi, tujuan dilakukannya evaluasi adalah sesuai dengan apa yang telah dimuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan 15 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 Nasional Pasal 57 ayat (1), bahwa evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan akuntabilitas penyelenggara secara pendidikan nasional sebagai bentuk kepada pihak-pihak yang berkepentingan, diantaranya terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan. (H. M. Sukardi, 2009: 1). Berbagai upaya telah dilakukan dalam usaha mencapai peningkatan kualitas proses dan kualitas out put pembelajaran yang dilaksanakan pada SMA di Kecamatan Salahutu. Khusus peningkatan kualitas proses dan kualitas out put pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat ditentukan oleh tiga unsur, yaitu: guru, peserta didik, dan kurikulum. Ketiga unsur tersebut dapat diasumsikan bahwa (1) Guru, sesuai dengan fungsinya bertugas mengoptimalkan kemampuan peserta didik dalam belajar atau sering diistilahkan dengan mengajar. Dalam mengoptimalkan kemampuan peserta didikprofesionalisme, kemampuan dan pemahaman guru yang memadai dalam mengajar sangat menentukan peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus keberhasilan program pembelajaran mencapai tujuan sebagaimana telah direncanakan di dalam silabus yang telah disusun sebelumnya, (2) Peserta didik, dengan segala karakteristiknya dalam proses pembelajaran diharapkan secara maksimal dapat mencapai tujuan belajar. Karakteristik peserta didik yang dimaksud khususnya dalam penelitian ini diantaranya menyangkut derajat afeksi atau sikap peserta didik, motivasi, personal skill, dan social skill yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas maupun out put pembelajaran, dan (3) Kurikulum, adalah merupakan pedoman atau media serta sekaligus merupakan salah satu fasilitas penunjuang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan evaluasi pada unsurunsur tersebut untuk mengidentifikasi kualitas proses dan kualitas out put pembelajaran khususnya pada pelaksanaan program pembelajaran Pendidikan Agama Islam. 16 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 METODE Metode yang digunakan adalah metode deskriptif untuk mendeskripsikan dan menganalisis fonemena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok (Creswell, 2016: 246). Penelitian dengan mengunakan metode kualitatif dengan beberapa deskripsi digunakan untuk menemukan prinsipprinsip dan penjelesan yang mengarah pada penyimpulan. HASIL Analisi Kualitas Pembelajaran PAI Pada dasarnya implementasi kurikulum K13 merupakan perubahan dari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Dimana perubahan kurikulum merupakan suatu keniscayaan. Lewat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah merencanakan perubahan kurikulum mulai tahun ajaran 2013/2014. Seperti yang dikemukakan oleh Kemendikbut KTSP diubah dengan kurikulum 2013, sehingga kurikulum 2013 mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya dari segi persiapan, untuk memperbaik proses pembelajaran dengan baik sehingga mampu mengevaluasi perilaku peserta didik. Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa pelaksanaan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dimana SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Salahutu sebagai lembaga pendidikan dituntut kontribusinya dalam memajukan dunia pendidikan serta lebih meningkatkan kualitas baik input dan out put, lebih dengan adanya konteks otonomi dan desentralisasi pendidikan, yang mana sekolah dituntut untuk mandiri dalam mengelola lembaga pendidikannya termasuk dalam pelaksanaankurikulum yang melibatkan seluruh komponen pendidikan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Salahutu bahwa; 17 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 “Pada aspek kelengkapan sumber tentang dukungan manajemen yang ada di sini sudah sesuai, sehingga untuk menentukan jenis kurikulum yang biasanya digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam pembelajaran dengan melihat Permendiknas pada Kurikulum 2013, kemudian pelaksanaan pembelajaran dilakukan berupa silabus siap pakai dan RPP dibuat oleh guru masing-masing, sehingga dalam pengembangan kurikulum yang digunakan disesuaikan dengan kondisi sekolah dengan ciri khusus kurikulum yang dikembangkan adalah kurikulum 2016 dan 2003 yang kemudian dikembangkan bersama guru mata pelajaran dengan dibantu oleh tim MGMP, adapun sosialisasinya K13 dengan menggunakan work shoop, yang kemudian sosialisasi K13 ini diinformasikan saat rapat orang tua, dengan menjalankan K13 dengan memperhatikan fasilitas pembelajaran, sehingga penerapannya sudah dua tahun untuk tahun ini yaitu diterapkan di kelas X, walaupun ada beberapa sarana dan prasaran belum memadai”. Begitu juga yang disampaikan oleh Guru Mata Pelajaran bahwa : “pada aspek kinerja guru tentang penguasaan materi, berupa perencanaan pembelajaran yang didasari analisis keubutuhan harapan masyarakat, sehingga penguasaan materi pembelajaran yang dimiliki oleh guru juga sangat baik, sehingga mampu mengaitkan materi dengan permasalahan yang relevan juga sangat baik, sehingga menjelaskan materi yang mudah dipahami oleh peserta didik, berupa pemahaman dan karateristik peserta didik baik itu termotivasi belajarnya dan dukungan terkait minat belajar disesuaikan dengan kemampuan serta karateristik peserta didik tersebut, olehnya itu sikap disiplin peserta didik dalam pembelajaran selalu diawasi, karena ada hubungan yang 18 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 baik antara guru dan peserta didik. Kemudian pada penguasaan strategi pembelajaran bagi saya, biasanya menciptakan situasi pembelajaran yang interaktif, karena dibantu dengan sumber belajar yang sangat baik, dengan strategi yang digunakana juga baik, disebabkan karena sikap disiplin peserta didik dalam pembelajaran juga baik, hal ini juga dalam penguasaan san pengelolaan pembelajaran juga baik, karena dibantu dengan kelengkapan sumber belajar, olehnya itu kemampuan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan objektif dan adil, dengan standar penilaian agar sesuai dengan kompetensi serta indikator, disesuaikan dengan kriteria ketuntasan minimal”. Hasil observasi yang dilakukan di lokasi penelitian menunjukkan adanya adanya penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran terkait dengan penguasaan dan pengelolaan pembelajaran oleh guru bidang studi pendidikan agama Islam, baik itu penjabaran kompetensi dasar ke indikator, kesesuain tujuan, kemudian pemilihan bahan sesuai dengan karateristik peserta didik kemudian menggunakan media pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik dilakukan oleh guru mata pelajaran sudah baik, sehingga proses pembelajaran dengan pengelolaan pembelajaran berjalan dengan baik oleh guru. Kemudian dalam pelaksanaan pembelajaran, berupa penguasaan teknik dan strategi pengeloaan kelas, berupa menyaipkan peserta didik untuk memulai pembelajaran, mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan pengetahuan peserta didik, menumbuhkan partisifasi aktif oleh peserta didik, kemudian media dan sumber belajar yang digunakan menghasilkan pesan yang menarik kepada peserta didik, atau penguasaan kelas dilakukan oleh guru mata pelajaran pendidikan agama Islam sangat baik di SMA Negeri 1 Salahutu. 19 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 Kemudian pada SMA Negeri 2 Salahutu pada pembelajaran pendidikan agama Islam hasil penelitian yang didapatkan tidak terlalu berbeda jauh dengan SMA Negeri 1 Leihitu, dalam implementasi kurikulum 2013, sebagaimana yang hasil wawancara yang peneliti dapatkan pada wakil kepala sekolah SMA Negeri 2 Salahutu bahwa: “pada aspek kelengkapan sumber tentang dukungan manajemen yang ada di SMA kami seperti penentuan jenis kurikulum yang digunakan sebagai pedoman dalam pembelajaran ditepkan langusung oleh Dinas Pendidikan, sehingga kita mulai menggunakan K13 ini sudah diterapkan di kelas X dan kelas XI, dengan penyusunan pembelajaran disesuaikan dengan keperluan peserta didik sertakurikulum itu sendiri, dengan ciri khusus kurikulum yang digunakan adalah KTSP, sosialisasi K13 ini ditujukan kepada seluruh para dewan guru, dengan cara sosialisasi yang digunakan dengan menggunakan work shoop kepada para guru yang diadakan oleh dinas pendidikan, sehingga pelaksanaan k13 ini sudah 3 tahun berjalan. Kemudian pada penguasaan pengelolaan pembelajaran, untuk sementara baru beberapa mata pelajaran yang diajarkan menggunakan k13 salah satunya juga PAI, iya disesuaikan dengan perencanaan pembelajaran PAI dengan ketentuan k13, denngan strategi yang sangat baik oleh guru dalam pembelajaran karena para guru yang menggunakan k13 sudah memiliki persiapan yang matang dalam pelaksanaan k13 tersebut. Serta aspek kemampuan melaksanakan penilaian, disesuaikan dengan tujuan pendidikan tersebut, dengan pelaksanaan penilaian pembelajaran juga disesuaikan dengan ketentuan k13 itu sendiri, dengan penilaian yang subjektif dan adil kepada para peserta didik”. Kemudian pada guru mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Salahutu bahwa: 20 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 “pada kinerja guru tentang penguasaan materi baik itu perencanaan yang didasarkan pada pembelajaran yang termuat tentang kearifan lokal, dengan penguasaan materi cukup memadai cuman terdapat kekurangan dari bahan ajar, dengan menganaliis permasalahan dengan fakta yang terjadi, menjelaskan materi dengan menggunakan media dan model pembelajaran yang sesuai dengan analisis kompetensi inti, sedangkan pemahaman karateristik peserta didik, berupa menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, dimulai dengan apersepsi untuk dapat mengetahui tentang materi yang disampaikan, dengan memberi dukungan terhadap peserta didik dengan memberikan pendampingan dan merevisi tentang materi yang belum tuntas, perencanaan program dengan melihat karateristik peserta didik dengan mengaitkan antara analisis tujuan pembelajaran dengan kondisi peserta didik, agar pengembangan sikap disiplin dalam mengkuti pembelajaran cukup baik, namun hanya kurang adanya kesiapan peserta didik karena kurang fasilitas literasi. Ketertiban peserta didik dalam pembelajaran dilakuakn dengan pendampingan langung secara rutin dengan Sedangakan mengembangkan penguasaan strategi kominikasi yang pembelajaran baik. dengan memanfaatkan media pembembelajaran berupa pendekatan sebagaimana hubungan orang tua dengan peserta didik dalam membangun komunikasi, dengan penggunaan sumber belajar oleh guru cukup memadai, namun kelengkapan media berbasis IT belum dapat berjalan secara optimal. Kemudian penguasaan pengelolaan pembelajaran baik menyelesaikan tugas cukup baik, dengan petunjuk teknis berupa RPP untuk tiap-tiap kegiatan udah dibuat, dengan pedoman penyusunan materi pembelajaran dengan menganalisis KI dan KD sesuai yang terdapat dalam model penyusunan. Kelengkapan sumber cukup memadai baik 21 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 itu visi dan misi sekolah dukungan fasilitas, sarana dan prasarana serta kemampuan melaksanakan penilaian, secara objektif dan adil sesuai dengan k13. Hasil observasi yang dilakukan di SMA Negeri 2 Salahutu, pada penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran, baik itu penguasaan pengelolaan pembelajaran sudah sangat baik, berupa penjabaran kompetensi dasar ke indikator, penyesuaian dengan tujuan, penyesuaian indikator dengan kompeteni dasar, pengorganisasian bahan sesuai dengan karateritik peserta didik, kesesuaian sumber dan media pembelajaran dengan pembelajaran udah kompetensi sangat baik. dasar, kesesuaian Sedangan pada metode pelaksanaan pembelajaran berupa penguasaan teknik dan strategi pengelolaan kelas juga sangat baik, dari 26 item yang dinilai hanya terdapat 2 item yang menyatakan baik, yaitu hubungan materi dengan pengetahuan lain yang relevan serta keterampilan menggunakan sumber belajar dan media pembelajaran sedangkan 24 item sisanya menunjukkan kategori sangat baik dama penguasaan teknik dan strategi pengelolaan kelas. Kemudian dalam menganalisis komponen kualitas proses pembelajaran pada guru mata pelajaran pendidikan agama Islam pada kelas X-3 pada SMA Negeri 1 Salahutu, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1 Hasil Penelitian di SMAN 1 Salahutu No Komponen Kualitas Rerata Skor Kategori Proses Pembelajaran 1 Kinerja Guru 3,79 Baik 2 Fasilitas Pembelajaran 3,55 Baik 3 Iklim Kelas 3,72 Baik 4 Sikap Peserta didik 3.03 Cukup 5 Motivasi Belajar Peserta 3.53 Baik 3,69 Baik didik Rerata Skor Total 22 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 Tabel di atas tersebut menunjukkan komponen kualitas proses pembelajaran guru atas nama AHB, guru kelas X-3 yang terdiri dari lima komponen penilaian yaitu kinerja guru, fasilitas pembelajaran iklim kelas, sikap peserta didik dan motivasi belajar peserta didik.Jika kita mengacu pada rumus kriteria penilaian komponen, maka pada komponen kinerja guru, fasilitas pembelajaran, iklim kelas dan motivasi belajar peserta didik masuk dalam kategori kualitas ”baik”. Sedangkan satu komponen lainnya yaitu sikap peserta didik masuk dalam kategori kualitas “cukup”. Namun jika dilihat secara keseluruhan, maka rerata skor untuk semua komponen kualitas proses pembelajaran guru kelas X-3 atas nama AHB masuk dalam kategori kualitas “baik” dengan rerata skor sebesar 3.69. Kemudian dalam menganalisis komponen kualitas proses pembelajaran pada guru mata pelajaran pendidikan agama Islam pada kelas X-3 pada SMA Negeri 2 Salahutu, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2 Hasil Penelitian di SMAN 2 Salahutu No Komponen Kualitas Rerata Skor Kategori Proses Pembelajaran 1 Kinerja Guru 3,86 Baik 2 Fasilitas Pembelajaran 3,47 Baik 3 Iklim Kelas 3,50 Baik 4 Sikap Peserta didik 3,38 Cukup 5 Motivasi Belajar Peserta 3,45 Baik didik Rerata Skor Total 3,53 Baik Tabel di atas tersebut menunjukkan komponen kualitas proses pembelajaran guru atas nama B, guru kelas X-3 yang terdiri dari lima komponen penilaian yaitu kinerja guru, fasilitas pembelajaran matematika, iklim kelas, sikap peserta didik dan motivasi belajar peserta didik.Jika kita mengacu pada rumus kriteria penilaian komponen, maka pada komponen 23 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 kinerja guru, fasilitas pembelajaran, iklim kelas dan motivasi belajar peserta didik masuk dalam kategori kualitas ”baik”. Sedangkan satu komponen lainnya yaitu sikap peserta didik masuk dalam kategori kualitas “cukup”. Namun jika dilihat secara keseluruhan, maka rerata skor untuk semua komponen kualitas proses pembelajaran guru kelas X-3 atas nama B masuk dalam kategori kualitas “baik” dengan rerata skor sebesar 3.53. Out put Pembelajaran Pada dasarnya out put pembelajaran merupakan hasil yang dicapai melalui sebuah perencanaan yang telah dilaksanakan, dalam hal ini out put pembelajaran merupakan hasil belajar peserta didik yang telah ada melalui sebuah perencanaan yang matang oleh seorang guru baik itu berkaitan dengan aspek kecakapan personal, kecakan soaial, maupun fasilitas pembelajaran yang udah dilakukan oleh guru dalam hal ini mata pelajaran pendidikan agama Islam. Olehnya itu, hail belajar peserta didik yang peneliti dapatkan di SMA Negeri 1 Salahutu yang terdapat pada lampiran jika dikonsultasikan menurut kementian pendidikan menurut Eko Putro, (2009) dengan melihat kriteria penilaian kualitas Out put pembelajan sebagai berikut: Tebal 3. Hasil Belajar Peserta didik SMAN 1 Salahutu Interval Kualifikasi Frekuensi Presentas Angka 80 – 100 1 79 60 – Huruf A Baiksekali 9 e% 34,6 B Baik 16 61,5 40– 59 20– 39 0-19 C D E Cukup Kurang Sangat Kurang 1 - 3,9 - 26 100 Jumlah Sumber Data: Nilai Hasil BelajarPeserta didik Berdasarkan data pada tabel di atas, maka diketahui bahwa dari 26 24 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 orangpeserta didik yang diambil secara sampling claster masuk dalam klasifikasi baik sekali 9orang peserta didik (34,6%), untuk masuk dalam kualifikasi baik 16orang peserta didik (61,5%), untuk masuk dalam kualifikasi cukup 1 orang peserta didik (3,9%), untuk masuk dalam kualifikasi kurangdan gagal itu tidak ada. Olehnya itu, maka hasil belajar peserta didik yang paling banyak atau yang paling besar hasil belajar peserta didik dikisaran nilai 60 sampai dengan 79 yaitu sebesar 61,5%. Kemudian pada hasil belajar peserta didik yang ada di SMA Negeri 2 Salahutu, yang terdapat pada lampiran jika dikonsultasikan menurut kementrian pendidikan menurut Eko Putro, (2009) dengan melihat kriteria penilaian kualitas Out put pembelajan sebagai berikut: Tebal 4. Hasil Belajar Peserta didik SMAN 2 Salahutu Interval Angka 80 – 100 1 79 60 – 40– 59 20– 39 0-19 Kualifikasi Frekuensi Presentas Huruf A Baiksekali 11 e% 100 B C D E Baik Cukup Kurang Sangat Kurang - - 11 100 Jumlah Sumber Data: Nilai Hasil BelajarPeserta didik Berdasarkan data pada tabel di atas, maka diketahui bahwa dari 11 orangpeserta didik yang diambil secara claster masuk dalam klasifikasi baik sekali 11orang peserta didik (100%), sedangkan untuk masuk dalam kualifikasi baik, cukup, kurangdan gagal itu tidak ada. Olehnya itu, maka hasil belajar peserta didik yang paling banyak atau yang paling besar hasil belajar peserta didik dikisaran nilai 80 sampai dengan 100 yaitu sebesar 100%. Kemudian hasil observasi peneliti di SMAN 2 Salahutu terkait dengan penilaian terhadap pelaksanaan penilaian hasil belajar peserta didik berupa kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian seperti keseisuan teknik dengan kompetensi dasar, kejelasan prosedur penilaian 25 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 selama prose pembelajaran, melaksanakan pemeriksaan terhadap penilaian tertulis, penilaian observasi secara tercacat terhadap hasil penilaian praktik, memberikan tugas kelompok/individu dan menafsirkan hasil penilaian masuk pada kategori baik, sedangkan pada kategori sangat baik, berupa kelengkapan alat penilaian, mendemonstrasikan pelaksanaan secara tertulis, menafsirkan penilaian tertulis, selama proses pembelajaran, melaksanakan praktik ecara prosedural, memberikan rambu-rambu pelaksanaan tugas pemeriksaan terhadap hasi tugas masuk kategori sangat baik. Hal ini menandakan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan baik di SMAN 1 Salahutu maupun SMAN 2 Salahutu berjalan dengan baik sesuai denga tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, sehingga penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan oleh guru PAI sudah sangat baik. Dimana sebelum kegiatan belajar-mengajar guru PAI sudah mempersiapkan silabus pembelajaran, Rencana Pembelajaran (RPP). Dalam setiap program Pelaksanaan belajar mengajar, guru pendidikan Agama Islam senantiasa melakukan pembinaan kepada peserta didik olehnya itu pelaksanaan kurikulum k13 pada mata pelajaran pendidikan agam Islam yang secara umum bermuatan budi pekerti tersebut. KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, bahwa pelaksanaan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di SMA se Kecamatan Salahutu tidak bisa terlepas dari guru sebagai fasilitator pembelajaran dan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, metode dan sumber belajar, serta media yang digunakan. Metode yang digunakan oleh guru PAI dalam mengajarkan materi sangat kreatif seperti metode diskusi, demonstrasi, dan cooperative learning. Walaupun hanya beberapa metode saja yang dapat diterapkan oleh guru dalam menyampaikan materi PAI. Akan tetapi metode yang digunakan sudah 26 a l - i l t i z a m , Vol.3, No.1, Mei 2018 variatif sehingga siswa tidak bosan dalam melaksanakan pembelajaran. Cara yang digunakan oleh guru PAI di SMA se Kecamatan Salahutu dalam mengambil nilai dengan penilaian autentik yang meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara terpisah atau sendiri-sendiri. DAFTAR PUSTAKA [1] H. Lias, Hasibuan. Kurikulum & Pemikiran Pendidikan. Jakarta: GP Press, 2010. [[2] Nasution, S. Pengembangan Kurikulum. Bandung: Alumni, 1987 [3] Nurdin, Syaifuddin . Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum, Jakarta: Ciputat Press, 2002. [4] Rosyidin, Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam: Pendekatan Historis, Teooritis,dan Praktis, Jakarta: Ciputat Pers, 2005. [5] Purwati, Loeloek Endah & Sofan Amri, Panduan Memahami Kurikulum 2013. Jakarta PT, Prestasi Pustakaraya, 2013. [6] Fadillah, M. Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTS, & SMA. [7] Sukardi, H.M. Evaluasi Pendidikan: Prinsip & Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara, 2009. [8] Widoyoko, S. Eko Putro, Evaluasi Program Pembelajaran: Panduan Praktis bagi Pendidik dan Calon Pendidik,Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009. [9] Nana Sudjana, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah,Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2008. 27